Anda di halaman 1dari 78

NOMOR : / KPTSN/DIR/RS-GM/VI/2018

TENTANG
KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN PELAYANAN
OK
RUMAH SAKIT GRAHA MANDIRI PALEMBANG

Direktur Utama Rumah Sakit Graha Mandiri Palembang

MENIMBANG:
A. Bahwa agar pelayanan di Rumah Sakit Graha Mandiri Palembang dapat terlaksana
dengan baik, perlu adanya kebijakan pelayanan sebagai landasan bagi penyelenggaraan
pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri Palembang.
B. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagai mana dimaksud dalam huruf A diatas, perlu
ditetapkan dengan Keputusan Direktur Utama.
MENGINGAT:
1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
2. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2000 tentanng Rumah Sakit.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan
4. Peraturan Mentri Kesehatan RI Nomor 84/Menkes/Per/II/1990 tentang perubahan atas
peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 920/Menkes/Per/XII/1986 tentang Upaya
Pelayanan Kesehatan Swasta di Bidang Medik.
5. Peraturan Mentri Kesehatan Nomor 1438/Menkes/Per/IX/2006 tentang Standar
Pelayanan Kedokteran.
6. Peraturan Mentri Kesehatan RI Nomor 519/Menkes/Per/XI/2006 tentang Pedoman
Penyelenggaraan Pelayanan Anastesiologi dan Terapi Intensif di Rumah Sakit.
7. Peraturan Mentri Kesehatan RI Nomor 2045/Menkes/Per/XI/2006 tentang Pedoman
Organisasi Rumah Sakit di Lingkungan Departemen Kesehatan.
8. Peraturan Mentri Kesehatan RI Nomor 129/Menkes/Per/II/2008 tentang Standar
Pelayanan Rumah Sakit.
MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA RUMAH SAKIT GRAHA MANDIRI PALEMBANG
TENTANG KEBIJAKAN PENYELENGARAAN PELAYANAN OK DIRUMAH SAKIT
GRAHA MANDIRI PALEMBANG
Pertama : Kebijakan penyelenggaraan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang, sebagaimana dimaksud tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.
Kedua : Kebijakan penyelenggaraan pelayanan OK ini sebagai acuan dalam memberikan
pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri Palembang.
Ketiga : Keputusan ini beraku terhitung sejak tanggal diterapkan.
Keempat : Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam surat keputusan ini, akan
dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

DITETAPKAN DI : PALEMBANG
PADA TANGGAL : 01 JUNI 2018

dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN
PELAYANAN KAMAR OPERASI
RUMAH SAKIT GRAHA MANDIRI

1. Pelayanan Kamar Operasi merupakan pelayanan yang terintegrasi antara dokter dan berbagai
disiplin ilmu kedokteran yang melaksanakan tindakan pembedahan, dokter anestesi,
keperawatan, penata anestesi dan petugas sterilisasi.

2. Kamar Operasi dipimpin oleh seorang Dokter Spesialis Bedah Purna Waktu dan dibantu oleh
wakil PJ dan Kepala Ruangan Kamar Operasi untuk pengatur operasional dan pemakaian
ruangan operasi.

3. Pembedahan hanya dapat dilakukan oleh Dokter Spesialis yang mepunyai kewenangan
melakukan operasi dan telah mendapatkan pengakuan dari organisasi profesinya dan
mendapatkan persetujuan Komite Medik (terakreditasi di RS. Graha Mandiri Palembang)
dan clinical previleag.

4. Setiap tindakan pembedahan harus mempergunakan ruang khusus yang terjamin


sterilisasinya, menggunakan peralatan steril dan tenaga terlatih yang memahami prinsip-
prinsip kerja steril.

5. Sebelum tiindakan pembedahan dilakukan, pasien harus mendapatkan informasi yang jelas
mengenai prosedur pembedahan dan resiko yang mungkiin timbul akibat pembedahan.
Informasi tersebut harus disampaikan oleh dokter spesialis yang akan melakukan
pembedahan sebelum tindakan dilakukan dan herus disetujui oleh pasien secara tertulis
(informed consent).

6. Penanganan pembedahan untuk kasus sulit atau kompleks harus melibatkan dokter spesialis
lain yang terkait dan telah direncanakan sebelum operasi. Pengaturan kerrjasama antar
disiplin dengan penanganan suatu kasus ditetapkan oleh masing masing SMF dalam
ketentuan tersendiri.

7. Pada setiap pembedahan harus diupayakan untuk mengurangi rasa ketakutan atau rasa
emosional yang berlebihan melalui pemberian premedikasi sebelum pembedahan.

8. Pasien dapat dikategorikan dalam pasien cyto atau elektif.

9. Pada prinsipnya pelayanan Kamar Operasi dapat dilaksanakan 24 jam.

10. Jadwal operasi elektif dilakukan pada hari kerja muai pukul 07.30 WIB – 21.00 WIB.
Pelayanan Kamar Operasi diluar waktu tersebut diatas hanya terbatas pada operasi cyto atau
operasi emergency.

11. Setiap pasien yang mendapat pelayanan Kamar Operasi harus mendaftar dan dijadwalkan
terlebih dahulu, kecuali pasien cyto.

12. Apaila ada permintaan cyto, maka Kamar Operasi harus sudah siap paling lama 1 jam pada
waktu jam kerja kamar bedah, dengan catatan Kamar Operasi tersedia.

13. Pasca pelayanan operasi pada prinsipnya semua pasien harus melalui Ruang Pemulihan (PR)
dan selanjutnya ke ruang perawatan (inpatient), ruang perawatan intensif, atau ruang
rawat/bedah sehari (one day care/surgery).
14. Pemindahan pasien dari Kamar Operasi dilakukan Oleh petugas ruangan yang menjemput
pasien setelah ada pemberitahuan dari petugas Kamar Operasi.

15. Dokter anastesi tidak diperkenankan meninggalkan pasien sebelum pasien sadar dan dalam
kondisi stabil.
KATA PENGANTAR

Tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya hidup sehat bagi setiap penduduk
agar dapat terwujudnya derajat kesehatan yang optimal. Untuk itu diselenggarakan upaya
kesehatan yang menyeluruh, merata terpadu serta dapat dijangkau oleh masyarakat.
Dalam rangka penyelenggaraan pelayanan kesehatan, kegiatan perawatan mempunyai
peranan penting dalam menentukan keberhasilan pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Salah
satu faktor yang mendukung keyakinan diatas ini adalah kenyataan yang dapat dilihat di unit
pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit, dimana tenaga kesehatan yang selama 24 jam harus
berada disisi pasien adalah tenaga perawat.
Namun pada saat ini asuhan keperawatan masih belum memenuhi apa yang diharapkan.
Beberapa penyebabnya antara lain belum adanya pembakuan asuhan keperawatan yang
dijadikan tolak ukur.
Oleh karena itu, dalam upaya meningkatkan kualitas, telah disusun standar prosedur
operasional. Standar tersebut berisi kriteria-kriteria yang perlu dilaksanakan dalam
penyelenggaraan praktek keperawatan, sehingga asuhan keperawatan yang dihasilkan
mempunyai mutu, efektifitas serta efisiensi sesuai dengan harapan.
Para perawat harus menerapkan standar an kriteria yang terdalam didalam buku ini, agar
supaya Rumah Sakit yang bersangkutan dapat benar-benar menjaga mutu pelayanannya.
Standar ini belum sempurna, oleh karena itu, kritik yang sifatnya membangun sangat
diharapkan untuk penyempurnaannya.

Palembang, 01 Juni 2018

Tm Penyusun
RS Graha Mandiri
Palembang ALUR LINEN NON INFEKSIUS
DI KAMAR OPERASI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

Jl.Kapten Anwar Arsyad /OK/VI/2018 01 1/1


Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Meletakkan linen infeksius yang berasal dari kamar operasi
1. Untuk menciptakan lingkungan yang bersih, aman dan nyaman.

2. Meminimalkan atau mencegah terjadinya transmisi


TUJUAN mikroorganisme dari lingkungan kepada petugas, pengujung dan
masyarakat di sekitar rumah sakit.

Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang


KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
PROSEDUR 1. Petugas memakai APD lengkap
2. Linen non-infeksius dimasukkan ke dalam kantong medis dan
diikat.
3. Linen dibawah ke ruang khusus linen non infeksius.
4. Petugas meletakkan linen non infeksius ke dalam troly khusus
melalui pintu linen non infeksius dan sampah.
5. Petugas membawa troly non infeksius ke laundry.
1. Kamar Operasi
UNIT TERKAIT 2. PPI
3. Laundy
RS Graha Mandiri
Palembang ALUR LINEN INFEKSIUS
DI KAMAR OPERASI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

Jl.Kapten Anwar Arsyad /OK/VI/2018 01 1/1


Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Meletakkan linen infeksius yang berasal dari kamar operasi
1. Untuk menciptakan lingkungan yang bersih, aman dan nyaman.

2. Meminimalkan atau mencegah terjadinya transmisi


TUJUAN mikroorganisme dari lingkungan kepada petugas, pengujung dan
masyarakat di sekitar rumah sakit.

Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang


KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Petugas memakai APD lengkap
2. Linen infeksius dimasukkan ke dalam kantong medis dan diikat.
3. Linen dibawah ke ruang khusus linen infeksius.
PROSEDUR 4. Petugas meletakkan linen infeksius ke dalam troly khusus
melalui pintu linen infeksius dan sampah.
5. Petugas membawa troly infeksius ke laundry.
1. Kamar Operasi
UNIT TERKAIT 2. PPI
3. Laundy
RS Graha Mandiri
Palembang PEMBUTAN LAPORAN OPERASI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Penulisan laporan operasi pada setiap tindakan pembedahan pada
formulir yang telah ditentukan.
TUJUAN Menguraikan tentang teknik pelaksanaan pembedahan dan temuan
selama operasi.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Perawat mengambil formulir laporan operasi yang tersedia.
2. Perawat menulis nama pasien, umur, jenis kelamin, jenis
operasi, diagnosa pre dan post operasi :
2.1 MR
2.2 Tanggal
2.3 Teknik pembedahan
PROSEDUR 2.4 Penghitungan Kassa
2.5 Pembalutan
2.6 Drainage
2.7 Temuan operasi
2.8 Patologi
3. Orang yang terlibat staff bedah/anastesi,perawat instrumen.
4. Doter bedah/operator menuliskan laporan tindakan operasi
secara narasi dan gambar.
UNIT TERKAIT 1. IGD
2. Rawat Inap
RS Graha Mandiri
Palembang PENJADWALAN OPERASI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Suatu sistem yang mengatur penjadwalan operasi.
1. Mengatur jadwal operasi sesuai dengan ketersediaaan tenaga
kamar operasi yang ideal.
TUJUAN 2. Memberikan jadwal operasi yang optimal guna menjamin
sterilitas ruangan dan mencegah kontaminasi.
3. Memanfaatkan sarana dan tenaga secara optimal.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
A. Operasi Elektif :
1. Perawat kamar operasi menerima rencana operasi.
2. Perawat kamar operasi menulis dikertas jadwal operasi :
nama , umur, kamar, jenis pembedahan, nama dokter bedah,
jenis anastesi, dan dokter anastesi, tanggal serta jam operasi.
3. Perawat kamar operasi menuliskan jadwal operasi harian di
white board : nama, umur, kamar, jenis pembedahan, nama
dokter bedah, jenis anastesi.
4. Perawat kamar operasi melakukan pengecakkan kembali ke
ruangan.
B. Operasi Cyto :
1. Perawat menerima penjadwalan operasi cyto.
PROSEDUR 2. Perawat menulis dikertas rencana operasi.
3. Perawat melaporkan kepada kepala OK dan Dokter
Anastesi.
C. Pembatalan Operasi :
1. Perawat menerima laporan pembatalan operasi.
2. Perawat menanyakan alasan pembatalan.
3. Perawat melaporkan kepada Kepala OK dan Dokter
Anastesi.
4. Perawat menuliskan pembatalan operasi dikertas rencana
operasi dan dijadwal harian ‘white board’
UNIT TERKAIT 1. Instalasi Gawat Darurat ( IGD )
2. Rawat Inap

RS Graha Mandiri
Palembang PENUNDAAN PENAMBAHAN JADWAL OPERASI
NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1

Jl.Kapten Anwar Arsyad


Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
DR.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Penundaan acara operasi atau pengunduran dan penambahan acara
operasi yang sudah terjadwal pada hari yang sama.
TUJUAN Supaya jadwal operasi lebih terencana
KEBIJAKAN Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang kebijakan
pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri Palembang.
1. Setiap pembatan operasi apapun sebabnya harus dibuatkan berita
acara pembatalan yang ditanda tangani oleh Operator, Anastesi dan
perawat OK
2. Informasikan alasan penundaan operasi kepada pasien dan
keluarga.
3. Informasikan penundaan operasi kepada perawat ruangan.
PROSEDUR 4. Mengembalikan pasien beserta status dan hasil pemeriksaan
penunjang.
5. Operan dengan perawat ruangan secara lisan dan tulisan.
6. Bila ada penambahan, kasus cyto dan anak didahulukan, tetapi
kalau elektif belakangan ( jam disesuaikan dengan jam yang
kosong )
UNIT TERKAIT 1. Rawat Jalan (Poliklinik dan IGD)
2. Rawat Inap
RS Graha Mandiri
Palembang PENJADWALAN OPERASI CYTO

