Anda di halaman 1dari 14

KEGIATAN BELAJAR 3

VOLUME PERNAPASAN DAN


GANGGUAN SISTEM RESPIRASI
KEGIATAN BELAJAR 3
VOLUME PERNAPASAN DAN
GANGGUAN SISTEM RESPIRASI
KEGIATAN BELAJAR 3
VOLUME PERNAPASAN DAN
GANGGUAN SISTEM RESPIRASI

Sub Capaian Pembelajaran Matakuliah

Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi volume pernapasan paru


pada manusia 
Menganalisis pengendalian sistem respirasi dan regulasi pusat respiratori
pada manusia
Mengorganisasi gangguan dan teknologi yang berhubungan dengan
sistem respirasi
Tujuan Pembelajaran
Mahasiswa mampu menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
volume pernapasan paru pada manusia 
Mahasiswa mampu menganalisis pengendalian sistem respirasi dan
regulasi pusat respiratori pada manusia
Mahasiswa mampu mengorganisasi gangguan dan teknologi yang
berhubungan dengan sistem respirasi

ILDA SARTIFA SARI 62


PETA
KONSEP
VOLUME DAN
KAPASITAS PARU
Pembagian Volume Paru

Volume Tidal Volume Cadangan Volume Cadangan Volume Residu


Inspirasi Ekspirasi
Pengertian Pengertian Pengertian Pengertian

Udara yang Dapat menghirup Menghembuskan Udara yang masih


mencapai alveoli udara ebih dari udara sekuatnya ada di dalam paru
yaitu 350 ml 500 ml yaitu rata- yaitu rata-rata yaitu 1.200 ml
rata 3.100 ml 1.200 ml

Kapasitas Paru
Terdiri dari

Kapasitas Residu
Kapasitas Inspirasi Kapasitas Total Paru
Fungsional

Keseluran kemampuan VCI + VT + VCE = 3.600ml + Semua volume udara yaitu


inspirasi yaitu VT + VCI = 1.200ml = 4.800ml 6.000ml
500ML + 3.100 ML = 3.600 ml

PENDAHULUAN
Perpindahan udara selama pernapasan dapat dibagi menjadi empat
volume paru-paru: (1) volume tidal, (2) volume cadangan inspirasi, (3)
volume cadangan ekspirasi, dan (4) volume residu. Sedangkan untuk
kapasitas paru dapat diketahui dengan menjumlahkan semua volume
paru-paru. Kapasitas paru terdiri dari tiga yaitu; (1) kapasitas inspiratory
adalah keseluruhan kemampuan inspiratori paru-paru, yaitu volume tidal
dan volume cadangan inspirasi, (2) kapasitas residu fungsional adalah
volume udara cadangan inspirasi, volume udara tidal, dan volume udara

ILDA SARTIFA SARI 63


cadangan ekspirasi dan terakhir (3) kapasitas total paru-paru merupakan
penjumlahan semua volume udara yang ada pada paru-paru. Volume
pernapasan pada manusia dibedakan berdasarkan jenis kelamin, berat
badan, usia, kesehatan, dan aktivitas.
Pada kegiatan belajar 3, Anda akan mempelajari volume pernapasan
dan gangguan sistem respirasi. Kegiatan belajar 3 akan menuntun Anda
untuk melalukan pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing. Anda
akan diberikan fenomena yang berhubungan dengan volume pernapasan.
Berdasarkan fenomena, Anda diminta untuk memfokuskan pertanyaan,
merencanakan penyelidikan, melaksanakan penyelidikan, menganalisis
hasil penyelidikan, membentuk pengetahuan baru, dan
mengomunikasikan pengetahuan baru. Ikutilah sintaks pembelajaran
inkuiri terbimbing pada Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) 3 di bawah!

