Anda di halaman 1dari 126

LAMPIRAN

DEFINISI OPERASIONAL
STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN DI
KABUPATEN/KOTA

I. INDIKATOR WAJIB
A. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil
1. Pernyataan Standar
Setiap ibu hamil mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar.
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota wajib memberikan pelayanan
kesehatan ibu hamil kepada semua ibu hamil di wilayah
kabupaten/kota tersebut dalam kurun waktu kehamilan.
2. Pengertian
a. Pelayanan antenatal sesuai standar adalah pelayanan yang
diberikan kepada ibu hamil minimal 4 kali selama kehamilan
dengan jadwal satu kali pada trimester pertama, satu kali pada
trimester kedua dan dua kali pada trimester ketiga yang
dilakukan oleh Bidan dan atau Dokter dan atau Dokter Spesialis
Kebidanan baik yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan
pemerintah maupun swasta yang memiliki Surat Tanda Register
(STR).
b. Yang disebut dengan standar pelayanan antenatal adalah
pelayanan yang dilakukan kepada ibu hamil dengan memenuhi
kriteria 10 T yaitu:
1. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan;
2. Ukur tekanan darah;
3. Nilai status gizi (Ukur Lingkar Lengan Atas/LILA)
4. Ukur tinggi puncak rahim (fundus uteri);
5. Tentukan presentasi janin dan Denyut Jantung Janin (DJJ);
6. Skrining status imunisasi tetanus dan berikan imunisasi Tetanus
Toksoid (TT) bila diperlukan;

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


7. Pemberian tablet tambah darah minimal 90 tablet selama
kehamilan;
8. Tes laboratorium: tes kehamilan, pemeriksaan hemoglobin darah
(Hb), pemeriksaan golongan darah (bila belum pernah
dilakukan sebelumnya), pemeriksaan protein urin (bila ada
indikasi); yang pemberian pelayanannya disesuaikan dengan
trimester kehamilan.
9. Tatalaksana/penanganan kasus sesuai kewenangan;
10. Temu wicara (konseling)
3. Definisi Operasional Capaian Kinerja
Capaian kinerja Puskesmas Karang Bintang dalam memberikan
pelayanan kesehatan ibu hamil dinilai dari cakupan Pelayanan
Kesehatan Ibu Hamil (K4) sesuai standar di wilayah kerja Puskesmas
Karang Bintang tersebut dalam kurun waktu satu tahun.
4. Rumus Penghitungan Kinerja

Persentase ibu hamil Jumlah ibu hamil yang mendapatkan


mendapatkan pelayanan K4 di wilayah Kerja
= x 100%
pelayanan ibu hamil Puskesmas Karang Bintang

Jumlah semua ibu hamil di wilayah


kerja Puskesmas Karang Bintang
dalam kurun waktu satu tahun yang
sama.
5. Contoh Penghitungan
Di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Bintang terdapat 244
sa sa ra n ibu Ha m il Adapun rincian yang berkunjung ke
Puskesmas dan jaringannya serta fasilitas pelayanan kesehatan
lainnya yang bekerja sama dengan Puskesmas Karang bintang
adalah sebagai berikut:
Hasil rekapitulasi pada tahun 2018, ibu hamil yang mendapat
pelayanan K4 sebanyak 128 orang. Capaian kinerja Puskesmas
Karang Bintang dalam memberikanpelayanan kesehatan ibu hamil
adalah:

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Desa Jumlah Sasaran Ibu Jumlah yang Mendapat
Hamil Pelayanan K4
(a) (b) (c)
Karang Bintang 77 32
Sumberwangi 19 14
Pematang Ulin 35 20
Pandansari 49 26
Rejowinangun 32 18
Karang Rejo 32 18
Jumlah 244 128
Catatan: Jumlah kunjungan masih 128 orang, diperlukan rencana
strategis tahun depan untuk menjangkau 116 orang yang belum
berkunjung.

6. Target
Capaian Kinerja Puskesmas Karang Bintang dalam pelayanan
kesehatan ibu hamil adalah 100 persen
7. Langkah-langkah Kegiatan
1. Pendataan ibu hamil
2. Pemeriksaan kehamilan
3. Pemberian Buku KIA
4. Pencatatan dan pelaporan
5. Rujukan ANC jika diperlukan
8. Teknik Penghitungan Pembiayaan
NO LANGKAH VARIABEL KOMPONEN VOLUME
KEGIATAN
1 Pendataan Ibu
Hamil
Petugas Pendataan Bumil
Biaya transport Jumlah petugas
petugas/BBM x transport x
jumlah
kunjungan x
jumlah
Kelurahan
Bumil Data jumlah Bumil
Formulir Pengadaan formulir 1 Paket x
kegiatan
pendataan x
jumlah

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Kelurahan
2. Pemeriksaan
Kehamilan
(ANC)
a. Pelayanan Petugas Peyananan ANC
dalam gedung
Alat Pengadaan set 1 paket x jumlah
Kesehatan pemeriksaan kelurahan
kehamilan
Pemeriksaan Pengadaan set 1 paket x jumlah
Laboratorium pemeriksaan kelurahan
Laboratorium Ibu
Hamil
Bumil Data jumlah Bumil
Obat Pengadaan Tablet Fe Jumlah tablet Fe
(90 tablet) x jumlah Bumil x
jumlah
Kelurahan
Vaksin Pengadaan paket 1 Paket x jumlah
imunisasi TT Bumil sasaran x
jumlah
Kelurahan
b. Pelayanan Petugas Pelayanan ANC
luar gedung Biaya transport Jumlah petugas
petugas/BBM x transport x
jumlah
kunjungan x
jumlah
kelurahan
Alat Pengadaan set Terintegrasi
kesehatan pemeriksaan dengan paket
kehamilan pengadaan Set
Pemeriksaan
Kehamilan (ANC)
pelayanan dalam
gedung
Bumil Data jumlah bumil
Obat Pengadaan tablet Fe Terintegrasi
(90 tablet) dengan paket
pengadaan
Tablet Fe
pelayanan
dalam gedung
Vaksin Pengadaan paket Terintegrasi
imunisasi TT dengan paket
pengadaan
Imunisasi TT

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


pelayanan
dalam gedung
3. Pengisian dan
pemanfaatan
buku KIA
Petugas Pengisian dan Terintegrasi
pemanfaatan Buku KIA dengan
pelayanan ANC
Buku KIA Pengadaan Buku KIA 1 Paket x
Jumlah Bumil
x Jumlah
Kelurahan
4. Pencatatan
dan pelaporan
Petugas Pencatatan
dan pelaporan
Bumil Data jumlah Bumil
Register Pengadaan Register 1 Paket x
Kohort ibu Kohort ibu Jumlah
Bumil x
Jumlah
Kelurahan
Formulir dan Pengadaan formulir 1 Paket x
ATK dan Jumlah
ATK Kelurahan
5. Rujukan ANC
(jika
diperlukan)
Petugas Pelayanan Jumlah
Kegawatdarurata Petugas x
n maternal Transport x
Biaya Jumlah
transport Rujukan x
petugas/BBM Jumlah
Kelurahan
Alat Pengadaan Set Terintegrasi
kesehatan Pemeriksaan dengan paket
Kehamilan (ANC) pengadaan Set
Pemeriksaan
Kehamilan
(ANC)
pelayanan
dalam gedung
Set 1 Paket x
Kegawatdaruratan Jumlah
maternal Kelurahan
Pendamping Biaya Jumlah
Bumil transport Pendamping

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


petugas/BBM Bumil
(maksimal 2
orang) x
Transport per
Rujukan x
Jumlah
Kelurahan
Rumah Biaya Paket
Tunggu sewa/operasional operasional
(jika diperlukan) rumah
tunggu
Keterangan:
1) Unit cost mengacu pada Perda dan atau standar biaya yang
berlaku di daerah setempat;
2) Pengadaan Set Peralatan Kesehatan mengacu pada Permenkes
Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas;
3) Pengadaan Set Peralatan Kesehatan Ibu Hamil mengacu pada
Permenkes Nomor 97 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan
Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan dan Masa Sesudah
Melahirkan, Penyelenggaraan Pelayanan Kontrasepsi serta
Pelayanan Kesehatan Seksual;
4) Pengadaan Set Peralatan Kesehatan Bayi Baru Lahir mengacu pada
Permenkes Nomor 25 Tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan Anak;
5) Pemeriksaan Laboratorium pada Ibu dan Anak mengacu pada
Pedoman Pemeriksaan Ibu dan Anak (PPIA);
6) Pengisian dan pemanfaatan buku KIA mengacu pada
Kepmenkes Nomor 284/MENKES/SK/III/2004 tentang Buku
Kesehatan Ibu dan Anak.
9. Monitoring dan Evaluasi
a. Sistem Informasi Puskesmas
b. Sistem Informasi Rumah Sakit
c. Sistem Informasi Kesehatan Daerah

10. Sumber Daya Manusia


a. Bidan
b. Dokter/DLP

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


c. Dokter Spesialis Kebidanan
11. Referensi
a. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 284/MENKES/ SK/ III/2004
tentang Buku Kesehatan Ibu dan Anak;
b. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1464/X/Menkes/2010
tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan;
c. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat;
d. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 97 Tahun 2014 tentang
Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil,
Persalinan, Dan Masa Sesudah Melahirkan, Penyelenggaraan
Pelayanan Kontrasepsi, Serta Pelayanan Kesehatan Seksual;
e. Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 11 Tahun 2012
tentang Standar Kompetensi Dokter Indonesia.

B. Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin


1. Pernyataan Standar
Setiap ibu bersalin mendapatkan pelayanan persalinan sesuai
standar.
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota wajib memberikan Pelayanan
Kesehatan Ibu Bersalin kepada semua ibu bersalin di wilayah
kerjanya dalam kurun waktu satu tahun.
2. Pengertian
a. Pelayanan persalinan sesuai standar adalah persalinan yang
dilakukan oleh Bidan dan atau Dokter dan atau Dokter
Spesialis Kebidanan yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan
Pemerintah maupun Swasta yang memiliki Surat Tanda Register
(STR) baik persalinan normal dan atau persalinan dengan
komplikasi.
b. Fasilitas pelayanan kesehatan meliputi Polindes, Poskesdes,
Puskesmas, bidan praktek swasta, klinik pratama, klinik utama,

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


klinik bersalin, balai kesehatan ibu dan anak, rumah sakit
pemerintah maupun swasta.
c. Standar pelayanan persalinan normal mengikuti acuan asuhan
persalinan normal yang tercantum dalam Peraturan Menteri
Kesehatan Nomor 97 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan
Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah
Melahirkan, Penyelenggaraan Pelayanan Kontrasepsi, Serta
Pelayanan Kesehatan Seksual. Adapun untuk persalinan dengan
komplikasi mengikuti acuan dari Buku Saku Pelayanan Kesehatan
Ibu di Fasilitas Kesehatan Rujukan.
3. Definisi Operasional Capaian Kinerja
Capaian kinerja Puskesmas Karang Bintang dalam memberikan
pelayanan kesehatan ibu bersalin dinilai dari cakupan pelayanan
kesehatan ibu bersalin sesuai standar di wilayah kerja Puskesmas
Karang Bintang dalam kurun waktu satu tahun.
4. Rumus Penghitungan Kinerja
Jumlah ibu bersalin yang mendapatkan
Persentase ibu bersalin pelayanan persalinan sesuai standar di
mendapatkan = wilayah Kerja Puskesmas Karang Bintang x100%
pelayanan pesalinan
Jumlah semua ibu bersalin yang ada di
wilayah kerja Puskesmas Karang Bintang
dalam kurun waktu satu tahun yang sama.

5. Contoh Perhitungan
Di wilayah kerja Puskesmas Karang Bintang terdapat 233 sasaran
ibu bersalin,adapun rincian yang melahirkan di Puskesmas
maupun di poskesdes di wilayah Puskesmas Karang Bintang
adalah sebagai berikut:
Hasil rekapitulasi pada tahun 2018 ibu bersalin yang melahirkan
sebanyak 144 orang,capaian kinerja Puskesmas Karang Bintang
dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu bersalin adalah:

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Desa Jumlah Sasaran Ibu Jumlah yang
Bersalin Dilayani Sesuai
Standar
(a) (b) (c)
Karang Bintang 73 54
Sumberwangi 18 11
Pematang Ulin 34 17
Pandansari 47 26
Rejowinangun 31 18
Karang Rejo 30 18
Jumlah 233 144
. Catatan: Jumlah ibu bersalin 144 orang, diperlukan rencana strategis
tahun depan untuk menjangkau 89 orang sehingga mencapai target
sasaran (walaupun sebenarnya Cuma 144 orang ibu yang bersalin
diwilayah Puskesmas Karang Bintang.

6. Target
Capaian kinerja Puskesmas Karang Bintang dalam pelayanan
kesehatan ibu bersalin adalah 100 persen.
7. Langkah-langkah Kegiatan
a. Pendataan ibu bersalin
b. Pelayanan persalinan
c. Pengisian dan pemanfaatan Buku KIA
d. Pencatatan dan pelaporan
e. Rujukan pertolongan persalinan jika diperlukan
8. Teknik Penghitungan Pembiayaan
NO LANGKAH VARIABEL KOMPONEN VOLUME
KEGIATAN
1. Pendataan
Ibu
Bersalin
Petugas Pendataan Bulin

Biaya transport Jumlah Petugas


petugas/BBM x Transport x
Jumlah
Kunjungan x
Jumlah
Kelurahan
Bulin Data Jumlah Bulin
Formulir Pengadaan Formulir 1 Paket x
Kegiatan

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Pendataan x
Jumlah
Kelurahan
2. Pelayanan
persalinan
Bulin Data jumlah Bulin
Petugas Pelayanan Persalinan
Alat Pengadaan set 1 Paket x Jumlah
kesehatan obstetric dan Kelurahan
ginekologi
Pengadaan set 1 Paket x Jumlah
resusitasi bayi Kelurahan
Pengadaan set 1 Paket x Jumlah
perawatan pasca Kelurahan
persalinan
Obat Pengadaan paket obat 1 paket x jumlah
dan BMHP untuk bulin x jumlah
persalinan kelurahan
3. Pengisian
dan
pemanfaat
an buku
KIA
Petugas Pengisian dan
pemanfaatan buku
KIA
Buku KIA Pengadaan buku KIA Terintegrasi
dengan pengadaan
paket buku KIA
pada pelayanan
Kesehatan Ibu
Hamil
4. Pencatatat
n dan
Pelaporan
Petugas Pencatatan dan
pelaporan
Bulin Data jumlah Bulin
Register Pengadaan Register 1 Paket x
Kohort ibu Kohort Jumlah Bulin
Ibu x Jumlah
kelurahan
Formulir dan Pengadaan formulir 1 Paket x Jumlah
ATK dan ATK kelurahan
5. Rujukan
pertolonga
n

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


persalinan
(jika
diperlukan
)
Petugas Pelayanan
Kegawatdaruratan
maternal
Biaya transport Jumlah Petugas
petugas/BBM x Transport x
Jumlah
Rujukan x
Jumlah
Kelurahan
Alat Set Terintegrasi
kesehatan Kegawatdarura dengan paket
tan maternal pengadaan Set
Kegawatdarurata
n maternal pada
Pelayanan
Rujukan ANC
Pendamping Biaya transport Jumlah
Bulin petugas/BBM Pendamping Bulin
(maksimal 2
orang) x Transport
per Rujukan x
Jumlah
Kelurahan
Rumah Biaya Paket
Tunggu sewa/operasional operasional
(jika diperlukan) rumah tunggu
Keterangan:
1) Unit cost mengacu pada Perda dan atau standar biaya yang
berlaku di daerah setempat;
2) Pengadaan Set Peralatan Kesehatan mengacu pada Permenkes
Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas;
3) Pengadaan Set Peralatan Kesehatan Ibu Hamil mengacu pada
Permenkes Nomor 97 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan
Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan dan Masa Sesudah
Melahirkan, Penyelenggaraan Pelayanan Kontrasepsi serta
Pelayanan Kesehatan Seksual;

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


4) Pengadaan Set Peralatan Kesehatan Bayi Baru Lahir mengacu
pada Permenkes Nomor 25 Tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan
Anak;
5) Pemeriksaan Laboratorium pada Ibu dan Anak mengacu pada
Pedoman Pemeriksaan Ibu dan Anak;
6) Pengisian dan pemanfaatan buku KIA mengacu pada
Kepmenkes Nomor 284/MENKES/SK/III/2004 tentang Buku
Kesehatan Ibu dan Anak.
9. Monitoring dan Evaluasi
a. Sistem Informasi Puskesmas
b. Sistem Informasi Rumah Sakit
c. Sistem Informasi Kesehatan Daerah
10. Sumber Daya Manusia
a. Bidan
b. Dokter/DLP
c. Dokter Spesialis
11. Referensi
a. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 284/MENKES/SK/III/2004
tentang Buku Kesehatan Ibu dan Anak;
b. Permenkes Nomor 1464/X/Menkes/2010 tentang Izin dan
Penyelenggaraan Praktik Bidan;
c. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 56 Tahun 2014 tentang Izin
dan Klasifikasi Rumah Sakit;
d. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang
Pusat Kesehatan Masyarakat;
e. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 97 Tahun 2014 tentang
Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil,
Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan, Penyelenggaraan
Pelayanan Kontrasepsi, Serta Pelayanan Kesehatan Seksual;
f. Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 11 Tahun 2012
tentang Standar Kompetensi Dokter Indonesia;

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


g. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan
Rujukan, Kementerian Kesehatan, 2013.

C. Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir


1. Pernyataan Standar
Setiap bayi baru lahir mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai
standar.
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota wajib memberikan pelayanan
kesehatan bayi baru lahir kepada semua bayi di wilayah kerjanya
dalam kurun waktu satu tahun.
2. Pengertian
Pelayanan kesehatan bayi baru lahir sesuai standar meliputi:
1.Standar kuantitas.
Standar kuantitas adalah kunjungan minimal 3 kali selama periode
neonatal, dengan ketentuan:
1.Kunjungan Neonatal 1 (KN1) 6 - 48 jam
2.Kunjungan Neonatal 2 (KN2) 3 - 7 hari
3.Kunjungan Neonatal 3 (KN3) 8 - 28 hari.

2. Standar kualitas.
a.Pelayanan Neonatal Esensial saat lahir (0-6 jam). Perawatan
neonatal esensial saat lahir meliputi:
1.Pemotongan dan perawatan tali pusat.
2.Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
3.Injeksi vitamin K1.
4.Pemberian salep/tetes mata antibiotic.
5.Pemberian imunisasi (injeksi vaksin Hepatitis B0).
b.Pelayanan Neonatal Esensial setelah lahir (6 jam – 28 hari).
Perawatan neonatal esensial setelah lahir meliputi:
1.Konseling perawatan bayi baru lahir dan ASI eksklusif.
2.Memeriksa kesehatan dengan menggunakan pendekatan MTBM.
3.Pemberian vitamin K1 bagi yang lahir tidak di fasilitas pelayanan
kesehatan atau belum mendapatkan injeksi vitamin K1.

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


4.Imunisasi Hepatitis B injeksi untuk bayi usia < 24 jam yang lahir
tidak ditolong tenaga kesehatan.
5.Penanganan dan rujukan kasus neonatal komplikasi.

3. Definisi Operasional Capaian Kinerja


Capaian kinerja Puskesmas Karang Bintang dalam memberikan paket
pelayanan kesehatan bayi baru lahir dinilai dari persentase jumlah
bayi baru lahir usia 0-28 hari yang mendapatkan pelayanan
kesehatan bayi baru lahir sesuai standar di wilayah kerja Puskesmas
Karang Bintang dalam kurun waktu satu tahun.
4. Rumus Penghitungan Kinerja
Jumlah bayi baru lahir usia 0-28
Presentase bayi baru hari yang mendapatkan pelayanan
lahir mendapatkan = kesehatan bayi baru lahir sesuai x 100%
pelayanan kesehatan dengan standar
bayi baru lahir
Jumlah semua bayi baru lahir di
wilayah kerja Puskesmas Karang
Bintangdalam kurun waktu satu
tahun.
\
5. Contoh Penghitungan
Di wilayah kerja Puskesmas Karang Bintang terdapat 222 sasaran
bayi adapun rincian pelayanan kesehatan bayi bari lahir,baik di
Puskesmas maupun di Poskesdes adalah sebagai berikut:
Hasil rekapitulasi pada tahun 2018 Bayi Baru Lahir yang di tangani
sebanyak 145 orang,Capaian kinerja Puskesmas Karang Bintang
dalam memberikan Pelayanan Bayi Baru Lahir adalah
KELURAHAN JUMLAH BAYI BARU JUMLAH YANG
LAHIR DILAYANI SESUAI
STANDAR
Karang Bintang 70 55
Sumberwangi 17 11
Pematang Ulin 32 17
Pandansari 44 26
Rejowinangun 29 18
Karang Rejo 29 18
Jumlah 222 145

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


6. Target
Capaian Kinerja Puskesmas Karang Bintang dalam pelayanan
kesehatan bayi baru lahir sesuai standar adalah 100 persen.
7. Langkah-langkah Kegiatan
a. Pendataan bayi baru lahir
b. Pelayanan kesehatan bayi baru lahir
c. Pengisian dan pemanfaatan Buku KIA
d. Pencatatan dan pelaporan
e. Rujukan pertolongan kasus komplikasi pada bayi baru lahir jika
diperlukan.
8. Teknik Penghitungan Pembiayaan
NO LANGKAH VARIABEL KOMPONEN VOLUME
KEGIATAN
1. Pendataan
Bayi Baru
Lahir
Petugas Pendataan Bayi Baru
Lahir
Jumlah Petugas
Biaya transport x Transport x
petugas/BBM Jumlah
Kunjungan x
Jumlah
Kelurahan
Bayi Baru Data Jumlah Bayi
Lahir Baru Lahir
Formulir Pengadaan Formulir 1 Paket x
Kegiatan
Pendataan x
Jumlah
Kelurahan
2. Pelayanan
kesehatan
bayi baru
lahir
a. Pelayanan Neonatal Data jumlah Neonatal
dalam
gedung
Petugas Pelayanan Kesehatan
Neonatal
Formulir Pengadaan formulir 1 Paket x jumlah
MTBM MTBM Neonatal x jumlah

