Anda di halaman 1dari 17

OBJEK DAN SASARAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN

MAKALAH
Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Administrasi Pendidikan
Anak Usia Dini
Dosen Pengampu:
Dr. Hj. Iis Rodiah, S.Pd.I, M.MPd.
Tanggal Presentasi: Oktober 2019
Disusun oleh:
Rima Santika
Mita Rahmawati
KELAS B

PRODI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI


FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM CIAMIS
2019 M/1440 H
KATA PENGANTAR

            Puji syukur kehadirat Allah swt, karena berkat rahmat-Nya sehingga
makalah kami selesai tepat waktu. Shalawat serta salam kami haturkan kepada
junjungan Nabi besar Muhammad SAW, karena perjuangannya sehingga kita
umat Islam dapat menikmati zaman yang modern ini.
            Dalam penyusunan makalah ini kami banyak mengalami hambatan.
Namun hambatan dapat kami atasi  berkat arahan dan bimbingan dosen pengajar
mata kuliah, dan kerjasama penulis, serta buku referensi yang ada.
            Dengan selesainya makalah ini, maka kami mengucapkan terima kasih
kepada semua orang yang telah terlibat dalam menyelesaikan makalah ini.
Kami sadar dalam penyusunan makalah ini masih banyak kesalahan dan
kekurangan, maka dari itu kami mohon kritik dan saran yang membangun demi
maksimalnya tugas kami kedepannya.

Ciamis, Oktober 2019

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.........................................................................................................i
DAFTAR ISI........................................................................................................................ii

BAB I : PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah........................................................................ 1

B. Rumusan Masalah................................................................................. 1

C. Tujuan ................................................................................................. 2

BAB II : LANDASAN TEORI

A. Pengertian Administrasi....................................................................... 3

B. Pengertian pendidikan.......................................................................... 4

C. Pengertian Administrasi pendidikan.................................................... 5

D. Objek dan Sasaran Administrasi Pendidikan....................................... 7

BAB III : PEMBAHASAN

A.

B.

BAB IV : PENUTUP

A. SIMPULAN 12

Daftar Pustaka

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam dunia pendidikan di Indonesia, bidang studi administrasi pendidikan boleh
dikatakan masih baru. Administrasi pendidikan diperkenalkan melalui beberapa IKIP
sejak tahun 1960-an dan baru di masukan sebagai mata pelajaran dan mata ujian di
SGA/SPG sejak tahun 1965/1966. Berbicara pendidikan, keberhasilan pengeloaan
pendidikan sangat didasarkan kepada bagaimana mengelola program pendidikan itu
sendiri.

Sebagai satu sistem pemerintahan, maka banyak hal yang harus ditata atau
diadministrasikan untuk menjaga kelangsungan kegiatan, baik itu kegiatan masyarakat,
kegiatan kenegaraan, terlebih kegiatan yang terkait dengan mempersiapkan masa depan.
Kegiatan Pendidikan yang menjadi kunci dalam persiapan masa depan anak bangsa, maka
regulasi pemerintah baik itu berupa Undang-Undang atau Peraturan Pemerintah, selalu
menjadi bagian penting dalam upaya menata pengelolaan pendidikan. Pendidikan menjadi
investasi yang memberi keuntungan yang menjadikan individunya menjadi manusia yang
memiliki derajat.

Lembaga pendidikan salah satu lembaga yang turut membantu pengembangan


tenaga profesional sehingga mampu melaksanakan pembangunan pendidikan. Lembaga
pendidikan harus menghasilkan tenaga kerja dengan memiliki kemampuan, kecakapan,
kreativitas yang penuh rasa tanggung jawab bagi pembangunan. Supaya memenuhi
tuntutan pembangunan lembaga pendidikan harus mengembangkan tenaga profesional
yang tangguh.

Maka diperlukan sebuah penjelasan secara rinci dan mendetail


tentang administrasi lembaga pendidikan agar para pendidik dapat memahami betapa
pentingnya administrasi lembaga pendidikan.