1 Mengeksplorasi
Fenomena
Seorang dewasa normal melakukan 14-18 kali respirasi setiap menit
dalam keadaan istirahat sebanyak 12-15 kali, selama ini paru-paru
mempertukarkan udara di dalamnya dengan atmosfer. Volume paru pada
manusia dibedakan menjadi volume tidal, volume cadangan inspirasi,
volume cadangan ekspirasi, volume residu, dan kapasitas vital paru.
Kapasitas paru dapat dihitung dengan menjumlahkan berbagai volume
paru. Setiap individu memiliki volume pernapasan yang berbeda di
sebabkan oleh beberapa faktor diantaranya umur, kesehatan, jenis
kelamin, aktivitas dan berat badan.
Berat badan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor salah
satunya diakibatkan karena mengkonsumsi makanan tinggi lemak berlebih
maka akan menimbulkan penyimpanan lemak berlebih di dalam tubuh
terutama pada area sekitar perut. Dampak dari penyimpanan lemak
berlebih di area perut mengakibatkan dinding dada dan diafragma akan
terdorong ke atas dan menyebabkan paru-paru jadi sesak. Hasilnya akan
mengakibatkan seseorang kesulitan untuk bernapas, sehingga juga akan
mempengaruhi volume pengambilan oksigen dan irama pernapasan.
Selain itu, terjadi perubahan karakteristik pada sistem mekanika
pernapasan yaitu terdapat adanya jaringan adiposa sekitar tulang rusuk,
abdomen, dan rongga viseral yang mengisi dinding dada mengakibatkan
tekanan intraabdominal meningkat, menurunkan volume paru akhir
ekspirasi, kerja pernapasan meningkat yang pada dasarnya adanya
penurunan Forced Expiratory Volume (FEV) dan Forced Vital Capacity

ILDA SARTIFA SARI 64


(FVC), karena volume paru yang lebih sedikit, meyebabkan penurunan
diameter saluran pernapasan dan meningkatnya sumbatan saluran
pernapasan (Haitamy, 2015). Terjadinya peningkatan resistensi saluran
pernapasan sehingga menyebabkan gangguan saluran pernapasan.
Gangguan sistem pernapasan yang diakibatkan oleh tingginya kadar
lemak di dalam tubuh karena konsumsi makanan tinggi lemak (HFD),
sehingga dilakukan sebuah penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan
memberi makanan tinggi lemak atau Higrow Phokpan pada mencit jantan
terlebih dahulu yang kandungannya terdiri dari kuning telur bebek, tepung
terigu, corvet, beras jagung, asam kolat (Arifah, 2018). Selanjutnya,
dilakukan pencegahan dengan memberikan ekstrak bawang putih tunggal
dengan dosis yang bebeda. Perlakuan pertama (P1) dengan dosis
100mg/kgBB, perlakuan kedua dengan dosis 200mg/KgBB, dan perlakuan
ketiga (P3) dengan dosis 400mg/KgBB. Berdasarkan pada hasil penelitian
terbukti bahwa salah satu manfaat ekstrak bawang putih tunggal (Allium
sativum) yaitu dapat menurunkan tingginya kadar lemak dalam tubuh
yang akan berakibat pada obesitas. Kemudian, dilakukan penimbangan
berat badan setiap satu kali dalam satu minggu. Pembuktian ini dilakukan
dengan cara menimbang berat badan mencit setiap 1 kali dalam
seminggu. Data berat badan mencit dapat dilihat pada Tabel 4 dibawah
ini.

Tabel 4. Data Berat Badan Mencit


Perlakuan Minggu ke-
Jumlah Rerata
1 2 3 4
P1 29,5 29,14 28,58 28,06 115,28 28,82
P2 36,91 36,72 35,42 34 143,05 35,76
P3 41 40,05 38,82 38,3 158,62 39,65

Yuk....intip video cara membuat pakan tinggi lemak (HFD) dan video
kegiatan penelitian (salah satunya menimbang berat badan mencit)
dengan membuka link di bawah ini.