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Suatu sistem yang mengatur penjadwalan operasi cyto.
TUJUAN Agar penanganan pasien dengan kegawatan darurat operasi dapat
dilaksanakan dengan semestinya sesuai dengan keadaan daruratnya.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Perawat menerima pendaftaran operasi cyto
2. Perawat menulis dikertas rencana operasi : nama pasien, umur,
jenis kelamin, diagnosa anastesi, tanggal dan jam operasi.
PROSEDUR 3. Perawat melaporkan kepada Kepala Kamar Operasi, Dokter
Bedah dan Dokter Anastesi.
4. Perawat memberitahu kepada petugas kamar operasi yang
bertugas.
UNIT TERKAIT 1. Instalasi Gawat Darurat (IGD)
2. Rawat Inap
RS Graha Mandiri
Palembang PENANBAHAN JADWAL OPERASI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Suatu prosedur yang mengatur penambahan jadwal operasi yang
sudah ada.
TUJUAN Agar penambahan jadwal operasi dapat sebaik-baiknya dan
pelayanan kamar bedah berjalan lancar.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Perawat menerima laporan penambahan jadwal operasi.
2. Perawat mengatur jadwal yang sudah ada dengan penambahan
jadwal yang baru.
3. Perawat menambahkan jadwal operasi yang elektif sesuai
ketentuan 24 jam, dialur ini penjadwalan otomatis dipindahkan
ke hari berikutnya dengan konfirmasi ke dokter atau ruangan
PROSEDUR perawatan.
4. Perawat menghubungi dokter bedah dan dokter anastesi tentang
penambahan jadwal operasi yang baru.
5. Perawat melakukan pencatatan, pemberitahuan pada tim operasi.
6. Perawat mempersiapkan peralatan.
1. Instalasi Rawat Jalan
UNIT TERKAIT 2. IGD
3. Instansi Rawat Inap
4. Dokter Bedah dan Dokter Anastesi
RS Graha Mandiri MENGHILANGKAN EFEK EMOSIONAL DAN
Palembang MEMBERI RASA AMAN PADA PASIEN

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1

Jl.Kapten Anwar Arsyad


Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Prosedur yang menjelaskan tata cara dalam menghilangkan efek
emosional dan memberi rasa aman pada pasien.
TUJUAN Sebagai pedoman dalam pelaksanaan menghilangkan efek
emosional dan memberi rasa aman pada pasien.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Setiap pasien yang akan menjalani tindakan pembedahan harus
mendapat penjelasan tentang tindakan pembedahan anastesi
yang akan dilakukan dan risiko yang mungkin timbul dari
dokter yang akan melakukan tindakan pembedahan di Kamar
Bedah.
2. Setiap pasien yang dilakukan tindakan pembedahan berhak
mendapatkan bimbingan spiritual baik dari petugas spiritual
khusus dari masing-masing agama atau staf medis dan perawat
yang bertugas di Kamar Bedah.
3. Setiap pasien yang akan dilakukan tindakan pembedahan harus
mengisi pernyataan kesiapan untuk dilakukan pembedahan dan
PROSEDUR menandatangani Formulir Informed Concent (Izin Operasi)
yang disediakan.
4. Tindakan pembedahan boleh dilakukan apabila sudah ada
pernyataan/izin operasi yang sudah ditandatangani oleh pasien
atau penanggung jawabnya.
5. Pelaksanaan menghilankan efek emosional dan memberi rasa
aman diberikan pada pasien sebelum dilakukan tindakan
operasi.
6. Tim pembedahan wajib memberikan ketenangan tentang
penjelasan operasi anastesi sebelum dilakukan tindakan di
kamar operasi dengan memberi bimbingan moral yang
ditandatangani kedua belah pihak.
1. IGD
UNIT TERKAIT 2. Rawat Jalan
3. Rawat Inap
RS Graha Mandiri
Palembang MENUTUP LUKA

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Pembalutan luka operasi secara aman dan nyaman dengan tetap
memperhatikan teknik sterilisasi.
TUJUAN Mencegah terjadinya komplikasi pada luka.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Persiapan alat :
1 set alat ganti verban.
2. Pelaksanaan :
a. Luka operasi dibersihkan dengan kassa steril lembab,
PROSEDUR kemudian dibersihkan kembali denggan menggunakan
kassa kering.
b. Luka operasi ditutup dengan kassa steril.
c. Luka operasi yang telah ditutup dengan kassa steril
selanjutnya difiksasi.
1. IGD
UNIT TERKAIT 2. Rawat Jalan
3. Rawat Inap
RS Graha Mandiri
Palembang INFORMED CONCENT

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/2
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
Yang dimaksud Informed Concent ialah ketetapan yang
PENGERTIAN menjelaskan tentang cara dalam pelaksanaan informasi suatu
tindakan.
Sebagai pedoman dalam upauya menghilangkan efek emosional
TUJUAN yang ditimbulkan karena tindakan operasi dan memberi rasa aman
pada pasien.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Setelah pasien diperiksa status kesehatannya oleh dokter bila
diperlukan suatu tindakan medik maka dokter harus memberikan
informasi selemgkap-lengkapnya kecuali bila dokter menilai bahwa
informasi tersebut dapat merugikan kepentingan kesehatan pasien.
2. Pada saat dokter memberi penjelasan kepada pasien maka dokter
harus menjelaskan mengenai :
2.1. Tujuan dan prospek keberhasilan tindakan medik yang akan
dilakukan.
2.2. Tata cara tindakan medik yang akan dilakukan.
2.3. Resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi.
2.4. Alternatif tindakan medik lain yang tersedia dan resikonya
masing-masing
2.5. Prognosis penyakit apabila tindakan medik tersebut dilakukan
atau tidak dilakukan.
2.6. Diagnosis
3. Pelaksanaan Informed Concent tersebut dianggap benar bila
persetujuan atau penolakan tindakan medic :
3.1. Diberikan tanpa paksaan
PROSEDUR 3.2. Diberikan setelah mendapat informasi dan penjelasan yang
diperlukan.
3.3. Dilakukan oleh pasien dewasa yang sehat mental (lebih dari 21
tahun).
3.4. Bagi pasien dewasa yang mengalami gangguan mental, tidak
sadar, persetujuan diberikan oleh orang tua/wali/curator.
4. Persetujuan tindakan medik ini diperlukan untuk tindakan medik
bedah yang menggunakan narkose umum dan redional, tindakan
medik yang beresiko tinggi, tindakan medik pada pasien gawat
darurat yang tidak sadar.
5. Bila pasien menolak dilakukan tindakan medik terhadapnya setelah
diberi penjelasan yang cukup mengenai hal tersebut maka pasien
harus menandatangani surat penolakan tindakan medik.
6. Pada tindakan beresiko tinggi dan tindakan medik bedah, Informed
Concent harus ditanda tangani oleh pasien itu sendiri, dokter yang
bertanggung jawab dan dua orang saksi.
RS Graha Mandiri
Palembang INFORMED CONCENT

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 2/2
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
7. Perluasan tindakan medik/ operasi selain tindakan medik yang telah
disetujui tidak dibenarkan dilakukan dengan alasan apapun juga
kecuali apabila perluasan tindakan medik tersebut terpaksa dilakukan
untuk menyelamatkan jiwa pasien.
8. Setelah perluasan tindakan medik/operasi sebagaimana dimaksud dalam
butir 7 dilakukan, dokter harus memberikan informasi kepada pasien
atau keluarganya.
PROSEDUR 9. Dokter yang akan melakukan tindakan medik mempunyai tanggung
jawab untuk memberikan informasi dan penjelasan yang diperlukan
apabila berhalangan informasi dan penjelasan yang harus diberikan
dapat diwakilkan kepada dokter lain dengan sepengetahuan dokter yang
bersangkutan.
Dalam hal tindakan medik yang bukan bedah (operasi) dan tindakan medik
yang invasive lainnya, informasi dapat diberikan oleh dokter lain atau
perawat dengan pengetahuan atau petunjuk dokter yang bertanggung jawab.
1. Kamar Operasi
UNIT TERKAIT 2. Instalasi Farmasi
3. Laboratorium
4. Radiologi
1. Formulir persetujuan tindakan medik beresiko tinggi.
2. Formulir persetujuan tindakan medik bedah.
DOKUMEN 3. Formulir persetujuan tindakan medik pada pasien gawat darurat
TERKAIT yang tidak sadar.
4. Formulir penolakan tindakan medik.
RS Graha Mandiri
Palembang HAK DOKTER BEDAH DAN DOKTER ANASTESI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
Suatu ketentuan yang mengatur hak dari Dokter Bedah dan Dokter
PENGERTIAN Anastesi yang bekerja di Kamar Operasi Rumah Sakit Graha
Mandiri.
TUJUAN Sebagai pedoman tatalaksana kerja Dokter Bedah dan Dokter
Anastesi di Kamar Operasi Rumah Sakit Graha Mandiri.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Setiap dokter/dokter ahli berhak menjalankan tugasnya didalam
Kamar Operasi demi kelancaran pekerjaannya.
2. Berhak mendapatkan perilaku yang sama dan adil tanpa melihat
dari bagian mana dokter/dokter ahli yang bersangkutan.
3. Didalam hal terjadinya perselisihan, berhak mengajukan
persoalannya, baik langsung maupun tidak langsung kepada
kepala kamar bedah untuk dicari penyelesaiannya.
4. Berhak untuk melakukan tugas khusus yang telah disepakati
bersama dengan Direktur Rumah Sakit.
HAK 5. Berhak memberi suara untuk pemilihan calon (misalnya calon
Ketua Komite Medik, Kepala Klinik)
6. Berhak menjadi anggota (jika dipilih) di Komite Medik, Klinik,
ataupun Sub Komite.
7. Berhak mengusulkan kepada Kepala Rumah Sakit untuk
peningkatan mutu pelayanan medis.
8. Berhak mendapatkan “Profesional Fee” dari pekerjaannya
dikamar bedah.
UNIT TERKAIT 1. Komite Medis
2. Semua Dokter Bedah dan Dokter Anastesi
RS Graha Mandiri
Palembang KEWAJIBAN DOKTER BEDAH DAN DOKTER ANESTESI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
Suatu ketentuan yang mengatur kewajiban dari Dokter Bedah dan
PENGERTIAN Dokter Anastesi yang bekerja di Kamar Operasi Rumah Sakit Graha
Mandiri.
TUJUAN Sebagai pedoman Dokter Bedah dan Dokter Anastesi yang bekerja
di Kamar Operasi Rumah Sakit Graha Mandiri.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Setiap dokter/dokter ahli mempunyai kewajiban mengikuti
rapat, dimana yang bersangkutan menjadi anggota rapat.
2. Berperan aktif dalam memberikan masukan dan saran untuk
kemajuan pelayanan di kamar operasi.
3. Bertanggung jawab atas jabatan/posisi yang dimiliki.
4. Pengertian apa itu kamar bedah sudah harus dipunyai oleh setiap
dokter /dokter ahli yang bekerja di kamar operasi.
KEWAJIBAN 5. Mematuhi segala peraturan yang ada di kamar operasi.
6. Bertanggung jawab terhadap keselamatan penderita. Tanggung
jawab ini dipukul bersama dengan bagian lain, seperti bagian
anestesiologi misalnya, dan telah dimulai sejak penderita masih
dalam persiapan pembedahan, waktu pembedahan sampai pada
perawatan pasca bedah dan sembuh.
7. Dalam hal terjadinya kematian, bertanggung jawab kepada
kepala bafian masing-masing dan juga kepada direktur RS.
Selain itu juga secara moral bertanggung jawab kepada keluarga
yang ditinggal serta berkewajiban mengisi surat kematian.
8. Dalam hal terjadinya kekeliruan/kecelakaan waktu pembedahan
maupun dalam perawatan pasca bedah, bertanggung jawab
kepada kepala bagian masing-masing direktur RS.
9. Ikut bertanggug jawab dalam hal kelestarian limgkungan kamar
bedah serta alat-alat yang ada didalamnya.
UNIT TERKAIT 1. Komite Medis
2. Semua Dokter Bedah dan Dokter Anastesi
RS Graha Mandiri
Palembang PENERIMAAN PASIEN DI
KAMAR OPERASI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

Jl.Kapten Anwar Arsyad /OK/VI/2018 01 1/1


Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Penerimaan pasien yang akan dilakukan tindakan pembedahan
diruang pre operasi dari ruang rawat atau diluar rumah sakit
Persiapan-persiapan untuk dilakukan pembedahan mencakup bio-
TUJUAN psiko-sosial-spiritual dan kelengkapan administrasi termasuk
Informed Concent dan persiapan lainnya agar proses tindakan
pembedahan dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Perawat memeriksa identitas pasien dengan menggunakan daftar
cek pre operasi (check list)
2. Perawat memastikan diagnosis pasien.
PROSEDUR 3. Perawat memastikan lokasi dan teknis operasi.
4. Perawat menggantikan baju pasien dengan baju OK.
5. Perawat ruangan melakukan serah terima dengan perawat OK.
6. Perawat ruangan memindahkan pasien ke brankard OK.
1. IGD
UNIT TERKAIT 2. Rawat Jalan
3. Rawat Inap
RS Graha Mandiri
Palembang PEMINDAHAN PASIEN