B. Rumusan Masalah

Supaya tidak terjadi kesimpang siuran dalam penulisan makalah ini, maka penulis
membatasinya sebagai berikut :

1. Apa itu administrasi ?


2. Apa itu pendidikan ?
3. Apa itu administrasi pendidikan ?
4. Apa saja objek dan sasaran administrasi pendidikan ?

1
C. Tujuan Masalah

Adapun tujuan dalam penulisan dalam makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui pengertian administrasi.


2. Untuk mengetahui pengertian pendidikan.
3. Untuk mengetahui pengertian administrasi pendidikan.
4. Untuk mengetahui objek dan sasaran administrasi pendidikan.

2
BAB II

LANDASAN TEORI

A. PENGERTIAN ADMINISTRASI

Administrasi dalam bahasa Inggris disebut “Administration” yang secara harfiah


berarti “pengaturan”. Atau dalam artian secara sempit, makna administrasi yang biasa kita
temui dalam keseharian adalah berkaitan dengan kegiatan pembukuan keuangan. Selain
itu kata administrasi juga lekat dengan hal pencatatan, surat menyurat, mengetik. Dan
juga mengelola data-data dalam software komputer seperti Microsoft Excel.

Secara lebih luas lagi, pengertian administrasi yaitu sebuah proses usaha yang
dilakukan dua individu atau lebih. Dengan memanfaatkan berbagai media pendukung
guna tercapainya tujuan dan target yang telah ditetapkan bersama.

Adapun definisi atau pengertian administrasi secara umum ialah serangkaian


kegiatan yang berkaitan dengan pengaturan dan juga pengawasan suatu hal dalam sebuah
lembaga / organisasi demi terciptanya keteraturan untuk mencapai tujuan & target yang
telah ditetapkan di awal.

Menurut para ahli pengertian admiistrasi yaitu :

 George Terry

Adminstrasi berarti pengaturan, pengendalian dan penataan kinerja. Di dalamnya terdapat


pergerakan dengan fungsi dan peranan masing-masing untuk mencapai tujuan yang
ditetapkan.

 Ulbert

Definisi / pengertian administrasi yakni usaha persiapan yang dilakukan secara terstruktur
tentang pencatatan pendataan dan informasi. Dengan tujuan menyajikan data yang mudah
untuk diserap dan bisa segera dipulihkan jika dirasa ada yang tidak sesuai.

 The Liang Gie

Administrasi bisa diartikan sebagai kegiatan usaha penataan sekelompok orang yang
tergabung dalam sebuah proses kerjasama untuk tujuan bersama.

 Wijana

3
Administrasi merupakan sebuah penggabungan dari semua fungsi guna mengefisienkan
dan mengefektifkan kinerja sesuai dengan kebijakan pelaksanaan.

 Sondang P. Siagian

Pengertian administrasi ialah sejumlah proses saling bekerja di antara dua orang atau
lebih dengan berdasar pada aturan atau regulasi tertentu guna mencapai target dan tujuan.

 William Leffingwell dan Edwin Robinson

Administrasi menurut William Leffingwell merupakan terusan cabang dari fungsi


manajemen. Di dalamnya terdapat fungsi pelaksanaan kerja organisasi secara terstruktur
dan terarah. Agar pekerjaan bisa berjalan secara efektif dan efisien.

(diakses .21/10/19.09.30 : https://inspirilo.com/pengertian-administrasi/)

B. PENGERTIAN PENDIDIKAN

Pendidikan (bahasa Inggris : education) adalah pembelajaran pengetahuan,


keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke
generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian.

Pengertian Pendidikan secara umum adalah usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik agar secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang
diperlukan dirinya dan masyarakat.

Pengertian pendidikan menurut para ahli sebagai berikut :

Menurut Ki Hajar Dewantara

Bapak Pendidikan Nasional Indonesia ini menjelaskan bahwa pendidikan adalah tuntutan
di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun
segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan
sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-
tingginya. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui
kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan
datang.

