Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRATIKUM ANATOMI FISIOLOGI

Osteology dan Muscurl System

A. Pengalaman Praktik

Pengalaman praktik yang dilakukan pada hari senin, 20 November


2017 mengenai Anatomi manusia yang dilakukan di Fakultas Kedokteran
Universitas Udayana yang dimulai pukul 08.30 WITA. Hari pertama saya
mempelajari tentang Osteon dan juga muscurl system,sebelumnya sudah
dipersiapkan bahan yang digunakan diantaranya tulang manusia, cadaver dan
juga pantum.Dr.Muliani menjelaskan tulang manusia diantaranya,
os.clavikula, os.scapula, os.humerus, os.radius, os.ulna, os.femur, os.tibia,
os.fibula, os.tarsal dan meta tarsal, os.ilium.

Pukul 09..40 sampai pukul 10.30 Dr. Muliani mulai menjelaskan


beberapa otot yang di kenalkan kepada saya seperti m.risorius yang dapat
mengatur ekspresi wajah, m.orbiculari occuli yang berfungsi mengatur
kedipan kelopak mata dan yang lainnya. Selanjutnya Dr. Muliani mulai
menjelaskan tenden terbesar yang berada pada manusia yaitu Tendon Achilles
yang letaknya dibelakang pergelangn kaki dan menghubungkan antara otos
betis dan tumit kaki. Tentunya dalam praktik anatomi fisiologi manusia ini
saya memndapat pengalaman yang paling berkesan yaitu dapat mengamati
secara langsung struktur otot manusia dengan cadaver (mayat manusia yang
sudah diawetkan).

B. Kendala Selama Praktik

Dalam praktik pasti saja menemui kendala atau permasalahan dalam


praktik tersebut, adapun yang dapat saya paparkan permasalahan yang saya
alami yakni, mulai dari pratik manekin saya masih dapat mengidenfikasi otot
yang ada didalam manekin tersebut. Namun, setelah dihadapkan dengan
cadaver oleh Dr. Muliani saya mulai sulit mengindentifikasi cadaver tersebut
dengan buku atlas anatomi manusia, dikarenakan kondisi cadaver yang mulai
susah untuk diidentifikasi.

C. Solusi Yang Digunakan Untuk Mengatasi Kendala Tersebut

Dari permasalahan yang telah saya buat diatas adapun solusi yang
dapat digunakan, saya menanyakan lebih detail kepada dokter Muliani dengan
lebih jelas agar sama dengan yang dibuku, dan juga Dokter Muliani kembali
menjelaskan agar kami mudah mengidenfikasi cadaver tersebut dimulai dari
menjelaskan perbedaannya kepada kami.

D. Kesimpulan

Dapat disimpulkan dalam dalam pratikum yang dilakukan pada


tanggal 20 Nopember 2017 di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
mengenai Osteology dan Muscular System adalah manusia tersusun atas alat
gerak aktif dan pasif, yang mana merupakan alat gerak pasif adalah otot dan
alat gerak aktifnya adalah tulang. Selanjutnya tulang dibantu dengan otot
untuk membentuk system penggerakan pada manusia.

Denpasar, 20 November 2017

Ni Putu Ollwan Antari


NIM. P07120217008
LAPORAN PRATIKUM ANATOMI FISIOLOGI

Cardiovascukar, Reproductive,Nervous System

A. Pengalaman

Selasa, 21 November 2017 merupakan hari kedua kami dalam melakukan praktik
Anatomi Fisiologi yang dilakukan di Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas
Udayana. Praktikum ini dimulai dari pukul 08.15-13.20 yang di isi oleh dr. I Gusti Ayu
Widianti dengan materi Cardiovascular dan Reproductive System serta oleh dr. Suarya
dengan materi Nervous System.
Di dalam laboatorium telah disediakan pantum dan potongan organ yang akan kami
gunakan dalam praktikum kali ini. Waktu dibagi menjadi tiga. Jam pertama yakni
dimulai dari pukul 08.15-10.00 dengan materi Cardiovascular. Media yang digunakan
dalam penyampaian materi oleh dr.Widianti disini adalah pantum cardiacdan cardiac asli
yang telah diawetkan. Pemberian materi dari dr.Widianti dilakukan dengan mengunakan
pantum terlebih dahulu agar kami dapat membayangkan bagaimana cardiovascular
system terjadi dan jika dirasa sudah mengerti, barulah dr. Widianti menggunakan organ
yang sebenarnya. Setelah selesai pemberian materi, kami diberikan kesempatan untuk
belajar mandiri bersama kelompok dengan melihat sendiri organ yang digunakan tadi
atas seijin dr. Widianti. Belajar mandiri dimulai dari pukul 09.00 sampai pukul 09.45.
sebelum menutup sesi pertama mengenai cardiovascular, dr. Widianti pun menjelaskan
kembali bagian yang belum jelas.
Praktikum sesi kedua dimulai dari pukul 10.05-11.30 dengan materi Reproductive
System yang dibawakan kembali oleh dr.Widianti. Metode penyampaian materi oleh
dr.Widianti sama seperti sebelimnya.Media yang digunakan dalam penyampaian materi
oleh dr.Widianti adalah pantum organ reproduksi pria dan wanita serta organ reproduksi
pria dan wanita asli yang telah diawetkan. Setelah selesai menyampaikan materi, pukul
10.55 media diberikan kepada masing-masing kelompok untuk kemudian dijadikan
bahan diskusi.
Pukul 11.30-12.00 kami diberikan waktu untuk istirahat. Dilanjutkan dengan
praktikum ketiga yakni mengenai Nervous System yang berlangsung dari pukul 12.15-
13.20 oleh dr. Suarya, media yang digunakan oleh beliau yakni pantum otak dan otak
manusia asli yang telah diawetkan. Pukul 13.00 dr. Suarya mngijinkan masing-masing
kelompok membawa contoh organ yang telah dijelaskan tadi untuk belajar mandiri.
Praktikum pada hari kedua diakhiri pada pukul 13.20

