Anda di halaman 1dari 31

PROPOSAL PENYULUHAN GASTRITIS

Oleh :

M. FAHMI AMRULLOH
NIM. 182002022

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


STIKES PEMKAB JOMBANG
D3 KEPERAWATAN
2019/2020
2
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.....................................................................................................

DAFTAR ISI .................................................................................................................

ii

BAB I PENDAHULUAN..............................................................................................

1.1 Latar Belakang..................................................................................................

1.2 Rumusan Masalah.............................................................................................

1.3 Tujuan Masalah................................................................................................

1.4 Manfaat.............................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN...............................................................................................

2.1 Definisi Gastritis...............................................................................................

3
2.2 Penyebab Gastritis............................................................................................

2.3 Gejala-Gejala Gastritis......................................................................................

2.4 Mendiagnosis Gastritis.....................................................................................

2.5 Pengobatan........................................................................................................

2.6 Pencegahan.......................................................................................................

BAB III METODE DAN MATERI.............................................................................

16

3.1 Desain Penelitian..............................................................................................

16

3.2 Tempat dan Waktu............................................................................................

17

3.3 Populasi dan Sampel.........................................................................................

18

3.4 Kriteria..............................................................................................................

18

3.5 Besar Sampel....................................................................................................

19

4
3.6 Identifikasi Variabel.........................................................................................

20

3.7 Definisi Operasional.........................................................................................

20

3.8 Etika Penelitian.................................................................................................

21

3.9 Perincian Anggaran..........................................................................................

21

BAB IV PENUTUP.......................................................................................................

24

4.1 Kesimpulan ......................................................................................................

24

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................

26

5
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Gangguan kesehatan yang disebabkan peningkatan asam lambung itu disebabkan

oleh ketidakteraturan pola makan. Untuk mengatasi masalah itu, maka pola makan perlu

dijaga dengan baik. Menurut Prof Fransiska Rungkat Zakaria, Staf Pengajar Departemen

Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, sebenarnya asam lambung itu dibutuhkan oleh tubuh

untuk mencern makanan yang dikonsumsi manusia.

Asam lambung itu adalah asam khlorida atau asam pekat yang dikeluarkan dari

tubuh kita ke lambung dan bersifat korosif atau bisa menggerogoti sesuatu yang ada di

dalamnya. Agar lambung tidak luka karena peningkatan asam lambung, maka secara

alami lambung dilapisi protein yang sangat kuat. Akan tetapi, bila asam lambung terlalu

banyak, daya tahan lambung tidak akan kuat dan terluka. Luka pada lambung bisa

disebabkan terlalu banyaknya asam lambung atau karena luka di ujung lambung yang

ada di usus 12 jari. Sejauh ini, salah satu penyebab utama peningkatan asam lambung

adalah pola makan yang tidak teratur. Makanan atau minuman yang dikonsumsi dan

masuk ke dalam lambung berfungsi untuk mengurangi kepekatan asam lambung

sehingga tidak sampai menggerogoti lambung. Bila terlambat makan sehingga terjadi

kekosongan lambung, maka asam khlorida kemudian menggerogoti dinding lambung.

Ketua Departemen Gizi Masyarakat IPB menambahkan, secara umum pola makan

terkait dengan metabolisme tubuh. Jadi, ada jam-jam makan yang sebaiknya dipatuhi.

Bila makan secara teratur, maka asam lambung akan mencerna makanan itu. Akan tetapi

bila tidak ada makanan, maka asam lambung yang seharusnya berfungsi untuk mencerna

makanan malah akan menggerogoti dinding lambung. Yang paling tepat adalah, kita

1
harus mengonsumsi makanan atau minuman setiap tiga jam sekali. Normalnya memang

kekosongan lambung terjadi enam jam setelah makan. Tetapi bila beraktivitas tinggi,

maka kekosongan lambung bisa terjadi lebih cepat.

Maka dari itu, pola makan harus dijaga agar tidak sampai terlambat

mengonsumsi makanan atau minuman. Cara lain adalah menghindari berbagai jenis

makanan yang bisa memicu peningkatan asam lambung, yaitu makanan yang bersifat

pedas atau berbau tajam seperti cabai, lada, jahe, serta minuman seperti kopi dan teh.