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Kelurahan
Alat Set pelayanan bayi 1 Paket x Jumlah
kesehatan baru lahir (0-5jam) neonatal x jumlah
Kelurahan
Set kegawatdaruratan 1 Paket x jumlah
neonatal neonatal x
Jumlah
Kelurahan
b. Pelayanan Petugas Pelayanan kesehatan
luar neonatal
gedung Biaya transport Jumlah petugas x
petugas/BBM standar biaya
transport x jumlah
kunjungan x
jumlah Kelurahan
Neonatal Data jumlah neonatal
Formulir Pengadaan formulir Terintegrasi
MTBM MTBM dengan
pengadaan
formulir MTBM
dalam gedung
Alat Set pelayanan bayi Terintegrasi
kesehatan baru lahir (0-5 jam) dengan
pengadaan Set
pelayanan bayi
baru lahir (0-5
jam) dalam
gedung
3. Pengisian
dan
pemanfaat
an buku
KIA
Petugas Pengisian dan
pemanfaatan buku KIA
Buku KIA Pengadaan buku KIA Terintegrasi
dengan
pengadaan paket
buku KIA pada
pelayanan
Kesehatan Ibu
Hamil
4. Pencatatat
n dan
Pelaporan
Petugas Pencatatan dan
pelaporan

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Bayi baru Data jumlah bayi baru
lahir lahir
Register Pengadaan Register 1 Paket x
Kohort bayi Kohort bayi baru lahir Jumlah Bayi
baru lahir Baru Lahir x
Jumlah
kelurahan
Formulir Pengadaan formulir 1 Paket x Jumlah
dan dan ATK Kelurahan
ATK
5. Rujukan
pertolonga
n pada
bayi baru
lahir (jika
diperlukan
)
Petugas Pelayanan
Kegawatdaruratan
neonatal
Biaya transport Jumlah Petugas
petugas/BBM x Transport x
Jumlah
Rujukan x
Jumlah
Kelurahan
Alat Set Terintegrasi
kesehata Kegawatdarurat dengan paket
n an neonatal pengadaan Set
Kegawatdarurata
n neonatal pada
Pelayanan
Rujukan ANC
Pendampin Biaya transport Jumlah
g petugas/BBM Pendamping Bayi
Bayi Baru Bafru
Lahir Lahir(maksimal 2
orang) x
Transport per
Rujukan x
Jumlah
Kelurahan
Keterangan:
1) Unit cost mengacu pada Perda dan atau standar biaya yang
berlaku di daerah setempat;

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


2) Pengadaan Set Peralatan Kesehatan mengacu pada Permenkes
Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas;
3) Pengadaan Set Peralatan Kesehatan Ibu Hamil mengacu pada
Permenkes Nomor 97 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan
Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan dan Masa Sesudah
Melahirkan, Penyelenggaraan Pelayanan Kontrasepsi serta
Pelayanan Kesehatan Seksual;
4) Pengadaan Set Peralatan Kesehatan Bayi Baru Lahir mengacu pada
Permenkes Nomor 25 Tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan Anak;
5) Pemeriksaan Laboratorium pada Ibu dan Anak mengacu pada
Pedoman Pemeriksaan Ibu dan Anak;
6) Pengisian dan pemanfaatan buku KIA mengacu pada
Kepmenkes Nomor 284/MENKES/SK/III/2004 tentang Buku
Kesehatan Ibu dan Anak.
9. Monitoring dan Evaluasi
a. Sistem Informasi Puskesmas
b. Sistem Informasi Rumah Sakit
c. Sistem Informasi Kesehatan Daerah
10. Sumber Daya Manusia
a. Bidan
b. Perawat
c. Dokter/DLP
d. Dokter Spesialis Anak
11. Referensi
a. Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air
Susu Ibu Ekslusif;
b. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 284/MENKES/SK/III/2004
tentang Buku Kesehatan Ibu dan Anak;
c. Permenkes Nomor 1464/X/Menkes/2010 tentang Izin dan
Penyelenggaraan Praktik Bidan;

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


d. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2013 tentang Tata
Cara Penyediaan Fasilitas Khusus Menyusui dan/atau Memerah Air
Susu Ibu;
e. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 17 Tahun 2013 tentang
Praktik Keperawatan;
f. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2013 tentang Susu
Formula Bayi dan Produk Bayi Lainnya;
g. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 42 Tahun 2013 tentang
Penyelenggaraan Imunisasi;
h. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2014 tentang Tata
Cara Pengenaan Sanksi Administratif Bagi Tenaga Kesehatan,
Penyelenggara Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Penyelenggara
Satuan Pendidikan Kesehatan, Pengurus Organisasi Profesi di
Bidang Kesehatan, Serta Produsen dan Distributor Susu Formula
Bayi dan/atau Produk Bayi Lainnya yang Dapat Menghambat
Keberhasilan Program Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif;
i. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25 Tahun 2014 tentang Upaya
Kesehatan Anak;
j. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 56 Tahun 2014 tentang
Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit;
k. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat;
l. Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 11 Tahun 2012
tentang Standar Kompetensi Dokter Indonesia.

D.Pelayanan Kesehatan Balita


1. Pernyataan Standar
Setiap balita mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota wajib memberikan pelayanan
kesehatan anak balita kepada semua balita di wilayah kerjanya dalam
kurun waktu satu tahun.
2. Pengertian

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


a. Pelayanan kesehatan balita sesuai standar adalah pelayanan
kesehatan yang diberikan kepada anak berusia 0-59 bulan dan
dilakukan oleh Bidan dan atau Perawat dan atau Dokter/DLP dan
atau Dokter Spesialis Anak yang memiliki Surat Tanda Register
(STR) dan diberikan di fasilitas kesehatan pemerintah maupun
swasta, dan UKBM.
b. Pelayanan kesehatan, meliputi :
1) Penimbangan minimal 8 kali setahun, pengukuran
panjang/tinggi badan minimal 2 kali setahun
2) Pemberian kapsul vitamin A 2 kali setahun.
3) Pemberian imunisasi dasar lengkap.
3. Definisi Operasional Capaian Kinerja
Capaian Kinerja Puskesmas Karang Bintang dalam memberikan
pelayanan kesehatan balita usia 0-59 bulan dinilai dari cakupan
balita yang mendapat pelayanan kesehatan balita sehat sesuai
standar di wilayah kerja Puskesmas Karang Bintang dalam kurun
waktu satu tahun.
4. Rumus Penghitungan Kinerja
Jumlah balita 0-59 bulan yang mendapat
Persentase anak usia pelayanan kesehatan balita sesuai
0-59 bulan yang = standar dalam kurun waktu satu tahun x100%
mendapatkan
pelayanan kesehatan Jumlah balita 0-59 bulan yang ada di
balita sesuai standar wilayah kerja Puskesmas Karang bintang
dalam kurun waktu satu tahun

5. Contoh Perhitungan
Di Puskesmas Karang Bintang terdapat 1092 sasaran balita. Adapun
rincian pelayanan kesehatan Balita baik di Puskesmas maupun di
Poskesdes adalah sebagai berikut: Hasil rekapitulasi pada tahun
2018, pelayanan kesehatan balita sesuai standar sebanyak 1011

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


balita,cakupan kinerja Puskesmas Karang Bintang dalam memberikan
pelayanan kesehatan balita adalah:
FASILITAS JUMLAH JUMLAH YANG DILAYANI SESUAI
PELAYANAN BALITA STANDAR
KESEHATAN
PUSKESMAS 1092 1011
KARANG
BINTANG
Catatan: Jumlah Pelayanan Kesehatan Balita 1011 orang,diperlukan
rencana strategis tahun depan untuk menjangkau 81 balita sehingga
mencapai target.

6. Target
Capaian kinerja Puskemas Karang Bintang dalam pelayanan
kesehatan balita pada anak usia 0–59 bulan sesuai standar adalah
100 persen.
7. Langkah-langkah Kegiatan
a. Pendataan Balita 0-59 bulan
b. Pemberian Pelayanan Kesehatan balita
c. Pencatatan dan Pelaporan
8. Teknik Penghitungan Pembiayaan
NO LANGKAH VARIABEL KOMPONEN VOLUME
KEGIATAN
1. Pendataan
Balita 0-59
bulan
Petugas Pendataan Balita

Biaya transport Jumlah


petugas/BBM Petugas x
Transport x
Jumlah
Kunjungan x
Jumlah
Kelurahan
Balita Data Jumlah Balita
Formulir Pengadaan Formulir 1 Paket x
Kegiatan
Pendataan x
Jumlah
Kelurahan
2. Pelayanan

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


kesehatan
bayi baru
lahir
a. Pelayanan Balita Data jumlah balita
dalam
gedung
Petugas Pelayanan Kesehatan
Neonatal
Alat Pengadaan set 1 Paket x jumlah
kesehatan pemeriksaan Kelurahan
kesehatan anak
Pengadaan set 1 Paket x Jumlah
imunisasi Kelurahan
b. Pelayanan Balita Data jumlah balita
luar gedung

Petugas Pelayanan kesehatan


balita
Biaya transport Jumlah petugas x
petugas/BBM standar biaya
transport x
jumlah
kunjungan x
jumlah
Kelurahan
Alat Pengadaan kit Terintegrasi
kesehatan Posyandu dengan
pengadaan Set
pemeriksaan
anak pada
pelayanan dalam
gedung
Pengadaan kit Terintegrasi
imunisasi dengan
pengadaan Set
imunisasi pada
pelayanan dalam
gedung
3. Pencatatatn
dan
pelaporan
Petugas Pencatatan dan
pelaporan
Balita Data jumlah balita
Register Pengadaan register 1 paket x jumlah
kohort kohor balita balita x jumlah
balita Kelurahan

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Formulir Pengadaan formulir 1 paket x jumlah
dan ATK dan ATK kelurahan
Keterangan:
1) Unit cost mengacu pada Perda dan atau standar biaya yang berlaku
di daerah setempat;
2) Pengadaan Set Peralatan Kesehatan mengacu pada Permenkes
Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas;
3) Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 284/MENKES/SK/III/2004
tentang Buku Kesehatan Ibu dan Anak;
4) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 42 Tahun 2013 tentang
Penyelenggaraan Imunisasi;
5) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25 Tahun 2014 tentang Upaya
Kesehatan Anak
6) Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini
Tumbuh Kembang Anak ditingkat pelayanan kesehatan dasar.
9. Monitoring dan Evaluasi
a. Sistem Informasi Puskesmas
b. Sistem Informasi Rumah Sakit
c. Sistem Informasi Kesehatan Daerah
10. Sumber Daya Manusia
a. Bidan
b. Perawat
c. Tenaga Gizi
d. Dokter/DLP
e. Spesialis Anak
11. Referensi
a. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 284/MENKES/SK/III/2004
tentang Buku Kesehatan Ibu dan Anak;
b. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1464/X/Menkes/2010 tentang
Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan;
c. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 17 Tahun 2013 tentang
Praktik Keperawatan;

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


d. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 42 Tahun 2013 tentang
Penyelenggaraan Imunisasi
e. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25 Tahun 2014 tentang Upaya
Kesehatan Anak;
f. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 56 Tahun 2014 tentang
Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit;
g. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat;
h. Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 11 Tahun 2012
tentang Standar Kompetensi Dokter Indonesia;
i. Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini
Tumbuh Kembang Anak Ditingkat Pelayanan Kesehatan Dasar.

E. Pelayanan Kesehatan Usia Pendidikan Dasar


1. Pernyataan Standar
Setiap anak pada usia pendidikan dasar mendapatkan skrining
kesehatan sesuai standar.
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota wajib melakukan penjaringan
kesehatan kepada anak usia pendidikan dasar di wilayah
kabupaten/kota tersebut pada waktu kelas 1 dan kelas 7.
2. Pengertian
a. Pelayanan kesehatan usia pendidikan dasar adalah penjaringan
kesehatan yang diberikan kepada anak usia pendidikan dasar,
minimal satu kali pada kelas 1 dan kelas 7 yang dilakukan oleh
Puskesmas.
b. Standar pelayanan penjaringan kesehatan adalah pelayanan yang
meliputi :
1) Penilaian status gizi (tinggi badan, berat badan, tanda klinis
anemia);
2) Penilaian tanda vital (tekanan darah, frekuensi nadi dan napas);
3) Penilaian kesehatan gigi dan mulut;
4) Penilaian ketajaman indera penglihatan dengan poster snellen;

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


5) Penilaian ketajaman indera pendengaran dengan garpu tala;
c. Semua anak usia pendidikan dasar di wilayah kabupaten/kota
adalah semua peserta didik kelas 1 dan kelas 7 di satuan
pendidikan dasar yang berada di wilayah kabupaten/kota.
3. Definisi Operasional Capaian Kinerja
Capaian kinerja Puskesmas Karang Bintang dalam memberikan
pelayanan skrining kesehatan anak usia pendidikan dasar dinilai dari
cakupan pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar sesuai
standar di wilayah kerja Puskesmas Xxxx dalam kurun waktu satu
tahun ajaran.
4. Rumus Perhitungan Kinerja
Persentase anak usia Jumlah anak usia pendidikan dasar kelas 1
pendidikan dasar yang dan 7 yang mendapat pelayanan skrining
mendapatkan skrining = kesehatan di satuan pendidikan dasar x100%
kesehatan sesuai
standar Jumlah semua anak usia pendidikan dasar
kelas 1 dan 7 yang ada di wilayah kerja di
wilayah kabupaten/kota tersebut dalam
kurun waktu satu tahun ajaran.

5. Contoh Perhitungan
Di Puskesmas Karang Bintang terdapat anak usia pendidikan dasar. Rincian anak yang
mendapatkan penjaringan kesehatan di satuan pendidikan dasar adalah sebagai berikut:
FASILITAS JUMLAH ANAK USIA JUMLAH YANG
PELAYANAN PENDIDIKAN DASAR DILAYANI SESUAI
KESEHATAN KELAS 1 DAN 7 STANDAR
Puskesmas Karang 329 346
Bintang
Catatan : Jumlah Pelayanan kesehatan Pada Pendidikan dasar 329
Diperlukan rencana strategis tahun depan untuk menjangkau 9
sehingga mencapai target.
6. Target
Capaian kinerja Puskesmas Karang Bintang dalam pelayanan
penjaringan kesehatan pada anak usia pendidikan dasar di wilayah
kerja Puskesmas Karang Bintang adalah 100 persen.
7. Langkah-langkah Kegiatan

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


a. Pendataan anak usia pendidikan dasar kelas 1 dan kelas 7
b. Pra penjaringan:
1) Informed consent
2) pembagian Buku Rapor Kesehatanku dan penjelasan
penggunaan
c. Pelaksanaan penjaringan kesehatan
d. Pelaksanaan tindak lanjut hasil penjaringan kesehatan
1) Rujukan jika diperlukan
2) KIE
e. Pencatatan dan pelaporan
8. Teknik Penghitungan Biaya
NO LANGKAH VARIABEL KOMPONEN VOLUME
KEGIATAN
1. Pendataan
anak usia
pendidikan
kelas 1 dan
kelas 7
Petugas Pendataan anak usia
pendidikan kelas 1
dan kelas 7
Biaya transport Jumlah
petugas/BBM Petugas x
Transport x
Jumlah
Kunjungan x
Jumlah
Kelurahan
Anak usia Data Jumlah anak
pendidikan usia pendidikan
kelas 1 dan kelas 1 dan kelas 7
kelas 7
Formulir Pengadaan Formulir 1 Paket x
Kegiatan
Pendataan x
Jumlah
sekolah
2. Pra
penjaringan
a. Informed Formulir Pengadaan formulir 1 Paket x jumlah
consent informed informed consent sekolah
consent

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


b. Pembagian Buku rapor Pengadaan buku 1 paket x jumlah
buku rapor kesehatan rapor kesehatanku anak usia
kesehatanku ku pendidikan dasar
dan kelas 1 dan kelas
penjelasan 7 di wilayah kerja
penggunaan Puskesmas Xxxx
Anak usia Data Jumlah anak
pendidikan usia pendidikan
kelas 1 dan kelas 1 dan kelas 7
kelas 7
Petugas Pembagian buku
rapor kesehatanku
dan penjelasan
penggunaan
Terintegrasi
Biaya transport dengan kegiatan
petugas/ BBM pendataan
3 Pelaksanaan
penjaringan
Petugas Pejaringan anak usia
pendidikan kelas 1
dan kelas 7

Biaya transport Terintegrasi


petugas/ BBM dengan kegiatan
pendataan
Anak usia Data jumlah anak
pendidikan usia pendidikan
kelas 1 dan kelas 1 dan kelas 7
kelas 7
Alat Kit UKS dan Kit Terintegrasi
kesehatan UKGS dengan paket
pengadaan
peralatan
Puskesmas
4 Pelaksanaan
tindak
lanjut hasil
penjaringan
kesehatan
a Rujukan
(jika
diperlukan)
Petugas Pelayanan anak usia
pendidikan kelas 1
dan 7
Anak usia Data jumlah anak

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


pendidikan usia pendidikan
kelas 1 dan kelas 1 dan kelas 7
kelas 7
Alat Set kesehatan anak Terintegrasi dengan
kesehatan paket pengadaan
Peralatan
Puskesmas
b KIE Petugas Pelayanan anak usia
pendidikan kelas 1
dan 7
Anak usia Data jumlah anak
pendidikan usia pendidikan
kelas 1 dan kelas 1 dan kelas 7
kelas 7
Media KIE Pengadaan media 1 paket x jumlah
KIE sekolah
5. Pencatatan
dan
pelaporan
Petugas Pencatatan dan
pelaporan
Anak usia Data jumlah anak
pendidikan usia pendidikan
kelas 1 dan kelas 1 dan kelas 7
kelas 7
Formulir Pengadaan formulir 1 paket x jumlah
dan ATK dan ATK sekolah
Keterangan:
1) Unit cost mengacu pada Perda dan atau standar biaya yang berlaku
di daerah setempat;
2) Pengadaan Set Peralatan Kesehatan mengacu pada Permenkes
Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas;
3) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25 Tahun 2014 tentang Upaya
Kesehatan Anak;
4) Rapor Kesehatan Ku untuk peserta didik SD/MI dan Rapor
Kesehatan Ku untuk peserta didik SMP/MTs, SMA/MA/SMK.
9. Monitoring dan Evaluasi
a. Sistem Informasi Puskesmas
b. Sistem Informasi Kesehatan Daerah
10. Sumber Daya Manusia
a. Tim UKS Kesehatan

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


11. Referensi
a. Permenkes nomor 25 tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan Anak;
b. Permenkes nomor 75 tahun 2014 tentang Puskesmas;
c. Rapor Kesehatan Ku untuk peserta didik SD/MI dan Rapor
Kesehatan Ku untuk peserta didik SMP/MTs, SMA/MA/SMK.

F. Pelayanan Kesehatan pada Usia Produktif


1. Pernyataan Standar
Setiap warga negara Indonesia usia 15–59 tahun mendapatkan
skrining kesehatan sesuai standar.
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota wajib memberikan skrining
kesehatan sesuai standar pada warga negara usia 15–59 tahun di
wilayah kerjanya dalam kurun waktu satu tahun.
2. Pengertian
a. Pelayanan skrining kesehatan usia 15–59 tahun sesuai standar
adalah:
1) Pelayanan skrining kesehatan usia 15–59 tahun diberikan sesuai
kewenanganya oleh:
a) Dokter;
b) Bidan;
c) Perawat;
d) Nutrisionis/Tenaga Gizi.
e) Petugas Pelaksana Posbindu PTM terlatih
2) Pelayanan skrining kesehatan usia 15–59 tahun dilakukan di
Puskesmas dan jaringannya (Posbindu PTM) serta fasilitas
pelayanan kesehatan lainnya yang bekerja sama dengan
pemerintah daerah.
3) Pelayanan skrining kesehatan usia15–59 tahun minimal
dilakukan satu tahun sekali.
4) Pelayanan skrining kesehatan usia 15–59 tahun meliputi :
a) Deteksi kemungkinan obesitas dilakukan dengan memeriksa
tinggi badan dan berat badan serta lingkar perut.

