Anda di halaman 1dari 22

Kegiatan Belajar 3:

Belajar dan Bermain Studi Sosial Anak Usia Dini

Niken Pratiwi, M.Pd


Dr. Sofia Hartati, M.Si
___________________________________________________________________________

Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan


1. Merancang bahan belajar dan bermain studi sosial yang sesuai dengan kebutuhan dan
perkembangan anak usia dini
2. Melaksanakan bahan belajar dan bermain studi sosial yang sesuai dengan kebutuhan
dan perkembangan anak usia dini
3. Mengevaluasi bahan belajar dan bermain studi sosial yang sesuai dengan kebutuhan
dan perkembangan anak usia dini

Sub Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan


1. Memahami tentang rancangan bahan belajar dan bermain studi sosial
2. Memahami tentang pelaksanaan bermain dan belajar studi sosial
3. Memahami tentang evaluasi bahan belajar dan bermain studi sosial

Pokok-Pokok Materi
1. Rancangan bahan belajar dan bermain studi sosial
2. Pelaksanaan bermain dan belajar studi sosial
3. Evaluasi bahan belajar dan bermain studi sosial

Uraian Materi
Manusia merupakan makhluk sosial, yang pada dasarnya akan selalu berhubungan dan
membutuhkan orang lain. Begitupula anak usia dini , mereka perlu diberikan kesempatan
untuk berinteraksi dengan orang dan lingkungan sekitarnya. Bagaimana urgensi studi sosial
bagi anak usia dini ? Apa tujuan dari studi sosial anak usia dini ? dan materi apa saja yang
perlu diajarkan kepada anak terkait dengan studi sosial ?
Pengenalan pada anak tentang bagaimana membangun hubungan, interaksi dan komunikasi
dengan orang lain dan memahami lingkungannya terkait dengan pengetahuan sosial yang
anak peroleh. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, uraian materi kali ini akan

Modul 3 PPG –Konten Kurikulum 1


membahas tentang hakikat studi sosial, konten pembelajaran studi sosial, dan implementasi
pembelajaran studi sosial anak usia dini.

A. Bermain dan Belajar Studi Sosial


Pembentukan perilaku anak ketika berhubungan dengan orang lain, tidak dengan
mudah dibangun tanpa adanya stimulasi. Anak perlu diajarkan tentang bagaimana
membangun hubungan, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan lingkungannya.
Pengetahuan sosial diajarkan untuk mempersiapkan anak untuk mampu beradaptasi
dengan baik dan dapat diterima di lingkungannya. Pengetahuan sosial suatu kajian yang
menggambarkan konten dari ilmu sosial dan ilmu-ilmu lain, sehingga menjadi pengalaman
siswa yang terefleksikan dalam kepribadian, kehidupan sosial, dan budaya (Morisson :
2016). Pengenalan konsep pengetahuan sosial sejak dini diharapkan dapat membantu
menyiapkan generasi yang sadar bermasyarakat dan bernegara di kemudian hari.
Pengetahuan sosial pada hakikatnya merupakan pengetahuan yang digunakan
untuk memberikan informasi sosial agar anak mengenal lingkungan dan dunia secara
sederhana sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik anak. National Council for the Social
Studies (NCSS) mendefinisikan ilmu sosial adalah ilmu yang terintegrasi dari ilmu
pengetahuan sosial dan humanistik untuk memajukan kompetensi yang sifatnya
kewarganegaraan. Ilmu sosial saling berkordinasi, sistematika pembelajarannya
menggambarkan berbagai disiplin ilmu seperti antropologi, arkeologi, ekonomi, geografi,
sejarah, filsafat, pengetahuan politik, psikologi, agama dan sosiologi atau humanistik.
(NCSS, 2003) . Dalam pengetahuan sosial, anak akan mempelajari berbagai macam ilmu
sosial yang dapat membantu anak untuk memahami kehidupan bermasyarakat.
Menurut National Council for the Social Studies (2003), The purpose of the social
studies is to help young people develop the ability to make informed and reasoned
decisions as citizens of a culturally diverse, democratic society in an interdependent world.
Hal ini diartikan bahwa tujuan dari pembelajaran studi sosial adalah untuk
mengembangkan kemampuan anak dalam memperoleh pengetahuan tentang
kewarganegaraan, memahami keberagaman budaya, demokrasi sosial dalam hubungan
dan lingkungan masyarakat yang saling ketergantungan.
Pengetahuan sosial juga menjadi salah satu cara untuk mengenalkan pendidikan
pada anak tentang keluarga, hubungan dengan orang lain, masyarakat, bangsa dan

Modul 3 PPG –Konten Kurikulum 2


tentang dunia. Anak usia dini perlu diajarkan dan diberikan pemahaman tentang berbagai
kultur budaya dan kehidupan di lingkungan mereka tinggal. Menurut Seefeldt (2001)
pengetahuan sosial memberikan persiapan bagi anak untuk memiliki pengetahuan,
keterampilan, dan perilaku yang dibutuhkan untuk belajar berpartisipasi dengan
kehidupan demokrasi di dalam rumah mereka, sekolah, dan kehidupan bertetangga, yang
nantinya hal ini akan menjadi bekal bagi anak untuk memahami kehidupan bermasyarakat
secara umum ketika mereka dewasa.
Pembelajaran pengetahuan sosial, secara tidak langsung dapat diajarkan kepada
anak melalui kegiatan yang biasa mereka lakukan. Ketika anak menghargai dan menerima
perbedaan suku teman sekelasnya, disitu anak belajar tentang kebudayaan. Anak
mengenal tentang jual beli , anak belajar tentang ekonomi. Begitupula saat anak
mengetahui tentang daerah, lokasi, dan jarak dari satu tempat ke tempat yang lain, saat
itu anak belajar tentang geografi. Pengetahuan sosial memberikan kesempatan pada anak
untuk beradaptasi dan memahami kehidupan bermasyarakat. Keterampilan berinteraksi
di dalam masyarakat ini menjadi hal penting yang harus dimiliki anak sebagai bekal di
masa dewasanya.