1. Link membuat pakan tinggi lemak (HFD)


https://drive.google.com/open?
id=1PFcVmnLkJeoGEaotJHckeScV1gznj30G

2. Link kegiatan selama penelitian (menimbang berat badan mencit)


https://drive.google.com/open?
id=19jOlDIdTpLtEkH3LhRJ4xOaXNDcfMppm

ILDA SARTIFA SARI 65


2 Memfokusan
Pertanyaan
Tahap
Jawab: memfokuskan pertanyaan melatih aspek Fluency. Fluency
merupakan kefasihan mengacu pada kuantitas atau kemampuan untuk
Makanan yang tinggi lemak dapat mengakibatkan obesitas. Hal tersebut terjadi karena
menghasilkan sejumlah
konsumsi makanan besar
yang tinggi ide
lemak akan dalam menanggapi
mengakibatkan pertanyaan
resiko yang tinggi terhadap
terbuka atau mengacu
terjadinya pada proses
obesitas. Obeseitas berpikirpenurunan
akan menyebabkan seseorang. kemampuan regangan paru,
dinding thorax dan sistem pernafasan secara keseluruhan. Pada penderita obesitas otot-otot
pernafasan harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan tekanan negatif yang lebih tinggi
Berdasarkan fenomena
pada rongga yang aliran
pleura untuk memungkinkan diberikan, jawablah
udara masuk saat beberapa
inspirasi. Penderita obesitas
pertanyaan dibawah ini!
menunjukkan penurunan respon pernapasan terhadap CO2 dibandingkan dengan non-
obesitas. Oleh karena itulah penderitas obesitas dapat mengalami penurunan volume
1. Mengapa makanan tinggi lemak (HFD) dapat mempengaruhi volume
pernafasan.
pernapasan?
Orang yang memiliki berat badan di atas normal maka dapat berakibat obesitas. Orang
2. Mengapa berat
tersebut badan,kesulitan
akan mengalami jenisdalam
kelamin, umur,
mengatur irama dan atau
pernafasan aktivitas dapat
frekuensi keluar
mempengaruhi frekuensi
atau masuk kedalam paru, atau volume
sehingga pernapasan?
berpengaruh terhadap terhadap volume pernafasan.
Kapasitas vital
3. Jelaskanlah apakah laki-laki lebih
gangguan sistem vital
besar daripada kapasitas perempuan.yang
respirasi Volume terjadi
dan kapasitas
jika
seluruh paru pada wanita kira-kira 20 sampai 25 persen lebih kecil daripada pria. Oleh karena
mengkonsumsi makanan
itulah jenis kelamin dapat tinggi lemak
berpengaruh (HFD)?
terhadap volume respirasi. Semakin tua umur
seseorang akan semakin rendah frekuensi pernapasan dan akan memnyebabkan penurunuan
volume pernapasan. Hal ini berhubungan dengan energi yang dibutuhkan. Olahraga
merupakan salah satu kegiatan yang menyebabkan perubahan besar dalam sistem sirkulasi
dan pernapasan. Oleh karena itulah aktivitas seseorang akan berpengaruh terhadap volume
pernapasannya.
Mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak akan beresiko terhadap obesitas. Obesitas akan
berpengaruh terhadap kekuatan otot-otot inspirasi dan ekspirasi. Diduga pada penderita
obesitas indlasi lemak pada otot-otot dan perenggangan yang berlebihan pada otot diafragma.
Pada penderita obesitas sederhana mengalami penurunan CO2 dan perbedaan tekanan oksigen
alveolar dan arteri yang makin melebar. secara keseluruhan terjadi peningkatan beban kerja
pada penderita obesitas karena adanya peningkatan oxigen, penurunan kemampan renggangan
jaringan paru, peningkatan tekanan sistem pernapasan dan peningkatan ambang beban
inspirasi akibat massa jaringan lemak yang berlebihan.

ILDA SARTIFA SARI 66


3 Merencanakan
Penyelidikan
Tahap merencanakan penyelidikan melatih aspek Originality dan Fluency.
Originality merupakan mengacu pada kemampuan untuk menghasilkan
ide-ide baru dan tidak biasa. Fluency merupakan kefasihan mengacu
pada kuantitas atau kemampuan untuk menghasilkan sejumlah besar ide
dalam menanggapi pertanyaan terbuka atau mengacu pada proses
berpikir seseorang.
Berdasarkan pertanyaan yang sudah dibuat pada bagian sebelumnya,
rencanakanlah penyelidikan bersama kelompokmu! Sebelum melakukan
penyelidikan manfaatkan buku pokok, internet, artikel jurnal, dan laptop
untuk menemukan informasi guna membantu menjawab pertanyaan yang
telah di susun. Carilah referensi atau sumber belajar yang sesuai untuk
memudahkan kalian menjawab pertanyaan tersebut!
Jawab:
Anda diminta untuk merumuskan hipotesis sesuai dengan
Konsumsi makanan yang tinggi lemak akan berakibat terhadap resiko obesitas yang akan
permasalahan utama
mempengaruhi yang telah ditentukan pada poin di atas
volume pernapasan.
sebelumnya.
Berat badan, usia, jenis kelamin dan aktivitas yang menjadi rutinitas sehari-hari akan
memberikan pengaruh terhadap volume respirasi.
Gangguan yang dapat disebabkan konsumsi makanan yang tinggi lemak yaitu resiko
terjadinya penyakit obesitas yang akan berpengaruh terhadap volume pernapasan

Berdasarkan
Jawab: hipotesis yang telah dirumuskan. Buatlah rancangan
umum penyelidikan yang akan dilakukan. Selain itu, tuliskanlah
alat dan bahan yang diperlukan!

