Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat


Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah PDPK
Dosen pengampu: Aris Fitriani, S. kep., Ns, MM.

Disusun Oleh :
1. Intan Nurbaeti Rahman (P1337420218101)
2. Utvia Damayenti (P1337420218135)
3. Yesi Nur Izzati (P1337420218112)
4. Annisa Dwi Putri (P1337420218096)
5. Galang Nova Pratama (P1337420218107)
6. Azza Ulfah Rezaki (P1337420218116)
7. Risma Nadia Azka (P1337420218139)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
PRODI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO
2020

KATA PENGANTAR

i
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan Rahmat dan
Karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul
“Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)” ini untuk memenuhi tugas mata
kuliah.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah


membantu dalam menyelesaikan makalah ini.

Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kata
kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun dari
pembaca sangat kami harapkan. Semoga bermanfaat, Terima kasih.

Purwokerto, 1 Maret 2020

Kelompok

DAFTAR ISI

ii
KATA PENGANTAR.....................................................................................ii

DAFTAR ISI.................................................................................................iii

BAB I. PENDAHULUAN.............................................................................1

A. Latar Belakang....................................................................................1

B. Rumusan Masalah...............................................................................2

C. Tujuan Penulisan.................................................................................3

BAB II. PEMBAHASAN...............................................................................4

A. Pengertian GERMAS.........................................................................4

B. Tujuan GERMAS...............................................................................4

C. Prinsip GERMAS...............................................................................4

D. Siapa Yang terlibat dalam GERMAS.................................................5

E. Perilaku GERMAS.............................................................................5

F. Indikator GERMAS............................................................................7

G. Tanggung Jawab GERMAS................................................................8

H. Peran Lintas Sektor Dalam GERMAS.............................................14

BAB III. PENUTUP.....................................................................................16

A. Kesimpulan ......................................................................................16

B. Saran.................................................................................................16

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................17

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tantangan besar yang masih harus dihadapi bangsa Indonesia saat
ini adalah masalah kesehatan triple burden dikarenakan masih adanya
penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular (PTM) dan
penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi mulai muncul kembali.
Penyakit menular seperti ISPA, Tuberkulosis dan Diare merupakan
penyakit terbanyak dalam pelayanan kesehatan di tahun 1990an. Akan
tetapi akibat perubahan gaya hidup masyarakat menjadi salah satu faktor
terjadinya pergeseran pola penyakit (transisi epidemiologi). Penyakit
Tidak Menular (PTM) seperti Stroke, Penyakit Jantung Koroner (PJK),
Kanker dan Diabetes pada tahun 2015 justru menduduki peringkat teratas
(Kemenkes Republik Indonesia, 2016).
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan gerakan
nasional yang diprakarsai oleh Presiden RI yang lebih mengutamakan
upaya preventif dan promotif, tanpa menghilangkan upaya kuratif dan
rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam
memasyarakatkan paradigma sehat. Dalam rangka menyukseskan program
GERMAS, tidak bisa hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja,
tetapi peran Kementerian dan Lembaga di sektor lainnya juga turut
menentukan, serta didukung oleh peran serta seluruh masyarakat. Mulai
dari individu, keluarga, dan lapisan masyarakat dalam mempraktekkan
pola hidup sehat, akademisi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan
organisasi profesi dalam menggerakkan anggotanya untuk berperilaku
sehat serta pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah dalam
menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, memantau dan
mengevaluasi pelaksanaannya (Soleman & Noer, 2017).

1
Adapun kegiatan GERMAS yaitu dengan melakukan aktivitas fisik
seperti olahraga atau membersihkan rumah (menyuci dan mengepel),
makan buah dan sayur, cek kesehatan secara rutin (baik dalam keadaan
sehat atau sakit), tidak merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol,
membersihkan area tempat tinggal termasuk menggunakan jamban yang
sehat (Depkes, 2017).
Salah satu program pemerintah untuk mewujudkan masyarakat
sehat adalah melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan
Keluarga (PIS-PK). Sasaran dari program Indonesia Sehat adalah
meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya
kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan
perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan (Kementrian
Kesehatan RI, 2016).
Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga (PIS-PK)
dilakukan untuk menjangkau keluarga. Sehingga pihak puskesmas tidak
hanya mengandalkan upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) yang
ada akan tetapi langsung berkunjung ke rumah. Ada 3 pilar utama dalam
menegakkan PIS-PK; yaitu penerapan paradigma sehat, penguatan
pelayanan kesehatan dan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional- JKN
(Laelasari, Anwar, & Soerachman, 2017).

