Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

TAKSONOMI TUMBUHAN
(Cyanophyta)
Disusun Sebagai Syarat Memenuhi Tugas Taksonomi Tumbuhan

Kelompok:
Ni Kadek Dewi Permatasari (A 221 18 025 )
Helena Angelia ( A 221 18 076 )
Asmaul Husana ( A 221 18 148 )
Nurul rezky amalia ( A 221 18 032 )
Namira Ramadani ( A 221 18 047 )
Tira Elovani Br. Ginting ( A 221 18 081)
Fahrudin L. Gumal ( A 221 18 142 )

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami haturkan kehadirat Tuhan yang maha Esa atas segala
rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis bisa meenyelesaikan Makalah ini ini
dengan baik.
Dalam menyelesaikan makalah ini tidak lupa kami ucapkan kepada
Bapak/Ibu Dosen Pengampu matakuliah TAKSONOMI TUMBUHAN, yang
mana telah memberi kesempatan untuk menyusun makalah ini guna untuk
menambah dan meningkatkan pengetahuan serta wawasan kami.
Makalah ini telah di upayakan agar dapat sesuai dengan apa yang di
harapkan dan dengan terselesainya makalah ini sekiranya bermanfaat dalam dunia
pendidikan khusunya pada proses belajar dan pembelajaran .makalah ini kami
sajikan sebagai bagian dari proses pembelajaran agar kiranya kami sebagai
mahasiswa dapat memahami betul tentang perlunya sebuah tugas agar menjadi
bahan pembelajaran.
Meskipun sudah terselesaikan, penulis menyadari bahwa dalam makalah
ini masih banyak terdapat kekurangan. Sehingga sangat besar harapan penulis
bahwa semua pihak khususnya pembaca bisa memberikan saran dan kriktik yang
membangun untuk meningkatkan kualitas Pembelajaran kedepanya dan semoga
bisa bermanfaat untuk semua pihak.

Palu, 9 Desember 2020

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................i
DAFTAR ISI .................................................................................................... ii
BAB I. PENDAHULUAN ............................................................................. 1
A. Latar Belakang................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................... 1
C. Tujuan .............................................................................................. 1
BAB II. PEMBAHASAN ............................................................................... 2
A. Deskripsi umum cyanophyta ................................................................ 2
B. Klasifikasi cyanophyta ......................................................................... 5
BAB III.PENUTUP ......................................................................................... 14
A. Kesimpulan ........................................................................................... 14
B. Saran ..................................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 15

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Monera berasal dari bahasa Yunani, moneres yang berarti tunggal. Monera
meliputi organisme bersel satu yang mempunyai struktur tubuh amat sederhana
dan bersifat prokariotik. Sel prokariotik adalah sel yang materi genetiknya belum
terlindungi oleh selaput inti atau karioteka. Monera, menurut system
klasifikasi Carl Woose 1977 di kelompokkan menjadi dua subkingdom,
yaitu Eubacteria dan Archaebacteria.Cyanobacteria termasuk anggota subkingdom
Eubacteria.
Cyanophyta(ganggang biru) itu merupakan filum dari kingdom monera,
dimana kingdoommonera terdiri dari dua filum yaitu bateri dan cyanotpyta
tadi.Sekarang klasifikasi ilmiah yang dipakai yaitu sistem klasifikasi tiga domain
sistem klasifikasi inilah yang membuat nama ganggang biru jadi ganggang hijau
biru.
Alga ini disebut alga hijau-biru karena berwarna hijau kebiruan. Warna itu
diakibatkan oleh warna klorofil dan pigmen biru (fikosianin). Alga hijau-biru
banyak dijumpai di tempat-tempat yang lembap, misalnya diatas tanah, batu
tembok, sawah, parit, dan di laut. Jika mengering, koloni alga hijau biru
mengelupas seperti kerak. Alga hijau biru biasanya hidup dilingkungan yang
sedikit asam hingga basa. Selain hidup bebas, alga hijau biru juga ada yang hidup
bersimbiosis dengan organisme lain, oleh karena itu dalam makalah ini akan di
bahas lebih dalam mengenai Cyanophyta.