ILDA SARTIFA SARI 67


Jenis kelamin dan aktivitas seseorang akan berpengaruh terhadap volume
respirasinya. Hal tersebut dapat di buktikan melalui praktikum tentang irama pernapasan
dimana seorang praktikan akan diminta untuk menghitung irama pernapasannya ketika dia
dalam kondisi normal (tanpa beraktivitas berat) dan akan di bandingkan dengan irama
respirasi ketika praktikan tersebut sudah melakukan aktivitas yang lebih berat.

4 Melaksanakan
Penyelidikan
Tahap melaksanakan penyelidikan melatih aspek Elaboration dan
Flexibility.
Elaboration merupakan mengacu pada kemampuan untuk
menambahkan detail dan memperluas ide. Flexibility merupakan
mengacu pada kemampuan untuk mengubah arah pemikiran seseorang
atau mengubah sudut pandang. Flexibility melibatkan keterbukaan untuk
menguji ide atau pengalaman dengan cara yang tidak terduga atau
beragam.

Mulailah bersama kelompok untuk mengumpulkan informasi


atau data untuk menjawab pertanyaan yang sudah
dirumuskan. Penyelidikan dapat dilakukan dengan praktikum
dan menggunakan berbagai sumber rujukan (buku, artikel
jurnal, dan internet).

Tulislah beberapa metode alternatif yang dapat digunakan untuk


membuktikan hipotesis anda, kemudian pilihlah satu metode yang
digunakan untuk penelitian ini. Buatlah rancangan langkap pengamatan
dari metode yang dipilih. Diskusilah rencana urutan langkah pengamatan
mengukur volume dan irama pernapasan paru yang dilakukan di
laboratorium. Lakukanlah kegiatan praktikum yang sudah direncanakan.
PERCOBAAN
Tuliskan MENGUKUR
pula alat dan bahan VOLUME
yang digunakan DAN
selama IRAMA
pengamatan.
PERNAPASAN
A.
Tuj
ua
n

ILDA SARTIFA SARI 68


Mengetahui frekuensi pernafasan dan faktor-faktor yang mempengaruhi irama pernafasan

B. Alat dan Bahan


1. Alat 2. Bahan
a) Kantong plastik
a) Pipa tiup
b)
b) Spirometer
c)
c)
d)
C. Prosedur Kerja

1. Pelaku duduk santai, hitung frekuensi pernafasannya dalam 1 menit


2. Mintalah pelaku bernafas cepat selama 1 menit, setelah itu mintalah bernapas normal
selama 1 menit, hitunglah frekuensi pernaasan per menit
3. Pelaku memegang kantong plastik sedemikian rupa sehingga nult dan hidung berada di
dalam kantong plastik. Mintalah pelaku bernafas selama 2 menit. Hitung frekuensi
pernafasan permenit diluar kantong.
4. Pelaku berlari ditempat 60 langkah, setelah itu duduk dikursi. Hitunglah frekuensi
pernapasannya per menit.
5. Ulangi langkah 1 sampai 4, setiap kali selesai melakukan kegiatan pelaku menarik napas
panjang, menutup hidung, menahan selama mungkin sampai pelaku harus bernapas lagi.
Catat waktunya.
6. Ulangi perlakuan 5, tetapi pelaku menghembuskan napas panjang. Catat hasilnya.

ILDA SARTIFA SARI 69


Hasil
Pengamatan
Tulislah hasil pengamatan Anda dalam bentuk tabel dan sesuaikan sendiri
kolom dan baris tabel sesuai kebutuhan data yang akan di bahas pada
bagian di bawah ini! (Buatlah 2 tabel yang berhubungan dengan volume
pernapasan dan frekuensi pernapasan)
1. Volume Pernapasan

Laki – Laki Volume Perempuan Volume


Volume cadangan 800 mL Volume cadangan 1200 mL
Inspirasi Inspirasi
Volume cadangan 1400 mL Volume cadangan 1200 mL
ekspirasi ekspirasi
Volume tidal 400 mL Volume tidal 400 mL
Kapasitas vital 2600 mL Kapasitas vital 2800 mL

