Anda di halaman 1dari 12

PLANNING DALAM MANAJEMEN KEPERAWATAN

Disusun
Oleh:

Kelompok 1
PSIK 4.2

1. Arjun 5. Sry Nofita


2. Emma 6. Tri Epipanias
3. Hilyati Husna 7. Winda
4. Marlina 8. Yohana

Dosen Pembimbing :

Ns. Masri Saragih, M.Kep

PROGRAM STUDI NERS


FAKULTAS FARMASI DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA
MEDAN 2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami haturkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas ridho-Nyalah
Kami bisa menyelesaikan “ Tugas Makalah Kelompok tentang Planning dalam
Manajemen Keperawatan ” ini dengan tepat waktu. Makalah ini disusun agar para
mahasiswa dapat mengetahui mengenai “ Perencanaan dalam Proses Manajemen
Keperawatan ” .

Makalah ini di buat semata - mata merupakan tugas dari mata kuliah Manajemen
Keperawatan. Kami menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan dalam
penyusunan makalah ini oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari
para pembaca guna untuk pembelajaran lagi buat kami dalam penyususnan makalah
berikutnya.

Tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah
mambantu dalam penyusunan makalah ini.

Medan, 17 Maret 2020

Penulis

Kelompok 1
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan
organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana
aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua
fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain—pengorganisasian,
pengarahan, dan pengontrolan—tak akan dapat berjalan.
Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana
informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama
anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang
harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal
merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus
mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi
ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.
Menurut George R. Terry perencanaan adalah: “planning is the selecting and
relating of fact, the making and using of assumption, regarding the future in the
visualization and formulating of proposed activities believed necessary to achieve
desired result”. Dengan pengertian ini disimpulkan antara lain:
a. Perencanaan merupakan kegiatan yang harus didasarkan pada fakta, data dan
keterangan kongkret.
b. Perencanaan merupakan suatu pekerjaan mental yang memerlukan pemikiran,
imajinasi dan kesanggupan melihat ke masa yang akan datang.
c. Perencanaan mengenai masa yang akan datang dan menyangkut tindakan tindakan
apa yang dapat dilakukan terhadap hambatan yang mengganggu kelancaran usaha.

Landasan dasar setiap perencanaan adalah kemampuan manusia untuk secara


sadar memilih alternatif masa depan yangdikehendakinya dan kemudian mengarahkan
daya upayanya untuk mewujudkan masa depan yang dipilih tersebut. Perencanaan
merupakan langkah utama yang penting dalam keseluruhan proses manajemen agar
factor produksi yang terbatas dapat diarahkan secara maksimal untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan
B.     Tujuan
1.      Tujuan Umum
Mampu mengelola pelayanan keperawatan profesional tingkat dasar dengan
menerapkan sistem manajemen keperawatan secara bertanggung jawab dan
menunjukkan sikap kepemimpinan yang professional.
2.      Tujuan Khusus
Pembaca dapat memahami tentang :
1)      Perencanaan diruang keperawatan.
2)      Rencana operasional diruang rawat
BAB II

TINJAUAN TEORITIS

A. Definisi Perencanaan
Fungsi planning (perencanaan) adalah fungsi terpenting dalam manajemen,
oleh karena fungsi ini akan menentukan fungsi-fungsi manajemen lainnya. Menurut
Muninjaya, (1999) fungsi perencanaan merupakan landasan dasar dari fungsi
manajemen secara keseluruhan. Tanpa ada fungsi perencanaan tidak mungkin fungsi
manajemen lainnya akan dapat dilaksanakan dengan baik. Perencanaan akan
memberikan pola pandang secara menyeluruh terhadap semua pekerjaan yang akan
dijalankan, siapa yang akan melakukan, dan kapan akan dilakukan. Perencanaan
merupakan tuntutan terhadap proses pencapaian tujuan secara efektif dan efesien.
Swanburg (2000) mengatakan bahwa planningadalah memutuskan seberapa luas akan
dilakukan, bagaimana melakukan dan siapa yang melakukannya.
Perencanaan (Planning), perencanaan merupakan:
1. Gambaran apa yang akan dicapai
2. Persiapan pencapaian tujuan
3. Rumusan suatu persoalan untuk dicapai
4. Persiapan tindakan-tindakan
5. Rumusan tujuan tidak harus tertulis
Tiap-tiap organisasi perlu perencanaan