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


b) Deteksi hipertensi dengan memeriksa tekanan darah sebagai
pencegahan primer.
c) Deteksi kemungkinan diabetes melitus menggunakan tes
cepat gula darah.
d) Deteksi gangguan mental emosional dan perilaku.
e) Pemeriksaan ketajaman penglihatan
f) Pemeriksaan ketajaman pendengaran
g) Deteksi dini kanker dilakukan melalui pemeriksaan payudara
klinis dan pemeriksaan IVA khusus untuk wanita usia 30–59
tahun.
b. Pengunjung yang ditemukan menderita kelainan wajib ditangani
atau dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan yang mampu
menanganinya.
3. Definisi Operasional Capaian Kinerja
Capaian kinerja Puskesmas Karang Bintang dalam memberikan
pelayanan skrining kesehatan warga negara berusia usia 15–59 tahun
dinilai dari persentase pengunjung usia 15–59 tahun yang mendapat
pelayanan skrining kesehatan sesuai standar di wilayah kerja
Puskesmas Karang Bintang dalam kurun waktu satu tahun.
4. Rumus Perhitungan Kinerja
Persentase warga Jumlah pengunjung usia 15–59 tahun
negara usia 15–59 mendapat pelayanan skrining kesehatan
tahun mendapatkan = sesuai standar dalam kurun waktu satu x100%
skrining kesehatan tahun
sesuai standar
Jumlah warga negara usia 15–59 tahun yang
5. Cara Perhitungan ada di wilayah kerja dalam kurun waktu satu
Di Puskesmas Karang tahun yang
Bintang sama.
terdapat 6322 sasaran warga negara
berusia 15–59 tahun. Rincian pelayanan kesehatan pada usia
Produktif diwilayah Puskesmas Karang Bintang adalah Sebagai
Berikut: Hasil Rekapitulasi pada tahun 2018 pelayanan kesehatan
pada usia produktif sebanyak 1907 orang, cakupan kinerja
Puskesmas Karang Bintang dalam memberikan pelayanan kesehatan
pada usia produktif adalah sebagai berikut:

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Fasilitas Jumlah Jumlah yang Keterangan
Pelayanan Kunjungan Dilayani Sesuai
Kesehatan Warga Negara Standar
Usia 15-59
tahun
Puskesmas 1907 6322
Karang Bintang

6. Target
Capaian kinerja Puskesmas Karang Bintang dalam pelayanan skrining
kesehatan sesuai standar pada warga Negara yang berusia 15–59
tahun yang membutuhkan pelayanan skrining di wilayah kerja adalah
100 persen.
7. Langkah-langkah Kegiatan
a. Skrining faktor risiko PTM dan gangguan mental emosional dan
perilaku
b. Konseling tentang faktor risiko PTM dan gangguan mental
emosional dan perilaku
c. Pelatihan teknis petugas skrining kesehatan bagi tenaga kesehatan
dan petugas pelaksana (kader) Posbindu PTM
d. Penyediaan sarana dan prasarana skrining (Kit Posbindu PTM)
e. Pelatihan surveilans faktor risiko PTM berbasis web
f. Pelayanan rujukan kasus ke Faskes Tingkat Pertama
g. Pencatatan dan pelaporan faktor risiko PTM
h. Monitoring dan evaluasi
8. Teknik Perhitungan Pembiayaan
NO LANGKAH VARIABEL KOMPONEN VOLUME
KEGIATAN
1. Skrinning
faktor
risiko PTM
dan
Gangguan
mental
emosional
dan
perilaku
a. Usia 15-59 Petugas Pelayanan

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


tahun Skrinning
Alat Pengadaan Kit Terintegrasi dengan
Kesehatan Skrinning PTM paket pengadaan
peralatan
Puskesmas
Suspek Data jumlah
penderita suspek dengan
faktor risiko
b. Usia 30-59 Petugas Pelayanan
tahun skrinning
Alat Pengadaan Kit Terintegrasi dengan
kesehatan pemeriksaan IVA paket pengadaan
peralatan Puskesmas
Suspek Data jumlah
penderita suspek dengan
(wanita) faktor risiko Ca
serviks
2 Konseling
tentang
faktor
risiko PTM
dan
gangguan
mental
emosional
dan
perilaku
Petugas Pelayanan
Konseling
Media Pengadaan media 1 Paket x jumlah
konseling konseling PTM Kelurahan
PTM
Penderita Data jumlah
dengan penderita dengan
faktor risiko factor
3 Pelatihan
teknis
petugas
skrinning
kesehatan
bagi
tenaga
kesehatan
dan
petugas
pelaksana
(kader)

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Posbindu
PTM
Materi Penggandaan 1 paket x jumlah
pelatihan materi pelatihan petugas/kader yang
dilatih x jumlah
kegiatan pelatihan
Kegiatan Paket kegiatan 1 paket
pelatihan pelatihan (Fullboard/Fullday) x
jumlah kegiatan
pelatihan
Narasumber Honor dan Jumlah
/ pelatihan transport narasumber/fasilitat
or x jam pelatihan x
jumlah kegiatan
pelatihan
Petugas/Ka Transport + Fullboard:
der uang harian Jumlah
paket
Fullboard petugas/kader
yang dilatih x
paket Fullboard
(transport + uang
harian)
Transport + uang Fullday:
harian paket Jumlah
Fullday petugas/kader
yang dilatih x
paket Fullday
(transport + uang
harian)
4 Penyediaa
n sarana
dan
prasarana
skrinning
(Kit
Posbindu
PTM)
Kit Pengadaan Kit Terintegrasi dengan
Posbindu Posbindu PTM pengadaan paket
PTM peralatan Puskesmas
5 Pelatihan
surveilans
faktor
risiko PTM
berbasis
web
Materi Penggandaan 1 paket x jumlah

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


pelatihan materi pelatihan pelatihan
Kegiatan Paket kegiatan 1 paket
pelatihan pelatihan (Fullboard/Fullday) x
jumlah kegiatan
pelatihan
Narasumber Honor dan Jumlah
/ Fasilitator Transport narasumber/fasilitat
or x jam pelatihan x
jumlah kegiatan
pelatihan
Petugas Transport + uang Fullboard:
Surveilans harian paket Jumlah petugas
Fullboard yang dilatih x paket
Fullboard
(transport+uang
harian)

Fullday:
Transport uang + Jumlah petugas
uang harian paket yang dilatih x paket
Fullday Fullday (transport +
uang harian)
6 Pelayanan
rujukan
kasus ke
fasilitas
Kesehatan
Tingkat
Pertama
Petugas Pelayanan
kesehatan kasus
faktor risiko PTM
Penderita Data Jumlah
faktor Penderita
risiko faktor risiko
PTM PTM
Alat Pengadaan Terintegrasi
Kesehatan Kit dengan paket
peralatan pengadaan
PTM peralatan
Puskesmas
Laboratoriu Pengadaan paket Terintegrasi
m pemeriksaan dengan paket
Laboratorium pengadaan
peralatan
Puskesmas
7 Pencatatan

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


dan
pelaporan
faktor
risiko PTM
Petugas Pencatatan
dan
pelaporan
Suspek Data jumlah
dengan Suspek dengan
Faktor Faktor Risiko
Risiko
Formulir Pengadaan 1 Paket x Jumlah
dan ATK formulir Kelurahan
8 Monitoring Petugas Transport + Jumlah Petugas
dan uang harian x Transport dan
evaluasi (1) uang harian x
Jumlah
kegiatan monev
Instrumen Pengadaan 1 Paket Intrumen
monev instrument Monev
monev
Laporan ATK dan 1 Paket ATK x
monev pengganda Jumlah kegiatan
an monev
Keterangan:
1) Unit cost mengacu pada Perda dan atau standar biaya yang berlaku
di daerah setempat;
2) Pengadaan Set Peralatan Kesehatan mengacu pada Permenkes
Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas;
3) Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 854/Menkes/SK/IX/2009
tentang Pedoman Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh
Darah;
4) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2015 tentang
Penanggulangan Penyakit Tidak Menular;
5) Pedoman Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja;
6) Pedoman Umum Pengendalian Obesitas, Jakarta:Departemen
Kesehatan RI;
7) Manual Peralatan Skrining dan Monitoring Faktor Risiko Diabetes
Mellitus dan Penyakit Metabolik Lainnya, Jakarta:Departemen
Kesehatan RI.

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


8) Petunjuk Teknis Pengukuran Faktor Risiko Diabetes Mellitus, Edisi
2 Jakarta; Kementerian Kesehatan RI;
9) Pedoman Pengukuran Tekanan Darah;
10) Pedoman Pengendalian Hipertensi;
11) Konsensus Pengelolaan Diabetes Mellitus di Indonesia. Jakarta:
Sekretariat PB.Perkeni;
12) Pedoman Kesehatan Jiwa;
13) Pedoman Umum Penyelenggraan Posbindu PTM;
14) Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Posbindu PTM;
15) Formulariun Nasional (Fornas) dan Kompendium Alat Kesehatan
yang berlaku.
9. Monitoring dan Evaluasi
a. Laporan fasilitas pelayanan kesehatan.
b. Rapor Kesehatanku untuk peserta didik SD/MI dan Rapor
Kesehatanku untuk peserta didik SMP/MTs, SMA/MA/SMK.
c. Laporan monitoring faktor risiko PTM berbasis Posbindu.
d. Laporan monitoring faktor risiko PTM berbasis FKTP (PANDU).
e. Portal web PTM.

10. Sumber Daya Manusia


a. Dokter
b. Bidan
c. Perawat
d. Nutrisionis/Tenaga Gizi
e. Petugas Pelaksana Posbindu PTM terlatih
11. Referensi
a. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 854/Menkes/SK/IX/2009
tentang Pedoman Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh
Darah;
b. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2015 tentang
Penanggulangan Penyakit Tidak Menular;
c. Pedoman Penjaringan Kesehatan Anak Satuan Lanjutan;

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


d. Pedoman Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja;
e. Rapor Kesehatan Ku untuk peserta didik SD/MI dan Rapor
Kesehatan Ku untuk peserta didik SMP/MTs, SMA/MA/SMK;
f. Pedoman Umum Pengendalian Obesitas, Jakarta; Departemen
Kesehatan;
g. Manual Peralatan Skrining dan Monitoring Faktor Risiko Diabetes
Melitus dan Penyakit Metabolik Lainnya, Jakarta; Departemen
Kesehatan;
h. Petunjuk Teknis Pengukuran Faktor Risiko Diabetes Mellitus, Edisi
2 Jakarta; Kementerian Kesehatan;
i. Pedoman Pengukuran Tekanan Darah;
j. Pedoman Pengendalian Hipertensi;
k. Konsensus Pengelolaan Diabetes Melitus di Indonesia. Jakarta,
Sekretariat PB Perkeni;
l. Pedoman Kesehatan Jiwa;
m. Pedoman Umum Penyelenggraan Posbindu PTM;
n. Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Posbindu PTM;
o. Petunjuk Teknis Penyelenggaraan CERDIK disekolah.

G.Pelayanan Kesehatan pada Usia Lanjut


1. Pernyataan Standar
Setiap warga negara Indonesia usia 60 tahun ke atas mendapatkan
skrining kesehatan sesuai standar.
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota wajib memberikan skrining
kesehatan sesuai standar pada warga negara usia 60 tahun ke atas di
wilayah kerjanya minimal 1 kali dalam kurun waktu satu tahun.
2. Pengertian
a. Pelayanan skrining kesehatan warga negara usia 60 tahun ke atas
sesuai standar adalah:
1) Dilakukan sesuai kewenangan oleh :
a) Dokter;
b) Bidan

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


c) Perawat;
d) Nutrisionis/Tenaga Gizi;
e) Kader Posyandu lansia/Posbindu
2) Pelayanan skrining kesehatan diberikan di Puskesmas dan
jaringannya, fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, maupun pada
kelompok lansia, bekerja sama dengan pemerintah daerah.
3) Pelayanan skrining kesehatan minimal dilakukan sekali setahun.
4) Lingkup skrining adalah sebagai berikut :
a) Deteksi hipertensi dengan mengukur tekanan darah.
b) Deteksi diabetes melitus dengan pemeriksaan kadar gula
darah.
c) Deteksi kadar kolesterol dalam darah
d) Deteksi gangguan mental emosional dan perilaku, termasuk
kepikunan menggunakan Mini Cog atau Mini Mental Status
Examination (MMSE)/Test Mental Mini atau Abreviated
Mental Test (AMT) dan Geriatric Depression Scale (GDS).
b. Pengunjung yang ditemukan memiliki faktor risiko wajib dilakukan
intervensi secara dini
c. Pengunjung yang ditemukan menderita penyakit wajib ditangani
atau dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan yang mampu
menanganinya.
3. Definisi Operasional Capaian Kinerja
Capaian kinerja Puskesmas Karang Bintang dalam memberikan
skrining kesehatan pada warga negara usia 60 tahun keatas dinilai
dari persentase pengunjung berusia 60 tahun keatas yang
mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar minimal 1 kali di
wilayah kerja Puskesmas Karang Bintang dalam kurun waktu satu
tahun.

4. Rumus Perhitungan Kinerja


Persentase warga Jumlah pengunjung berusia 60 tahun ke atas
negara usia 60 tahun yang mendapat skrining kesehatansesuai
Keatas mendapatkan = standar minimal 1 kali dalam kurun waktu x100%
skrining kesehatan satu tahun
sesuai standar
STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ Jumlah semua
PUSKESMAS penduduk
KARANG BINTANGberusia usia 60
tahun ke atas yang ada di wilayah
Kabupaten/Kota tersebut dalam kurun waktu
satu tahun perhitungan
5. Cara Perhitungan
Di Puskesmas Karang Bintang terdapat 597 sasaran warga negara
berusia 60 tahun ke atas. Hasil rekapitulasi selama setahun, jumlah
penduduk usia 60 tahun ke atas yang mendapatkan skrining
kesehatan sesuai standar sebanyak 290.
Rekapitulasi di Puskesmas Karang Bintang tahun 2018 dapat dilihat
pada tabel berikut ini:
KUNJUNGAN JUMLAH YANG
FASILITAS
WARGA DILAYANI
PELAYANAN KETERANGAN
NEGARA >60 SESUAI
KESEHATAN
TAHUN STANDAR
PUSKESMAS 290 597
KARANG
BINTANG

6. Target
Capaian kinerja Puskesmas Karang Bintang dalam upaya skrining
kesehatan sesuai standar pada warga negara usia 60 tahun ke atas di
wilayah kerjanya adalah 100 persen.
7. Langkah-langkah Kegiatan
a. Pendataan lansia
b. Skrining kesehatan lansia
c. Pemberian Buku Kesehatan Lansia
d. Pelayanan rujukan
e. Pencatatan dan pelaporan
8. Teknik Perhitungan Pembiayaan
NO LANGKAH VARIABEL KOMPONEN VOLUME
KEGIATAN
1. Pendataan
lansia
Petugas Pendataan Lansia

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Biaya Jumlah Petugas
transport x Transport x
petugas/BBM Jumlah kegiatan
(1) pendataan x
Jumlah
Puskesmas
Lansia Data Jumlah Lansia
Formulir Pengadaan Formulir 1 Paket x
Kegiatan
Pendataan x
Jumlah
Puskesmas
2 Skrinning
kesehatan
lansi
Petugas Pelayanan Skrining
Alat Pengadaan Terintegrasi
Kesehatan Posbindu Lansia dengan paket
Kit pengadaan
peralatan
Puskesmas
Lansia Data Jumlah Lansia
Petugas Pelayanan Konseling
Media Pengadaan media 1 Paket x jumlah
konseling konseling PTM Kelurahan
PTM
Penderita Data jumlah
dengan penderita dengan
faktor risiko factor
3 Pemberian
Buku
Kesehatan
Lansia
Petugas Pendistribusian
dan pemanfaatan
Buku Kesehatan
Lansia
4 Pelayanan
rujukan
Petugas Biaya transport Jumlah Petugas
petugas/BBM x Transport x
jumlah
Kelurahan
5. Pencatatan
dan
pelaporan
Petugas Pencatatan dan

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Pelaporan
Formulir Pengadaan formulir 1 Paket x Jumlah
dan dan ATK Kelurahan
Keterangan:
1) Unit cost mengacu pada Perda dan atau standar biaya yang berlaku
di daerah setempat;
2) Pengadaan Set Peralatan Kesehatan mengacu pada Permenkes
Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas;
3) Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 854/Menkes/SK/IX/2009
tentang Pedoman Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh
Darah;
4) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2015 tentang
Penanggulangan Penyakit Tidak Menular;
5) Pedoman Umum Pengendalian Obesitas, Jakarta:Departemen
Kesehatan RI;
6) Manual Peralatan Skrining dan Monitoring Faktor Risiko Diabetes
Mellitus dan Penyakit Metabolik Lainnya, Jakarta:Departemen
Kesehatan RI;
7) Petunjuk Teknis Pengukuran Faktor Risiko Diabetes Mellitus, Edisi
2 Jakarta; Kementerian Kesehatan RI;
8) Pedoman Pengukuran Tekanan Darah;
9) Pedoman Pengendalian Hipertensi;
10) Konsensus Pengelolaan Diabetes Mellitus di Indonesia.
Jakarta:Sekretariat PB.Perkeni;
11) Pedoman Kesehatan Jiwa;
12) Pedoman Umum Penyelenggraan Posbindu PTM;
13) Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Posbindu PTM;
14) Formulariun Nasional (Fornas) dan Kompendium Alat
9. Monitoring dan Evaluasi
a. Sistem Informasi Puskesmas
b. Sistem Informasi Rumah Sakit
c. Sistem Informasi Kesehatan Daerah
10. Sumber Daya Manusia

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


a. Bidan
b. Perawat
c. Tenaga Gizi
d. Dokter/DLP
11. Referensi
a. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 854 Tahun 2009 tentang
Pedoman Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah;
b. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 79 Tahun 2014 tentang
Penyelenggaraan Pelayanan Geriatri di Rumah Sakit;
c. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 67 Tahun 2015 tentang
Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia di Puskesmas;
d. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2015 tentang
Penanggulangan Penyakit Tidak Menular;
e. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25 Tahun 2016 tentang
Rencana Aksi Nasional Kesehatan Lanjut Usia Tahun 2016 – 2019.

H.Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi


1. Pernyataan Standar
Setiap penderita hipertensi mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai
standar.
Pemerintah Kabupaten/Kota mempunyai kewajiban untuk
memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar kepada seluruh
penderita hipertensi sebagai upaya pencegahan sekunder di wilayah
kerjanya.
2. Pengertian
a. Sasaran adalah penduduk usia 15 tahun ke atas
b. Penderita hipertensi esensial atau hipertensi tanpa komplikasi
memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar; dan upaya
promosi kesehatan melalui modifikasi gaya hidup di Fasilitas
Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
c. Penderita hipertensi dengan komplikasi (jantung, stroke dan
penyakit ginjal kronis, diabetes melitus) perlu dirujuk ke Fasilitas

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Kesehatan Tingkat Lanjut (FKTL) yang mempunyai kompetensi
untuk penanganan komplikasi.
d. Standar pelayanan kesehatan penderita hipertensi adalah:
1) Mengikuti Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter di FKTP.
2) Pelayanan kesehatan sesuai standar diberikan kepada penderita
Hipertensi di FKTP.
3) Pelayanan kesehatan hipertensi sesuai standar meliputi:
pemeriksaan dan monitoring tekanan darah, edukasi, pengaturan
diet seimbang, aktifitas fisik, dan pengelolaan farmakologis.
4) Pelayanan kesehatan berstandar ini dilakukan untuk
mempertahankan tekanan darah pada <140/90 mmHg untuk
usia di bawah 60 th dan <150/90 mmHg untuk penderita 60
tahun ke atas dan untuk mencegah terjadinya komplikasi
jantung, stroke, diabetes melitus dan penyakit ginjal kronis.
5) Selama menjalani pelayanan kesehatan sesuai standar, jika
tekanan darah penderita hipertensi tidak bisa dipertahankan
sebagaimana dimaksud pada poin sebelumnya atau mengalami
komplikasi, maka penderita perlu dirujuk ke FKTL yang
berkompeten.
3. Definisi Operasional Capaian Kinerja
Capaian kinerja Puskesmas Karang Bintang dalam memberikan
pelayanan kesehatan sesuai standar bagi penderita hipertensi, dinilai
dari persentase jumlah penderita hipertensi yang mendapatkan
pelayanan kesehatan sesuai standar di wilayah kerja Puskesmas
Karang Bintang dalam kurun waktu satu tahun.
4. Rumus Perhitungan Kinerja
Persentase penderita Jumlah penderita hipertensi yang
hipertensi mendapat mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai
pelayanan kesehatan = standar dalam kurun waktu satu tahun x 100%
sesuai standar
Jumlahkabupaten/kota
(Estimasi penderita hipertensi estimasi penderita hipertensi
berdasarkan Riskesdas
Tahun 2013) berdasarkan angka prevalensi provinsi dalam
5. Contoh Perhitungan kurun waktu satu tahun pada tahun yang
sama

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Prevalensi kasus hipertensi di Kalimantan Selatan adalah 13.3%
berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar, dan jumlah penduduk usia
15 tahun ke atas di Puskesmas Karang Bintang pada tahun 2018
adalah 6612 orang. Jumlah estimasi penderita hipertensi yang
berumur 15 tahun ke atas di Puskesmas Karang Bintang adalah (13.3
x 6612)/100=
879 penderita hipertensi. Jumlah penderita hipertensi yang mendapat
pelayanan kesehatan sesuai standar 299 Jadi % penderita
hipertensi yang mendapat pelayanan kesehatan standar adalah:
= (299/879) x 100 %
= 34.02%
6. Target
Capaian kinerja Puskesmas Karang Bintang dalam memberikan
pelayanan kesehatan terhadap penderita hipertensi atau orang
dengan keluhan hipertensi sesuai standar adalah 100%.
Pencapaian riil disesuaikan dengan rencana aksi pencapaian SPM
yang disusun oleh masing-masing Pemerintah Kabupaten/Kota.
7. Langkah-langkah Kegiatan
a. Pendataan penderita hipertensi menurut wilayah kerja FKTP
b. Melakukan skrining faktor risiko hipertensi untuk seluruh pasien di
FKTP
c. Melakukan pelayanan kesehatan sesuai standar, berupa edukasi
tentang diet makanan dan aktivitas fisik, serta terapi farmakologi
d. Melakukan rujukan ke FKRTL untuk pencegahan komplikasi
e. Pelatihan teknis pelayanan kesehatan tentang hipertensi bagi
tenaga kesehatan, termasuk pelatihan surveilans faktor risiko
hipertensi berbasis web
f. Penyediaan peralatan kesehatan hipertensi
g. Penyediaan obat hipertensi
h. Pencatatan dan pelaporan
i. Monitoring dan evaluasi
8. Monitoring Evaluasi

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


a. Laporan Surveilans Web PTM berbasis FKTP
b. Laporan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas
(SP2TP) melalui Sistem Informasi Puskesmas (SIP)
c. Laporan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota tentang SPM
d. Laporan Dinas Kesehatan Provinsi
e. Sistem Informasi P-Care JKN
9. Teknik Penghitungan Pembiayaan
NO LANGKAH VARIABEL KOMPONEN VOLUME
KEGIATAN
1 Pendataan
penderita
hipertensi
menurut
wilayah
kerja
Fasilitas
Kesehatan
Tingkat
Pertama
Petugas Pendataan penderita
hipertensi

Biaya transport Jumlah


petugas/BBM (1) Petugas x
Transport x
Jumlah
kegiatan
pendataan x
Jumlah
Kelurahan
Penderita Data Jumlah penderita
hipertens hipertensi
i
Formulir Pengadaan Formulir 1 Paket x
Kegiatan
Pendataan x
jumlah
kelurahan
2 Melakukan
skrinning
faktor
risiko
hipertensi
untuk

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


seluruh
pasien di
Fasilitas
Kesehatan
Tingkat
Pertama
Petugas Pelayanan Skrining
Alat Pengadaan Kit skrining PTM Terintegrasi
Kesehatan dengan
paket
pengadaan
Set
Peralatan
Kesehatan
Puskesmas
3 Melakukan
pelayanan
kesehatan
sesuai
standar,
berupa
edukasi
tentang
diet
makanan
dan
aktivitas
fisik serta
terapi
farmakolog
i
Petugas Pelayanan Kesehatan dan
KIE pada penderita
hipertensi
Penderit Data jumlah penderita
a hipertensi
hiperten
si
Bahan Penggandaan Bahan 1 Paket x
edukasi edukasi Jumlah
Kelurahan
Obat dan Paket Pengadaan Obat Terintegrasi
BMHP Hipertensi dan BMHP dengan
pengadaan
paket obat
Puskesmas
Alat Pengadaan kit skrinning Terintegrasi

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Kesehatan PTM dengan paket
pengadaan set
peralatan
Kesehatan
Puskesmas
4 Melakukan
rujukan ke
Fasilitas
Kesehatan
Rujukan
Tingkat
Lanjut
untuk
pencegaha
n
komplikasi
Petugas Biaya transport Jumlah
petugas/ BBM Petugas x
Transport
x Jumlah
Rujukan x
Jumlah
Kelurahan
Penderita Data Jumlah Penderita
hiperten hipertensi
si
5 Pelatihan
teknis
pelayanan
kesehatan
tentang
hipertensi
bagi
tenaga
kesehatan,
termasuk
pelatihan
surveilans
FR
Hipertensi
berbasis
Web
Materi Penggandaan materi 1 Paket
Pelatihan pelatihan pelatihan x
Jumlah
pelatihan
Kegiatan Paket kegiatan 1 Paket x