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Tempat dimana pasien dipindahkan pada satu daerah khusus yang
sudah disediakan dikamar bedah.
TUJUAN Memberikan kebebasan dalam mengangkat pasien dari ruangan.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Perawat mengantar pasien dari ruangan ke OK.
2. Stretcher dari ruangan berhenti di area non steril tempat
pemindahan pasien yang sudah dibatasi oleh spot-light tape.
PROSEDUR 3. Daerah pemindahan cukup untuk dua stretcher dengan daerah
bebas.
4. Selanjutnya pasien diterima oleh petugas OK
UNIT TERKAIT 1. Rawat Inap
2. Kamar Operasi
PELAKSANA Perawat
RS Graha Mandiri
Palembang MENCUKUR RAMBUT DAERAH OPERASI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 ½
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
Mencukur rambut pada daerah yang akan dioperasi pada pasien-
PENGERTIAN pasien yang akan dilakukan operasi/tindakan tertentu sesuai dengan
permintaan dokter.
TUJUAN 1. Membersihkan bagian yang akan dioperasi/dilakukan tinfakan.
2. Mencegah infeksi akibat rambut yang jatuh pada lukanoperasi.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Setiap pasien yang akan dilakukan operasi/tindakan tertentu
dilakukan pencukuran rambut.
2. Mencukur rambut daerah operasi dilakukan di ruangan rawat
inap atau di ruang ok
1) Persiapan alat :
a. Pisau cukur, gunting rambut.
b. Air dalam kom.
c. Washlap, handuk, perlak/alas karet.
d. Sabun, bedak.
PROSEDUR 2) Pelaksanaan :
a. Perawat menjelaskan mengenai tindakan yang akan
dilakukan kepada pasien/keluarga pasien.
b. Perawat mencuci tangan
c. Memperhatikan privacy pasien dengan menutup gorden.
d. mengatur posisi pasien, bebaskan pakaian pada daerah
yang akan dicukur.
e. Mengamati daerah yang akan dicukur apakah ada
kelainan kulit.
f. Rambut yang panjang digunting sebelum dicukur dan
dimasukkan kekantong plastik.
g. Cara mencukur rambut.
1) Secara basah : menyabuni kulit memakai washlap
dengan arah melingkar dari dalam keluar
2) Secara kering : memberikan bedak tipis-tipis secara
merata pada daerah yang akan dicukur (bedak jangan
sampai berterbangan).
h. Melakukan pencukuran dengan cara :
1) Meregangkan kulit dengan telunjuk dan ibu jari
tengah.
2) Mencukur searah tumbuh rambut (posisi alat cukur
membentuk sudut 45o dengan permukaan kulit), kulit
jangan sampai tersayat.
3) Membersihkan daerah yang telah dicukur dengan
RS Graha Mandiri
Palembang MENCUKUR RAMBUT DAERAH OPERASI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 2/2
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
sabun dan air kemudian dikeringkan ( khusus daerah
abdomen umbilical dibersihkan dengan lidi kapas )
i. Perawat menjelaskan mengenai tindakan yang akan
PROSEDUR j. Merapikan pasien dan lingkungan pasien.
k. Membereskan alat-alat.
l. Perawat mencuci tangan.
m. Mendokumentasikan pada catatan keperawatan.
1. Rawat Jalan (Poliklinik dan IGD)
UNIT TERKAIT 2. Rawat Inap
3. Kamar Operasi
RS Graha Mandiri
Palembang MEMAKAI JAS OPERASI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Pemakaian jas operasi yang steriln harus dipasang dengan benar.
TUJUAN Sebagai acuan penerpan langkah memakai jas operasi untuk
mendukung pelaksanaan tindakan bedah yang spesifik.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang kebijakan
pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri Palembang.
1. Setelah melakukan cuci tangan bedah, ambil jas operasi steril
dengan cara mengangkat ke atas secara vertikal tidak boleh
menyentuh yang tidak steril.
2. Cari tempat yang aman dengan menjauhi alat atau benda yang
steril maupun tidak steril.
3. Cari pita leher jas operasi bagian depan,kemudian sejajarkan jas
operasi dengan bahu.
PROSEDUR 4. Pegang bagian dalam jas operasi sebelah depan tepat pada garis
bahu depan dengan kedua tangan, kemudian biarkan jas operasi
terbuka sendiri. Bagian dalam jas operasi harus menghadap
ketubuh dan bawahnyatidak menyentuh lantai.
5. Dengan tangan sejajar, masukkan kedua tangan kelubang jas
operasi secara bersamaan.
6. Pita leher dan tali pinggang diikat oleh perawat sirkuler sementara
tali yang ada di daerah abdomen, perawat sirkuler menyerahkan
ujung tali ke pengguna jas dengan menggunakan korentang dan
tali tersebut diikat sendiri oleh pengguna jas setelah memakai
sarung tangan.
UNIT TERKAIT Ruang Kamar Operasi
RS Graha Mandiri
Palembang MELEPAS JAS OPERASI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Melepas jas operasi setelah operasi selesai.
TUJUAN Tidak terjadi penyebaran infeksi.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Melepaskan sarung tangan sebelah kiri dilanjutkan sebelah
kanan.
2. Pita leher dan tali pinggang dilepas oleh perawat sirkuler.
PROSEDUR 3. Membuka jas operasi mulai dengan melepas gaun tangan
sebelah kiri.
4. Melipat jas operasi dengan bagian dalam diluar dan letakkan
pada tempat yang telah disediakan.
5. Cuci tangan.
UNIT TERKAIT Ruang Kamar Operasi.
RS Graha Mandiri
Palembang KAMAR OPERASI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Tempat dimana dilakukan operasi,bersih, steril bebas dari
mikrorganisme.
TUJUAN Semua tindakan bedah dilakukan dengan memperhatikan keadaan
yang bersih dan bebas kuman.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang kebijakan
pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri Palembang.
1. Gunakan pakaian kamar operasi, topi, masker, dan gunakan
sandal kamar bedah yang disediakan.
PROSEDUR 2. Cuci tangan sebelum masuk kamar operasi.
3. Bediri di area steril bila menggunakan baju, masker, dan topi
kamar bedah
1. Dokter
UNIT TERKAIT 2. Ruang Kamar Operasi

PELAKSANA Petugas ruang Kamar Operasi.


RS Graha Mandiri
Palembang PENGGUNAAN DIATERMI / CAUTER

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
Sterilisasi diatermi/cauter adalah suatu alat yang dapat digunakan
PENGERTIAN untuk memotong jaringan dan membakar pembuluh darah yang
terpotong.
TUJUAN Disediakan sebuah mesin diametri yang mampu memotong dan
membakar jaringan.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang kebijakan
pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri Palembang.
1. Petugas memastikan Hard Swit dalam keadaan steril
2. Petugas membuat settingan sesuai dengan keinginan.
3. Petugas memasang auder dibagian badan pasien dengan kassa
basah/ jelly, setelah pasien terlentang dimeja operasi.
4. Petugas memasang Food Swi sesuai dengan tipe monopolar dan
PROSEDUR bipolar.
5. Petugas mencolok Soft Hard (monopolar dan bipolar) setelah alat
dipakai, kemudian dimasukkan ke tabel formalin untuk
disterilkan.
6. Petugas merapikan diatermi, auder dibersihkan/dibuang. Bila
memakai auder disposable.
7. Petugas menekan power OFF dan mematikan aliran listrik.
UNIT TERKAIT Kamar Operasi
RS Graha Mandiri
Palembang PERSIAPAN GAS MEDIK

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Gas medik terdiri dari O2 dan N2O.
TUJUAN Untuk membantu induksi pasien sebelum operasi.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Gas medis dicek setiap saat oleh asisten anestesi terlebih dahulu
tekanan O2 dari sentral
2. Gas medis N2O tetap di cek tiap hari dan harus ada cadangan di
kamar bedah.
PROSEDUR 3. Bila ada alarm pada meteran O2 yang dihubungi adalah bagian
pemeliharaan.
4. Bila ada problem dengan N2O dan O2 yang duhubungi bagian
pemeliharaan. Gas N2O dan O2 ditandai dengan biru-putih.
UNIT TERKAIT 1. Kamar Operasi
2. IPSRS
RS Graha Mandiri
Palembang STOP KONTAK

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Stop kontak ialah alat untuk mematikan dan menghidupkan arus
listrik.
Agar mesin-mesin yang ada di kamar bedah yang menggunakan
TUJUAN arus listrik teraliri dengan arus listrik dan dapat berfungi dengan
baik.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Stop kontak selalu ada dalam ruangan operasi.
2. Tiap hari di cek apakah ada yang rusak karena bisa merusak alat
PROSEDUR yang lain.
3. Bila ada yang rusak hubungi bagian listrik pemeliharaan.
UNIT TERKAIT Kamar Operasi

RS Graha Mandiri
Palembang SUCTION APPARATUS
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Suction adalah alat untuk menghisap lender, darah, pus saat operasi
berlangsung.
TUJUAN Untuk membantu menghisap lender, darah, pus saat operasi
berlangsung.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Penghisap lender, darah, pus berada di tiap kamar bedah.
2. Sebelum operasi alat di cek apakah berfungsi baik atau tidak.
3. Selang suction dan konektor harus terpasang rapi dan tidak
PROSEDUR mudah lepas.
4. Harus ada mesin suction ekstra sebab bila ada yang rusak ada
penggantinya.
5. Ada pemeriksaan berkala tiap tiga bulan sekali oleh petugas
elektromedika/unit pemeliharaan alat kesehatan.
UNIT TERKAIT Kamar Operasi

RS Graha Mandiri
Palembang PEMELIHARAAN ALAT

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Memelihara alat yang ada di kamar bedah
TUJUAN Semua alat yang ada di kamar bedah selalu aman dan siap untuk
dipakai.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Alat Metal
a. Instrumen setelah dipakai, cuci bersih dengan sabun dan
disikat dengan air mengalir.
b. Keringkan dan setting alat.
c. Bungkus dengan kain dan cantumkan nama instrumen.
d. Sterilkan dengan autoclave.
e. Setelah steril simpan di lemari tertutup.
f. Untuk instrumen tertentu seperti mata bor, hati-hati jangan
sampai tumpang tindih dalam penyimpanan.
g. Untuk alat yang sudah rusak atau mulai rusak dipisahkan
dan ditandai dengan benang.
2. Alat Karet
a. Dicuci bersih dengan sabun dan air mengalir setelah dipakai.
b. Keringkan.
c. Sterilkan dengan autoclove.
d. Kemudian simpan di tempat yang disediakan
3. Alat Linen
a. Gaun, doek lubang dan linen yang lainnya setelah operasi
PROSEDUR dibersihkan dari sisa-sisa darah.
b. Masukkan ke laundry bag.
c. Petugas laundry mengambil linen dibawa ke laundry untuk
dicuci.
d. Petugas laundry mengirim kembali linen yang bersih
4. Gaun dan linen dilipat oleh petugas kamar bedah
5. Alat-alat TUR-P/B :
a. Selesai operasi instrumen TUR-P/B dicuci bersih dengan
sabun di air mengalir dan dikeringkan.
b. Untuk lensa setelah dikeringkan, disimpan pada baki yang
telah disediakan.
6. Alat Elektronik
a. Semua alat elektronik (cauter, suction, light source)
dibersihkan dengan kain basah pada permukaan saja.
b. Dikalibrasi secara berkala dan lembaran service ditempatkan
disamping alat tersebut.
UNIT TERKAIT Kamar Operasi

RS Graha Mandiri
Palembang PROGRAM PEMELIHARAAN RUANGAN

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Suatu rencana yang teratur dan berkesinambungan dari
pemeliharaan ruangan.
TUJUAN Agar ruangan terpelihara dengan baik dan siap digunakan.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Perawat mencatat seluruh ruangan yang ada.
2. Perawat membuat program pemeliharaan ruangan.
PROSEDUR 3. Perawat membuat pencatatan pemeliharaan ruangan,
ditempatkan didalam ruangan yang ada.
UNIT TERKAIT Kamar Operasi

RS Graha Mandiri
Palembang PENGATURAN TEMPERATUR RUANGAN

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Pengaturan temperatur ruangan ialah suatu cara untuk mengatur
suhu dalam ruangan.
TUJUAN Pengaturan temperatur ruangan digunakan untuk mengukur suhu
dalam ruangan sementara operasi.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Petugas mengukur suhu berada di setiap kamar bedah dikusen
jendela kaca.
2. Orang pertama yang masuk kamar bedah pada pagi atau oncall
yang mengecek pengukur suhu tersebut.
PROSEDUR 3. Apabila tidak sesuai dengan suhu yang diinginkan sesuai dengan
standar 19-22o c dengan kelembaban 45-60% harap segera cek
AC.
4. Apabila ada yang rusak harap lapor kepada bagian
pemeliharaan.
UNIT TERKAIT Kamar Operasi

RS Graha Mandiri
Palembang STERILISASI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Pengolahan alat/ bahan untuk menghancurkan semua bentuk
kehidupan mikroorganisme termasuk spora.
TUJUAN Alat dan bahan-bahan kesehatan menjadi steril bebas kuman
penyakit.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Alat/instrumen dimasukkan dalam alat sterilisator.
2. Alat sterilisator diatur sesuai ukuran yang dibutuhkan.
3. Setelah alat steril sesuai waktu penyeterilan, alat diangkat keluar
PROSEDUR dari alat sterilisator dan diletakkan di dalam tromol khusus
selama 10-15 menit.
4. Alat instrumen dibawa dan dipindahkan kedalam ruangan
penyimpanan alat steril.
UNIT TERKAIT Kamar Operasi.