B. Konten Pembelajaran Studi Sosial


Dalam kehidupan sehari-hari, pengetahuan sosial ini pasti seringkali kita alami dan
kita lakukan. Begitupula pada anak usia dini, seringkali mereka menanyakan hal yang
mereka temui di masyarakat . Sebagai contohnya, ketika ada anak yang bertanya kepada
orangtuanya “Kenapa harus ada presiden ?” Terus kita asalnya dari suku apa “ ?.
Pertanyaan ini terkadang kita anggap hal biasa, namun sebenarnya melalui pertanyaan ini
anak sedang mengamati peristiwa yang terjadi di lingkungannya. Pengetahuan sosial
berkaitan dengan ilmu yang mempelajari tentang kehidupan masyarakat, misalnya
sosiologi. Pengetahuan sosial juga mempelajari tentang adanya jual-beli, keinginan dan
kebutuhan, serta profesi . Hal ini berkaitan dengan pembelajaran ekonomi untuk anak.
Pengetahuan sosial yang dapat diajarkan pada anak antara lain kebudayaan,
sosiologi, ekonomi, politik, antropologi, sejarah, psikologi, geogrofi dan lain-lain.
Berdasarkan Curriculum Standards for Social Studies yang dibuat oleh National Council for
the Social Studies pada tahun 1994 mengidentifikasi bahwa ada 10 (sepuluh) hal yang
dapat dipelajari anak melalui pembelajaran sosial. Pengetahuan sosial yang anak pelajari

Modul 3 PPG –Konten Kurikulum 3


ini dapat menjadi pengetahuan yang akan terus berkembang sesuai dengan usia dan
tahapan perkembangan anak. Adapun 10 (sepuluh) pengetahuan yang dapat dipelajari
anak, yaitu :
1. Kebudayaan
Dalam konten ini akan dibahas tentang keberagaman, nilai yang berlaku di
masyarakat, dan belajar kebudayaan membantu kita memahami diri sendiri dan orang
lain. Anak mungkin saja akan mengajukan pertanyaan, seperti “kenapa rambut saya
ikal, tidak seperti rambut dia yang lurus ? ” atau “Kita kan sama-sama tinggal di
Indonesia, tapi kenapa ada orang jawa, orang Kalimantan, juga orang Papua?”.
Pertanyaan ini muncul karena anak melihat adanya perbedaan dan juga kesamaan dari
setiap orang. Kesadaran anak tentang adanya kesamaan dan keragaman ini
merupakan salah satu hal penting yang perlu diajarkan.
Pendidik anak usia dini harus memahami konsep kunci untuk mempelajari
tentang kebudayaan. Pendidik memberikan pemahaman pada anak yang terkait
dengan kebudayaan seperti:
 memahami keterkaitan dan saling ketergantungan, memberikan pemahaman
kepada anak bahwa setiap orang akan saling berhubungan dan membutuhkan.
 mengetahui berbagai keragaman bisa dalam berbagai bentuk, termasuk jenis
kelamin, etnisitas, usia, agama, struktur keluarga, kemampuan tingkat,
bentuk tubuh, warna rambut / mata, budaya, bahasa, gagasan, dan sebagai
nya. Menghargai keragaman berarti menerima dan menghargai
perbedaan diri kita dan dari orang lain sebagai normal dan positif.
 Mendeskripsikan cara dalam berbahasa, cerita, dongeng, musik, dan kreasi
seni yang disajikan sebagai ekspresi dari budaya dan pengaruh tingkah laku
dari orang yang tinggal dalam satu bagian budaya.
 Membandingkan cara berpikir orang dari budaya yang berbeda dan
bagaimana membentuk perjanjian dengan lingkungan fisik dan kondisi
sosial
 Memberi contoh dan menjelaskan pentingnya persatuan dan perbedaan didal
am dan diluar kelompok.

Modul 3 PPG –Konten Kurikulum 4


Gambar 3.1 Kebudayaan di Indonesia
https://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/01/29/sejuta-kekayaan-bangsa

Pembelajaran sosial melalui pengenalan budaya sejak usia dini, akan membantu
anak untuk bersikap dan berperilaku sesuai dengan kebudayaan yang ia miliki.
Pembelajaran tentang budaya juga Peserta didik memahami universal budaya,
seperti norma, sanksi, institusi sosial, seni yang dimiliki budayanya, serta belajar
menganalisisnya dengan budaya lain. Anak usia dini bisa aktif dan berinteraksi
dengan cara yang sesuai dengan lingkungannya dan memahami bahwa mereka mem
punyai budaya yang berbeda.

2. Waktu, Kelestarian, dan Perubahan


Anak usia dini seringkali bertanya kepada orang dewasa tentang hari ulang
tahunnya, “Ibu, kalau ulang tahun umur aku bertambah ya ? Aku akan makin tinggi
ya?”, “nenek itu ibu nya bunda ya “ kalau aku siapa nya nenek” ?. Pertanyaan ini
diajukan karena rasa ingin tahu anak ketika melihat banyak perubahan yang terjadi di
lingkungan. Perubahan yang terjadi di lingkungan anak berkaitan dengan sejarah
kehidupan. Pembelajaran sosial tentang waktu, kelestarian dan perubahan berkaitan
dengan bagaimana anak memahami tentang sejarah kehidupan. Pembelajaran
tentang hal ini memberikan pengalaman belajar tentang beberapa hal seperti :
1. Memahami tentang bagaimana cara manusia melihat suatu hal dari apa
yang telah terjadi dalam suatu rentang waktu.
2. Memahami bagaimana anak mengetahui tentang sejarah dirinya dan
sejarah dalam keluarganya.