B. Rumusan Masalah
a. Apa pengertian GERMAS?
b. Apa tujuan GERMAS?
c. Bagaimana prinsip perilaku GERMAS?
d. Siapa saja yang terlibat dalam GERMAS?
e. Apa saja perilaku GERMAS ?
f. Apa indicator perilaku GERMAS ?
g. Bagaimana tanggung jawab sector dalam GERMAS ?
h. Apa saja peran lintas sector dalam GERMAS ?

C. Tujuan
a. Tujuan umum :

2
Meningkatkan kebutuhan masyarakat untuk hidup sehat sehingga
tercapai derajat kesehatan yang optimal agar dapat menjalankan fungsi
kehidupan sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki.
b. Tujuan khusus ;
1. Menanggulangi masalah kesehatan yang di hadapi masyarakat
2. Meningkatkan kemampuan dalam memelihara kesehatan
secara mandiri
3. Menanamkan perilaku sehat melalui upaya pendidikan
kesehatan

BAB II
PEMBAHASAN

3
A. Pengertian GERMAS
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan gerakan
nasional yang diprakarsai oleh Presiden RI dalam mengoptimalkan upaya
promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif
sebagai payung besar tercapainya hidup sehat, dan penurunan prevalensi
penyakit (Kemenkes, 2016)

B. Tujuan GERMAS
Secara umum GERMAS bertujuan untuk meningkatkan kesadaran,
kemauan dan kemampuan masyarakat untuk berprilaku sehat dalam upaya
meningkatkan kualitas hidup.
Sedangkan tujuan khususnya adalah meningkatkan partisipasi dan
peran serta masyarakat untuk hidup sehat,menurunkan beban penyakit
menular dan penyakit tidak menular baik kematian maupun kecacatan ,
meningkatkan produktifitas masyarakat dan mengurangi beban
pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit
(Kemenkes RI, 2017).

C. Prinsip GERMAS
Prinsip dari “Gerakan masyarakat hidup sehat” adalah kerjasama
multi sektor dan pemangku kepentingan, antara sektor kesehatan,
akademisi, LSM dan sektor-sektor lainnya;keseimbangan masyarakat,
keluarga, dan individu; pemberdayaan masyarakat, khususnyamereka yang
mau hidup sehat dan menjadi mitra pengendalian penyakit; penguatan
sistemkesehatan, reformasi dan reorientasi pelayanan kesehatan;
penguatan siklus hidup; jaminankesehatan sosial; fokus pada pemerataan
penurunan penyakit karena determinan sosial sepertikemiskinan, gender,
lingkungan, budaya, tingkat pendidikan, dan kemauan politik (Kemenkes
RI, 2017).

D. Siapa Saja Yang Melaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat


Seluruh lapisan masyarakat harus terlibat dalam Gerakan Masyarakat
Hidup Sehat yaitu diantaranya :

4
1. Individu, keluarga dan masyarakat mempraktekkan pola hidup sehat
sehari-hari.
2. Akademisi (universitas), dunia usaha (Swasta), organisasi masyarakat
(KarangTaruna, PKK, dsb), organisasi profesi menggerakkan institusi
dan organisasimasing-masing agar anggotanya berperilaku sehat.
3. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah menyiapkan sarana dan
prasarana seperti :kurikulum pendidikan Usaha Kesehatan Sekolah,
fasilitas olah raga, sayur dan buah, ikan, fasilitas kesehatan,
transportasi, Kawasan Tanpa Rokok (KTR), tamanuntuk beraktivitas
warga, dukungan iklan layanan masyarakat, car free day, air bersih, uji
emisi kendaraan bermotor, keamanan pangan, pengawasan
terhadapiklan yang berdampak buruk terhadap kesehatan (rokok,
makanan tinggi Gula,Garam, Lemak) dsb.
4. Tugas pemerintah juga untuk mengevaluasi pelaksanaannya.