RS Graha Mandiri
Palembang DAERAH STERIL DAN NON STERIL

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
Daerah yang memiliki batas-batas yang ditentukan dengan
PENGERTIAN pemasangan spot-light tape yang berbeda warna, kuning untuk semi
steril dan merah untuk steril.
Agar perawat dan dokter mengetahui daerah mana yang mereka
TUJUAN lalui dalam upaya mempertahankan kesterilan udara, peralatan/
instrumentasi dan ruangan operasi.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Masuk ke unit ke kamar bedah langsung membuka alas kaki dari
luar ruangan operasi.
2. Masuk ke ruang bebas terbatas (non steril) melewati spot light
warna hijau.
PROSEDUR 3. Melewati daerah non steril masuk ke dalam semi steril ditandai
dengan spot light warna kuning dan langsung memakai sandal
warna biru.
4. Kalau masuk ke daerah steril harus melewati spot light warna
merah.

UNIT TERKAIT Kamar Operasi


PELAKSANA Petugas Kamar Operasi

RS Graha Mandiri
Palembang STERILISASI RUANG OPERASI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
DR.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
Suatu kegiatan sterilisasi ruangan yang dilakukan secara
PENGERTIAN menyeluruh pada setiap kamar bedah dengan menggunakan sinar
ultraviolet terutama setelah digunakan pada kasus kasus infeksi
TUJUAN Untuk menjaga dan meningkatkan sterilisasi ruangan operasi
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Pembersihan ruangan secara menyeluruh
a. Kegiatan pembersihan dilakukan diantara dua operasi setiap
hari, pembersihan meliputi pel dan mengelap bagian-bagian
di kamar bedah yang kotor akibat dari tindakan operasi.
b. Kegiatan pembersihan secara menyeluruh dilakukan satu
kali dalam seminggu setiap hari sabtu.
c. Kegiatan pembersihan rutin ruangan dilakukan mulai dari
pukul 08.00 s.d 11.00 WIB
d. Setiap ada kegiatan pembersihan menyeluruh disiapkan satu
PROSEDUR kamar operasi untuk persiapan apabila cyto operasi.

2. Sterilisasi ruangan dengan sinar ultraviolet.


a. Setiap ruangan yang akan disterilkan dengan ultraviolet,
tidak boleh ada obat-obatan ataupun cairan antiseptik di
dalamnya.
b. Ruangan harus dalam keadaan tertutup dan beri keterangan
bahwa ruangan tersebut sedang dilakukan sterilisasi
ultraviolet.
c. Ruangan boleh dibuka atau digunakan kembali setelah satu
jam mesin ultraviolet dimatikan.
UNIT TERKAIT Kamar Operasi

RS Graha Mandiri
Palembang MERENDAM INSTRUMEN SETELAH OPERASI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Kegiatan merendam instrumen bedah yang telah selesai operasi.
1. Mencegah terjadinya infeksi nosokomial pada pasien lain yang
TUJUAN disebabkan pemakaian instrumen.
2. Menjaga sterilisasi instrumen bedah.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Setelah selesai digunakan, instrumen bedah dibawa ke ruang
cuci dan dibilas dalam air yang mengalir untuk membershkan
darah atau kotoran yang menempel pada instrumen.
2. Setelah instrumen dibilas kemudian direndam yang lamanya
tergantung dari proses operasi :
a. Untuk kasus HbSAg positif dan kanker, alat direndam
PROSEDUR dalam larutan Helizyme 1 % selama 5 menit kemudian
direndam dalam larutan Stabimed 2 % selama 15 menit lalu
di sterilkan.
b. Untuk operasi kotor (faces, gangren, abses) alat direndam
dalam larutan Helizyme 1 % selama 5 menit kemudian
direndam dalam larutan Stabimed 2 % selama 15 menit lalu
di sterilkan.
UNIT TERKAIT Kamar Operasi

RS Graha Mandiri
Palembang MENCUCI TANGAN

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Cuci tangan biasa adalah serangkaian proses kegiatan mencuci
tangan untuk keperluan rutin.
TUJUAN 1. Untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Persiapan Alat
 Air bersih dan mengalir
 Sabun dalam tempatnya
2. Pelaksanaan
 Petugas melepaskan semua perhiasan dan jam tangan
 Petugas memakai sabun secukupnya dan digosokkan
kedua telapak tangan.
 Petuga menggosokkan satu telapak tangan ke punggung
tangan yang lain (bergantian kanan dan kiri)
PROSEDUR  Petugas menggosokkan telapak tangan lagi, tetapi
dengan saling silang.
 Petugas menggosokkan punggung jari-jari pada telapak
tangan yang lain (bergantian kanan dan kiri)
 Petugas menggosokkan ujung jari-jari pada telapak
tangan (bergantian kanan dan kiri)
 Petugas menggenggam dan putar-putar ibu jari didalam
tangan (bergantian kanan dan kiri)
 Petugas memutar telapak tangan kepunggung tangan
yang lain (bergantian kanan dan kiri)
 Petugas mencuci tangan dilakukan selama 3 menit.
 Petugas mengeringkan tangan dengan lap tangan
(handuk tangan)
UNIT TERKAIT Seluruh Karyawan

RS Graha Mandiri
Palembang PEMASTIAN TEKNIK PEMBEDAHAN

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Suatu cara untuk menentukan lokasi dan teknik pembedahan.
Untuk menentukan teknik pembedahan dan approach yang terbaik
TUJUAN sesuai dengan keadaan pasien, kelainannya dan diagnosa serta hasil
pemeriksaan penunjang.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Perawat membaca order dokter dan menanyakan kepada pasien
keluhan dan daerah penyakitnya.
2. Perawat melakukan pemeriksaan dan memberi tanda lokasi
operasi
3. Perawat memberitahukan kepada dokter bedah dan menanyakan
PROSEDUR kepada dokter teknik operasi yang dilakukan.
4. Bila memerlukan pencukuran lokasi operasi dapat dilakukan <
1 jam sebelum insisi.
5. Perawat instrumen mempersiapkan instrumen dan kperluan
teknik operasi tersebut.
1. IGD
UNIT TERKAIT 2. Rawat Jalan
3. Rawat Inap

RS Graha Mandiri
Palembang PENGENDALIAN INFEKSI DAN PERLINDUNGAN DARI
PENULARAN PENYAKIT HIV / HEPATITIS

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

Jl.Kapten Anwar Arsyad /OK/VI/2018 01 1/1


Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Prosedur yang mengatur pengendalian dan perlindungan dari
penularan peyakit seperti hepatitis dan HIV
TUJUAN Agar ada pencegahan atau pengendalian dari penyakit hepatitis atau
HIV
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Perawat menerima pasien di OK dengan memperhatikan
penyakit yang ada pada pasien tersebut.
2. Bila ditemukan pasien dengan penyakit menular seperti hepatitis
atau HIV perawat mempersiapkan alat dan personil khusus.
3. Petugas memakai Double Glove.
4. Perawat menggunakan Apron plastik.
5. Setelah operasi dilakukan, perawat meletakkan semua linen
pada 1 (satu) wadah khusus untuk dibersihkan dari darah dan
PROSEDUR direndam dengan cair desinfektan yang enzymatik selama 24
jam dan dibawa ke laundry.
6. Perawat meletakkan instrumen operasi pada wadah khusus,
untuk bilas dari darah dan direndam dengan cairan desinfektan
enxymatik, disikat dibawah air mengalir.
7. Petugas mensterilkan alat dan linen kembali, bila perlu diperiksa
ke laboratorium.
8. Ruangan langsung dibersihkan.
1. IGD
2. Rawat Inap
UNIT TERKAIT 3. Laboratorium
4. Laundry

RS Graha Mandiri
Palembang PERMINTAAN BARANG-BARANG RUTIN LOGISTIK

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
1. Barang-barang rutin adalah barang dibutuhkan untuk kegiatan
pelayanan sehari-hari di Kamar Operasi yang tersedia di gudang
logistik dan gudang farmasi RS Graha Mandiri.
PENGERTIAN 2. Yang termasuk barang-barang rutin meliputi : barang rumah
tangga, barang tehnik/ kelontongan, barang cetak, alat tulis
kantor dan alat tenun.
TUJUAN Terpenuhinya kebutuhan akan logistik di Kamar Operasi, untuk
memperlancar pelayanan tindakan pembedahan.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Permintaan disetiap awal bulan oleh Penanggung Jawab
Logistik dan di tanda tangani oleh Kepala Kamar Operasi
disertakan dengan laporan pemakaian barang yang dditerima
bulan sebelumnya.
2. Permintaan diajukan ke bagian logistik terkait.
3. Pengaturan barang yang diterima menjadi tanggung jawab dari
Penanggung Jawab Logistik untuk pendistribusiannya.
4. Dalam keadaan mendesak diluar waktu yang telah ditentukan,
PROSEDUR barang dapat diminta dengan menggunakan bon sementara
(formulir disediakan oleh logistik) dan ditanda tangani oleh
Kepala Kamar Operasi.
5. Barang yang sudah di bon dan sudah dicantumkan kembali
dalam permintaan bulan berikutnya.
6. Semua barang yang telah dierima dari logistik dicatat dalam
buku penerimaan barang di Kamar Operasi sejumlah barang
yang diterima.
UNIT TERKAIT 1. Kamar Operasi
2. Sub Bagian Kelengkapan dan Rumah Tangga (Logistik)

RS Graha Mandiri
Palembang PEMELIHARAAN ALAT OPERASI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
Upaya berkala untuk menjamin ketersediaan alat operasi dalam
PENGERTIAN kondisi optimal dan siap pakai melalui program pemeliharaan dan
perbaikan alat-alat secara berkala.
TUJUAN 1. Terjaminnya kelancaran pelayanan pembedahan
2. Terpeliharanya sarana maupun prasarana instalasi bedah.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Membuat jadwal pengecekan, pemeliharaan dan penggantian
inventaris.
2. Pelaksanaan kegiatan pengecekan dan pemeliharaan.
3. Pendataan peralatan yang rusak/habis pakai.
PROSEDUR 4. Pengecekan peralatan yang rusak dan masih bisa diperbaiki.
5. Perbaikan oleh petugas ruangan (bagian teknis)
6. Pelaporan kepada pemeliharaan rumah sakit bilamana kerusakan
tidak dapat diperbaiki.
7. Evaluasi hasil pelaporan dan hasil perbaikan.
UNIT TERKAIT Kamar Operasi

RS Graha Mandiri
Palembang MEMASANG GURITA

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Membantu menggunakan gurita pada pasien-pasien post operasi dan
post partum.
1. Memberikan rasa nyaman.
TUJUAN 2. Membantu mempercepat penyembuhan luka
3. Mengurangi rasa sakit apabila bergerak atau batuk.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Menyiapkan gurita
2. Menjelaskan pada pasien tentang tindakan yang akan
dilakukan.
3. Menjaga privacy pasien.
4. Perawat mencuci tangan
5. Membantu pasien dalam posisi terlentang, membebaskan
pakaian pasien di daerah yang akan dipasng gurita.
PROSEDUR 6. Memasang gurita di bawah badan sesuai kebutuhan.
7. Mengikat tali gurita dengan kuat dan rapi, simpul tidak
diatas luka. Mengikatat dengan simpul hidup, daerah
diafragma jangan diikat terlalu kuat. Untuk pasien post
partum, ikatan pertama dilakukan pada batas perabaan
fundus uteri lalu kearah bawah, kemudian keatas.
8. Merapikan pasien dan lingkungan.
9. Perawat mencuci tangan.
UNIT TERKAIT 1. Rawat Inap
2. OK
3. VK