Modul 3 PPG –Konten Kurikulum 5


3. Anak juga akan belajar tentang peristiwa penting yang terjadi dalam
kehidupannya, kehidupan keluarga, dan peristiwa yang terjadi pada
lingkungan sosialnya.
Sumber sejarah dapat berasal dari manusia itu sendiri, sejarah tentang
kehidupan sebagai individu. Belajar tentang sejarah akan berkaitan dengan masa lalu,
berubah dan berkembang, serta mengembangkan pandangan sejarah dan jawaban
penting pertanyaan-pertanyaan mengenai kondisi kita sekarang.
Anak memahami waktu melalui konsep sederhana, misalnya memahami
bahwa dia bermain dan sekolah di siang hari dan istirahat di malam hari. Anak juga
sesuai tahapan berpikirnya akan belajar mengenai waktu secara perlahan, misalnya
anak akan mampu bercerita berdasarkan urutan waktu yang tepat. Guru juga bisa
memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan pemahaman anak tentang waktu,
misalnya “ketika istirahat tadi kalian makan apa ?” “Tadi pagi ke sekolahnya naik apa
?”. Pertanyaan sederhana tersebut dapat menstimulasi anak untuk memahami waktu.
Pengetahuan anak tentang adanya perubahan dalam kehidupan anak juga
perlu dibangun. Anak dapat diajak untuk mengami segala perubahan yang terjadi di
sekitarnya, baik perubahan yang ada pada dirinya, perubahan yang terjadi di sekolah,
dan juga perubahan yang terjadi di lingkungan masyarakat. Anak-anak perlu
merasakan kesempatan mengalami perubahan. Oleh karena itu, dengan segera
lingkungan menawarkan beberapa alat pembelajaran. Di sekolah, lingkungan sekitar,
alam dan pada diri mereka, anak-anak dapat belajar mengenai (a) perubahan adalah
terus-menerus dan selalu ada (b) perubahan mempengaruhi hidup mereka dengan
cara yang berbeda, dan (c) perubahan dapat terekam dan rekaman ini dapat
membantu orang lain memahami bahwa segala sesuatu dapat berubah.

Modul 3 PPG –Konten Kurikulum 6


Gambar 3.2 Perubahan pada manusia
http://duniaanak.org/perkembangan-anak/masa-masa-perkembangan-anak.html

Pembelajaran sosial terkait dengan waktu dan perubahan ini akan


memberikan pemahaman kepada anak bahwa dalam kehidupan manusia akan terus
tumbuh dan berubah. Mereka yang saat ini masih kecil tentu saja nantinya akan
menjadi dewasa. Oleh karena itu anak perlu diberikan pengetahuan bahwa kehidupan
ini pasti akan ada masa lalu, masa sekarang, dan juga masa depan. Pembelajaran
tentang konten sejarah ini tentu saja diajarkan sesuai dengan tingkat pemahaman
anak.

3. Orang-orang, Tempat, dan Lingkungan


Dalam pembelajaran sosial tentang orang, tempat, dan lingkungan, anak
diajarkan untuk mengenal hubungan antara manusia dengan lingkungan sekitarnya.
Anak sedang belajar memahami konsep tempat dan lingkungan orang-orang yang
terdekat dengan mereka, anak belajar tentang hal penting yaitu tentang jarak, tempat,
dan posisi dirinya dibandingkan dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Hal ini
berkaitan dengan konsep pembelajaran geografi.
Anak seringkali mengajukan pertanyaan terkait tentang lingkungan, misalnya
“kenapa kita tinggal di perkotaan, padahal aku lebih senang tinggal di desa”, “kenapa
kita harus menjaga bumi ?”. Pemikiran seperti ini timbul karena adanya rasa ingin tahu
yang besar dari anak untuk mempelajari banyak hal. Pengenalan konsep geografi
dalam pembelajaran sosial anak usia dini dapat dijelaskan tentang studi hubungan
manusia-lingkungan, yang dijelaskan dalam lima tema utama penataan studi geografis
yaitu :
1. Bumi adalah tempat di mana kita hidup. Pengetahun sosial tentang bumi
sebagai tempat tinggal manusia memberikan kesempatan bagi anak untuk

Modul 3 PPG –Konten Kurikulum 7


mempelajari tentang tata surya dan kondisi iklim. Pelajaran tentang tata surya
meliputi dengan pengenalan benda-benda langit kepada anak, misalnya planet
yang ada di tata surya, bulan, bintang, matahari dan ciri-ciri dari benda langit
tersebut. Anak juga mengembangkan konsep bumi sebagai tempat tinggal
mereka, mereka juga dapat diperkenalkan kepada konsep, sikap, dan nilai-nilai
yang melekat dalam belajar untuk peduli terhadap bumi.
2. Arah dan lokasi. Dalam pembelajaran mengenai arah dan lokasi anak
dikenalkan tentang exsplorasi gerak, anak memahami tentang tubuh mereka
dan hal-hal dari tubuh mereka yang dapat melakukan sesuatu pada suatu
tempat (Sanders, 2000). Anak memahami bahwa kita dapat berpindah tempat
dengan berbagai macam gerak, seperti berjalan, maju, mundur, berputar, dan
lain-lain. Anak juga mengenal tentang istilah yang berkaitan dengan petunjuk,
seperti atas-bawah,kiri-kanan, posisi yang saling berhubungan, dan
menemukan lokasi. Pemahaman tentang jarak dan lokasi dapat dikenalkan
kepada anak dengan mempelajari peta dan globe.
3. Hubungan dalam tempat. Anak dikenalkan tentang bagaimana setiap orang
saling berhubungan satu sama lain. Bagaimana kondisi setiap daerah dapat
mendukung daerah lain. Anak diajarkan tentang di daerah mana mereka
tinggal, potensi apa yang dimiliki oleh daerahnya, dan daerah mana yang
berhubungan dengan daerah tempat tinggalnya. Misalnya anak diajak berjalan
di jembatan yang menghubungkan satu daerah ke daerah yang lain, disini anak
akan mempelajari bagaimana jembatan sebagai penghubung kehidupan
masyarakat antar daerah.
4. Interaksi spasial. Anak diajarkan untuk memahami bahwa orang – orang
berinteraksi dengan orang lain jauh dari mereka. Manusia juga berbagi
informasi dengan satu sama lain menggunakan telepon, surat kabar, radio, dan
televisi untuk menjembatani jarak. Ada pola pergerakan manusia, produk, dan
informasi. Orang-orang yang tersebar merata di seluruh permukaan bumi.
Bagaimana mereka dapat sampai dari satu tempat ke tempat lain? Apa pola
pergerakan manusia, produk, dan informasi?. Hal ini terkait dengan bagaimana
anak belajar memahami tentang komunikasi tanpa batas yang bisa terjadi
antara satu tempat dengan tempat yang lain.