B. Prinsip perencanaan
Menurut siagian (19983), perencaan yang baik harus memiliki prinsip-prinsip sebagai
berikut:
a. Mengetahui sifat atau ciri suatu rencana yang baik yaitu:
a) Mempermudah tercapainya tujuan organisasi karena rencana merupakan suatu
keputusan yang menentukan kegiatan yang akan dilakukan dalam rangka
mencapai tujuan.
b) Dibuat oleh orang-orang yang mengerti organisasi
c) Dibuat oleh orang yang sungguh-sungguh mendalami teknik perencaan
d) Adanya suatu perencanaan yang teliti,yang berarti rencana harus di ikuti oleh
program kegiatan terinci
e) Tidak boleh terlepas dari pemikiran pelaksanaan, artinya harus tergambar
bagaimana rencana tersebut dilaksanakan.
f) Bersifat sederhana, yang berarti disusun secara sistematis dan prioritasnya
jelas terlihat.
g) Bersifat luwes, yang berarti bisa diadakan penyesuaian bila ada perubahan
h) Terdapat tempat pengambilan risiko karena tidak  ada seorangpun yang
mengetahui apa yang akan terjadi di masa yang akan dating
i) Bersifat praktis, yang berarti bisa dilaksanakan sesuai dengan kondisi
organisasi
j) Merupakan prakiraan atau peramalan atas keadaan yang terjadi.

b. Memandang proses perencanaan sebagai suatu rangkaian kegiatan yang harus


dijawab dengan memuaskan menggunakan pendekatan 5W1H
a) What > kegiatan apa yang harus dijalankan dalam rangka pencapaian
tujuan yang telah disepakati?
b) Where > dimana kegiatan akan dilakukan?
c) When > kapan kegiatan tersebut akan dilakukan?
d) Who > siapa yang harus melaksanakan kegiatan tersebut?
e) Why > mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan?
f) How > bagaimana cara melaksanakan kegiatan tersebut kearah pencapaian
tujuan?

c. Memandang proses perencanaan sebagai suatu masalah yang harus diselesaikan


dengan menggunakan teknik ilmiah, artinya harus disusun dengan cara sistematis
dan didasarkan pada langkah sebagai berikut:
a) Mengetahui sifat hakiki dan masalah yang dihadapi
b) Mengetahui data yang akurat sebelum menyusun rencana
c) Menganalisis dan menginterpretasi data yang telah terkumpul
d) Menetapkan data alternatif pemecahan masalah
e) Melaksanakan rencana yang telah tersusun
f) Memilih cara yang terbaik untuk menyelesaikan masalah
g) Menilai hasil yang telah dicapai

C. Tipe-tipe perencanaan
a. Berdasarkan luasnya
1. Strategic; rencana yang berlaku bagi organisasi secara keseluruhan,
menjadi sasaran umum organisasi tersebut, dan berusaha menetapkan
organisasi tersebut kedalam lingkungannya
2. Operasional; rencana yang memerinci detail cara mencapai sasaran
menyeluruh

b. Berdasarkan karangka waktu


1. Jangka panjang
2. Jangka pendek

c. Berdasarkan kehususan
1. Pengarahan; rencana yang fleksibel dan yang menjadi pedoman umum
2. Pemerinci;  rencana yang mendefenisikan dengan jelas dan tidak
memberuang untuk penafsiran

d. Berdasarkan frekuensi
1. Sekali pakai; rencana yang digunakan satu kali saja yang yang secara kusus
dirancang untuk memenuhi kebutuhan situasi yang unik
2. Terus menerus; rencana yang berkesinambungan yang menjadi pedoman bagi
kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang

D. Tujuan perencanaan
1. Standar pengawasan
2. Mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya
3. Mengetahui siapa saja yang terlibat mendapatkan kegiatan yang sistematis
termasuk biaya dan kualitas pekerjaan
4. Meminimalkan kehgiatan yang tidak produktif
5. Menyerasikan dan memadukan beberapa sub kegiatan
6. Mendeteksi hambatan kesulitan yang bakal ditemui
7. Mengarahkan pada pencapaian tujuan

E. Manfaat perencanaan
a. Standar pelaksanaan dan pengawasan
b. Pemilihan alternatif terbaik
c. Penyusunan skala perioritas
d. Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi
e. Membantu manajer menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan
f. Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait
g. Alat meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti

F. PERENCANAAN TENAGA KEPERAWATAN

Perencanaan tenaga atau staffing merupakan salah satu fungsi utama seorang
pemimpin organisasi,termasuk organisasi keperawatan. Keberhasilan suatu organisasi
salah satunya ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Hal ini berhubungan
erat dengan bagaimana seorang pimpinan merencanakan ketenangan di unit kerjanya.