RS Graha Mandiri
Palembang PERAWATAN PASIEN PASCA BEDAH

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Suatu tindakan perawatan yang dilakukan setelah operasi.
TUJUAN Agar pasien terhindar dari infeksi dan pasien merasa nyaman.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Selama 2 jam pertama, awasi tanda-tanda vital dan perdarahan
setiap 30 menit.
2. Infus, catheter drain yang terpasang perlu diperhatikan, laporan
bila terdapat kelainan pada produksi drain/catheter.
3. Jaga agar saluran nafas tetap lancar.
4. Pasien yang belum sadar jangan diberi bantal agar tidak
menyumbat saluran pernafasan.
PROSEDUR 5. Usahakan agar pasien selalu mendapat situasi yang tenang dan
nyaman.
6. Anjurkan pasien untuk :
a. Melakukan nafas dalam untuk mencegah komplikasi paru
akibat pembiusan.
b. Bila meraskan ada lendir ditenggorokan, anjurkan klien
untuk batuk secara efektif,
c. Jika pasin tidak sadar, lakukan suction dengan hati-hati.
7. Basahi bibir pasien dengan kapas/ kassa basah bila pasien belum
diizinkan minum.
8. Bila pasien sudah sadar berilah minum secara bertahap dengan
sesendok air putih.
9. Sikap tidur pasien disesuaikan dengan jenis operasi, misalnya
post tonsilektomy : tidur miring, untuk pasien dengan spinal
anestesi, anjurkan pasien untuk tidak bangun/duduk selama 24
jam.
10. Lakukan mobilisasi secara bertahap (miring, duduk, berdiri,
jalan untuk memulihkan fungsi pencernaan dan mencegah
dekubitus).
11. Untuk pasien post operasi dengan spinal anestesi biasanya boleh
makan, minum 1-2 jam post operasi.
12. Perawatan luka
a. Cegah luka terkontaminasi dengan lingkungan sekitar.
b. Hindari luka terkena air.
c. Lakukan GV sesuai intruksi dokter.
UNIT TERKAIT 1. Rawat Jalan
2. Rawat Inap

RS Graha Mandiri
Palembang PENGHITUNGAN KASSA / INSTRUMEN

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Prosedur kassa dan instrumen adalah suatu cara persiapan instrumen
/ kassa pada setap operasi di kamar bedah.
1. Untuk persiapan operasi
2. Agar kebutuhan instrumen terpenuhi pada saat operasi
TUJUAN 3. Agar operasi berjalan lancar
4. Menghindari tertinggalnya alat / kassa ditubuh pasien
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Perawat instrumen menyiapkan meja instrumen, meja mayo,
instrumen sesuai kebutuhan, sarung tangan steril sesuai
kebutuhan, benang sesuai kebutuhan.
2. Perawat instrumen menyiapkan instrumen di meja instrumen.
3. Perawat instrumen membuka linen pembungkus instrumen yang
sudah steril.
4. Perawat instrumen membungkus meja mayo dengan sarung
khusus kemudian tutup dengan towel.
PROSEDUR 5. Perawat instrumen menyusun instrumen diatas meja mayo
sesuai urutan pemakaian.
6. Perawat instrumen menyiapkan benang dan kassa yang
dibutuhkan.
7. Perawat instrumen menghitung dan catat kassa dan instrumen
sebelum dan sesudah operasi serta perawat instrumen
bertanggungjawab dalam penghitungan kasssa dan alat.
8. Perawat akan melakukan penghitungan ulang dan pencarian
hingga ketemu apabila terjadi ketidaksesuaian penghitungan
kassa dan instrumen.
9. Dokter akan melakukan pemeriksaan dengan x-ray bila masih
ada ketidaksesuaian, untuk kassa khusus pada operasi
laparatomi.
10. Dokter akan melakukan pembedahan kembali jika ditemukan
instrumen didalam tubuh pasien.
11. Perawat membungkus alat linen yang sudah kotor kedalam
trolly.
12. Petugas mendorong instrumen dan trolly ke tempat pencucian
alat dan bawa instrumen yang sudah bersih ke tempat sterilisasi.
13. Petugas merapihkan ruang operasi.
UNIT TERKAIT Kamar Operasi

RS Graha Mandiri
Palembang PENGHITUNGAN KASSA SEBELUM DAN
SESUDAH OPERASI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
1. Penghitungan kassa dilakukan sebelum dan sesudah tindakan
pembedahan, jumlah kassa harus sesuai dengan jumlah kassa
sebeelum dan sesudah operasi
PENGERTIAN 2. Jenis kassa yang dibutuhkan adalah kain kassa, pembalut segi
empat bertali satu, roll kassa, kassa deper, kassa lainnya yang
digunakan selama sesudah operasi.
TUJUAN Mengetahui jumlah pemakaian kassa selama operasi dan mencegah
tertinggalnya kassa dalam tubuh pasien selama operasi.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Hitung jumlah kassa dan sejenisnya sebelum melakukan
tindakan operasi, catat dipapan tulis dan dilembar check list oleh
perawat sirkuler.
2. Catat ada penambahan kassa selama operasi berlangsung.
3. Kassa yang sudah terpakai dihitung, dicatat dan dibuang ke
tempat limbah medis (infeksius).
PROSEDUR 4. Bila kassa segi empat bertali atau roli kassa, ujung tali atau
ujung kassa bagian luar disatuken dengan doek klem.
5. Hitung ulang jumlah kassa yang terpakai dan yang terpakai
cocokan dengan jumlah persediaan awal sebelum luka operasi
ditutup, informasikan kepada perawat instrumen, operator atau
kepala asisten operator kemudian dicatat dalam form catatann
perawat.
UNIT TERKAIT Kamar Operasi

RS Graha Mandiri KETIDAKSESUAIAN JUMLAH KASSA SEBELUM DAN


Palembang SESUDAH TINDAKAN OPERASI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018 dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
Ketidaksesuaian jumlah kassa sebelum dan sesudah tindakan
operasi adalah jumlah perhitungan kassa yang digunakan saat
PENGERTIAN tindakan operasi, apakah kurang, sesuai atau lebih dari standar (10
buah)
TUJUAN Mengetahui jumlah pemakaian kassa selama operasi dan mencegah
tertinggalnya kassa dalam tubuh pasien selama operasi.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Instrumentator menhitung jumlah kassa yang terdapat diatas meja
instrumen dan meja operasi.
2. Jika terdapat ketidaksesuaian jumlah kassa sebelum dan sesudah
operasi (jumlah kassa kurang dari yang seharusnya) maka
instrumen melaporkan kekurangan tersebut pada operator bedah.
3. Instrumen dibantu on loop mencari kassa yang jatuh / terbuang
ditempat sampah dan disekitar meja operasi.
4. Jika belum ditemukan, maka petugas on loop mencari kassa yang
jatuh/terbuang ditempat sampah dan disekitar meja operasi.
5. Untuk tindakan sc, selain mencari kassa ditempat sampah dan
sekitar meja operasi, on loop mencari di tempat bayi, atau
tanyakan pada orang yang sebelumnya berhubungan langsung
dengan tindakan operasi.
6. Jika belum ditemukan, maka operator bersama asisten mencari
PROSEDUR kassa yang hilang pada area operasi.
7. Jika keempat prosedur tersebut sudah dilakukan, tetapi kassa belum
juga ditemukan dan luka operasi sudah ditutup (tak memungkinkan
untuk dilakukan eksplorasi pada area operasi) maka hubungi
instansi radiologi untuk dilakukan rontgen mencari kassa yang
hilang pada area operasi
8. Petugas radiologi diterima di ruang transfer dengan menggunakan
pakaian operasi dan alat radiologi yang ditutupi duk khusus kamar
operasi, masuk ke kamar operasi didampingi petugas kamar bedah.
9. Setelah tindakan rontgen dilakukan, alat dan petugas rontgen
keluar sesuai jalur pasien operasi.
10. Tim bedah menunggu informasi hasil rontgen pasien, jika hasil
rontgen menunjukkan kassa tertinggal pada area operasi, maka tim
bedah kembali melakukan eksplorasi dan mengambil kassa yang
tertinggal. Jika hasil rontgen menunjukkan tidak terdapat kassa,
tindakan pencarian kassa dinyatakan selesai.
UNIT TERKAIT Kamar Operasi

RS Graha Mandiri PERSIAPAN ALAT UNTUK ANESTESI


Palembang UMUM DAN REGIONAL

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Menyiapkan alat sebelum melakukan tindakan anestesi umum dan
regional
TUJUAN Untuk menyimpan alat-alat yang digunakan pada tindakan anestesi
umum dan regional.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Persiapan Alat
a. Aparatus mesin anestesi.
b. Alat intubasi
c. Alat resusitasi.
d. Alat monitoring
e. Alat untuk regional
f. Perlengkapan meja operasi
PROSEDUR g. Suction pump
h. Standar infus
2. Pelaksanaan
a. Periksa kelengkapan dan fungsi seluruh peralatan pada
anestesi
b. Sambungkan selang gas anestesi (N2O + O2) ke sumbernya.
c. Sambungankan kabel-kabel listrik dari peralatan yang
diperlukan kesumbernya.
UNIT TERKAIT Kamar Operasi

RS Graha Mandiri
Palembang PENCATATAN CATATAN ANESTESI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Catatan medik tentang perjalanan tindakan anestesi (yang telah
dilakukan) dan ditulis secara jelas dan terperinci.
Sebagai catatan perjalanan tindakan anestesi yang telah dilakukan
TUJUAN guna :
1. Informasi kepada dokter, pasien dan yang berkepentingan.
2. Dapat digunakan sebagai bahan penelitian.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Dokter anestesi wajib menuliskan dengan lengkap, yaitu tentang
a. Identitas pasien :
 Nama
 Umur
 Tanggal
 Ruangan
 Nomor record
b. Nama ahli anestesi
c. Nama ahli bedah
d. Diagnosa pra bedah
e. Jenis operasi
f. Lama operasi
g. Jenis anestesi
h. Lama anestesi
2. Membuat keadaan pra bedah : HB, HT
3. Melaporkan status fisik : ASA
4. Melaporkan selama pelaksanaan anestesi.
a. Tindakan anestesi
PROSEDUR b. Relaksasi
c. Tehnik anestesi
d. Respirasi
e. Posisi
f. Premedikasi
g. Medikasi
5. Melaporkan stadium operasi
6. Melaporkan jumlah medikasi
7. Melaporkan hipersensitivitas/alergi
8. Melaporkan sebab kematian
9. Menandatangani laporan anestesi secara bertanggung jawab
UNIT TERKAIT 1. Kamar Operasi
2. SMF Anestesi

RS Graha Mandiri
Palembang PREMEDIKASI SEBELUM PASIEN DIOPERASI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN


/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Menyiapkan fisik dan mental pasien dalam menghadapi anestesi
dengan cara pemberian sedasi, analgetik dan tranquilizer.
1. Memberikan ras aman dan ketenangan
a. Menghilangkan kecemasan
b. Menbuat anestesi.
c. Mengurangi rasa sakit dan mencegah muntah
TUJUAN 2. Memudahkan / memperlancar induksi
3. Mengurangi jumlah obat-obat anestesi
4. Menekan reflek-reflek yang tidak diinginkan
5. Mengurangi sekresi kelenjar saluran nafas
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Persiapan
a. Siapkan obat-obatan induksi yang telah direncanakan
b. Siapkan alat-alat penunjang, kapas, alcohol, plester, dll
c. Siapkan obat-obatan induksi yang dibutuhkan
d. Pastikan monitor terpasang baik
e. Pastikan mesin anestesi dan gas anestesi berjalan baik
2. Pelaksanaan
a. Beritahu pasien sebelum dilakukan anestesi dan tuntun
PROSEDUR pasien berdoa.
b. Pasang EKG monitor
c. Siapkan obat-obat yang akan dipakai
d. Lakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik, sebelum
premedikasi diberikan
e. Siapkan obat premedikasi
f. Berikan obat sesuai dengan dosis (umur, berat badan sesuai
derajat depresi psikis/fisik)
g. Observasi pasien setiap pemberian obat mencakup reaksi
obat, tanda-tanda vital, tekanan darah, nadi, suhu,
pernapasan.
h. Lakukan pencatatan anestesi (jenis obat, dosis, jam
pemberian, tehnik pemberian serta reaksi yang timbul)
UNIT TERKAIT 1. Dokter dan Penata Anestesi
2. OK

RS Graha Mandiri
Palembang PASCA ANESTESI
NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1

Jl.Kapten Anwar Arsyad


Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Pengakhiran pemberian obat-obat anestesi hingga pasien sadar dan
kembali ke ruangan.
TUJUAN Membangunkan pasien dan menghilangkan semua efek samping
dari prosedur anestesi.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Mengembalikan kesadaran pasien dan menjaga kestabilan tanda-
tanda vital.
2. Menjaga keamanan dan kenyamanan pasien setelah prosedur
anestesi.
3. Menghilangkan rasa nyeri, mual dan muntah setelah prosedur
PROSEDUR anestesi.
4. Observasi di ruang pemulihan hingga pindah ke ruang rawat
inap dengan menggunakan kriteria Aldrette.
5. Observasi dan perawatan pasca anestesi bila terjadi komplikasi
atau gangguan lain.
UNIT TERKAIT 1. Kamar Operasi
2. Rawat Inap
RS Graha Mandiri DURANTE ANESTESI
Palembang

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR JUNI 2018
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Tindakan dan prosedur anestesi yang dilakukan selama proses
pembedahan.
TUJUAN Menciptakan kondisi yang aman dan nyaman terhadap pasien dan
operator selama proses pembedahan.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Pemilihan obat-obat anestesi yang digunakan.
PROSEDUR 2. Pemilihan teknik-teknik anestesi yang digunakan.
3. Obesevesi status fisiologis pasien dan temuan selama pemberian
anestesi.
UNIT TERKAIT Kamar Operasi
RS Graha Mandiri
Palembang ANESTESI PADA BEDAH SEKSIO CAESAREA

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/2
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
Adalah anestesi untuk pembedaan yang membuka peritonium
PENGERTIAN rongga perut dan memerlukam relaksasi otot yang sempurna dengan
mempertimbangkan 2 nyawa.
 Foto toraks.
PEMERIKSAAN  Pemerikasaan EKGdimintakan bila perlu.
PENUNJANG  Laboratorium :
- Pemeriksaan darah rutin dan urin rutin.
- Pemeriksaan lain atas indikasi.
KONSULTASI Dokter spesialis lain sesuai dengan kelainan sistemik yang ada
PENATALAKSANAAN ANESTESI
 Hindari narkotika dan barbiturate.
 Antiolinergik (atropine dan skopamin) dapat diberikan.
PREMEDIKASI  Sedative dan anti emetic boleh diberikan dengan dosis kecil.
 Dianjurkan memberikan obat yang dapat menaikkan pH isi
lambung setengah sampai 1 jam sebelum anestesi.
 Dipasang kateter /jarum IV dan infuse.
 Induksi IV thiopental (3-5 mg/kg),ketamin (1-1,5 mg/ kg).
 Sebaiknya dilakukan induksi cepat,khususnya pada operasi
INDUKSI mendadak.
 Dapat juga dilakukan anagesia spinal atau epidural,tempat
penyuntikan setinggi L 3-5
 Anestesia inhalasi dapat diberikan N20 +O2,bila perlu ditambah
obat inhalasi.
 Tambahan narkotika dan barbiturate boleh diberikan jika bayi
sudah lahir.
PEMELIHARAAN  Pada analgesia spinal yang efeknya sudah pulih saat operasi
ANESTESI masih berlangsung dapat diteruskan dengan anestesi umum.
 Pada analgesia epidural, tambahan obat dapat diberikan melalui
kateter epidural yang sudah dipasang sebelumnya.