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Pelatihan pelatihan Jumlah
pelatihan
Narasumber/ Honor dan transport Jam pelatihan
Fasilitator x jumlah
Narasumber/
Fasilitator x
Kegiatan
Pelatihan
Tenaga Transport + uang harian Fullboard:
Kesehatan paket Fullboard Jumlah
yang dilatih Tenaga
Kesehatan
yang dilatih x
Standar Biaya
paket
Fullboard
(transport +
Transport + uang harian uang harian)
paket Fullday
Fullday:
Jumlah
Tenaga
Kesehatan
yang dilatih x
Standar Biaya
paket Fullday
(transport +
uang harian)
6 Penyediaa
n
peralatan
kesehatan
hipertensi
Peralatan pengadaan alat kesehatan Terintegrasi
kesehata hipertensi dengan
n paket
Hiperten pengadaan
si Set
Peralatan
Kesehatan
Puskesmas
7 Penyediaa
n obat
Hipertensi
Obat Pengadaan obat Hipertensi Terintegrasi
Hipertensi dengan
paket

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


pengadaan
obat
Puskesmas
8 Pencatatan
dan
pelaporan
Petugas Pencatatan dan
pelaporan
Penderita Data jumlah penderita
hiperten hipertensi
si
Formulir dan Pengadaan formulir dan 1 Paket x
ATK ATK Jumlah
Kelurahan
9 Monitoring
dan
evaluasi
Petugas Transport + uang Jumlah
harian (1) Petugas x
Transport
dan uang
harian x
Jumlah
kegiatan
Monev
hipertensi
Instrume Pengadaan instrumen 1 Paket
n Monev Monev hipertensi Instrumen
hipertens Monev
i hipertensi
Laporan ATK dan penggandaan 1 Paket ATK
monev x Jumlah
kegiatan
monev
hipertensi
Keterangan
1) Unit cost mengacu pada Perda dan atau standar biaya yang berlaku
di daerah setempat;
2) Pengadaan Set Peralatan Kesehatan mengacu pada Permenkes
Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas;
3) Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 854/Menkes/SK/IX/2009
tentang Pedoman Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh
Darah

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


4) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2015 tentang
Penanggulangan Penyakit Tidak Menular;
5) Pedoman Umum Pengendalian Obesitas, Jakarta; Departemen
Kesehatan;
6) Manual Peralatan Skrining dan Monitoring Faktor Risiko Diabetes
Melitus dan Penyakit Metabolik Lainnya, Jakarta; Departemen
Kesehatan;
7) Petunjuk Teknis Pengukuran Faktor Risiko Diabetes Mellitus, Edisi
2 Jakarta; Kementerian Kesehatan;
8) Pedoman Pengukuran Tekanan Darah;
9) Pedoman Pengendalian Hipertensi;
10) Konsensus Pengelolaan Diabetes Mellitus di Indonesia. Jakarta;
Sekretariat PB Perkeni;
11) Pedoman Kesehatan Jiwa;
12) Pedoman Umum Penyelenggraan Posbindu PTM;
13) Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Posbindu PTM;
14) Formulariun Nasional (Fornas) dan Kompendium Alat Kesehatan
yang berlaku.
10. Sumber Daya Manusia
a. Dokter/DLP
b. Perawat
c. Bidan
d. Apoteker
e. Pengelola Program PTM
11. Referensi
a. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
b. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 001 Tahun 2012 tentang
Sistem Rujukan;
c. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan
Kesehatan Nasional;
d. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang
Puskesmas;

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


e. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 59 Tahun 2014 tentang
Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan
Program Jaminan Kesehatan;
f. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 5 Tahun 2014 tentang
Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer;
g. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2015 tentang
Penanggulangan PTM dengan lampiran:
1) JNC-8 Hipertension Guidelines 2014
2) Pedoman Pengendalian Hipertensi 2015

I. Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetes Melitus (DM)


1. Pernyataan Standar
Setiap penderita diabetes melitus mendapatkan pelayanan kesehatan
sesuai standar. Pemerintah Kabupaten/Kota mempunyai kewajiban
untuk memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar kepada
seluruh penyandang diabetes melitus sebagai upaya pencegahan
sekunder di wilayah kerjanya.
2. Pengertian
a. Sasaran indikator ini adalah penyandang DM di wilayah kerja
kabupaten/kota.
b. Penduduk yang ditemukan menderita DM atau penyandang DM
memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar dan upaya
promotif dan preventif di FKTP.
c. Penduduk yang ditemukan menderita DM atau penyandang DM
dengan komplikasi perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan rujukan
untuk penanganan selanjutnya.
d. Pelayanan kesehatan penyandang DM diberikan sesuai
kewenangannya oleh :
1) Dokter/DLP
2) Perawat
3) Nutrisionis/Tenaga Gizi

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


e. Pelayanan kesehatan diberikan kepada penyandang DM di FKTP
sesuai standar meliputi 4 (empat) pilar penatalaksanaan sebagai
berikut:
1) Edukasi
2) Aktifitas fisik
3) Terapi nutrisi medis
4) Intervensi farmakologis
f. Setiap penyandang DM yang mendapatkan pelayanan sesuai
standar termasuk pemeriksaan HbA1C.
g. Bagi penyandang DM yang belum menjadi peserta JKN diwajibkan
menjadi peserta JKN.
3. Definisi Operasional Capaian Kinerja
Capaian kinerja Puskesmas Karang Bintang dalam memberikan
pelayanan kesehatan sesuai standar bagi penyandang DM dinilai dari
persentase penyandang DM yang mendapatkan pelayanan sesuai
standar di wilayah kerja Puskesmas Karang bintang dalam kurun
waktu satu tahun.
Pemerintah kabupaten/kota secara bertahap harus membuat
rencana aksi untuk bisa menjangkau seluruh penyandang DM di
wilayahnya dan mengupayakan agar semua penyandang DM tersebut
memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan sesuai standar.
Secara nasional saat ini baru 30 persen penyandang DM yang
terdiagnosis dan mendapatkan pelayanan kesehatan.
4. Rumus Perhitungan Kinerja
Persentase penyandang Jumlah penyandan DM yang mendapatkan
DM yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dalam
pelayanan kesehatan = kurun waktu satu tahun x100
sesuai standar
Jumlah penyandang DM berdasarkan
5. Contoh Perhitungan prevalensi angka prevalensi DM nasional di
wilayah kerja dalam kurun waktu satu tahun
Diwilayah Puskesmas Karang Bintang terdapat 600 sasaran
pada tahun yang sama
pelayanan kesehatan penderita DM,adapun rincian pelayanan
kesehatan penderita DM diwilayah Puskesmas Karang Bintang adalah
sebagai berikut: Hasil Rekapitulasi pada tahun 2018 pelayanan

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


kesehatan Penderita DM sebanyak 173 orang,Cakupan kinerja
Puskesmas Karang Bintang dalam memberikan Pelayanan Kesehatan
Penderita DM adalah:
JUMLAH
KUNJUNGAN PENDERITA
FASILITAS
WARGA DM YANG
PELAYANAN KETERANGAN
NEGARA DILAYANI
KESEHATAN
PENDERITA DM SESUAI
STANDAR
PUSKESMAS 173 600
KARANG
BINTANG
Catatan : Jumlah pelayanan Kesehatan penderita DM 173
orang,diperlukan rencana strategis tahun depan untuk menjangkau
427 sehingga mencapai target

6. Target
Capaian kinerja Puskesmas Karang Bintang dalam memberikan
pelayanan tatalaksana kepada penyandang DM sesuai standar di
wilayah kerja Puskesmas Karang Bintang adalah 100 persen.
7. Langkah-langkah Kegiatan
a. Melakukan pendataan penderita DM di wilayah kerja Puskesmas
Karang Bintang
b. Melakukan skrining faktor risiko DM untuk seluruh pasien di
wilayah kerja Puskesmas Karang Bintang
c. Melakukan pelayanan kesehatan sesuai standar, berupa
edukasi tentang diet makanan dan aktivitas fisik, serta terapi
farmakolog
d. Melakukan rujukan ke FKRTL untuk pencegahan komplikasi
e. Pelatihan teknis pelayanan kesehatan tentang DM bagi tenaga
kesehatan, termasuk pelatihan surveilans DM berbasis web
f. Penyediaan peralatan kesehatan DM, termasuk HbA1C
g. Penyediaan obat DM
h. Pencatatan dan pelaporan
i. Monitoring dan evaluasi

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


8. Teknik Penghitungan Pembiayaan
NO LANGKAH VARIABEL KOMPONEN VOLUME
KEGIATAN
1 Melakukan
pendataan
penderita DM
menurut
wilayah kerja
Fasilitas
Kesehatan
Tingkat
Pertama
Petugas Pendataan
penderita DM

Biaya transport Jumlah


petugas/BBM (1) Petugas x
Transport x
Jumlah
kegiatan
pendataan x
Jumlah
Kelurahan
Penderita Data Jumlah
DM penderita DM
Formulir Pengadaan Formulir 1 Paket x
Kegiatan
Pendataan x
Jumlah
Kelurahan
2 Melakukan
skrinning
faktor risiko
DM untuk
seluruh pasien
di Fasilitas
Kesehatan
Tingkat
Pertama
Petugas Pelayanan Skrining
Alat Kesehatan Pemngadaan Terintegrasi
Glucometer tes dan dengan
spektofotometer pengadaan
sarana dan
prasarana
skrining

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


PTM
Penderita DM Data jumlah penderita
DM
3 Melakukan
pelayanan
kesehatan
sesuai
standar,
berupa
edukasi
tentang diet
makanan dan
aktivitas fisik
serta terapi
farmakologi
Petugas Pelayanan Kesehatan
dan KIE pada
penderita DM
Penderita Data jumlah
DM penderita DM
Bahan edukasi Penggandaan 1 Paket x
Bahan edukasi Jumlah
Kelurahan
Obat Paket Pengadaan Terintegrasi
Obat DM dengan
pengadaan
paket obat
Puskesmas
Alat Kesehatan Pengadaan kit Terintegrasi
Posbindu PTM dengan
pengadaan
sarana dan
prasarana
skrinning PTM
4 Melakukan
rujukan ke
FKRTL untuk
pencegahan
komplikasi
Petugas Biaya transport Jumlah
petugas/ BBM Petugas x
Transport
x Jumlah
Rujukan x
Jumlah
Kelurahan
Penderita Data Jumlah

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


DM Penderita DM
5 Pelatihan
teknis
pelayanan
kesehatan
tentang DM
bagi tenaga
kesehatan,
termasuk
pelatihan
surveilans DM
berbasis Web
Materi Penggandaan materi 1 Paket
Pelatihan pelatihan pelatihan x
Jumlah
pelatihan
Kegiatan Paket kegiatan 1 Paket x
Pelatihan pelatihan Jumlah
pelatihan
Narasumber/ Honor dan transport Jam pelatihan
Fasilitator x jumlah
Narasumber/
Fasilitator x
Kegiatan
Pelatihan
Tenaga Transport + uang Fullboard:
Kesehatan yang harian paket Jumlah
dilatih Fullboard Tenaga
Kesehatan
yang dilatih x
Standar Biaya
paket
Fullboard
(transport +
uang harian)
Transport + uang
harian paket Fullday Fullday:
Jumlah
Tenaga
Kesehatan
yang dilatih x
Standar Biaya
paket Fullday
(transport +
uang harian)
6 Penyediaan
peralatan

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


kesehatan DM
Peralatan pengadaan alat dan 1 paket x
kesehatan ragen pemeriksaan jumlah
DM DM kasus x
jumlah
Puskesmas
7 Penyediaan
obat DM
Obat DM Pengadaan obat Terintegrasi
Hipertensi dengan
paket
pengadaan
obat
Puskesmas
8 Pencatatan
dan pelaporan
Petugas Pencatatan dan
pelaporan
Penderita Data jumlah
DM penderita DM
Formulir dan Pengadaan formulir 1 Paket x
ATK dan ATK Jumlah
Kelurahan
9 Monitoring
dan evaluasi
Petugas Transport + uang Jumlah
harian Petugas x
Transport
dan uang
harian x
Jumlah
kegiatan
Monev DM
Instrumen Pengadaan instrumen 1 Paket
Monev DM Monev DM Instrumen
Monev DM
Laporan monev ATK dan penggandaan 1 Paket ATK
x Jumlah
kegiatan
monev DM
Keterangan:
1) Unit cost mengacu pada Perda dan atau standar biaya yang berlaku
di daerah setempat;
2) Pengadaan Set Peralatan Kesehatan mengacu pada Permenkes
Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas;

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


3) Permenkes Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penanggulangan PTM
4) Standar Pelayanan Kesehatan Diabetes Melitus:
a) Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Diabetes Melitus ;
b) Pedoman Umu
c) Pencegahan dan Pengendalian DM Tipe 2, Kemenkes
2016;Pedoman Umum Pengendalian DM Tipe 1, Kemenkes 2013;
d) Pedoman Umum Pengendalian DM Gestasional, Kemenkes 2013;
e) Panduan Penatalaksanaan DM Tipe 2, PB PERKENI, 2015;
f) Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan DM Tipe 2 di Indonesia,
PB PERKENI 2015;
g) Manual Peralatan Pemeriksaan Gula Darah dan A1C;
h) Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer;
i) Formulariun Nasional (Fornas) dan Kompendium Alat Kesehatan
yang berlaku.
j) Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer
9. Monitoring dan Evaluasi
a. Laporan SP2TP melalui Sistem Informasi Puskesmas (SIP)
b. Laporan surveilans PTM berbasis FKTP (PANDU) melalui portal web
PTM
c. Laporan fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan DM
kepada penderita DM sesuai standar
d. Sistem Informasi P-Care JKN
10. Sumber Daya Manusia
a) Dokter/DLP
b) Perawat
c) Nutrisionis
11. Referensi
a) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2015 tentang
Penanggulangan PTM;

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


b) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 59 Tahun 2014 tentang
standar tarif pelayanan kesehatan dalam penyelenggaraan
program jaminan kesehatan;
c) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang
Puskesmas;
d) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 001 Tahun 2012 tentang
Sistem Rujukan;
e) Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Diabetes Melitus;
f) Pedoman Umum Pencegahan dan Pengendalian DM Tipe 2,
Kemenkes 2016;
g) Pedoman Umum Pengendalian DM Tipe 1, Kemenkes 2013;
h) Pedoman Umum Pengendalian DM Gestasional, Kemenkes 2013;
i) Panduan Penatalaksanaan DM Tipe 2, PB PERKENI, 2015;
j) Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan DM Tipe 2 di Indonesia, PB
PERKENI 2015;
k) Manual Peralatan Pemeriksaan Gula Darah dan A1C;
l) Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer.

J. Pelayanan Kesehatan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Berat


1. Pernyataan Standar
Setiap ODGJ berat mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai
standar.
2. Pengertian
Pelayanan kesehatan jiwa pada ODGJ berat adalah:
a. Pelayanan promotif preventif yang bertujuan meningkatkan
kesehatan jiwa ODGJ berat (psikotik) dan mencegah terjadinya
kekambuhan dan pemasungan.
b. Pelayanan kesehatan jiwa pada ODGJ berat diberikan oleh perawat
dan dokter Puskesmas di wilayah kerjanya.
c. Pelayanan kesehatan jiwa pada ODGJ berat meliputi:

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


1) Edukasi dan evaluasi tentang: tanda dan gejala gangguan jiwa,
kepatuhan minum obat dan informasi lain terkait obat,
mencegah tindakan pemasungan, kebersihan diri, sosialisasi,
kegiatan rumah tangga dan aktivitas bekerja sederhana,
dan/atau
2) Tindakan kebersihan diri ODGJ berat
d. Dalam melakukan pelayanan promotif preventif diperlukan
penyediaan materi KIE dan Buku Kerja sederhana.

3. Definisi Operasional Capaian Kinerja


Capaian kinerja Puskesmas Karang Bintang dalam memberikan
pelayanan kesehatan ODGJ berat dinilai dengan jumlah ODGJ berat
(psikotik) di wilayah kerja Puskesmas Karang Bintang yang mendapat
pelayanan kesehatan jiwa promotif preventif sesuai standar dalam
kurun waktu satu tahun.
4. Rumus Perhitungan Kinerja
Persentase ODGJ Jumlah ODGJ berat (psikotik) di wilayah
berat yang kerja Puskesmas Xxxx yang mendapat
mendapatkan = pelayanan kesehatan jiwa promotif preventif x100%
pelayanan kesehatan sesuai standar dalam kurun waktu satu
jiwa sesuai standar tahun

Jumlah ODGJ berat (psikotik) yang ada di


wilayah kerja Puskesmas Xxxx dalam
kurun waktu satu tahun yang sama

5. Contoh Perhitungan
Di Puskesmas Karang Bintang ditemukan ODGJ berat (psikotik)
dalam wilayah kerja Puskesmas sejumlah 22 orang. ODGJ yang
diberikan layanan promotif dan preventif tersebut sebanyak 22 orang.
Maka capaian kinerja Puskesmas Karang Bintang dalam
memberikan pelayanan adalah 22/22 x 100% = 100%.
6. Target

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Capaian kinerja Puskesmas Karang Bintang dalam pelayanan
kesehatan jiwa pada orang dengan gangguan jiwa berat sesuai standar
di wilayah kerja Puskesmas Karang Bintang adalah 100 persen.
7. Langkah-langkah Kegiatan
a. Penyediaan materi KIE Keswa, Pedoman dan Buku Kerja
Kesehatan Jiwa
b. Peningkatan pengetahuan SDM
c. Penyediaan form pencatatan dan pelaporan
d. Pelayanan Kesehatan ODGJ Berat di Puskesmas
e. Pelaksanaan kunjungan rumah (KIE keswa dan dukungan
psikososial)
f. Monitoring dan evaluasi
8. Teknik Perhitungan Biaya
NO LANGKAH VARIABEL KOMPONEN VOLUME
KEGIATAN
1 Penyediaan
materi KIE
Keswa,
pedoman dan
buku kerja
kesehatan jiwa
Materi KIE Penyediaan 1 paket x
Pedoman dan materi KIE jumlah
buku kerja Pedoman dan kelurahan
kesehatan jiwa pengadaan buku
kerja kesehatan
jiwa
2 Peningkatan
pengetahuan
SDM
Penagnggung Transport+uang Jumlah
jawab Program harian peserta x
Keswa Dinkes, paket
petugas standar
kesehatan dan biaya
kader terlatih Fullday
(transport+
uang
harian)
Materi Penggandaan 1 Paket x
Sosialisasi materi sosialisasi Jumlah

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


kegiatan
sosialisasi
Narasumber Honor dan Honor
transport (1) Narasumber x
Jumlah
Narasumber x
Kegiatan
sosialisasi
3 Pencatatan
dan pelaporan
Petugas Pencatatan
dan pelaporan
ODGJ Data jumlah
ODGJ
Formulir dan Pengadaan 1 Paket x
ATK formulir dan Jumlah
ATK Kelurahan
4 Pelayanan
kesehatan
ODGJ berat di
Puskesmas
Petugas Pelayanan
Keswa ODGJ Berat
Alat Pengadaan Set Terintegrasi
Kesehatan Pemeriksaan dengan paket
Umum pengadaan
Set Peralatan
Kesehatan
Puskesmas
ODGJ Berat Data Jumlah
ODGJ Berat
Obat Pengadaan
Obat Anti Terintegrasi
Psikotik dengan paket
pengadaan
obat
Puskesmas
5 Pelaksanaan
kunjungan
rumah (KIE
Keswa dan
dukungan
psikosial)
Petugas Pelayanan kunjungan
rumah ODGJ Berat

Biaya transport Jumlah

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


petugas/BBM petugas x
transport x
jumlah
kunjungan x
jumlah
kelurahan
ODGJ Berat Data Jumlah
ODGJ Berat
Materi KIE Penggandaan Terintegrasi
Keswa dan Materi KIE Keswa dengan Paket
Psikososial dan Psikososial Penyediaan
Materi KIE,
Pedoman
dan Buku
Kerja
Kesehatan
Jiwa
Alat Pengadaan Kit Terintegrasi
Kesehatan Kesehatan dengan paket
Masyarakat (2) pengadaan
Set Peralatan
Kesehatan
Puskesmas
6 Monitoring
dan evaluasi
Petugas Transport + Jumlah
uang harian (1) Petugas x
Transport
dan uang
harian x
Jumlah
kegiatan
Monev Keswa
Instrumen Pengadaan 1 Paket
Monev Keswa instrument Intrumen
Monev Keswa Monev
Keswa
Laporan ATK dan 1 Paket ATK x
monev Keswa Penggandaan Jumlah
kegiatan
monev Keswa
Keterangan:
1) Unit cost mengacu pada Perda dan atau standar biaya yang berlaku
di daerah setempat;
2) Pengadaan Set Peralatan Kesehatan mengacu pada Permenkes
Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas;

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


3) Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK. 02.02/Menkes/523/2015
tentang Formulariun Nasional.
9. Monitoring dan Evaluasi
a. Laporan Monitoring dan Evaluasi dari Dinas Kesehatan Provinsi/
Kabupaten/Kota
b. Sistem Informasi Puskesmas
10. Sumber Daya Manusia
a. Perawat
b. Dokter
c. Kader yang dilatih oleh nakes
11. Referensi
a. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat;
b. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 5 Tahun 2014 tentang
Panduan Praktik Klinis;
c. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Pemasungan Orang
Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ);
d. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 279/Menkes/SK/IV/2006
tentang Pedoman Penyelenggaraan Upaya Keperawatan Kesehatan
Masyarakat di Puskesmas;
e. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor HK
02.02/Menkes/148/I/2010 tentang Ijin dan Penyelenggaraan
Praktik Keperawatan;
f. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 17 Tahun 2013 tentang
Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor HK
02.02/Menkes/148/I/2010 tentang Praktik Keperawatan;
g. Buku Keperawatan Jiwa Masyarakat (Community Mental Health
Nursing)

K. Pelayanan Kesehatan Orang dengan Tuberkulosis (TB)


1. Pernyataan Standar

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Setiap orang dengan TB mendapatkan pelayanan TB sesuai standar.
Pemerintah Kabupaten/Kota mempunyai kewajiban untuk
memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar kepada seluruh
orang dengan TB sebagai upaya pencegahan di wilayah kerjanya.
2. Pengertian
a. Pelayanan Tuberkulosis Sesuai Standar adalah pelayanan
kesehatan diberikan kepada seluruh orang dengan TB yang
dilakukan oleh tenaga kesehatan sesuai kewenangannya di FKTP
(puskesmas dan jaringannya) dan di FKTL baik pemerintah
maupun swasta
b. Pelayanan yang diberikan sesuai Pedoman Penanggulangan TB
yang berlaku antara lain :
1) Penegakan diagnosis TB dilakukan secara bakteriologis dan
klinis serta dapat didukung dengan pemeriksaan penunjang
lainnya.
2) Dilakukan pemeriksaan pemantauan kemajuan pengobatan
pada akhir pengobatan intensif, bulan ke 5 dan akhir
pengobatan.
3) Pengobatan dengan menggunakan Obat Anti Tuberkulosis
(OAT) dengan panduan OAT standar.
c. Gejala Utama TB adalah batuk selama 2 minggu atau lebih. Batuk
dapat diikuti dengan dahak bercampur darah, batuk darah, sesak
nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun,
berkeringat malam hari tanpa aktifitas fisik dan badan meriang
lebih dari satu bulan.
d. Kegiatan Promotif dan preventif antara lain penemuan kasus
secara dini, penemuan kasus secara aktif, pemberian KIE untuk
pencegahan penularan dengan penerapan etika batuk,
pengendalian faktor risiko dan pemberian obat pencegahan
e. Prinsip pelayanan TB adalah penemuan orang dengan TB sedini
mungkin, ditatalaksana sesuai standar sekaligus pemantauan

