Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN

FEBRIS (DEMAM) PADA ANAK

Di Ruang Rawat Inap Anak RSUD Pasaman Barat

Disusun Oleh :

Henni Seprida (19.10.120.901.316)


Arleni (19.10.120.901.308)
Engki Gusmal (19.10.120.901.314)
Eliza (19.10.120.901.312)

Program Studi Ilmu Keperawatan


Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nan Tongga
Lubuk Alung
2020
SATUAN ACARA PENYULUHAN
FEBRIS (DEMAM)

Bidang Studi : Keperawatan Anak


Topik : Febris
Sasaran : anak dan orang tua anak
Hari / Tanggal :
Jam :
Waktu : 30 Menit
Tempat : RSUD Pasaman Barat

A. Latar Belakang
Suatu tipe demam kadang-kadang dikaitkan dengan suatu penyakit tertentu
misalnya tipe demam intermiten untuk malaria. Seorang pasien dengan keluhan
demam mungkin dapat dihubungkan segera dengan suatu sebab yang jelas
seperti: abses, pneumonia, infeksi saluran kencing, malaria, tetapi kadang sama
sekali tidak dapat dihubungkan segera dengan suatu sebab yang jelas. Dalam
praktek 90% dari para pasien dengan demam yang baru saja dialami, pada
dasarnya merupakan suatu penyakit yang self-limiting seperti influensa atau
penyakit virus sejenis lainnya. Namun hal ini tidak berarti kita tidak harus tetap
waspada terhadap infeksi bakterial. 

B. Tujuan
1 Tujuan Instruksional umum
Setelah proses penyuluhan diharapkan pasien dan keluarga pasien mengerti
tentang febris.
2 Tujuan Instruksional Khusus
a. Menjelaskan tentang pengertian febris
b. Menjelaskan tentang penyebab febris
c. Menjelaskan tanda dan gejala febris
d. Menjelaskan nutrisi untuk febris
e. Menjelaskan penatalaksanaan febris
f. Menjelaskan pencegahan dari febris
3 Materi
a. Pengertian dari febris
b. Penyebab dari febris
c. Tanda dan gejala dari febris
d. Akibat lanjut dari febris
e. Pencegahan dari febris

C. Jenis Kegiatan
Memberikan Pendidikan Kesehatan atau Penyuluhan tentang febris

D. Pengorganisasian
1. Waktu : 30 Menit
2. Alat : Leaflet
3. Metode : Diskusi/ Ceramah & Tanya Jawab
4. Tempat : RSUD Pasaman Barat

E. Peserta
1. Penyuluh/ Pemateri :
2. Pasien : Anak

F. Jalannya kegiatan penyuluhan


NO WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN PESERTA
1 3 menit Pembukaan : a. Menjawab Salam
a. Membukakegiatan dengan b. Mendengarkan dan
mengucapkan salam Memperhatikan
b. Memperkenalkan diri
c. Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
d. Menyebutkan materi yang akan
diberikan
e. Menyampaikan kontrak waktu

2 15 menit Pelaksanaan : a. Mendengarkan dan


Penyampaian materi oleh pemateri: menyimak materi
a. Menggali pengetahuan peserta ceramah
tentang febris
b. Menjelaskan tentang pengertian
febris
c. Menjelaskan tentang penyebab/
faktor febris
d. Menyebutkan tentang  tanda dan
gejala febris
e. Menjelaskan pencegahan febris

3 10 menit Evaluasi : a. Bertanya &Menjawab


1. Menyimpulkan isi penyuluhan pertanyaan
2. Menyampaikan secara singkat materi
penyuluhan
3. Memberi kesempatan kepada pasien
untuk bertanya
4. Memberikan kesempatan kepada
pasien untuk menjawab pertanyaan
yang di lontarkan

4 2 menit Penutup a. Menjawab salam


1. Menyimpulkan materi yang telah
disampaikan
2. Menyampaikan terima kasih atas
waktunya yang telah diberikan oleh
peserta atau pasien
3. Mengucapkan salam

G. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Klien Mengikuti Penyuluhan
b. Kegiatan Berlangsung sesuai dengan waktu yang telah ditentukan
c. Penyuluh dapat menyediakan media sesuai dengan yang telah
direncanakan
2. Evaluasi Proses
a. Klien yang mengikuti penyuluhan dapat berperan aktif dalam penyuluhan
dan diskusi
b. Selama kegiatan berlangsung klien tidak meninggalkan tempat
c. Klien memperhatikan penyuluhan
d. Kriteria Hasil
Keluarga dan Klien dapat menyebutkan dan mengerti tentang pengertian,
penyebab, tanda dan gejala, akibat lanjut, pencegahan penyakit febris .
MATERI PENYULUHAN
FEBRIS (DEMAM)