E. Perilaku GERMAS
GERMAS memiliki enam kegiatan utama, yaitu
1. Peningkatan aktivitas fisik
Aktifitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang dapat
meningkatkan pengeluaran tenaga atau energi. Aktivitas fisik
merupakan upaya menyeimbangkan antara pengeluaran dan asupan zat
gizi terutama sumber energi dalam tubuh. Aktivitas fisik meliputi
berbagai kegiatan termasuk olahraga. Aktivitas fisik dapat
memperlancar sistem metabolisme di dalam tubuh, termasuk
metabolisme zat gizi. Oleh karena itu, aktivitas fisik berfungsi
menyeimbangkan antara asupan dan pengeluaran energi tubuh.
Aktifitas fisik yang dilakukan secara teratur dapat meningkatkan hidup
sehat lebih panjang (Sandjadja, 2009).
2. Peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat
Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan cerminan
dari pola hidup keluarga yang senantiasa memperhatikan dan menjaga
kesehatan seluruh anggota keluarga. Semua perilaku tersebut
dilakukan atas kesadaran keluarga sendiri sehingga dapat menolong
dirinya sendiri dan aktif dalam kegiatan lain di masyarakat. PHBS

5
berguna agar setiap keluarga yang menjalankan PHBS akan meningkat
kesehatannya dan tidak mudah sakit. Rumah tangga yang sehat dapat
menngkatkan produktivitas kerja dan biaya yang seharusnya
digunakan untuk berobat dapat digunakan untuk keperluan lainnya
sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan anggota keluarga
(Proverawati, 2012)
3. Penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi
Gizi seimbang merupakan susunan makanan sehari-hari yang
mengandung zat gizi dalam jumlah maupun jenis yang sesuai dengan
kebutuhan tubuh dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman
makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan ideal (Kemenkes
RI, 2014).
4. Peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit
Peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit, dapat berupa
periksa kesehatan atau cek kesehatan secara rutin. Pemeriksaan
kesehatan secara rutin merupakan upaya promotif preventif yang
diamanatkan untuk dilaksanakan oleh bupati/walikota sesuai
Permendagri no 18/ 2016 (Panduan GERMAS). Tujuan dari cek
kesehatan secara rutin, yaitu meningkatkan kesadaran, kemauan dan
kemampuan mendeteksi faktorrisiko penyebab terjadinya PTM,
mendorong dan menggerakkan masyarakat untuk melakukan perilaku
hidup sehat mulai dari individu, keluarga, dan masyarakat sebagai
upaya pencegahan PTM, mendeteksi masyarakat yang mempunyai
risiko hipertensi dan DM serta mendorong rujukan ke Fasilitas
Kesehatan Tingkat Pertama untuk ditatalaksana lebih lanjut sesuai
standar, mengurangi terjadinya komplikasi, kecacatan dan kematian
prematur akibat PTM, dan mendorong dan menggerakkan masyarakat
(khususnya para ibu) untuk memeriksakan diri agar terhindar dari
kanker leher rahim dan kanker payudara dengan deteksi dini tes
IVA/SADANIS (Kemenkes RI, 2016).
5. Peningkatan kualitas lingkungan
Lingkungan merupakan daerah (kawasan dan sebagainya) yang
termasuk di dalamnya (KBBI). Sehingga, lingkungan hidup dapat

6
diartikan sebagai daerah atau kawasan tempat orang tinggal beserta
segala yang ada di sekelilingnya (air, udara, dan tanah).
6. Peningkatan edukasi hidup sehat.
Edukasi gizi merupakan serangkaian kegiatan penyampaian
pesan – pesan gizi dan kesehatan yang direncanakan dan dilaksanakan
untuk menanamkan maupun meningkatkan pengertian, sikap dan
perilaku positif masyarakat dan lingkungannya terhadap upaya
perbaikan gizi dan kesehatan. Penyuluhan gizi ditujukan untuk
kelompok atau golongan masyarakat secara massal dengan target yang
diharapkan adalah pemahaman perilaku sadar gizi dalam kehidupan
sehari-hari. Edukasi gizi juga dapat berupa konseling gizi. Konseling
akan dilakukan oleh konselor terhadap permasalahan kesehatan yang
dijumpai termasuk melaksanakan sistem rujukan bila diperlukan sesuai
dengan kriteria (Kemenkes RI, 2017).

