Anda di halaman 1dari 5

BAB III

PEMBAHASAN

Praktek Kerja Profesi Apoteker di PT. Rajawali Nusindo

dilaksanakan pada tanggal 12-25 Februari 2020 di PBF cabang

jalan Pandan Sari Kav. II, Tangkerang Utara, Kecamatan Bukit

Raya Pekanbaru.

PT. Rajawali Nusindo melakukan tugasnya sebagai

distributor sediaan farmasi, perbekalan kesehatan dan bahan-

bahan komoditas ke berbagai tempat diantaranya yaitu institusi

pemerintah, rumah sakit, apotek, toko obat dan lain-lain.

Diantara produk yang di distribusikan yaitu, obat bebas, obat

keras dengan resep dokter, Obat Generik Berlogo (OGB), Cold Chain Product

(CCP) atau vaksin, alat kesehatan dan beras. PT. Rajawali Nusindo

cabang Pekanbaru melakukan pendisribusian sediaan farmasi

dan perbekalan kesehatan di wilayah Pekanbaru dan sekitarnya.

Penanggung jawab di PBF Cabang adalah seorang apoteker yang bekerja sesuai

dengan peraturan dan persyaratan CDOB. Apoteker bertanggung jawab

menyusun, memastikan dan mempertahankan penerapan sistem manajeman mutu

di fasilitas distribusi.

CDOB adalah cara distribusi/ penyaluran obat dan/bahan obat yang baik

yang bertujuan memastikan mutu sepanjang jalur distribusi sesuai dengan

persyaratan dan tujuan penggunaannya. Pedagang besar farmasi dalam


menjalankan pendistribusian obat wajib menerapkan 9 aspek CDOB yaitu

management mutu, organisasi, manajemen dan personalia, bangunan dan

peralatan, operasional, inspeksi diri, keluhan dan/atau bahan obat kembalian,

diduga palsu dan penarikan kembali, transportasi, fasilitas distribusi berdasarkan

kontrak, dan dokumentasi. Pada case study kali ini kelompok kami membahas

mengenai kembalian barang atau retur.

Retur adalah pengembalian barang dagang yang disebabkan barang sudah

expired atau rusak, kesalahan pengiriman, ataupun jumlah yang tidak sesuai

dengan pemesanan (Mulyadi, 2001). Retur barang diberikan kepada para

pelanggan untuk membantu dalam pengembalian barang yang hampir expired atau

rusak. Untuk menunjang kelancaran penanganan retur barang, perlu ditetapkan

prosedur retur barang yang efisien. Dengan kata lain, terdiri dari tahap demi tahap

proses yang saling berkesinambungan. Berdasarkan pengamatan yang diperoleh

oleh kelompok kami, retur barang dari PBF keprinsipal, yaitu untuk produk PT.

Phapros dalam jangka waktu 3 bulan sebelum expired date, untuk produk PT.

Widatra harus dikonfirmasi dahulu 6 bulan sebelum expired date. Sedangkan

berdasarkan pengamatan dari pelanggan ke PBF dilaksanakan dalam jangka waktu

3 bulan sebelum expired date.

Prosedur penanganan dan penerimaan obat/bahan obat kembalian barang

di PT Rajawali Nusindo, menurut Standar Operating Procedure (SOP), terdapat

beberapa jenis, yaitu :

1. Salah pesan, salah kirim (dikembalikan saat pengiriman)

2. Rusak (obat dan kemasan)


3. Expired date

4. Recall (ditarik dari peredaran).

Pada tahap pengembalian barang ini menurut pengamatan kelompok kami,

terdapat alasan kategori pengembalian barang ke PT. Rajawali Nusindo yaitu :

1. Barang mendekati expired date

Adalah batasan waktu yang dianjurkan oleh industri farmasi terhadap

keamanan produk yang dihasilkan masih memenuhi persyaratan.

Contoh : RSUD Kab Rokan Hulu memesan Anemolat 1 mg tablet. Setelah

obat itu diterima ternyata obat tersebut mendekati ED.

