Anda di halaman 1dari 3

Nama : Rendra Febbi Nugroho

NIM : 16250547
Kelas : Alih Jalur Ganjil

PRB LIMBAH PADAT DAN GAS


Tugas : Bulan Oktober 2017

Soal :
Limbah padat yang dapat dibakar dari laboratorium aktif dgn densitas () = 5 kg/m3 × 7 = 35
kg/m3, diangkut ke unit insenerator dengan alat transportasi : belt conveyer mempunyai luas
penampang (A) = 50 m2, (hasil perhitungan A = 10 2 + 40  ), kecepatan (V) = 1.000 m/jam.
1. Hitunglah kapasitas belt conveyer (ton/jam)
2. Perkirakan ukuran belt conveyer (m)
3. Berapa volume dan tinggi insenerator, jika panas pembakaran 4.000 kalori/kg, kecepatan
aliran masuk insenerator = 100 kg/m2.jam dan panas yang dibebaskan 20.000
kalori/m3.jam

Dari unit insenerator yang ditimbulkan pencemar udara berdebu, dianjurkan melengkapi dengan alat
pengendap debu “siklon”. Hasil penelitian alat pengendap debu “siklon” dengan data-data sbb :
 Kapasitas siklon = 240 kg/detik
 Konsentrasi debu diperkirakan = 60 kg/m3
 Kecepatan aliran masuk = 20 m/detik
 Jumlah debu yg akan dialirkan = 21.600.000 lb/jam

4. Hitunglah ukuran pengendap debu (siklon dalam m)


5. Hitunglah jumlah siklon yang digunakan, jika mempunyai efisiensi pengumpulan tiap
siklon 80 %.
6. Hitunglah diameter minimum debu, jika diketahui : (Nt = 5, densitas partikel debu = 3,50
kg/m3, densitas udara = 2,50 kg/m3 dan viscositas udara = 5 x 10-3 kg/m.detik serta  = 4).

Jawab :
1. Perhitungan Kapasitas Belt Conveyer (ton/jam)
Q =A×V
= 50 m2 × 1.000 m/jam
= 50.000 m3/jam

kapasitas
Q =
densitas ()

Kapasitas = Q× = 50.000 m3/jam × 35 kg/m3


= 2.000.000 kg/jam
1.75 0.000 kg 1 ton
= |
1 jam ||
1.000 kg |
= 1.750 ton/jam

2. Perhitungan Ukuran Belt Conveyer (m)


A = 10 2 + 40 
50 = 10 2 + 40 
10 2 + 40  - 50 = 0
2 + 4  - 5 = 0
( + 5) ( - 1) = 0
 = -5 dan  = 1
Maka ukuran Belt Conveyer yaitu 1 m.

3. Perhitungan Volume (m3) dan Tinggi Insenerator (m)


Diketahui :
Panas pembakaran = 4.000 kalori/kg
Kecepatan aliran masuk = 100 kg/m2.jam
Panas yang dibebaskan = 20.000 kalori/m3.jam
Misal waktu pembakaran = 24 jam (1 hari)

Panas pembakaran× kapasitas limbah yang dibakar


 Volume insenerator =
Panas yang dibebaskan
4.000 kalori /kg ×1.75 0.000 kg / jam ×24 jam
=
20.000 kalori/m 3 . jam× 24 jam
168.000 .000 .000 kalori
=
480.000 kalori/ m 3
= 350.000 m3

Panas pembakaran× kapasitas limbah yang dibakar


 Luasan dasar insenerator =
Panas pembakaran× kecepatan aliran masuk insenerator

4.000 kalori /kg ×1.75 0.000 kg / jam ×24 jam


=
4.000 kalori /kg ×100 kg /m2 . jam ×24 jam

168.000 .000 .000 kalori


=
9.600.000 kalori /m 2

= 17.500 m2

Volume insenerator
 Tinggi insenerator =
Luasan dasar insenerator

35 0.000 m3
=
17.5 00 m2

= 20 m

4. Perhitungan ukuran pengendap debu (siklon dalam m)


Kapasitas siklon 240 kg/detik
Kecepatan volumetrik = = = 4 m3/detik
Konsentrasi debu 60 kg/m 3
Kecepatan volumetrik = 2 BC2 × Vc
4 m3/detik = 2 BC2 × 20 m/detik
2 4 m 3 /detik
BC =
40 m/detik
BC = 0,1 m2
2

BC = 0,32 m

5. Perhitungan jumlah siklon yang digunakan, jika mempunyai efisiensi pengumpulan tiap
siklon 80 %.
Diketahui : Jumlah debu yang diendapkan = 21.600.000 lb/jam
21.600 .000lb 1 kg
=
1 jam | 2,2046 lb || |
= 9.797.695,727 kg/jam

Jumlah debu yang diendapkan


Jumlah siklon (n) =
Kapasitas siklon ×efisiensi pengumpulan
9.797 .695 ,727 kg/ jam
=
240 kg/detik ×0,8
9.797 .695 ,727 kg/3600 detik
=
240 kg /detik ×0,8
2.721, 582 kg/detik
=
192 kg /detik
= 14 buah/unit

6. Perhitungan diameter minimum debu


g µ Bc
Dpmin = [
πNc Vc( ρs− ρ)
1/2
]
9 ×5 × 10−3 kg/m . detik × 0,32 m
=
[ 4 ×5 ×20 m/detik ×(3,2−2,5) kg /m 3 ]
1/2

0,0144 m2 1/2
= [ 280 ]
= (5,1428 × 10-5)1/2
= 7,17 × 10-3 m
= 0,00717 m