Anda di halaman 1dari 12

Universitas Pamulang Akuntansi S-1

PERTEMUAN 13
PROBABILITAS

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Setelah mahasiswa mempelajari materi pada pertemuan 13 ini dengan baik,
diharapkan mampu menerapkan konsep aturan dasar probabilitas dari suatu
kejadian dan mampu menerapkannya dalam ruang lingkup statistik.

B. URAIAN MATERI
1. Probabilitas
Probabilitas sering kali kita sebut dengan istilah peluang yaitu cara untuk
mengungkapkan pengetahuan, maupun suatu kepercayaan bahwa kejadian
akan berlaku atau telah terjadi. Probabilitas ini telah dirumuskan menjadi lebih
ketat dalam matematika, kemudian digunakan secara lebih luas tidak hanya
dalam matematika atau statistika saja, melainkan juga bidang yang lain, seperti
filsafat, sains dan keuangan.
Probabilitas suatu kejadian merupakan angka dimana menunjukkan
kemungkinan yang terjadi dalam suatu kejadian. Nilai dari probabilitas yaitu
antara 0 dan 1, atau dalam presentase. Nilai probablitias 1, artinya suatu
kejadian tersebut pasti terjadi, atau mungkin yang sudah terjadi, contoh matahari
yang terbit dari timur. Sedangkan untuk probabilitas nilai 0, artinya kejadian yang
mustahil atau yang tidak mungkin terjadi, contohnya kambing yang melahirkan
sapi.
1. Peristiwa Pelemparan Mata Uang Logam
Mata uang logam mempunyai dua sisi, yaitu sisi gambar dan sisi angka.
Apabila logam tersebut di lemparkan, maka probabilitas yang muncul apabila
sisi gambar adalah sebagai berikut :
P (gambar) atau P (G) =½
= 0,5
= 50%
Sedangkan apabila yang muncul adalah sisi angka, maka menjadi :
P (angka) atau P (A) =½
= 0,5
= 50%

2. Peristiwa Pelemparan Dadu


Bentuk dari dadu adalah kubus, yang mempunyai enam sisi, masing-masing
dari sisi tersebut mempunyai nilai yang berbeda, antara lain nilai 1, nilai 2,
nilai 3, nilai 4, nilai 5 dan nilai 6. Jika dadu tersebut dilempar, maka
probablitas yang keluar jika sisi dadu yang bernilai 2, maka menjadi :

Statistik Deskriptif Page |1


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

P (sisi 2) = 1/6
Apabila dilempar dadu dan muncul dadu bernilai genap, maka menjadi :
P (sisi 2, 4 dan 6) = 3/6 = ½

3. Peristiwa Kartu Bridge


Kartu bridge mempunyai 52 kartu, yang terdiri dari 4 jenis gambar, yaitu
gambar jantung, gambar diamond, gambar sekop dan gambar cengkeh.
Pada tiap jenis gambar kartu, mempunyai 13 masing-masing yang nomor as,
nomor 2-9, jack, queen dan kartu king. Jika kartu tersebut di kocok, maka
probabilitas yang muncul, jika terpilih kartus as, adalah :
P (As) = 4/52
= 1/13
Jika terpilih kartu jantung, maka probabilitasnya menjadi :
P (Jantung) = 13/52

Jika terpilih kartu warna merah, maka probabilitasnya menjadi :
P (merah) = 26/52
= 1/2

Yang perlu dipahami mengenai probabilitas ada tiga hal, yaitu pertama
adalah percobaan (experiment), kedua adalah hasil (outcome), dan ketiga adalah
peristiwa (event).
a) Percobaan (experiment)
Percobaan merupakan suatu aktivitas yang akan melahirkan suatu
kejadian. Apabila ada kegiatan melempar uang logam, maka akan
melahirkan kejadian munucl sisi gambar atau sisi angka. Ketika ada kegiatan
jual beli saham, maka akan melahirkan kejadian memberi atau menjual,
dimana perubahan harga akan melahirkan deflasi dan inflasi.
Sebagai contoh yang lain adalah jika ada mahasiswa yang rajin
belajar, maka akan melahirkan prestasi yang baik, atau sangat memuaskan.
Ada juga suatu pertandingan voli, maka akan melahirkan kejadian menang,
kalah atau sepi. Kegiatan-kegiatan yang dipaparkan di atas adalah
melahirkan kejadian, itu dinamakan dengan percobaan.