Modul 3 PPG –Konten Kurikulum 8


5. Daerah. Anak belajar memahami tentang karakteristik suatu wilayah dengan
segala potensinya. Mereka akan mempelajari bahwa manusia hidup di suatu
daerah dan bagaimana kondisi geografis mempengaruhi bagaimana cara
mereka hidup dan bermasyarakat.

Gambar 3.3 Pengenalan musim


https://www.slideshare.net/rinidwicahyanti/materi-mengenal-musim-ipa-
sekolah-dasar-kelas-3

Perencanaan untuk mengajar geografi dimulai dengan studi lingkungan


langsung fisik anak-anak dan kemampuan mereka dan kesempatan untuk mengamati,
berspekulasi, menganalisis dan mengevaluasi lingkungan. Pembelajaran tentang
geografi ini dimulai dari hal-hal yang terdekat dengan anak sampai ke hal yang lebih
kompleks dan rumit.

4. Identitas dan Perkembangan Individu


Pada tahun awal perkembangannya, seorang anak mengalami pertumbuhan
yang sangat pesat di dalam beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Pengetahuan
tentang tahap-tahap perkembangan perilaku dapat menolong kita untuk memahami
tindakan setiap anak dan memberikan pengalaman yang akan mendukung
perkembangan sosial mereka yang positif. Diantara berbagai perkembangan pesat
yang terjadi pada anak, salah satunya yaitu proses perkembangan individu dan
identitas diri.

Modul 3 PPG –Konten Kurikulum 9


Identitas pribadi di bentuk oleh pengaruh suatu budaya, kelompok, dan
lembaga. Tingkah laku manusia merupakan sebuah hubungan antara norma-norma
sosial dan identitas pribadi, serta kegiatan sosial yang terjadi di lingkungan sosial akan
membentuk identitas lingkungan dan mempengaruhi tindakan individu. Anak
diajarkan untuk memahami tentang konsep diri, menunjukkan harga diri, dan
mengetahui kemampuan diri yang mereka miliki.

Gambar 3.4 Perkembangan Anak usia 0-1 Tahun


https://neotug.org/tahap-perkembangan-bayi-usia-0-6-bulan.html

Dalam pembelajaran tentang perkembangan individu, anak diberikan


pemahaman bahwa setiap individu mengalama perkembangan yang berlangsung
secara berurutan atau berkesinambungan melalui periode atau masa. Perkembangan
dimulai sejak terjadinya konsepsi. Setelah lahir, bayi menjalani masa kanak-kanak,
remaja, dewasa, sampai masa tua. Proses perkembangan itu berkesinambungan
dalam arti bahwa perkembangan itu merupakan proses siklus dengan berkembangnya
kemampuan-kemampuan dan kemudian menghilang, dan akan muncul kembali pada
usia berikutnya.

5. Individu-individu, Kelompok-kelompok, dan Lembaga-lembaga


Pembelajaran sosial ini mengajarkan anak untuk bekerja sama, memberikan
kontribusi di dalam aktivitas yang dilakukan dalam kelompok. Setiap anggota dalam
kelompok akan memndapatkan tugas dan perannya masing- masing. Anak perlu
menjalin komunikasi yang baik dengan orang lain, bersikap dan berbahasa yang
santun ketika berbicara dengan tujuan untuk dapat diterima di dalam lingkungan

Modul 3 PPG –Konten Kurikulum 10


sosialnya. Komunikasi yang baik akan membantu anak memiliki kesempatan untuk
bergaul dengan banyak orang, baik itu dengan guru maupun dengan teman sebaya.

Gambar 3.5 Anak bermain dalam kelompok


http://www.cikal.co.id/campus/id/sekolah-cikal-setu

Pembelajaran tentang konsep kelompok pada anak usia dini dapat diajarkan di
sekolah. Dengan kesadaran diri yang kuat, anak-anak siap untuk belajar hidup dalam
kelompok. Dasar untuk hidup dengan orang lain adalah kemampuan untuk
berkomunikasi. Orang tinggal di sebuah komunitas berdasarkan kesamaan hal yang
mereka memiliki. Komunikasi adalah cara melalui mana orang-orang datang untuk
memiliki hal yang sama.
Anak juga diberikan kesempatan untuk mengetahui tentang kelembagaan.
Lembaga mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi kita. Lembaga merupakan
perwujudan organisasi lebih lanjut untuk menghargai inti silaturahmi yang terdiri dari
lembaga tersebut. Hal ini penting bagi pelajar untuk mengetahui bagaimana sebuah
lembaga dibentuk, apa yang mengontrol dan mempengaruhi suatu lembaga,
bagaimana lembaga mempengaruhi individu-individu dan budaya, dan bagaimana
lembaga dapat dipertahankan atau diubah.

