Anda di halaman 1dari 54

LAPORAN

ANALISIS PROSES INTERAKSI (API)

OLEH :
DANI RAISA
NPM : 1814901110113

PROGRAM PROFESI NERS A


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
2019
ANALISIS PROSES INTERAKSI (API)

Nama Mahsiswa : Dani Raisa


Tgl Interaksi : 02 Oktober 2019
Interaksi Ke :1
Inisial Klien : Tn. F
Tahap Penanganan : SP 1
Tujuan Interaksi : - Membina hubungan saling percaya
- Mengidentifikasi halusinasi
- Mengulang cara mengontrol halusinasi : menghardik
halusinasi
Deskripsi Klien : - Klien bertubuh tinggi kurus
- Tidak ada kecacatan pada ditubuh klien
- Klien memakai baju dan celana warna biru
- Klien tenang dan kooperatif

Komunikasi Verbal Komunikasi Non Analisa Analisa Berpusat Rasional


Verbal Berpusat pada pada Perawat
Klien
P : Selamat pagi P : Kontak mata Klien merespon Berharap Salam terapeutik
Pak, Saya perawat dengan klien sambil keberadaan hubungan saling adalah langkah
yang akan merawat tersenyum perawat, mau percaya terbina awal dimulainya
Bapak. Nama saya menjawab interaksi dan
Dani Raisa nama K : Menghadap pertanyaan dan dapat terjalin
panggilan Raisa. perawat dan salam dari rasa percaya
Nama Bapak siapa? memandang perawat
Senang dipanggil perawat, ekspresi
apa? ” klien terseyum

K:
Selamat pagi juga,
Nama saya Tn. F
senang di panggil
Tn. R.
P : Coba Bapak P : Mempertahankan Pasien mampu Mempertahankan Mengetahui daya
ulangi kontak mata menyebutkan BHSP antara ingat klien
menyebutkan nama nama perawat perawat dan jangka pendek
saya? K : Sesekali klien
menunduk
K : Raisa kan.
P : Bagaimana P : Mempertahankan Klien mampu Mempertahankan Memberikan
perasaan Bapak kontak mata. mempertahanka BHSP antara perhatian agar
hari ini? Apa ada n kontak mata perawat dan BHSP dapat
keluhan atau tidak? K : Menatap kearah dan pasien dan dipertahankan
perawat sambil memberikan berharap klien
K : Baik saja, tidak tersenyum sesekai perhatian yang mau memulai
ada keluhan. dan terkadang cukup pada berinteraksi
menunduk perawat dengan perawat
P : Bapak, P : Memandang Klien setuju Berharap klien Kontrak
bagaimana kalau klien dengan untuk menerima ajakan diperlukan untuk
kita hari ini senyuman. berbincang- perawat untuk melakukan
berbincang-bincang bincang dengan berbincang- interaksi dengan
tentang suara yang K : Menghadap perawat bincang klien
sering bapak perawat, terkadang
dengar? menunduk.

K: Iya Suster.
P : Bapak mau P : Memandang Klien setuju Berharap Melibatkan klien
dimana kita klien. dengan ajakan persetujuan dalam
berbincang- perawat. klien. mengambil
bincangnya? K : Adanya kontak keputusan
Bagaimana kalau mata.
ditempat ini saja.

K: Iya, disini saja.


P : Berapa lama P : Mempertahankan Klien dapat Berharap klien Melibatkan klien
Bapak ? Bagaimana kontak mata. menentukan dapat dalam
kalau ± 15 menit? waktu menentukan mengambil
K : Adanya kontak waktu keputusan
K : Iya bisa Suster. mata sesekali klien
menunduk.
P : Apakah Bapak P : Menatap klien, Klien mulai Menunjukan Keakraban, sikap
sering mendengar menunjukan sikap sedikit terbuka sikap keakraban peduli dan
bisikan? Biasanya ingin tahu cerita dan mau dan sikap peduli mendengarkan
Bapak mendengar selanjutnya. menceritakan kepada klien dan cerita klien akan
bisikan seperti apa? tentang mendengarkan membuat klien
Kapan munculnya K : Ekspresinya halusinasinya cerita klien merasa nyaman
bisikan tersebut? biasa saja, terkadang kepada perawat dan mau terbuka
Bisikan tersebut menunduk. kepada perawat
muncul saat Bapk
sedang apa?

K : Iya, kadang-
kadang mendengar
bisikan, bisikan itu
muncul pada saat
malam hari,
munculnya bisikan
kurang lebih 30
detik, ketika
bisikan muncul
pada waktu klien
terlalu banyak
berpikir.
P : Apa yang Bapak P : Manatap klien. Respon klien Berharap respon Agar tidak salah
lakukan saat datar. klien baik. identifikasi.
mendengar bisikan K : Menunduk dan
itu? menoleh kearah lain.

K : Kadang saya
mengikuti
perkataan bisikan
tersebut.
P : Bagaimana P : Menatap klien. Klien setuju Berharap klien Utuk mengontrol
kalau kita belajar dengan ajakan setuju dengan halusinasi.
cara menghardik K : Menatap perawat. ajakan perawat.
halusinasi. Apa perawat.
bapak bersedia?

K: Iya, saya
bersedia.
P : Saat suara P : Memperagakan Klien dapat Berharap klien Untuk
bisikan itu muncul, cara menghardik memperagakan dapat menghilangkan
Bapak langsung halusinasi. cara memperagakan suara bisikan
saja tutup kedua menghardik cara menghardik yang didengar.
telinga Bapak K : Klien halusinasi. halusinasi secara
dengan tangan dan memperagakan cara mandiri.
katakana “pergi… menghardik
pergi… kamu suara halusinasi.
palsu”. Lakukan
dingga suara itu
hilang , coba Bapak
peragakan !
K : Klien menutup
kedua telinganya
dengan tangan lalu
mengatakan
“pergi…pergi…
kamu suara palsu”.
P : Bagaimana P : Kontak mata Klien merasa Berharap klien Mempertahankan
perasaan Bapak dengan klien. senang. mampu BHSP pada
setelah peragaan mengingat cara perhatian klien.
latihan tadi? K : Klien menghardik
menghadap perawat. halusinasi.
K : Senang saya
tahu cara
menghardik
halusinasi.
P : Bagaimana Pak, P : Kontak mata. Klien dapat Berharap klien Memastikan
masih ingat cara mengingat mempelajarinya klien dapat
menghardik tadi. K : Kontak mata pelajaran hari dan mengingatnya.
ada. ini. mengingatnya.
K : Iya masih ingat.
P : Bagaimaan P : Melihat klien. Klien Berharap klien Melibatkan klien
kalau kita buat memasukkan dapat mengingat dalam
jadwal latihannya ? K : Menulis jadwal. kedalam jadwal pelajaran hari mengambil
Bagaimana kalau kegiatan. ini. keputusan.
kita berbincang-
bincang?

K : Iya bisa.
P : Bagaimana P : Menatap klien. Klien setuju. Berharap klien Untuk
kalau besok kita setuju. menghilangkan
latihan cara K : Klien menjawab suara yang
menghardik yang sambil tersenyum. muncul.
tadi telah kita
lakukan Pak?

K : Iya bisa besok.


P : Jam berapa? P : Menatap klien. Klien dapat Berharap klien Melibatkan klien
Bagaimana kalau menentukan dapat dalam
jam 09.00 WIB, K : Menghadap pilihan. menentukan mengambil
berapa lama kita perawat. pilihan. keputusan.
berlatih?
Bagaimana kalau
10 menit.