F. Indikator Perilaku GERMAS


Perilaku GERMAS diambil dari fokus kegiatan GERMAS pada
tahun 2016-2017 yang berkaitan erat dengan status gizi, yaitu berupa
aktivitas fisik, konsumsi buah, dan konsumsi sayur. Konsumsi sayur dan
buah dinilai dengan form yang diadopsi dari kuesioner Riskesdas 2013
tentang perilaku konsumsi sayur dan buah. Frekuensi dan porsi asupan
sayur dan buah dikumpulkan dengan cara menghitung jumlah hari
konsumsi sayur dan buah dalam waktu seminggu dan jumlah porsi ratarata
konsumsi sayur dan buah dalam sehari. Seseorang dikategorikan “cukup”
apabila mengkonsumsi sayur dan atau buah minimal 5 (3 porsi sayur dan 2
porsi buah) porsi per hari selama 7 hari dalam seminggu. Seseorang
dikategorikan “kurang” apabila mengkonsumsi sayur dan atau buah kurag
dari ketentuan minimal 5 (3 porsi sayur dan 2 porsi buah) porsi per hari
selama 7 hari dalam seminggu (Kemenkes RI, 2013).
Menurut Riskesdas 2013, aktivitas fisik dikelompokkan menjadi
tiga, yaitu aktivitas fisik berat, aktivitas fisik sedang, dan aktivitas fisik
ringan. Aktivitas fisik berat merupakan kegiatan yang dilakukan secara
terus menerus melakukan kegiatan fisik minimal sepuluh menit sampai

7
meningkatnya denyut nadi dan napas lebih cepat dari biasanya, kegiatan
ini berupa kegiatan seperti menimba air, mendaki gunung, lari cepat,
mencangkul, dan menebang pohon, serta kegiatan berat lainnya yang
dilakukan minimal selama tiga hari dalam seminggu dan memiliki total
waktu beraktivitas ≥1500 MET minute. MET minute dari aktivitas fisik
berat adalah lama waktu (menit) dalam melakukan aktivitas seminggu
dikalikan bobot sebesar 8 kalori. Aktivitas fisik sedang merupakan
kegiatan seperti menyapu dan mengepel minimal lima hari atau lebih
dengan total lamanya beraktivitas 150 menit dalam seminggu. Aktivitas
fisik ringan merupakan kegiatan selain yang termasuk dalam kegiatan
akivitas fisik berat dan aktivitas fisik sedang.

G. Tanggung Jawab Sektor Dalam GERMAS


Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2017 Tentang
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Presiden Republik Indonesia
Dalam rangka mempercepat dan mensinergikan tindakan dari upaya
promotif dan preventif hidup sehat guna meningkatkan produktivitas
penduduk dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan akibat
penyakit, dengan ini menginstruksikan:
Kepada :
1. Para Menteri Kabinet Kerja;
2. Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian;
3. Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan;
dan
4. Para Gubernur dan Bupati/Walikota
Untuk :
PERTAMA : Menetapkan kebijakan dan mengambil langkah-langkah
sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk mewujudkan
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, melalui:
1. Peningkatan aktivitas fisik;
2. Peningkatan perilaku hidup sehat;
3. Penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi;
4. Peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit;
5. Peningkatan kualitas lingkungan; dan
6. Peningkatan edukasi hidup sehat.
KEDUA : Khusus kepada :

