Anda di halaman 1dari 2

TUGAS MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS)

Nama : Adib Albar Kelas : 8.2

Kisah Inspiratif Perjalanan Hidup Susi Pudjiastuti

Di zaman yang sudah sedemikian modern ini, kehidupan


mungkin akan terasa cukup sulit untuk dijalankan. Hampir semua
bidang aspek kehidupan dari mulai bidang hiburan, kesehatan
hingga pendidikan harus ditukar dengan nilai yang tidak sedikit. Hal
seperti ini tak jarang memaksa sebagian kalangan dengan status
sosial menengah ke bawah terpaksa harus terputus sekolah dan
hidup seadanya sehingga sulit bagi mereka untuk meraih impian
sekolah setinggi-tingginya dan mendapatkan gelar sebaik-baiknya.
Apalagi, bagi mereka yang kurang giat dalam berusaha dan
mencoba, kehidupan ini mungkin akan terasa berat dan membuat
mereka dikalahkan oleh zaman.
Terlahir dari keluarga yang kurang bekecukupan atau tidak
mampu bukanlah sebuah dosa atau kesalahan, namun meninggal Susi Pudjiastuti yang saat ini menjabat sebagai seorang
dalam keadaan miskin dan tidak memiliki apa-apa jelas suatu menteri dan menjadi pemilik dari 50 pesawat maskapai
kesalahan besar. Hal inilah yang setidaknya memicu semangat juang penerbangan, sebelumnya hanyalah sesosok perempuan biasa. Ia
anak-anak yang putus sekolah untuk tidak berhenti berusaha dan lahir di Pangandaran pada tanggal 15 Januar tahun 1965, ia lahir dari
bekerja keras demi meretas sebuah cita-cita yang sudah diimpikan keluarga yang tergolong berkecukupan. Ayah dan ibunya, H. Ahmad
agar dapat menjelma menjadi sebuah kenyataan dan dapat mereka Karlan dan Hj. Suwuh Lasminah adalah sepasang suami istri yang
nikmati buah dari perjuangannya selama ini. Hal inilah yang juga berprofesi sebagai seorang saudagar sapi dan kerbau yang
dialami oleh seorang Susi Pudjiastuti yang saat ini menjabat sebagai mendatangkan hewan ternak tersebut dari Jawa Tengah untuk dijual
seorang menteri perikanan dan kelautan di Tanah Air. Kesuksesan kembali di Jawa Barat. Susi kecil tumbuh menjadi remaja biasa.
dan jabatan yang begitu penting ini tidak semata ia dapatkan dengan Selepasnya menyelesaikan pendidikan SMP, ia langsung
muda dan tanpa perjuangan, apalagi dibalik itu semua status melanjutkan studinya ke sekolah menengah di Jawa Tengah. Hanya
pendidikannya hanyalah lulusan SMP, namun dengan kerja keras saja pada saat memasuki tahun ke dua jenjang pendidikannya, ketika
dan ketidakputus asaannya, membuatnya menjemput kesuksesan dan itu ia berusia 17 tahun dirinya memutuskan untuk berhenti sekolah,
menggapai gerbang kebahagiannya dengan tangannya sendiri. keputusan yang diambilnya tentu sangat disesalkan oleh
orangtuanya. Namun, berkat keuletan dan kerja kerasnya, Susi lebih
memilih kembali ke Pangandaran dan mencari segala peluang bisnis,
mulai dari berjualan baju dan bedcover ia tekuni dengan tanpa
TUGAS MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS)