K : Iya 10 menit
saja.
P : Dimana P : Kontak mata Klien dapat Berharap klien Melibatkan klien
tempatnya Pak? dengan klien. menentukan dapat dapat dalam
Bagaimana kalau pilihan tempat. menentukan mengambil
disini saja ? K : Menghadap pilihan. keputusan.
perawat.
K : Iya disini saja.
P : Selamat pagi P : Tersenyum, Respon klien Berharap respon Salam untuk
Pak, sampai berjabat tangan. baik. klien baik. mengakhiri
berjumpa lagi. interaksi.
K : Berjabat tangan
K : Iya selamat dan membalas
pagi Suster. dengan senyuman.

Palangka Raya, Oktober 2019


Ners Muda,

( Dani Raisa )

Mengetahui,
Preseptor Klinik

( )

LAPORAN
ANALISIS PROSES INTERAKSI (API)
OLEH :
DANI RAISA
NPM : 1814901110113

PROGRAM PROFESI NERS A


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
2019

ANALISIS PROSES INTERAKSI (API)

Nama Mahsiswa : Dani Raisa


Tgl Interaksi : 03 Oktober 2019
Interaksi Ke :2
Inisial Klien : Tn. F
Tahap Penanganan : SP 1
Tujuan Interaksi : - Terbinanya hubungan saling percaya
- Klien dapat membina hubungan saling percaya
- Evaluasi cara mengontrol halusinasi dengan menghardik
Deskripsi Klien : - Klien bertubuh tinggi kurus
- Tidak ada kecacatan pada ditubuh klien
- Klien memakai baju dan celana warna biru
- Klien tenang dan kooperatif

Komunikasi Verbal Komunikasi Non Analisa Berpusat Analisa Berpusat Rasional


Verbal pada Klien pada Perawat
P : Selamat pagi P : Kontak mata Klien merespon Berharap Salam terapeutik
Bapak?, masih ingat dengan klien sambil keberadaan hubungan saling adalah langkah
dengan saya? Hari ini
tersenyum. perawat. percaya terbina. awal dimulainya
saya dinas pagi dari
jam 08:00-14.00 WIB. interaksi dan
Saya yang akan K : menghadap dapat terjalin
merawat Bapak
perawat dan rasa percaya.
selama Bapak di
Rumah Sakit. memandang
perawat, sambil
K : Selamat pagi juga
tersenyum.
Suster, iya saya masih
ingat nama Suster
Raisa.
P : Bagaimana P : Mempertahankan Klien mampu Mempertahankan Memberikan
perasaan Bapak hari kontak mata mempertahankan BHSP antara perhatian agar
ini? Apa keluhan kontak mata dan perawat dan klien BHSP dapat
Bapak saat ini”? K : Menatap kearah memberikan dan berharap dipertahankan.
Apakah Bapak masih perawat, terkadang perhatian yang klien mau
mendengar suara- menunduk. cukup pada memulai
suara tanpa wujud? perawat. berinteraksi
Apakah Bapak masih dengan perawat.
ingat cara
menghardik?

K : Baik saja, tidak


ada mendengar suara
bisikan lagi, masih
ingat Suster tapi
mohon untuk
dibimbing lagi.
P : “Hari ini kita akan P : Memandang Klien setuju Berharap klien Kontrak
melatih kembali cara
mengontrol halusinasi klien. untuk berlatih menerima ajakan diperlukan untuk
dengan cara kembali cara perawat untuk melakukan
menghardik ?
K : Menghadap mengontrol berlatih kembali interaksi dengan
Bagaimana Pak?
““Bagaimana kalau perawat, terkadang halusinasi cara mengontrol klien.
kita bicara 10 menunduk. dengan halusinasi dengan
menit,?” “Kita bicara
menghardik. menghardik.
disini saja ya Pak, di
kursi meja makan?”

K: Iya bisa. Disini


saja.
P : Saat suara bisikan P : Memperagakan Klien dapat Berharap klien Untuk
itu muncul, Bapak cara menghardik memperagakan dapat menghilangkan
langsung saja tutup halusinasi. cara menghardik memperagakan suara bisikan
kedua telinga Bapak halusinasi secara cara menghardik yang didengar.
dengan tangan dan K : Klien mandiri. halusinasi.
katakana “pergi… memperagakan cara
pergi… kamu suara menghardik
palsu”. Lakukan halusinasi secara
dingga suara itu mandiri.
hilang, coba Bapak
peragakan !

K : Klien menutup
kedua telinganya
dengan tangan lalu
mengatakan “pergi…
pergi… kamu suara
palsu”.
P : “Bagaimana P : Kontak mata Klien merasa Berharap klien Mempertahankan
perasaan bapa setelah dengan klien, senang. mampu BHSP pada
praktek latihan tadi? “ berjabat tangan mengingat perhatian klien.
kalau suara itu muncul sambil tersenyum. kembali.
lagi, silakan coba cara
tersebut! Bagaimana K : Klien
kalau kita buat jadwal menghadap perawat,
latihannya, Mau jam berjabat tangan dan
berapa saja membalas
latihannya?(perawat senyuman.
memasukkan kegiatan
latihan menghardik
halusinasi dalam
jadwal kegiatan harian
klien). “Bagaimana
kalau kita bertemu
lagi untuk belajar dan
latihan mengendalikan
bisikan dengan cara
yang kedua? Jam
berapa Bapak?
Bagaimana kalau
setelah makan siang?
Berapa lama kita akan
berlatih? Dimana
tempatnya.”“Baiklah,
sampai jumpa.

K : Senang sekali, iya


saya bersedia untuk
latihan mengendalikan
bisikan dengan cara
yang kedua. Disini
saja besok tempatnya,
sampai jumpa lagi
Suster.

Palangka Raya, Oktober 2019


Ners Muda,

( Dani Raisa )

Mengetahui,
Preseptor Klinik
( )

LAPORAN
ANALISIS PROSES INTERAKSI (API)
OLEH :
DANI RAISA
NPM : 1814901110113

PROGRAM PROFESI NERS A


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
2019

ANALISIS PROSES INTERAKSI (API)

Nama Mahsiswa : Dani Raisa


Tgl Interaksi : 04 Oktober 2019
Interaksi Ke :3
Inisial Klien : Tn. F
Tahap Penanganan : SP 1
Tujuan Interaksi : - Terbinanya hubungan saling percaya
- Klien dapat membina hubungan saling percaya
- Evaluasi cara mengontrol halusinasi dengan menghardik
Deskripsi Klien : - Klien bertubuh tinggi kurus
- Tidak ada kecacatan pada ditubuh klien
- Klien memakai baju dan celana warna biru
- Klien tenang dan kooperatif

Komunikasi Verbal Komunikasi Non Analisa Berpusat Analisa Berpusat Rasional


Verbal pada Klien pada Perawat
P : Selamat pagi P : Kontak mata Klien merespon Berharap Salam terapeutik
Bapak?, masih ingat dengan klien sambil keberadaan hubungan saling adalah langkah
dengan saya? Hari ini
tersenyum. perawat. percaya terbina. awal dimulainya
saya dinas pagi dari
jam 08:00-14.00 WIB. interaksi dan
Saya yang akan K : menghadap dapat terjalin
merawat Bapak
perawat dan rasa percaya.
selama Bapak di
Rumah Sakit. memandang
perawat, sambil
K : Selamat pagi juga
tersenyum.
Suster, iya saya masih
ingat nama Suster
Raisa.
P : Bagaimana P : Mempertahankan Klien mampu Mempertahankan Memberikan
perasaan Bapak hari kontak mata mempertahankan BHSP antara perhatian agar
ini? Apa keluhan kontak mata dan perawat dan klien BHSP dapat
Bapak saat ini”? K : Menatap kearah memberikan dan berharap dipertahankan.
Apakah Bapak masih perawat, terkadang perhatian yang klien mau
mendengar suara- menunduk. cukup pada memulai
suara tanpa wujud? perawat. berinteraksi
Apakah Bapak masih dengan perawat.
ingat cara
menghardik?