a. Langkah perencanaan tenaga keperawatan menurut Drucicter dan Gillies(1994)


meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi bentuk dan beban pelayanan keperawatan yang diberikan
2. Menentukan kategori perawat yang akan ditugaskan untuk melaksanakan
pelayanan keperawatan
3. Menentukan jumlah masing-masing kategori perawat yang dibutuhkan
4. Menerima dan menyaring untuk mengisi posisi yang ada
5. Menentukan tenaga perawat sesuai dengan unit atau shif
6. Melakukan seleksi calon-calon yang ada
7. Memberikan tanggung jawab untuk melaksanakan tugas pelayanan
keperawatan

Penentuan tenaga keperawatan dipengaruhi oleh keinginan untuk menggunakan


tenaga keperawatan yang sesuai. Untuk lebih akuratnya dalam perencanaan tenaga
keperawatn, maka pimpinan keperawatan harus mempunyai keyakinan tertentu dalam
organisasinya,seperti:

1. Rasio antara perawat dan klien di dalam perawatan intensif adalah


1:1 atau 1:2;
2. Perbandingan perawat ahli dan terampil di ruang medical bedah,
kebidanan, anak dan psikiatri adalah 2:1 atau 3:1
3. Rasio antara perawat dan klien san shif pagi atau sore adalah 1:5
untuk malam hari di ruang rawat dan lain-lain 1:10

Jumlah tenaga terapil ditentukan oleh tingkat ketergantungan klien. Menurut


Abdullah & Levine (1965) dalam Gillies (1994), seharusnya dalam suatu unit ada
55% tenaga ahli dan 45% tenaga terampil.

b. Perkiraan kebutuhan tenaga


Penetapan jumlah tenaga keperawatan harus disesuaikan dengan kategori yang
akan dibutuhkan untuk asuhan keperawatan klien disetiap unit.

c. Kategori perawatan klien:


1. Perawatan mandiri (self cae), yaitu klien memerlukan bantuan  minimal dalam
melakukan tindakan keperawatan dan pengobatan.
2. Perawat sebagai (partial care), yaitu klien memerlukan bantuan sebagai dalam
tindakan keperawatan dan pengobatan tertentu.
3. Perawatan total (total care), yaitu klien memerlukan bantuan secara penuh
dalam perawatan diri dan memerlukan observasi secara ketat.
4. Perawatan intensif (intensive care), yaitu klien memerlukan observasi dan
tindakan keperawatan yang terus menerus.

d. Cara menentukan jumlah tenaga yang dibutuhkan untuk setiap unit sebagai
berikut:
1. Rasio perawat klien disesuaikan dengan standar perkiraan jumlah klien
sesuai data sensus.
2. Pendekatan teknik industri, yaitu identitas tugas perawat dengan
menganalisis alur kerja perawat atau work flow rata-rata frekuensi dan
waktu kerja ditentukan dngan data sensus klien, dihitung untuk menentukan
jumlah perawat yang dibutuhkan.
3. System  approach staffing atau pendekatan sistem ketenangan dapat
menentukan jumlah optimal yang sesuai dengan kategori perawat untuk
setiap unit serta mempertimbangkan komponen input-proses-outpon-umpan
balik.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Fungsi planning (perencanaan) adalah fungsi terpenting dalam manajemen,


oleh karena fungsi ini akan menentukan fungsi-fungsi manajemen lainnya. Menurut
Muninjaya, (1999) fungsi perencanaan merupakan landasan dasar dari fungsi
manajemen secara keseluruhan. Tanpa ada fungsi perencanaan tidak mungkin fungsi
manajemen lainnya akan dapat dilaksanakan dengan baik. Perencanaan akan
memberikan pola pandang secara menyeluruh terhadap semua pekerjaan yang akan
dijalankan, siapa yang akan melakukan, dan kapan akan dilakukan.

B. Saran
Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca, khususnya dalam bidang
keperawatan. Masih banyak kekurangan dari makalah ini, untuk mencapai
kesempurnaan dalam makalah ini, kami berharap kritik dan saran para pembaca.
DAFTAR PUSTAKA

rown, Montague. 1997. Manajemen Perawatan Kesehatan. Jakarta : EGC

Kuntoro, Agus. 2010. Buku Ajar Manajemen Keperawatan. Yogyakarta : Nuha


Medika

Potter dan Perry. 2005. Fundamental Keperawatan. Jakarta : EGC

Suarli dan Bahtiar, Yanyan. 2002. Manajemen Keperawatan. Jakarta : Erlangga

Swansburg,Russel C.2000.Pengantar Kepemimpinan dan manajemen keperawatan


untuk perawat klinis.Jakarta:EGC