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


hingga sembuh atau “TOSS TB” (Temukan, Obati Sampai
Sembuh).
3. Definisi Operasional Capaian Kinerja
Capaian kinerja Puskesmas Karang Bintang dalam memberikan
pelayanan orang dengan TB dinilai dari persentase jumlah orang yang
mendapatkan pelayanan TB sesuai standar di wilayah kerja
Puskesmas Karang Bintang dalam kurun waktu satu tahun.
4. Rumus Perhitungan Kinerja
Persentase Orang Jumlah orang yang mendapatkan pelayanan
dengan TB TB sesuai standar dalam kurun waktu 1
mendapatkan = tahun x100%
pelayanan TB
sesuai standar Jumlah orang dengan TB yang ada di
wilayah kerja pada kurun waktu satu
tahun yang sama

5. Perhitungan
Jumlah orang dengan TB di Puskesmas Karang Bintang pada
tahun 2018 sebanyak 22 orang.
Jumlah orang TB yang mendapatkan pelayanan Tuberkulosis sesuai
standar sebanyak 8 orang.
Capaian kinerja di Puskesmas Karang Bintang dalam memberikan
pelayanan TB Paru sesuai standar pada orang TB adalah 8/22 x 100%
= 36,36%
JUMLAH
KUNJUNGAN PENDERITA
FASILITAS
WARGA TB YANG
PELAYANAN KETERANGAN
NEGARA DILAYANI
KESEHATAN
PENDERITA TB SESUAI
STANDAR
PUSKESMAS 8 22
KARANG
BINTANG

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


6. Target
Capaian kinerja Puskesmas Karang Bintang dalam upaya Pelayanan
Tuberkulosis terhadap orang dengan TB adalah 100%, dengan kriteria
Capaian Kinerja ≥ 80% dikategorikan tercapai 100%.
7. Langkah-langkah Kegiatan
a. Peningkatan Kapasitas SDM TB
b. Promosi/Penyuluhan dan Penyediaan Media KIE TB
c. Pelayanan dan pemeriksaan TB dalam gedung dan luar gedung
d. Rujukan kasus TB dengan penyulit termasuk TB resistan Obat
kepada fasilitas kesehatan tingkat lanjut
e. Jejaring dan kemitraan pelayanan TB
f. Pemantapan mutu layanan labotatorium TB untuk penegakan
diagnosis TB
g. Pencatatan dan pelaporan TB melalui penyediaan Formulir
pencatatan dan pelaporan
h. Monitoring dan Evaluasi
8. Teknik Penghitungan Pembiayaan
NO LANGKAH VARIABEL KOMPONEN VOLUME
KEGIATAN
1 Peningkatan
kapasitas
SDM TB
Materi Penggandaan materi 1 Paket
Pelatihan Pelatihan penggandaan
materi pelatihan
x
Jumlah
pelatihan
Kegiatan Paket kegiatan 1 Paket kegiatan
Pelatihan pelatihan pelatihan x
Jumlah
pelatihan
Narasumber/ Honor dan transport Jam pelatihan x
Fasilitator jumlah
Narasumber/Fas
ilitator
X Kegiatan
Pelatihan
Petugas yang Transport + uang Fullboard:

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Dilatih harian paket Jumlah
Fullboard peserta x
Standar Biaya
paket
Fullboard
(transport +
uang harian)
Transport + uang Fullday:
harian paket Jumlah
Fullday peserta x
Standar
Biaya paket
Fullday
(transport +
uang harian)
2 Promosi/
penyuluhan
dan
penyediaan
media KIE TB
Media KIE TB Pengadaan media 1 Paket x
KIE TB Jumlah
Puskesmas
Petugas Biaya Jumlah
transport Petugas x
petugas/BBM Transport x
Jumlah
penyuluhan x
Jumlah
Puskesmas
3 Pelayanan dan
pemeriksaan
TB dalam
gedung dan
luar gedung
A Pelayanan Masyarakat dan Data jumlah orang
dalam gedung orang dengan TB dengan TB
Petugas Petugas
Laboratorium
Petugas Medis dan
para
Medis Terlatih
Alat dan Pengadaan set alat 1 paket x jumlah
bahan dan orang dengan TB
pelayanan TB bahan pelayanan
TB (mikroskop,
Reagen Zn, Pot

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


dahak, kaca slide,
oil imersi, masker
dan bahan
pendukung lainnya)
B Pelayanan luar Masyarakat dan Data jumlah orang
gedung orang dengan TB dengan TB dan
terduga TB
Petugas Pelayanan kontak
investigasi/kontk
tracing (penemuan
secara aktif)

Biaya transport Jumlah Petugas


petugas/BBM x Transport x
orang dengan
TB/terduga TB x
Jumlah
Puskesmas
Alat dan Pengadaan set alat Terintegrasi
bahan dan dengan
pelayanan TB bahan pelayanan paket pengadaan
TB set pemeriksaan
orang dengan TB
dalam gedung
Masyarakat dan Data jumlah orang
orang dengan TB dengan TB dan
terduga TB
4 Rujukan Orang Data jumlah orang
kasus dengan TB dengan TB
TB dengan penyulit/ TB
penyulit resistan Obat
termasuk TB
resistan Obat
kepada
fasilitas
kesehatan
tingkat lanjut
Petugas Petugas
Medis/ParaMedis/
Lainnya

Biaya transport Jumlah


petugas/BBM petugasx
transport x
jumlah
rujukanx

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


jumlah
Puskesmas
5 Pemantauan
mutu layanan
laboratorium
TB untuk
penegakkan
diagnosis TB
Petugas Biaya transport Jumlah
petugas/BBM petugasx
transport x
jumlah
pengiriman
slide
spesimen ( 1
tahun 4 kali)
x jumlah
Puskesmas
Biaya pemeriksaan Data slide
slide spesimen
Specimen yang
dilakukan
uji mutu /
cross chek
6 Jejaring kerja
dan kemitraan
Petugas Biaya Jumlah Petugas
transport x
petugas/BBM Transport x
Jumlah kegiatan
x Jumlah
Puskesmas
Reagen dan Rujukan 1 Paket x
BMHP, Bahan/ Bahan/Spesimen Jumlah
Spesimen Puskesmas
7 Pencatatan
dan pelaporan
TB melalui
penyediaan
formulir
pencatatan
dan pelaporan
Petugas Pencatatan dan
pelaporan
Penderita Data jumlah
TB Penderita
TB

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Formulir Pengadaan formulir 1 Paket x
dan ATK dan Jumlah
ATK Kelurahan
8 Monitoring
dan evaluasi
Petugas Transport + uang Jumlah Petugas
harian (1) x
Transport
dan uang
harian x
Jumlah
kegiatan
Monev TB
Instrumen Pengadaan 1 Paket
Monev TB instrumen Intrumen
Monev TB Monev TB
Laporan ATK dan 1 Paket ATK x
monev TB penggandaan Jumlah
kegiatan monev
TB
Keterangan:
1) Unit cost mengacu pada Perda dan atau standar biaya yang berlaku
di daerah setempat;
2) Pengadaan Set Peralatan Kesehatan mengacu pada Permenkes
Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas;
3) Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 364/MENKES/SK/V/2009
tentang Pedoman Penanggulangan Tuberkulosis (TB);
4) Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
HK.02.02/Menkes/305/2014 tentang Pedoman Nasional Pelayanan
Kedokteran Tatalaksana Tuberkulosis;
5) Panduan Praktik Klinik bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer, IDI, Edisi I, 2013;
6) Panduan Diagnosis TB Anak dengan Sistem Scoring, Kemenkes,
IDAI, 2011
7) Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK. 02.02/Menkes/523/2015
tentang Formulariun Nasional.
9. Monitoring dan Evaluasi
a. Register TB (TB 06 UPK) di Puskesmas dan RS.
b. Register TB (TB 03 UPK) di Puskesmas dan RS.

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


c. Register TB Kabupaten/ Kota (TB 03) di Dinkes Kabupaten/Kota.
d. Laporan triwulan TB Puskesmas.
e. Laporan triwulan Penemuan kasus (TB 07) di Dinkes
Kabupaten/Kota.
10. Sumber Daya Manusia
a. Dokter yang terlatih Program TB;
b. Perawat yang terlatih Program TB;
c. Pranata Laboratorium kesehatan yang terlatih Mikroskopis TB dan
atau Test Cepat Molekuler (TCM);
d. Bidan yang terlatih untuk menskrining gejala TB anak;
e. Bidan di Poli anak RS yang terlatih untuk melakukan skrining
gejala TB anak;
f. Petugas Program TB di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
11. Referensi
a. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 364/MENKES/SK/V/2009
tentang Pedoman Penanggulangan Tuberkulosis (TB).
b. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/Menkes/305/2014
tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tatalaksana
Tuberkulosis.
c. Panduan Praktik Klinik bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer, IDI, Edisi I, 2013.
d. Panduan Diagnosis TB Anak dengan Sistem Scoring, Kemenkes,
IDAI, 2011.

L. Pelayanan Kesehatan Orang dengan Risiko Terinfeksi HIV


1. Pernyataan Standar
Setiap orang berisiko terinfeksi HIV (ibu hamil, pasien TB, pasien IMS,
waria/transgender, pengguna napza, dan warga binaan lembaga
pemasyarakatan) mendapatkan pemeriksaan HIV sesuai standar.
2. Pengertian
a. Pelayanan Kesehatan orang dengan risiko terinfeksi HIV sesuai
standar adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


hamil, pasien TB, pasien infeksi menular seksual (IMS),
waria/transgender, pengguna napza, dan warga binaan lembaga
pemasyarakatan, dilakukan oleh tenaga kesehatan sesuai
kewenangannya dan diberikan di FKTP (Puskesmas dan
Jaringannya) dan FKTL baik pemerintah maupun swasta serta di
lapas/rutan narkotika.
b. Pelayanan Kesehatan meliputi:
1) Upaya pencegahan pada orang yang memiliki risiko terinfeksi HIV
2) Pemeriksaan HIV ditawarkan secara aktif oleh petugas kesehatan
bagi orang yang berisiko dimulai dengan:
- Pemberian informasi terkait HIV-AIDS
- Pemeriksaan HIV menggunakan tes cepat HIV dengan
menggunakan alat tes sesuai standar nasional yang telah
ditetapkan
- Orang dengan hasil pemeriksaan HIV positif harus dirujuk ke
fasilitas yang mampu menangani untuk mendapatkan
pengobatan ARV dan konseling tentang HIV dan AIDS bagi
orang dengan HIV (ODHA) dan pasangannya
- Orang dengan infeksi menular seksual (IMS),
waria/transgender, pengguna napza, dan warga binaan
lembaga pemasyarakatan dengan hasil pemeriksaan HIV
negatif harus dilakukan pemeriksaan ulang minimal setelah
tiga (3) bulan, enam (6) bulan dan 12 bulan dari
pemeriksaan yang pertama.
3. Definisi Operasional Capaian Kinerja
Capaian kinerja Puskesmas Karang Bintang dalam memberikan
pemeriksaan HIV terhadap orang berisiko terinfeksi HIV dinilai dari
persentase orang berisiko terinfeksi HIV yang datang ke fasyankes dan
mendapatkan pemeriksaan HIV sesuai standar di wilayah kerja
Puskesmas Karang Bintang dalam kurun waktu satu tahun.

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


4. Rumus Perhitungan Kinerja
Jumlah orang berisiko terinfeksi HIV
Persentase orang yang mendapatkan pemeriksaan HIV
berisiko sesuai standar di Puskesmas Xxxx
terinfeksi HIV = dalam kurun waktu satu tahun x 100%
mendapatkan
pemeriksaan HIV
sesuai standar Jumlah orang berisiko terinfeksi
HIV yang ada di satu wilayah kerja
Puskesmas Xxxx
pada kurun waktu satu tahun yang
sama

5. Perhitungan
Jumlah orang berisiko terinfeksi HIV di Puskesmas Karang Bintang
pada tahun 2018 ditetapkan sebanyak 244 sasaran. Jumlah orang
berisiko terinfeksi HIV yang mendapatkan pemeriksaan HIV sesuai
standar sebanyak 178 orang. Capaian kinerja Puskesmas Karang
Bintang dalam memberikan pemeriksaan HIV sesuai standar pada
orang berisiko terinfeksi HIV adalah 178/244 x 100% = 72.95%
JUMLAH
JUMLAH ORANG
FASILITAS ORANG
BERISIKOTERINFEKSI
PELAYANAN BERISIKO KETERANGAN
HIV DILAYANI
KESEHATAN TERINFEKSI
SESUAI STANDAR
HIV
PUSKESMAS 8 22
KARANG
BINTANG

6. Langkah-langkah Kegiatan
a. Pemetaan kelompok sasaran
b. Penyiapan SDM
c. Promosi/penyuluhan
d. Jejaring kerja dan kemitraan
e. Sosialisasi
f. Pemeriksaan HIV
g. Rujukan kasus HIV untuk mendapatkan pengobatan ARV

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


h. Pencatatan dan pelaporan
i. Monitoring dan evaluasi
7. Target
Capaian kinerja Puskesmas Karang Bintang dalam upaya
pemeriksaan HIV terhadap orang berisiko terinfeksi HIV adalah
100%.
8. Teknik Penghitungan Pembiayaan
NO LANGKAH VARIABEL KOMPONEN VOLUME
KEGIATAN
1 Pemetaan
kelompok
sasaran
Petugas Pemetaan
kelompok
sasaran

Jumlah
Biaya transport Petugas x
petugas/BBM Transport x
Jumlah
kegiatan
pemetaan x
Jumlah
Kelurahan
Kelompok Data jumlah
sasaran kelompok
sasaran
Formulir Pengadaan Formulir 1 Paket x
Kegiatan
pemetaan x
Jumlah
Kelurahan
2 Penyiapan
SDM
Materi Pelatihan Penggandaan 1 Paket x
materi Jumlah
pelatihan pelatihan
Kegiatan Paket kegiatan 1 Paket x
Pelatihan pelatihan Jumlah
pelatihan
Narasumber/ Honor dan Jam pelatihan x
Fasilitator transport jumlah
Narasumber/Fas

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


ilitator x
Kegiatan
Pelatihan
Petugas yang Transport + uang Fullboard:
dilatih harian paket Jumlah Petugas
Fullboard yang dilatih x
Standar Biaya
paket Fullboard
(transport
+ uang harian)
Transport + uang Fullday:
harian paket Jumlah Petugas
Fullday yang dilatih x
Standar Biaya
paket Fullday
(transport +
uang harian)
3 Promosi dan
penyuluhan
Media KIE Pengadaan media 1 Paket x
KIE Jumlah
Kelurahan
Petugas Biaya Jumlah Petugas
transport x Transport x
petugas/BBM Jumlah
penyuluhan x
Jumlah
Kelurahan
4 Jejaring kerja
dan kemitraan
Petugas Biaya Jumlah Petugas
transport x Transport x
petugas/B Jumlah kegiatan
BM x Jumlah
Kelurahan
Reagen dan Rujukan 1 Paket x
BMHP, Bahan/ Bahan/Spesimen Jumlah
Spesimen Kelurahan
5 Sosialisasi
Penanggung Transport + uang Jumlah peserta
jawab Program harian x paket standar
HIV Dinkes, biaya Fullday
Petugas (transport +
kesehatan uang harian)
Materi Penggandaan materi 1 Paket x
Sosialisasi sosialisasi Jumlah kegiatan
sosialisasi

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


6 Pemeriksaan
HIV
a Pelayanan ibu hamil, Data jumlah ibu
dalam gedung pasien hamil, pasien TB,
TB, pasien pasien infeksi
infeksi menular menular seksual
seksual (IMS), (IMS),
waria/transgend waria/transgender,
er, pengguna pengguna napza,
napza, dan dan warga binaan
warga binaan lembaga
lembaga pemasyarakatan
pemasyarakatan
Petugas Petugas 1 paket x
Laboratorium jumlah ibu
Petugas Medis dan hamil, pasien
para Medis Terlatih TB, pasien
infeksi menular
seksual (IMS),
waria/transgend
er, pengguna
napza, dan
warga binaan
lembaga
pemasyarakatan
(disesuaikan
situasi epidemic
setempat)
Alat kesehatan Pengadaan paket tes 1 paket x jumlah
cepat HIV Ibu hamil,
pasien TB,
pasien infeksi
menular seksual
(IMS),
waria/transgend
er, pengguna
napza, dan
warga binaan
lembaga
pemasyarakatan
(disesuaikan
situasi epidemic
setempat)
b Pelayanan Waria/ Data jumlah
luar gedung transgender, waria/transgender,
pengguna napza, pengguna napza,
dan warga dan warga binaan

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


binaan lembaga lembaga
pemasyarakatan pemasyarakatan
Petugas Petugas 1 paket x jumlah
Laboratorium waria/transgend
Petugas Medis dan er, pengguna
para Medis Terlatih napza, dan
warga binaan
lembaga
pemasyarakatan
(disesuaikan
situasi epidemic
setempat)
Alat Kesehatan Pengadaan paket tes 1 paket x jumlah
cepat waria/
HIV transgender,
pengguna napza,
dan warga
binaan lembaga
pemasyarakatan
(disesuaikan
situasi epidemic
setempat)
7 Rujukan Orang dengan ODHA ibu hamil,
kasus HIV HIV/ODHA ODHA dengan TB,
untuk ODHA dengan
mendapatka n infeksi menular
pengobatan seksual (IMS),
ARV ODHA yang
waria/transgender,
ODHA yang
pengguna napza,
dan ODHA yang
warga binaan
lembaga
pemasyarakatan
Petugas Petugas Jumlah
Medis/ParaMedis/ petugasx
Lainnya Biaya transport x
transport jumlah rujukanx
petugas/BBM jumlah
Kelurahan
8 Pencatatan
dan
pelaoporan
Petugas -
Formulir Pengadaan ATK dan 1 Paket
pencatatan dan Fotokopi Pengadaan ATK

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


pelaporan HIV dan Fotokopi
Sistem Paket perangkat 1 Paket sistem
Informasi lunak dan informasi
perangkat keras
jaringan internet
9 Monitoring
dan evaluasi
Petugas Transport + uang Jumlah Petugas
harian x Transport dan
uang harian x
Jumlah kegiatan
Monev HIV
Daftar Tilik Pengadaan Daftar 1 Paket Daftar
Monev HIV & Tilik Tilik
IMS Monev HIV & IMS Monev HIV &
IMS
Umpan Balik Laporan dalam 1 Paket Laporan
bentuk elektronik dalam bentuk
dan laporan tertulis elektronik dan
laporan tertulis
Keterangan:
1) Unit cost mengacu pada Perda dan atau standar biaya yang berlaku
di daerah setempat;
2) Pengadaan Set Peralatan Kesehatan mengacu pada Permenkes
Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas;
3) Permenkes No 21 tahun 2013 tentang Penanggulangan HIV dan
AIDS;
4) Permenkes No 74 tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan
Konseling dan Tes HIV;
5) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 87 Tahun
2014 Tentang Pedoman Pengobatan Antiretroviral;
6) Permenkes No. 15 Tahun 2015 tentang Pelayanan Laboratorium
Pemeriksaan HIV dan Infeksi Oportunistik;
7) Permenkes No 51 tahun 2013 tentang Pedoman Program
Pencegahan HIV dari Ibu ke Anak;
8) Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.
02.02/Menkes/523/2015 tentang Formulariun Nasional.
9. Monitoring dan Evaluasi
a. Register SIHA di fasyakes

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


b. Laporan triwulan SIHA di Dinkes Kabupaten/Kota
c. Estimasi sasaran kelompok berisiko.
10. Sumber Daya Manusia
a. Dokter Spesialis sesuai kewenangannya
b. Dokter di Puskesmas yang terlatih HIV-AIDS;
c. Tenaga kesehatan di Puskesmas yang terlatih HIV-AIDS atau
Konselor HIV;
d. Pranata Laboratorium Kesehatan di Puskesmas yang terlatih
Pemeriksaan HIV-AIDS;
e. Petugas pencatatan dan pelaporan/Perekam Medis yang terlatih di
bidang pencatatan dan pelaporan HIV AIDS dan PIMS;
f. Pengelola Program P2 HIV-AIDS dan PIMS di Kabupaten/Kota
11. Referensi
a. Undang Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan;
b. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2013 tentang
Penanggulangan HIV dan AIDS;
c. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 tahun 2014 tentang
Pedoman Pelaksanaan Konseling dan Tes HIV;
d. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 87 Tahun 2014 Tentang
Pedoman Pengobatan Antiretroviral;
e. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2015 tentang
Pelayanan Laboratorium Pemeriksaan HIV dan Infeksi Oportunistik;
f. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 51 Tahun 2013 tentang
Pedoman Program Pencegahan HIV dari Ibu ke Anak;
g. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Perubahan
Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang
Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan
Pemasyarakatan;
h. Peraturan Bersama Ketua Mahkamah Agung, Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia, Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Jaksa
Agung Kepala Kepolisian Negara, Kepala Badan Narkotika
Nasional Nomor 01/Pb/Ma/III/2014, Nomor 03 Tahun 2014,

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Nomor 11/Tahun 2014 Nomor 03 Tahun 2014, Nomor Per-
005/A/Ja/03/2014, Nomor 1 Tahun 2014, Nomor
Perber/01/III/2014/Bnn tentang Penanganan Pecandu Narkotika
dan Korban Penyalahgunaan Narkotika ke Dalam Lembaga
Rehabilitasi;
i. Pedoman Surveilans Sentinel HIV.