B. Rumusan Masalah.
a. Bagaimana deskripsi umum dari cyanophyta?
b. Bagaimana klasifikasi dari cyanophyta?

C. Tujuan
a. Untuk mengetahui deskripsi umum dari cyanophyta
b. Untuk mengetahui Klasifikasi dari cyanophyta

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Deskripsi Umum Cyanophyta


Cyanophyta (ganggang biru) itu merupakan filum dari kingdom monera,
dimana kingdoommonera terdiri dari dua filum yaitu bateri dan cyanotpyta
tadi.Sekarang klasifikasi ilmiah yang dipakai yaitu sistem klasifikasi tiga domain
sistem klasifikasi inilah yang membuat nama ganggang biru jadi ganggang hijau
biru. Ganggang hijau – biru memiliki afinitas mirip bakteri sehingga disebut juga
Cyanobacteria karena organisasi seluler dan biokimianya.deskripsi cyanophyta
dapat pula di lihat dari:
 Bentuk sel
Cyanophyta mempunyai ukuran sekitar 1-60 µm. Cyanophyta yang berukuran
paling besar adalah Oscillatoria princeps . Ukuran tubuh Cyanophyta yang
bervariasi berkaitan dengan bentuknya yang juga bervariasi. Bentuk tubuh
Cyanophyta ada yang bulat dan ada yang berbentuk benang (filamen).
Cyanophyta bentuk bulat merupakan Cyanophyta uniseluler yanghidup soliter
atau berkolobi. Cyanophyta bentuk benang disebut juga trikoma . Cyanophyta
bentuk benang merupakan Cyanophyta multiseluler. Pada Cyanophyta bentuk
benang, misalnya Anabaena, terdapat tigamacam sel utama, yaitu heterokista,
akinet, dan baeosit. Heterokista merupakan sel berdindingtebal yang berguna
untuk mengikat nitrogen. Akiner adalah sel berdinding tebal yang berfungsi
untuk pertahanan diri. Sedangkan baeosit adalah sel-sel bulat kecil hasil
reproduksi. Baeosit juga berfungsi melakukan fotosintesis.
Struktur dan fungsi sel Cyanophyta mirip dengan struktur dan fungsi sel
bakteri.Dinding selnyamemiliki susunan serupa dengan bakteri Gram negatif,
yaitu mengandung lapisan peptidoglikan yang tipis. Bagian luar dinding
selnya mengandung lapisan lendir. lapisan lendir ini pada beberapa jenis
Cyanophyta dapat membantu gerakan dengan cara meluncur.Sitoplasma
Cyanophyta tidak memliki banyak organel serta tidak memiliki membran
inti(prokariotik). membran fotosintetiknya (membran tilakoid) mengandung