b) Hasil (outcome)
Hasil merupakan suatu akhir dari percobaan, ketika ada kegiatan maka
akan ada hasil. Dari contoh kasus kegiatan pada percobaan, maka akan di
peroleh hasil sebagai berikut :

Statistik Deskriptif Page |2


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

PERCOBAAN
HASIL
1. muncul sisi gambar
Pelemparan Uang Logam
2. muncul sisi angka
1. menjual saham
Perdagangan Saham
2. membeli saham
1. inflasi artinya harga naik
Perubahann Harga
2. deflasi artinya harga turun
1. lulus memuaskan
Mahasiswa Raji Belajar 2. lulus sangat memuaskan
3. lulus terpuji
1. menang
Pertandingan
2. kalah

Bisa disimpulkan bahwa dikatakan hasil apabila semua kemungkinan yang


akan terjadi, bilamana akibat adanya percobaan atau kegiatan.

c) Peristiwa (event)
Peristiwa merupakan suatu perkumpulan dari satu atau lebuh dari hasil
yang terjadi dalam sebuah percobaan atau kegiatan. Peristiwa disini
menyatakan bahwa hasil yang terjadi berdasarkan suatu kejadian. Apabila
dalam tiap percobaan, hanya ada satu hasil yang di dapat. Kegiatan jual beli
saham, hasil kegiatannya pasti antara membeli atau menjual. Begitupun
pada pertandingan, hasilnya hanya ada menang, kalah atau seri. Berikut
adalah urutan dari percobaan, hasil, dan peristiwa.

Percobaan / Kegiatan Pertandingan Liverpool VS Arsenal


Liverpool Menang
Hasil Liverpool Kalah
Seri
Peristiwa Liverpool Menang

2. Pendekatan Probabilitas
Dalam menentukan suatu tingkat probabilitas, terdapat tiga pendekatan
yaitu yang pertama adalah pendekatan klasik, yang kedua adalah pendekatan
relatif, dan terakhir adalah pendekatan subjektif.

a) Pendekatan Klasik
Mengasumsikan bahwa sebuah peristiwa mempunyai kesempatan untuk
terjadi yang sama besar. Probabilitas suatu peristiwa kemudian dinyatakan

Statistik Deskriptif Page |3


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

sebagai rasio antara jumlah kemungkinan hasil dengan total kemungkinan


hasil ( rasio peristiwa terhadap hasil).

Sebagai contoh coba perhatikan tabel di bawah ini :

Percobaan Hasil Hasil Probabilitas

1. Muncul sisi gambar


Pelemparan Uang 2
2. Muncul sisi angka 0,5
1. Menjual saham
Perdagangan Saham 2
2. Membeli saham 0,5
1. Inflasi
Perubahan Harga 2
2. Deflasi 0,5
1. Lulus memuaskan
Mahasiswa Rajin Belajar 2. Lulus sangat memuaskan 3 0,333
3. Lulus terpuji

Berdasarkan tabel di atas, maka peristiwa dalam perdagangan saham,


yaitu menjual dan membeli saham memiliki kesempatan yang sama setiap
terjadi transaksi tersebut. Jumlah hasil memang ada 2, tetapi untuk peristiwa
yang terjadi hanya ada 1, sehingga probabilitas untuk menjual atau membeli
yaitu sama-sama nilainya adalah ½.
Ketika ada percobaan dimana ada satu peristiwa yang terjadi, maka
peristiwa yang lain tidak bisa terjadi dalam satu percobaan dimana waktu
yang sama, atau bisa dinamakan dengan peristiwa saling lepas atau mutually
exclusive. Namun apabila pada suatu percobaan memiliki hasil tidak hanya
satu, artinya bisa dua atau lebih dan semua hasil memiliki probabilitas yang
sama dalam satu peristiwa yang terjadi, maka dinamakan lengkap terbatas
kolektif atau collective exhaustuve. Dalam lengkap terbatas kolektif untuk
sedikitnya ada satu dari semua hasil yang ada, pasti terjadi dalam setiap
percobaan yang dilakukan.

b) Pendekatan Relatif
Besar probabilitas suatu peristiwa bergantung dengan berapa
banyaknya suatu peristiwa terjadi dari keseluruhan percobaaan atau kegiatan
yang dilakukan.