K : Baik saja, tidak


ada mendengar suara
bisikan lagi, masih
ingat Suster tapi
mohon untuk
dibimbing lagi.
P : “Hari ini kita akan P : Memandang Klien setuju Berharap klien Kontrak
melatih kembali cara klien. untuk berlatih menerima ajakan diperlukan untuk
mengontrol halusinasi kembali cara perawat untuk melakukan
dengan cara
K : Menghadap mengontrol berlatih kembali interaksi dengan
menghardik ?
Bagaimana Pak? perawat, terkadang halusinasi cara mengontrol klien.
““Bagaimana kalau menunduk. dengan halusinasi dengan
kita bicara 10
menghardik. menghardik.
menit,?” “Kita bicara
disini saja ya Pak, di
kursi meja makan?”

K: Iya bisa. Disini


saja.
P : Saat suara bisikan P : Memperagakan Klien dapat Berharap klien Untuk
itu muncul, Bapak cara menghardik memperagakan dapat menghilangkan
langsung saja tutup halusinasi. cara menghardik memperagakan suara bisikan
kedua telinga Bapak halusinasi secara cara menghardik yang didengar.
dengan tangan dan K : Klien mandiri. halusinasi.
katakana “pergi… memperagakan cara
pergi… kamu suara menghardik
palsu”. Lakukan halusinasi secara
dingga suara itu mandiri.
hilang, coba Bapak
peragakan !

K : Klien menutup
kedua telinganya
dengan tangan lalu
mengatakan “pergi…
pergi… kamu suara
palsu”.
P : “Bagaimana P : Kontak mata Klien merasa Berharap klien Mempertahankan
perasaan bapa setelah dengan klien, senang. mampu BHSP pada
praktek latihan tadi? “ berjabat tangan mengingat perhatian klien.
kalau suara itu muncul sambil tersenyum. kembali.
lagi, silakan coba cara
tersebut! Bagaimana K : Klien
kalau kita buat jadwal menghadap perawat,
latihannya, Mau jam berjabat tangan dan
berapa saja membalas
latihannya? (perawat senyuman.
memasukkan kegiatan
latihan menghardik
halusinasi dalam
jadwal kegiatan harian
klien). “Bagaimana
kalau kita bertemu
lagi untuk belajar dan
latihan mengendalikan
bisikan dengan cara
yang kedua? Jam
berapa Bapak?
Bagaimana kalau
setelah makan siang?
Berapa lama kita akan
berlatih? Dimana
tempatnya.”“Baiklah,
sampai jumpa.

K : Senang sekali, iya


saya bersedia untuk
latihan mengendalikan
bisikan dengan cara
yang kedua. Disini
saja besok tempatnya,
sampai jumpa lagi
Suster.

Palangka Raya, Oktober 2019


Ners Muda,

( Dani Raisa )

Mengetahui,
Preseptor Klinik

( )

LAPORAN
ANALISIS PROSES INTERAKSI (API)
OLEH :
DANI RAISA
NPM : 1814901110113

PROGRAM PROFESI NERS A


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
2019

ANALISIS PROSES INTERAKSI (API)

Nama Mahsiswa : Dani Raisa


Tgl Interaksi : 05 Oktober 2019
Interaksi Ke :4
Inisial Klien : Tn. F
Tahap Penanganan : SP 2
Tujuan Interaksi : - Klien mengenali halusinasi yang dialami
- Klien dapat mengontrol halusinasinya dengan
menghardik
- Klien mampu mengontrol halusinasinya dengan
bercakap-cakap
- Klien mengikuti program pengobatan secara optimal
Deskripsi Klien : - Klien bertubuh tinggi kurus
- Tidak ada kecacatan pada ditubuh klien
- Klien memakai baju dan celana warna biru
- Klien tenang dan kooperatif

Komunikasi Verbal Komunikasi Non Analisa Berpusat Analisa Berpusat Rasional


Verbal pada Klien pada Perawat
P : Selamat pagi Bapak?, P : Kontak mata Klien merespon Berharap Salam terapeutik
masih ingat dengan dengan klien keberadaan hubungan saling adalah langkah
saya? Hari ini saya dinas
sambil tersenyum. perawat. percaya terbina. awal dimulainya
pagi dari jam 08:00-
14.00 WIB. Saya yang interaksi dan
akan merawat Bapak K : menghadap dapat terjalin
selama Bapak di Rumah
perawat dan rasa percaya.
Sakit.
memandang
K : Selamat pagi juga perawat, sambil
Suster, iya saya masih tersenyum.
ingat nama Suster Raisa.

P : Bagaimana perasaan P: Klien mampu Mempertahankan Memberikan


Bapak hari ini? Apa Mempertahankan mempertahankan BHSP antara perhatian agar
keluhan Bapak saat ini”? kontak mata kontak mata dan perawat dan BHSP dapat
Apakah Bapak masih memberikan klien dan dipertahankan.
mendengar suara-suara K : Menatap perhatian yang berharap klien
tanpa wujud? Apakah kearah perawat, cukup pada mau memulai
Bapak masih ingat cara terkadang perawat. berinteraksi
menghardik? menunduk. dengan perawat.

K : Baik saja, tidak ada


mendengar suara bisikan
lagi, masih ingat Suster
dan saya bisa
mempraktekkan.
P : Baiklah Bapak sesuai P : Memandang Klien setuju Berharap klien Kontrak
janji kita kemaren hari klien. untuk berlatih menerima ajakan diperlukan untuk
ini kita akan latihan cara
kembali cara perawat untuk melakukan
yang kedua dari empat K : Menghadap mengontrol berlatih kembali interaksi dengan
mengendalikan suara- perawat, halusinasi cara mengontrol klien.
suara yang muncul yaitu
terkadang dengan cara halusinasi
cara bercakap-
cakap, Apakah  bersedia menunduk. bercakap-cakap. dengan cara
? bercakap-cakap.
Bagaimana Pak?
““Bagaimana kalau kita
bicara 10 menit,?” “Kita
bicara disini saja ya Pak,
di kursi meja makan?”

K: Iya bisa. Disini saja.


P : Caranya adalah P :Memperagakan Klien dapat Berharap klien Untuk
apabila Bapak cara mengontrol memperagakan dapat menghilangkan
mendengar suaran halusinasi dengan cara mengontrol memperagakan suara bisikan
bisikan muncul lagi, cara bercakap- halusinasi cara mengontrol yang didengar.
langsung saja Bapak cakap. dengan cara halusinasi
mencari teman atau bercakap-cakap. dengan cara
Bapak perawat untuk K : Klien secara mandiri. bercakap-cakap.
diajak berbicara. memperagakan
Contohnya begini, tolong cara mengontrol
berbicara dengan saya.. halusinasi dengan
saya mulai mendengar cara bercakap-
suara-suara bisikan. Ayo cakap.
kita mengobrol...!!! coba
sekarang Bapak
praktekan, iya bagus
sekali Bapak.