2
pigmen klorofil, karoten, dan pigmen tambahan. Pigmen tambahan berupa
fikosianin yang berwarna biru danfikoeritrin berwarna merah. Pigmen-pigmen
tersebut yang menyebabkan warna Cyanophyta beraneka ragam darihijau,merah,
ungu, sampai kehitaman. Sehingga Cyanophyta sering juga disebut ganggang
hijau-biru. Tubuh Cyanophyta juga memiliki vakuola gas yang
memungkinkannya mengambang dekat permukaan air, yang memiliki intesitas
cahaya matahari yang tinggi. Cyanophyta membutuhkan cahaya matahari
untuk proses fotosintesis.
 Habitat Cyanophyta
Cyanophyta dpat ditemukan pada berbagai lingkungan misalnya danau, laut,
sungai, tanah, batu, dan rawa. Cyanophyta dapat terlihat dengan mata telanjang
berupa lapisan tipis berwarna hijau biru, merah, atau ungu kehitaman. Pada saat
tertentu, Cyanophyta yang hidup di air muncul berlimpah sehingga menyebabkan
air tampak berwarna seperti warna Cyanophyta tersebut. Contohnya Cyanophyta
berwarna hijau biru (Anabaena ) membuat air sawah tampak kehijauan dan
Cyanophyta merah (Ascillatoria rubescens) membuat laut di daerah Timur
Tengah berwarnamerah sehingga disebut Laut Merah. Beberapa jenis Cyanophyta
yang dapat mengikat nitrogen berperan sebagai tumbuhan perintis pada habitat
miskin nutrisi (makanan), misalnya pantai berpasir atau gurun.Cyanophyta,
Syneckococcus lividus dapat hidup di habitat yang ekstrim, misalnya
habitatdengan tingkat keasaman tinggi (pH 4,0) dan temperatur tinggi (70
C). Sedangkan jenis lainnyaada yang hidup bersimbiosis dengan organisme lain,
misalnya Nostoc dan Anabaena azollae . Nostoc hidup bersama dengan jamur
membentuk lumut kerak (Lichen) Peltigera , serta hidup diakar tumbuhan paku
Cycas. Anabaena azollae hidup di daun tumbuhan paku air Azolla pinata
.Simbiosis antara Cyanophyta dengan organisme lain saling memberi keuntungan.
Cyanophyta terutama berperan dalam memberikan nutrisi organik pada
organisme simbiotiknya. Sedangkan organisme simbitiknya memberikan
kelembaban dan nutrisi anorganik pada Cyanophyta
 Manfaat dan peranan Cyanophyta
Berikut ini terdapat beberapa manfaat cyanophyta, terdiri atas :

3
1. Nosto
Perendaman sawah selama musim hujan mengakibatkan Nostoc tumbuh subur
dan memfiksasi N2 dari udara sehingga dapat membantu penyediaan nitrogen
yang digunakan untuk pertumbuhan padi.
2. Anabaena azollae
Hidup bersimbiosis dengan Azolla pinata ( paku air ). Paku ini dapat
memfiksasi nitrogen (N2) di udara dan mengubah menjadi amoniak (NH3)
yang tersedia bagi tanaman.
3. Spirullina
Ganggang ini mengandung protein yang tinggi yang lebih dikenal dengan
sebutan protein sel tunggal ( PST ) sehingga dijadikan sebagai sumber
makanan. Adapun peranan Cyanophyta yang menguntungkan bagi manusia
secara ekologis, yaitu sebagai pengikat nitrogen bebas. Cyanophyta adalag
pengikat nitrogen yang utama di alam. Nitrogen merupakan salah satu unsur
utama yang di butuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhan. Anabaena,
Gloeocapsa, dan Nostoc adalah contoh Cyanophyta yang dapat mengikat
nitrogen dari udara. Kemampuan mengikat nitrogen juga membuat
Cyanophyta dapat berperan sebagai organisme oerintis pada habitat yang
miskin nutrisi, misalnya gurun dan batuan. Contoh lainnya adalah Anabaena
azollae yang bersimbiosis dengan tumbuhan paku air Azolla piñata. Azolla
piñata banyak dijumpai mengapung pada air sawah. Jenis Cyanophyta tertentu
seperti Spirulina berpotensi sebagai sumber pangan yang memiliki kandungan
protein tinggi.
 Perkembangbiakan Alga Cyanophyta Hijau – Biru
Adapun cara perkembangbiakan dari cyanophyta yang diketahui ada 3 cara
yang ketiga-tiganya termasuk perkembangbiakan secara vegetatif dan aseksual.
Sedangkan perkembangbiakan secara generativ (seksual). Belum diketahui.
Ketiga cara tersebut adalah:
1. Pembelahan Sel
Sel membelah dua bagian yang membentuk sel baru. Sel-sel yang terpisah bisa
tetap bergabung membentuk koloni. Contohnya Gleocapsa.