2. Frekuensi Pernapasan

Perlakuan Frekuensi
Pelaku duduk santai 21 frekuensi
Pelaku bernapas normal 28 frekuensi
Pelaku bernapas dengan menggunakan Pelaku 1 : 30 kali/menit
kantong plastik selama 2 menit
Pelaku 2: 19,5 kali/menit

Pelaku berlari ditempat (60 langkah) selama Pelaku 1: 30 kali/menit


1 menit Pelaku 2: 33 kali/menit

Pelaku menarik napas panjang, menutup Pelaku 1: 45 detik


hidung menahan sekuat mungkin Pelaku 2: 47 detik
Diulangi perlakuan sebelumnya, tetapi pelaku Pelaku 1: 14,43 detik
menghembuskan napas panjang Pelaku 2: 11,55 detik

ILDA SARTIFA SARI 70


5 Menganalisis Hasil
Penyelidikan
Tahap melaksanakan penyelidikan melatih aspek Flexibility.
Flexibility merupakan mengacu pada kemampuan untuk mengubah arah
pemikiran seseorang atau mengubah sudut pandang. Flexibility
melibatkan keterbukaan untuk menguji ide atau pengalaman dengan cara
yang tidak terduga atau beragam.
Berdasarkan data yang di peroleh, lakukanlah analisislah
secara deskriptif dan kuantitatif bersama angggota kelompok
Anda. Sebutkan bukti yang di dapat dari percobaan yang
sudah di lakukan dan berikan argument yang relevan ilmiah
terhadap data hasil percobaan.

