Anda di halaman 1dari 11

RS Graha Mandiri

Palembang TINDAKAN ANESTESI LOKAL

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

Jl.Kapten Anwar Arsyad 26/OK/VI/2018 01 1/2


Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Tindakan untuk menghilangkan dan mengurangi sensasi di bagian
tubuh tertentu.
Mengurangi rasa tidak nyaman dan rasa sakit pada saat tindakan
TUJUAN tertentu.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
PROSEDUR A. Prosedur tindakan :
1. Setelah pasien menanda tangani informed consent, petugas
meyiapkan alat : Spuit 3cc/5cc,lidocain 1%,kassa steril,
handscoon steril.
2. Dokter / petugas menyiapkan pasien.
3. Dokter atau petugas memberitahu pasien akan dilakukan
penyuntikan untuk mengurangi rasa sakit saat tindakan
penjahitan atau pembedahan minor lainnya.
4. Dokter/ Petugas menggunakan sarung tangan.
5. Bersihkan area yang akan dilakukan dengan area steril.
6. Pasang doek atau kain steril untuk memperkecil ruang tindakan.
7. Masukkan jarum pada ujung laserasi atau luka dan dorong arah
masuk kedalam arah bawah atau mokosa dan kulit sepanjangan
luka mengikuti garis dimana jarum dijahitnya akan keluar
masuk.
8. Aspirasi dan kemudian sambil injeksikan anestesi tersebut
sambil menarik ke titik dimana jarum masuk.
9. Ulangi proses penusukkan jarrum pada ujung luka ,sehingga
seluruh daerah kemungkinan akan dijahit telah dianstesi.
1. Kamar Operasi
UNIT 2. Anastesi
TERKAIT 3. Rawat inap
4. IGD
RS Graha Mandiri
Palembang TINDAKAN ANESTESI LOKAL

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

Jl.Kapten Anwar Arsyad 26/OK/VI/2018 01 2/2


Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Tindakan untuk menghilangkan dan mengurangi sensasi di bagian
tubuh tertentu.
Mengurangi rasa tidak nyaman dan rasa sakit pada saat tindakan
TUJUAN tertentu
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
PROSEDUR 10. Tunngu beberapa lama sambil dilakukan penekanan.
11. Tanyakan pasien apakah masih nyeri atau tidak, jika masih
merasa nyeri jangan dulu dilakukan penjahitan, jika sudah tidak
merasa nyeri lakukan penjahitan luka atau tindak bedah minor
lainnya.
1. Kamar Operasi
UNIT TERKAIT 2. Anastesi
RS Graha Mandiri
Palembang TINDAKAN ANESTESI SPINAL / REGIONAL

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

Jl.Kapten Anwar Arsyad 29/OK/VI/2018 01 1/2


Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Suatu proses pembiusan dengan memasukan obat anestesi lokal
dengan konsentrasi tertentu ke dalam ruang subaraknoid melalui
jarum spinal.
1. Memberikan suatu kondisi operasi yang optimal sesuai dengan
TUJUAN level blok yang diinginkan.
2. Mengurangi resiko mual muntah yang diakibatkan apabila
dilakukan anestesi umum.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
PROSEDUR 1. Persiapan Alat dan Obat :
a. Obat-obatan untuk sedasi dan anestesi
b. Spuit dan Spinocan sesuai ukuran
c. Monitor
d. Oksigen
e. Peralatan dan Obat Resusitasi
f. Ambubag
g. Rekam Medis
2. Persiapan Pasien
a. Dokter anestesi melakukan anamnesis dan pemeriksaan
keadaan umum.
b. Dokter anestesi memberikan penjelasan tentang hal-hal
yang akan dilakukan pada pasien dan keluarga.
c. Dokter anastesi melakukan informed consent/persetujuan
tindakan.
d. Dokter anestesi menyuruh pasien puasa sebelum dilakukan
tindakan sedasi ( dewasa >6 jam dan anak-anak >4 jam )
3. Pelaksanaan
a. Dokter anestesi mengecek hemodinamik pasien.
b. Perawat anestesi memposisikan pasien duduk / miring
dengan kepala fleksi.
1. Kamar Operasi
UNIT TERKAIT 2. Anastesi
RS Graha Mandiri
Palembang TINDAKAN ANESTESI SPINAL / REGIONAL

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

Jl.Kapten Anwar Arsyad 29/OK/VI/2018 01 2/2


Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Suatu proses pembiusan dengan memasukan obat anestesi lokal
dengan konsentrasi tertentu ke dalam ruang subaraknoid melalui
jarum spinal.
1. Memberikan suatu kondisi operasi yang optimal sesuai
TUJUAN dengan level blok yang diinginkan.
2. Mengurangi resiko mual muntah yang diakibatkan apabila
dilakukan anestesi umum
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
PROSEDUR c. Perawat anestesi menyiapkan peralatan dan obat-obatan
sesuai kebutuhan.
d. Perawat anestesi melakukan desinfektan daerah yang akan
disuntikan.
e. Dokter anestesi melakukan penusukan di daerah lumbal 3-
4/4-5.
f. Setelah selesai perawat merapikan alat.
3. Kamar Operasi
UNIT TERKAIT 4. Anastesi
RS Graha Mandiri
Palembang TINDAKAN ANESTESI UMUM