4
2. Fragmentasi
Fragmentasi adalah pemutusan sebagian anggota tubuh yang dapat
membentuk individu baru. Terjadi pada ganggang yang berbentuk filamen
(benang). Contohnya: Oscillatoria.
3. Spora Vegetatif
Spora vegetatif yang dimaksud disini adalah heteroksit. Pada keadaan yang
tidak menguntungkan heteroksit tetap mampu bertahan karena dinding selnya
tebal dan banyak mengandung bahan makanan. Setelah lingkungan kembali
menguntungkan hetroksit dapat membentuk filamen baru. Contohnya:
Chamaesiphon comfervicolus.

B. Klasifikasi Cyanophyta
Cyanophyta terdiri dari satu kelas dengan terdapat tiga ordo , yaitu
1. Kelas Chyanophyceace
Ganggang hijau – biru bersifat prokariotik, struktur selnya sama dengan
struktur sel bakteri sehingga termasuk ke dalam monera. Adapun ciri – ciri umum
dari ganggang hijau – biru adalah sebagai berikut :
1. Tipe sel prokariotik (sama dengan bakteri)
2. Ada yang berbentuk uniseluler (bersel tunggal), ada yang berkoloni dan ada
juga yang berbentuk filamen.
3. Memiliki pigmen klorofil, karotinoid serta pigmen fikobilin yang terdiri dari
fikosianin (berwarna biru), dan fikoeritin (berwarna merah). Gabungan
pigmen-pigmen ini membuat warnanya hijau kebiruan.
4. Klorofil tidak terdapat didalam kloroplas, tetapi tersebar diseluruh
protoplasma.
5. Bersifat autotrof karena memiliki klorofil.
6. Struktur tubuh masih sederhana, dinding sel mengandung pektin,
hemiselulosa dan selulosa yang kadang-kadang berupa lendir.
7. Pada bagian pinggir plasma terkandung zat warna klorofilnya, karatenoid dan
dua macam kromoprotein yang larut dalam air yaitu: fikosianin yang
berwarna biru dan fikoeritrin yang berwarna merah.

5
8. Ditengah-tengah sel terdapat bagian yang tidak berwarna yang mengandung
DNA dan RNA.
9. Terdapat glikogen sebagai zat makanan cadangan dan disampingnya terdapat
butiran-butiran sianofisin (lipo-protein) yang letaknya di periferi serta volutin
yang fungsinya masih belum jelas.
10. Ganggang hijau biru yang berbentuk filamen dapat juga membentuk spora
yang berdinding tebal yang resisten terdapat panas dan kering serta dapat
menfiksasi atau mengikat N (nitrogen) yaitu heteroksit.

a. Ordo Hormogonales
Sel – selnya merupakan koloni berbentuk benang atau diselubungi suatu
membran. Benang – benang itu melekat pada substratnya, tidak bercabang, jarang
mempunyai percabangan sejati, lebih sering mempunyai percabangan semu.
Benang – benang itu selalu dapat membentuk hormogonium.
Ciri-Ciri Ordo Hormogonales :
1. Sel merupakan koloni yang berbentuk benang (filamen).
2. Mempunyai percabanagan semu dan jarang mempunyai percabangan sejati.
3. Benang-benang selalu dapat hormogonium.
Reproduksi Hormogonales :
Ordo Hormogonales dibagi menjadi 5 famili :
1. Famili Oscillatoriaceae
Hidup dalam air atau di atas tanah yang basah, sel – selnya bulat, merupakan
benang – benang dan akhirnya membentuk koloni yang berlendir. Pada jarak jarak
tertentu pada benang – benang itu terdapat sel – sel yang dindingnya tebal,
kehilangan zat warna yang berguna untuk asimilasi, hingga kelihatan kekuning –
kuningan dan dinamakan heterokista. Heterokista ini dalam keadaan khusus dapat
tumbuh menjadi benang baru tetapi fungsinya belum dikenal dan biasanya lekas
mati. Contoh spesies ini yaitu :
 Oscillatoria sp.
Trikom dari Oscillatoria sp. berbentuk silindris dan tidak bercabang. Mereka
hanya mempunyai satu membran. Trikom sering berada di massa pelampung atau