Sebenarnya, bila tubuh dalam keadaan normal, konsumsi makanan atau minuman itu

tidak akan menyebabkan nyeri lambung.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana pengaruh pola makan tidak teratur terhadap meningkatnya asam lambung

pada siswa SMAN 1 Argamakmur 2010?

1.3 Tujuan

1.3.1 Tujuan Umum

Untuk meningkatkan tingkat kesembuhan pasien Gastritis (maag).

1.3.2 Tujuan Khusus

Untuk mengetahui pengaruh pola makan tidak teratur terhadap meningkatnya asam

lambung pada siswa SMAN 1 Argamakmur 2010.

1.4 Manfaat

a. Bagi mahasiswa

Dapat meningkatkan pengetahuan mengenai gastritis.

b. Bagi institusi

2
Dapat menambah informasi mengenai gastritis dan menjadikan acuan penelitian

selanjutnya.

c. Bagi Subjek

Dapat meningkatkan pola makan yang baik dan teratur.

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Gastritis (maag)

Gastritis berasal dari bahasa Yunani yaitu gastro, yang berarti perut/lambung

dan itis yang berarti inflamasi/peradangan. Labung pada dasarnya adalah sebuah

kantung otot dimana makanan dicerna. Ketika makanan masuk kelambung, secara

bersamaan mukosa pada lambung mengeluarkan asam hidroklorida. Asam ini amat

korosif sehingga paku pun dapat larut dalam cairan ini.

2.2 Penyebab Gastritis

Ada beberapa hal yang menjadikan seseorang bisa terserang radang lambung,

antara lain:

a.Pola makan

Orang yang memiliki pola makan tidak teratur mudah terserang penyakit ini. Pada

saat perut harus diisi, tapi dibiarkan kosong, atau ditunda pengisiannya, asam

lambung akan “mencerna� Lapisan mukosa lambung, sehingga timbul rasa

nyeri.

b. Jenis makanan

Makanan tertentu akan merangsang dinding lambung, sehingga terjadi radang/luka,

seperti makan yang pedas atau asam.

c. Stres emosi

4
Produksi asam lambung akan meningkat pada keadaan stres, seperti beban kerja

yang berlebihan, cemas, takut, atau diburu-buru. Kadar asam lambung yang

meningkat ini akan menimbulkan ketaknyamanan pada lambung.

d. Pemakaian obat

Ada obat-obat tertentu yang merangsang dinding lambung, sehingga menimbulkan

gangguan keseimbangan dalam lambung. Oleh karena itu obat-obat tertentu harus

dikonsumsi sesudah makan. Beberapa diantaranya adalah obat penghilang rasa

sakit dari golongan salisilat dan asam mifenamat (missal aspirin, ponstan). Obat-

obat rematik jugatermasuk di dalamnya.

e. Adanya penyakit seperti luka bakar, pembedahan gagal ginjal, dan lain-lain.

f. Alkohol dan rokok.

2.3 Gejala-Gejala Gastritis

Gejala-gejala yang paling umum adalah gangguan atau sakit perut. Gejala-gejala

lain adalah:

a. Bersendawa

b. Perut Kembung

c. Mual dan muntah

d. Atau suatu perasaan penuh atau terbakar di perut bagian atas.

e. Darah dalam muntahan atau tinja-tinja yang hitam mungkin adalah suatu tanda

perdarahan di dalam lambung, yang mungkin mengindikasikan suatu persoalan

yang serius yang memerlukan perhatian medis yang segera.

