Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH TUGAS PSIKOLOGI KEPRIBADIAN

PSIKOLOGI KEPRIBADIAN BERDASARKAN TEORI GORDON W. ALLPORT

NAMA ANGGOTA KELOMPOK 6:

1. FACHREL (1193351052)
2. ANNISA PERMATA WULANDARI (1193151028)
3. DINA MEILIA BR. KEMBAREN (1193351073)
4. GRACIELLA ELLOVANY Br. PANDIA (1193351050)
5. CLARA CINDY CLAUDIA SITORUS (1193351047)

KELAS: BK REGULER D 2019

DOSEN PENGEMPU : NANI BARORAH NST, S.Psi, M.A, P.H.D

PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN – UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya ucapkan atas rahmat, hidayah dan karunia Nya yang sangat sempurna,
baik nikmat kesehatan dan kesempatan serta nikmat alam ciptaan nya begitu indah yang dapat dinikmati
oleh seluruh umat manusia.
Dengan izin Allah Swt dan segala kemampuan, Alhamdulillah kami dapat menyelesaikan Tugas
makalah kelompok yang ditulis untuk memenuhi tugas pokok dalam mata kuliah psikologi kepribadian.
Dalam penyelesaian makalah ini, tentu tidak lepas dari kendala-kendala yang kami hadapi, namun
atas arahan, bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung dalam
bentuk materil , moril maupun spritual, sehingga kendala itu dapat diatasi dengan baik.
Makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu, sangat diharapkan kritik dan saran yang
membangun menjadi yang lebih sempurna. Dan semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca khususnya
mahasiswa baru Universitas Negeri Medan.

Medan,21 Februari 2020

Kelompok 6
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................i

DAFTAR ISI................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................1

1.1 Latar belakang ......................................................................................................1

1.2 Tujuan....................................................................................................................1

1.3 Manfaat .................................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN ...........................................................................................2

2.1..................................................................................................................................2

2.2..................................................................................................................................3

BAB III PENUTUP....................................................................................................10

3.1 Kesimpulan ...........................................................................................................10

3.2 Saran......................................................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................11
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sejak tahun 30-an pemikiran-pemikiran yang terutama di dalam psikologi ialah mengenai
kuantifikasi atau pencarian dasar-dasar tak sadar yang mendorong tingkah laku manusia. Dalam
situasi ilmiah itu Gordon W. Allport mengambil jalannya sendiri yang menyimpang dari pandangan
umum itu, ia mengadakan penyelidikan secara kualitatif dan mengutamakan dorongan-dorongan
sadar. Dengan cara ini ia dapat membuat sintesis antara pemikiran psikologi yang tradisional dengan
teori kepribadian.

Pemikirannya yang teliti dan sistematis dapat mempersatukan gagasan-gagasan dari berbagai
pemikiran yang terkenal yang berasal dari berbagai pemikiran dalam lapangan psikologis seperti ahli-
ahli psikologi seperti; Gestalt W. Stern, W. James McDougall dari psikologi Gestalt dan Stern
diambilnya pendirian yang menolak cara yang analitis dan perhatian yang mendalam terhadap
kekhususan individu serta kebutalan tingkah laku. Seperti McDougall, Allport sangat mementingkan
atau menekankan pentingnya variable-variable pendorong, pentingnya faktor-faktor kontitusional.
Dan terlihat juga sangat menghargai hasil-hasil yang memberikan oleh ahli-ahli psikologis di masa
lampau.

1.2 Rumusan Masalah


A. Riwayat hidup Allord
BAB II

PEMBAHASAN

A. RIWAYAT HIDUP ALLPORT

Gordon W.Allport di lahirkan di Indiana pada tahun 1897 tetapi di besarkan serta
mendapat pendidikan yang mula-mula di Clevenland .dia menyelesaikan pelajaran nya
dengan keahlian pokok ilmu ekonomi dan filsafat.setelah itu dia mengajar di Istambul
dalam mata kuliah sosiologi dan bahasa ingris.kemudian sesudah itu dia kembali lagi ke
Harvard untuk belajar dan tahun 1922 mendapat Ph.D. dalam psikologi.pengalaman dan
belajarnya di luar negeri menyebabkan Allport besar perhatiannya kepada soal-soal
international dan hal ini nyata sekali dalam kegiatan-kegitan nya selama dua puluh tahun
berikutnya .hal tersebut jugalah yang menyebabkan allport menjadi juru tafsir psikologi
jerman di amerika serikat selama kira-kira 10 tahun. Pada tahun 1926 dia di angkat
sebagai guru besar pembantu dalam psikologi Darmouth College ,dia ada di san selama 4
tahun kemudian kembali lagi ke Harvard. Allport memegang peranan utama dalam
pembentukan Departemen of Social Relations di Harvard University, suatu usaha untuk
mengadakan integrasi secara sebagian (partial) daripada psikologi, sosiologi, dan
antropologi. Sealam karirnya itu Allport banyak menerima kehormatan, antara lain dipilih
sebagai presiden dari “The American Psichologycal Association” dan presiden dari “The
Sociaty for Psicologycal Study of Social Issues”.