K : Klien langsung
mempraktekkan
mengajak saya berbicara,
tolong berbicara dengan
saya.. saya mulai
mendengar suara-suara
bisikan. Ayo kita
mengobrol...!!!
P : “Bagaimana perasaan P : Kontak mata Klien merasa Berharap klien Mempertahankan
bapa setelah praktek dengan klien, senang. mampu BHSP pada
latihan tadi? “ kalau berjabat tangan mengingat perhatian klien.
suara itu muncul lagi, sambil tersenyum. kembali.
silakan coba cara
tersebut! Bagaimana K : Klien
kalau kita buat jadwal menghadap
latihannya, Mau jam perawat, berjabat
berapa saja latihannya? tangan dan
(perawat memasukkan membalas
kegiatan latihan senyuman.
menghardik halusinasi
dalam jadwal kegiatan
harian klien).
“Bagaimana kalau kita
bertemu lagi untuk
belajar dan latihan
mengendalikan bisikan
dengan cara yang ketiga?
Jam berapa Bapak?
Bagaimana kalau setelah
makan siang? Berapa
lama kita akan berlatih?
Dimana
tempatnya.”“Baiklah,
sampai jumpa.

K : Senang sekali, iya


saya bersedia untuk
latihan mengendalikan
bisikan dengan cara yang
kedua. Disini saja besok
tempatnya, sampai
jumpa lagi Suster.

Palangka Raya, Oktober 2019


Ners Muda,

( Dani Raisa )
Mengetahui,
Preseptor Klinik

( )

LAPORAN
ANALISIS PROSES INTERAKSI (API)
OLEH :
DANI RAISA
NPM : 1814901110113

PROGRAM PROFESI NERS A


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
2019

ANALISIS PROSES INTERAKSI (API)

Nama Mahsiswa : Dani Raisa


Tgl Interaksi : 07 Oktober 2019
Interaksi Ke :5
Inisial Klien : Tn. F
Tahap Penanganan : SP 2
Tujuan Interaksi : - Klien mengenali halusinasi yang dialami
- Klien dapat mengontrol halusinasinya dengan
menghardik
- Mengevaluasi kembali kemampuan klien mengontrol
halusinasinya dengan bercakap-cakap
- Melatih klien mengontrol halusinasinya dengan
melakukan aktivitas rutin
- Klien mengikuti program pengobatan secara optimal
Deskripsi Klien : - Klien bertubuh tinggi kurus
- Tidak ada kecacatan pada ditubuh klien
- Klien memakai baju dan celana warna biru
- Klien tenang dan kooperatif

Komunikasi Verbal Komunikasi Non Analisa Berpusat Analisa Berpusat Rasional


Verbal pada Klien pada Perawat
P : Selamat sore P : Kontak mata Klien merespon Berharap Salam terapeutik
Bapak?, masih ingat dengan klien sambil keberadaan hubungan saling adalah langkah
dengan saya?
tersenyum. perawat. percaya terbina. awal dimulainya
Bagaimana perasaan
Bapak hari ini? interaksi dan
K : menghadap dapat terjalin
K : Selamat sore juga
perawat dan rasa percaya.
Suster, iya saya masih
memandang
ingat nama Suster
perawat, sambil
Raisa. Baik saja.
tersenyum.
P : Bagaimana P :Mempertahankan Klien mampu Mempertahankan Memberikan
perasaan Bapak hari kontak mata mempertahankan BHSP antara perhatian agar
ini? Apa keluhan kontak mata dan perawat dan klien BHSP dapat
Bapak saat ini”? K : Menatap kearah memberikan dan berharap dipertahankan.
Apakah Bapak masih perawat, terkadang perhatian yang klien mau
mendengar suara- menunduk. cukup pada memulai
suara tanpa wujud? perawat. berinteraksi
Apakah Bapak masih dengan perawat.
ingat cara
menghardik?

K : Baik saja, tidak


ada mendengar suara
bisikan lagi, masih
ingat Suster dan saya
bisa mempraktekkan.
P : Sesuai janji kita P : Memandang Klien setuju Berharap klien Kontrak
hari sabtu, hari ini kita klien. untuk berlatih menerima ajakan diperlukan untuk
akan belajar cara yang kembali cara perawat untuk melakukan
ketiga untuk K : Menghadap mengontrol berlatih kembali interaksi dengan
mencegah halusinasi perawat, terkadang halusinasi cara melakukan klien.
yaitu melakukan menunduk. dengan cara aktivitas/kegiatan
aktivitas/kegiatan melakukan terjadwal.
terjadwal.” “Apa saja aktivitas/kegiata
yang biasa Bapak n terjadwal.
lakukan? (klien
menyebutkan kegiatan
yang dapat
dilakukan). Pagi-pagi
apa kegiatannya, terus
jam berikutnya (terus
ajak sampai
didapatkan
kegiatannya sampai
malam). Wah banyak
sekali kegiatannya.
Mari kita latih satu
kegiatan hari ini (latih
kegiatan tersebut).
Bagus sekali Bapak
bisa melakukannya.
Kegiatan ini dapat
Bapak lakukan untuk
mencegah suara
tersebut muncul
kembali.
 Apakah  bersedia?
Bagaimana Pak?
““Bagaimana kalau
kita bicara 10
menit,?” “Kita bicara
disini saja ya Pak, di
kursi meja makan?”

K: Iya bisa. Disini


saja.
P : “Bagaimana P : Kontak mata Klien merasa Berharap klien Mempertahankan
perasaan Bapak dengan klien, senang. mampu BHSP pada
setelah praktekkan berjabat tangan mengingat perhatian klien.
latihan sambil tersenyum. kembali.
aktivitas/kegitan tadi?
“kalau suara itu K : Klien
muncul lagi, silakan menghadap perawat,
coba cara tersebut! . berjabat tangan dan
“Bagaimana kalau membalas
kita bertemu lagi senyuman.
besok untuk belajar
dan latihan
mengendalikan
bisikan dengan cara
yang sudah diajarkan?
Bagaimana kalau
besok? berapa lama
kita akan berlatih?
Dimana tempatnya.”
“Baiklah, sampai
jumpa.

K : Senang sekali, iya


saya bersedia untuk
latihan mengendalikan
bisikan dengan cara
yang ketiga. Disini
saja besok tempatnya,
sampai jumpa lagi
Suster.

