Anda di halaman 1dari 20

MODEL DESAIN PEMBELAJARAN ASSURE

Penulis

Nama : 1. Siti Nuraisyah

2. Desi Subaidah

Npm : 1. 1913034010

2. 1913034034

Program Studi : Pendidikan Geografi

Mata Kuliah : Belajar dan Pembelajaran

Dosen : Dr. Herpratiwi, M.Pd.

Dian Utami, S.Pd., M.Pd.

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS LAMPUNG

2020
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji dan syukur senantiasa kami ucapkan kepada Allah


SWT Robbi seluruh alam, yang telah memberikan bermacam-macam Rahmat dan
Nikmat-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini
dengan baik dan lancar. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada
junjungan kita Nabi Muhammad Saw, semoga Allah swt. Selalu melimpahkan
Rahmat-Nya kepada beliau, Aamiin.

Penulisan tugas ini adalah tiada lain untuk memperkaya ilmu pengetahuan
kita semua, dan untuk memenuhi tugas kelompok yang diberikan oleh dosen mata
kuliah Belajar dan Pembelajaran, Ibu Dr. Herpratiwi, M.Pd dan Ibu Dian Utami,
S.Pd., M.Pd. Makalah ini disusun dari beberapa sumber yang berkaitan dengan
judul besar kami yaitu Model Desain Pembelajaran Assure.

Penulis berharap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat


bagi penulis khususnya dan bagi kita semua yang membacanya pada umumnya,
dan dapat menambah pengetahuan kita mengenai Model Desain Pembelajaran
Assure. Penulis juga sepenuhnya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran untuk memperbaiki makalah ini
sangat penulis harapkan dari para pembaca.

Bandar Lampung, Februari 2020

Kelompok 13

2
DAFTAR ISI
Halaman

COVER
KATA PENGANTAR............................................................................................ii

DAFTAR ISI.........................................................................................................iii

I. PENDAHULUAN...............................................................................................1

A. Latar Belakang................................................................................................1

B. Rumusan Masalah...........................................................................................2

C. Tujuan..............................................................................................................2

II. TINJAUAN PUSTAKA....................................................................................3

III. PEMBAHASAN...............................................................................................5

A. Model Desain Pembelajaran...........................................................................5

B. Model Desain Pembelajaran Assure................................................................7

C. Model ASSURE sebagai sebuah Model Desain Pembelajaran.......................8

D. Manfaat Model Desain Pembelajaran ASSURE...........................................12

IV. PENUTUP......................................................................................................19

A. KESIMPULAN.............................................................................................19

B. SARAN.........................................................................................................20

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................19

3
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Keberhasilan proses pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor antara
lain siswa, guru, sarana prasarana, kurikulum, model dan metode pembelajaran
yang digunakan. Kualitas pembelajaran yang optimal memerlukan srategi dan
metode pembelajaran yang tepat dan efektif karena metode yang kurang tepat
akan berdampak pada siswa, diantaranya akan menimbulkan rasa bosan, pelajaran
yang monoton, dan susah memahami materi yang disampaikan guru.
Ketidaknyamanan siswa mengikuti pelajaran mengakibatkan siswa cenderung
pasif sehingga keterampilan berpikir kritis siswa menjadi rendah dan hasil
belajarnya pun kurang maksimal.

Kemampuan seorang pendidik dalam merancang pembelajaran akan


mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran dan hasil belajar. Dalam hal ini,
bagaimana guru merancang pembelajaran akan mencerminkan tindakannya dalam
pembelajaran, atau sebaliknya apa yang dilakukan guru dalam pembelajaran
adalah cerminan dari rancangan pembelajarannya. Dengan demikian, keberhasilan
guru dalam merancang pembelajaran akan mencerminkan keberhasilannya dalam
melaksanakan pembelajaran.

Pengembangan pembelajaran adalah teknik pengelolaan dalam mencari


pemecahan masalah intruksional, oleh karena itu pengembangan pembelajaran
perlu dikembangkan secara sistematis dan sistemik dengan menggunakan model
pembelajaran yang menyenangkan dan mudah diterima oleh peserta didik.
B. Rumusan Masalah
1. Apa Yang Dimaksud Dengan Desain Pembelajaran?
2. Apa Pengertian Model Desain Pembelajaran Assure?
3. Bagaimana Assure Sebagai Model Desain Pembelajaran?
4. Apa Manfaat Model Desain Pembelajaran Assure?