8
1. Menteri Kesehatan untuk :
a. Melaksanakan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat serta
meningkatkan advokasi dan pembinaan daerah dalam pelaksanaan
kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR);
b. Meningkatkan pendidikan mengenai gizi seimbang dan pemberian
Air Susu Ibu (ASI)eksklusif, serta aktivitas fisik; dan
c. Meningkatkan pelaksanaan deteksi dini penyakit di Puskesmas dan
menyusun panduan pelaksanaan deteksi dini penyakit di instansi
pemerintah dan swasta.
2. Menteri Pemuda dan Olahraga untuk meningkatkan kampanye gemar
berolahraga, memfasilitasi penyelenggaraan olahraga masyarakat, dan
meningkatkan penyediaan fasilitas sarana olahraga masyarakat.
3. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk :
a. Meningkatkan kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS),
mendorong sekolah sebagai (KTR), dan mendorong Sekolah
Ramah Anak;
b. Meningkatkan kegiatan aktivitas fisik/olahraga di sekolah dan
satuan pendidikan secara eksternal dan ekstrakurikuler serta
penyediaansarana sanitasi sekolah
c. Meningkatkan pendidikan keluarga untuk hidup sehat.
4. Menteri Agama untuk :
a. Melaksanakan bimbingan kesehatan pranikah untuk mendorong
perilaku hidup sehat dan peningkatan status gizi calon pengantin
serta mendorong pelaksanaan kegiatan rumah ibadah bersih dan
sehat

b. Memperkuat fungsi Pos Kesehatan Pesantren dan Upaya


Kesehatan Madrasah dan mendorong madrasah sebagai KTR dan
Madrasah Ramah Anak; dan
c. Meningkatkan kegiatan aktivitas fisik/olahraga di madrasah dan
penyediaan sarana sanitasi madrasah.
5. Menteri Pertanian untuk :
a. Mengawasi keamanan dan mutu pangan segar yang tidak memiliki
kandungan pestisida berbahaya; dan

9
b. Meningkatkan produksi buah dan sayur dalam negeri dan
mendorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayur
dan buah.
6. Menteri Kelautan dan Perikanan untuk:
a. Meningkatkan dan memperluas pelaksanaan Gerakan
Memasyarakatkan Makan Ikan(Gemarikan) pada masyarakat; dan
b. Mengawasi mutu dan keamanan hasil perikanan.
7. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk :
a. Memfasilitasi penyediaan sarana aktivitas fisik pada kawasan
permukiman dan sarana fasilitas umum;
b. Mendorong dan memfasilitasi pemerintah daerah untuk
menyediakan ruang terbuka hijau publik yang memadai di
wilayahnya; dan
c. Memfasilitasi penyediaan air bersih dan sanitasi dasar pada
fasilitas umum.
8. Menteri Perhubungan untuk :
a. Mendorong penataan sarana dan fasilitas perhubungan yang
aman dan nyaman bagi pejalan kaki dan pesepeda; dan
b. Mendorong konektivitas antarmoda transportasi massal
termasuk penyediaan “park and ride” untuk meningkatkan
aktivitas fisik masyarakat.
9. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk :
a. Mengendalikan pencemaran badan air;
b. Mendorong penghapusan penggunaan bahan bekas tambang dan
bahan berbahaya di lokasi pertambangan yang berdampak pada
kesehatan;
c. Mendorong masyarakat untuk membangun dan memanfaatkan
bank sampah untuk mengurangi timbulan sampah; dan
d. Mendorong kemitraan lingkungan dan peran serta masyarakat
dalam menjaga kualitas lingkungan.
10. Menteri Perdagangan untuk :
a. Meningkatkan pengawasan terhadap peredaran dan penjualan
produk tembakau, minuman beralkohol, dan bahan berbahaya
yang sering disalahgunakan dalam pangan; dan
b. Meningkatkan promosi makanan dan minuman sehat termasuk
sayur dan buah produksi dalam negeri.
11. Menteri Keuangan untuk :