4
Menurut Ahmad D. Marimba

Pengertian pendidikan menurut Ahmad D. Marimba adalah bimbingan atau bimbingan


secara sadar oleh pendidik terdapat perkembangan jasmani dan rohani terdidik menuju
terbentuknya keperibadian yang utama.

Menurut Driyarkara

Pendidikan disimpulkan sebagai satu usaha dalam memanusiakan manusia muda atau
pengangkatan manusia muda ke skala yang insani.

Menurut H. Horne

Pendidikan adalah proses yang terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi
bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan
sadar kepada Tuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan
kemanusiaan dari manusia.

Menurut Martinus Jan Langeveld

Pendidikan adalah upaya menolong anak untuk dapat melakukan tugas hidupnya secara
mandiri supaya dapat bertanggung jawab secara susila. Pendidikan merupakan usaha
manusia dewasa dalam membimbing manusia yang belum dewasa menuju kedewasaan.

(diakses.09.39.21/10.19 : https://www.zonareferensi.com/pengertian-pendidikan/)

C. PENGERTIAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN

Pengertian administrasi pendidikan dapat diartikan sebagai suatu usaha atau


proses yang dilakukan oleh banyak orang untuk tercapainya suatu target pendidikan yang
sudah ditentukan.

Menurut para ahli sebagai berikut :

Yang pertama adalah dari Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia


(Depdiknas RI) mengatakan bahwa pengertian administrasi pendidikan merupakan suatu
proses kegiatan yang dilakukan oleh setiap orang yang meliputi perencanaan sampai
dengan pelaporan serta pelaksanaan pendidikan itu sendiri yang dapat dilakukan oleh
instansi pendidikan dengan fasilitas tertentu yang dapat membantu adanya proses

5
administrasi pendidikan tadi. Hal ini dilakukan agar tujuan pencapaian pendidikan yang
dilakukan oleh setiap orang dapat terlaksana dengan baik, efektif dan berguna bagi
siapapun itu. Yang kedua adalah pendapat dari Drs. M. Ngalim Purwanto, ia mengatakan
bahwa administrasi pendidikan merupakan suatu proses pengarahan dan peningkatan
yang terjadi baik tiap tiap personal, spiritual dan juga materiil yang saling berkaitan satu
dengan lainnya demi tercapainya tujuan pendidikan tadi.

Dari kedua pendapat ahli di atas mengenai administrasi pendidikan, dapat


disimpulkan bahwa suatu proses yang dilakukan setiap orang mengenai proses yang
dilakukan untuk mendapatkan suatu tujuan yang diharapkan oleh seseorang atau banyak
orang guna untuk mendapatkan pembelajaran baik dari bidang akademis atau yang biasa
didapatkan di sekolah sekolah dari mulai tingkat dasar sampai dengan perguruan tinggi,
maupun dari bidang spiritual dan juga bidang kehidupan manusia sehari hari, tentunya ini
akan menjadi hal yang penting dari segi pendidikan dimana pun itu. Yang menjadi
perbedaannya hanyalah fasilitas dan cara penyampaian setiap materi pembelajaran.
Demikianlah pengertian administrasi pendidikan yang dapat anda ketahui.

(diakses.09.45.21/10.19:https://pengertiandefinisi.com/pengertian-administrasi pendidikan/)

D. OBJEK DAN SASARAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN

Objek dan sasaran administrasi kelembagaan pendidikan mencakup komponen-


komponen Administrasi Pendidikan secara garis besar yaitu :

1. Administrasi personel sekolah

Di dalam berlangsungnya kegiatan sekolah maka unsur manusia merupakan


unsur penting, karena kelancaran jalannya pelaksanaan program sekolah sangat
ditentukan oleh menusia-manusia yang menjalankannya.