 Pemberian obat penawar selalu dipertimbangkan jika


PENGAKHIRAN menggunakan obat pelumpuh otot non depolarisasi.
ANESTESI  Ekstubasi dilakukan jika pasien sudah bernafas spoontan
adekuat atau jika sudah sadar.
PERAWATAN  Pasieh harus dirawat di Rumah Sakit.
RUMAH SAKIT
RS Graha Mandiri
Palembang ANESTESI PADA BEDAH SEKSIO CAESAREA

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 2/2
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
 Hipotensi atau hipertensi
 Komplikasi analgesia subarakhnoid
KOMPLIKASI  Pendarahan
 Aspirasi
 Hipoksia
INFORMED
CONCENT Diperlukan

LAMA Disesuaikan dengan lama tindakan bedah.


PERAWATAN
 Ibu akan bangun tanpa komplikasi dan bayi dengan nilai
APGAR optimal.
OUTPUT  Ibu dan bayi bangun dengan komplikasi sementara.
 Ibu dan bayi bangun dengan komplikasi menetap.
RS Graha Mandiri
Palembang ANESTESI PADA BEDAH HERNIOTOMI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Adalah anestesia untuk pembedahan yang membuka peritoneum
rongga perut dan memrlukan relaksasi otot yang sempurna.
 Foto toraks.
PEMERIKSAAN  Pemerikasaan EKG dimintakan bila perlu.
PENUNJANG  Laboratorium : pemeriksaan darah rutin dan urin rutin.
Pemeriksaan lain atas indiksi.
KONSULTASI Dokter spesialis lain sesuai dengan kelainan sistemik yang ada
PENATALAKSANAAN ANESTESI
PREMEDIKASI  Disesuaikan dengan ketentuan dasar
 Dipergunakan satu atau kombinasi.
 Salah satu obat intravena
 Tidak selalu perlu dilakukan intubasi
 Untuk operasi mendadak digunakan cara induksi cepat
INDUKSI  Dapat dipergunakan analgesia rubarachnoid blok setinggi T7-
T10.
 Dapat juga dipergunakan analgesia epidural
PEMELIHARAAN  Dapat dilaksanakan dengan nafas spontan atau di intubasi dan
ANESTESI disuplementasi dengan obat pelumpuh otot.
 Dapat dilakukan kombinasi anestesi dan analgesia regional.
 Pemberian obat penawar selalu dipertimbangkan jika
PENGAKHIRAN menggunakan obat pelumpuh otot non depolarisasi.
ANESTESI  Ekstubasi dilakukan jika pasien sudah benafas spontan adekuat
atau jika sudah sadar.
PERAWATAN Pasien harus di rawat di Rumah Sakit.
RUMAH SAKIT
 Hipotensi.
 Analgesia subarachnoid sering memberikan komplikasi pusing
KOMPLIKASI yang berkepanjangan
 Hernia inkarserata yang lama sering disertai gangguan cairan
dan elektrolit.
INFORMED Diperlukan
CONCENT
LAMA Disesuaikan dengan lama tindakan bedah
PERAWATAN
 Pasien sadar tanpa konplikasi
OUTPUT  Pasien sadar dengan konplikasi sementara
 Pasien sadar dengan konplikasi menetap
RS Graha Mandiri
Palembang ANESTESI PADA BAYI DAN ANAK

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/2
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Adalah anestesi untuk pembedahan pada bayi dan anak dengan
berbagai kasus.
 Foto thoraks.
PEMERIKSAAN  Pemerikasaan EKG dimintakan bila perlu.
PENUNJANG  Laboratorium : pemeriksaan darah rutin. Pemerikasaan lain atas
indikasi.
KONSULTASI Dokter spesialis anak bila diperlukan.
PENATALAKSANAAN ANESTESI
 BB < 10KG tidak perlu premedikasi sedatif dan narkotik, untuk
PREMEDIKASI BB > 10KG diberikan atas indikasi.
 Sulfas atropine diberikan atas indikasi.
 Kanulasi i. V dalam keadaan sulit, induksi dapat dilakukan lebih
INDUKSI dulu dengan inhalasi.
 Induksi dapat dilakukan secara i. V atau inhalasi atau i. M.
 Intubasi diperlukan untuk operasi lama dan atas indikasi.
 Ruang rugi dan resistensi respirasi minimal
 BB < 20KG mempergunakan sirkuit khusus (jakson ress, ayre t
piece, atau lainnya)
 Obat anastetik disesuaikan dengan kebutuhan dan ada tidaknya
PEMELIHARAAN kelainan sistemik pada pasien.
ANESTESI  Nafas kendali dan obat pelumpuh otot diberikan atas indikasi.
 Stetoskop prekordial hendaknya selalu terpasang
 Pengawasan pemberian cairan infuse dan transfuse harus
cermat.
 Pengawasan suhu tubuh hendaknya terus dipantau.
 Pemeberian obat penawar selalu dipertimbangkan jika
PENGAKHIRAN menggunak obat pelumpuh otot non depolarisasi.
ANESTESI  Ekstubasi hendaknya dilakukan jika pasien sudah
memperlihatkan reflek protektif.
PERAWATAN Pasien harus dirawat di Rumah Sakit
RUMAH SAKIT
RS Graha Mandiri
Palembang ANESTESI PADA BAYI DAN ANAK

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 2/2
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
 Hipoksia.
 Dehidrasi.
KOMPLIKASI  Hipotermia atau hiperpireksia.
 Hipoglikemia
 Aspirasi
INFORMED Diberikan pada orang tua nya
CONCENT
LAMA Disesuaikan dengan lama tindakan bedah
PERAWATAN
 Pasien bangun tanpa konplikasi
OUTPUT  Pasien bangun dengan konplikasi sementara
 Pasien bangun dengan konplikasi menetap
RS Graha Mandiri PERAWATAN PASCA BEDAH DI RUANG PULIH
Palembang (RECOVERY ROOM)

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Perawatan pasca bedah dimulai dimulai sejak pasien dipindahkan ke
ruang pulih sampai diserahterimakan di ruang rawat inap.
1. Mengawasi kondisi pasien selama masa pemulihan.
2. Mencegah dan mengatasi timbulnya komplikasi akibat tindakan
TUJUAN pembedahan dan pembiusan.
3. Segera mengatasi komplikasi yag timbul akibat tindakan
pembedahan/pembiusan
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Mempertahankan jalan nafas dengan posisi ekstensi kepala
2. Mengawasi tingkat kesadaran pasaien berdasarkan scoring
alderet pasca anestesi. Pasien dapat dipindahkan jika nilainya
mencapai 8 (delapan)
3. Memberi O2 bila perlu.
4. Mengukur tekanan darah, suhu, nadi, pernafasan, tiap ¼ jam
sampai keadaan stabil.
5. Melaksanakan perrawatan pasien yang terpasang infuse.
6. Mengukur dan mencatat produksi urin tiap jam.
PROSEDUR 7. Mengukur cairan yang masuk dan keluar.
8. Mengawasi warna dan kelembaban kulit.
9. Menatur posisi sesuai kebutuhan dan kondisi pasien.
10. Memberi obat sesuai program pengobatan.
11. Mengawasi adanya pendarahan pada luka operasi.
12. Melakukan pemeliharaan kebersihan kulit.
13. Mengawasi dan segera melakukan tindakan lanjut terhadap
komplikasi pasca bedah misalnya
a. Pendarahan.
b. Hypoksia.
c. Atelektasis.
d. Respiratory distress.
e. Cardiac arrest.
UNIT TERKAIT 1. Rawat Inap.
2. Anestesi.
RS Graha Mandiri
Palembang PENGGUNAAN FACEMASK

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Suatu cara pemberian anestesi dengan sistem mensungkup.
TUJUAN Untuk pemberian anstesi yang singkat.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Mesin anestesi dicek dalam keadaan siap pakai + kelengkapan
obat-obat anestesi, O2 dan N2O.
2. Alat-alat disiapkan antara lain : mayo, harnnes, facemask
berbagai ukuran
3. Setelah semuanya siap diakukan pembiusan dengan sistem
PROSEDUR induksi intravena atau inhalasi.
4. Flow meter O2, N2O dan vaporizer obat inhalasi dihidupkan
sesuai dengan kebutuhan.
5. Perhatikan O2 dan obat anestesi masuk dengan adekuat/tidak
6. Setelah selesai alat dibersihkan dan dirapikan.
1. Dokter Anestesi
UNIT TERKAIT 2. Penata Anestesi
3. Kamar Operasi
RS Graha Mandiri TINDAKAN PEMBEDAHAN ONE DAY CARE DI
Palembang KAMAR OPERASI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Tindakan pembedahan tertentu yang tidak memerlukan rawat inap.
TUJUAN 1. Agar pasien dapat langsung pulang.
2. Untuk mengurangi biaya perawatan.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Minimal 1 hari sebelum dilakukan tindakan pembedahan pasien
dari poly bedah atau praktek dokter spesialis mendaftarkan diri
untuk jadwal operasi di OK.
2. Pemeriksaan pra bedah harus sudah lengkap seperti penderita
pada rawat inap/operasi elektif :
 Registrasi untuk mendapat jadwal operasi dapat dilakukan
oleh operator via phone
 Pembedahan dengan cara ODC hanya sampai pukul 17.00
3. Pasien datang 1 jam sebelum operasi dilakukan dan didampingi
PROSEDUR 1 orang pendamping dewasa
4. Pasien diterima diruang persiapan, kemudian mengisi dan
menandatangani surat izin operasi.
5. Mengganti pakaian pasien dengan pakaian kamar bedah,
memakai topi dan selanjutnya pakaian pasien
dimasukkan/diberikan kepada keluarga pasien
6. Pasien dibawa ke kamar operasi untuk dilakukan tindakan
7. Selesai pembedahan pasien dibawa dan di observasi di ruang
pulih (recovery room).
8. Keluar pasien dimohon untuk menyelesaikan administrasinya.
9. Pasien diperboleh kan pulang (setelah mendapat persetujuan
dari dokter anestesi), lengkap dengan resep obat dan saran
lainnya.
1. Insatalasi Gawat Darurat
UNIT TERKAIT 2. Rawat Jalan
3. Administrasi
RS Graha Mandiri PENANGANAN PASIEN MENINGGAL DI
Palembang MEJA OPERASI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
Pasien yang dinyatakn meninggal oleh dokter bedah dan ahli
PENGERTIAN anestesi pada saat dilakukan pembedahan atau setelah dilakukan
tindakan pembedahan.
1. Untuk penanganan pasien yang telah meninggal baik.
TUJUAN 2. Sebagai laporan kejadian untuk dipergunakan sebagai aspek
legal.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Dokter operator menjelaskan pada keluarga pasien dengan
pendekatan kemanusiaan sehingga dapat dimengerti dengan
jelas
2. Sebagian tim lainnya melepaskan semua alat-alat yang masih
terpasang
3. Selanjutnya jenazah dibersihkan dan disemayangkan sementara
(maksimal 2 jam) dikamar operasi
PROSEDUR 4. Petugas kamar operasi memberitahukan kepada petugas rawat
inap dimana pasien dirawat sekaligus menyerahkan kepada
keluarga untuk dibawa pulang.
5. Apabila pasien tidak diambil lebih dari 2 jam dikamar operasi
maka petugas kamar operasi menghubungi petugas kamar
jenazah.
6. Jenazah dibawa ke kamar jenazah oleh petugas kamar operasi
dengan melakukan timbang terima dengan petugas kamar
jenazah.
7. Melakukan pencatatan/pendokumentasian kejadian yang ada
1. Ruang IGD
2. Rawat Jalan
UNIT TERKAIT 3. Radiologi
4. Bagian Kerohanian
5. Kamar Jenazah.
RS Graha Mandiri
Palembang PEMELIHARAAN TENSI DIGITAL