B. GAMBARAN MENGENAI TEORI ALLPORT

Adapun beberapa gambaran mengenai Teori Allport ialah sebagai berikut:

a. Tulisan-tulisannya selalu menunjukkan usaha untuk mementingkan sikap konfleks dan


khas (unik) daripada tingkah laku manusia. Seacara umum dapat dikatakan, bahwa
pandangannya adalah pandangan mengenai manusia dimana unsure-unsur dorongan sadar
diutamakan, dan tingkah laku dipandang sebagai hal yang dari dalam selaras dan
ditentukan oleh faktor-faktor masa kini.
b. Bagi Allport tidak kontinuitas ntara normal dan tidak normal, antara anak dan orang
dewasa, antara manusia dan hewan. Teori seperti psikoanalisis mugkin sangat berguna
untuk tingkah laku yang tidak normal, akan tetapi sedikit sekali gunanya untuk
menghadapi tingkah laku yang normal. Dalam bukunya Scientifc model and human
morals (1947) dia mengemukakan bahwa dengan memakai sebagai model mesin, hewan,
anak-anak, tidak dapat dasar yang cukup kuat untuk menyusun teori yang bermanfaat
mengenai tingkah laku manusia.
c. Penggunaan metode dan penemuan-penemuan psikologis di dalam tindakan, dimana
usaha dilakukan untuk memperbaiki keadaan sosial yang tak diinginkan merupakan hal
yang sangat dipentingkan oleh Allport.
d. Allport menyatakan, bvahwa karyanya terutama ditunjukkan pada masalah-masalah
empiris dan tidak untuk mendapatkan suatu kesatuan metodologi dan teori. Baginya
kepribadin adalah masalah yang harus dihadapi dengan cara yang sebaik mungkin yang
dapat dipergunakan pada dewasa ini, karena itulah maka dia memperhatikan soal-soal
desas-desus, radio, perasangka, kepercayaan, sikap dan nilai lain persoalan manusia.

C. POKOK-POKOK TEORI ALLPORT

a. Struktur dan Dinamika kepribadian

Dalam teori-teori yang lain-lain dapat dipergunakan rangka pembicaraan struktur, dinamika dan
perkembangan kepribadian. Rangka ini tidak dapat dipakai untuk membicarakan teori Allport karena bagi
Allport struktur kepribadian itu terutama dinyatakan dalam sifat-sifat (traits) dan tingkah laku didorong
oleh sifat-sifat (traits). Jadi, struktur dan dinamika itu pada umumnya satu dan sama. Allport berpendapat
bahwa masing-masing pengertian refleks bersyarat, kebiasaan, sikap, sifat, diri (self) dan kerpibadian itu
semuanya masing-masing adalah bermanfaat. Tetapi, walaupun semua pengertian itu diterima dan dianggap
penting, namun tekanan utama diletakkannya pada sifat (traits). Sedang disamping itu sikap (attitude) dan
itensi (intention) diberinya kedudukan yang kira-kira sama sehingga ada yang menamakan psikologi
Allport itu adalah “Trait Psycology”. Sebelum berbiacara sampai mengusur tentang trait itu terlebih dahulu
marilah kita pelajari definisi Allport tentang kerpibadian.