B. Kendala Selama Praktik


Kendala yang kami dapatkan pada praktikum hari kedua ini yakni saat penerimaan
materi mengenai Nervous System, dr. yang membawakan materi bicara sedikit lambat
dan tidak jelas, terkesan bergumam dan hanya menjelaskan dari keseluruhan materi yang
ada.

C. Solusi Yang Digunakan Untuk Mengatasi Kendala Tersebut


Solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi kendala tersebut adalah lebih aktif lagi
dalam mencari sumber materi.

D. Simpulan
Praktikum pada hari kedua ini sudah berlangsung lancer, mahasiswa sudah aktif
bertanya dan menjawab dr. saat menerangkan materi praktikum. Metode pembelajaran
yang digunakan membantu kami, kami jadi dapat lebih mendalami struktur anatomi
tubuh manusia dengan baik. Banyak manfaat dari praktikum ini, yakni antara lain dapat
mengetahui struktur cardiac, organ reproduksi pria dan wanita, dan otak secara lengkap
dan dapat langsung menunjukkan bagian tersebut. Kami juga jadi dapat mengetahui
perbedaan-perbedaan antara organ reproduksi pria dan wanita serta mengetahui yang
mana termasuk ke dalam organ reproduksi interna dan eksterna baik pada pria maupun
wanita.

Denpasar, 21 November 2017

Ni Putu Ollwan Antari


NIM. P07120217008
LAPORAN PRATIKUM ANATOMI FISIOLOGI

Respiratory dan Alimentary System

A. Pengalaman
Pengalaman praktik yakni pada tanggal 22 Nopember 2017 pukul
08.20 WITA yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana,
yakni mengenai Anatmi Fisiologi Manusia bagian sub materi Respiratory
system dan Alimentary System yang di bimbing oleh Dr. I Nyoman Gede
Wardana, S. Ked.,M Biomed. Di hari ketiga praktik ini saya mempelajari
mengenai Respiratory system dan alimentary System, dimulai dari
Respiratory Sytem Dr. Wardana menjelaskan sistem pernafasan manusia
dimulai dari Capitasnasi →Pharynx→Larynx→Trachea→Bronchus→ Pulmo.
Kemudian dari susunan tersebut di dalam Larynx terdapat Cartilago Tyroidea
dan Cartilago Cricoidea yang mana Cartilago Cricoidea dapat dibagi menjadi
dua yaitu Cartilago Cricoidea dextra dan sinistra. Beliau juga menjelaskan di
dalam Trachea terdapat Bronchus Pricipalis Dextra dan Bruchus Pricipalis
Sinistra. Dialnjutkan dengan Pulmo, di dalam Pulmo ada ujung yang lancip
yang disebut apex pulmonalis, dan berakhir pada pukul 10.45, dan kemudian
pada pukul 10.45 sampai dengan 10.10 mahasiswa dianjurkan
mengidentifikasi cadaver untuk bagian – bagian Respiratory system dan
menuliskannya dipapan.
Dilanjutkan pada pukul pada pukul 10.10 Dr Wardana menjelaskan
Alimentary system, yang mana susunannya yakni dimulai dari
Oral→Oesophagus→ Gaster→intestinum tenue→intestinum crassum→Ani.
Di dalam Oral terdapat lengua dan teeth, kemudian dari Oesophagus ke
Gaster. Di dalam Gaster tedapat cardia ( tempat masuknya makanan), Fundus,
Corpus, carvatura major dan minor, Pylorus (tempat keluarnya makanan).
Selanjutnya ada Intestinum Tenue yang mana dapat dibagi menjadi 3 yakni
Duodenum, Jejenum, dan Ileum, Dr Wardana juga menjelaskan bahwa
didalam Duodenum ada Pars, disini ada 4 Pars diantaranya Pars Superior, Pars
Descendens, Pars Horizontal, Pars Asendens. Selanjutnya intestinum Carssum
(Apendix Vermiformis, Caecum, Tinea Coli, Colon Asendens, Colon
Trasversum, Colon Desendens, Colon Sigmoid, Rectum, Canalis Ani).
Selanjutnya Ani. Kemudian Dr Wardana menganjurkan untuk belajar mandiri
dan menulis nama organ - organ pencernaan dipapan dengan bahasa latin dan
bahasa inggris dan nantinya akan dikoreksi oleh dokter, dokter juga
menjelaskan bagaimana sistem ujian praktik pada hari jumat.

