Anda di halaman 1dari 15

Laporan Praktikum 8

A. Judul
Pencacah Biner

B. Tujuan
1. Memahami cara kerja pencacah biner
2. Merancang modulo-n
3. Membuat diagram waktu

C. Alat dan Bahan


1. Papan percobaan
2. Power supply 5Vdc
3. Kabel penghubung (jumper)
4. IC TTL
5. Pulser

D. Kajian Teoritis

Pencacah Biner (Binary Counter) adalah suatu rangkaian elektronika


digital yang yang mencacah dalam bilangan biner (0 dan 1). Dalam hal ini
pencacah dibangun dengan Flip-Flop dan bekerja atas komando pulsa Jam
(CLK).

Seperti telah diketahui bahwa suatu JK-FF akan melakukan operasi


toggle bila J = K = 1 dan terjadi transisi CK yang sesuai. Dengan
memanfaatkan sifat toggle ini maka dapat dibangun suatu pencacah biner.
Dapat dimengerti bahwa FF-A akan selalu mengalami toggle apabila pulsa
CLK terus diberikan. Sedangkan FF-B mendapatkan pulsa dari FF-A, dimana
FF-B akan toggle bila terjadi transisi pulsa NEGATIF karena kedua FF
tersebut aktif NEGATIF. Selanjutnya juga dapat dimengerti bahwa FF-B akan
melakukan toggle pertama setelah FF-A mengalami toggle kedua. Hal ini
berarti bahwa frekuensi output FF-A sama dengan dua kali frekuensi FF-B.
1
Oleh karena itu pencacah biner disebut juga pembagi frekuensi. Jumlah
keadaan yang mungkin dari kedua FF tersebut adalah 00, 01, 10, dan 11.
Apabila dibangun dengan 3 JK-FF maka akan ada 8 keadaan.

Secara umum dapat ditulis bahwa bila ada JK-FF maka jumlah
keadaan adalah : 2N, sedangkan hitungan maksimum adalah : (2N – 1). Oleh
karena pencacah ini mendapat pulsa tidak pada saat yang sama maka
berkerjanya jugatidak sama sehingga disebut tipe asinkron, sedangkan suatu
pencacah yang mendapat pulsa pada saat yang sama disebut pencacah sinkron.

Pencacah tipe asinkron tersebut mempunyai keadaan output yang


berbeda : 2N, dimana N = jumlah FF yang digunakan. Dengan modifikasi
tertentu maka jumlah keadaan tersebut dapat dirubah sama atau lebih kecil
dari 2N, sesuai dengan yang diinginkan. Sebagai contoh pencacah dengan 3
FF dap at dibuat sehingga jumlah keadaan output yang berbeda adalah 6, 5,
asalkan lebih kecil dari 23 = 8 keadaan yang selanjutnya disebut modul
(MOD). Jadi dengan 4 buah JK-FF dapat dibuat mod -12 atau lainnya. Hal ini
berarti bahwa akan mengubah frekuensi output pencacah.

Modifikasi ini dilakukan dengan menambahkan gate logika. Pencacah


yang dibangun dengan 4 JK-FF untuk MOD -12 dilakukan dengan
menambahkan NAND gate 2-input, dimana inputnya diambil dari output FF
yang berlogika 1 pada biner 1001 (MOD-10) yang diinginkan, sedangkan
outputnya diumpankan ke input “CLEAR” atau “RESET” masing-masing FF.
Sebagai contoh output pencacah berturut-turut adalah DCBA(LSB) maka
input NAND gate tersebut dari output D dan A.

Pencacah akan menghitung keatas mulai dari 0 sampai nilai tertentu.


Akan tetapi dapat pula dimodifikasikan sehingga menghitung kebawah mulai
dari nilai maksimumnya sampai minimum yaitu dengan mengumpan FF di
depannya dengan output inversinya seperti diperlihatkan pada Gambar 5.4.