Palangka Raya, Oktober 2019


Ners Muda,

( Dani Raisa )

Mengetahui,
Preseptor Klinik

( )

LAPORAN
ANALISIS PROSES INTERAKSI (API)
OLEH :
DANI RAISA
NPM : 1814901110113

PROGRAM PROFESI NERS A


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
2019

ANALISIS PROSES INTERAKSI (API)

Nama Mahsiswa : Dani Raisa


Tgl Interaksi : 08 Oktober 2019
Interaksi Ke :6
Inisial Klien : Tn. F
Tahap Penanganan : SP 3
Tujuan Interaksi : - Klien mengenali halusinasi yang dialami
- Klien dapat mengontrol halusinasinya dengan
menghardik
- Klien dapat mengontrol halusinasinya dengan bercakap-
cakap
- Melatih klien mengontrol halusinasinya dengan
melakukan aktivitas rutin
- Klien mengikuti program pengobatan secara optimal
Deskripsi Klien : - Klien bertubuh tinggi kurus
- Tidak ada kecacatan pada ditubuh klien
- Klien memakai baju dan celana warna biru
- Klien tenang dan kooperatif

Komunikasi Verbal Komunikasi Non Analisa Berpusat Analisa Berpusat Rasional


Verbal pada Klien pada Perawat
P : Selamat pagi P : Kontak mata Klien merespon Berharap Salam terapeutik
Bapak?, masih ingat dengan klien sambil keberadaan hubungan saling adalah langkah
dengan saya?
tersenyum. perawat. percaya terbina. awal dimulainya
Bagaimana perasaan
Bapak hari ini? interaksi dan
K : menghadap dapat terjalin
K : Selamat sore juga
perawat dan rasa percaya.
Suster, iya saya masih
memandang
ingat nama Suster
perawat, sambil
Raisa. Baik saja.
tersenyum.
P : Bagaimana P :Mempertahankan Klien mampu Mempertahankan Memberikan
perasaan Bapak hari kontak mata mempertahankan BHSP antara perhatian agar
ini? Apa keluhan kontak mata dan perawat dan klien BHSP dapat
Bapak saat ini”? K : Menatap kearah memberikan dan berharap dipertahankan.
Apakah Bapak masih perawat, terkadang perhatian yang klien mau
mendengar suara- menunduk. cukup pada memulai
suara tanpa wujud? perawat. berinteraksi
Apakah Bapak masih dengan perawat.
ingat cara
menghardik?

K : Baik saja, tidak


ada mendengar suara
bisikan lagi, masih
ingat Suster dan saya
bisa mempraktekkan.
P : Sesuai janji kita P : Memandang Klien setuju Berharap klien Kontrak
hari senin, hari ini kita klien. untuk berlatih menerima ajakan diperlukan untuk
akan belajar cara yang kembali cara perawat untuk melakukan
ketiga untuk K : Menghadap mengontrol berlatih kembali interaksi dengan
mencegah halusinasi perawat, terkadang halusinasi cara melakukan klien.
yaitu melakukan menunduk. dengan cara aktivitas/kegiatan
aktivitas/kegiatan melakukan terjadwal.
terjadwal.” “Apa saja aktivitas/kegiata
yang biasa Bapak n terjadwal.
lakukan? (klien
menyebutkan kegiatan
yang dapat
dilakukan). Pagi-pagi
apa kegiatannya, terus
jam berikutnya (terus
ajak sampai
didapatkan
kegiatannya sampai
malam). Wah banyak
sekali kegiatannya.
Mari kita latih satu
kegiatan hari ini (latih
kegiatan tersebut).
Bagus sekali Bapak
bisa melakukannya.
Kegiatan ini dapat
Bapak lakukan untuk
mencegah suara
tersebut muncul
kembali.
 Apakah  bersedia?
Bagaimana Pak?
““Bagaimana kalau
kita bicara 10
menit,?” “Kita bicara
disini saja ya Pak, di
kursi meja makan?”

K: Iya bisa. Disini


saja.
P : “Bagaimana P : Kontak mata Klien merasa Berharap klien Mempertahankan
perasaan Bapak dengan klien, senang. mampu BHSP pada
setelah praktekkan berjabat tangan mengingat perhatian klien.
latihan sambil tersenyum. kembali.
aktivitas/kegitan tadi?
“kalau suara itu K : Klien
muncul lagi, silakan menghadap perawat,
coba cara tersebut! . berjabat tangan dan
“Bagaimana kalau membalas
kita bertemu lagi senyuman.
besok untuk belajar
dan latihan
mengendalikan
bisikan dengan cara
yang keempat
mengajarkan 6 benar
obat? Bagaimana
kalau besok? berapa
lama kita akan
berlatih? Dimana
tempatnya.” “Baiklah,
sampai jumpa.

K : Senang sekali, iya


saya bersedia untuk
latihan mengendalikan
bisikan dengan cara
yang keempat. Disini
saja besok tempatnya,
sampai jumpa lagi
Suster.

Palangka Raya, Oktober 2019


Ners Muda,

( Dani Raisa )

Mengetahui,
Preseptor Klinik

( )

LAPORAN
ANALISIS PROSES INTERAKSI (API)
OLEH :
DANI RAISA
NPM : 1814901110113

PROGRAM PROFESI NERS A


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
2019

ANALISIS PROSES INTERAKSI (API)

Nama Mahsiswa : Dani Raisa


Tgl Interaksi : 09 Oktober 2019
Interaksi Ke :7
Inisial Klien : Tn. F
Tahap Penanganan : SP 3
Tujuan Interaksi : - Klien mengenali halusinasi yang dialami
- Klien dapat mengontrol halusinasinya dengan
menghardik
- Klien dapat mengontrol halusinasinya dengan bercakap-
cakap
- Kllien dapat mengontrol halusinasinya dengan
melakukan aktivitas rutin
- Melatih klien cara mengontrol halusiasi dengan 6 benar
pemberian obat
- Klien mengikuti program pengobatan secara optimal
Deskripsi Klien : - Klien bertubuh tinggi kurus
- Tidak ada kecacatan pada ditubuh klien
- Klien memakai baju dan celana warna biru
- Klien tenang dan kooperatif

Komunikasi Verbal Komunikasi Non Analisa Berpusat Analisa Berpusat Rasional


Verbal pada Klien pada Perawat
P : Selamat pagi P : Kontak mata Klien merespon Berharap Salam terapeutik
Bapak?, masih ingat dengan klien sambil keberadaan hubungan saling adalah langkah
dengan saya?
tersenyum. perawat. percaya terbina. awal dimulainya
Bagaimana perasaan
Bapak hari ini? interaksi dan
K : menghadap dapat terjalin
K : Selamat pagi juga
perawat dan rasa percaya.
Suster, iya saya masih
memandang
ingat nama Suster
perawat, sambil
Raisa. Baik saja.
tersenyum.
P : Bagaimana P :Mempertahankan Klien mampu Mempertahankan Memberikan
perasaan Bapak hari kontak mata mempertahankan BHSP antara perhatian agar
ini? Apa keluhan kontak mata dan perawat dan klien BHSP dapat
Bapak saat ini”? K : Menatap kearah memberikan dan berharap dipertahankan.
Apakah Bapak masih perawat, terkadang perhatian yang klien mau
mendengar suara- menunduk. cukup pada memulai
suara tanpa wujud? perawat. berinteraksi
Apakah Bapak masih dengan perawat.
ingat cara
menghardik,
bercakap-cakap, dan
melakukan
aktivitas/kegiatan?
K : Baik saja, tidak
ada mendengar suara
bisikan lagi, masih
ingat Suster dan saya
bisa mempraktekkan.
P : Sesuai janji kita P : Memandang Klien setuju Berharap klien Kontrak
hari selasa, hari ini klien. untuk berlatih menerima ajakan diperlukan untuk
kita akan belajar cara kembali cara perawat untuk melakukan
yang keempat untuk K : Menghadap mengontrol berlatih kembali interaksi dengan
mencegah halusinasi perawat, terkadang halusinasi cara melakukan klien.
yaitu melakukan6 menunduk. dengan cara aktivitas/kegiatan
benar pemberian melakukan terjadwal.
obat.” . “Obatnya ada aktivitas/kegiata
2 macam, yang n terjadwal.
pertama Haloperidol
yang warnanya biru di
minum 1-0-1 sehari
gunanya supaya
tenang dan berkurang
halusinasinya, yang
warnanya orange
namanya
Chlorpromazine di
minum 0-0-1 sehari
untuk psikosis,
gangguan perilaku,
mual-muntah,
migraine,
dan intractable
hiccup. Psikosis yang
dapat ditatalaksana
dengan
chlorpromazine
adalah skizofrenia
dan depresi. Bila nanti
mulut bapak terasa
kering, untuk
membantu
mengatasinya Bapak
bisa minum air putih.
Bila Bapak merasa
mata berkunang-
kunang, Bapak
sebaiknya istirahat
dan jangan
beeraktivitas dulu.
Jangan pernah
menghentikan minum
obat sebelum
berkonsultasi dengan
Dokter ya Pak.”
“Sebelum Bapak
meminum obat lihat
dulu tempat obatnya,
apakah benar nama
Bapak yang tertulis
disitu. Selain itu
Bapak perlu
memperhatikan jenis
obatnya, berapa dosis,
satu atau dua butir
obat yang harus
diminum, jam berapa
saja obatnya harus
diminum, dan cara
meminum obanya.
Bapak harus
meminum obat secara
teratur dan tidak
menghentikannya
tanpa konsultasi
dengan Dokter”.
 Apakah  bersedia?
Bagaimana Pak?
““Bagaimana kalau
kita bicara 10
menit,?” “Kita bicara
disini saja ya Pak, di
kursi meja makan?”