Statistik Deskriptif Page |4


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

Dalam kegiatan perdagangan saham di Nisac Newton, ada transaksi


3.000.000 yang terdiri dari 2.455.000 transaksi dari penjualan, sisanya
545.000 adalah transaksi pembelian saham tersebut. Peristiwa ini merupakan
aksi dari profit taking, maka probabilitas penjualan sebagai berikut :
= (2.455.000/3.000.000)
= 0,82
Kemudian nilai dari probabilitas pembelian adalah sebagai berikut :
= (545.000/3.000.000)
= 0,18.

Apabila ada perubahan harga dalam peristiwa tersebut, maka bisa


dilihat, apakah tiap bulan akan terjadi deflasi atau inflasi. Data dari BPS
adalah sebagai berikut :

Bulan Inflasi Bulan Inflasi Bulan Inflasi Bulan Inflasi


1 1,99 4 -0,24 7 0,82 10 0,54

2 1,50 5 0,80 8 0,29 11 1,85

3 -0,02 6 0,36 9 0,53 12 1,20

Berdasarkan tabel data di atas, maka jumlah inflasi ada 10 bulan,


kemudian untuk deflasi ada 2 bulan dari jumlah total adalah 12 bulan. Maka
probablitas terjadi inflasi yaitu =10/12 = 0,83. Sedangkan probabilitas
terjadinya deflasi yaitu = 2/12 = 0,17. Ketika dirubah dalam prosentase, maka
probabilitas inflasi akan mencapai 83 %, dan deflasi mencapai sisanya yaitu
17 %.
Pada wisuda sarjana 2006 dari 900 mhasiswa, 520 mahasiswa lulus
dengan memuaskan, 295 lulus mahasiswa sangat memuaskan, kemudian
sisanya 85 lulus dengan terpuji. Probabilitas yang terjadi :
Mahasiswa lulus memuaskan adalah :
= 520/900
= 0,58 ;
Mahasiswa lulus dengan sangat memuaskan, adalah :
= 295/900
= 0,33 ;
Mahasiswa lulus dengan terpuji adalah :
= 85/900
= 0,09.

Ternyata sebagai pendekatan yang relatif berdasarkan pada besar


probabilitas dengan banyaknya peristiwa yang terjadi dari semua percobaan
yang telah dilakukan.

Statistik Deskriptif Page |5


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

c) Pendekatan Subjektif
Pendekatan yang ketiga adalah pendekatan subjektif, artinya adalah
menentukan besar probabilitas suatu peristiwa yang berdasarkan penilaian
pribadi, dimana dinyatakan dengan derajat kepercayaan. Artinya penilaian ini
diberikan karena terlalu sedikit, atau tidak terdapat informasi yang diperoleh.
Sebagai contoh, perhatikan kasus berikut ini :
a. Sri Mulyani, menteri keuangan mengatakan bahwa untuk tahun 2018,
indonesia akan mengalami krisis moneter, meskipun dasar pondasi
ekonomi cukup kuat.
b. Ariel dan Bunga akan memperoleh nilai D dalam mata kuliah statistik
deskriptif.

Berdasarkan dua contoh di atas, maka bisa disimpulkan bahwa penilaian di


dasarkan pada penilaian pribadi, dan kemungkinan tidak selalu
menggunakan informasi yang bisa dijadikan dasar dari pertimbangan kasus
tersebut di atas.

3. Ruang Sampel
Dikatakan sebagai ruang sample, yaitu suatu himpunan yang memiliki
unsur dari semua kejadian atau peristiwa. Sebagai contoh adalah sebagai
berikut:
a. Pelemparan Mata Uang
1) Pelemparan Satu Mata Uang
Jika satu uang logam mata uang dilemparkan, maka terjadi dua
kemungkinan hasil yang muncul, adalah keluar sisi gambar, atau keluar
dari sisi angka. Dapat disimpulkan bahwa ruang sampel ada dua, yaitu
sisi gambar dan sisi angka.