5
2.4 Mendiagnosis Gastritis

Gastritis didiagnosis melalui satu atau lebih tes-tes medis :

a. Endoskopi saluran pencernaan bagian atas. Dokter mendorong dengan pelan-

pelan suatu endoscope, suatu tabung kecil yang berisi sebuah kamera kecil,

melalui mulit anda (atau ada kalanya melalui hidung) dan turun kelambung

anda untuk melihat pada lapisan perut/lambung. Dokter akan memeriksa

peradangan dan mungkin mengeluarkan suatu contoh kecil jaringan untuk

pemeriksaan. prosedur untuk mengangkat suatu contoh jaringan disebut

dengan biopsi.

b. Tes Darah. Dokter mungkin memeriksa jumlah sel darah merah anda untuk

melihat apakah anda mempuyai anemia, yang berarti bahwa anda tidak

mempunyai cukup sel-sel darah merah. Anemia dapat disebabkan oleh

pendarahan lambung

c. Tes Tinja/Feces. Tes ini memeriksa kehadiran darah dalam feaces anda, suatu

tanda perdarahan. tes feces mungkin juga digunakan untuk mendeteksi

kehadiran H.pylori dalam saluran pencernaan.

2.5 Pengobatan

Terutama ditujukan untuk melindungi lambung dari kerusakan yang

berlebihan dan berlanjut dengan cara menghilangkan penyebabnya ,merubah gaya

hidup yang lebih bersahabat dengan lambung dan obat-obatan diperlukan untuk

mengatur asam lambung.

Antasida diperlukan juga untuk membuat lapisan pelindung pada lambung

6
2.6 Pencegahan

Terdapat beberapa cara untuk mencegah gastritis:

a. Makan yang teratur (jangan sampai terlambat).

b. hindari / kurangi makanan yang pedas / panas (cabe, merica, jahe).

c. jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengiritasi lambung

(misal makanan yang asam, tape, durian, dsb).

d. Hinderi stress psikis yang berlebihan.

e. mengkonsumsi obat yang mengiritasi lambung setelah makan (misal obat

penahan sakit golongan salisilat/NSAID, obat asma).

f. jangan terlalu banyak mengkonsumsi kopi, rokok, dan alcohol.

1. Pola Makan

A. Pengertian

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, pola diartikan sebagai suatu sistem, cara

kerja atau usaha untuk melakukan sesuatu (Depdiknas, 2001). Dengan demikian,

pola makan yang sehat dapat diartikan sebagai suatu cara atau usaha untuk

melakukan kegiatan makan secara sehat. Sedangkan yang dimaksud pola makan

sehat dalam penelitian ini adalah suatu cara atau usaha dalam pengaturan jumlah dan

jenis makanan dengan maksud tertentu seperti mempertahankan kesehatan, status

nutrisi, mencegah atau membantu kesembuhan penyakit. Pola makan sehari-hari

merupakan pola makan seseorang yang berhubungan dengan kebiasaan makan setiap

harinya.

7
Pengertian pola makan seperti dijelaskan di atas pada dasarnya mendekati definisi /

pengertian diet dalam ilmu gizi/nutrisi. Diet diartikan sebagai pengaturan jumlah dan

jenis makanan yang dimakan agar seseorang tetap sehat. Untuk mencapai tujuan diet

/ pola makan sehat tersebut tidak terlepas dari masukan gizi yang merupakan proses

organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi melalui proses digesti, absorbsi,

transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak

digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal

organ-organ, serta menghasilkan energi.

B. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola makan.

Perawat perlu mengkaji beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pola makan

pasien. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pola makan antara lain faktor

budaya, agama/kepercayaan, status sosial ekonomi, personal preference, rasa lapar,

nafsu makan, rasa kenyang, dan kesehatan.

1. Budaya

Budaya cukup menentukan jenis makanan yang sering dikonsumsi. Demikian pula

letak geografis mempengaruhi makanan yang diinginkannya. Sebagai contoh, nasi

untuk orang-orang Asia dan Orientalis, pasta untuk orang-orang Italia, curry (kari)

untuk orang-orang India merupakan makanan pokok, selain makana-makanan lain

yang mulai ditinggalkan. Makanan laut banyak disukai oleh masyarakat sepanjang

pesisir Amerika Utara. Sedangkan penduduk Amerika bagian Selatan lebih

menyukai makanan goreng-gorengan.