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Suatu cara membersihkan dan mendesinfeksi serta menyimpan
peralatan berupa alat vital sign.
TUJUAN 1. Menjaga alat agar dalam kondisi baik
2. Menjaga alat agar selalu bersih dan siap pakai
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Petugas menyiapkan alat
 Kain lap kering
 Kain lap basah
2. Petuga memakai handschoen
3. Pemeliharaan harian dilakukan oleh penggunaan
 Petuga membersihkan tensi digital dari debu dan kotoran.
PROSEDUR  Cek tensi digital apakah dalm kondisi baik atau tidak
 Bila tidak digunakan tensi digital dirapikan dan dalam
keadaan siap pakai
 Petugas mencuci tangan
 Pemeliharaan oleh teknisi dilakukan setiap 3 bulan atau bila
ada kerusakan mendadak
UNIT TERKAIT Kamar Operasi
RS Graha Mandiri PERSIAPAN RUANG OPERASI DAN
Palembang TATA LETAK ALAT DIRUANG OPERASI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Persiapan ruangan dan peralatan diruang operasi dalam keadaan
siap pakai.
TUJUAN Mempercepat persiapan dan pelaksanaan operasi
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Atur posisi lampu operasi
2. Atur posisi meja operasi
3. Atur posisi mesin anestesi
4. Atur posisi mesin monitoring
5. Atur posisi mesin cauter dan matras penghangat
6. Atur posisi troli obat-obatan anestesi
7. Atur posisi botol suction
PROSEDUR 8. Atur posisi troli instrumen
9. Atur posisi troli linen
10. Atur posisi meja mayo
11. Atur posisi tempat sampah
12. Atur posisi troli perlengkapan bedah
13. Atur posisi meja kursi administrasi
14. Atur posisi dc shock
15. Kursi anestesi
UNIT TERKAIT Kamar Operasi
RS Graha Mandiri
Palembang SET INSTRUMEN MAYOR

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018 dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Menerangkan set instrumen operasi mayor
TUJUAN Memudahkan petugas dalam melakukan penyusunan set instrumen
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.

No. Nama Alat Jumlah Keterangan


1. Pinset Chirugis 2
2. Pinset Anatomis 2
3. Pean Bengkok 6
4. Pean Bengkok Sedang 6
5. Pean Lurus 6
6. Pean Lurus Sedang 4
7. Kocher Lurus 6
8. Klem Ellis 2
9. Gunting Jaringan Kecil 2
10. Gunting Jaringan Sedang 1
PROSEDUR 11. Gunting Jaringan Panjang 1
12. Gunting Benang 1
13. Nald Voeder Sedang 2
14. Nald Voeder Besar 1
15. Doek Klem 5
16. Desinfektan 2
17. Venster Klem 1
18. Gagang Pisau Kecil 1
19. Gagang Pisau Besar 1
20. Kanule Suction 1
21. Haak Langen Back 2
22. Haak Doyen 1
23. O Haak Medium 1
24. O Haak Besar 1
25. Mangkok 1
26. Haak Kulit 1

Catatan :
1. Pengepakan pakaian linen berlapis dua
2. Indikator steril dimasukkan dalam instrumen 3 M- 1250
3. Indikator steril dipasang dibungkusan/packing diluar (tape
indikator) tulis tanggal/bulan/tahun/nama alat
4. Kadarluarsa 1 minggu setelah tanggal steril bila pengepakan
dengan kain linen.
UNIT TERKAIT 1. Kamar Operasi
2. CSSD
RS Graha Mandiri MEMBERI RASA AMAN PADA PASIEN
Palembang YANG AKAN MENJALANI OPERASI

NOMOR NOMOR REVISI HALAMAN


DOKUMEN
01 1/1
Jl.Kapten Anwar Arsyad /OK/VI/2018
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Bagian ini menerangkan tentang pasien yang akan dilakukan operasi
supaya tidak merasa canggung.
TUJUAN Pasien yang akan dilakukan operasi tidak merasa cemas/takut dan
mempunyai persiapan mental/spiritual.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri Palembang.
1. Pasien pre operasi dipersiapkan di kamar bedah meliputi fisik
dan mental
2. Pasien ditempatkan pada ruang tunggu pasien pre operasi
PROSEDUR 3. Meneliti kembali tentang informed concent yang telah dibuat
4. Pasien diberi penjelasan ulang tentang hal-hal yang akan
dilakukan
1. Memberi motivasi dan dorongan mental agar pasien tidak
merasa takut/cemas sebelum dilakukan operasi
KEBIJAKAN 2. Menjelaskan tentang prosedur operasi dan anestesi sehingga
pasien paham dengan apa yang akan dilakukan
3. Bimbingan mental/spiritual dilakukan oleh petugas bimbingan
rohani atau petugas KPS.
DOKUMEN Informed Concent
TERKAIT
RS Graha Mandiri
Palembang KEGIATAN TIM PADA SAAT PEMBEDAHAN

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/2
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Langkah-langkah yang dilakukan oleh tim bedah selama
pembedahan.
TUJUAN Kerja sama tim bedah berjalan lancar
KEBIJAKAN Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
PROSEDUR 1. Semua petugas yang terlibat langsung dalam jalannya operasi
(operasi, asisten, instrumentator) harus mencuci tangan sesuai
ketentuan.
2. Petugas yang terlibat langsung memakai baju operasi steril.
3. Petugas memakai sarung tangan sesuai dengan ukuran.
4. Instrumentator menyiapkan/menyusun instrument pada meja
peralatan penunjang lainnya untuk operasi.
5. Instrumen menyiapkan / menyusun instrument pada meja
instrument/meja mayo yang telah dialasi oleh dua lapis linen
steril.
6. Asisten/operator melakukan desinfeksi daerah operasi menurut
ketentuan yang berlaku.
7. Asisten operator / operator menutup tubuh pasien ( drapping)
dengan linen steril sehingga hanya daerah yang dioperasi yang
terbuka.
a. Menghitung instrument sebelum dan sesudah operasi
b. Menghitung jumlah kassa sebelum dan sesudah operasi
8. Mengumpulkan dan menyiapkan bahan pemeriksaan:
a. Menyiapkan tabel,rekam medik, jenis pemeriksaan dan
tanggal.
b. Menyiapkan formulir yang diisi oleh ahli bedah.
c. Penyerahan pengiriman bahan,dicatat dalam buku ekspidisi.
9. Mengukur dan mencatat tanda-tanda vital tiap 5 menit.
10. Mengukur jumlah pendarahan dalam doek, kassa dan botol
pengisap
11. Mengukur jumlah urine yang keluar pada operasi tertentu
12. Menutup luka ( dikompres betadine ditutup kassa steril ) sekitar
Luka dibersikan dari bekuan darah
13. Menyambung drain
14. Melakukan serah terima dengan ruang pulih .
.
RS Graha Mandiri
Palembang KEGIATAN TIM PADA SAAT PEMBEDAHAN

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 2/2
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
Pasien Pada Ruang Pulih
A. Diagonose keperawatan
1. Potensial terjadi trauma.
2. Potensial terjadi infeksi.
3. Kecamasan (pada pasien dengan regional anestesi).
4. Potensial terjadi gangguan pernafasan.
5. Potensial terjadi gangguan sirkulasi.
6. Potensial terjadi aspirasi.
7. Potensial terjadi pendarahan dari luka operasi.
B. Tindakan keperawatan
1. Mengatur posisi sesuai kondisi dan kebutuhan.
PROSEDUR 2. Menjaga keselamatan pasien.
3. Memelihara oksigen nasal 2 liter / menit
4. Memelihara kelancaran jalan nafas dengan cara:
a. Posisi kepala ekstensi
b. Melakukan penghisapan lendir bila perlu
5. Melakukan dan mencatat tanda-tanda vital tiap 10 menit
sampa keadaan stabil serta melaporkan kepada dokter spesialis
bedah atau anestesi bila ada perburuan.
6. Mengobservasi sirkulasi perifer.
7. Merawat NGT,drain dan memelihara kelancaran tetesan infuse /
transfuse, irigasi.
8. Operator menanyakan kepada narkotisir dan instrumentator
apakah operasi sudah siap dilaksanakan
9. Operasi dilaksanakan.
10. Petugas lain tidak terlibat langsung siap di tempat untuk
keperluan mendadak.

1.Dokter bedah.
UNIT TERKAIT 2.Dokter Anestese.
3.Perawatan instrument.
4.Perawatan sirkulasi.
RS Graha Mandiri ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN
Palembang DI KAMAR OPERASI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 1/3
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
Keperawatan adalah bantuan bagi umat manusia yang bertujuan
untuk meningkatkan derajat kesehatan secara optimal kepada semua
PENGERTIAN yang membutuhkan dengan tidak membedakan bangsa, suku ,
agama, dan status sosial.
Tercapai efektifitasi, efisiensi dan kualitas optimal asuhan
TUJUAN keperawatan dan pelayanan di kamar operasi rumah sakit graha
mandiri.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang kebijakan
pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri Palembang.
II. Pasien dalam anestesi
A. Diagnosa Keperawatan
1. Potensial terjadi gangguan respirasi.
2. Potensial terjadi gangguan sirkulasi.
3. Potensial terjadi infeksi.
4. Potensial terjadi pendarahan.
5. Potensial terjadi reaksi alergi terhadap obat-obat yang
diberikan.
B. Tindakan keperawatan
1. Memeriksa kesiapan gas dan obat anestesi.
2. Menyiapkan alat-alatdan obat anestesi.
3. Memasang infusesecara aseptik.
4. Memberikan obat premedikasi sesuai program.
5. Menyiapkan posisi anestesi.
PROSEDUR 6. Mengobservasi dan mencatat reaksi premedikasi.
7. Memasang alat monitor pulse,tensimeter.
8. Mengukur dan mencatat tanda-tanda vital tiap 5 menit pada
kartu anestesi.
9. Membantu pelaksanaan anestesi.
10. Memelihara stadium anestesi.
11. Mengukur dan menghitung keseimbangan :
 Pendarahan
 Produksi urine
 Jumlah cairan infuse / transfuse.
12. kolaborasi dengan dokter unuk tranfusi mengecek golongan
darah,nama,nomor katong, dan label darah pasien.
13. Memantau keadaan darurat dan mengatasi sesuai protap
14. Melakukan pengakhiran anestesi.
15. Melakukan pencatatan dan pelapor.
16. Merawat dan mensterikan alat-alat anestesi.
17. Memindahkan dan melakukan serah terima pasien
dengan petugas ruang pulih
18. Memandampingi pasien ke ICU pada keadaan khusus
RS Graha Mandiri ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN
Palembang DI KAMAR OPERASI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 2/3
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
III. Pasien Dalam Pembedahan
A. Diagnosa keperawatan
1. Potensial terjadi trauma.
2. Potensial terjadi gangguan respirasi.
3. Potensial terjadi gangguan sirkulasi.
4. Potensial terjadi reaksi alergi terhadap obat-obat yang dipakai.
5. Kecemasan.
B. Tindakan keperawatan
1. Komunikasi dengan pasien tentang situasi kamar bedah secara
tingkat.
2. mengatur posisi aman sesuai tindakan pembedahan.
3. membantu pelaksanaan pembiusan ( dlakukan dokter spesialis
anestesi / perawatan anestesi).
4. Menyiapkan alat dan bahan untuk antiseptic daerah pembedaah.
5. Memasang doek steril.
6. Membantu pelaksanaan tindakan pembedahan dilakukan setelah
mendapat persetujuan dokter spesialis anestesi semua anggota tim
bekerjasama sesuai peran dan fungsinya.
7. Memeriksa kelengkapan instrument dan alat lain aga tidak tertinggal
PROSEDUR dalam tubuh pasien dengan cara :
a. Menghitung instrument sebelu dan sesudah operasi..
b. Menghitung jumlah kassa sebelum dan sesudah operasi.
8. Mengumpulkan dan menyiapkan bahan pemeriksaan :
a. menyiapkan label,rekam medik,jenis pemeriksaan dan
tanggal .
b. menyiapkan formulir yang diisi oleh ahli bedah.
c. penyerahan pengiriman bahan,dicatat dalam buku
ekspedisi.
9. Mengukur dan mencatat tanda-tanda vital tiap 5 menit.
10. Mengukur jumlah pendarahan dalam doek, kassa dan botol
penghisap.
11. Mengukur jumlah urine yang keluar pada operasi tertentu.
12. Menutup luka (dikompres betadine ditutup kassa steril) sekitar luka
dibersihkan dari bekuan darah.
13. Menyambung drain.
14. Melakukan serah terima dengan ruang pulih.
IV. Pasien Pada Ruang Pulih
A. Diagnosa Keperawatan
1. Potensi terjadinya trauma.
2. Potensi terjadi infeksi.
3. Kecemasan (pada pasien dengan regional anestesi).
4. Potensi terjadi gangguan pernafasan.
5. Potensi terjadi gangguan sirkulasi.
6. Potensi terjadi aspirasi.
7. Potensi terjadi pendarahan dari luka operasi.
RS Graha Mandiri ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN
Palembang DI KAMAR OPERASI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