6
bagian mengkilap pada tanah lembab. Selnya pendek dan lebar kecuali untuk sel
ujungnya yang mungkin tertutup dan tipis. Trikom dariOscillatoria sp.
menunjukkan pertumbuhan meluncur, rotasi dan gerakan Oscillatori sp.
Reproduksi dilakukan oleh hormogonia.
 Spirullina sp.
Ganggang ini mengandung kadar protein yang tinggi sehingga dijadikan
sumber makanan. Spirullina mampu menghasilkan karbohidrat dan senyawa
organik lain yang sangat diperlukan oleh tubuh, juga menghasilkan protein yang
cukup tinggi.
 Mycrocaleus sp.
Berkas dari trikom kadang – kadang menggulung satu sama lain berada pada
membrane yang sama. Trikom menonjol keluar dari pucuk membran. Dinding
terluar dari ujung sel menebal.Beberapa spesies Mycrocaleus sp. hidup pada air
tawar, laut dan juga pada pasir yang lembab .
2. Famili Nostocaceae
Trikom tidak bercabang dan heterokist dan akinet terdapat pada organisme
dewasa. Heterokist mungkin bersambung atau interkalar.
Contoh spesies ini yaitu:
 Nostoc sp.
Nostoc sp. lebih umum hidup pada terestrial / sub aerial daripada aquatik.
Persebarannya luas pada tanah alkali dan pada batuan lembab. Agregat gelatin
dari filamen mempunyai jeli. Trikom dikelilingi oleh lapisan tunggal dan pada
organisme dewasa terdapat kumpulan matriks. Sel seperti manik –manik
mengalami pembelahan sel secara rata yang meningkatkan panjang dari bentuk
trikom.membran mungkin kuning tau kecoklatan.Tubuh Nostoc tersusun atas sel -
sel yang berbentuk bola. Hidup di bebatuan atau di tanah yang lembap. Nostoc
menyebabkan bebatuan licin karena adanya selubung lendir kekuningan atau
kecoklatan yang membungkus selnya. Di antara sel – sel berbentuk bola itu
terdapat sel yang tidak aktif karena sel tersebut mengalami dormansi (tidur). Di
dalam sel tersebut terkandung spora. Ukurannya agak lebih besar dari sel – sel

7
berbentuk bola. Sel ini disebut akinet. Apabila sel spora telah masak akan tumbuh
membentuk filament baru.
 Anabaena sp.
Sebagian besar spesies Anabaena sp. bersifat aquatik dan beberapa bersifat
planktonik.trikom dewasa dari Anabaena sp. menghasilkan heterokist dan akinet
yang ukurannya berbeda dari sel vegetatif. Seperti halnya Nostoc,
Anabaena tersusun atas sel – sel berbentuk bola. Perbedaanya, di samping
mempunyai akinet, juga memiliki heterosista (heterocyst) yang ukurannya
berbeda dari sel vegetatif. Heterosista adalah penambat nitrogen. Sebagian besar
spesies Anabaena sp. bersifat aquatik dan beberapa bersifat planktonik. Hidup
sebagai plankton di perairan, ada juga yang bersimbiosis pada tumbuhan seperti
ujung akar pakis haji dan paku air atau Azolla pinata. Paku ini dapat memfiksasi
nitrogen (N2) di udara dan mengubah menjadi amoniak (NH3) yang tersedia bagi
tanaman.
 Cylindrospermum sp.
Memiliki heterokist yang selalu basal dan dibawah keadaan normal. Sel yang
berbatasan menjadi berpindah kedalam akinet silindris.