2. Agama/Kepercayaan

Agama / kepercayaan juga mempengaruhi jenis makanan yang dikonsumsi. Sebagai

contoh, agama Islam dan Yahudi Orthodoks mengharamkan daging babi. Agama
8
Roma Katolik melarang makan daging setiap hari, dan beberapa aliran agama

(Protestan) melarang pemeluknya mengkonsumsi teh, kopi atau alkohol.

3. Status sosial ekonomi

Pilihan seseorang terhadap jenis dan kualitas makanan turut dipengaruhi oleh status

sosial dan ekonomi. Sebagai contoh, orang kelas menegah ke bawah atau orang

miskin di desa tidak sanggup membeli makanan jadi, daging, buah dan sayuran yang

mahal. Pendapatan akan membatasi seseorang untuk mengkonsumsi makanan yang

mahal harganya. Kelompok sosial juga berpengaruh terhadap kebiasaan makan,

misalnya kerang dan siput disukai oleh beberapa kelompok masyarakat, sedangkan

kelompok masyarakat yang lain lebih menyukai hamburger dan pizza.

4. Personal preference

Hal-hal yang disukai dan tidak disukai sangat berpengaruh terhadap kebiasaan

makan seseorang. Orang seringkali memulai kebiasaan makannya sejak dari masa

kanak-kanak hingga dewasa. Misalnya, ayah tidak suka makan kai, begitu pula

dengan anak laki-lakinya. Ibu tidak suka makanan kerang, begitu pula anak

perempuannya. Perasaan suka dan tidak suka seseorang terhadap makanan

tergantung asosiasinya terhadap makanan tersebut. Anak-anak yang suka

mengunjungi kakek dan neneknya akan ikut menyukai acar karena mereka sering

dihidangkan acar. Lain lagi dengan anak yang suka dimarahi bibinya, akan tumbuh

perasaan tidak suka pada daging ayam yang dimasak bibinya.

5. Rasa lapar, nafsu makan, dan rasa kenyang

Rasa lapar umumnya merupakan sensasi yang kurang menyenangkan karena

berhubungan dengan kekurangan makanan. Sebaliknya, nafsu makan merupakan

sensasi yang menyenangkan berupa keinginan seseorang untuk makan. Sedangkan


9
rasa kenyang merupakan perasaan puas karena telah memenuhi keinginannya untuk

makan. Pusat pengaturan dan pengontrolan mekanisme lapar, nafsu makan dan rasa

kenyang dilakukan oleh system saraf pusat, yaitu hipotalamus.

6. Kesehatan

Kesehatan seseorang berpengaruh besar terhadap kebiasaan makan. Sariawan atau

gigi yang sakit seringkali membuat individu memilih makanan yang lembut. Tidak

jarang orang yang kesulitan menelan, memilih menahan lapar dari pada makan.

C. Pedoman Pola Makan Sehat

Nutrisi sangat berguna untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. Selain

karena faktor kekurangan nutrisi, akhir-akhir ini juga muncul penyakit akibat salah

pola makan seperti kelebihan makan atau makan makanan yang kurang seimbang.

Bahkan, kematian akibat penyakit yang timbul karena pola makan yang salah / tidak

sehat belakanan ini cenderung meningkat. Penyakit akibat pola makan yang kurang

sehat tersebut diantaranya diabetes melitus, hiperkolesterolemia, penyakit kanker,

penyakit arteri koroner, sirrhosis, osteoporosis, dan beberapa penyakit

kardiovaskuler.

Untuk menghindari penyakit-penyakit akibat pola makan yang kurang sehat,

diperlukan suatu pedoman bagi individu, keluarga, atau masyarakat tentang pola

makan yang sehat. Seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa pola makan itu dibentuk

sejak masa kanak-kanak yang akan terbawa hingga dewasa. Oleh karena itu, untuk

membentuk pola makan yang baik sebaiknya dilakukan sejak masa kanak-kanak.

Namun sebagai orang tua harus mengetahui bagaimana kebiasaan dan karakteristik

anaknya.