Nama : Adib Albar Kelas : 8.2

mengeluh. Namun pada akhirnya, potensi Pantai Pangandaran yang merupakan seorang pilot pesawat sewaan dari Jerman, Christian von
menjadi salah satu kawasan penghasil ikan mendorong Susi untuk Strombeck mendukung ide cemerlangnya.
memanfaatkan peluang tersebut sebagai peluang berbisnis. Berbekal Meskipun sempat mengalami hambatan dengan ditolaknya
modal seadanya hanya 750 ribu rupiah, itupun adalah hasil dari pengajuan surat pinjaman dana ke bank di tahun 2000, namun
menjual perhiasaannya berupa cincin, Susi pun memulai bisnis ikan akhirnya setelah menunggu selama 5 tahun ditahun 2005 Susi
pertamanya. berhasil mendapatkan pinjaman dari bank sebesar 47 milyar.
Ketika baru memulai bisnis di bidang perikanan, Susi membeli Dimana dana yang ia dapatkan tersebut ia gunakan untuk
ikan dari tempat pelelangan dan mulai memasarkannya ke sejumlah membangun sebuah landasan udara di Pangandaran dan membeli 2
restoran yang ada di Pangandaran. Meskipun pemasaran ke sejumlah buah pesawat Cessna. Berkah dan hikmah datang bersamaan dengan
restoran tidak selalu berjalan mulus, namun hal tersebut tidak pernah musibah Tsunami di Aceh pada tahun 2004 silam. Hatinya tergerak
menyurutkan niat dan tekadnya untuk berjuang dan berusaha. Hanya untuk menolong para korban kemudian pergi ke Aceh lewat jalur
membutuhkan waktu satu tahun, Susi berhasil menjadi pebisnis yang udara untuk menyebarkan bantuan. Meski tadinya hanya berniat
menguasai bursa pelelangan ikan di Pangandaran. Bahkan ia sendiri memberikan "jasa pengangkutan korban lewat jalur udara secara
langsung meluncur ke Jakarta untuk menawarkan ikan segar gratis" selama kurang lebih 2 minggu, namun ternyata niat tulusnya
jualannya untuk ditawarkan ke sejumlah restoran sekaligus untuk di ini berbuah lain, beberapa LSM dalam serta luar negeri memintanya
ekspor. Mengingat pada saat itu, jumlah permintaan stok lobster dari agar mau menyewakan pesawatnya. Dari sinilah awal tonggak mulai
luar negeri begitu besar, maka tak lantas kesempatan ini ia sia- Susi Air mengudara dan menyediakan jasa pengangkutan
siakan, ia sampai rela memburu lobster ke segala penjuru Indonesia. penumpang serta komoditas hasil perikanan dan kelautan.
Kesuksesan dalam bidang perikanan ternyata turut pula Perjuangan dan kerja keras serta pengalaman Susi di bidang
mendatangkan suatu hambatan baru untuk Susi. Stok lobster dan perikanan, membuat presiden terpilih Jokowi akhirnya memutuskan
ikan yang melimpah yang ia dapatkan justru malah terhambat untuk menepatkan seorang Susi Pudjiastuti di kursi kementrian dan
masalah transportasi yang kurang memadai, terutama sulitnya menempati posisi Menteri Kelautan dan Perikanan di kabinet kerja
menemukan transportasi udara. Sementara jika dikirim melalui jalur trisakti. Sepak terjang Susi yang berhasil dalam membangun bisnis
laut dan darat kualitas ikan dan lobster miliknya akan menjadi tidak perikanan serta transportasi udara memang tidak perlu di ragukan
segar ketika sampai ke tangan pemesan. Nah, dari hambatan inilah lagi. Kerja keras dan perjuangan yang begitu gigih membuatnya
yang ternyata memunculkan sebuah ide baru yang brilian untuk pantas menempati jabatan menteri tersebut. Semoga dengan
seorang Susi Pudjiastuti si wanita tangguh yang tak pernah terpilihnya menteri baru yang memiliki pengalaman yang cukup
menyerah, terlintaslah dalam benaknya untuk membeli sebuah baik dalam hal yang serupa membuat dunia perikanan serta kelautan
pesawat. Apalagi hal ini di dukung dengan profesi sang suami yang Indonesia dapat berkembang lebih baik sehingga dapat membawa
pengaruh yang positif terhadap sektor tersebut.