3. Famili Scytonemataceae
Trikom disertai membran yang mungkin berwarna. Trikom dicirikan oleh
percabangan palsu tanpa pembelahan sel inisiasi pada bidang yang baru, trikom
atau hormogonia putus atau tumbuh menyambung membran. Contoh spesies ini
yaitu : Tolipotrix sp. Diameter trikom seragam dan disertai membran yang sempit.
Tipe percabangan palsu timbul dari sekitar heterokist.
4. Famili Stigonemataceae
Trikom dari beberapa genera adalah pluriseriata. Trikomnya berbeda dari
cyanophyta lainnya dalam percabangannya yaitu dimulai oleh pembelahan sel
pada bagian yang baru.
Contoh spesies ini yaitu :
 Hapalosiphon sp.

8
Spesies ini tumbuh pada air yang asam atau netral dan bersifat epifit pada
tanaman aquatik lain.Sel berbentuk pendek silindris. Pada membran terdapat
hialin, hetrokist interkalar dan akinet. Hormogonia biasanya dari percabangan
yang mugkin timbul unilateral atau bilateral spesies.
 Stigonema sp.
Hidup pada batuan yang lembab dan tanah yang lebih banyak terdapat air.
Trikom utama pluriseriata, membran tidak berwarna atau kuning kecoklatan.
Pertumbuhan ujung lebih luas dan percabangannya sama dengan sumbu utama,
bentuk sel mugkin bulat atau pipih. Mereka terlihat disambung oleh untai
protoplasmik kasar. Hormogonia dihasilkan dari ujung percabangan.
5. Famili Rivullariaceae
Trikomnya meruncing dari dasar sampai apeks atau dari tengah ke arah 2
ujung. Contoh spesies ini yaitu :
 Calothrix sp.
Hidup pada air tawar, air laut dan mungkin melapisi batu – batuan atau
menempel pada ganggang dan tanaman aquatik lainnya. Filamen meruncing dan
tidak bercabang/memiliki percabangan palsu. Percabangan palsu dapat lepas dari
trikom induk. Heterokist biasanya basal dan jika ada akinet berdekatan dengan
heterokist basal.
 Rivularia sp.
Rivularia sp. tidak memiliki akinet. Beberapa spesies dari Rivularia bersifat
sub areal pada karang yang lembab.
b. Ordo chamaesiphonales
Ordo chamaesiphonales termasuk dalam alga hijau-biru, yaitu pada divisi
Cyanophyta dan kelas Cynaophyceae, merupakan alga bersel tunggal atau
merupakan koloni berbentuk benang yang mempunyai spora. Benang-benang itu
Dpat putus-[utus merupakan hormogonium yang dapat merayap dan merupakan
koloni baru. spora terbentuk dari isi sel (endospore ) setelah keluar dari sel
induknya spora dapat menjadi tumbuhan baru.
Ciri – ciri :
1) Bersel tunggal atau koloni berbentuk benag dan mempunyai spora

9
2) Apabila lingkungan tidak sesuai maka membentuk sel- sel awetan dengan
menambah zat makanan cadangan serta mempertebal dinding
Ordo chamaesiphonales dibagi menjadi 3 famili yaitu :
1. Family Pleurocapcaceae
a) Xenococcus
Bulatan sel dari xenococcus menempel pada filament alga, mereka megalami
pembelahan anticlinal untuk meningkatkan ukuran dari koloni (uniseluler-
kolonial), koloni menempel pada substrat. Setiap sel dapat memproduksi banyak
endospore dan disebut baeocyt yang membedakan mereka dari spora bakteri.
Endospore dari beberapa ganggang hijau-biru mungkin bersifat motil untuk
periode yang singkat.
Sel kurang lebih oval, tidak teratur, polygonal dengan sudut dibulatkan atau di
lapisan atas koloni sedikit pyriform, berwarna, biasanya sedikit berlapis, ketat,
sarung mucilaginous; isi sel biru-hijau, kelabu atau kemerahan. Divisi sel yang tak
beraturan, dalam arah yang lebih tegak lurus pada substerat, tetapi kemudian juga
melintang (sejajar dengan substrat); sel tidak tumbuh menjadi bentuk asli sebelum
pembagian berikutnya. Dari sel-sel di bagian atas koloni muncul kadang-kadang
nanocytes, yang berfungsi terutama untuk reproduksi.
Dapat juga menempel pada substrat yang berbeda (batu, alga, tanaman air) dalam
biotope air yang berbeda, beberapa spesies dikenal dari alpine sungai, salah satu
dari pesisir laut. Banyak spesies mungkin daerah khusus distribusi.
Contoh Spesies :
 Xenococcus acervatus
 Xenococcus angulatus
 Xenococcus bicudoi
2. Family Dermocarpaceae
Pembelahan sel vegetative menjadi 2 bagian sel yang sama mungkin terjadi
dalam anggota family ini.
Contoh spesiesnya antara lain :
 Dermocarpa