K: Iya bisa. Disini


saja.
P : “Bagaimana P : Kontak mata Klien merasa Berharap klien Mempertahankan
perasaan Bapak dengan klien, senang. mampu BHSP pada
setelah mengetahui
berjabat tangan mengingat perhatian klien.
cara pemberian obat
tadi? “kalau suara itu sambil tersenyum. kembali.
muncul lagi, silakan
coba cara tersebut!
K : Klien
“Bagaimana kalau
kita bertemu lagi menghadap perawat,
untuk belajar dan berjabat tangan dan
latihan mengendalikan
membalas
bayangan dengan cara
yang ke empat melatih senyuman.
cara mengontrol
halusinasi dengan cara
mengajarkan 6 benar
obat? Bagaimana
kalau besok? berapa
lama kita akan
berlatih? Dimana
tempatnya.” “Baiklah,
sampai jumpa.

K : Senang sekali, iya


saya bersedia untuk
latihan mengendalikan
bisikan dengan cara
yang keempat. Disini
saja besok tempatnya,
sampai jumpa lagi
Suster.

Palangka Raya, Oktober 2019


Ners Muda,

( Dani Raisa )

Mengetahui,
Preseptor Klinik

( )

LAPORAN
ANALISIS PROSES INTERAKSI (API)
OLEH :
DANI RAISA
NPM : 1814901110113

PROGRAM PROFESI NERS A


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
2019

ANALISIS PROSES INTERAKSI (API)

Nama Mahsiswa : Dani Raisa


Tgl Interaksi : 10 Oktober 2019
Interaksi Ke :8
Inisial Klien : Tn. F
Tahap Penanganan : SP 4
Tujuan Interaksi : - Klien mengenali halusinasi yang dialami
- Klien dapat mengontrol halusinasinya dengan
menghardik
- Klien dapat mengontrol halusinasinya dengan bercakap-
cakap
- Klien dapat mengontrol halusinasinya dengan melakukan
aktivitas rutin
- Melatih klien cara mengontrol halusiasi dengan 6 benar
pemberian obat
- Klien mengikuti program pengobatan secara optimal
Deskripsi Klien : - Klien bertubuh tinggi kurus
- Tidak ada kecacatan pada ditubuh klien
- Klien memakai baju dan celana warna biru
- Klien tenang dan kooperatif

Komunikasi Verbal Komunikasi Non Analisa Berpusat Analisa Berpusat Rasional


Verbal pada Klien pada Perawat
P : Selamat pagi P : Kontak mata Klien merespon Berharap Salam terapeutik
Bapak?, masih ingat dengan klien sambil keberadaan hubungan saling adalah langkah
dengan saya?
tersenyum. perawat. percaya terbina. awal dimulainya
Bagaimana perasaan
Bapak hari ini? interaksi dan
K : menghadap dapat terjalin
K : Selamat pagi juga
perawat dan rasa percaya.
Suster, iya saya masih
memandang
ingat nama Suster
perawat, sambil
Raisa. Baik saja.
tersenyum.
P : Bagaimana P :Mempertahankan Klien mampu Mempertahankan Memberikan
perasaan Bapak hari kontak mata mempertahankan BHSP antara perhatian agar
ini? Apa keluhan kontak mata dan perawat dan klien BHSP dapat
Bapak saat ini”? K : Menatap kearah memberikan dan berharap dipertahankan.
Apakah Bapak masih perawat, terkadang perhatian yang klien mau
mendengar suara- menunduk. cukup pada memulai
suara tanpa wujud? perawat. berinteraksi
Apakah Bapak masih dengan perawat.
ingat cara
menghardik,
bercakap-cakap, dan
melakukan
aktivitas/kegiatan?
K : Baik saja, tidak
ada mendengar suara
bisikan lagi, masih
ingat Suster dan saya
bisa mempraktekkan.
P : Sesuai janji kita P : Memandang Klien setuju Berharap klien Kontrak
hari selasa, hari ini klien. untuk berlatih menerima ajakan diperlukan untuk
kita akan belajar cara kembali cara perawat untuk melakukan
yang keempat untuk K : Menghadap mengontrol berlatih kembali interaksi dengan
mencegah halusinasi perawat, terkadang halusinasi cara melakukan klien.
yaitu melakukan6 menunduk. dengan cara aktivitas/kegiatan
benar pemberian melakukan terjadwal.
obat.” . “Obatnya ada aktivitas/kegiata
2 macam, yang n terjadwal.
pertama Haloperidol
yang warnanya biru di
minum 1-0-1 sehari
gunanya supaya
tenang dan berkurang
halusinasinya, yang
warnanya orange
namanya
Chlorpromazine di
minum 0-0-1 sehari
untuk psikosis,
gangguan perilaku,
mual-muntah,
migraine,
dan intractable
hiccup. Psikosis yang
dapat ditatalaksana
dengan
chlorpromazine
adalah skizofrenia
dan depresi. Bila nanti
mulut bapak terasa
kering, untuk
membantu
mengatasinya Bapak
bisa minum air putih.
Bila Bapak merasa
mata berkunang-
kunang, Bapak
sebaiknya istirahat
dan jangan
beeraktivitas dulu.
Jangan pernah
menghentikan minum
obat sebelum
berkonsultasi dengan
Dokter ya Pak.”
“Sebelum Bapak
meminum obat lihat
dulu tempat obatnya,
apakah benar nama
Bapak yang tertulis
disitu. Selain itu
Bapak perlu
memperhatikan jenis
obatnya, berapa dosis,
satu atau dua butir
obat yang harus
diminum, jam berapa
saja obatnya harus
diminum, dan cara
meminum obanya.
Bapak harus
meminum obat secara
teratur dan tidak
menghentikannya
tanpa konsultasi
dengan Dokter”.
 Apakah  bersedia?
Bagaimana Pak?
““Bagaimana kalau
kita bicara 10
menit,?” “Kita bicara
disini saja ya Pak, di
kursi meja makan?”