Pada perlakuan volume pernapasan, pelaku menghirup udara dengan


inspirasi normal, kemudian pelaku menghembuskan udara sekuat mungkin
pada spirometer didapatkan hasil yaitu pada laki-laki volume cadangan
inspirasi sebesar 800 mL dan ekspirasi sebesar 1400 mL, sedangkan
perempuan volume cadangan inspirasi sebesar 1200 mL dan ekspirasi
sebesar 1200 mL. Laki-laki dan perempuan memiliki volume tidal yang
sama yaitu 400 mL. Dan untuk kapasitas vital laki-laki sebesar 2600 mL
sedangkan perempuan sebesar 2800 mL. Menurut Tambayong (2001),
volume dan kapasitas vital pada perempuan kira-kira 20-25 persen lebih
kecil daripada laki-laki. Berdasarkan percobaan terdapat perbedaan kapasitas
paru-paru pada tiap pelaku, hal ini dikarenakan beberapa faktor yang
mempengaruhi yaitu jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, usia, lingkar
dada dan aktifitas yang dilakukan. Dalam percobaan ini faktor yang paling
mempengaruhi yaitu berat badan dan aktifitas pelaku. Hal tersebut sesuai
dengan teori Fazriah (2014) yang menyatakan bahwa berat badan
mempengaruhi kapasitas vital paru-paru seorang manusia. Berat badan yang
kurang proposional mempengaruhi banyak sedikitnya konsumsi oksigen.
Berat badan yang berlebih akan memaksa paru paru bekerja ekstra. Hal ini
dikarenakan proses pembakaran zat makanan di dalam tubuh untuk
menghasilkan energi membutuhkan energi yang lebih. Selain itu, aktifitas
seseorang mempengaruhi besarnya volume paru-paru. Peningkatan
kebutuhan oksigen dalam tubuh dapat terjadi dengan kita melakukan suatu
aktifitas, proses pembakaran di dalam tubuh berjalan semakin cepat untuk
menghasilkan energi yang dibutuhkan. Selain itu, kebutuhan oksigen untuk
respirasi sel juga semakin banyak sehingga paru-paru akan mengembang
untuk menampung lebih banyak udara yang masuk. Jadi, Semakin banyak
aktivitas seseorang, maka kapasitas pernapasan juga ILDAakan semakin
SARTIFA SARI 71
meningkat (Mair, 2017).
Pada percobaan frekuensi pernapasan dengan perlakuan dengan subjek duduk
santai didapatkan frekuensi sebesar 21, sedangkan pada perlakuan bernapas normal
didapatkan frekuensi sebesar 28. Frekuensi pernapasan pada saat duduk santai lebih
rendah dibandingkan yang lainnya, namun memiliki kemampuan menahan nafas
paling baik dan waktu penghembusan nafas paling singkat. Hal ini karena udara yang
tersimpan dalam paru-paru sebagai cadangan respirasi cukup banyak (Effendi, 2015).
Perlakuan selanjutnya yaitu dengan bernafas di dalam kantong plastik selama 2
menit didapatkan perebedaan yang cukup signifikan pada pelaku 1 dan 2 yaitu pelaku
1 frekuensi sebesar 30 kali/menit dan pelaku 2 19,5 kali/menit. Berdasarkan data
tersebut diketahui bahwa pelaku 2 memiliki frekuensi pernafasan lebih rendah
dibandingkan pelaku 1. Pada pelaku 2 sudah sesuai dengan teori, bahwa ketika
bemafas di dalam plastik, maka ketersediaan oksigen sangat terbatas hanya pada
lingkungan di dalam plastik tersebut. Ketika sekian kali respirasi, maka ketersediaan
oksigen di dalam plastik semakin berkurang berganti dengan karbondioksida karena
hasil dari ekshalasi berupa karbondioksida. Dalam keadaan seperti ini akan semakin
sulit untuk mengambil oksigen pada inhalasi karena plastik semakin berisi dengan
karbondioksida dan ketersediaan oksigen semakin berkurang sehingga irama
pernafasan yang terjadi semakin pelan karena sesak (Mrwaldi, 2009).
Perlakuan selanjutnya yaitu dengan subjek lari di tempat selama 1 menit
didapatkan irama frekuensi respirasi yang terjadi pada pelaku 1 dan pelaku 2 yang
tidak jauh berbeda yaitu 30 kali/menit dan 33 kali/menit. Ketika tubuh sedang bekerja
keras (berlari), maka irama pernapasan yang terjadi tidak teratur. Hal ini dikarenakan
waktu inhalasi dan ekhalasi yang tidak optimal ketika tubuh sedang berlari, dan irama
respirasi akan menjadi lebih cepat setelah subjek beristirahat untuk mengembalikan
tenaga yang terpakai selama berlari. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan
bahwa kapasitas vital paru dapat dipengaruhi oleh kebiasaan seseorang melakukan
olahraga (dalam hal ini berlari). Olah raga dapat meningkatkan aliran darah melalui
paru-paru sehingga menyebabkan oksigen dapat berdifusi ke dalam kapiler paru
dengan volume yang lebih besar atau maksimum. Kapasitas vital pada seorang atletik
lebih besar daripada orang yang tidak pernah berolahraga. Kebiasaan olah raga akan
meningkatkan kapasitas paru dan akan meningkat 30-40 % (Tambayong, 2001).
Dan pada perlakuan menarik napas panjang kemudian menutup hidung dan
menahan sekuat mungkin didapatkan hasil yaitu pada pelaku 1 frekuensi sebesar 45
detik dan pelaku 2 sebesar 47 detik, sedangkan pada perlakuan menghembuskan napas
panjang kemudian menutup hidung didapatkan hasil yaitu pada pelaku 1 frekuensi
sebesar 14,43 detik dan pelaku 2 sebesar 11,55 detik. Perbedaan frekuensi irama
pemafasan dapat discbabkan karena faktor usia, jenis kelamin dan berat tubuh. Hal ini
sesuai dengan teori bahwa irama dasar respirasi ditentukan oleh sistem saraf dalam
medulla dan pons. Ukuran rongga dada dipengaruhi oleh kegiatan otot pernafasan.
Otot-otot ini berkontraksi dan relaksasi sebagai respon impuls saraf yang ditransmisi
kepadanya dari pusat di otak ,(Soewolo, 2003).

ILDA SARTIFA SARI 72


6 Membentuk
Pengetahuan Baru
Tahap merencanakan penyelidikan melatih aspek Originality.
Originality merupakan mengacu pada kemampuan untuk menghasilkan
ide-ide baru dan tidak biasa.

Berdasarkan hasil analisis data, buatlah pengetahuan baru


yang Anda pahami bersama anggota kelompokmu!

Berdasarkan hasil analisis berat badan serta aktifitas seseorang mempengaruhi akan
kapasitas vital paru - paru. Seseorang dengan berat badan yang lebih maka juga
membutuhkan oksigen yang lebih banyak dan mendorong paru paru bekerja lebih.
Dengan banyak beraktifitas dapat meningkatkat volume pernapasan. Hal ini dikarenakan
dengan banyaknya dilakukan aktifitas maka terjadi proses pembentukan energi yang
semakin cepat dan membutuhkan oksigen yg lebih besar.