6. Kekuatan, Wibawa, dan Kuasa


Konten pembelajaran ini bertujuan untuk memberikan kesadaran bahwa anak
merupakan bagian dari sebuah kehidupan sosial. Anak - anak dipersiapkan untuk
menjadi anggota masyarakat yang demokratis, tetapi mereka benar- benar menjadi
warga negara yang demokrasi. Dalam pembelajaran sosial ini anak diajarkan

Modul 3 PPG –Konten Kurikulum 11


memahami bahwa dalam kehidupan sosial terdapat struktur kekuatan, wibawa, dan
kekuasaan yang berguna dalam mengatur kehidupan bermasyarakat. Memberikan
pemahaman bahwa anak merupakan bagian dari sebuah negara, yang ketika dewasa
nanti harus berpartisipasi sebagai warga negara yang baik.
Dalam pembelajaran sosial tentang kekuatan, kekuasaan dan pemerintah,
anak belajar untuk hidup dan berpartisipasi dalam suatu kelompok berarti mengatur
peraturan dan mengikuti mereka (civitas, 2003). Untuk mengajarkan pembelajaran
sosial tentang hal ini, anak dapat dilibatkan dalam pembuatan peraturan, mereka
dapat menggunakan kesempatan ini untuk mendiskusikan mengapa penting untuk
mengikuti aturan-aturan tertentu, mengapa peraturan dibuat, siapa yang membuat
mereka, dan bagaimana mereka dibuat.
Ada beberapa hal yang ditanamkan kepada anak dalam pengembangan studi
sosial pada aspek Kekuatan, Kekuasaan, Sipil, dan Pemerintahan seperti:
1. Nilai Demokrasi, Anak usia dini belajar untuk berkontribusi membangun dan
membina masyarakat yang demokratis dan menerima manfaat untuk masyarakat.
2. Rasa Kepemilikan dan Kebanggaan, Kepemilikan dan tanggung jawab untuk
terlibat dalam kehidupan bermasyarakat dan bangga menjadi bagian dari sebuah
masyarakat.
3. Konsep Politik, anak-anak diperkenalkan dengan aturan, dan wewenang yang
berada di rumah dan di sekolah, dan mungkin juga diberitahu mengenai beberapa
simbol demokrasi seperti : bendera , lagu kebangsaan, dan presiden. Selain itu,
pengetahuan tentang proses pemungutan suara dapat dikembangkan melalui
kehidupan di kelompok keluarga, ruang kelas, dan masyarakat.

Gambar 3.6 Anak Indonesia bangga membawa bendera Indonesia


https://www.viva.co.id/foto/berita/19119-ratusan-pelajar-gelar-pesta-bendera-merah-
putih

Modul 3 PPG –Konten Kurikulum 12


Pengalaman terlibat dalam kegiatan yan berkaitan dengan kehidupan yang
demokrasi memudahkan anak untuk memahami tentang studi sosial terkait
kekuatan, kekuasaan, dan wibawa. Anak dapat terlibat dalam menbuat peraturan
dan mendiskusikan tujuan mereka dapat membantu anak-anak menyadari bahwa
peraturan dibuat untuk melindungi mereka dan lain-lain. Anak juga harus menyadari
bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk mengikuti aturan, untuk membuat
aturan yang diperlukan untuk hidup dalam kelompok, dan aturan dapat berubah
sesuai dengan kebutuhan di masyarakat.

7. Produksi, Distribusi, dan Konsumsi


Anak-anak mengalami konsep ekonomi sehari-hari. Mereka mengamati orang
tua bertukar uang untuk barang-barang, dan mereka sendiri berpartisipasi dalam
membayar untuk beberapa pembelian. Mereka menerima uang sebagai hadiah,
kadang-kadang menyimpannya di bank, atau mereka bahkan dapat berpartisipasi
dalam membuka rekening bank. Anak membuat keputusan antara hal-hal yang benar-
benar mereka butuhkan atau hanya inginkan.
Dalam bermain, anak-anak mengungkapkan beberapa pemahaman tentang
konsep ekonomi. Mereka menggunakan script ekonomi karena mereka bermain toko-
tokoan, berpura-pura melihat dan membeli barang; mereka berpura-pura
menggunakan uang untuk mendapatkan layanan. Pada tahap ini anak baru memahami
konsep dasar ekonomi. Guru dapat memperkenalkan anak-anak prasekolah prinsip-
prinsip ekonomi penting. Dengan mengatur pengalaman anak dari berbagai konsep
ekonomi direkomendasikan oleh Ekonomi Amerika (NCEE, 2002) dan Dewan Nasional
untuk Studi Sosial (1998), guru dapat memperkenalkan anak-anak untuk ide-ide
utama:
a. Kelangkaan: keinginan orang di mana-mana tidak terbatas, namun sumber daya
yang terbatas
b. Perlunya keputusan mengenai penggunaan sumber daya
c. Fungsi produksi dan konsumsi, konsep perdagangan dan barter, dan gagasan
bahwa uang dipertukarkan untuk barang dan jasa
d. Mendidik anak-anak untuk pilihan karir masa depan dan peran

Modul 3 PPG –Konten Kurikulum 13


Gambar 3.7 Anak melakukan kegiatan jual beli
http://tk-islam-alazhar-17-bintaro.blogspot.co.id/2013/10/v-behaviorurldefaultvmlo.html
Anak usia dini dapat mempelajari tentang konsep ekonomi dengan memahami
proses yang terjadi dalam kegiatan ekonomi dan membedakan mana bentuk barang
dan mana yang jasa. Dalam mempelajari konten ekonomi ini, guru perlu merancang
kegiatan yang dapat melibatkan anak secara langsung agar anak lebih mudah
memahami konsep yang diajarkan.