C. Tujuan
1. Mengetahui Apa Yang Dimaksud Dengan Desain Pembelajaran.
2. Mengetahui Pengertian Model Desain Pembelajaran Assure
3. Memahami Assure Sebagai Model Desain Pembelajaran.
4. Manfaat Model Desain Pembelajaran Assure.

2
II. TINJAUAN PUSTAKA

Pendidikan dalam sejarah peradaban anak manusia adalah salah satu


komponen kehidupan yang paling urgen. Semenjak manusia berinteraksi dengan
aktifitas pendidikan ini semenjak itulah manusia telah berhasil merealisasikan
berbagai perkembangan dan kemajuan dalam segala lini kehidupan mereka.

Desain pembelajaran merupakan suatu sistem pembelajaran yang


berfungsi sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
“Instructional design as a process it is the systematic development of
instructional specifications using learning and instruction theory to ensure the
quality of instruction ( Seels, B & Glasgow Z. 1990: 4 )”. Salah satu syarat yang
harus diperhatikan dalam mengembangkan desain pembelajaran adalah prinsip-
prinsip kurikulum dan kondisi pembelajaran.

Model ASSURE adalah kekhasan dari buku yang ditulis oleh trio Heinich,
Molenda dan Russell sejak pertama kali buku Instructional Technology and
Media diterbitkan di era 1980an. Hingga sekarang buku ini telah mencapai edisi
ke delapan dengan perubahan judul, struktur buku, dan para penulisnya menjadi
buku Instructional Technology and Media for Learning, model ASSURE ini tetap
dipertahankan sebagai kekhasan dari buku yang bertema teknologi pembelajaran.
Model assure tidak diberi nama berdasarkan pengarangnya tetapi
berdasarkan huruf awal langkah-langkah model desain pembelajaran tersebut.
Model ini dikembangkan oleh Molenda, dkk (2008: 109).
4
III. PEMBAHASAN

A. Model Desain Pembelajaran


Reigeluth memberikan pengertian desain pembelajaran sebagai rencana
dari penerapan teori belajar dan pembelajaran untuk memfasilitasi proses belajar.
Hal yang sama dinyatakan oleh Gagne, dan kawan-kawan yang memberikan
pengertian desain pembelajaran membantu proses belajar sesorang. Sedangkan
Dick and Carey melihat desain pembelajaran sebagai sebuah sistem yang
mencakup seluruh proses yang dilaksanakan pada proses pembelajaran mulai dari
analisis, disain, pengembangan, implementasi dan evaluasi proses pembelajaran.

Dari berbagai pendapat ahli, dan dengan mengaitkan pada terminologi


bahasa indonesia, dapat ditarik sebuah benang merah disain pembelajaran adalah
sebuah rancang bangun proses pembelajaran atau sebuah rencana pembelajaran
dengan berbagai strategi pembelajaran yang disusun untuk mencapai tujuan
pembelajaran tertentu.

Esensi desain pembelajaran mengacu kepada empat komponen yaitu


peserta belajar, tujuan pembelajaran, metode pembelajaran dan penilaian proses
pembelajaran. Keempat komponen ini merupakan dasar bagi model disain
pembelajaran seperti yang dikemukakan oleh Kemp, Morrison, & Ross, 1994.

a. Peserta Belajar
Setiap peserta belajar adalah individu unik dan perlu dipertimbangkan
dalam merancang sebuah disain pembelajaran. Hal yang perlu
dipertimbangkan untuk aspek peserta belajar antara lain adalah
karakteristik umum peserta, lingkungan sosial budaya, kompetensi awal,
atau prasyarat, gaya belajar dan masih banyak lagi yang lain.
b. Tujuan Pembelajaran
Desain dan rancangan pembelajaran adalah untuk mencapai tujuan
pembelajaran yang telah ditetapkan, tujuan dari pembelajaran adalah untuk
memenuhi atau mencapai kompetensi tertentu. Rumusan tujuan
pembelajaran dikembangkan berdasarkan kompetensi yang harus dimiliki
oleh peserta didik jika ia selesai belajar. Disain pembelajaran perlu
memadukan kebutuhan peserta didik dengan kompetensi yang harus dia
kuasai nanti setelah selesai belajar.
c. Metode Pembelajaran
Metode adalah cara-cara atau tehnik yang dianggap jitu untuk
menyampaikan materi ajar. Dalam disain pembelajaran langkah ini sangat
penting karena metode inilah yang menentukan situasi belajar yang
sesungguhnya. Metode sebagai strategi pembelajaran biasa dikaitkan
dengan media, dan waktu yang tersedia untuk belajar. Pada konsep
sederhana ini, metode adalah komponen strategi pembelajaran yang
sederhana.
d. Evaluasi Pembelajaran
Konsep ini menganggap menilai hasil belajar peserta didik sangat penting.
Indikator keberhasilan pencapaian suatu tujuan belajar dapat diamati dari
penilaian hasil belajar ini. Seringkali penilaian diukur dengan kemampuan
menjawab dengan benar sejumlah soal-soal obyektif. Penilaian dapat juga
dilakukan dengan format non-soal, yaitu dengan instrumen pengamatan,
wawancara, kuesioner, dan sebagainya.