2) Pelemparan Dua Mata Uang Secara Bersama-Sama


Jika dua logam mata uang dilemparkan secara bersama-sama, maka
yang terjadi ada beberapa kemungkinan, yaitu dijabarkan sebagai berikut
:
(Angka - Angka)

(Angka - Gambar)

(Gambar - Angka)

(Gambar - Gambar)

Bisa disimpulkan bahwa 4 probabilitas tersebut merupakan bagian dari


ruang sampel.

b. Pelemparan Dadu
Untuk semua sisi yang mungkin muncul pada pelembaran dadu, akan masuk
pada ruang sampel. Tetapi bisa dilakukan untuk sub ruang sampel yaitu jika
ingin dibedakan, baik dadu dengan sisi genap maupun dadu dengan sisi
ganjil.

Statistik Deskriptif Page |6


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

4. Asas-Asas Menghitung Probabilitas


Apabila probabilitas yang terjadi adalah A atau menyebutnya sebagai
probabilitas suatu kejadian A, maka dirumuskan menjadi:

P (A) =
Dimana :
P : Peluang / Probabilitas
A : Kejadian A
n : Banyaknya kejadian A
m : Jumlah seluruh kejadian

a) Range Nilai Probabilitas

b) Complements - Probability of Ā not A – Probabilita kejadian bukan A

c) Intersection - Probability Kejadian A dan B ( Persitiwa saling meniadakan)

d) Union- Probability kejadian A atau B (Peristiwa mutually exlusive, tidak


saling meniadakan)

Contoh Kasus :
a. Jika diketahui adalah 52 kartu bridge, maka berapa probabilitas terpilih
dari “kartu As” atau “kartu Heart” ?
Penyelesaian :
Kejadian jika terambilnya kartu As = P(A) = 4/52
Kejadian jika terambilnya kartu Heart = P (H) = 13/52
Dan jika kejadian terambilnya “kartu As” yang juga “kartu Heart”, maka
menjadi :
= P (A dan H)
= 1/52
Sehingga P (A atau H) = 4/52 + 13/52 -1/52
= 16/52
= 4/13

Statistik Deskriptif Page |7


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

b. Jika ada data mahasiswa-mahasiswa Jurusan Akuntansi UNPAM seperti


di bawah ini :
Kelompok Jenis Kelamin Usia (Th)
A Laki – laki 25
B Laki – laki 19
C Laki – laki 20
D Wanita 21
E Wanita 18

Pertanyaannya adalah berapa probabilitas jika terpilih mahasiswa


dengan usia lebih dari 20 tahun?
Penyelesaian :
Jika terpilih probabilitas dari mahasiswa wanita adalah = P (W) = 2/5
Jika terpilih probablitias dari mahasiswa dengan usia lebih dari 20 tahun
adalah = P( U) = 2/5
Jika terpilih probabilitas dari mahasiswa wanita dengan usia lebih dari 20
tahun adalah = P (W dan U ) = 1/5
Sehingga P (A atau B ) = 2/5 + 2/5 – 1/5
= 3/5

e) Marginal Probability
Artinya persitiwa tanpa syarat, yaitu peristiwa dimana yang lain, tidak ada
kaitannya terhadap peristiwa yang lain. Yaitu :
Probabilitas terjadinya peristiwa A = P(A)
Probabilitas terjadinya peristiwa B = P (B)

f) Joint Event
Artinya ketika terjadinya dua peristiwa, dengan bersama-sama atau secara
berurutan, maka rumusnya adalah :
Dimana P (AB) = P (BA)
= P (A) x P(B)
Namun aturan ini hanya bisa diterapkan jika peristiwa adalah independen.
Jika joint event mengikuti aturan, dimana diterapkan pada conditional
probability, sehingga peristiwa tersebut tidak independen, sehingga
rumusnya menjadi :

g) Conditional Probability
Artinya dimana suatu peristiwa terjadi dan didahului pada peristiwa lain
sebagai syarat.

Aturan dari Conditional Probability :

Statistik Deskriptif Page |8


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

Contoh Soal :
Jika dalam satu kotak, ada 10 bola, yang mana 2 diantaranya adalah merah
bergaris, kemudian 3 bola merah berkotak, dan 4 bola biru bergaris, sisanya
adalah 1 bola biru berkotak.
Pertanyaan:
1) Berapa probabilitas terambilnya jika bola bergaris dengan syarat warna
merah?