10
Pedoman pola makan sehat untuk masyarakat secara umum yang sering digunakan

adalah pedoman Empat Sehat Lima Sempurna, Makanan Triguna, dan pedoman

yang paling akhir diperkenalkan adalah 13 Pesan dasar Gizi Seimbang. Pengertian

makanan triguna adalah bahwa makanan atau diet sehari-hari harus mengandung: 1)

karbohidrat dan lemak sebagai zat tenaga; 2) protein sebagai zat pembangun; 3)

vitamin dan mineral sebagai zat pengatur.

Pedoman 13 Pesan Dasar Gizi Seimbang menyampaikan pesan-pesan untuk

mencegah masalah gizi ganda dan mencapai gizi seimbang guna menghasilkan

kualitas sumber daya manusia yang andal. Garis besar pesan-pesan tersebut seperti

dijelaskan oleh Dirjen Binkesmas Depkes RI (1997) antara lain:

1) Makanlah makanan yang beraneka ragam.

2) Makanlah makanan untuk memenuhi kebutuhan energi.

3) Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energy.

4) Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kecukupan energi.

5) Gunakan garam beryodium.

6) Makanlah makanan sumber zat besi

7) Berikan ASI saja pada bayi sampai berumur 4 bulan.

8) Biasakan makan pagi.

9) Minumlah air bersih, aman dan cukup jumlahnya.

10) Lakukan kegiatan fisik atau olah raga yang teratur.

11) Hindari minum minuman beralkohol.

12) Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan.


11
13) Bacalah label pada makanan yang dikemas.

2. Emosi

Kata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak

menjauh. Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal

mutlak dalam emosi. Menurut Daniel Goleman (2002 : 411) emosi merujuk pada suatu

perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian

kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk

bertindak. Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam

diri individu. Sebagai contoh emosi gembira mendorong perubahan suasana hati

seseorang, sehingga secara fisiologi terlihat tertawa, emosi sedih mendorong seseorang

berperilaku menangis.

Emosi berkaitan dengan perubahan fisiologis dan berbagai pikiran. Jadi, emosi

merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, karena emosi dapat

merupakan motivator perilaku dalam arti meningkatkan, tapi juga dapat mengganggu

perilaku intensional manusia. (Prawitasari,1995)

3. Stress

Definisi Stress adalah Gangguan pada tubuh dan pikiran disebabkan oleh

perubahan dan tuntutan kehidupan. tanda-tanda kalau stress adalah:

1.Menyadari adanya perubahan tetapi tidak menyakitkan : selera makan turun,

pencernaan ndak enak/ rada kembung, pola tidur ndak teratur.

2.Adanya gangguan tubuh : kepala pusing , mual, sakit, jantung berdebar, gangguan

kulit/ gatel2.

3.Gangguan mood; terlalu gampang naik turun moodnya, terlalu sensitive, pesimis.

12
4.Meningkatnya iritabilita : ndak ada bercandanya sama sekali.

5.Mudah capek : tidur ndak pules, merasa berat dan lelah untuk suatu kegiatan yang

lama.

4. Alkohol

Alkohol adalah zat pengalih suasana hati. Zat tersebut ,merupakan sebuah depresan

yang mengurangi aktivitas otak dan sistem saraf. Minuman beralkohol mengandung zat

etanol dan mempunyai warna dan rasa yang berbeda-beda, tergantung bahan-bahan

yang dipakai dalam pembuatannya. Alkohol tersaji dalam banyak variasi termasuk bir,

anggur, brandy, arak, whisky, dan lain-lain. Dampak dari alkohol pada penggunanya

beragam pada setiap orang, dan tergantung pada :

a. Seberapa banyak dan seberapa cepat alkohol yang dikonsumsi.

b. Berat dan ukuran tubuh.

c. Kondisi kesehatan – khususnya seberapa baik kerja hati pada tubuh.

d. Ketika alkohol dikonsumsi – pada perut yang kenyang atau kosong.

e. Usia dan jenis kelamin – Anak muda dan wanita biasanya lebih banyak terpengaruh

oleh alkohol.

f. Apakah alkohol dikonsumsi bersama dengan obat-obatan lain atau tidak.