8. Sains, Teknologi, dan Masyarakat


Konten yang akan dipelajari pada bagian ini adalah untuk memberikan
pemahaman bahwa teknologi mempengaruhi kehidupan manusia. Bagaimana
teknologi sejak zaman prasejarah sampai kehidupan modern saat ini terus mengalami
perkembangan dan perubahan. Perkembangan ilmu sains dan teknologi memiliki
peranan besar dalam kehidupan manusia hingga saat ini.

Gambar 3.8 Perubahan yang terjadi di Masyarakat

Modul 3 PPG –Konten Kurikulum 14


Pembelajaran tentang sains, teknologi, dan masyarakat diharapkan dapat
memberikan pemahaman pada anak, antara lain :
1. Memberikan contoh bagaimana sains dan teknologi dapat merubah
kehidupan seseorang (seperti transportasi)
2. Memberikan contoh bagaimana sains dan teknologi merubah lingkungan
(seperti bendungan atau hilangnya hutan hujan)
3. Memberikan contoh bagaimana perubahan sikap memiliki hasil dari ilmu
pengetahuan dan teknologi (seperti daur ulang)
4. Menyarankan cara untuk memantau ilmu pengetahuan dan teknologi untuk
melindungi individu, lingkungan dan kesejahteraan umum.
Dalam mempelajari tentang sains dalam pengetahuan sosial anak belajar kehidupan
hewan , cara menyayangi makhluk hidup, dan bagaiamana mencintain dan merawat
bumi. Pengenalan teknologi untuk anak usia dini juga mulai diajarkan melalui
pengenalan benda-benda elektronik, dan penggunaan barang tersebut dalam
kehidupan manusia sehari-hari.

9. Hubungan Global
Pengetahuan sosial tentang hubungan global akan mempelajari bahwa setiap
individu memiliki saling ketergantungan satu sama lain. Mengajarkan tentang
berbagai macam hubungan global yang terjadi pada masyarakat, baik antar wilayah
sampai masyarakat dunia. Konsep tentang hubungan global dan kebebasan yang
dapat diajarkan pada anak yaitu tentang bagaimana membangun interaksi dengan
orang lain dari berbagai daerah dan negara.

Modul 3 PPG –Konten Kurikulum 15


Gambar 3. 9 Anak dan Dunia, saling berhubungan
https://lajaib.wordpress.com/anak-dunia-bahagia-kartun/

Studi sosial tentang hubungan global akan mempelajari tentang hubungan


interaksi antara manusia dengan manusia juga antara manusia dengan makhluk
lainnya. Sosial studi pada bagian ini juga membahas mengenai bagaimana seharusnya
manusia harus bersikap dengan baik kepada sesama. Pendidikan global berfokus pada
bagaimana membuat anak-anak peka terhadap sudut pandang orang dari daerah dan
kebudayaan yang berbeda. Pembelajaran sosial tentang hubungan global dan
kekebasan diharapkan anak memiliki rasa cinta terhadap budayanya dan memahami
bahwa mereka tidak hanya merupakan bagian dari sebuah Negara tetapi juga bagian
dari kehidupan di dunia.

10. Kewarganeraan
Pengetahuan sosial tentang kewarganegaraan bertujuan untuk menumbuhkan
wawasan, kesadaran bernegara, sikap serta prilaku yang cinta tanah air yang berisikan
dengan kebudayaan bangsa, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri
para calon-calon penerus bangsa (Hartati,Pratiwi,2017). Pengenalan pendidikan
kewarganegaraan pada anak usia dini akan menumbuhkan nilai-nilai moral dalam
prilaku sehari-harinya dan anak akan dengan karakter yang baik untuk masa depan
anak.

Modul 3 PPG –Konten Kurikulum 16


Gambar 3.10 Anak memiliki identitas sebagai warga negara
http://clipartstation.com/wp-content/uploads/2017/11/clipart-anak-sekolah-3.png

Dalam konten studi sosial ini juga anak mempelajari bahwa sebuah negara harusnya
dapat menjadi negara yang demokratis. Pengetahuan sosial ini memberikan kesempatan bagi
anak untuk memahami bahwa mereka merupakan penerus sebuah bangsa harus dapat
berperan aktif dalam membangun negaranya.
Pengenalan konsep dasar dari 10 tema di atas dapat diajarkan dengan berbagai
pendekatan pembelajaran untuk mendorong keingintahuan dan keterampilan memecahkan
masalah. Konten akademis dari studi sosial berdasarkan 10 tema NCSS, misalnya anak-anak
mempelajari sejarah masyarakat dan negara, mengembangkan pemahaman tentang
kehidupan dan belajar menghargai keragaman. Pengetahuan sosial dapat mendukung anak-
anak saat mereka memecahkan masalah di kelas dan sekolah serta menyelidiki masalah yang
terjadi di masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan dan
kebanggaan sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri.
Pembelajaran pengetahuan sosial ini dapat disampaikan atau dikenalkan pada anak
melalui kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru dalam
upaya pembelajaran sosial, harus dilakukan dalam suasana yang menarik dan menyenangkan.
Tujuan pembelajaran studi sosial tidak hanya fokus pada konten pengetahuan (knowledge)
yang harus dipahami anak, tetapi penting juga bagi anak untuk memiliki sikap yang baik dan
memahami nilai-nilai yang berlaku di masyarakat (Attitude dan Value), dan sampai pada
tahapan bagaimana anak memperoleh keterampilan (Skills) yang berguna ketika mereka
dewasa .