K: Iya bisa. Disini


saja.
P : “Bagaimana P : Kontak mata Klien merasa Berharap klien Mempertahankan
perasaan Bapak dengan klien, senang. mampu BHSP pada
setelah mengetahui
berjabat tangan mengingat perhatian klien.
cara pemberian obat
tadi? “kalau suara itu sambil tersenyum. kembali.
muncul lagi, silakan
coba dengan cara
K : Klien
yang sudah saya
ajarkan ke Bapak! menghadap perawat,
“Bagaimana kalau berjabat tangan dan
kita bertemu lagi
membalas
untuk belajar dan
latihan mengendalikan senyuman.
bayangan dengan cara
yang ke empat melatih
cara mengontrol
halusinasi dengan cara
mengajarkan 6 benar
obat? Bagaimana
kalau besok? Berapa
lama kita akan
berlatih? Dimana
tempatnya.” “Baiklah,
sampai jumpa.

K : Senang sekali, iya


saya bersedia untuk
latihan mengendalikan
bisikan dengan cara
yang keempat. Disini
saja besok tempatnya,
sampai jumpa lagi
Suster.

Palangka Raya, Oktober 2019


Ners Muda,

( Dani Raisa )

Mengetahui,
Preseptor Klinik
( )

LAPORAN
ANALISIS PROSES INTERAKSI (API)
OLEH :
DANI RAISA
NPM : 1814901110113

PROGRAM PROFESI NERS A


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
2019

ANALISIS PROSES INTERAKSI (API)

Nama Mahsiswa : Dani Raisa


Tgl Interaksi : 11 Oktober 2019
Interaksi Ke :9
Inisial Klien : Tn. F
Tahap Penanganan : SP 4
Tujuan Interaksi : - Klien mengenali halusinasi yang dialami
- Klien dapat mengontrol halusinasinya dengan
menghardik
- Klien dapat mengontrol halusinasinya dengan bercakap-
cakap
- Klien dapat mengontrol halusinasinya dengan melakukan
aktivitas rutin
- Melatih klien cara mengontrol halusiasi dengan 6 benar
pemberian obat
- Klien mengikuti program pengobatan secara optimal
Deskripsi Klien : - Klien bertubuh tinggi kurus
- Tidak ada kecacatan pada ditubuh klien
- Klien memakai baju dan celana warna biru
- Klien tenang dan kooperatif

Komunikasi Verbal Komunikasi Non Analisa Berpusat Analisa Berpusat Rasional


Verbal pada Klien pada Perawat
P : Selamat pagi P : Kontak mata Klien merespon Berharap Salam terapeutik
Bapak?, masih ingat dengan klien sambil keberadaan hubungan saling adalah langkah
dengan saya?
tersenyum. perawat. percaya terbina. awal dimulainya
Bagaimana perasaan
Bapak hari ini? interaksi dan
K : menghadap dapat terjalin
K : Selamat pagi juga
perawat dan rasa percaya.
Suster, iya saya masih
memandang
ingat nama Suster
perawat, sambil
Raisa. Baik saja.
tersenyum.
P : Bagaimana P :Mempertahankan Klien mampu Mempertahankan Memberikan
perasaan Bapak hari kontak mata mempertahankan BHSP antara perhatian agar
ini? Apa keluhan kontak mata dan perawat dan klien BHSP dapat
Bapak saat ini”? K : Menatap kearah memberikan dan berharap dipertahankan.
Apakah Bapak masih perawat, terkadang perhatian yang klien mau
mendengar suara- menunduk. cukup pada memulai
suara tanpa wujud? perawat. berinteraksi
Apakah Bapak masih dengan perawat.
ingat cara
menghardik,
bercakap-cakap, dan
melakukan
aktivitas/kegiatan?
K : Baik saja, tidak
ada mendengar suara
bisikan lagi, masih
ingat Suster dan saya
bisa mempraktekkan.
P : Sesuai janji kita P : Memandang Klien setuju Berharap klien Kontrak
hari selasa, hari ini klien. untuk berlatih menerima ajakan diperlukan untuk
kita akan belajar cara kembali cara perawat untuk melakukan
yang keempat untuk K : Menghadap mengontrol berlatih kembali interaksi dengan
mencegah halusinasi perawat, terkadang halusinasi cara melakukan klien.
yaitu melakukan6 menunduk. dengan cara aktivitas/kegiatan
benar pemberian melakukan terjadwal.
obat.” . “Obatnya ada aktivitas/kegiata
2 macam, yang n terjadwal.
pertama Haloperidol
yang warnanya biru di
minum 1-0-1 sehari
gunanya supaya
tenang dan berkurang
halusinasinya, yang
warnanya orange
namanya
Chlorpromazine di
minum 0-0-1 sehari
untuk psikosis,
gangguan perilaku,
mual-muntah,
migraine,
dan intractable
hiccup. Psikosis yang
dapat ditatalaksana
dengan
chlorpromazine
adalah skizofrenia
dan depresi. Bila nanti
mulut bapak terasa
kering, untuk
membantu
mengatasinya Bapak
bisa minum air putih.
Bila Bapak merasa
mata berkunang-
kunang, Bapak
sebaiknya istirahat
dan jangan
beeraktivitas dulu.
Jangan pernah
menghentikan minum
obat sebelum
berkonsultasi dengan
Dokter ya Pak.”
“Sebelum Bapak
meminum obat lihat
dulu tempat obatnya,
apakah benar nama
Bapak yang tertulis
disitu. Selain itu
Bapak perlu
memperhatikan jenis
obatnya, berapa dosis,
satu atau dua butir
obat yang harus
diminum, jam berapa
saja obatnya harus
diminum, dan cara
meminum obanya.
Bapak harus
meminum obat secara
teratur dan tidak
menghentikannya
tanpa konsultasi
dengan Dokter”.
 Apakah  bersedia?
Bagaimana Pak?
““Bagaimana kalau
kita bicara 10
menit,?” “Kita bicara
disini saja ya Pak, di
kursi meja makan?”

K: Iya bisa. Disini


saja.
P : “Bagaimana P : Kontak mata Klien merasa Berharap klien Mempertahankan
perasaan Bapak dengan klien, senang. mampu BHSP pada
setelah peragaan
berjabat tangan mengingat perhatian klien.
latihan tadi? “kalau
bayangan itu muncul sambil tersenyum. kembali.
lagi, silakan coba cara
tersebut!. “Semua cara
K : Klien
untuk mengontrol
halusinasi sudah saya menghadap perawat,
ajarkan semua” nanti berjabat tangan dan
Bapak bisa berlatih
membalas
lagi semua cara
mengontrol halusinasi senyuman.
yang sudah
diajarkan?”
Bagaimana kalau
besok kita
berbincang-bincang
lagi mengenai
masalah lain yang
Bapak hadapi? Jam
brapa Bapak mau?
Dimana
tempatnya?“Baiklah,
sampai jumpa.

K : Senang sekali, iya


saya bersedia untuk
berbincang-bincang
masalah yang lainnya.
Disini saja besok
tempatnya, sampai
jumpa lagi Suster.