II. INDIKATOR TAMBAHAN


A. UPAYA PENGOBATAN
1. Cakupan Kunjungan Rawat Jalan
a. Pernyataan standar
Setiap pasien yang mendapatkan pelayanan pengobatan tanpa
perlu rawat inap. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota wajib
memberikan pelayanan kesehatan kepada semua penduduk di
wilayah kabupaten/kota tersebut.
b. Pengertian
1) Kunjungan rawat jalan adalah kunjungan seseorang yang
mendapatkan pelayanan pengobatan tanpa perlu rawat inap, di
dalam dan diluar gedung Puskesmas (jaringan Puskesmas), yang
bersumber pada register rawat jalan umum.
2) Rawat jalan adalah pelayanan kesehatan perorangan yang
meliputi yang meliputi observasi, diagnose, pengobatan, rehab
medik tanpa tinggal di ruang rawat inap
b. Definisi Operasional
Cakupan Kunjungan Rawat Jalan adalah persentase kunjungan
rawat jalan Puskesmas yang berasal dari dalam wilayah kerja
Puskesmas dan jaringannya (Puskesmas Pembantu; Puskesmas
Keliling) dalam kurun waktu satu tahun
c. Satuan
Persen (%)
d. Sasaran
15% dari jumlah penduduk di dalam wilayah kerja Puskesmas

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


dalam kurun waktu satu tahun.
e. Target
100%
f. Cara Perhitungan

Kunjungan pasien rawat jalan Puskesmas


dan jaringannya yang berasal dari dalam
Cakupan
wilayah kerja Puskesmas dalam kurun
Kunjungan x 100
= waktu satu tahun
Rawat Jalan %
15% dari jumlah penduduk di wilayah
kerja Puskesmas dalam kurun waktu satu
tahun.
g. Pembuktian/Sumber Data
Register rawat jalan dan kartu rekam medik pasien.
h. Referensi
Buku Pedoman Kerja Puskesmas Jilid IV Tahun 1998 & SP3
2. Cakupan Kunjungan Rawat Jalan Gigi
a. Pernyataan standar
Setiap pasien yang mendapatkan pelayanan pengobatan gigi.
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota wajib memberikan pelayanan
kesehatan kepada semua penduduk di wilayah kabupaten/kota
tersebut.
b. Pengertian
Kunjungan seseorang yang mendapatkan pelayanan pengobatan
gigi tanpa perlu rawat inap, di dalam dan di luar gedung
Puskesmas,yang bersumber pada register rawat jalan gigi.
c. Definisi Operasional
Cakupan Kunjungan Rawat Jalan Gigi adalah persentase
kunjungan pasien rawat jalan klinik Gigi Puskesmas yang berasal
dari dalam wilayah kerja Puskesmas dan jaringannya dalam kurun
waktu satu tahun.
d. Satuan
Persen (%)
e. Sasaran
80 % jumlah seluruh penduduk dalam wilayah kerja Puskesmas

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


dalam kurun waktu satu tahun.
f. Target
100%
g. Cara Perhitungan

Kunjungan pasien rawat jalan klinik Gigi


Puskesmas dan jaringannya yang berasal
Cakupan dari dalam wilayah kerja Puskesmas
Kunjungan dalam kurun waktu satu tahun x 100
=
Rawat Jalan %
Gigi 80% jumlah penduduk dalam wilayah
kerja Puskesmas dalam kurun waktu satu
tahun..
h. Pembuktian/Sumber Data
Register rawat jalan dan kartu rekam medik pasien.
i. Referensi
Buku Pedoman Kerja Puskesmas Jilid IV Tahun 1998 & SP3
3. Cakupan Pemeriksaan Laboratorium Puskesmas
a. Pernyataan Standar
Setiap pasien yang mendapatkan pelayanan laboratorium.
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota wajib memberikan pelayanan
kesehatan kepada semua penduduk di wilayah kabupaten/kota
tersebut.
b. Pengertian
Pemeriksaan laboratorium adalah pemeriksaan spesimen di
laboratorium (darah, urine, faeces, sputum, dll) yang dilakukan
untuk menunjang penegakkan Diagnosa suatu penyakit
Pemeriksaan yang dilakukan di laboratorium adalah:
1) Spesimen darah untuk pemeriksaan hitung eritrosit, hitung
leukosit, hitung jenis leukosit, LED, golongan darah, Hb, malaria,
filarial, Hematokrit, MCV, MCH, MCHL, PLT.
2) Spesimen urine untuk pemeriksaan volume, warna, kejernihan,
berat jenis, pH, sedimen, protein, bilirubin, glukosa, test
kehamilan.

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


3) Spesimen feses untuk pemeriksaan warna, konsistensi, lendir,
darah, eritrosit, leukosit, sel epitel lemak, sisa makanan, telur
cacing, cacing, amuba.
4) Spesimen lain untuk pemeriksaan M.TBC (BTA), gonnorrhoea,
kusta (BTA), jamur.
5) Kimia Klinik GDS, GDP, GD 2 JamPP, Cholesterol, LDL ,
Creatinin, Urium Asam urat, triglyseride, SGOT,SGPT
6) Imunoplogi /Serologi : RA F , Widal
c. Definisi Operasional
Cakupan jumlah seluruh pemeriksaan laboratorium Puskesmas
adalah persentase jumlah pasien yang melakukan pemeriksaan
laboratorium di Puskesmas dalam kurun waktu satu tahun
d. Satuan
Persen (%)
e. Sasaran
10% jumlah kunjungan pasien ke Puskesmas dalam kurun waktu
satu tahun
f. Target
100%
g. Cara Perhitungan

Jumlah pasien yang melakukan


Cakupan pemeriksaan laboratorium di Puskesmas
Pemeriksaan dalam kurun waktu satu tahun x 100
=
Laboratorium 10% Jumlah kunjungan pasien ke %
Puskesmas Puskesmas dalam kurun waktu satu
tahun
h. Pembuktian/Sumber Data
Register Laboratorium
i. Referensi
Buku Pedoman Kerja Puskesmas Jilid IV Tahun 1998 & SP3

B. UPAYA KESEHATAN OLAH RAGA


1. Cakupan Pembinaan Kelompok Olahraga
a. Pernyataan standar

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Setiap kelompok olahraga mendapatkan pembinaan dari petugas
Puskesmas.
b. Pengertian
1) Kesehatan Olahraga adalah upaya kesehatan yang
memanfaatkan olahraga atau latihan fisik untuk meningkatkan
derajat kesehatan.
2) Upaya Kesehatan Olah Raga adalah upaya kesehatan yang
bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran
jasmani melalui aktifitas fisik dan atau olah raga.
3) Program kesehatan olahraga merupakan salah satu program dari
pokok program perilaku hidup sehat dan pemberdayaan
masyarakat.
4) Kelompok olah raga adalah kelompok masyarakat yang
melakukan kegiatan olahraga untuk kesehatan, prestasi dan
rekreasi tanpa harus menggunakan tempat yang tetap, baik
didalam maupun diluar ruangan.
c. Definisi Operasional
Cakupan Pembinaan Kelompok olah raga adalah Cakupan
kelompok olahraga di wilayah kerja Puskesmas dalam kurun waktu
satu tahun, yang mendapat pembinaan dari petugas Puskesmas.
d. Satuan
Persen (%)
e. Sasaran
Jumlah seluruh kelompok olahraga yang berada di wilayah kerja
Puskesmas dalam kurun waktu satu tahun.
f. Target
100%
g. Cara Perhitungan
Cakupan = Jumlah kelompok olah raga yang x 100 %
Pembinaan mendapat pembinaan dari petugas
Kelompok Puskesmas di wilayah kerja Puskesmas
dalam kurun waktu satu tahun

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Jumlah seluruh kelompok olah raga yang
Olah Raga berada di wilayah kerja Puskesmas dalam
kurun waktu satu tahun
h. Pembuktian/Sumber Data
Format laporan kesehatan olah raga Puskesmas
i. Referensi
Buku Pedoman Upaya Kesehatan Olah raga Puskesmas, Kebijakan
Dasar Kesehatan Olah raga, Pedoman Advokasi Kesehatan Olah
raga, Pedoman Penyakit Tidak Menular.

C. UPAYA KEPERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT


1. Cakupan Keluarga Dibina (Keluarga Rawan)
a. Pernyataan standar
Setiap keluarga rawan kesehatan mendapatkan pembinaan dari
petugas Puskesmas.
b. Pengertian
1) Menurut BKKBN tahun 1999, Keluarga adalah dua orang atau
lebih yang dibentuk berdasarkan ikatan perkawinan yang sah,
mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan materil yang
layak, bertakwa kepada Tuhan, memiliki hubungan yang selaras
dan seimbang antara anggota keluarga dan masyarakat serta
lingkungannya
2) Keluarga rawan kesehatan adalah keluarga rentan (miskin) dan
keluarga dengan kasus/masalah risiko tinggi dengan prioritas
a) Keluarga miskin belum kontak dengan sarana pelayanan
kesehatan (Puskesmas dan jaringannya) dan belum masuk
kuota miskin.
b) Keluarga miskin sudah memanfaatkan sarana pelayanan
kesehatan mempunyai masalah kesehatan tetapi keluarga
tersebut tidak tahu, tidak mau dan tidak mampu.

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


c) Keluarga tidak termasuk miskin yang mempunyai masalah
kesehatan prioritas serta belum memanfaatkan sarana
pelayanan kesehatan.
3) Keluarga rawan kesehatan yang dibina adalah keluarga rentan
kesehatan yang dibina oleh seluruh petugas perkesmas baik yang
belum selesai maupun yang sudah selesai di bina.
4) Cakupan keluarga dibina adalah jumlah keluarga yang belum
selesai dibina maupun sudah selesai dibina dengan sasaran
maternal, bayi, balita, lansia, penyakit kronis dan penderita yang
perlu tindak lanjut perawatan.
5) Ibu hamil yang dibina dari keluarga rawan kesehatan adalah ibu
hamil yang mendapatkan pelayanan keperawatan kesehatan.
6) Keluarga dengan bayi resti adalah keluarga yang anggota
keluarganya terdapat bayi yang mengalami masalah kesehatan.
7) Neonatus (0-28 hari). Neonatus dengan komplikasi adalah
neonatus dengan penyakit dan kelainan yang dapat
menyebabkan kecacatan dan kematian (asfiksia, ikterus,
hipotermia, TN, BBLR, Sindrom gangguan pernafasan, kelainan
konginental)
8) Sasaran 15% dari jumlah bayi baru lahir
9) Bayi usia 0-11 bulan yang dibina dari keluarga rawan kesehatan
adalah Bayi usia 0-11 bulan yang mendapatkan pelayanan
keperawatan kesehatan.
10) Keluarga dengan Balita resti adalah keluarga yang anggota
keluarganya terdapat anak balita yang mengalami masalah
kesehatan
11) Anak balita usia 12-59 bulan yang dibina dari keluarga rawan
kesehatan adalah anak balita usia 12-59 bulan yang
mendapatkan pelayanan keperawatan kesehatan.
12) Kasus penyakit kronis adalah kasus selain ibu hamil, bayi dan
anak balita dari keluarga rawan kesehatan yang mendapatkan
asuhan keperawatan.

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


13) Keluarga rawan dengan usia lanjut adalah keluarga rawan yang
anggota keluarganya terdapat lansia yang memerlukan pelayanan
keperawatan secara komprehensif.
14) Lanjut usia yang dibina adalah jumlah lansia yang belum
ataupun selesai dibina di wilayah kerja Puskesmas.
15) Keluarga dengan penderita perlu tindak lanjut perawatan adalah
keluarga rawan, dimana anggota keluarganya terdapat penderita
yang perlu tindak lanjut perawatan (kasus perlu perawatan di
rumah, pasca perawatan di RS misal TBC BTA +, malaria, gizi
buruk, HIV/ AIDS, DBD dan lain-lain serta DO Pengobatan.
16) Penderita yang perlu tindak lanjut perawatan adalah penderita
yang memerlukan asuhan keperawatan setelah rawat inap.
17) Keluarga rawan kesehatan yang selesai dibina adalah jumlah
kepala keluarga dengan keluarga mandiri IV (KM IV) ditambah
kepala keluarga yang jumlah keluarganya sudah 6 kali dengan
tidak memandang status keluarga mandirinya yang telah
dilaksanakan oleh tenaga keperawatan selama pembinaan.
18) Jumlah kepala keluarga/ keluarga rawan yang belum selesai
dibina adalah jumlah kunjungan pembinaan seluruh keluarga
dibina dalam bulan ini (baik yang selesai maupun yang belum
selesai dibina).
c. Definisi Operasional
Cakupan keluarga dibina adalah persentase keluarga rawan yang
belum selesai dibina maupun yang sudah selesai dibina di wilayah
kerja Puskesmas dalam kurun waktu satu tahun.
d. Satuan
Persen (%)
e. Sasaran
Jumlah seluruh keluarga Rawan
f. Target
100 %
g. Cara Perhitungan

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Jumlah keluarga rawan yang dibina di
Cakupan
wilayah kerja Puskesmas Xxxx dalam
keluarga
kurun waktu satu tahun
dibina = x 100 %
(keluarga Jumlah seluruh keluarga Rawan
rawan) ( 2,66% jumlah penduduk di wilayah
kerja Puskesmas Xxxx )
h. Pembuktian/Sumber :
1) SP3/ LB4
2) R1, R2
3) Kohort
4) Asuhan Keperawatan
i. Referensi
1) Instrumen Penilaian Kinerja Puskesmas
2) Pedoman Kerja Puskesmas Jilid IV
3) Pedoman Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat

2. Cakupan Keluarga Mandiri II


a. Pernyataan standar
Semua keluarga rawan kesehatan yang telah dibina meningkat
kemandiriannya.
b. Pengertian
1) Menurut BKKBN tahun 1999, Keluarga adalah dua orang atau
lebih yang dibentuk berdasarkan ikatan perkawinan yang sah,
mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan materil yang
layak, bertakwa kepada Tuhan, memiliki hubungan yang selaras
dan seimbang antara anggota keluarga dan masyarakat serta
lingkungannya
2) Keluarga Mandiri adalah keluarga rawan kesehatan yang sudah
mencapai/ memenuhi kriteria tingkat kemandirian I, II, III atau
IV.
3) Keluarga mandiri adalah keluarga dengan kriteria:
a) Menerima petugas kesehatan
b) Menerima pelayanan kesehatan sesuai rencana keperawatan

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


keluarga
c) Keluarga tahu dan dapat mengungkapkan masalah
kesehatannya secara benar
d) Memanfaatkan fasilitas yankes sesuai anjuran
e) Melakukan perawatan sederhana sesuai yang dianjurkan
f) Melakukan tindakan pencegahan aktif
g) Melakukan tindakan promotif secara aktif
h) Keterangan: KM I (1-2), KM II ( 1-4) , KM III (1-6), KM IV (1-7)
c. Definisi Operasional
Cakupan Keluarga Mandiri II adalah persentase keluarga rawan
yang dibina dengan memenuhi kriteria KM II di wilayah kerja
Puskesmas dalam kurun waktu satu tahun
d. Satuan
Persen (%)
e. Sasaran
Jumlah seluruh keluarga rawan kesehatan
f. Target
100 %
g. Cara Perhitungan
Jumlah keluarga rawan yang dibina
yang memenuhi kriteria II di wilayah
Cakupan
kerja Puskesmas dalam kurun waktu
keluarga = x 100 %
satu tahun
mandiri
Jumlah seluruh keluarga Rawan

h. Pembuktian/Sumber
1) SP3/LB4
2) R1, R2 PHN
3) Kohort
4) Asuhan Keperawatan
i. Referensi
1) Instrumen Penilaian Kinerja Puskesmas
2) Pedoman Kerja Puskesmas Jilid IV

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


3) Pedoman Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat

D.UPAYA KESEHATAN GIGI DAN MULUT


1. Cakupan Pembinaan Upaya Kesehatan Gigi Masyarakat (UKGM)
a. Pernyataan standar
Setiap posyandu mendapatkan pembinaan kesehatan gigi oleh
petugas Puskesmas.
b. Pengertian
1) Upaya Kesehatan Gigi masyarakat adalah suatu pendekatan
edukatif yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan
peran serta masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan gigi,
dengan mengintegrasikan upaya promotif, preventif, kesehatan
gigi pada berbagai upaya kesehatan bersumber daya masyarakat
yang berlandaskan pendekatan Primary Health Care.
2) Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat adalah upaya kesehatan
berbasis masyarakat di posyandu.
c. Definisi Operasional
Cakupan UKGM adalah persentase kunjungan di posyandu yang
mendapat pembinaan kesehatan gigi dari petugas puskesmas di
wilayah kerja Puskesmas dalam kurun waktu setahun
d. Satuan
Persen (%)
e. Sasaran
Jumlah UKBM yang ada di wilayah kerja Puskesmas dalam kurun
waktu satu tahun
f. Target
100%
g. Cara Penghitungan
Cakupan = Jumlah UKBM yang mendapat pembinaan x 100 %
Pembinaan di wilayah kerja Puskesmas dalam kurun
UKGM waktu satu tahun

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Jumlah UKBM yang ada di wilayah kerja
Puskesmas dalam kurun waktu satu tahun
waktu satu tahun.

h. Pembuktian/ Sumber Data


Buku catatan pembinaan ke UKGM
i. Referensi
Pedoman Upaya Kesehatan Gigi Masyarakat (UKGM), Depkes RI
2004
2. Cakupan Pembinaan Kesehatan Gigi Sekolah
a. Pernyataan standar
Setiap Sekolah Dasar mendepatkan pembinaan kesehatan gigi dari
petugas Puskesmas
b. Pengertian
Pembinaan Kesehatan gigi dan mulut adalah kegiatan untuk
mengubah perilaku mereka dari kurang menguntungkan menjadi
menguntungkan terhadap kesehatan gigi
c. Definisi Operasional
Cakupan pembinaan kesehatan gigi dan mulut di SD/MI adalah
persentase SD/MI yang dibina oleh petugas puskesmas dalam
kurun waktu setahun
d. Satuan
Persen (%)
e. Sasaran
Jumlah SD/MI yang ada di wilayah kerja Puskesmas dalam kurun
waktu setahun
f. Target
80%

g. Cara Penghitungan

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Jumlah SD/MI yang mendapatkan
pembinaan oleh petugas puskesmas di
Cakupan
wilayah kerja Puskesmas dalam kurun
Pembinaan
waktu satu tahun
Kesehatan = x 100 %
Gigi sekolah Jumlah SD/MI yang ada di wilayah kerja
selektif Puskesmas dalam kurun waktu satu
tahun waktu satu tahun.
h. Pembuktian/ Sumber Data
Catatan pembinaan yang dilakukan ke SD/MI
i. Referensi
1) Pedoman Upaya Kesehatan Gigi Masyarakat (UKGM), Depkes
Dirjen Yanmedik
2) Standar Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas,
Dirjen Bina Pelayanan Medik, DEPKES tahun 2007.

E. UPAYA KESEHATAN TRADISIONAL


1. Cakupan Pengobat Tradisional Terdaftar/ Berijin
a. Pernyataan standar
Setiap pengobat tradisional terdaftar/berijin.
b. Pengertian
1) Surat Terdaftar Pengobat Tradisional (STPT) adalah bukti tertulis
yang diberikan kepada pengobat tradisional yang telah
melaksanakan pendaftaran, STPT tersebut dikeluarkan oleh
Dinkes Kab/Kota.
2) Surat Izin Pengobat Tradisional (SIPT) adalah bukti tertulis yang
diberikan kepada pengobat tradisional yang metodenya telah
dikaji, diteliti, dan diuji terbukti aman dan bermanfaat bagi
kesehatan, SIPT tersebut dikeluarkan oleh Dinkes Kab/Kota.
c. Definisi Operasional
Cakupan Pengobat Tradisional Terdaftar/Berijin adalah persentase
pengobat tradisional yang terdaftar atau berijin di wilayah kerja
Puskesmas dalam kurun waktu satu tahun
d. Satuan
Persen (%)

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


e. Sasaran
Jumlah Pengobat Tradisional yang dibina oleh Petugas Puskesmas
yang ada di wilayah Puskesmas dalam kurun waktu satu tahun
f. Target
100%
g. Cara Perhitungan
Jumlah Pengobat Tradisional yang
dibina oleh Petugas Puskesmas yang
Cakupan ada di wilayah kerja dalam kurun
Pengobat waktu satu tahun yang mempunyai
Tradisional = STPT/SIPT x 100 %
Terdaftar/ Jumlah Pengobat Tradisional yang
Berijin dibina oleh Petugas Puskesmas yang
ada di wilayah Puskesmas dalam
kurun waktu satu tahun
h. Pembuktian/Sumber Data
Register Pelayanan Kesehatan Tradisional
i. Referensi
1) UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
2) Pedoman Pembinaan Upaya Kesehatan Tradisional bagi Petugas
Kesehatan
3) KEPMENKES RI No. 1076/Menkes/SK/VII/2003 tentang
Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional,
4) PERMENKES RI No. 1109/Menkes/PER/IX/2007 tentang
Penyelenggaraan Pengobatan Komplementer Alternatif di Fasilitas
Yankes dan Pedoman Pembinaan Yankestrad.
2. Cakupan Pembinaan Kelompok Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
a. Pernyataan standar
Setiap kelompok TOGA mendapatkan pembinaan dari petugas
Puskesmas
b. Pengertian
1) TOGA adalah Tanaman Obat Keluarga yang dimanfaatkan untuk
meningkatkan kesehatan, pengobatan sederhana dan sumber
perbaikan gizi keluarga.
2) Kelompok TOGA adalah kelompok keluarga yang memanfaatkan

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Tanaman Obat Keluarga untuk meningkatkan kesehatan,
pengobatan sederhana dan sumber perbaikan gizi keluarga.
c. Definisi Operasional
Cakupan Pembinaan Kelompok TOGA adalah Cakupan Kelompok
TOGA yang dibina oleh petugas Puskesmas dalam kurun waktu
satu tahun.
d. Satuan
Persen (%)
e. Sasaran
Jumlah kelompok TOGA yang ada di wilayah kerja Puskesmas
dalam kurun waktu satu tahun
f. Target
100%
g. Cara Perhitungan

Jumlah kelompok TOGA yang mendapat


pembinaan dari petugas Puskesmas
Cakupan
Pembinaan = Jumlah kelompok TOGA yang ada di x 100 %
TOGA wilayah kerja Puskesmas dalam kurun
waktu satu tahun dalam kurun waktu
satu tahun
h. Pembuktian/Sumber Data
Register Pelayanan Kesehatan Tradisional
i. Referensi
1) UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
2) Pedoman Pembinaan Upaya Kesehatan Tradisional bagi Petugas
Kesehatan
3) KEPMENKES RI No.1076/Menkes/SK/VII/2003 tentang
Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional,
4) PERMENKES RI No.1109/Menkes/PER/IX/2007 tentang
Penyelenggaraan Pengobatan Komplementer Alternatif di Fasilitas
Yankes dan Pedoman Pembinaan Yankestrad.