A. Pengertian

Demam terjadi karena pelepasan pirogen dari dalam leukosit yang


sebelumnya telah terangsang oleh pirogen eksogen yang dapat berasal dari
mikroorganisme atau merupakan suatu hasil reaksi imunologik yang tidak
berdasarkan suatu infeksi (Noer, Sjaifoellah,2004).
Demam (febris) adalah suatu reaksifisiologis tubuh yang kompleks terhadap
penyakit yang ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh diatas nilai normal
akibat rangsangan zat pirogen terhadap pengatur suhu tubuh di hipotalamus
(Smeltzer, Suzanna C.2001)
Suhu normal tubuh manusia berkisar antara 36.5-37.2 ˚C. Suhu subnormal
yaitu <36.5 ˚C, hipotermia merupakan suhu <35 ˚C. Demam terjadi jika suhu
>37.2 ˚C. hiperpireksia merupakan suhu ≥41.2 ˚C. Terdapat perbedaan
pengukuran suhu di oral, aksila, dan rectal sekitar 0.5 ˚C; suhu rectal > suhu oral
> suhu aksila. 
Suatu tipe demam kadang-kadang dikaitkan dengan suatu penyakit tertentu
misalnya tipe demam intermiten untuk malaria. Seorang pasien dengan keluhan
demam mungkin dapat dihubungkan segera dengan suatu sebab yang jelas
seperti: abses, pneumonia, infeksi saluran kencing, malaria, tetapi kadang sama
sekali tidak dapat dihubungkan segera dengan suatu sebab yang jelas. Dalam
praktek 90% dari para pasien dengan demam yang baru saja dialami, pada
dasarnya merupakan suatu penyakit yang self-limiting seperti influensa atau
penyakit virus sejenis lainnya. Namun hal ini tidak berarti kita tidak harus tetap
waspada terhadap infeksi bakterial. 
Tipe demam yang mungkin kita jumpai antara lain :
1. Demam septic
Suhu badan berangsur naik ketingkat yang tinggi sekali pada malam hari dan
turun kembali ketingkat diatas normal pada pagi hari. Sering disertai keluhan
menggigil dan berkeringat. Bila demam yang tinggi tersebut turun ketingkat
yang normal dinamakan juga demam hektik. 
2. Demam remiten
Suhu badan dapat turun setiap hari tetapi tidak pernah mencapai suhu badan
normal. Penyebab suhu yang mungkin tercatat dapat mencapai dua derajat
dan tidak sebesar perbedaan suhu yang dicatat demam septik.
3. Demam intermiten
Suhu badan turun ketingkat yang normal selama beberapa jam dalam satu
hari. Bila demam seperti ini terjadi dalam dua hari sekali disebut tersiana dan
bila terjadi dua hari terbebas demam diantara dua serangan demam disebut
kuartana.
4. Demam kontinyu
Variasi suhu sepanjang hari tidak berbeda lebih dari satu derajat. Pada tingkat
demam yang terus menerus tinggi sekali disebut hiperpireksia.
5. Demam siklik
Terjadi kenaikan suhu badan selama beberapa hari yang diikuti oleh beberapa
periode bebas demam untuk beberapa hari yang kemudian diikuti oleh
kenaikan suhu seperti semula.

B. Etiologi
Penyebab demam selain infeksi juga dapat disebabkan oleh keadaan
toksemia, keganasan atau reaksi terhadap pemakaian obat, juga gangguan pada
pusat regulasi suhu sentral (misalnya : perdarahan otak, koma). Pada dasarnya
untuk mencapai diagnosis penyebab demam diperlukan antara lain: ketelitian
pengambilan riwayat penyakit pasien, pelaksanaan pemeriksaan fisik, observasi
perjalanan penyakit, dan evaluasi pemeriksaan laboratorium serta penunjang lain
secara tepat dan holistik.
Beberapa hal khusus perlu diperhatikan pada demam adalah cara timbul
demam, lama demam, sifat harian demam, tinggi demam serta keluhan dan gejala
lain yang menyertai demam.Demam belum terdiagnosa adalah suatu keadaan
dimana seorang pasien mengalami demam terus menerus selama 3 minggu
dengan suhu badan diatas 38,3 ºC dan tetap belum ditemukan penyebabnya
walaupun telah diteliti ssatu minggu secara intensif dengan menggunakan sarana
laboratorium dan penunjang lainnya.
C. Tanda dan Gejala
1. Suhu lebih tinggi dari 37,5 C
2. Kulit kemerahan
3. Hangat pada sentuhan
4. Peningkatan frekuensi pernapasan
5. Menggigil
6. Bibir tampak kering
7. Kehilangan nafsu makan