/OK/VI/2018 01 3/3
Jl.Kapten Anwar Arsyad
Palembang
B. Tindakan Keperawatan
1. Mengatur posisi sesuai kondisi dan kebutuhan.
2. Menjaga keselamatan pasien.
3. Memelihara oksigen nasal 2 liter / menit
4. Memelihara kelancaran jalan nafas dengan cara:
a. Posisi kepala ekstensi
b. Melakukan penghisapan lendir bila perlu
5. Melakukan dan mencatat tanda-tanda vital tiap 10 menit
sampa keadaan stabil serta melaporkan kepada dokter spesialis
bedah atau anestesi bila ada perburuan.
6. Mengobservasi sirkulasi perifer.
PROSEDUR 7. Merawat NGT, drain dan memelihara kelancaran tetesan
infuse / transfuse, irigasi.
8. Memonitor adanya tanda-tanda pendarahan dari luka
operasi/drain.
9. Memberikan pengobatan sesuai dengan program.
10. Melatih pasien bernafas dalam bentuk efektif.
11. Melakukan evaluasi nilai pulih sadar berdasarkan skor JA.
Alderen dan K. Kraulik, pasien boleh dikirim di ruangan bila
skor diatas 8 (lihat lampiran)
12. Melakukan serah terima dengan petugas ruang rawat inap :
a. Status rekam medik.
b. Bahan jaingan PA, kultur, resep
c. Implant bekas.
UNIT TERKAIT 1. IGD
2. Kamar Operasi
RS Graha Mandiri
Palembang SERAH TERIMA PASIEN DARI RUANG PEMULIHAN
KE RUANG PERAWATAN

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

Jl.Kapten Anwar Arsyad /OK/VI/2018 01 ½


Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
1. Ruang pulih adalah ruang untuk mengobservasi kondisi,
PENGERTIAN kesadaran dan tanda-tanda vital pasien setelah selesai
menjalani operasi.
2. Serah terima pasien dari ruang pulih ke ruang perawatan
adalah suatu kegiatan serah terima pasien pasca operasi ke
ruang perawatan agar proses asuhan keperawatan dapat
dilanjutlan.
3. Pelaksanaan adalah perawat anastesi dan perawat ruangan.

1. Mencegah terjadinya kesalahan dalam melakukan asuhan


TUJUAN selanjutnya.
2. Memperlancar kegiatan serah terima.

Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang


KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
1. Hubungi perawat ruangan yang dituju dan disampaikan bahwa
pasien akan dipindahkan.
a. Lakukan identifikasi pasien agar tidak terjadi kesalahan
dalam memindai pasien.
b. Beritahukan pada pasien tentang rencana pindah ruang
perawatan.
2. Lakukan pemeriksaan terhadap tiga hal, sebagai berikut :
a. Pasien
PROSEDUR Keadaan umum pasien, tanda-tanda vital ( suhu,tekanan
darah,nadi,respirasi dan nyeri),kondisi luka
operasi,kontraksi atau tinggi fundus uteri ( bila pasien
pasca operasi sc ) ,pendarahan, BAK,
spontan/belum,kandung kemih penuh atau tidak,serta
warna dan jumlah urine.
3. Berkas rekam medis
Kelengkapan berkas,hasil pemeriksaan penunjang,obat, dll
4. Barang-barang pasien.
RS Graha Mandiri
Palembang SERAH TERIMA PASIEN DARI RUANG PEMULIHAN
KE RUANG PERAWATAN

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

Jl.Kapten Anwar Arsyad /OK/VI/2018 01 2/2


Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018

5. Pindahkan pasien ke ruang perawatan dengan menggunakan


brankar atau kursi roda.
6. Lakukan serah terima pasien dengan perawat ruangan tentang
keadaan umum pasien secara menyeluruh.
7. Setelah melakukan serah terima pasien, perawat yang
menyerahkan dan menerima harus menandatangani formulir
serah terima / transfer pasien.
8. Dokumentasikan semua tindakan dalam asuhan keperawatan
dan catat waktu tiba di ruang perawatan.
9. Hal-hal yang harus diperhatikan :
a. Selama proses pemindahan pasien, diperhatikan selalu
kondisi pasien.
b. Pasien tidak boleh ditinggal sendirian diatas brangkar/roda.
c. Pada saat memindahkan pasien ke tempat tidur , pastikan
brangkar / kursi roda serta tempat tidur dalam kondisi
terkunci.
1. Kamar Operasi
UNIT TERKAIT 2. Rawat Inap
3. Laboratorium
RS Graha Mandiri
Palembang MONITORING ANESTESI

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

Jl.Kapten Anwar Arsyad /OK/VI/2018 01 1/1


Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Monitoring anastesi adalah suatu kegiatan pemantauan status
fisiologi pasien selama operasi berlangsung.
Memberikan informasi tentang status fisiologi pasien selama
TUJUAN pemberian anstesi.

Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang


KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
PROSEDUR 1. Catat waktu dimulainya anastesi dan beri tanda ( X ) pada
kolom pemantauan anastesi.
2. Catat obat, jenis dan volume cairan infus ( kristaloid/koloid )
atau komponen darah yang diberikan selama operasi
berlangsung beserta waktu pemberiannya.
3. Pantau tekanan darah, frekuensi nadi setiap ( lima ) menit dan
frekuensi nafas, saturasi oksigen setiap 15 ( lima belas ) menit.
4. Catat urine output dan volume pendarahan yang terjadi selama
operasi berlangsung.
5. Bila ditemukan penyulit atau komplikasi selama operasi
berlangsung, catat dalam kolom pemantauan anastesi yang
sesuai.
1. Kamar Operasi
UNIT TERKAIT 2. Anastesi
RS Graha Mandiri PROSEDUR TINDAKAN PERSIAPAN OPERASI

Palembang

NO.REVISI : HALAMAN :

NO. DOKUMEN : 01
Jln.Kapten Anwar Arsyad 1/1
/OK/VI/2018
Palembang

TANGGAL TERBIT : DITETAPKAN


DIREKTUR UTAMA

01 JUNI 2018
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
dr.ROSMALA DEWI

SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-
PPK/2018

PENGERTIAN Tindakan dengan melakukan persiapan sebelum operasi.

TUJUAN Memberikan pelayanan persiapan sebelum operasi pada pasien-


pasien rawat inap ataupun rawat darurat secara elektif maupun
darurat sesuai dengan indikasi untuk melakukan tindakan operasi.

KEBIJAKAN Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang


kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.

1. Pemeriksaan laboratorium lengkap


2. Persiapan alat, obat dan darah
PROSEDUR 3. Persiapan operasi
a. Pengosongan rectum ( klisma / kolon cepat).
b. Pencukuran daerah operasi dilakukan di VK.

Administratif

a. Informed consent ( dokter memberikan informasi kepada


pasien dan pasien mengetahuinya dan menyetujui tindakan
yang akan dilakukan pada dirinya baik secara lisan maupun
tertulis ).
b. Penjadwalan operasi.

1. VK
2. OK
UNIT TERKAIT
3. UGD
RS Graha Mandiri
Palembang TINDAKAN KURETASE

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

Jl.Kapten Anwar Arsyad /OK/VI/2018 01 1/1


Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Kuretase adalah pengosongan kavum uterus pada abortus
inkompletus atau abortus insipiens dengan cara melakukan kerokan
pada kavum uterus
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam persiapan
TUJUAN pelaksanaan tidakan kuretase.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
PROSEDUR 1. Kriteria Persiapan :
a. Persiapan Pasien dan Persetujuan Medik
b. Persiapan Alat dan Kamar Operasi
c. Persiapan Anestesi
d. Persiapan Operator
2. Kriteria Pelaksanaan
a. Pasien dalam posisi litotomi dengan anestesi
umum/analgetik
b. Tindakan aseptik dan antiseptik pada genetalian
eksternal,vagina dan serviks
c. Kandung kencing dikosongkan
d. Lapangan operasi dipersempit dengan menggunankan kain
steril
e. Dipasang speculum vagina dan selanjutnya serviks
dipresentasikan dengan tenaculum
f. Dilakukan sondase uterus untuk menemukan besar dan
posisi uterus
g. Bila perlu dilakukan dilatasi kanalis servikalis
h. Selanjutnya kavum uterus dikosongkan dengan cunam
abortus dilanjutkan dengan kerokan menggunakan sendok
kuret dengan sistematis
i. Tindakan dihentikan setelah kerokan terasa kasar dan tidak
ada pendarahan
j. Pasca tindakan tanda vital diawasi
1. Kamar Operasi
UNIT TERKAIT 2. Anastesi
RS Graha Mandiri
Palembang TINDAKAN ANESTESI SPINAL / REGIONAL

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

Jl.Kapten Anwar Arsyad /OK/VI/2018 01 ½


Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Suatu proses pembiusan dengan memasukan obat anestesi lokal
dengan konsentrasi tertentu ke dalam ruang subaraknoid melalui
jarum spinal.
1. Memberikan suatu kondisi operasi yang optimal sesuai dengan
TUJUAN level blok yang diinginkan.
2. Mengurangi resiko mual muntah yang diakibatkan apabila
dilakukan anestesi umum.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
PROSEDUR 1. Persiapan Alat dan Obat :
a. Obat-obatan untuk sedasi dan anestesi
b. Spuit dan Spinocan sesuai ukuran
c. Monitor
d. Oksigen
e. Peralatan dan Obat Resusitasi
f. Ambubag
g. Rekam Medis
2. Persiapan Pasien
a. Dokter anestesi melakukan anamnesis dan pemeriksaan
keadaan umum.
b. Dokter anestesi memberikan penjelasan tentang hal-hal
yang akan dilakukan pada pasien dan keluarga.
c. Dokter anastesi melakukan informed consent/persetujuan
tindakan.
d. Dokter anestesi menyuruh pasien puasa sebelum dilakukan
tindakan sedasi ( dewasa >6 jam dan anak-anak >4 jam )
3. Pelaksanaan
a. Dokter anestesi mengecek hemodinamik pasien.
b. Perawat anestesi memposisikan pasien duduk / miring
dengan kepala fleksi.
1. Kamar Operasi
UNIT TERKAIT 2. Anastesi
RS Graha Mandiri
Palembang TINDAKAN ANESTESI SPINAL / REGIONAL

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

Jl.Kapten Anwar Arsyad /OK/VI/2018 01 2/2


Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Suatu proses pembiusan dengan memasukan obat anestesi lokal
dengan konsentrasi tertentu ke dalam ruang subaraknoid melalui
jarum spinal.
1. Memberikan suatu kondisi operasi yang optimal sesuai
TUJUAN dengan level blok yang diinginkan.
2. Mengurangi resiko mual muntah yang diakibatkan apabila
dilakukan anestesi umum
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
PROSEDUR c. Perawat anestesi menyiapkan peralatan dan obat-obatan
sesuai kebutuhan.
d. Perawat anestesi melakukan desinfektan daerah yang akan
disuntikan.
e. Dokter anestesi melakukan penusukan di daerah lumbal 3-
4/4-5.
f. Setelah selesai perawat merapikan alat.
1. Kamar Operasi
UNIT TERKAIT 2. Anastesi
RS Graha Mandiri
Palembang TINDAKAN BEDAH MINOR

NOMOR DOKUMEN NOMOR REVISI HALAMAN

Jl.Kapten Anwar Arsyad /OK/VI/2018 01 1/1


Palembang
DITETAPKAN
TANGGAL TERBIT DIREKTUR UTAMA
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 JUNI 2018
dr.ROSMALA DEWI
SIP.446/IPD/0640/DPMPTSP-PPK/2018
PENGERTIAN Bedah minor merupakan tindakan operasi ringan yang biasanya
dikerjakan dengan anestesi lokal.
Melakukan pembedahan atau mengambil jaringan dengan resiko
TUJUAN minim.
Keputusan Direktur RS Graha Mandiri Palembang tentang
KEBIJAKAN kebijakan pelayanan OK di Rumah Sakit Graha Mandiri
Palembang.
PROSEDUR A. Persiapan pasien :
Petugas menginformasikan tidankan yang akan dialakukan dan
tujuannya.
B. Prosedur tindakan :
1. Siapkan seluruh instrumen operasi dalam meja yang mudah
dijangkau.
2. Bersihkan daerah sekitar dengan Nacl 0,9%
3. Lakukan tindakan aseptik dan antiseptik
4. Pasang doek steril.
5. Lakukan anestesi pada daerah yang akan dilakukan tindakan
pembedahan.
6. Posisikan daerah operasi seergonomis mungkin dan
seekspos mungkin sehingga operator dan asisten dengan
leluasa melakukan tindakan.
7. Lakukan tindakan pembedahan.
8. Jika pembedahan selesai tutup luka dengan sufratule dan
kassa steril.
9. Bereskan alat.
1. Kamar Operasi
UNIT TERKAIT 2. Anastesi
3. Rawat inap
4. IGD