Apakah pengetahuan baru ini dapat diterapkan dalam kehidupan


sehari-hari? Jelaskan contohnya!

Iya dapat di terapkan, yaitu kita harus mengurangi makan makanan berlemak tinggi agar
tidak mengalami obesitas atau kelebihan berat badan sehingga paru - paru dapat bekerja
secara normal.
Selain itu juga dengan beraktifitas atau berolahraga dapat di lakukan secara rutin sehingga
dapat memperbesar volume pernapasan sehingga paru - paru tidak bekerja terlalu keras

7 Mengomunikasikan
Pengetahuan Baru
ILDA SARTIFA SARI 73
Tahap melaksanakan penyelidikan melatih aspek Elaboration dan
Flexibility.
Elaboration merupakan mengacu pada kemampuan untuk
menambahkan detail dan memperluas ide. Flexibility merupakan
mengacu pada kemampuan untuk mengubah arah pemikiran seseorang
atau mengubah sudut pandang.
Persentasikan hasil diskusi Anda di depan kelas,
Anda dapat memilih berbagai cara metode
persentasi. Misalnya menggunakan poster, peta
konsep atau peta pikiran.

Pertanyaan Aspek Keterampilan Berpikir Kreatif (Methapora


Thingking)
Mengacu
Jawablah pada kemampuan
pertanyaan di bawahuntuk
ini! menggunakan perbandingan atau
analogi untuk membuat koneksi baru. Misal: konsep volume cadangan
1. Jelaskanlah konsep bagaimana aktivitas mempengaruhi irama
ekspirasi, analoginya yaitu pada saat aisyah meniup balon sampai
pernapasan dan analogikanlah konsep tersebut sehingga mudah
Jawab:
balon mengembang, maka udara yang ada di dalam balon merupakan
dipahami!
udara cadangan
konsep mekanisme ekpirasi paru.
pernapasan
Mekanisme pernapasan diibaratkan sebagai sebuah pipet saat karet pipet ditekan maka
larutan akan masuk kedalam pipet, larutan ini diumpamakan sebagai udara yang masuk
pada saat inspirasi. Karena ada tekanan dari luar dan saat karet pipet dilepas maka
larutan tersebut akan keluar karena tekanan diluar dan didalam pipet sama larutan yang
keluar juga diumpakan sebagai udara yang keluar pada saat ekspirasi.

ILDA SARTIFA SARI 74


Jawab: Stagnan hiposia terjadi karena hemoglobin pada darah tidak
2. Jelaskan konsep bagaimana
mampu membawa oksigen keproses terjadinya
jaringan gangguan
karena adanya stagnan
kegagalan
hipoksia pada manusia dan analogikanlah konsep tersebut sehingga
sirkulasi. Kegagalan sirkulasi ini disebabkan emboli paru, yaitu kondisi
mudah dipahami!
ketika arteri pulmonalis (pembuluh darah yang membawa darah dari
jantung menuju paru-paru) mengalami penyumbatan, biasanya
akibat gumpalan darah yang berasal dari kaki atau bagian tubuh
lainnya. Analoginya yaitu jika ada alat hidroponik dengan beberapa
celah air yang akan mengantarkan nutrisi ke seluruh tanaman. Jika
celah air tersebut tersumbat maka akan menghambat nutrisi yang
akan disalurkan terhadap tanaman sehingga asupan nutrisi yang
dibutuhkan tanaman hidroponik tersebut sangat berkurang sehingga
dapat memberikan dampak negatif misalnya pertumbuhan yang akan
terhambat dan bisa beresiko mati. Hal tersbut sama halnya dengan
penyakit stagnan hipoksia yang apabila tidak cepat ditangani dapat
beresiko kematian

Lakukan Refleksi Diri: Pelajaran berharga apa yang saya dapatkan hari
ini?
Jawab :
Pelajaran berharga yang saya dapatkan hari ini adalah :
Dapat mengetahui pengukuran volume pernapasan setiap anggota
kelompok.
Dari hasil pengukuran volume pernapasan menunjukkan bahwa
banyak faktor yang dapat mempengaruhi volume pernapasan
tersebut.
Dapat mengenal, menggunakan alat pengukur volume pernapasan
sekaligus mempraktikkan langsung sehingga kita dapat mengetahui
volume respirasi kita.

ILDA SARTIFA SARI 75