B. Kendala Selama Praktik

Dalam praktik yang ketiga ini belum menemukan kendala yang


berarti,hanya saja dalam penulisan nama ilmiah yang harus benar di setiap
susunan hurufnya.

E. Solusi Yang Digunakan Untuk Mengatasi Kendala Tersebut

Solusi yang mungkin dapat dilakukan dengan lebih mempelajari


penulisan nama ilmiah dengan buku – buku yang lebih berkompeten seperti
atlas anatomi, SOBOTTA

F. Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa semua mahasiswa sudah dapat mengikuti
kegiatan pratikum kali ini dengan tertib dan berjalan dengan kondosif .

Denpasar, 22 November 2017

Ni Putu Ollwan Antari


NIM. P07120217008
LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI FISIOLOGI

Urinary system dan Spesial Sense

A. Pengalaman Pratek
Kamis tanggal 23 November 2017 merupakan hari ke-4 kami dalam
melakukan praktikum anatomi fisiologi di Fakultas Kedokteran Universitas
Udayana. Pada hari ke-3 ini kami akan melakukan praktikum mengenai
Urinary System dan Special Senses. Pada sesi pertama kami membahas
mengenai Urinary system yang akan dibawakan oleh dr. Mangku Karmaya.
Di laboratorium sudah disiapkan potongan ginjal dan pantum manusia bagian
sistem urin. Kami memasuki laboratorium pada pukul 08.00 dan dr. Mangku
memberikan kami waktu untuk mempersiapkan sarana yang akan kami
gunakan. Praktikum dimulai pada pukul 09.00 setelah dirasa semua
perlengkapan telah siap sepenuhnya. Dr. Mangku langsung menunjukan
kepada kami potongan dari pantum ginjal dan menjelaskannya dari yang
umum terlebih dahulu, dimulai dari bagian terluar dinjal yakni korteks,
kemudian masuk lagi pada bagian medula, dan bagian yang paling dalam
merupakan pelvis. Setelah dilakukan penjabaran secara umum barulah dr.
Mangku menjabarkan setiap bagiannya secara detail. Praktikum sesi petama
selesai pada pukul 09.50 kemudian digantikan oleh dr. Yuiliana yang akan
membawakan materi mengenai Special Senses.
Dr. Yuliana memberikan kami soal terlebih dahulu untuk menyebutkan
anatomi panca indra, namun yang kali ini dibahas hanya indera pendengaran,
peraba, dan pengelihatan. Kami diberikan waktu untuk berdiskusi selama 45
menit bersama teman sekelompok kami. Barulah pada pukul 10.45 dr. Yuliana
memulai sesi ke-2. Pada sesi ini dr. Yuliana mengajarkan kami menggunakan
pantum agar lebih jelas. Penjelasan yang diberikan oleh dr. Yuliana sangat
mudah dimengerti, sama seperti dokter sebelumnya, dr. Yuliana membahas
anatomi secara umum terlebih dahulu, mulai dari bagian terluar kulit yakni
epidermis, masuk lagi ke dermis, dan bagian yang paling dalam adalah
hypodermis. Setelah itu barulah dr. Yuliana menjelaskan secara detail apa saja
yang ada di dalam kulit, mulai dari kelenjar, saraf, otot, dan lain-lain. Begitu
pula saat menjelaskan mengenai indera yang lain, dr. Yuliana menggunakan
metode yang sama.

B. Kendala Selama Praktek


Pada praktek kali ini saya belum menemukan kendala yang berarti
selain dalam penulisan nama ilmiah yang harus benar di setiap susunan
hurufnya.

C. Solusi yang digunakan unuk mengatasi kendala tersebut


Solusi yang dapat saya lakukan untuk mengatasi masalah tersebut
adalah dengan menghapal dengan cara memahami melalui gambar yang ada
di dalam atlas anatomi atau belajar menggambar organ dengan mencoba
menghpalkan nama ilmiahnya dan menuliskannya di kertas.

D. Simpulan
Kesimpulan yang dapat ditarik dari praktikum kali ini adalah dokter
yang membawakan materi pada kali ini menggunakan metode yang sama,
yakni dengan cara menjelaskan dahulu anatomi organnya secara umum,
kemudian barulah menjelaskan secara detail anatomi dari organ yang telah
dijelaskan tadi sehingga mahasiswa mudah mengerti dan memahami materi
yang diberikan.

Denpasar, 21 November 2017

Ni Putu Ollwan Antari


NIM. P07120217008