Anda di halaman 1dari 7

Nama : Ilham Syaifullah

Kelas : 1C

Jurusan : Teknik Elektro

* Resistor

Resistor merupakan komponen elektronik yang memiliki dua pin dan didesain untuk mengatur
tegangan listrik dan arus listrik Resistor berfungsi sebagai penghambat arus listrik.

Gambar resistor
komposisi karbon

* Dioda

Dioda adalah komponen aktif dua kutub yang pada umumnya bersifat semikonduktor, yang
memperbolehkan arus listrik mengalir ke satu arah (kondisi panjar maju) dan menghambat arus
dari arah sebaliknya (kondisi panjar mundur).

Gambar dioda
semikonduktor

* Kapasitor
Kondensator atau sering disebut sebagai kapasitor adalah suatu alat yang dapat menyimpan
energi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari
muatan listrik. Kondensator memiliki satuan yang disebut Farad dari nama Michael Faraday.

Gambar
berbagai kapasitor

* Induktor

Sebuah induktor atau reaktor adalah sebuah komponen elektronika pasif (kebanyakan
berbentuk torus) yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh
arus listrik yang melintasinya. Kemampuan induktor untuk menyimpan energi magnet
ditentukan oleh induktansinya, dalam satuan Henry.

Beberapa jenis induktor harga


rendah

* Kode perhitungan reistor ( kode warna )

warna pita pertama pita kedua pita ketiga Pita keempat Pita kelima
( penggali )
(toleransi) (koefisien
suhu)

hitam 0 0 x 10 pangkat ± 1% (F) 100 ppm


0

cokelat 1 1 x 10 pamgkat ± 2% (G) 50 ppm


1

merah 2 2 x 10 pangkat 15 ppm


2

orange 3 3 x 10 pangkat 25 ppm


3

kuning 4 4 x 10 pangkat
4

hijau 5 5 x 10 pangkat ± 0.5% (D)


5

biru 6 6 x 10 pangkat ± 0.25% (C)


6

ungu 7 7 x 10 pangkat ± 0.1% (B)


7

abu abu 8 8 x 10 pangkat ± 0.05% (A)


8

putih 9 9 x 10 pangkat
9

emas x 10 pangkat ± 5% (J)


-1

perak x 10 pangkat ± 10% (K)


-2

kosong ± 20% (M)

* Tabel bahan listrik lambang dan satuannya


* Multitester dan cara menggunakannya ( serta gambar )

Multimeter adalah alat yang berfungsi untuk mengukur Voltage (Tegangan), Ampere (Arus
Listrik), dan Ohm (Hambatan/resistansi) dalam satu unit.

Cara menggunakan multitester :

1. Cara Mengukur Tegangan DC (DC Voltage)

•Atur Posisi Saklar Selektor ke DCV

•Pilihlah skala sesuai dengan perkiraan tegangan yang akan diukur. Jika ingin mengukur 6Volt,
putar saklar selector ke 12 Volt (khusus Analog Multimeter)

Jika tidak mengetahui tingginya tegangan yang diukur, maka disarankan untuk memilih skala
tegangan yang lebih tinggi untuk menghindari terjadi kerusakan pada multimeter.

•Hubungkan probe ke terminal tegangan yang akan diukur. Probe Merah pada terminal Positif
(+) dan Probe Hitam ke terminal Negatif (-). Hati-hati agar jangan sampai terbalik.

•Baca hasil pengukuran di Display Multimeter.

2. Cara Mengukur Tegangan AC (AC Voltage)

•Atur Posisi Saklar Selektor ke ACV

•Pilih skala sesuai dengan perkiraan tegangan yang akan diukur. Jika ingin mengukur 220 Volt,
putar saklar selector ke 300 Volt (khusus Analog Multimeter)

**Jika tidak mengetahui tingginya tegangan yang diukur, maka disarankan untuk memilih skala
tegangan yang tertinggi untuk menghindari terjadi kerusakan pada multimeter.

•Hubungkan probe ke terminal tegangan yang akan diukur. Untuk Tegangan AC, tidak ada
polaritas Negatif (-) dan Positif (+)

•Baca hasil pengukuran di Display Multimeter.

3. Cara Mengukur Arus Listrik (Ampere)


•Atur Posisi Saklar Selektor ke DCA

•Pilih skala sesuai dengan perkiraan arus yang akan diukur. Jika Arus yang akan diukur adalah
100mA maka putarlah saklar selector ke 300mA (0.3A). Jika Arus yang diukur melebihi skala
yang dipilih, maka sekering (fuse) dalam Multimeter akan putus. Kita harus menggantinya
sebelum kita dapat memakainya lagi.

•Putuskan Jalur catu daya (power supply) yang terhubung ke beban,

•Kemudian hubungkan probe Multimeter ke terminal Jalur yang kita putuskan tersebut. Probe
Merah ke Output Tegangan Positif (+) dan Probe Hitam ke Input Tegangan (+) Beban ataupun
Rangkaian yang akan kita ukur. Untuk lebih jelas, silakan lihat gambar berikut ini.

•Baca hasil pengukuran di Display Multimeter

4. Cara Mengukur Resistor (Ohm)

•Atur Posisi Saklar Selektor ke Ohm (Ω)

•Pilih skala sesuai dengan perkiraan Ohm yang akan diukur. Biasanya diawali ke tanda “X” yang
artinya adalah “Kali”. (khusus Multimeter Analog)

•Hubungkan probe ke komponen Resistor, tidak ada polaritas, jadi boleh terbalik.

•Baca hasil pengukuran di Display Multimeter. (Khusus untuk Analog Multimeter, diperlukan
pengalian dengan setting di langkah ke-2)
Multitester Analog

Multitester Digital

* Gambar tabel bahan bahan listrik