D. Komplikasi
1. Takikardia ( Nadi> 100 x/menit )
2. Dehidrasi
3. Gagal jantung
4. Kelainan katub pulmonal
5. Kematian

E. Penatalaksaan Medik
1. Bukalah pakaian dan selimut yang berlebihan
2. Memperhatikan aliran udara di dalam ruangan
3. Jalan nafas harus terbuka untuk mencegah terputusnya suplai oksigen ke otak
yang akanberakibat rusaknya sel – sel otak.
4. Berikan cairan melalui mulut, minum sebanyak –banyaknya. Minuman yang
diberikan dapat berupa air putih, susu, air buah atau air teh. Tujuannnya
adalah agar cairan tubuh yang menguap akibat naiknya suhu tubuh
memperoleh gantinya.
5. Tidur yang cukup agar metabolisme berkurang
6. Kompres dengan air biasa pada dahi, ketiak,lipat paha. Tujuannya untuk
menurunkan suhu tubuh dipermukaan tubuh anak. Turunnya suhu tubuh
dipermukaan tubuh ini dapat terjadi karena panas tubuh digunakan untuk
menguapkan air pada kain kompres. Jangan menggunakan air es karena justru
akan membuat pembuluh darah menyempit dan panas tidak dapat keluar.
Menggunakan alkohol dapat menyebabkan iritasi dan intoksikasi
(keracunan).
7. Saat ini yang lazim digunakan adalah dengan kompres hangat suam-suam
kuku. Kompres air hangat atau suam-suam kuku maka suhu di luar terasa
hangat dan tubuh akan menginterpretasikan bahwa suhu diluar cukup panas.
Dengan demikian tubuh akan menurunkan kontrol pengatur suhu di otak
supaya tidak meningkatkan pengatur suhu tubuh lagi. Di samping itu
lingkungan luar yang hangat akan membuat pembuluh darah tepi di kulit
melebar atau mengalami vasodilatasi, juga akan membuat pori-pori kulit
terbuka sehingga akan mempermudah pengeluaran panas dari tubuh.
8. Obat-obatan Antipiretik
Antipiretik bekerja secara sentral menurunkan suhu di pusat pengatur suhu di
hipotalamus. Antipiretik berguna untuk mencegah pembentukan
prostaglandin dengan jalan menghambat enzim cyclooxygenase sehinga set
point hipotalamus direndahkan kembali menjadi normal yang mana
diperintah memproduksi panas diatas normal dan mengurangi pengeluaran
panas tidak ada lagi.

F. Merawat Malnutrisi
1 Jika panas diberikan obat penurun panas sesuai aturan dokter
2 Beri minum lebih banyak dari biasanya
3 Kompres dengan air biasa pada dahi, ketiak,lipat paha. Tujuannya untuk
menurunkan suhu tubuh dipermukaan tubuh anak. Turunnya suhu tubuh
dipermukaan tubuh ini dapat terjadi karena panas tubuh digunakan untuk
menguapkan air pada kain kompres. Jangan menggunakan air es karena justru
akan membuat pembuluh darah menyempit dan panas tidak dapat keluar.
Menggunakan alkohol dapat menyebabkan iritasi dan intoksikasi
(keracunan).
4 Berikan ramuan segelas air hangat yang dicampur dengan gula merah dan
asam secukupnya

G. Pencegahan
1 Menjaga asupan makanan
2 Menghangatkan diri bila cuaca dingin/hujan
3 Menjaga lingkungan rumah agar terhindar dari virus dan bakteri
4 Hindari polusi udara yang kotor
5 Menambah ventilasi yang adekuat
6 Membersihkan rumah serta lingkungannya
7 Menjaga kebersihan tempat pembuangan sampah
8 Menyediakan air yang memenuhi syarat
DAFTAR PUSTAKA
Smeltzer, Suzanna C.2001.Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Alih
Bahasa Agung Waluyo Edisi 8. Jakarta: EGC
Suryono, Slamet.2001.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: FKUI
Susan, Martyn Tucker et al.2000.Standar Perawatan Pasien.Jakarta: EGC