Apa saja dampak langsungnya?

a. Badan terasa santai.

b. Kehilangan pengendalian diri.

c. Pergerakan badan yang tidak terkendali.

d. Pandangan kabur.

e. Bicara tidak jelas.

13
f. Mual dan muntah-muntah.

g. Kehilangan kesadaran.

Apa saja dampak jangka panjangnya?

a. Perut terasa terbakar.

b. Kerusakan hati.

c. Kerusakan otak.

d. Kehilangan daya ingat.

e. Kebingungan.

f. Ketidakstabilan jantung dan darah.

g. Depresi.

h. Masalah sosial (kecanduan alkohol, kriminalitas, masalah keluarga, dsb).

Siapapun yang meminum alkohol dengan jumlah banyak secara rutin, dalam jangka

waktu tertentu, akan mengalami masalah fisik, emosional atau sosial.

Efek berbahaya lainnya :

a. Ketergantungan

Alkohol dapat menjadi segala-galanya bagi kegiatan, emosi, dan pemikiran

seseorang. Ketika pecandu alkohol ingin berhenti minum, ia akan sulit sekali

berhenti dan merasa sangat membutuhkan alkohol secara psikologis maupun secara

fisik. Hal ini tidak hanya mempengaruhi orang yang ketergantungan tersebut tapi

juga semua orang di sekitarnya; khususnya keluarga dekatnya.

b. Mengemudi dan Kecelakaan

Karena pengaruh alkohol terhadap pengambilan keputusan, konsentrasi,

pengelihatan dan koordinasi, maka tak heran jika mabuk menjadi penyebab umum

14
terjadinya kecelakaan, khususnya kecelakaan mobil, dan kecelakaan karena

tenggelam. Orang-orang yang telah mengkonsumsi alkohol walaupun hanya sedikit,

tidak seharusnya diperkenankan mengemudi, mengoperasikan mesin atau

berpartisipasi dalam kegiatan yang secara potensial berbahaya.

c. Kehamilan

Minum alkohol secara rutin dalam berbagai kuantitas selama kehamilan, dapat

merusak kesehatan ibu maupun anaknya selama dalam kandungan. Kecanduan berat

dapat memicu keguguran atau sindrom alkohol janin, yang akan berakibat pada

pertumbuhan janin yang lambat sebelum atau sesudah kelahiran, sekaligus kecacatan

mental.

d. Mencampur obat-obatan

Sangatlah berbahaya mencampur minuman alkohol dengan obat-obatan lainnya

karena ini meningkatkan efek dan mengembangkan kemungkinan akan hal-hal yang

tidak diinginkan dan efek yang negatif termasuk kerusakan serius secara permanen.

Kebanyakan kematian yang disebabkan oleh alkohol, selain kecelakaan, disebabkan

karena mengkonsumsi minuman beralkohol berserta obat-obatan lainnya.

5. Rokok

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm

(bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun

tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan

membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.

15
BAB III

METODE DAN MATERI

3.1 Desain Penelitian

Desain penelitian adalah suatu yang sangat vital dalam penelitian yang

memungkinkan memaksimalkan suatu kontrol beberapa faktor yang bisa mempengaruhi

validity suatu hasil (Nursalam, 2003).

Desain analitik cross sectional merupakan rancangan penelitian yang pengukuran atau

pengamatannya dilakukan secara simultan pada satu saat (sekali waktu) (Aziz,2007).

Penggunaan desain cross sectional ini bertujuan untuk mengetahui “Pengaruh pola makan

tidak teratur terhadap meningkatnya asam lambung pada siswa SMAN 1 Argamakmur”.

3.1.1. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data adalah suatu proses pendekatan kepada subjek dan proses

pengumpulan karakteristik yang diperlukan dalam suatu penelitian (Nursalam, 2003).

Pengumpulan data ini terdiri dari:

1.Data Primer

Data primer yaitu data yang diperoleh langsung melalui observasi dan wawancara

dengan responden dengan menggunakan kuesioner.

3.1.2 Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang berbentuk

pernyataan tertutup, data dikumpulkan langsung oleh peneliti dengan cara kunjungan ke

sekolah-sekolah responden.