Untuk itu dalam bagian ini perlu dibahas secara lebih mendalam mengenai
personel sekolah, karena bagaimanapun lengkap dan modernnya fasilitas yang
berupa gedung, perlengkapan, alat kerja, metode-metode kerja, dan dukungan
masyarakat akan tetapi apabila manusia-manusia yang bertugas menjalankan
program sekolah itu kurang berpartisispasi, maka akan sulitlah untuk mencapai
tujuan pendidikan yang dikemukakan.

6
Kepegawaian disebut juga personalia atau kekaryawanan dan pegawai
tersebut juga personel atau karyawan. Administrasi personel sekolah adalah segenap
proses penataan personel sekolah.[Daryanto.1998;30]

Administrasi personalia menurut Suryosubroto mencakup :[Suryosubroto.2010;40-


45]
1) Perencanaan pegawai, merupakan kegiatan untuk menentukan kebutuhan
pegawai, baik secara kuantitatif maupun kualitatif untuk sekarang maupun masa
depan. Penyusunan rencana personalia yang baik dan tepat memerlukan
informasi yang lengkap dan jelas tentang pekerjaan atau tugas yang harus
dilakukan dalam organisasi/lembaga.spesifikasi jabatan memberikan gambaran
tentang kualitas minimum pegawai yang dapat di terima dan yang perlu untuk
melaksanakan pekerjaan sebagaimana mestinya.
2) Pengadaan pegawai, merupakan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pegawai
pada suatu lembaga, baik jumlah maupun kualitasnya. Untuk mendapatkan
pegawai yang sesuai dengan kebutuhan, dilakukan kegiatan rekruitment, yaitu
usaha untuk mencari dan mendapatkan calon-calon pegawai yang memenuhi
syarat sebanyak mungkin, untuk kemudian dipilih calon terbaik dan tercakap.
3) Pembinaan dan pengembangan pegawai, merupakan fungsi pengelolaan
personil yang mutlak perlu , untuk memperbaiki, menjaga, dan meningkatkan
kinerja pegawai. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara on the job
training dan in service training. Kegiatan pembinaan dan pengembangan ini
tidak hanya menyangkut aspek kemampuan, tetapi juga menyangkut karier
pegawai.
4) Promosi dan mutasi, setelah diperoleh dan ditentukan calon pegawai yang
akan diterima, kegiatan selanjutnya adalah mengusahakan supaya calon pegawai
tersebut menjadi anggota organisasi yang sah sehingga mempunyai hak dan
kewajiban sebagai anggota organisasi atau lembaga. Di Indonesia, untuk
pegawai negeri sipil, promosi atau pengangkatan pertama biasanya diangkat
sebagai calon PNS dengan masa percobaan satu atau dua tahun, kemudian ia
mengikuti latihan prajabatan, dan setelah lulus diangkat menjadi pegawai negeri
sipil penuh. Setelah pengangkatan pegawai, kegiatan berikutnya adalah
penempatan atau penugasan. Dalam penempatan atau penugasan ini diusahakan