10
a. Melakukan kajian peningkatan cukai dan pajakproduk tembakau
dan minuman beralkohol; dan
b. Melakukan kajian kemungkinan adanya skema insentif bagi
daerah yang melaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.
12. Menteri Ketenagakerjaan untuk :
a. Mendorong dan memfasilitasi perusahaan untuk melaksanakan
pemeriksaan kesehatan/deteksi dini penyakit pada pekerja; dan
b. Mendorong dan memfasilitasi perusahaan untuk menyediakan
sarana ruang menyusui, melaksanakan kegiatan olahraga di tempat
kerja, dan menerapkan KTR.
13. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
untuk :
a. Mendorong instansi pemerintah pusat dan daerah untuk
menyediakan sarana aktivitas fisik dan melaksanakan olahraga
serta deteksi dini penyakit secara rutin; dan
b. Mendorong instansi pemerintah pusat dan daerah untuk
menyediakan sarana ruang menyusui, menerapkan KTR, dan
konsumsi sayur dan buah dalam pertemuan di dalam atau luar
kantor.
14. Menteri Komunikasi dan Informatika untuk :
a. Melakukan diseminasi informasi layanan masyarakat terkait pola
hidup bersih dan sehat; dan
b. Melakukan kerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)
untuk pengawasan terhadap iklan/tayangan yang tidak mendukung
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.
15. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk :
a. Melakukan promosi untuk menggerakkan partisipasi kaum
perempuan dalam upaya deteksi dini faktor risiko penyakit tidak
menular (PTM); dan
b. Meningkatkan komunikasi, informasi dan edukasi Gerakan
Masyarakat Hidup Sehat bagi keluarga, perempuan, dan anak.
16. Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan untuk :
a. Menjamin keamanan dan mutu pangan olahan yang beredar di
masyarakat; dan
b. Memperkuat dan memperluas pengawasan dan intervensi
keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS).

11
17. Direktur Utama Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Kesehatan
untuk meningkatkan pelayanan promotif dan preventif untuk peserta
program Jaminan Kesehatan Nasional termasuk upaya pencegahan
sekunder dan deteksi dini penyakit.
18. Para Gubernur untuk :
a. Menyusun dan menetapkan kebijakan daerahyang diperlukan
untuk pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di
wilayahnya;
b. Melakukan fasilitasi, koordinasi, pemantauan, dan evaluasi
pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di kabupaten/kota
di wilayahnya; dan
c. Melaporkan pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
kepada Menteri Dalam Negeri.
19. Para Bupati/Walikota untuk :
a. Menyediakan dan mengembangkan sarana aktivitas fisik, ruang
terbuka hijau publik, kawasan bebas kendaraan bermotor, jalur
sepeda, dan jalur pejalan kaki yang representatif dan aman;
b. Melaksanakan kegiatan pemanfaatan pekarangan rumah untuk
menanam sayur dan buah;
c. Melaksanakan kebijakan KTR;
d. Melaksanakan kegiatan yang mendukung Gerakan Masyarakat
Hidup Sehat yang didasarkan pada kebijakan daerah; dan
e. Melaporkan pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat kepada
Gubernur.
KETIGA : Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional untuk :
a. Melaksanakan koordinasi perencanaan Gerakan Masyarakat Hidup
Sehat;
b. Menyusun pedoman pelaksanaan dan indikator keberhasilan Gerakan
Masyarakat Hidup Sehat;
c. Melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Instruksi Presiden
ini kepada seluruh Kementerian/Lembaga dan Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial Kesehatan paling sedikit 6 (enam) bulan sekali; dan

12
d. Melaporkan hasil pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
kepada Presiden minimal 1 (satu) tahun sekali atau sewaktu-waktu
apabila diperlukan.
KEEMPAT : Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan
Kebudayaan mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan Gerakan
Masyarakat Hidup Sehat yang dilaksanakan Kementerian/Lembaga teknis
sebagaimana dimaksud dalam Instruksi Presiden ini.
KELIMA : Menteri Dalam Negeri mengkoordinasikan dan memfasilitasi
Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan kegiatan Gerakan Masyarakat
Hidup Sehat sebagaimana dimaksud dalam Instruksi Presiden ini.
KEENAM : Pembiayaan pelaksanaan Instruksi Presiden ini dibebankan
pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara masing-masing
Kementerian/Lembaga, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, serta
sumber lain yang tidak mengikat sesuai ketentuan peraturan perundang-
undangan.
KETUJUH : Dalam pelaksanaan Instruksi Presiden ini dapat melibatkan
peran masyarakat dan dunia usaha sesuai ketentuan perundang-undangan.
KEDELAPAN : Melaksanakan Instruksi Presiden ini dengan penuh
tanggung jawab.