Penelitian : Observasi Analitik, dengan rancangan Cross-sectional

16
3.1.3 Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah suatu atribut, sifat atau nilai dari orang, objek, kegiatan

yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan

kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2006).

1. Variabel Bebas

Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi

sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat (Sugiyono,2006).

Variabel bebas yang diteliti terdiri dari:

a. Pengetahuan tentang Gastritis.

b.Pola makan tidak teratur.

2. Variabel Terikat

Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena

adanya variabel bebas (Sugiyono, 2006).

Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pengaruh pola makan tidak teratur terhadap

meningkatnya asam lambung pada siswa SMAN 1 Argamakmur.

3.2 Tempat dan Waktu

Tempat : SMAN 1 Argamakmur

Waktu : 6 bulan

17
3.3 Populasi dan sampel

3.3.1 Populasi

Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti (Notoatmodjo,

2002).

Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SMAN 1 Argamakmur yang

sesuai dengan kriteria penelitian yang diinginkan sebanyak 50 sampel.

3.3.2.Sampel

Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap

mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo, 2002).

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah diambil seluruhnya dari jumlah

populasi, yaitu berjumlah 50 orang.

Metode pengambilan sampel :Acak sederhana

3.4 Kriteria

3.4.1. Kriteria Inklusi

Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subjek penelitian dari suatu populasi target

yang terjangkau yang akan diteliti (Nursalam, 2003).

Kriteria inklusi dalam penelitian ini terdiri dari:

a.Responden yang bersedia memberikan jawaban

b.Responden yang merupakan siswa SMAN 1 Argamakmur

18
3.4.2. Kriteria Eksklusi

Kriteria eksklusi adalah menghilangkan atau mengeluarkan subyek yang memenuhi

kriteria inklusi karena berbagai sebab sehingga tidak dapat menjadi responden

penelitian (Nursalam, 2003).

Kriteria Eksklusi dalam penelitian ini terdiri dari:

a. Responden yang kasus baru

b. Responden dalam keadaan tidak sadar

c. Responden yang menolak berpartisipasi

3.5 Besar Sampel

Sampel yang diambil

Subyek : Jenis kelamin : laki-laki dan perempuan

Usia : 15-18 tahun

Pendidikan : Siswa SMAN 1 Argamakmur

Pekerjaan : Pelajar

Menghitung Jumlah sampel

= 96 sampel

Keterangan :

a = 0,05 atau 5% à za = 1,96,

L = diambil oleh penelitin 10%

19
P = proporsi dan ibu dengan perilaku baik, karena belum diketahui diambil 50% = 0,5

q = 1 – 0,5 = 0.5

3.6 Identifikasi variabel

Variabel penelitian adalah suatu atribut, sifat atau nilai dari orang, objek, kegiatan yang

mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian

ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2006).

1. Variabel Bebas

Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab

perubahan atau timbulnya variabel terikat (Sugiyono, 2006).

Variabel bebas yang diteliti terdiri dari:

a. Pola makan tidak teratur

2. Variabel Terikat

Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena

adanya variabel bebas (Sugiyono, 2006).

Variabel terikat dalam penelitian ini adalah peningkatan asam lambung pada siswa

SMAN 1 Argamakmur.

3.7 Definisi Operasional

Definisi operasional adalah definisi berdasarkan karakteristik yang dapat diamati,

memungkinkan peneliti untuk melakukan observasi atau pengukuran secara cermat

terhadap suatu objek atau fenomena yang kemudian dapat diulangi lagi oleh orang lain

(Nursalam, 2003).

20
3.8 Etika penelitian

Etika penelitian bertujuan untuk melindungi hak-hak dan menjamin kerahasiaan identitas

responden dan mencegah kemungkinan terjadinya ancaman terhadap responden.