7
adanya konruensi yang tinggi antara tugas yang menjadi tanggung jawab
pegawai dengan karakteristik pegawai.
5) Pemberhentian Pegawai, merupakan fungsi personalia yang menyebabkan
terlepasnya pihak organisasi dan personil dari hak dan kewajiban sebagai
lembaga tempat bekerja dan sebagai pegawai. Sebab-sebab pemberhentian
pegawai ini dapat dikelompokkan kedalam tiga jenis, (1) pemberhentian atas
permohonan sendiri; (2) pemberhentian oleh dinas atau pemerintah; dan (3)
pemberhentian sebab lain-lain.
6) Kompensasi, adalah balas jasa yang diberikan organisasi kepada pegawai, yang
dapat dinilai dengan uang dan mempunyai kecenderungan diberikan secara
tetap. Pemberian kompensasi, selain dalam bentuk gaji, dapat juga berupa
tunjangan, fasilitas rumah, kendaraan dan lain-lain.
7) Penilaian pegawai, Penilaian tenaga kependidikan ini difokuskan pada prestasi
individu dan peran sertanya dalam kegiatan sekolah. Penilaian ini tidak hanya
penting bagi sekolah, tetapi juga bagi pegawai itu sendiri. Bagi pegawai,
penilaian berguna sebagai umpan balik berbagai hal, bagi sekolah, hasil
penilaian prestasi kerja tenaga kependidikan sangat penting dalam pengambilan
keputusan berbagai hal.
2. Administrasi kurikulum
Kurikulum dalam arti yang luas ialah: yang meliputi seluruh program dan
kehidupan dalam sekolah.[Cece.1992;24] Kurikulum berpengaruh penting terhadap
maju mundurnya pendidikan. Kurikulum bersifat dinamis dan senantiasa
dipengaruhi oleh perubahan-perubahan dalam faktor-faktor yang mendasarinya.
Administrasi kurikulum dan program pengajaran mencakup kegiatan
perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian kurikulum. Perencanaan dan
pengembangan kurikulum nasional pada umumnya teah dilakukan oleh Departemen
Pendidikan Nasional pada tingkat pusat. Kegiatan pelaksanaan dan pembinaan
kurikulum adalah :
a. Mempedomani dan merealisasikan apa yang tercantum di dalam kurikulum
sekolah yang bersangkutan dalam usaha mencapai dasar-dasar dan tujuan
pendidikan dan pengajaran.
b. Menyusun dan melaksanakan organisasi kurikulum berserta materi-materi,
sumber-sumber dan metode-metode pelakasanaannya, disesuaikan dengan

8
pembaharuan pendidikan dan pengajaran serta kebutuhan masyarakat dan
lingkungan sekolah.
c. Kurikulum merupakan pedoman bagi para guru dalam menjalankan tugasnya.
Dalam mempergunakan kurikulum, guru atau pendidik, disamping mengikuti
apa yang tercantum didalamnya, guru juga berhak dan berkewajiban memilih
dan menambah materi-materi, sumber-sumber atau metode-metode
pelaksanaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan perkembangan masyarakat
lingkungan sekolah, dan membuang serta mengurangi apa-apa yang dianggap
tidak sesuai dengan kebutuhan  dan kemajuan masyarakat dan Negara pada
umumnya.[Purwanto.2005;11-12]
3. Administrasi sarana dan prasarana pendidikan

Secara etimologis (arti kata) prasarana berarti alat tiadak langsung untuk
mencapai tujuan. Dalam pendidikan misalnya : lokasi/ tempat, bangunan sekolah,
lpangan olahraga, uang dan sebagainya. Sedang sarana seperti alat langsung untuk
mencapai tujuan pendidikan. Misalnya : ruang, buku, perpustakaan, laboratorium dan
sebagainya.[Op.cit.hal51]

Sedangkan menurut keputusan Menteri P dan K No. 079/ 1975, sarana


pendidikan terdiri dari 3 kelompok besar yaitu ;

a. Bangunan dan perabot sekolah


b. Alat pelajaran yang terdiri, pembukuan dan alat-alat peraga dabn laboratorium
c. Media pendidikan yang dapat dikelompokkan menjadi audiovisual yang
menggunakan alat penampil dan media yang tidak menggunakan alat penampil.

Administrasi sarana dan prasarana yang baik diharapkan dapat menciptakan


sekolah yang bersih, rapi, indah sehingga menciptakan kondisi yang menyenangkan
baik bagi guru maupun murid untuk berada di sekolah. Di samping itu juga diharapkan
tersedianya alat-alat atau fasilitas belajar yang memadai secara kuantitatif, kualitatif,
dan relevan dengan kebutuhan serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk
kepentingan proses pendidikan dan pengajaran, baik oleh guru sebagai pengajar
maupun murid-murid sebagai pelajar.[Op.cit. hal 50]

4. Administrasi siswa

9
Administrasi siswa bertujuan untuk pengembangan pengetahuan dan
kemampuan penalaran, pengembangan keterampilan dan pengembangan sikap siswa
yang selaras dengan tujuan sekolah yang tertuang dalam kurikulum.[Op.cit. hal 62]

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, bidang administrasi kesiswaan sedikitnya


memiliki tiga tugas utama yang harus diperhatikan, yaitu penerimaan murid baru,
kegiatan kemajuan belajar, serta bimbingan dan pembinaan disiplin.