2
Gambar 5.1.Pencacah Biner 2 bit

Counter juga disebut pencacah atau penghitung yaitu rangkaian logika


sekuensial yang digunakan untuk menghitung jumlah pulsa yang diberikan
pada bagian masukan. Counter digunakan untuk berbagai operasi
aritmatika, pembagi frekuensi, penghitung jarak (odometer), penghitung
kecepatan (spedometer), yang pengembangannya digunakan luas dalam
aplikasi perhitungan pada instrumen ilmiah, kontrol industri, komputer,
perlengkapan komunikasi, dan sebagainya . Counter tersusun atas sederetan
flip-flop yang dimanipulasi sedemikian rupa dengan menggunakan peta
Karnough sehingga pulsa yang masuk dapat dihitung sesuai rancangan. Dalam
perancangannya counter dapat tersusun atas semua jenis flip-flop, tergantung
karakteristik masing-masing flip-flop tersebut.

Dilihat dari arah cacahan, rangkaian pencacah dibedakan atas


pencacah naik (Up Counter), pencacah turun (Down Counter) dan pencacah
naik turun (Up-Down Counter). Pencacah naik melakukan cacahan dari kecil
ke arah besar, kemudian kembali ke cacahan awal secara otomatis. Pada
pencacah menurun, pencacahan dari besar ke arah kecil hingga cacahan
terakhir kemudian kembali ke cacahan awal. Pencacah Up/Down Counter
merupakan gabungan dari Up Counter dan Down Counter. pencacah ini dapat
menghitung bergantian antara Up dan Down karena adanya input eksternal
sebagai control yang menentukan saat menghitung Up atau Down.

3
Secara global counter terbagi atas 2 jenis, yaitu: Syncronus Counter
dan Asyncronous counter. Perbedaan kedua jenis counter ini adalah pada
pemicuannya. Pada Syncronous counter pemicuan flip-flop dilakukan
serentak (dipicu oleh satu sumber clock) susunan flip-flopnya paralel.
Sedangkan pada Asyncronous counter, minimal ada salah satu flip-flop yang
clock-nya dipicu oleh keluaran flip-flop lain atau dari sumber clock lain, dan
susunan flip-flopnya seri.

Pada umumnya counter dibentuk dari beberapa buah rangkaian flip-


flop yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan. Menurut cara kerja
masukan pulsa kedalam setiap flip-flop, maka counter dapat dibagi kedalam :

1. Asynchronous counter

2. Synchronous counter

Sedangkan menurut urutan hitungan yang terbentuk pada outputnya,


maka counter dapat dibagi atas :

* Up counter

* Down counter

* Up-Down counter

1. Asynchronous counter
Asyncronous counter disebut ripple trough counter/serial counter,
karena output masing-masing flip-flop yang digunakan akan bergulingan
(berubah kondisi dari 0 ke 1 atau sebaliknya) secara berurutan. Hal ini karena
flip-flop yang paling ujung saja yang dikendalikan sinyal clock, sedangkan
sinyal lainnya diambil dari masing-masing flip-flop sebelumnya.

4
Asynchronous counter Pencacah asinkron sering disebut ripple
counter. Istilah asinkron merujuk pada kejadian-kejadian yang tidak
mempunyai hubungan waktu yang tetap antara FF satu dengan FF lainnya.
Flip- flop tidak mendapatkan pulsa clock dari satu sumber yang sama. Flip-
flop pertama (LSB) mendapatkan pulsa clock dari sumber clock eksternal,
sedangkan flip-flop berikutnya mendapatkan pulsa clock dari output flip-flop
sebelumnya.
Pencacah asinkron biner 3 bit dibangun dari 3 buah flip-flop JK. Flip-
flop pertama mendapatkan pulsa clock dari sumber clock, FF kedua
mendapatkan pulsa clock dari output FF pertama dan FF ketiga mendapatkan
pulsa clock dari output FF kedua.
fQ0 = fCLK/2; fQ1 = fQ0/2; fQ2 = fQ1/2

Gambar. Diagram logika dan diagram pewaktuan pencacah asinkron


biner 3-bit

5
Tabel. Tabel urutan biner dari pencacah asinkron

Gambar. Up counter asynchronous

Gambar. Down counter asynchronous

Rangkaian up/down counter merupakan gabungan dari up counter


dan down counter. Rangkaian ini menghitung bergantian antara up dan down
karena adanya input eksternal sebagai control yang menentukan saat

6
menghitung up atau down. Pada rangkaian up/down counter asinkron,
output dari flip-flop sebelumnya menjadi input clock dari flip-flop
berikutnya.