Palangka Raya, Oktober 2019


Ners Muda,

( Dani Raisa )

Mengetahui,
Preseptor Klinik
( )

LAPORAN
ANALISIS PROSES INTERAKSI (API)
OLEH :
DANI RAISA
NPM : 1814901110113

PROGRAM PROFESI NERS A


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
2019

ANALISIS PROSES INTERAKSI (API)

Nama Mahsiswa : Dani Raisa


Tgl Interaksi : 12 Oktober 2019
Interaksi Ke : 10
Inisial Klien : Tn. F
Tahap Penanganan : SP 1 (Resiko Perilaku Kekerasan)
Tujuan Interaksi : - Menjalin BHSP
- Klien mampu melakukan SP 1 RPK
- Mengidentifikasi penyebab PK
- Mengidentifikasi tanda dan gejala PK
- Mengidentifikasi PK yang dilakukan
- Mengidentifikasi akibat PK
- Menyebutkan cara mengontrol PK
- Membantu klien mempraktekkan latihan cara mengontrol
secara fisik
- Menganjurkan pasien memasukkan dalam kegiatan
harian
- Klien mengikuti program pengobatan secara optimal
Deskripsi Klien : - Klien bertubuh tinggi kurus
- Tidak ada kecacatan pada ditubuh klien
- Klien memakai baju dan celana warna biru
- Klien tenang dan kooperatif

Komunikasi Verbal Komunikasi non Analisis Analisis Rasional


Verbal berpusat pada berpusat
klien pada Perawat
P: P: Klien Berharap Salam
Selamat pagi Pak ? Memandang klien merespon membina merupakan
dengan tersenyum keberadaan hubungan tehnik dalam
perawat dan saling komunikasi
K: K: ada kontak percaya
Selamat pagi juga Suster... Klien memandang ke mata
perawat dan
tersenyum
P: Klien Perawat Menjalin BHSP
P: Mendekati klien, memberi merasa harus
Masih ingat nama saya mulai bercakap-cakap, respon memberi
Pak.? dan mengulurkan menyebutkan tahukan
tangan untuk berjabat namanya dan maksud
tangan saat perawat kedatangan
K: ingin berjabat perawat dan
Iya masih ingat Suster K: tangan pasien juga ingin
Raisa.. Klien menatap juga berespon membuka
perawat dan mau dengan percakapan
berjabat tangan mengulurkan dengan klien
dengan perawat tangan
P: P : mempertahankan Klien mampu Mempertaha Mengetahui
Coba Bapak ulangi nama kontak mata, menyebutkan nkan BHSP daya ingat klien
saya.? nama perawat antara jangka pendek
kembali perawat dan
K:
klien
Klien menatap
perawat dan
menyebutkan nama
K:
perawat
Raisa...
P: P: Klien mampu Mempertaha Memberikan
Bagaimana perasaan Bapak Mempertahankan mempertahan nkan BHSP perhatian agar
hari ini? kontak mata kan kontak antara BHSP dapat
mata perawat dan dipertahankan
klien
K: K:
Baik-baik saja... Klien menatap
perawat dan
menjawab pertanyaan.
P: P: Klien mampu Berusaha Melibatkan
Oh iya, Pak bagaimana Memandang klien terbuka membujuk klien dalam
kalau pagi ini kita dengan dan mengambil
perawat myakinkan keputusan
berbincang tentang perasaan K:
klien dan
marah dan emosi Bapak Menjawab dengan berharap
sesuai janji kita kemarin? menatap perawat persetujuan
klien
K:
Iya, bisa Suster..
P: P: Klien Berharap Untuk
Apakah sebelumnya Bapak Menatap Klien merespon klien terbuka mengetahui apa
pernah marah? Terus, pertanyaan dengan penyebab pasien
perawat marah
penyebabnya apa? Samakah K: perasaannya
dengan yang sekarang? Klien merespon
pertanyaan perawat
K:
Iya saya pernah marah, saya
tidak tahu kenapa.
P: P: Klien mau Berharap Untuk
Iya Pak, tapi adakah Bapa Kontak mata dengan menjawab klien dapat mengidentifikasi
pernah marah-marah sampai klien pertanyaan terbuka tanda –tanda
perawat RPK
mengepalkan tangan, mata
sampai merah, atau pernah K:
memukul orang. Klien tampak
menjawab pertanyaan
K: perawat
Tidak pernah, saya pernah
mengamuk dan
menghancurkan motor saja.
P: P: Klien mampu Berharap Untuk dapat
Apakah Bapak tahu akibat Memandang klien dan memberikan dapat mengetahui
dari marahnya Bapak? tersenyum pendapat dari mengungkap akibat dari RPK
pertanyaan kan
perawat pendapatnya
K: K:
Karena saya melawan suara Klien menjawab
bisikan akhirnya saya marah pertanyaan perawat
dan mengamuk..

P: P: Klien belum Berharap Untuk dapat


Apakah Bapak tahu cara Memandang klien dan mampu dapat mengetahui cara
memberikan mengungkap mengontrol
mengontrol marah? tersenyum
pendapat dari kan RPK
pertanyaan pendapatnya
K: K: perawat.
Tidak tahu Klien menjawab
pertanyaan perawat
P: P: Klien belum Berharap Untuk dapat
mampu dapat mengetahui cara
Apakah Bapak mau saya Memandang klien dan memberikan mengungkap mengontrol
ajarkan cara mengontrol tersenyum pendapat dari kan RPK
marah? pertanyaan pendapatnya
perawat
K:
K: Klien merespon dan
Iya… saya mau tahu ingin tahu cara
mengotrol marah
P: P: Klien mampu Berharap Untuk dapat
Begini Pak, kalau tanda- Memandang klien dan memberikan dapat mengetahui cara
tanda marah tadi sudah tersenyum pendapat dari mengungkap mengontrol
pertanyaan kan RPK
Bapak rasakan maka Bapak
perawat, klien pendapatnya
berdiri, lalu tarik napas dari K : mampu
hidung, tahan sebentar, lalu Klien merespon dan memprakteka
keluarkan/tiup perlahan– mampu n tehnik napas
lahan melalui mulut seperti mempraktekan tehnik dalam
mengeluarkan kemarahan. napas dalam
Ayo coba lagi.

K : (Klien mampu
mempraktekan tehnik napas
dalam)

P : Tarik dari hidung,


bagus.., tahan, dan tiup
melalui mulut. Nah, lakukan
sampai 5 kali bila ada
perasaan ingin marah.
P : Bagaimana perasaan P:
bapak setelah berbincang- Memandang klien dan Klien belum Berharap Untuk dapat
bincang tentang kemarahan, tersenyum mampu dapat mengetahui cara
memberikan mengungkap mengontrol
pak ?
pendapat dari kan RPK
K: pertanyaan pendapatnya
Klien merespon dan perawat
K : Senang, sudah diajarkan mampu
supaya bisa mengontrol mempraktekan tehnik
marah napas dalam
P: P: Klien mampu Berharap Untuk dapat
memberikan dapat melanjutkan ke
Baik, Jangan lupa latihan Memandang klien dan
tersenyum pendapat dari mengungkap
tarik napas dalamnya ya Pak pertanyaan kan
perawat pendapatnya
nanti dirumah? Semoga
Bapak dan keluarga sampai K :
Klien merespon dan
dirumah dengan selamat dan
mampu
selalu dalam keadaan sehat. mempraktekan tehnik
napas dalam
K : Iya, terimakasih banyak
Suster…

P: P: Klien mampu Berharap Intervensi


mempertahan klien dapat selesai
Pertemuan kita cukupkan dulu Memandang
ya klien dan
tersenyum kan kontak mempraktek
Pak. mata kan saat
dirumah
K:
K:
Klien merespon
Iya Sus…

P:
Selamat pagi Pak..

K:
Terimakasih banyak Suster..

Palangka Raya, Oktober 2019


Ners Muda,

( Dani Raisa )

Mengetahui,
Preseptor Klinik

( )