2. Ketidaksesuaian produk yang dikirim dengan pesanan

Adalah ketidaksesuain produk terjadi karena tidak terpenuhinya spesifikasi

dan persyaratan yang telah ada.

Contoh : Apotek New Husada memesan Amlodipin 10 mg tablet. Setelah

obat itu diterima ternyata tidak sesuai dengan faktur.

3. Kesalahan administrasi (salah diskon, harga, nama pelanggan)

Contoh : RS Ibnu Sina menerima diskon yang tidak sesuai,dimana diskon

yang diberikan marketing berbedan dengan diskon yang diberikan oleh

PBF.

4. Kesalahan pesanan dari pelanggan

Adalah kesalahan pada saat pelanggan membuat pesanan

Contoh : PT. Cendana Perdana perkasa memesan Deksamin syr 60 ml,

tetapi pihak PT. Cendana Perdana perkasa tidak sanggup bayar.


5. Recall

Adalah proses penarikan obat atas instruksi dari prinsipal, prinsipal

memberikan perintah penarikan berdasarkan inisiatif sendiri atau perintah

BPOM.

Contoh : Penarikan obat ranitidin 25 mg/ml injeksi karena adanya temuan

cemaran NDMA.

Pada tahap pengembalian barang dari pelanggan, ada beberapa persyaratan

yang harus dipenuhi oleh pelanggan, antara lain :

a. Retur dapat dilakukan jika barang cacat atau kesalahan barang yang

tidak sesuai dengan yang dipesan

b. Retur hanya bisa dilakukan kali dalam satu pesanan

c. Retur barang yang mendekati ED dapat dilakukan dalam jangka waktu

maksimal 3 bulan/ 6 bulan. Apabila barang tersebut masih dalam 1

bok boleh dikembalikan, tetapi apabila barang sisa setengah tidak

boleh dikembalikan

d. Retur hanya bisa dilakukan jika barang yang diterima mengalami

cacat/rusak, kesalahan yang dipesan

e. Rarang yang diretur harus tetap memiliki label merk, dan belum

pernah dipakai oleh pelanggan beraktivitas (hanya untuk dicoba/test

pakai saja).

Jika persyaratan di atas sudah terpenuhi, maka konsumen dapat


mengembalikan barang ke kantor cabang malaui outlet atau salesman yang datang

ke tiap-tiap outlet. Kemudian bagian supervisor logistik akan menerima dan

menyimpan barang yang telah dikembalikan dari outlet tersebut. kemudian

supervisor membuat akan membuat form Surat Penyerahan Barang (SPB) yang

mencantumkan : Nama barang, Jumlah, No.batch, Expired Date, Keterangan

penyebeb pengembalian barang.

Menurut pengamatan kelompok kami pada pengembalian barang/retur

yang dilakukan oleh PT Rajawali Nusindo pada bulan Januari-Oktober 2019

terdapat 5 kategori alasan pengembalian barang, yaitu barang mendekati expired

date, ketidaksesuaian produk yang dikirim dengan pesanan, kesalahan

administrasi, Kesalahan pesanan dari pelanggan dan recall. Dari hasil yang

diperoleh bahwa pada bulan Oktober mengalami pengembalian barang terbanyak

dibandingkan bulan lain, dengan presentase tertinggi terdapat pada kasus

penarikan/recall, sebanding dengan pemberitahuan dan perintah dari BPOM pada

tanggal 04 Oktober 2019 tentang penarikan produk ranitidin.

Pada hasil pengamatan kelompok kami ditemukan pengembalian barang

tertinggi pada kategori barang mendekati expired date, baik yang dilakukan oleh

rumah sakit maupun apotek. Hal ini bertujuan agar mencegah penggunaan obat

yang kadaluarsa, mengurangi biaya pemusnahan. PBF Rajawali Nusindo memiliki

ruangan terkunci untuk menyimpan obat kembalian, diduga palsu, obat recall dan

obat kedaluwarsa.