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

Jl.Kapten Anwar Arsyad 31/OK/VI/2018 01 1/6


Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Anestesi umum adalah merupakan tindakan medis dengan
memberikan obat-obatan yang mengakibatkan penderita tidak sadar
yang bersifat sementara
Menghilangkan rasa nyeri yang diakibatkan oleh suatu tindakan
TUJUAN pembedahan.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
PROSEDUR I.OPERASI ELEKTIF
PERSIAPAN OPERASI
A. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam anamnesa:
1. Identifikasi pasien, misal: nama,umur, alamat, pekerjaan
dll.
2. Pernyataan persetujuan untuk anestesi yang
ditandatangani oleh pasien atau wali.
3. Riwayat penyakit yang pernah atau sedang diderita yang
mungkin dapat menjadi penyulit dalam anestesi, antara
lain : penyakit alergi, penyakit paru-paru kronik (asma
bronkial, bronkitis), penyakit jantung,
hipertensi,penyakit hati dan penyakit ginjal.
4. Riwayat obat-obat yang sedang atau telah digunakan yang
mungkin menimbulkan interaksi dengan obat-obat
anestesi.
5. Riwayat operasi dan anestesi yang pernah dialami pada
waktu yang lalu, berapa kali dan selang waktu.
Apakah saat itu mengalami komplikasi seperti: lama
pulih sadar, memerlukan perawatan intensif pasca bedah,
dll.
6. Kebiasaan buruk sehari-hari yang mungkin dapat
mempengaruhijalannya anestesi, seperti : merokok,
minum minuman beralkohol, pemakai narkoba.
RS Graha Mandiri
Palembang TINDAKAN ANESTESI UMUM

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

Jl.Kapten Anwar Arsyad 31/OK/VI/2018 01 2/6


Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Anestesi umum adalah merupakan tindakan medis dengan
memberikan obat-obatan yang mengakibatkan penderita tidak sadar
yang bersifat sementara
Menghilangkan rasa nyeri yang diakibatkan oleh suatu tindakan
TUJUAN pembedahan.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
PROSEDUR B. PEMERIKSAAN FISIK
1. Pemeriksaan fisik rutin meliputi: keadaan umum,
kesadaran, anemis tidak, BB, TB, suhu, tekanan
darah, denyut nadi, pola dan frekuensi, pernafasan.
2. Dilakukan penilaian kondisi jalan nafas yang dapat
menimbulkan kesulitan intubasi.
C. PEMERIKSAAN LABORATORIUM
1. Darah : Hb, Ht, hitung jenis lekosit, golongan darah, waktu
pembekuan dan perdarahan.
2. Urine : protein, reduksi, sedimen
3. Foto thorak : terutama untuk bedah mayor
4. EKG : rutin untuk umur > 40 tahun
5. Elekrolit (Natrium, Kalium, Chlorida)
6. Dilakukan pemeriksaan khusus bila ada indikasi,misal:
a. EKG : pada anak dan dewasa < 40tahun dengan tanda-
tanda penyakit kardiovaskuler.
b. Fungsi hati (bilirubin, urobilin, dsb.) bila
dicurigai adanya gangguan fungsi hati.
c. Fungsi ginjal (ureum, kreatinin) bila dicurigai adanya
gangguan fungsi ginjal
RS Graha Mandiri
Palembang TINDAKAN ANESTESI UMUM

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

Jl.Kapten Anwar Arsyad 31/OK/VI/2018 01 3/6


Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Anestesi umum adalah merupakan tindakan medis dengan
memberikan obat-obatan yang mengakibatkan penderita tidak sadar
yang bersifat sementara
Menghilangkan rasa nyeri yang diakibatkan oleh suatu tindakan
TUJUAN pembedahan.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
PROSEDUR D. PERSIAPAN DI HARI OPERASI
1. Pengosongan lambung, penting untuk mencegah aspirasi
isi lambung karena regurgitasi / muntah. Untuk dewasa
dipuasakan 6-8 jam sebelum operasi, sedang anak / bayi 4-
5 jam.
2. Tentang pemberian cairan infus sebagai pengganti defisit
cairan selama puasa, paling lambat 1 jam sebelum operasi
(dewasa) atau 3 jam sebelum operasi.
3. Gigi palsu / protese lain harus ditinggalkan sebab dapat
menyumbat jalan nafas.
4. Perhiasaan / kosmetik harus dilepas / dihapus sebab akan
menggangu pemantaun anestesi.
5. Pasien masuk ke kamar bedah menggunakan pakaian
khusus ,bersih ,longgar dan mudah dilepas.
6. Minta izin operasi dari pasien dan keluarganya.
 1 jam I : 50%
 1 jam II : 25%
 Perhiasan dan kosmetik harus dilepas /dihapus sebab akan
menggan Pasien masuk kamar bedah memakai pakaian khusus,
bersih dan longgar dan mudah dilepas.
RS Graha Mandiri
Palembang TINDAKAN ANESTESI UMUM