Model desain pembelajaran pertama-tama dapat didefinisikan sebagai


deskripsi verbal tentang langkah-langkah secara urut yang dilakukan dalam
menyusun desain pembelajaran. Berikutnya, model desain pembelajaran dapat
pula didefinisikan representas visual dalam bentuk diagram, bagan, gambar yang
menggambarkan langkah-langkah, proses atau prosedur penyusunan desain
pembelajaran. Perlu diingat bahwa apapun modelnya, tujuan dari setiap model
desain pembelajaran adalah mengupayakan agar proses pembelajaran berjalan

6
optimal (to bring people learn). Banyak model desain pembelajaran. Model-model
tersebut kebanyakan diberi nama sesuai dengan nama pengarangnya .

B. Model Desain Pembelajaran Assure


Kata ASSURE merupakan akronim dari Analyze learner, State standards
and objectives; Select strategis technology, media and materials; Utilize
technology, media and materials; Requaire Learner Participation; Evaluate and
Rivise. Rincian huruf demi huruf yang tidak hanya merupakan penjabatran dari
singkatan kata ASSURE, namun penjabaran huruf- huruf dari kata ASSURE ini
juga merupakan rincian langkah-langkah dalam membuat perancangan
pembelajaran.

Model ASSURE dirancang untuk membantu para guru merencanakan


mata pelajaran yang secara efektif memadukan penggunaan teknologi dan media
di ruang kelas (Smaldino, Sharon E., Lowther, Deborah L., and Russel James D.,
2011: 112). Model ASSURE adalah salah satu model sangat logis dan sederhana
dan diciptakan satu pemandu prosedur untuk perencanaan dan
menjalankanpembelajaran yang menggabungkan media (Heinich, 1999: 31).
Suatu desain baik pelajaran memulai dengan menangkap perhatiannya pelajar,
menyatakan maksud tujuan yang akan di jumpai, mempresentasikan materi baru,
melibatkan murid dipraktek, menilai pemahaman penyediaan umpan baik dan
akhirnya menyediakan aktivitas tindak lanjut. Molenda (2005: 49) mengatakan
Model ASSURE merupakan sebuah prosedur panduan untuk perencanaan dan
bimbingan pembelajaran yang mengkombinasikan antara materi, metode dan
media. Selanjutnya dikatakan bahwa “The ASSURE Model, on the other hand, is
meant for the individual instructor to use when planing classroom use of media
and technology.” Model ASSURE dilain pihak berarti kebutuhan guru yang
merencanakan penggunaan media dan teknologi di dalam kelas.

Model ASSURE dikembangkan agar dapat digunakan oleh guru,


instruktur dan pelatih dalam kegiatan pembelajaran khususnya yang
memanfaatkan media dan teknologi di dalamnya. Setiap kegiatan belajar mengajar
yang efektif perlu perencanaan yang baik. Tak terkecuali pada kegiatan

7
pembelajaran akan maju setelah melalui beberapa tahapan. Gagne
mengungkapkan desain materi belajar di mulai dengan membangkitkan rasa
keingintahuan siswa dan juga rasa keingintahuan pada materi yang baru.
Mendorong serta melatih siswa denganumpan balik, menilai pemahaman siswa,
dan mendorong siswa untuk melanjutkan aktivitas yang ingin diketahuinya
(Smaldino, et al, 2011: 114).