Contoh kegiatan – kegiatan yang dapat dilakukan di sekolah sebagai berikut :


[Ibid, hal 62-63]
a. Kegiatan pengembangan pengetahuan dan kemampuan penalaran
1) Diskusi, temu karya, seminar dan lain-lain
2) Penelitian
3) Karya Wisata
4) Penulisan karangan untuk berbagai media
5) Percobaan-percobaaan akademis di luar kelas
b. Kegiatan pengembangan keterampilan berdasar hobi
1) Latihan kepemimpinan
2) Palang Merah Remaja
3) Usaha Kesehatan Sekolah ( UKS)
4) Pramuka
5) Lintas Alam
6) Olahraga
7) Kesenian
8) Pengaturan lalu-lintas
9) Pengumpulan barang bekas
c. Kegiatan-kegiatan pengembangan sikap
1) Pengumpulan dana sosial
2) Pengertian hari-hari besar nasional, keagaman
3) Membantu masyarakat yang kena musibah
5. Administrasi keuangan dan Pembiayaan

Dalam penyelenggaraan pendidikan, keuangan dan pembiayaan merupakan


potensi yang sangat menentukan dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam
kajian administrasi pendidikan. Komponen keuangan dan pembiayaan pada suatu

10
sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan-
kegiatan proses belajar-mengajar di sekolah bersama komponen-komponen lain.

Sumber keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah secara garis besar dapat
dikelompokkan atas tiga sumber, yaitu (1) pemerintah, baik pemerintah pusat, daerah
maupun kedua-duanya, yang bersifat umum atau khusus dan diperuntukkan bagi
kepentingan pendidikan; (2) orang tua atau peserta didik ; (3) masyarakat, baik
mengikat maupun tidak mengikat. Berkaitan dengan penerimaan keuangan dari orang
tua dan masyarakat ditegaskan dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional
1989 bahwa karena keterbatasan kemampuan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan
dana pendidikan, tanggung jawab atas pemenuhan kebutuhan dana pendidikan
merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan orang tua.
Adapun dimensi pengeluaran meliputi biaya rutin dan biaya pembangunan.[Op.cit. hal
48]

11
BAB III

PEMBAHASAN

A. KONDISI NYATA
B. IMPLEMENTASI TEORI/SOLUSI TERHADAP PERMASALAHAN

12
BAB IV

PENUTUPAN

A. KESIMPULAN

Administrasi Lembaga dalam pendidikan adalah pengelolaan badan organisasi


yang menyelenggarakan proses kegiatan pendidikan secara efektif dan efisien untuk
mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan.

Objek dan sasaran administrasi kelembagaan pendidikan mencakup komponen-


komponen Administrasi Pendidikan secara garis besar yaitu :

1. Administrasi personel sekolah


2. Administrasi kurikulum
3. Administrasi sarana dan prasarana pendidikan
4. Administrasi siswa
5. Administrasi keuangan dan Pembiayaan.

B. REKOMENDASI

Melihat adanya administrasi yang terjadi di sekitar kita, akan lebih baik jika
ditingkatkan lagi sistem pengoordinasian dan pelayanan terhadap pelaku pendidikan agar
sistem administrasi pendidikan tersebut dapat melayani para pelaku pendidikan dengan
sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya.

13
DAFTAR PUSTAKA

Daryanto. 1998. Administrasi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta

Suryosubroto. 2010. Manajemen pendidikan di sekolah. Jakarta : Rineka Cipta

Wijaya, Cece. dkk. 1992.  Upaya Pembaharuan dalam Pendidikan dan Pengajaran.


Bandung: Remaja Rosdakarya Offset

Purwanto, Ngalim. 2005.  Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja


Rosdakarya Offset