1. Kepribadian Watak dan Tempramen


a. Kepribadian
Bagi Allport definisi bukanlah sesuatu yang boeleh dipandang enteng. Seelum sampai pada
definisinya sendiri dia mengumukakan dan membahas 50 definisi yang dikemukakan oleh
para ahli dalam bidang tersebut. Setelah membahas pengertian tersebut sampai mengunsur
maka dia berusaha mengkombinasikan unsur-unsur yang telah ada dalam definisi-definisi
yang lebih dahulu dengan menghindari kekurangan-kekurangan yang pokok. Tetapi definisi
itu dianggapnya sendiri kurang memadai dan terlampau singkat, dan karena itu
dikemukakannya definisi yang dipandang lebih memadai. Menurut Allport kepribadian
adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai sistem psikofisis yang menentukan
caranya yang khas dalam meyesuaikan diri dalam lingkungan (Allport, 1951, p 48).
b. Watak/Karakter
Walaupun istilah kepribadian dan watak sering dipergunakan secara bertukar-tukar, namn
Allport menunjukan bahwa biasanya kata watak menunjukan arti normative: ia menyatakan
character is personality evaluated and personality is character evaluated”. (Allport 1951, p
52).
c. Tempramen
Pengertian tempramen dan kepribadian juga seringdikacaukan namun sebenarnya umum
mengakui adanya perbedaan diantara keduanya. Tempramen adalah disposisi yang sangat
erat hubungannya dengan faktor-faktor biologis atau fisiologis karenanya sedikit sekali
mengalami modifikasi di dalam perkembangan bagi Allport tempramen adalah bagian
khsusus dari kepribadian yang diberikan definisi demikian: Tempramen adalah gejala
karakteistik daripada sifat emosi individu termasuk juga mudah tidaknya kena rangsangan
emosi, kekuatan serta kecepatannya bereaksi, kualitas kekuatan suasana nantinya, segala
cara fruktuasi dan intensitat suasana hati, gejala ini tergantung kepada faktor konstitusional,
dan karenanya berasal dari keturunan.
d. Sifat (Trait)
Sifat adalah tendens atau predisposisi dan diberinya definisi demikian: sifat adalah sistem
neouropsikis yang digeneralasiskan dan diarahkan dengan kemampuan untuk menghadapi
bermacam-macam perancang secara sama, memulai serta mmbimbing tingkah laku adaktif
dan ekspresif secara sama (Allport, 1951, p 289)
Perbedaan sifat dengan beberapa pengertian yang lain :
1. Kebiasaan (Habit)
Sifat (trait) dan kebiasaan (habit) keduanya adalah tendens determinasi akan tetapi sifat
lebih umum baik dalam situasi dan respon yang terjelma darinya.
2. Sikap (attitude)
Perbedaan antara pengartian sifat dan sikap sukar diberikan titik bagi Allport kedua-
duanya itu adalah predisposisi untuk berespon kedua-duanya adalah hasil dan faktor
genetis dan belaja.
3. Tipe
Tipe adalah kontruksi ideal si pengamat dan seseorang dapat disesuaikan dengan tipe itu
dengan konsekuensi diabaikan sifat-sifat khas individunya.
a. Sifat-sifat umum (bersama) dan sifat-sifat individual
Sesuatu hal yang sangat penting didalam mempelajari teori Allport ini adalah berusaha mengerti
mengenai perbedaannya antara sifat-sifat umum dan sifat-sifat individualnya.
b. Sifat-sifat pokok,sifat sentral dan sifat sekunder
Dimuka sudah dikatakan bahwa sifat-sifat itu merupakan predisposisi umum bagi tingkah laku.
Allport membedakan antara sifat pokok, sifat sentral dan sifat sekunder yaitu sebagai berikut:
1. Sifat pokok (cardinal trait)
Sifat pokok ini demikian menonjolnya atau dominannya sehingga hanya sedikit saja kegiatan-
kegiatan yang tak dapat dicari,baik secara langsung maupun tidak langsung bahwa kegiatan itu
berlangsung karena pengaruhnya.
2. Sifat sentral
Sifat sentral ini lebih khas dan merupakan kecendrungan-kecenderungan individu yang secara
khas atau karakteristik sering berfungsi dan mudah ditandai.
3. Sifat sekunder
Sifat sekunder ini tampaknya berfungsi terbatas kurang menentukan dalam deskripsi
kepribadian, atau lebih terpusat (khusus) pada respons-respons yang didasarnya serta
perangsang-perangsang yang dicocokinya.
c. Sifat-sifat ekspresif ini merupakan disposisi yang memberi warna atau mempengaruhi bentuk
tingkah laku, tetapi yang pada kebanyakan orang tidak mempunyai sifat mendorong. Contoh sifat-
sifat ekspresif ini ialah melagak, ulet dan sebagainya.
d. Kebebasan sifat-sifat, Allport berpendapat bahwa sifat itu dapat ditandai bukan oleh sifat
bebasnya yang kaku tetapi terutama oleh kualitas memusatnya. Jadi, sifat itu cenderung untuk
mempunyai pusat, disekitar pusat itulah pengaruhnya berfungsi, tetapi tingkah laku yang
ditunjukkannya juga secara serempak (simultan) yang dipengaruhi oleh sifat-sifat yang lain.
Kebebasan sifat-sifat umum yang didefinisikan secara sekehendak seperti dalam sementara
penyelidik-penyelidik psikomatis, merupakan salah satu dari kelemahan-kelemahannya sebagai
representasi yang tepat daripada tingkah laku.
e. Konsistensi sifat-sifat, yang dipergunakan untuk menandai sifat adalah konsistensinya.
Kenyataan, bahwa ada banyak sifat-sifat yang saling menutup satu sama lain yang serempak aktif
menunjukkan, bahwa ketidak tepatan (inconsistency) yang jelas dalam tingkah laku individu
relative akan sering ditemukan. Selanjutnya, kenyataan bahwa sifat-sifat itu terorganisasi secara
khas individual member kesimpulan bahwa sifat-sifat itu mungkin meliputi unsure-unsur yang
nampaknya tidak tetap apabila dipandang dari segi normative atau luar.
f. Intensi, istilah intensi digunakan dalam arti yang meliputi pengertian, harapan-harapan,
keinginan-keinginan, ambisi, dan cita-cita seseorang. Menurut Allport intensi ini dapat disejajarkan
dengan apa yang disebut Freud Ich Ideal dan apa yang disebut C. Buhler Bestimmung.

D. PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
1. Kanak-kanak
Allport memandang neonatus itu semata-mata sebagai makhluk yang dilengkapi dengan keturunan-
keturunan, dorongan-dorongan, nafsu-nafsu, dan refleks-refleks. Jadi, belum memiliki bermacam-
macam sifat yang kemudian dimilikinya dengan kata lain belum memiliki kepribadian pada waktu
lahir anak telah mempunyai potensi-potensi baik fisik maupun temperamen yang aktualisasinya
tergantung kepada perkembangan dan pengembangan.
2. Transformasi kanak-kanak
Perkembangan itu melewati garis-garis yang berganda. Bermacam-macam mekanisme atau prinsip
dipakai untuk membuat deskripsi mengenai perubahan-perubahan sejak kanak-kanak dan sampai
dewasa itu:
a. Diferensiasi
b. Integrasi
c. Pemaksaan
d. Belajar
e. Kesadaran
f. Sugesti
g. Self esteem
h. Inferiority,dan kompensasi
i. Mekanisme-mekanisme psikoanalitis
j. Otonomi fungsional
k. Reorientasi mendadak trauma
l. Extensionof self
m. Self-obyektification, instink dan humor
n. Pandangan hidup pribadi (personal weltanschauung).

3. Orang dewasa
Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku adalah sifat-sifat yang terorganisasikan dan selaras.
Sifat-sifat ini timbul dalam berbagai cara dari perlengkapan yang dimiliki neonates.
Menurut Allport pribadi yang telah dewasa itu pada pokok-pokoknya harus memiliki hal-hal
tersebut :
a. Extension of self
Yaitu bahwa hidupnya tidak harus terikat secara sempit kepada kegiatan-kegiatan yang erat
hubungannya dengan kebutuhan-kebutuhan serta kewajiban-kewajiban yang langsung. Suatu
hal yang penting daripada extension of the self itu ialah proyeksi ke masa depan merencanakan,
mengharapkan.
b. Self Objectification
Ada 2 komponen pokok dalam hal ini, ialah :
1. Insight, maksudnya adalah kecakapan individu untuk mengerti dirinya.
2. Humor, maksudnya adalah kecakapan untuk mendapatkan kesenangan dan hal yang
mentertawakan saja, melainkan juga kecakapan untuk mempertahankan hubungan positif
dengan dirinya sendiri dan objek-objek yang disenangi, serta menyadari adanya
ketidakselarasan dalam hal ini.
c. Filsafat hidup
Walaupun individu itu harus dapat obyektif dan bahkan menikmati kejadian-kejadian dalam
hidupnya, namun mestilah ada latar belakang yang mendasari segala sesuatu yang
dikerjakannya yang memberinya arti dan tujuan.