Model ASSURE adalah salah satu petunjuk dan perencanaan yang bisa
membantu untuk bagaimana cara merencanakan, mengidentifikasi, menentukan
tujuan, memilih metode dan bahan, serta evaluasi (Achmadi dkk, 2014:37).
Selanjutnya Pribadi, Benny (2011:29) menambahkan bahwa model assure adalah
model pembelajaran yang lebih memokuskan pada perencanaan pembelajaran
untuk digunakan dalam situasi pembelajaran di dalam kelas. Sehingga dapat
dijelaskan bahwa model ASSURE merupakan pendekatan yang sistematis untuk
menganalisis karakteristik para siswa yang memengaruhi kememapuan mereka
untuk belajarar. Analitis tersebut menyediakan informasi secara strategis yang
digunakan untuk merencanakan pelajaran yang disediakan untuk memenuhi
kebutuhan spesifik para siswa.

C. Model ASSURE sebagai sebuah Model Desain Pembelajaran


ASSURE adalah suatu mnemonic atau singkatan yang mudah dihapalkan
oleh peserta belajar. ASSURE berbentuk suatu kata yang mempunyai arti khusus
yaitu “to make sure” atau dalam bahasa Indonesia berarti meyakinkan. ASSURE
terdiri atas enam komponen seperti rumusan kata itu sendiri. Setiap huruf
mempunyai arti yaitu:
 Analyze Learner (menganalisis peserta belajar)
 State Objectives (merumuskan tujuan pembelajaran atau kompetensi)
 Select methods, media, and materials (memilih metode, media dan bahan
ajar)
 Utilize media and materials (menggunakan media dan bahan ajar)
 Require learner participation (mengembangkan peran serta peserta belajar)
 Evaluate and Revise (menilai dan memperbaiki)

8
Seluruh kata kerja ini menunjuk pada kegiatan atau pekerjaan yang harus
dilakukan oleh pendidik untuk mengelola praktek belajar mengajar. Berikut ini
adalah analisis masing masing komponen dari model desain pembelajaran
ASSURE:
1. Analysis Of Learner (Analisis Siswa)
Pada desain pembelajaran, peserta belajar adalah hal terpenting.
Apapun bentuk produk, model desain pembelajaran maka semua upaya
diwujudkan demi kelancaran proses belajar. Dalam melakukan analisis
peserta belajar ada beberapa hal yang perlu dilakukan misalnya
karakteristik umum peserta belajar, kompetensi awal yang menjadi modal
dasarnya, gaya belajar dari peserta belajar, aspek psikologis dari peserta
belajar dan banyak lagi sesuai dengan kebutuhan.
Kondisi siwa perlu diketahui disaat akan merencanakan pembelajaran.
Aspek yang perlu di analisis dari sisi siswa meliputi:
a) Karakteristik umum (gender, demografi, status sosial ekonomi);
b) Bekal kompetensi yang telah dimiliki (pengetahuan, keterampilan,
dan sikap terhadap materi yang akan dipelajari);
c) Gaya belajar (mandiri, tergantung, kompetitif, partisipan,
kolaboratif,menghindar). (kozma, 1998: 67)

2. State Objectives (Merumuskan Tujuan Pembelajaran Khusus)


Merumuskan secara spesifik pengetahuan, keterampilan dan sikap
yang diharapkan dikuasai siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran.
Perlu kejelasan siapa yang belajar, apa yang harus dilakukan siswa
sebagai hasil belajar, dalam kondisl bagaimana kegiatan belajar dilakukan,
dan seberapa tinggi tingkat pencapaian yang diharapkan dikuasai (mastery
level).
Merumuskan tujuan pembelajaran Bagi Smaldino, dkk “An objective
is a statement of what will be achieved, not how it will be achieved”. Jadi
merumuskan tujuan pembelajaran dapat menggunakan rumusan tujuan
dengan model ABCD , yang berarti :
 A= audience, pebelajar dengan segala karakteristiknya.

9
 B= behavior, kata kerja yang menjabarkan kemampuan yang harus
dikuasai;
 C= conditions, situasi kondisi yang memungkinkan bagi pebelajar
dapat belajar dengan baik; dan
 D= degree, persyaratan khusus yang dirumuskan sebagai standar
baku pencapaian tujuan pembelajaran.
Tujuan pembelajaran juga dapat dinyatakan dalam bentuk pernyataan
kompetensi dasar dan indikator keberhasil yang hendak dicapai pada akhir
proses pembelajaran.