Sebelum penelitian kepada responden akan dijelaskan tentang tujuan penelitian, jaminan

kerahasiaan, serta bagaimana cara pelaksanaan penelitian, setelah diberikan penjelasan

oleh peneliti kepada calon responden dan akan diberikan surat persetujuan (informed

consent). Responder yang tidak bersedia akan menolak menjadi partisipasi, tidak akan

dipakai atau diancam. Penandatanganan informed consent dilakukan dalam keadaan

tenang, tidak, sedang menderita sakit ingatan dan telah memiliki cukup waktu untuk

memutuskan untuk menjadi partisipasi.

3.9 Perincian anggaran

NO

Material/Bahan

Biaya satuan

Biaya total

Bahan habis pakai

a.Kertas ( 1 rim)

b.Bolpoin (2 Buah)

c.Buku (5 buah)

Rp.40.000
21
Rp.22.500

Rp.10.000

Rp.40.000

Rp.45.000

Rp.50.000

II

Peralatan

a.Sewa printer

Rp.350.000

Rp.350.000

III

Biaya perjalanan

a.Transfortasi

Rp.750.000

Rp.750.000

22
IV

Biaya lain-lain

a.Fotocopy (150 lbr)

b.Konsumsi (6bln)

c.Hadiah responden (50 buah)

d.Biaya tak terduga

Rp.200

Rp.20.000

Rp.30.000

Rp.1.500.000

Rp.30.000

Rp.3.600.000

Rp.1.500.000

Rp.1.500.000

Jumlah

Rp.7.865.000

23
BAB IV

KESIMPULAN

4.1 Kesimpulan

Gastritis atau lebih dikenal sebagai magh berasal dari bahasa yunani yaitu gastro,

yang berarti perut/lambung dan itis yang berarti inflamasi/peradangan. Gastritis bukan

merupakan penyakit tunggal, tetapi terbentuk dari beberapa kondisi yang kesemuanya itu

mengakibatkan peradangan pada lambung. Biasanya, peradangan tersebut merupakan

akibat dari infeksi oleh bakteri yang sama dengan bakteri yang dapat mengakibatkan

borok di lambung yaitu Helicobacter pylori. Gastritis biasanya terjadi ketika mekanisme

pelindung ini kewalahan dan mengakibatkan rusak dan meradangnya dinding lambung.

Gastritis yang terjadi tiba – tiba (akut) biasanya mempunyai gejala mual dan sakit pada

perut bagian atas, sedangkan gastritis kronis yang berkembang secara bertahap biasanya

mempunyai gejala seperti sakit yang ringan pada perut bagian atas dan terasa penuh atau

kehilangan selera. Bagi sebagian orang, gastritis kronis tidak menyebabkan apapun. Pada

gastritis akut zat iritasi yang masuk ke dalam lambung akan mengiitasi mukosa lambung.

Sedangkan pada gastritis kronik disebabkan oleh bakteri gram negatif Helicobacter

pylori. Bakteri patogen ini (helicobacter pylori) menginfeksi tubuh seseorang melalui

oral, dan paling sering ditularkan dari ibu ke bayi tanpa ada penampakan gejala

(asimptomatik). ii 3.2 Saran 1. Diharapkan kita dapat menjaga lambung kita dari

makanan dan minuman yang masuk ke tubuh agar tidak terinfeksi oleh bakteri

Helicobacter pylori. Penyebab yang lain yang dapat menimbulkan gastritis adalah stres

fisik, bila stres meningkat maka produksi HCL (asam lambung) yang mengakibatkan pH

dalam lambung menjadi asam sehingga dapat merusak lapisan lambung, oleh karena itu

24
disarankan untuk tidak menyepelekan stres tersebut. 2. Dengan penjabaran mengenai

pencegahan gastritis, diharapkan kita lebih berhati-hati terhadap makanan maupun faktor

lain yang menyebabkan resiko infeksi pada lapisan lambung.

25
DAFTAR PUSTAKA

http://nusaindah.tripod.com/kesgastritislambung.htm

https://www.halodoc.com/kesehatan/gastritis

https://hellosehat.com/kesehatan/penyakit/gastritis-adalah-radang-lambung/

https://www.docdoc.com/id/info/condition/gastritis/

https://www.ob-fit.com/pola-makan-sehat-yang-baik-dan-benar/

26