Gambar. Up/Down counter asynchronous 3 bit

2. Synchronous counter
Syncronous counter, output flip- flop yang digunakan bergulingan
secara serempak. Hal ini disebabkan karena masing-masing flip-flop tersebut
dikendalikan secara serempak oleh satu sinyal clock. Oleh sebab itu
syncronous counter disebut pararel counter.

Gambar. Synchronous counter

Pencacah sinkron sering disebut Parallel counter. istilah sinkron


merujuk pada kejadian yang mempunyai hubungan waktu pasti antar flip-
flop yang dengan lainnya. Dalam pencacah, istilah sinkron berarti bahwa
setiap FF mendapatkan pulsa clock dari satu sumber clock yang sama.
Counter terdiri dari beberapa Flip-Flop yang saling di- cascadekan. Pada
Counter Sinkron, seluruh FF yang di-cascadekan di trigger bersama-sama

7
(paralel) oleh sebuah sumber clock. Pada Counter Sinkron, delay dapat
dihindari, karena input-input clock dari seluruh FF diberi sumber yang sama.
Penyacah sinkron responnya serempak dengan datangnya pulsa clock,
sehingga cocok untuk dioperasikan dalam kecepatan tinggi atau frekuensi
tinggi. Untuk menunjang operasinya yang cepat, penyacah sinkron masih
memerlukan gate-gate tambahan.

Gambar 2.7 Diagram logika dan diagram pewaktuan pencacah


sinkron biner 3-bit

Tabel 2.2 Tabel urutan biner dari pencacah sinkron

8
Gambar 2.8 Sinkron up counter 3 bit

Gambar 2.9 Sinkron down counter 3 bit

Tabel 2.3 Tabel Kebenaran up counter dan down counter sinkron 3


bit
Rangkaian up/down counter merupakan gabungan dari up counter
dan down counter. Rangkaian ini menghitung bergantian antara up dan down
karena adanya input eksternal sebagai control yang menentukan saat
menghitung up atau down. Pada gambar ditunjukkan rangkaian up/down
counter sinkron 3 bit. Jika input CNTRL bernilai ‘1’ maka counter akan
menghitung naik (up), sedangkan jika input CNTRL bernilai ‘0’ counter akan
9
menghitung turun (down).

Gambar 2.10 Sinkron up/down counter 3 bit

3. Jhonson counter
Johnson counter terdiri dari sejumlah counter yang terhubung
bersama dengan output yang diumpankan ke input.

Gambar 2.11 Jhonson counter 4 bit

Jhonson counter memiliki fungsi yang sama dengan ring counter.


Ciri dari rangkaian jhonson counter yaitu output inverse dari flip-flop
terakhir diumpan balikkan ke ‘D’ input flip-flop pertama. Oleh karena itu
pada jhonson counter tidak di perlukan keadaan awal/start seperti ring
counter. Input-input dari semua flip-flop dihubungkan menjadi satu dan
10
diaktifkan oleh pulsa clock yang sama.
4. Ring counter
Pada ring counter karna data output dihubungkan dengan input
maka sebagai data akan terus berputar-putar selama ada clock. Semakin
cepat frekuensi clock maka semakin cepat perputaran data pada flip-flop.