F. UPAYA PROMOSI KESEHATAN

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


1. Promosi Kesehatan Dalam Gedung
a. Cakupan Komunikasi Interpersonal dan Konseling (KIP/K)
1) Pernyataan standar
Setiap pengunjung Puskesmas mendapatkan konseling dari
Petugas Puskesmas
2) Pengertian
KIP/K adalah upaya pemberdayaan individu dan keluarga oleh
petugas puskesmas melalui proses pembelajaran pemecahan
masalah dengan sasaran individu.
3) Definisi Operasional
Cakupan Komunikasi Interpersonal dan Konseling (KIP/K) di
Puskesmas adalah Jumlah pengunjung yang mendapat KIP/K di
klinik khusus atau klinik terpadu KIP/K sebagai tentang Gizi,
P2M, sanitasi, PHBS dan lain-lain sesuai kondisi/masalah
pengunjung sebanyak 5% pengunjung Puskesmas.
4) Satuan
Persen (%)
5) Sasaran
Seluruh pengunjung Puskesmas dalam kurun waktu satu tahun
6) Target
100 %
7) Cara Perhitungan

Jumlah pengunjung puskesmas yang


Cakupan
mendapat KIP/K dalam kurun waktu
Komunikasi
satu tahun
Interpersonal = x 100 %
dan Konseling Jumlah seluruh pengunjung
(KIP/K) puskesmas dalam kurun waktu satu
tahun

8) Pembuktian /Sumber Data


a) Catatan lengkap (menjawab 5W 1H)
b) Klinik khusus/terpadu KIP/K

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


9) Referensi
a) KEPMENKES RI No.585/Menkes/SK/V/2007, Pedoman
Pelaksanaan Promkes di Puskesmas, Pusat Promkes Depkes –
Jakarta.
b) Panduan Promkes dalam Peningkatan PHBS di Puskesmas,
Pusat Promkes, 2006.
b. Cakupan Penyuluhan kelompok oleh petugas di dalam gedung
Puskesmas
1) Pernyataan standar
Masyarakat mendapatkan penyuluhan secara berkelompok oleh
petugas Puskesmas di dalam gedung Puskesmas
2) Pengertian
Penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat
pengunjung Puskesmas (5-30 orang) di tempat khusus/ruang
tunggu/tempat tidur (bed seat teaching), dengan waktu ±10-15
menit dengan materi sesuai issu aktual/masalah kesehatan
setempat dengan didukung alat bantu/media penyuluhan
3) Definisi Operasional
Cakupan Penyuluhan kelompok oleh petugas di dalam gedung
Puskesmas adalah penyampaian informasi kesehatan kepada
sasaran pengunjung Puskesmas (5- 30 orang) yang dilaksanakan
oleh petugas, dilaksanakan 96 kali dalam satu tahun atau rata-
rata 8 kali dalam setiap bulan.
4) Satuan
Persen (%)
5) Sasaran
24 kali penyuluhan kelompok di dalam gedung puskesmas dalam
kurun waktu satu tahun
6) Target
100%
7) Cara Perhitungan

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Cakupan Jumlah penyuluhan kelompok di dalam
Penyuluhan gedung puskesmas dalam kurun waktu
kelompok satu tahun
oleh petugas = x 100 %
di dalam 96 kali penyuluhan kelompok di dalam
gedung gedung puskesmas dalam kurun satu
Puskesmas tahun

8) Pembuktian Sumber Data


a) Catatan lengkap (daftar hadir, materi, pembicara)
b) Register penyuluhan
c) Jadwal
9) Rujukan
a) KEPMENKES RI No.585/Menkes/SK/V/2007, Pedoman
Pelaksanaan Promkes di Puskesmas., Pusat Promkes Depkes–
Jakarta.
b) Panduan Promkes dalam Peningkatan PHBS di Puskesmas.
Pusat Promkes, 2006.
2. Cakupan Keluarga Sehat
a. Pernyataan Standar:
Setiap keluarga yang memenuhi standar 12 indikator keluarga
sehat. Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan
Pendekatan Keluarga bertujuan untuk meningkatkan akses
keluarga berserta anggotanya terhadap pelayanan kesehatan yang
komprehensif, meliputi pelayanan promotif dan preventif serta
pelayanan kuratif dan rehabilitatif dasar; serta mendukung
pencapaian standar pelayanan minimal kabupaten/kota.
b. Indikator PISPK
Dalam rangka penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan
Pendekatan Keluarga, ditetapkan 12 (dua belas) indikator utama
sebagai penanda status kesehatan sebuah keluarga sebagai
berikut:
1) Keluarga mengerti program keluarga berencana (KB)
2) Ibu hamil memeriksa kehamilannya sesuai standar

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


3) Balita mendapatkan imunisasi lengkap
4) Pemberian ASI Ekslusif 0-6 bulan
5) Pemantauan pertumbuhan balita
6) Penderita hipertensi berobat teratur
7) Penderita TB paru berobat sesuai standar
8) Tidak adanya anggota keluarga yang merokok
9) Sekeluarga sudah menjadi anggota JKN
10) Mempunyai sarana air bersih
11) Menggunakan jamban keluarga
12) Anggota keluarga akses dalam pelayanan kesehatan jiwa
c. Definisi Operasional
Keluarga yang memenuhi standar 12 indikator keluarga sehat
(minimal 80%) di wilayah kerja dalam kurun waktu satu tahun.
d. Sasaran
Jumlah seluruh KK yang ada diwilayah kerja Puskesmas.
e. Target
100%
f. Rumus Perhitungan :
Jumlah KK yang disurvey
Cakupan PISPK = x 100%
Jumlah KK yang ada diwilayah
Kerja puskesmas

3. Cakupan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penyuluhan Kelompok


Oleh Petugas di Masyarakat
a. Pernyataan standar
Masyarakat mendapatkan penyuluhan secara berkelompok oleh
petugas Puskesmas di luar gedung Puskesmas
b. Pengertian
Penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat (5-30 orang)
di tempat khusus/tempat pertemuan masyarakat, dengan waktu ±
10-15 menit dengan materi sesuai issu aktual/ masalah kesehatan
setempat dengan didukung alat bantu/ media penyuluhan.
c. Definisi Operasional

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Cakupan Penyuluhan kelompok oleh petugas di masyarakat adalah
penyampaian informasi kesehatan kepada sasaran/masyarakat (5-
30 orang) yang dilaksanakan oleh petugas, dilaksanakan 1 kali
sebulan di setiap RW/Posyandu di wilayah kerja Puskesmas dalam
kurun waktu satu tahun (Jumlah RW/ Posyandu x 12 kali).
d. Satuan
Persen (%)
e. Sasaran
Jumlah RW/ Posyandu di wilayah kerja Puskesmas x 12 kali dalam
kurun waktu satu tahun
f. Target
100%
g. Cara Perhitungan

Cakupan Jumlah penyuluhan kelompok di


Pemberdayaan masyarakat RW/Posyandu dalam
Masyarakat kurun waktu satu tahun
Melalui
= x 100 %
Penyuluhan
Jumlah RW/ Posyandu di wilayah
Kelompok oleh
kerja Puskesmas x 12 kali dalam
Petugas di
kurun waktu satu tahun
Masyarakat

h. Pembuktian/Sumber Data
1) Catatan
2) Register Penyuluhan
i. Referensi
1) KEPMENKES RI No.585/Menkes/SK/V/2007, Pedoman
Pelaksanaan Promkes di Puskesmas., Pusat Promkes Depkes –
Jakarta.
2) Panduan Promkes dalam Peningkatan PHBS di Puskesmas, Pusat
Promkes, 2006.
4. Cakupan Pembinaan UKBM Dilihat Melalui Persentase Posyandu
Purnama dan Mandiri
a. Pernyataan standar

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Setiap UKBM mendapatkan pembianaan dari petugas Puskesmas
b. Pengertian
1) Pembinaan posyandu dilaksanakan secara terpadu melalui Pokja
posyandu yang ada di desa/kelurahan dengan tujuan agar
posyandu dapat menyelenggarakan kegiatannya dan mencapai
tujuan yang diharapkan
2) Posyandu adalah Salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber
Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari,
oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan
pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat dan
memberi kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh
pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan
angka kematian ibu dan bayi.
3) Posyandu Purnama adalah Posyandu yang dapat melaksanakan
kegiatan lebih dari 8 kali per tahun, dengan rata-rata jumlah
kader sebanyak 5 orang atau lebih, cakupan kelima kegiatan
utamanya lebih dari dana sehat yang dikelola oleh masyarakat
yang pesertanya masih terbatas yakni kurang dari 50% kepala
keluarga di wilayah kerja posyandu.
4) Posyandu Mandiri adalah posyandu yang dapat melaksanakan
kegiatan lebih dari 8 kali per tahun, dengan rata-rata jumlah
kader sebanyak 5 orang atau lebih, cakupan kelima kegiatan
utamanya lebih dari 50% mampu menyelenggarakan program
terbesar serta telah memperoleh sumber pembiayaan dari dana
sehat yang dikelola oleh masyarakat yang pesertanya lebih dari
50% kepala keluarga yang bertempat tinggal di wilayah kerja
Posyandu.
c. Definisi Operasional
Cakupan Pembinaan UKBM Dilihat Melalui Persentase
(%)_Posyandu Purnama dan Mandiri adalah persentase jumlah
posyandu Purnama dan Mandiri yang ada di wilayah kerja
Puskesmas dalam kurun waktu satu tahun.

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


d. Satuan
Persen (%)
e. Sasaran
Jumlah seluruh Posyandu di wilayah kerja Puskesmas dalam kurun
waktu satu tahun
f. Target
65% Purnama dan Mandiri
g. Cara Perhitungan
Jumlah Posyandu Purnama dan
Cakupan Mandiri di wilayah kerja
Pembinaan UKBM Puskesmas dalam kurun waktu
Dilihat Melalui satu tahun
= x 100 %
Persentase
Jumlah seluruh Posyandu di
Posyandu Purnama
wilayah kerja Puskesmas dalam
dan Mandiri
kurun waktu satu tahun

h. Pembuktian/Sumber Data
1) Catatan
2) Register Penyuluhan
i. Referensi
Pengelolaan Posyandu., Depkes RI, Jakarta
5. Cakupan Kelurahan Siaga Aktif
a. Pernyataan standar
Setiap kelurahan melaksanakan kelurahan siaga aktif.
b. Pengertian
1) Desa Siaga Aktif:
a) Penduduknya dapat mengakses dengan mudah pelayanan
kesehatan dasar yang memberikan pelayanan setiap hari
melalui Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) atau sarana
kesehatan yang ada di wilayah tersebut, seperti Puskesmas
Pembantu, Puskesmas atau sarana kesehatan lainnya.
b) Penduduknya mengembangkan UKBM : Posyandu, UKBM
maternal dan melaksanakan survailans berbasis masyarakat
(meliputi pemantauan penyakit, kesehatan ibu dan anak, gizi,

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


lingkungan dan perilaku), kedaruratan kesehatan dan
penanggulangan bencana, serta penyehatan lingkungan dan
kadarzi serta UKBM lainnya sesuai kebutuhan sehingga
masyarakatnya menerapkan PHBS.
2) Desa/Kelurahan Siaga Aktif adalah desa/ Kelurahan yang
memiliki komponen (1) Pelayanan Kesehatan Dasar (2)
Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan UKBM dan
mendorong upaya survailans berbasis masyarakat, kedaruratan
kesehatan dan penanggulangan bencana serta penyehatan
lingkungan, (3) PHBS.
3) Desa/Kelurahan/RW Siaga dibagi ke dalam empat tahapan atau
kategori yaitu Pratama, Madya, Purnama dan mandiri.
Pentahapan atau kategori ini dilihat berdasarkan terlaksananya
delapan kriteria Desa/Kelurahan/RW siaga Aktif yaitu :Siaga
Aktif adalah desa yang telah melaksanakan minimal 5 indikator
yaitu (1) Forum Desa/Kelurahan (2) Kader Pembangunan
Masyarakat/Kader Masyarakat (3) Kemudahan akses pelayanan
kesehatan dasar (4) Posyandu dan UKBM lainnya aktif (5)
Dukungan dana untuk kegiatan kesehatan di Desa/Kelurahan
(pemerintah desa/kelurahan, masyarakat, dunia usaha) (6) Peran
serta masyarakat dan organisasi kemasyarakatan (7) Peraturan
Kepala Desa atau Peraturan Bupati/Walikota (8) Pembinaan
PHBS di rumah tangga.
c. Definisi Operasional
Cakupan Desa/Kelurahan Siaga Aktif adalah persentase jumlah
desa siaga aktif di wilayah kerja Puskesmas dalam kurun waktu
satu tahun
d. Satuan
Persen (%)
e. Sasaran
Seluruh desa/ Kelurahan siaga di wilayah kerja Puskesmas dalam
kurun waktu satu tahun

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


f. Target
60% desa/RW siaga
g. Cara Perhitungan

CakupanPembinaan Jumlah desa/kelurahan siaga


Pemberdayaan aktif di wilayah kerja
Masyarakat Dilihat Puskesmas dalam kurun waktu
Melalui Persentase (%) satu tahun
= x 100 %
Desa Siaga Aktif Jumlah seluruh
(Kabupaten)/ desa/kelurahan siaga di
Kelurahan Siaga Aktif wilayah kerja Puskesmas dalam
(Kota) kurun waktu satu
h. Pembuktian/Sumber Data
1) Catatan
2) Register Penyuluhan
3) Pemetaan desa siaga
i. Referensi
1) Kepmenkes 1529/ Menkes/ SK/ X/ 2010 tentang Pedoman
Umum Pengembangan desa dan kelurahan Siaga Aktif
2) Buku Pedoman Desa Siaga Aktif, Pemerintah Provinsi Jawa
Barat- Dinas Kesehatan, 2010
3) Buku Pedoman Pengembangan Desa Siaga Aktif melalui
Kabupaten/Kota Siaga di Provinsi Jawa Barat, Pemerintah
Provinsi Jawa Barat – Dinas Kesehatan, 2010.

G.UPAYA KESEHATAN LINGKUNGAN


1. Cakupan Pengawasan Rumah Sehat
a. Pernyataan standar
Setiap rumah mendapatkan pengawasan oleh petugas Puskesmas.
b. Pengertian
1) Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal
atau hunian dan sarana pembinaan keluarga.
2) Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi
syarat kesehatan yaitu rumah yang memiliki jamban sehat,

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


sarana air bersih, pembuangan sampah, sarana pembuangan air
limbah, ventilasi yang baik, kepadatan hunian rumah yang
sesuai dan lantai yang tidak terbuat dari tanah (kedap air)
3) Syarat rumah sehat:
a) Pencahayaan: cukup, terang di semua ruangan untuk
membaca
b) Atap: tidak bocor
c) Dinding: bersih, kering dan kuat
d) Tersedia jamban keluarga yang sehat
e) Tersedia air bersih
f) Pengudaraan: segar, banyak udara yang masuk
g) Lantai: bersih, teratur, rapih, ada dinding pemisah, bebas
tikus dan nyamuk
h) Ada sarana pembuangan air limbah
c. Definisi Operasional
Cakupan rumah sehat adalah persentase jumlah rumah sehat yang
ada di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu 1 tahun.
d. Satuan
Persen (%)
e. Sasaran
Jumlah rumah penduduk yang ada di wilayah kerja Puskesmas
dalam kurun waktu satu tahun.
f. Target
NT
g. Cara Penghitungan

Jumlah rumah sehat di suatu wilayah


Cakupan kerja Puskesmas dalam kurun waktu
Pengawasan satu tahun
Rumah = x 100 %
Sehat Jumlah rumah yang ada di wilayah kerja
Puskesmas dalam kurun waktu satu
tahun
h. Pembuktian/ Sumber Data
1) Buku catatan kegiatan di lapangan

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


2) Buku Kunjungan Lapangan
3) Register Kesehatan Lingkungan
4) Register Penyuluhan
5) Laporan LB4, LSD
i. Referensi
1) Kepmenkes RI No. 829/Menkes/SK/II/1999 Tentang Kesehatan
Perumahan
2) Pedoman SP3
3) Buku Pedoman Kerja Puskesmas Kegiatan Kesehatan
Lingkungan Jilid IV
4) Pedoman Profil Kesehatan Kabupaten/ Kota
2. Cakupan Pengawasan Sarana Air Bersih
a. Pernyataan standar
Setiap sarana air bersih mendapatkan pengawasan dari petugas
Puskesmas.
b. Pengertian
1) Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-
hari, seperti minum/masak serta mandi/cuci dan lain-lain.
2) Air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari yang dalam
penggunaannya harus dimasak dahulu (masak dan minum)
3) Persyaratan fisik air bersih: jernih, tidak berbau dan tidak berasa
4) Persyaratan bakteriologis : tidak mengandung E. Coli.
5) Air bersih dapat diperoleh dari sarana air berupa sarana air
bersih berupa: nonperpipaan seperti SGL (sumur gali), sumur
pompa tangan (SPT), sarana air bersih perpipaan (seperti: kran
umum, hidran umum, terminal air), penampungan mata air
(PAH),dll.
c. Definisi Operasional
Cakupan pengawasan sarana air bersih adalah persentase jumlah
sarana air bersih yang diperiksa di wilayah kerja Puskesmas pada
kurun waktu satu tahun.
d. Satuan

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Persen (%)
e. Sasaran
Sarana air bersih yang ada di wilayah kerja Puskesmas dalam
kurun waktu satu tahun
f. Target
80%
g. Cara Perhitungan

Jumlah sarana air bersih yang diperiksa


ada di wilayah kerja Puskesmas dalam
Cakupan kurun waktu satu tahun
Pengawasan
= x 100 %
Sarana Air
Bersih Jumlah Sarana air bersih yang ada di
wilayah kerja Puskesmas dalam kurun
waktu satu tahun
h. Pembuktian/Sumber Data
1) Buku catatan kegiatan di lapangan
2) Buku Kunjungan Lapangan
3) Register Kesehatan Lingkungan
4) Register Penyuluhan
5) Laporan LB4, LSD
i. Rujukan
1) Kepmenkes RI No. 416/Kepmen./1990 Tentang Air Bersih
2) Pedoman SP3
3) Buku Pedoman Kerja Puskesmas Kegiatan Kesehatan
Lingkungan Jilid IV
4) Pedoman Profil Kesehatan Kabupaten/ Kota
3. Cakupan Pengawasan Jamban
a. Pernyataan standar
Setiap jamban masyarakat mendapatkan pengawasan oleh petugas
Puskesmas
b. Pengertian
1) Jamban merupakan fasilitas pembuangan tinja yang digunakan
oleh keluarga (1 jamban untuk 5 orang).

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


2) Jamban sehat adalah fasilitas pembuangan tinja dan
menggunakan septic tank dengan sarana air bersih.
3) Jamban terdiri dari 3 bagian: rumah jamban, lubang jamban dan
tempat penampungan tinja yang disebut septic tank.
4) Kriteria jamban sehat: ruangan cukup leluasa untuk bergerak,
pencahayaan dan ventilasi cukup, lantai tidak licin, tidak
menjadi sarang serangga, septi tank sekurang-kurangnya 10 m
dari sumber air.
c. Definisi Operasional
Cakupan pengawasan jamban adalah persentase jumlah jamban
yang diperiksa di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu satu
tahun.
d. Satuan
Persen (%)
e. Sasaran
Jumlah sarana jamban yang ada di wilayah kerja Puskesmas dalam
kurun waktu satu tahun
f. Target
75%
g. Cara Perhitungan

Jumlah Jamban yang diperiksa ada di


wilayah kerja Puskesmas dalam kurun
Cakupan
waktu satu tahun
Pengawasa = x 100 %
n Jamban Jumlah sarana jamban yang ada di wilayah
kerja Puskesmas dalam kurun waktu satu
tahun
h. Pembuktian/ Sumber Data
1) Buku catatan kegiatan di lapangan
2) Buku Kunjungan Lapangan
3) Register Kesehatan Lingkungan
4) Register Penyuluhan
5) Laporan LB4, LSD
i. Referensi
1) Kepmenkes RI No. 852/Menkes/SK/IX/2008 Tentang sanitasi

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Total Berbasis Masyarakat
2) Pedoman SP3
3) Buku Pedoman Kerja Puskesmas Kegiatan Kesehatan
Lingkungan Jilid IV
4) Pedoman Profil Kesehatan Kabupaten/ Kota
4. Cakupan Pengawasan Tempat-Tempat Umum (TTU)
a. Pernyataan standar
Setiap Tempat-tempat Umum mendapatkan pengawasan oleh
petugas Puskesmas
b. Pengertian
1) Tempat umum adalah suatu bangunan atau tempat yang
dipergunakan untuk sarana pelayanan umum.
2) Suatu tempat yang dimanfaatkan oleh masyarakat umum seperti:
hotel, terminal, pasar, rumah sakit, pertokoan, depot air minum
isi ulang, bioskop, tempat wisata, kolam renang, tempat ibadah,
restoran.
3) Tempat umum yang memenuhi syarat : terpenuhinya sanitasi
dasar (seperti air, jamban, limbah, sampah), terlaksananya
pengendalian vektor, pencahayaan dan ventilasi sesuai dengan
kriteria atau persyaratan atau standar kesehatan.
c. Definisi Operasional
Cakupan pengawasan tempat-tempat umum adalah persentase
jumlah TTU yang diperiksa di wilayah kerja Puskesmas pada kurun
waktu satu tahun.
d. Satuan
Persen (%)
e. Sasaran
Jumlah Tempat-tempat umum yang ada di wilayah kerja
Puskesmas dalam kurun waktu satu tahun
f. Target
75%
g. Cara Perhitungan

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Jumlah TTU yang diperiksa ada di
Cakupan wilayah kerja Puskesmas dalam kurun
Pengawasan waktu satu tahun
Tempat- = Jumlah TTU yang ada di wilayah kerja x 100 %
Tempat Puskesmas dalam kurun waktu satu
Umum (TTU) tahun
h. Pembuktian / Sumber Data
1) Buku catatan kegiatan di lapangan
2) Buku kunjungan lapangan
3) Register Kesehatan Lingkungan
4) Register Penyuluhan
5) Laporan LB4, LSD
i. Referensi
1) Kepmenkes RI Tentang Rumah Sakit, Kepmenkes RI Tentang
Hotel
2) Pedoman SP3
3) Buku Pedoman Kerja Puskesmas Kegiatan Kesehatan
Lingkungan Jilid IV
4) Pedoman Profil Kesehatan Kabupaten/ Kota
5. Cakupan Pengawasan Tempat Pengolahan Makanan (TPM)
a. Pernyataan standar
Setiap Tempat Pengolahan Makanan mendapatkan pengawasan
oleh petugas Puskesmas
b. Pengertian
1) Tempat pengolahan makanan (TPM) merupakan suatu bangunan
yang dipergunakan untuk mengelola makanan.
2) Suatu tempat yang dimanfaatkan oleh masyarakat umum
seperti : pengrajin makanan, jasaboga, pembuat kue, dan lain-
lain
3) TPM yang memenuhi syarat: terpenuhinya sanitasi dasar (seperti:
air, jamban, limbah, sampah), terlaksananya pengendalian
vektor, higiene sanitasi makanan minuman, pencahayaan, dan
ventilasi sesuai dengan kriteria, persyaratan atau standar
kesehatan.