3. Selection Of Media An Materials (Memilih Media Dan Paket


Pembelajaran)
Dalam strategi yang berpusat pada siswa yang memimpin dan
mengarahkan situasi belajar, guru bertindak sebagai fasilitator, yang
memberikan panduan saat para siswa terlibat dalam aktivitas dan
pengalaman belajar yang diarahkan oleh siswa. Guru juga masih
bertanggung jawab atas perencanaan dan pengembangan mata pelajaran
yang fokus pada siswa di pusat pembelajaran.
Pemilihan teknologi, format media dan sumber belajar sebaiknya
disesuaikan dengan pokok bahasan dengan pertimbangan
mengikutsertakan peran pebelajar untuk menggunakan terknologi, strategi
dan materi untuk membantu pebelajar mencapai tujuan belajar. Media
yang baik juga akan mengaktifkan peserta didik dalam memberikan
tanggapan, umpan balik, dan mendorong peserta didik untuk melakukan
hal-hal yang baru.
Karena berusaha memenuhi kebutuhan yang beragam dari para siswa,
guru akan mendapati bahwa materi yang “siap pakai” sering kali
membutuhkan modifikasi agar lebih tepat lagi selaras dengan tujuan
belajar. Teknologi menyediakan sejumlah pilihan untuk mengubah materi
yang ada. Ketika materi yang sudah jadi tidak tersedia, atau materi yang
ada tidak bisa dimodifikasi dengan mudah, guru harus merancang materi
mata pelajaran sendiri.

10
Memilih metode, media, dan materi pembelajaran yang digunakan
untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran khusus. Di sini
tersedia tiga pilihan:
a) Memllih materi/paket pembelajaran yang telah tersedia di sekolah
atau di pasaran;
b) Memodifikasi materi pembelajaran yang telah ada;
c) Membuat materi pembelajaran baru.

4. Utilization Of Instructional Materials (Memanfaatkan Materi


Pembelajaran)
Materials Pemanfaatan media dan bahan ajar pada model ASSURE ini
ditujukan kepada pendidik dan peserta belajar. Smalldino, dkk
mengajukan rumus 5P untuk pemanfaatan media dan material
pembelajaran ini. Kelima P tersebut ialah :
a) Preview the Materials (Kaji bahan ajar)
b) Prepare the Materials (Siapkan bahan ajar)
c) Prepare Environment (Siapkan lingkungan)
d) Prepare the Learners (Siapkan peserta didik)
e) Provide the Learning Experience (Tentukan pengalaman belajar)
Kegiatan yang perlu dilakukan dalam rangka pemanfaatan media dan
paket pembelajaran:
a) Adakan telaah, kajian atau review terhadap media dan materi yang
akan digunakan;
b) Latihan menggunakan media dan paket pembelajaran;
c) Siapkan ruang kelas beserta saran atau alat yang diperlukan;
d) Laksanakan pembelajaran dengan menggunakan media dan materi
pembelajaran yang telah disiapkan.

5. Require Learner's Response (Meminta Respon Siswa)


Tujuan utama pembelajaran adalah agar peserta belajar-belajar. Oleh
karena itu melibatkan peserta untuk belajra adalah aktivitas yang harus
dilakukan oleh pendidik dalam proses pembelajaran.

11
Tugas siswa untuk berinteraksi dengan media dan materi
pembelajaran. Tugas siswa beraktifitas baik secara mental maupun fisik,
misalnya dengan jalan menjawab pertanyaan, mengajukan pertanyaan,
meringkas, memberi komentar, mengritik, mempraktikkan, rneragakan,
mensimulasikan, dsb.

6. Evaluation (Evaluasi)
Setelah pembelajaran dilaksanakan, perlu di evaluasi untuk
mengetahui dampak dan efektifitasnya. Untuk memperoleh gambaran
lengkap perlu dilakukan evaluasi baik terhadap proses maupun hasilnya.
Berkenaan dengan proses, yang ingin diketahui antaralain apakah media
dan metode yang digunakan berdampak positif terhadap siswa (misalnya
menarik, mudah ditangkap isi pembelajarannya). Berkenaan dengan hasil,
aspek yang ingin dinilai apakah siswa dapat mencapai kompetensi atau
tujuan yang telah ditetapkan.
Salah satu tujuan penilaian adalah mengukur tingkat pemahaman atas
materi yang baru saja diberikan. Dalam hal ini, penilaian bukan untuk
menentukan tingkat kepintaran seorang pebelajar, namun cenderung untuk
memberi masukan kepada mereka. Demikian juga evaluasi berguna untuk
melakukan penilaianan apakah seluruh proses pembelajaran sudah berjalan
dengan baik, atau ada proses pembelajaran yang perlu ditingkatkan dan
direvisi untuk meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar itu sendiri.
D. Manfaat Model Desain Pembelajaran ASSURE
Dalam model ini pemanfaatan media dan teknologi menjadi suatu keharusan
karena digunakan untuk membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran
akan mampu melibatkan siswa secara intensif dalam aktivitas pembelajaran
merupakan bagian dari pembelajaran yang sukses. Program pembelajaran guru
perlu dirancang agar mampu melibatkan siswa dalam aktivitas pembelajaran.
Banyak metode dan strategi yang dapat digunakan dalam aktivitas pembelajaran,
guru memerlukan kreativitas dalam mengkombinasikan metode, media dan
strategi pembelajaran yang tepat agar dapat menciptakan aktivitas pembelajaran
yang mampu melibatkan siswa secara aktif didalamnya dan model ASSURE ini