Gambar 2.12 Ring counter

Pada gambar ring counter diatas terlihat bahwa output flip-flop


terakhir dihubungkan dengan input flip-flop pertama. Jika pada Flip-flop
sebelumnya telah terisi data maka data tersebut akan bergeser dan berputar-
putar jika diberi clock. Ring counter akan bekerja Jika sebelumnya flip-flop
telah terisi data. Jika flip-flop belum terisi data maka tidak akan melihat
perubahan pada output. Contoh lain adalah jika salah satu output flip-flop
berlogika 1 maka saat diberi clock output logika satu akan bergeser ke semua
flip-flop.
Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa counter merupakan rangkaian
logika sekuensial yang dapat berfungsi untuk menghitung jumlah pulsa masuk
yang dinyatakan dengan bilangan biner.
Modulus adalah bilangan pencacahan paling tinggi yang bisa dicapai
11
dan dihasilkan oleh sebuah counter. Dengan menggunakan bilangan biner,
maka modulus suatu counter dapat kita tentukan dengan rumus sederhana
berikut:
Modulus = 2^N
N merupakan jumlah flip-flop yang dipergunakan. Jadi dengan
menggunakan rumus di atas dapat kita tentukan modulus dari sebuah counter.
Counter dengan 1 buah flip-flop adalah modulus 2, 2 buah flip-flop berarti
modulus 4, 3 buah flip-flop  modulus 8, 4 buah flip-flop berarti modulus 16
dan seterusnya.
Dalam kehidupan kita sehari-hari banyak kita temukan counter yang
dapat menghitung selain modulus di atas. Sebagai contoh adalah untuk
menghitung waktu sehari-hari yang berdasarkan detik, menit dan jam. Untuk
menghitung waktu tersebut kita bisa membutuhkan counter dengan modulus 6,
10 dan 12, bukan modulus 2, 4 dan 8 yang sudah dijelaskan di atas.
Untuk membuat counter tersebut kita harus melakukan modifikasi
dengan menggabungkan antara counter seri dan paralel (syncrhronous dan
asynchronous counter). Berikut ini adalah penjelasan beberapa modulus
counter yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Counter Modulus 3
Dengan menggunakan dua buah flip flop kita bisa membuat sebuah counter
dengan modulus 3(modulus yang lebih rendah  dari modulus 4).
Counter Modulus 5
Untuk membuat counter modulo 5 kita membutuhkan flip flop sebanyak 3
buah. Flip-flop yang digunakan bisa dari jenis JK flip-flop dan bisa juga dari
D flip flop.
Counter Modulus 7
Untuk membuat counter dengan modulus 7 kita juga harus menggunakan tiga
buah flip flop
Counter Modulus 10
Untuk membuat counter dengan modulo 10 kita harus menggunakan flip flop
sebanyak 4 buah. Counter dengan modulus 10 ini bisa juga kita gunakan untuk
12
membuat BCD Counter.
BCD Counter
Pada hakekatnya adalah counter modulus 10 juga. Jika urutan bilangan biner
yang terbendtuk dari counter modulus 10 sesuai dengan urutan pusla yang
masuk, maka counter atau pencacah tersebut dinamakan BCD counter.
Counter ini dirangkai berdasarkan kombinasi antara modulus 2 dengan
modulus 5. Modulus 2 diletakkan pada bagian depan sebagai penerima pulsa
yang akan dihitung. BCD counter ini biasanya juga digunakan untuk membuat
jam digital yaitu denga menggunakan modulus 60 untuk menyatakan satuan
waktu jam, menit, detik. Modulus 60 ini dapat kita buat dengan menggunakan
modulus 6 dan 10.

E. Prosedur Praktik
1. Rangkailah rangkaian di bawah ini !
2. Berilah input dari signal generator, kemudian dari pushbutton yang
dogroundkan
3. Amati output.

F. Hasil Praktikum

13
G. Analisa

H. Pembahasan

I. Kesimpulan

14
REFERENSI

[1] A. P. Harahap, “Literatur Review Rangkaian Pencacah Digital,”


ANDIKA PRATAMA HARAHAP, 14 november 2019, [Pdf]. Tersedia :
https://www.researchgate.net/publication/337242081_Literatur_Review_Rangkaian_Pe
ncacah_Digital [Diakses pada tanggal 2 Maret 2020]
[2] H. S. Pramono, “SISTEM DIGITAL,” HERLAMBANG SIGIT
PRAMONO, 2 november 2001, [Pdf]. Tersedia :
HTTPS://WWW.ACADEMIA.EDU/16853358/BUKU_SISTEM_DIGITAL [Diakses pada
2 Maret 2020].
[3] Admin, “Modulus Counter atau Pencacah Modulus,” HARIANJA
UNIKS, 8 juni 2015, [online]. Tersedia :
https://www.uniksharianja.com/2015/06/modulus-counter-atau-pencacah-
modulus.html [Diakses pada tanggal 2 Maret 2020]

15

Anda mungkin juga menyukai