2) Berapa proabilitas terambilnya jika bola bergaris dengan syarat warna


biru ?

3) Berapa probabilitas terambilnya jika bola bergaris dengan syarat warna


biru?

4) Berapa probabilitas terambilnya jika bola berkotak dengan syarat warna


biru?

h) Bayes’ Theorem
Theorema Bayes pada dasarnya hampir sama dengan Conditional
Probability, dan aturan pada Bayes juga diturunkan dari aturan yang ada
pada Conditional Probability.
Pada aturan Conditional Probability :

Diketahui bahwa

Sehingga aturan bayes menjadi

5. Manfaat Probabilitas Dalam Penelitian


Probabilitas mempunyain manfaat dan kegunaan dalam lingkungan
sehari-hari, dimana akan membantu dalam pengambilan keputusan, dan
meramalkan kejadian atau peristiwa yang mungkin akan terjadi. Probabilitas
sendiri sangat membantu dalam pelaksanaan penelitian, adapun fungsi dari
probabilitas adalah :

Statistik Deskriptif Page |9


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

1. Probabilitas akan membantu penelitian dalam mengambil keputusan secara


lebih tepat, artinya bahwa tidak ada keputusan yang telah pasti, apalagi
kehidupan di masa yang akan datang tidak ada yang mengetahui, disamping
itu informasi tidak bisa sempurna.
2. Probabilitas menjadi sangat tepat dalam menarik kesimpulkan yang
berdasarkan pada hipotesis, terkait dengan karakteristik populasinya.
3. Probabilitas mampu memperkirakan hipotesis atau dugaan sementara terkait
dengan karakteristik populasi dalam situasi yang memungkinkan untuk
menarik kesimpulan.
4. Probabilitas digunakan untuk mengukur derajat ketidakpastian dalam
menganalisis sampel dari hasil penelitian berdasarkan populasinya.

Statistik Deskriptif P a g e | 10
Universitas Pamulang Akuntansi S-1

C. LATIHAN SOAL
Kerjakan soal berikut dengan benar!
1. Jelaskan konsep dan penerapan probabilitas!
2. Data anggota HIMA tahun 2020 sebagai berikut
No Jenis Kelamin Tahun angkatan
2017 2018 2019
1 Pria 4 6 10
2 Wanita 5 8 11
total 9 14 21

Hitunglah perintah dibawah berdasarkan data yang ada di tabel


a. Berapa probabilitas terpilihnya wanita dengan syarat angkatan 2018?
b. Berapa probabilitas terpilihnya pria sebagai ketua HIMA?
c. Berapa probabilitas terpilihnya bukan mahasiswa angkatan 2017?
d. Berapa probabilitas terpilihnya pria dan angkatan 2017 ?
e. Berapa probabilitas terpilihnya wanita atau angkatan tahun 2019?

3. Jika diketahui data sebagai berikut :

No Jenis Kelamin Tahun angkatan


2017 2018 2019
1 Laki-laki 14 6 10
2 Wanita 5 10 11
total 19 16 21

Hitunglah perintah dibawah berdasarkan data yang ada di tabel


a. Berapa probabilitas terpilihnya wanita dengan syarat angkatan 2018?
b. Berapa probabilitas terpilihnya pria sebagai ketua HIMA?
c. Berapa probabilitas terpilihnya bukan mahasiswa angkatan 2017?
d. Berapa probabilitas terpilihnya pria dan angkatan 2017 ?
e. Berapa probabilitas terpilihnya wanita atau angkatan tahun 2019?

Statistik Deskriptif P a g e | 11
Universitas Pamulang Akuntansi S-1

D. DAFTAR PUSTAKA

Kazmier, L. J. & N. F Pohl. (1997). Basic Statistics for Business and Economics.
Singapore : Mc Graw Hill Int. Ed.

Sugiyono. (2015). Statistika untuk Penelitian. Bandung : Penerbit Alfabeta.

Walpole, R.E. (1992). Pengantar Statistik. Jakarta : PT. Gramedia.

Supranto, J. (2010). Statistik Teori dan Aplikasi. Jakarta : Erlangga.

Statistik Deskriptif P a g e | 12

Anda mungkin juga menyukai