Modul 3 PPG –Konten Kurikulum 17


Pengenalan berbagai konsep dalam ilmu sosial membantu anak dalam menyesuaikan
diri terhadap lingkungan sosialnya. Pembelajaran pengetahuan sosial juga harus membekali
anak keterampilan dalam membangun kerjasama, kemampuan untuk berkomunikasi dan
berbagi, serta belajar memahami bahwa setiap individu merupakan bagian dari sebuah
kelompok (Hartati, Pratiwi, 2017). Pembelajaran tentang perilaku dan sikap ini diharapkan
dapat membantu anak dalam memahami perbedaan dalam setiap kelompok dan bagaimana
dapat berpatisipasi dalam sebuah kelompok.

C. Pelaksanaan Pembelajaran Studi Sosial Anak Usia Dini


Pembelajaran pengembangan studi sosial dapat diajarkan saling berhubungan
dengan pembelajaran lain, hal terpenting adalah menyiapkan lingkungan belajar dan pilihan
kegiatan bagi anak. Menurut Melendez, Beck, dan Fletcher dalam Jakcman (2009:219)
menjelaskan bahwa dalam pengembangan studi sosial, anak perlu melakukan interaksi
dengan materi, ide, teman sebaya, dan orang dewasa, agar anak dapat memperoleh
pengetahuan baru tentang kejadian secara nyata. Dalam pengembangan studi sosial , anak
akan belajar tentang proses dan pengetahuan yang berkembang tentang fenomena sosial,
dan pemanfaatan lingkungan belajar di kelas. Hal terpenting dalam pengembangan studi
sosial adalah melibatkan anak secara aktif dalam kelas dan memberikan kesempatan pada
anak untuk terlibat langsung dalam kegiatan di kelas.
Dalam kurikulum 2013 PAUD pembelajaran studi sosial tidak dicantumkan secara
khusus, tetapi berkaitan dengan pengembangan kompetensi sikap, pengetahuan , dan
keterampilan yang dimasukkan dalam kompetensi dasar. Pembelajaran tentang studi sosial
mencakup seluruh aspek perkembangan, artinya dapat mengembangkan aspek nilai agama
dan moral, fisik motorik, kognitif, sosial–emosional, bahasa, dan seni. Pengembangan
kompetensi ini meliputi kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial. Sikap sosial yang perlu
dimunculkan pada anak usia dini sesuai dengan kurikulum 2013 yaitu memiliki perilaku hidup
sehat, rasa ingin tahu, kreatif dan estetis, percaya diri, disiplin, mandiri, peduli, mampu
bekerja sama, mampu menyesuaikan diri, jujur, dansantun dalam berinteraksi dengan
keluarga, pendidik dan/atau pengasuh, dan teman, mencerminkan kecerdasan sosial-
emosional sebagai sikap dan perilaku yang mengenal perasaan diri, orang lain, dan nilai-nilai
sosial yang sesuai dengan norma serta budaya yang berlaku (Kemendikbud, 2015).

Modul 3 PPG –Konten Kurikulum 18


Penyusunan rancangan pembelajaran menjadi hal penting yang perlu guru
persiapkan. Dalam penyusunan rencana pembelajaran ini ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan oleh guru menurut Seefeldt, dkk, 2010 dalam S.Hartati dan N.Pratiwi, sebagai
berikut :
1. Keterlibatan Anak, guru dan anak dapat bersama-sama dalam membuat perencanaan
belajar. Hal ini dapat melihat minat dan ketertarikan anak akan suatu materi yang akan
dipelajari.

Gambar 3.11 Anak terlibat aktif dalam pembelajaran


https://fanzlive.com/career-prospects-in-early-childhood-education/
2. Perencanaan yang fleksibel, rasa ingin tahu anak yang tinggi, ketertarikan, kreatifitas,
moment tertentu yang muncul dari ide anak, dapat menjadi perencanaan secara tiba-
tiba atau incidental experience.
3. Rancangan Kegiatan Belajar, dirancang untuk jangka pendek, pengalaman belajar
perhari, sedangkan materi atau unit yang akan dipelajari direncanakan sebagai
pengalaman belajar secara terus menerus. Beberapa hal yang diperhatikan dalam
membuat Lesson Plans, yaitu :
• Persiapan
• Merancang tujuan pembelajaran
• Langkah-langkah dan strategi untuk mencapai tujuan
• Cara melakukan asesmen perencanaan yang telah dibuat
4. Pembelajaran tematik, bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi anak untuk
membangun rasa kebersamaan dalam kelompok sesuai dengan ketertarikan, tema
atau proyek yang akan dikerjakan. Membangun rasa saling menghargai ide teman,
berbagi informasi dan pengetahuan, dan mengetahui peran dalam kelompok.
Pembelajaran berbasis tema lebih mudah dipahami anak dan dapat langsung
dihubungkan dengan pengalaman sehari-sehari sehingga pembelajaran menjadi lebih

Modul 3 PPG –Konten Kurikulum 19


bermakna. Pembelajaran menjadi lebih fleksibel, karena mengikuti ketertarikan anak
dan bertujuan memberikan pengalaman bagi anak. Memberikan kesempatan pada
anak baik secara individu maupun kelompok melalui berbagai aktivitas dan
memperoleh keterampilan baru. Berikut contoh pengembangan kegiatan sesuai tema
tentang konten studi sosial anak usia dini :

Budaya
- Kebiasaan apa saja yang ada di keluarga
- Dari daerah mana aku berasal ?