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


c. Definisi Operasional
Cakupan pengawasan TPM adalah persentase jumlah TPM yang
diperiksa di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu 1 tahun.
d. Satuan
Persen (%)
e. Sasaran
Jumlah TPM yang ada di wilayah kerja Puskesmas dalam kurun
waktu satu tahun
f. Target
75%
g. Cara Perhitungan

Jumlah TPM yang diperiksa ada di


Cakupan wilayah kerja Puskesmas dalam
Pengawasan kurun waktu satu tahun
Tempat = x 100 %
Pengolahan Jumlah TPM yang ada di wilayah
Makanan (TPM) kerja Puskesmas dalam kurun waktu
satu tahun
h. Pembuktian/ Sumber Data
1) Buku catatan kegiatan di lapangan
2) Buku kunjungan lapangan
3) Register Kesehatan Lingkungan
4) Register Penyuluhan
5) Laporan LB4, LSD
i. Referensi
1) Kepmenkes RI No.715 Tentang Jasaboga
2) Pedoman SP3
3) Buku Pedoman Kerja Puskesmas Kegiatan Kesehatan
Lingkungan Jilid IV
4) Pedoman Profil Kesehatan Kabupaten/ Kota
6. Cakupan Pengawasan Industri
a. Pernyataan standar
Setiap Tempat Industri mendapatkan pengawasan oleh petugas
Puskesmas

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


b. Pengertian
1) Industri adalah industri rumah tangga yang mengelola makanan
dan minuman atau disebut PIRT (Perusahaan Industry Rumah
Tangga)
2) Industri rumah tangga (IRT) adalah perusahaan pangan yang
memiliki tempat usaha di tempat tinggal dengan peralatan
pengolahan pangan manual hingga semi otomatis
3) Pengawasan kesehatan lingkungan kerja perkantoran atau
industri dilaksanakan secara berkala sekurang-kurangnya 1
(satu) kali dalam setahun.
4) Pengawasan kesehatan lingkungan kerja meliputi penyehatan air,
penyehatan udara, pengelolaan limbah, pencahayaan,
kebisingan, getaran, radiasi, pengendalian vector penyakit,
penyehatan ruang dan bangunan, instalasi serta pengawasan
kebersihan toilet dan lain-lain yang dianggap perlu baik secara
fisik maupun laboratories dengan menggunakan formulir
pengawasan.
c. Definisi Operasional
Cakupan pengawasan industri adalah persentase pengawasan
industri yang dilaksanakan oleh petugas Puskesmas yang ada di
wilayah kerja Puskesmas dalam kurun waktu satu tahun
d. Satuan
Persen (%)
e. Sasaran
Jumlah industri yang ada di wilayah kerja Puskesmas dalam kurun
waktu satu tahun
f. Target
75%
g. Cara Perhitungan
Cakupan = Jumlah industri yang diperiksa ada di x 100 %
Pengawasan wilayah kerja Puskesmas dalam kurun
Industri waktu satu tahun

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Jumlah industri yang ada di wilayah
kerja Puskesmas dalam kurun waktu
satu tahun

h. Pembuktian/ Sumber Data


1) Buku catatan kegiatan di lapangan
2) Buku kunjungan lapangan
3) Register Kesehatan Lingkungan
4) Register Penyuluhan
5) Laporan LB4, LSD
i. Referensi
1) Pedoman SP3
2) Buku Pedoman Kerja Puskesmas Kegiatan Kesehatan
Lingkungan Jilid IV
3) Profil Kesehatan
4) Keputusan Kepala BPOM No. HK.00.05.5.1639 tentang
pedoman cara produksi pangan yang baik untuk industry
rumah tangga (CPPB-IRT)
7. Cakupan Kegiatan Klinik Sanitasi
a. Pernyataan Standar
Setiap penderita penyakit berbasis lingkungan mendapatkan
konseling oleh petugas.
b. Pengertian
1) Klinik Sanitasi merupakan suatu wahana yang berfungsi
mengatasi masalah kesehatan lingkungan untuk pencegahan
penyakit dengan bimbingan, penyuluhan dan bantuan teknis
dari petugas Puskesmas melalui proses konseling dan
kunjungan rumah penderita berbasis lingkungan dan klien
2) Klinik sanitasi bukan sebagai unit pelayanan yang berdiri
sendiri, tetap sebagai bagian integral dari kegiatan
Puskesmas

c. Definisi Operasional

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Cakupan konseling Klinik Sanitasi adalah persentase konseling
yang diberikan oleh petugas Puskesmas pada penderita Penyakit
Berbasis Lingkungan/ klien di Puskesmas dalam kurun waktu
satu tahun
d. Satuan
Persen (%)
e. Sasaran
Jumlah penderita Penyakit Berbasis Lingkungan dan klien di
Puskesmas dalam kurun waktu satu tahun
f. Target
25%
g. Cara Perhitungan

Jumlah penderita Penyakit Berbasis


Lingkungan/ klien yang mendapatkan
Cakupan konseling oleh Petugas Puskesmas di
Kegiatan Puskesmas dalam kurun waktu satu tahun x 100 %
=
Klinik
Sanitasi Jumlah penderita Penyakit Berbasis
Lingkungan/ klien di Puskesmas dalam
kurun waktu satu tahun

h. Pembuktian/ Sumber Data


1) Register Penyakit Berbasis Lingkungan/ Klien di klinik sanitasi
2) Buku Bantu Petugas
3) Register Puskesmas
i. Rujukan
1) Standar Prosedur Operasional Klinik
2) Panduan Konseling bagi Petugas Klinik Sanitasi

H.UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT


1. Cakupan ASI Eksklusif
a. Pernyataan Standar
Setiap bayi usia 0-6 bulan mendapat ASI saja.
b. Pengertian
ASI (Air Susu Ibu) Eksklusif adalah Pemberian ASI saja sampai

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


dengan anak umur 6 bulan (kecuali obat.
c. Definisi Operasional
Cakupan ASI Eksklusif adalah Cakupan Bayi usia 0-6 bulan yang
mendapat ASI saja di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu
d. Satuan
Persen (%)
e. Sasaran
Seluruh bayi usia 0-6 bulan yang ada di wilayah kerja Puskesmas
pada kurun waktu satu tahun sesuai dengan perhitungan estimasi
BPS Kabupaten/Kota
f. Target
65%
g. Cara Penghitungan

Jumlah bayi umur 0- 6 bulan dengan


ASI Esklusif di wilayah kerja Puskesmas
pada kurun waktu satu tahun
Cakupan ASI
= x 100 %
Eksklusif
Jumlah bayi umur 6 bulan yang ada di
wilayah kerja Puskesmas pada kurun
waktu satu tahun

h. Pembuktian/ Sumber data


1) Laporan kohort bayi
2) Laporan LB3 Gizi Puskesmas
i. Referensi
1) PWS KIA
2) Standar Pelayanan Kebidanan
3) Buku Pedoman P4K tahun 2009
4) Buku pegangan praktis pelayanan kesehatan maternal dan
neonatal

I. UPAYA PENCEGAHAN PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR


1. Penderita DBD yang ditangani

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


a. Pernyataan Standar
Setiap penderita DBD ditangani sesuai standar.
b. Pengertian
1) Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang ditandai
dengan:
a) Panas mendadak berlangsung terus-menerus selama 2-7
hari tanpa sebab yang jelas
b) Tanda-tanda perdarahan (sekurang-kurangnya uji Torniquet
positif)
c) Disertai/tanpa pembesaran hati (hepatomegali)
d) Trombositopenia (Trombosit 100.000/p1)
e) Peningkatan hematokrit 20%
2) Penderita DBD yang ditangani sesuai standar/SOP adalah :
a) Penderita DBD yang didiagnosis dan diobati/dirawat sesuai
standar.
b) Ditindaklanjuti dengan penanggulangan fokus (PF).
c) Penanggulangan fokus (PF) terdiri dari Penyelidikan
Epidemiologi (PE) dan Penanggulangan Seperlunya
berdasarkan hasil PE tersebut.
d) Penyelidikan epidemilogi (PE) adalah kegiatan pencarian
penderita DBD atau tersangka DBD lainnya dan pemeriksaan
jentik nyamuk penular DBD disekitar tempat tinggal
penderita termasuk tempattempat umum dalam radius
sekurang-kurangnya 100 m.
3) Penderita DBD adalah:
Penderita penyakit yang memenuhi sekurang-kurangnya 2
kriteria klinis dan 2 kriteria laboratorium di bawah ini:
Kriteria klinis:
a) Panas mendadak 2-7 hari tanpa sebab yang jelas
b) Tanda-tanda perdarahan (sekurang-kurangnya uji Torniquet
positif)
c) Pembesaran hati

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


d) Syok
e) Kriteria laboratorium:
- Trombositopenia (Trombosit 100.004.1)
- Hematokrit naik >20%
Atau:
Penderita yang menunjukkan hasil positif pada
pemeriksaan HI test atau hasil positif pada pemeriksaan
antibodi dengue Rapid Diagnostic Test (RDT)/ ELISA.
4) Pelayanan penderita DBD ditingkat Puskesmas, adalah kegiatan
yang meliputi :
a) Anamnesis
b) Pemeriksaan fisik meliputi observasi tanda-tanda vital,
observasi kulit dan konjungtiva, penekanan ulu hati untuk
mengetahui nyeri uluhati akibat adanya perdarahan
lambung, perabaan hati.
c) Uji Torniquet :
(a) Pemeriksaan laboratorium atau rujukan pemeriksaan
laboratorium (sekurang-kurangnya pemeriksaan trombosit
dan hematokrit)
(b) Memberi pengobatan simptomatis
(c) Merujuk penderita ke rumah sakit
(d) Melakukan pencatatan dan pelaporan (formulir SO) dan
disampaikan ke Dinkes Kab/Kota.
c. Definisi Operasional
Persentase penderita DBD yang ditangani sesuai standar di satu
wilayah dalam waktu 1 (satu) tahun dibandingkan dengan jumlah
penderita DBD yang ditemukan/dilaporkan dalam kurun waktu
satu tahun yang sama.
d. Target
100%
e. Langkah Kegiatan
1) Penegakkan diagnosis, pengobatan dan rujukan penderita di

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


tingkat Puskesmas dan RS.
2) Pelatihan SDM
3) Penanggulangan kasus oleh puskesmas
4) Penyelidikan epidemiologi
5) Pencatatan dan Pelaporan
6) Monitoring dan Evaluasi
f. SDM
1) Dokter spesialis (Penyakit dalam, anak, anestesi, dan patologi
klinik)
2) Dokter Umum
3) Perawat
4) Bidan
5) Petugas laboratorium
g. Cara Perhitungan/Rumus

Jumlah penderita DBD yang


ditangani sesuai SOP di satu
wilayah dalam waktu satu tahun
Penderita DBD = x 100 %
yang ditangani Jumlah penderita DBD yang
ditemukan di satu wilayah dalam
waktu satu tahun yang sama

1) Pembilang
Jumlah penderita DBD yang ditangani sesuai standar
operasional prosedur (SOP) di satu wilayah dalam waktu satu
tahun.
2) Penyebut
Jumlah penderita DBD yang ditemukan di suatu wilayah dalam
waktu satu tahun yang sama.
3) Ukuran/Konstanta
Persentase ( % ).
h. Sumber Data
SIMPUS, SIRS, KDRS, dan KD-DBD
i. Referensi

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


1) Buku Pencegahan dan Pemberantasan Demam Berdarah Dengue
di Indonesia, tahun 2005.
2) Buku Tatalaksana Demam berdarah Dengue di Indonesia, tahun
2004.
2. Penemuan penderita diare
a. Pernyataan standar
Setiap penderita Diare ditangani oleh petugas Puskesmas.
b. Pengertian
1) Diare adalah buang air besar lembek/cair bahkan dapat berupa
air saja yang frekuensinya lebih sering dari biasanya
2) Sarana Kesehatan adalah semua sarana pelayanan
kesehatan, baik pemerintah maupun swasta (Puskesmas,
Pustu, RS,Balai Pengobatan, Praktek Dokter); Angka kesakitan
adalah angka kesakitan Nasional Hasil Survei Morbiditas Diare
tahun 2006 adalah 423/1000 penduduk.
3) Perkiraan jumlah penderita diare yang datang ke sarana
kesehatan dan kader adalah 10% dari angka kesakitan x
jumlah penduduk disatu wilayah kerja dalam waktu satu
tahun.
c. Definisi Operasional
Penemuan penderita diare adalah jumlah penderita yang datang dan
dilayani di Sarana Kesehatan dan Kader di suatu wilayah tertentu
dalam waktu satu tahun.
d. Target
100 %.
e. Langkah Kegiatan
1) Tatalaksana Kasus
2) Penyediaan Formulir R/R
3) Pengumpulan, Pengolahan, dan analisa data
4) Pelatihan Petugas
5) Penatalaksana kasus
6) Manajemen Program

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


7) Promosi/penyuluhan
8) Jejaring kerja dan Kemitraan
9) Pertemuan Evaluasi
f. SDM
1) Dokter Umum
2) Bidan
3) Perawat.
4) Epidemiogi
5) Sanitarian
g. Cara Perhitungan/Rumus
1) Rumus :

Jumlah penderita diare yang datang dan


dilayani di sarana Kesehatan dan Kader di
Penderita suatu wilayah tertentu dalam waktu satu
diare tahun X
=
yang Jumlah perkiraan penderita diare pd satu 100%
ditangani wilayah tertentu dalam waktu yg sama
(10% dari angka kesakitan diare x jumlah
penduduk)
2) Pembilang
Jumlah penderita diare yang datang dan dilayani di sarana
Kesehatan dan Kader di suatu wilayah tertentu dalam waktu satu
tahun.
3) Penyebut
Jumlah perkiraan penderita diare pada suatu wilayah tertentu dalam
waktu yang sama. Catatan : 10% dari angka kesakitan diare x
jumlah penduduk).
4) Ukuran/Konstanta
Persentase ( % ).
h. Sumber Data
1) Catatan Kader
2) register penderita
3) LB1/Laporan Bulanan.
i. Referensi

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor :1216/MENKES/SK/
XI/2001 pada tanggal 16 Nopember 2001 tentang Pedoman
Pemberantasan Penyakit Diare.
3. Cakupan Penanganan Penderita Kusta
a. Pernyataan standar
Setiap penderita Kusta ditangani oleh petugas Puskesmas.
b. Pengertian
1) Penderita kusta adalah seseoran yang mempunyai satu dari
tanda utama kusta, yaitu:
a) Kelainan kulit/lesi dapat berbentuk bercak putih atau
kemerahan yang mati rasa
b) Penebalan saraf tepi yang disertai dengan gangguan fungsi
saraf. Gangguan fungsi saraf bisa berupa gangguan fungsi
sensoris, gangguan fungsi motoris, gangguan fungsi otonom
c) Adanya basil tahan asam (BTA) di dalam kerokan jaringan kulit
(slit skin smear)
2) Penderita tipe PB
Penderita kusta yang mempunyai tanda utama seperti berikut :
a) Jumlah bercak kusta 1-5
b) Jumlah penebalan saraf tepi disertai gangguan fungsi hanya 1
saraf
c) Hasil pemeriksaan kerokan jaringan kulit negatif
3) Penderita MB
Penderita kusta yang mempunyai tanda utama seperti berikut :
a) Jumlah bercak kusta >5
b) Jumlah penebalan saraf tepi disertai gangguan fungsi lebih
dari 1 saraf
c) Hasil pemeriksaan kerokan jaringan kulit positif
c. Definisi Operasional
Cakupan penanganan pasien terdeteksi kustadi wilayah kerja
Puskesmas dalam kurun waktu satu tahun
d. Satuan

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Persen (%)
e. Sasaran
Jumlah pasien yang terdeteksi kusta di wilayah kerja Puskesmas
dalam kurun waktu satu tahun
f. Target
100 %
g. Cara Penghitungan
Jumlah pasien kusta yang ditangani di
wilayah kerja Puskesmas dalam kurun
Cakupan
waktu tertentu
Penanganan = x 100 %
Jumlah seluruh pasien kusta di wilayah
Kusta
kerja Puskesmas dalam kurun waktu
tertentu
h. Pembuktian/Sumber Data
1) Register pasien harian
2) Rekam Medik

J. Pelayanan Gawat Darurat


1. Pernyataan Standar
Setiap pasien yang mendapatkan pertolongan pertama yang bersifat
gawat darurat
2. Pengertian
Pelayanan gawat darurat adalah memberikan pertolongan pertama
bagi pasien yang datang dan menghindari berbagai resiko, seperti:
kematian, menanggulangi korban kecelakaan, atau bencana lainnya
yang langsung membutuhkan tindakan.
3. Definisi Operasional
Capaian kinerja pelayanan gawat darurat adalah jumlah pasien gawat
darurat yang ditangani oleh petugas kesehatan Petugas Xxxx dibagi
dengan jumlah pasien gawat darurat yang datang di Puskesmas Xxxx

4. Target
100%
5. Cara Perhitungan

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Jumlah pasien gawat darurat yang ditangani
Cakupan
oleh petugas kesehatan Puskesmas Xxxx
Pelayanan
= x 100 %
Gawat
Jumlah pasien gawat darurat yang datang di
Darurat
Puskesmas Xxxx

K. Pelayanan Rawat Inap


1. Pernyataan standar
Setiap pasien yang mendapatkan perawatan dan pegobatan dengan
rawat inap
2. Pengertian
Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan
fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan
masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping
memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada
masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.
Dengan kata lain Puskesmas mempunyai wewenang dan tanggung
jawab atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam wilayah
kerjanya (Depkes RI, 2002).
Puskesmas Perawatan atau Puskesmas Rawat Inap merupakan
Puskesmas yang diberi tambahan ruangan dan fasilitas untuk
menolong penderita gawat darurat, baik berupa tindakan operatif
terbatas maupun rawat inap sementara. Sesuai Standard Pelayanan
Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota (Depkes RI, 2003),
pengertian rawat
Puskesmas rawat inap merupakan pelayanan kesehatan
perorangan yang meliputi observasi, diagnosa, pengobatan,
keperawatan, rehabilitasi medik dengan menginap di ruang rawat inap
pada sarana kesehatan rumah sakit pemerintah dan swasta, serta
puskesmas perawatan dan rumah bersalin, yang oleh karena
penyakitnya penderita harus menginap.

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Fungsi Puskesmas Rawat Inap sebagai tempat rujukan pertama
bagi kasus tertentu yang perlu dirujuk, mempunyai beberapa fungsi
pokok, antara lain:
a. Fungsi sesuai dengan tugasnya yaitu pelayanan,pembinaan dan
pengembangan, dengan penekanan pada fungsi pada kegiatan yang
bersifat preventif, promotif, dan fungsi rehabilitative
b. Fungsi yang berorientasi pada kegiatan teknis terkait instalasi
perawatan pasien sakit, instalasi oba, instalasi gizi, dan instalasi
umum. Juga fungsi yang lebih berorientasi pada kegiatan yang
bersifat kuratif.
Kegiatan puskesmas rawat inap, antara lain meliputi:
a. Melakukan tindakan operatif terbatas terhadap penderita gawat
darurat, antara lain: Kecelakaan lalu lintas, Persalinan denngan
penyulit, dan Penyakit lain yang mendadak dan gawat
b. Merawat sementara penderita gawat darurat atau untuk observasi
penderita dalam rangka diagnostik dengan rata-rata 3-7 hari
perawatan.
c. Melakukan pertolongan sementara untuk pengiriman penderita ke
Rumah Sakit. Memberi pertolongan persalinan bagi kehamilan
dengan resiko tinggi dan persalinan dengan penyulit.

3. Cakupan rawat inap


Sesuai Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di
Kabupaten/Kota (Depkes RI, 2003), cakupan rawat inap merupakan
cakupan kunjungan rawat inap baru di sarana pelayanan kesehatan
swasta dan pemerintah di satu wilayah kerja pada kurun waktu
tertentu. Jumlah kunjungan rawat inap baru adalah jumlah
kunjungan rawat inap baru yang mendapatkan pelayanan kesehatan
di Poli Umum, baik dalam dan luar gedung di satu wilayah kerja pada
kurun waktu tertentu dan penyebut adalah jumlah penduduk di satu
wilayah kerja pada kurun waktu yang sama.
4. Sumber Daya Manusia

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


Tenaga yang dibutuhkan Pelayanan Rawat Inap, yaitu:
a. Dokter Puskesmas yang memiliki STR dan SIP serta mengikuti
pelatihan kegawatdaruratan
b. Perawat yang memiliki STR serta mengikuti pelatihan
kegawatdaruratan
c. Bidan yang memiliki STR serta mengikuti pelatihan
kegawatdaruratan
5. Target
100%
6. Definisi Operasional
Capaian kinerja pelayanan rawat inap adalah jumlah pasien rawat
inap yang ditangani oleh petugas kesehatan Puskesmas Xxxx dibagi
dengan jumlah pasien rawat inap yang datang di Puskesmas Xxxx
7. Cara perhitungan

jumlah pasien rawat inap yang ditangani oleh


Cakupan petugas kesehatan Puskesmas Xxxx
Pelayanan = x 100%
Rawat Inap Jumlah pasien rawat inap yang datang di
Puskesmas Xxxx

L. Pelayanan PONED (Pelayanan Obstetrik Neonatus Emergency Dasar)


1. Pernyataan standar
Setiap Ibu melahirkan dilayani oleh petugas Kesehatan sesuai standar
2. Pengertian
Pelayanan jasa kesehatan berupa penanganan kasus Obstetri
Neonatal Emergensi Dasar.
3. Langkah Kegiatan
Pasien ibu mau melahirkan datang langsung masuk bagian Poned
untuk dilakukan pemeriksaan secara cermat dan tepat oleh bidan
atau dokter jaga, kemudian identitas Pasien didata dan dimasukkan
ke Blangko Rekam Medik. Kemudian dilakukan pemasangan infus
dan menentukan langkah-langkah selanjutnya dalam membantu
persalinan. Apabila tidak ada kegawat daruratan di bidang kebidanan,

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG


persalinan dapat dilakukan di Puskesmas dan dilakukan observasi
hingga pasien pulang. Sebaliknya, apabila ada kegawat daruratan
pasien segera dirujuk ke Rumah Sakit
4. Sumber Daya Manusia
Petugas yang melayani Poned adalah Bidan, Dokter dan Perawat
5. Target
100%
6. Definisi Operasional
Capaian penilaian kinerja pelayanan PONED adalah jumlah Ibu
melahirkan yang telah dilayani oleh petugas Puskesmas Xxxx dibagi
dengan jumlah ibu melahirkan yang datang ke Puskesmas Xxxx
7. Cara perhitungan

jumlah Ibu melahirkan yang telah dilayani


Cakupan oleh petugas Puskesmas Xxxx
Pelayanan = x 100%
Rawat Inap jumlah ibu melahirkan yang datang ke
Puskesmas Xxxx

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ~ PUSKESMAS KARANG BINTANG