H. Peran Lintas Sektor Dalam GERMAS


Peran seluruh lintas sektor diperlukan untuk mewujudkan keberhasilan
implementasi GERMAS. Untuk itu, Pemerintah Daerah Kab/ Kota dapat
melakukan;
1. Advokasi kepada Gubernur/Bupati/Walikota untuk menerbitkan
kebijakan terkait bidang kesehatan dengan menggunakan data IPM
2015, IPK 2013, Hasil PSG 2015 dan monitoring STBM 2015;
2. Melakukan pertemuan dengan SKPD, ToMa/ToGa dan Dunia Usaha
serta Akademisi untuk menerapkan GERMAS melalui Perilaku Hidup
Bersih Sehat di tatanan masing-masing;
3. Memberikan contoh penerapan kebijakan aktivitas fisik dalam bentuk
olahraga;
4. Menyebarluaskan informasi tentang manfaat konsumsi sayur dan buah;

13
5. Menyediakan sarana pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi
masyarakat;
6. Menjalin kerjasama dengan Dinas Pertanian untuk memanfaatkan
pekarangan rumah untuk tanaman sayur dan buah; dan
7. Melakukan kegiatan deteksi dini kanker payudara dan leher rahim pada
perempuan.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Mengingat pencegahan penyakit sangat bergantung pada perilaku
individu yang didukung oleh kualitas lingkungan, ketersedian sarana dan
prasarana serta dukungan regulasi untuk hidup sehat, diperlukan
keterlibatan aktif secara terus menerus seluruh komponen baik pemerintah
pusat maupun daerah, sektor nonpemerintah dan masyarakat. Untuk itu,
perlu adanya sebuah gerakan untuk mendorong masyarakat berperilaku

14
hidup sehat. Gerakan tersebut dinamakan “Gerakan Masyarakat Hidup
Sehat” (GERMAS).
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan suatu
tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama
oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan
kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Dapat
diketahui bahwa dari kegiatan GERMAS ini dibutuhkan keterlibatan aktif
secara terus menerus seluruh komponen yang terlibat baik sektor
kesehatan pemerintah, non pemerintah dan masyarakat untuk terus
bersama-sama membudayakan PHBS dalam gaya hidup di rumah tangga
maupun di lingkungan masyarakat.

B. Saran
Gerakan Masyarakat Sehat merupakan langkah untuk menuju
Masyarakat hidup sejahtera, untuk itu sebagai bagian dari mayarakat
terlebih sebagai salah satu tenaga kesehatan mari kita dorong pemerintah
kabupaten/kota untuk melaksanakan GERMAS Sehat ini secara serius dan
terus menerus, karena perubahan perilaku kesehatan masyarakat tidak
semudah membalikkan telapak tangan.

DAFTAR PUSTAKA

Depkes. 2017. Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat Dengan


Pendekatan Keluarga. Departemen Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar Riskesdas 2013. Jakarta:
Kementerian Kesehatan RI.
Kemenkes, RI. 2016. GERMAS Wujudkan Indonesia Sehat. In
www.kemenkes.go.id.
Kementrian Kesehatan RI. 2016. Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan
Keluarga.InKementrian Kesehatan RI.
https://doi.org/http://pispk.kemkes.go.id/id/

15
Kementerian Kesehatan RI. 2017. Pedoman Proses Asuhan Gizi di Puskesmas.
Jakarta: Kementerian Kesehatan RI
Laelasari, E., Anwar, A., & Soerachman, R. 2017. Evaluasi Kesiapan Pelaksanaan
Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga. Jurnal Ekologi
Kesehatan.
Proverawati, Atikah dan Eni Rahmawati. 2012. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS). Yogyakarta: Nuha Medika.
Sandjadja, dkk.2009. Kamus Gizi Pelengkap Kesehatan Keluarga. Jakarta:
Penerbit Buku Kompas.
Soleman, M., & Noer, M. (2017). Nawacita sebagai strategi khusus Jokowi
periode okteber 2014- 20 oktober 2015. Jurnal Kajian Politik Dan Masalah
Pembangunan.

16