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

Jl.Kapten Anwar Arsyad 31/OK/VI/2018 01 4/6


Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Anestesi umum adalah merupakan tindakan medis dengan
memberikan obat-obatan yang mengakibatkan penderita tidak sadar
yang bersifat sementara
Menghilangkan rasa nyeri yang diakibatkan oleh suatu tindakan
TUJUAN pembedahan.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
PROSEDUR 7. Sudah terpasang jalur / akses intravena menggunakan iv
catheter ukuran minimal 18 atau menyesuaikan keadaan
pasien dimana dipilih ukuran yang paling maksimal bisa
dipasang.
8. Dilakukan pemasangan monitor tekanan darah, nadi dan
saturasi O2
9. Dilakukan pemeriksaan fisik ulang, jika ditemukan
perubahan dan tidak memungkinkan untuk dilakukan
pembedahan elektif maka pembedahan dapat ditunda
untuk dilakukan pengelolaan lebih lanjut.
10. Jika pasien gelisah/cemas diberikan premedikasi:
a. Midazolam dosis 0,07-0,1 mg/kgBB iv
b. Pada anak SA 0,0100-015 mg/kgBB + midazolam 0,1
mg/kgBB+ ketamin 3-5mg/kgBB im atau secara intra
vena SA 0,01 mg/kgBB +midazolam 0,07 mg/kgBB
11. Sebelum dilakukan induksi diberikan oksigen 6
liter/menit dengan masker (pre oksigenasi) selama 5
menit.
12. Obat induksi yang digunakan secara intravena:
a. Ketamin (dosis 1-2 mg/kgBB)
b. Penthotal (dosis 4-5 mg/kgBB)
c. Propofol (dosis 1-2 mg/kgBB)
13. Pada penderita bayi atau anak yang belum terpasang akses
intravena, induksi dilakukan dengan inhalasi memakai
agent inhalasi yang tidak iritas atau merangsang jalan nafas
seperti halothane atau sevofluran

RS Graha Mandiri
Palembang TINDAKAN ANESTESI UMUM

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

Jl.Kapten Anwar Arsyad 31/OK/VI/2018 01 5/6


Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Anestesi umum adalah merupakan tindakan medis dengan
memberikan obat-obatan yang mengakibatkan penderita tidak sadar
yang bersifat sementara
Menghilangkan rasa nyeri yang diakibatkan oleh suatu tindakan
TUJUAN pembedahan.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
PROSEDUR 14. Selama induksi dilakukan monitor tanda vital
(tekanan darah, nadi maupun saturasi oksigen).
15. Pada kasus operasi yang memerlukan pemeliharan
jalan nafas, dilakukan intubasi endotracheal tube.
16. Pemeliharaan anestesi dilakukan dengan
menggunakan asas trias anestesia (balance anaesthesia)
yaitu : sedasi, analgesi, dan relaksasi.
17. Pemeliharaan anestesi dapat menggunakan agent volatile
(halothane, enflurane, maupun isoflurane) atau TIVA
(Total Intravena Anestesia) dengan menggunakan
ketamin atau propofol.
18. Pada pembedahan yang memerlukan relaksasi otot
diberikanpemeliharaan dengan obat pelumpuh otot non
depolarisasi.
19. Ekstubasi dilakukan setelah penderita sadar.
20. Setelah operasi penderita dirawat dan dilakukan
pengawasan tanda vital secara ketat di ruang pemulihan.
21. Penderita dipindahkan dari ruang pemulihan ke
bangsal setelah memenuhi kriteria (Aldrete score > 8
untuk penderita dewasa atau Stewart Score > 5 untuk
penderita bayi / anak).
22. Apabila post-operasi diperlukan pengawasan hemodinamik
secara ketat maka dilakukan di ruang intensif (ICU).

RS Graha Mandiri
Palembang TINDAKAN ANESTESI UMUM

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

Jl.Kapten Anwar Arsyad 31/OK/VI/2018 01 6/6


Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Anestesi umum adalah merupakan tindakan medis dengan
memberikan obat-obatan yang mengakibatkan penderita tidak sadar
yang bersifat sementara
Menghilangkan rasa nyeri yang diakibatkan oleh suatu tindakan
TUJUAN pembedahan.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
PROSEDUR II. OPERASI DARURAT (EMERGENCY)
1) Dilakukan perbaikan keadaan umum seoptimal
mungkin sepanjang tersedia waktu.
2) Dilakukan pemeriksaan laboratorium standard atau
pemeriksaan penunjang yang masih mungkin dapat
dilakukan.
3) Pada operasi darurat, dimana tidak dimungkinkan
untuk menunggu sekian lama, maka pengosongan
lambung dilakukan lebih aktif dengan cara merangsang
muntah dengan apomorfin atau memasang pipa nasogastrik.
4) Dilakukan induksi dengan metode rapid squence
induction menggunakan suksinil kolin dengan dosis 1 2
mg /kgBB.
5) Pemeliharaan anestesi dan monitoring anestesi yang
lainnya sesuai dengan operasi elektif.

1. Kamar Operasi
UNIT TERKAIT 2. Anastesi