10
Selnya berbentuk bulat hingga ramping atau pyriform dan tumbuh terikat
pada substrat dalam kelompok. Reproduksi diselesaikan sendiri oleh endospore
yang mungkin berkembang dalam jumlah besar dengan sel vegetative.
3. Family Chamoesiphonaceae
Contoh spesies ini adalah :
 Chamaesiphon
Persebarannya luas dan umumnya epifit. Berada pada tanaman angiospermae
aquatic, lumut, dan ganggang khususnya Chladophora dan pada tanaman dewasa,
protoplast pada kutub distal membentuk sebuah rantai spora yang disebut
exospore.
c. Ordo chroococcales
Berbentuk tunggal atau kelompok tanpa spora, warna biru kehijau-hijauan.
Umumnya alga ini membentuk selaput lendir pada cadas atau tembok yang basah.
Setelah pembelahan sel-sel tetap bergandendan dengan perantara lendir tadi dan
dengan demikian terbentuk kelompok-kelompok atau koloni, contoh spesiesnya
yaitu :
 Chroococcus
Organisme uniseluler atau berkelompok dalam bentuk agregat dari 2 atau 4 sel
hal ini disebabkan karena kegagalan dari hasil pembelahan sel untuk berpisah
dengan cepat. Hasil pembelahan sel dari chroococcus berbentuk setengah bola,
sdangkan gleocapsa berbentuk bulatan atau memiliki kutub.
Klasifikasinya adalah sebagai berikut :
Kingdom Plantae
Divisi Cyanophyta
Kelas Chyanophyceace
Ordo Chroococcales
Famili Chroococcaceae
Genus Chroococcus
Spesies Choorococcus Sp

11
Ordo Chlorococcadales memiliki sel-sel vegetatif tidak mempunyai bulu
cambuk sehingga tidak bergerak. Mempunyai satu inti dan satu kloroplas. Mereka
merupakan satu koloni yang bentuknya bermacam-macam, dan tidak lagi
melakukan pembelahan sel yang vegetatif. Perkembanganbiakan dengan zoospora
yang mempunyai dua bulu cambuk, atau dengan spora yang tiddak mempunyai
bulu cambuk yang dinamakan aplanospora. Perkembanganbiakan dengan isogami
antara lain pada marga Pediastrum. Chlorococcales hidup sebagai plankton dalam
air tawar, terkadang pada kulit pohon-pohon dan tembok-tembok yang basah.
Ada yang hidup bersimbiosis dengan fungsi sebagai lichenes bahkan ada yang
hidup dalam plasma binatang rendah, misalnya Chlorella Vulgaris dam infusoria
dan Hydra. Oleh seorang ahli Biologi bangsa Jepang, Chlorella telah dicoba untuk
diolah menjadi berbagai macam makanan. Dengan demikian terbuka prospek baru
mengenai produksi bahan pangan, bahkan menurut ahli tersebut hal itu dapat
menimbulkan revolusi dalam masalah penyediaan pangan. Dalam bangsa ini
termasuk antara lain: Suku Hydrodictyceae, contoh pediastrum bonganum dan
Suku Chlorococcaceae, contoh Chlorococcum humicale Memiliki bentuk unisel
dan koloni, tidak memiliki flagel. Berbentuk bulat telur. Chlorococcales adalah
urutan ganggang hijau di kelas Chlorophyceae. Spesimen individu terkadang
ditemukan di dalam tanah, tapi sebagian besar di perairan tawar dan laut. Ordo
berisi sekitar 780 spesies. Konvensional, banyak kelompok ganggang hijau
coccoid yang disamakan agar Chlorococcales oleh Komarek & Fott (1983),
berdasarkan Pascher ini (1918) gagasan mendirikan ordo sesuai dengan bentuk
kehidupan. Namun, ganggang hijau coccoid yang saat ini 13 ditempatkan di
beberapa ordo dari Chlorophyta, Trebouxiophyceae, Ulvophyceae (misalnya,
Chlorocystis) dan Prasinophyceae dalam divisi Chlorophyta, atau di divisi
Charophyta (misalnya, Chlorokybales, Desmid). Ordo ini memiliki 4 famili, yaitu:

1. Chlorococcaceae
Uumnya berbentuk kokus dan dalam koloni berbentuk speris. Contoh genus :
Chlorococcum danneochloris
2. Oocystaceae

12
Memiliki penyebaran yang luas, umumnya unisel, tidak bergerak, tidak
menghasilkan zoospore Contoh genus Chlorella, Ankistrodesmus, Oocysti
dan Golenkinia
3. Hydrodictiaceae
Umumnya koloni, dapat hidup di air tenang, maupun sedikit mengalir,
seluruhnya hidup di air tawar, contoh genus : Hydrodiction, Pediastrum,
Sorastrum.
4. Scenedesmaceae
Umumnya koloni, hidup di air tawar. Contoh genus: Scenedesmus

13
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Cyanophyta (ganggang biru) itu merupakan filum dari kingdom monera,
dimana kingdoommonera terdiri dari dua filum yaitu bateri dan cyanotpyta
tadi.Sekarang klasifikasi ilmiah yang dipakai yaitu sistem klasifikasi tiga domain.
Dinding selnyamemiliki susunan serupa dengan bakteri Gram negatif, yaitu
mengandung lapisan peptidoglikan yang tipis. Bagian luar dinding
selnya mengandung lapisan lendir. Cyanophyta dpat ditemukan pada berbagai
lingkungan misalnya danau, laut, sungai, tanah, batu, dan rawa.
Perkembangbiakanya melalui pembelahan sel, fragmentasi, dan spora vegetatif.
Klasifikasi dari cyanophyta yaitu terdiri dari satu kelas dan tiga ordo yakni Ordo
Hormogonales, Ordo chamaesiphonales dan ordo chroococcales.

B. Saran
Sebagai seorang pemula,kemungkinan makalah ini masih kurang tepat,oleh
itu di perlukanya kritik dan saran yang membangun untuk memperbaikinya.

14
DAFTAR PUSTAKA

Cahyono,K.dkk. Divisi scypzophyta (kelas cyanophyta). [online]. Tersedia:


https://www.academia.edu/8395736/DIVISI_SCYPZOPHYTA_Kelas_Cy
anophyta. di akses 09 februari 2020

Cyanophyceae.[online]. Tersedia:
https://poexpoe.files.wordpress.com/2008/06/microsoft-word-tugas-
biologi.pdf. di akses 9 februari 2020.

Dosen Pendidikan.2019. klasifikasi cyanobacteria. [online]. Tersedia:


https://www.dosenpendidikan.co.id/klasifikasi-cyanobacteria/
https://www.murid.co.id/klasifikasi-cyanophyta/. . di akses 9 februari
2020.

https://yasmawanbiologi.wordpress.com/2013/03/20/chlorophyceae-ganggang-
hijau/
https://www.murid.co.id/klasifikasi-cyanophyta/ .(Diakses pada pukul 20.00)

15

Anda mungkin juga menyukai