Sejarah
Diriku Identitas dan
- mengetahui hari lahirnya
Perkembangan Individu
- mengamati perubahan - Mengetahui identitas
yang terjadi pada dirinya dirinya
sejak kecil sampai usia
- mengamati perbedaan
sekarang dirinya dan teman sebayanya

Gambar 3.12 Contoh keterkaitan tema dengan konten studi sosial

Aktivitas pembelajaran dalam pengembangan studi sosial seharusnya dapat


mengajarkan anak tentang belajar untuk bekerja sama, mengembangkan keterampilan dalam
mengamati, membaca, menulis, wawancara, proses inquiry, dan belajar dengan berbagai
pilihan kegiatan (Mindes, 2006). Pengalaman belajar akan semakin bermakna ketika anak
diberikan pilihan kegiatan. Berdasarkan contoh pengembangan tema di atas , guru dapat
merancang dan melaksanakan kegiatan belajar sesuai dengan materi yang akan dikenalkan
pada anak. Guru juga dapat membuat penataan lingkungan belajar berbasis sentra dengan
melihat minat dan ketertarikan anak.
Dalam pengembangan studi sosial, anak akan belajar tentang proses dan pengetahuan
yang berkembang tentang fenomena sosial, dan pemanfaatan lingkungan belajar di kelas. Hal
terpenting dalam pengembangan studi sosial adalah melibatkan anak secara aktif dalam kelas
dan memberikan kesempatan pada anak untuk terlibat langsung dalam kegiatan di kelas.
Kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan anak dalam memahami pengetahuan sosialnya
harus dilakukan dalam kegiatan yang menarik dan dalam suasana yang menyenangkan.

Modul 3 PPG –Konten Kurikulum 20


D. Evaluasi Pembelajaran Studi Sosial
Proses pembelajaran yang baik dilaksanakan mulai dengan membuat rancangan
kegiatan belajar, melaksanakan rancangan kegiatan belajar, dan melakukan evaluasi
pelaksanaan kegiatan belajar. Dalam pembelajaran studi sosial, guru dapat melakukan
evaluasi kegiatan dengan menggunakan teknik asesmen. Asesmen yang sering digunakan
dalam penilaian perkembangan anak usia dini adalah dengan menggunakan metode
observasi. Observasi merupakan pengamatan yang dilakukan oleh guru atau observer lainnya
di sepanjang aktivitas anak di sekolah.observasi dapat dilakukan oleh guru dalam kegiatan
pembelajaran anak baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Observasi dilakukan
dalam kegiatan belajar yang alami sehingga tidak mengganggu aktivitas belajar anak.
Asesmen penting dilakukan oleh guru dengan tujuan untuk mengetahui tahapan
perkembangan anak dan kemajuan belajar anak sehingga guru dapat menyusun program
yang sesuai dengan kebutuhan anak. Asesmen penting dan dibutuhkan untuk melihat
bagaimana anak belajar dan bagaimana cara anak belajar. Beberapa bentuk asesmen yang
dapat dilakukan, yaitu obervasi, Portfolio, Informal interview, unjuk kerja dan checklist.
Tujuan asesmen adalah untuk memperbaiki dan mengembangkan kegiatan pembelajaran
yang sesuai dengan perkembangan anak usia dini dan kebutuhan anak usia dini. Dengan
melakukan pengamatan dan dokumentasi sehari-hari, guru akan mengetahui apa yang anak
ingin ketahui dalam pembelajaran di kelas dan apa yang anak butuhkan.

E. Rangkuman
1. National Council for the Social Studies (NCSS) mendefinisikan ilmu sosial adalah ilmu
yang terintegrasi dari ilmu pengetahuan sosial dan humanistik untuk memajukan
kompetensi yang sifatnya kewarganegaraan. Ilmu sosial saling berkordinasi,
sistematika pembelajarannya menggambarkan berbagai disiplin ilmu seperti
antropologi, arkeologi, ekonomi, geografi, sejarah, filsafat, pengetahuan politik,
psikologi, agama dan sosiologi atau humanistik. (NCSS, 2003)
2. Tujuan dari pembelajaran studi sosial adalah untuk mengembangkan kemampuan
anak dalam memperoleh pengetahuan tentang kewarganegaraan, memahami
keberagaman budaya, demokrasi sosial dalam hubungan dan lingkungan masyarakat
yang saling ketergantungan.

Modul 3 PPG –Konten Kurikulum 21


3. Tujuan pembelajaran studi sosial tidak hanya fokus pada konten pengetahuan
(knowledge) yang harus dipahami anak, tetapi penting juga bagi anak untuk memiliki
sikap yang baik dan memahami nilai-nilai yang berlaku di masyarakat (Attitude dan
Value), dan sampai pada tahapan bagaimana anak memperoleh keterampilan (Skills)
yang berguna ketika mereka dewasa.
4. Pengetahuan sosial yang anak pelajari harus disesuaikan dengan usia dan tahapan
perkembangan anak. Adapun 10 (sepuluh) pengetahuan yang dapat dipelajari anak,
1) Budaya, 2) Waktu, Kesinambungan, dan Perubahan, 3) Orang, Tempat, dan
Lingkungan, 4) Perkembangan individu dan identitas, 5) Individualitas, Kelompok, dan
Institusi, 6) Kekuatan, Kekuasaan, dan Pemerintah, 7) Produksi, Distribusi, dan
Konsumsi, 8) Sains, Teknologi, dan Kehidupan Masyarakat, 9) Hubungan Global dan
Kebebasan, dan 10) Kewarganegaraan.
5. Pembelajaran studi sosial harus dapat memberikan pengalaman bermakna bagi anak
agar lebih mudah memahami konsep studi sosial yang dipelajari. Anak harus diberikan
kesempatan untuk terlibat aktif dalam setiap kegiatan yang dirancang. Kegiatan
pengembangan studi sosial dapat dilaksanakan secara terintegrasi dengan
pembelajaran yang lain.
6. Tujuan asesmen dalam pembelajaran studi sosial adalah untuk memperbaiki dan
mengembangkan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak
usia dini dan kebutuhan anak usia dini. Dengan melakukan pengamatan dan
dokumentasi sehari-hari, guru akan mengetahui apa yang anak ingin ketahui dalam
pembelajaran di kelas dan apa yang anak butuhkan.

Modul 3 PPG –Konten Kurikulum 22

Anda mungkin juga menyukai