12
adalah model yang bisa menjembatani hal tersebut. Satu hal yang perlu dicermati
dari model ASSURE ini, walaupun berorientasi pada Kegiatan Belajar Mengajar
(KBM), model ini tidak menyebutkan strategi pembelajaran secara eksplisit.
Strategi pembelajaran dikembangkan melalui pemilihan dan pemanfaatan metode,
media dan bahan ajar, serta peran peserta didik di kelas. Manfaat dari model
ASSURE, yaitu (Dewi Salma Prawiradilaga, 2007: 15):

a. Sederhana, relatif mudah untuk diterapkan.


b. Karena sederhana, maka dapat dikembangkan sendiri oleh guru.
c. Komponen KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) lengkap.
d. Peserta didik dapat dilibatkan dalam persiapan untuk KBM.

13
IV. PENUTUP

A. KESIMPULAN
Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus
sebagai pedoman dalam pelaksanaan pendidikan. Kurikulum mencerminkan
falsafah hidup bangsa, ke arah mana dan bagaimana bentuk kehidupan itu kelak
akan ditentukan oleh kurikulum yang digunakan oleh bangsa tersebut. Nilai
sosial, kebutuhan dan tuntutan masyarakat cenderung/selalu mengalami
perubahan antara lain akibat dari kemajuan ilmu pengatahuan dan teknologi.
Kurikulum harus dapat mengantisipasi perubahan tersebut, sebab pendidikan
adalah cara yang dianggap paling strategis untuk mengimbangi kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi tersebut.

Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional


telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975,
1984, 1994, 2004,2006 dan 2013. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi
logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan
iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Sebab, kurikulum sebagai
seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan
tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Semua kurikulum
nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama, yaitu Pancasila dan UUD
1945, perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan
dalam merealisasikannya.

Pembaharuan kurikulum perlu dilakukan sebab tidak ada satu kurikulum yang
sesuai dengan sepanjang masa, kurikulum harus dapat menyesuaikan dengan
perkembangan zaman yang senantiasa cenderung berubah. Perubahan kurikulum
dapat bersifat sebagian (pada kompoenen tertentu), tetapi dapat pula bersifat
keseluruhan yang menyangkut semua komponen kurikulum. Perubahan tersebut
merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial
budaya, ekonomi, dan IPTEK dalam masyarakat berbangsa dan bernegara.

Perubahan kurikulum tersebut tentu disertai dengan tujuan pendidikan


yang berbeda-beda, karena dalam setiap perubahan tersebut ada suatu tujuan tertentu
yang ingin dicapai untuk memajukan pendidikan nasional kita.

B. SARAN
Setelah mengetahui sejarah perkembangan kurikulum yang ada di
Indonesia baik sebelum zaman kemerdekaan dan sesudah kemerdekaan, banyak
hal yang menjadi perhatian dalam dunia pendidikan di Indonesia. Sejarah
kurikulum yang sudah dijalankan sebelumnya harus dijadikan sebagai evaluasi
dalam penyusunan kurikulum dimasa yang akan datang, agar pendidikan di
Indonesia lebih baik. Seiring dengan berkembangnya zaman yang makin modern
dan dapat dikatakan serba digital ini, perlulah dilakukan pembelajaran yang sesuai
dengan zaman dan kebutuhan dari peserta didik itu sendiri demi melahirkan
generasi muda yang cerdas dan mampu membangun negeri.

20
DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA
Abdullah Idi. 2014. Pengembangan Kurikulum (Teori dan Praktek). Jakarta : PT

Raja Grafindo, diunduh kembali dari Mufidha Emilia:


https://www.academia.edu/29951523/Sejarah_kurikulum_di_Indonesia.doc
x pada 12 Februari 2020 pukul 19.37 WIB.

20