Anda di halaman 1dari 25

KEPI dan SPI Edisi VII

SOSIALISASI UMUM KEPI & SPI EDISI VII - 2018


KPSPI – MAPPI
2
Posisi Kredit Bank Umum
Pertumbuhan Kredit dan NPL Bank Umum
Kredit (Rp. 1.000 triliun) NPL
6 3,50%

2,95%
3,00%
5
2,62%
2,51% 2,40%
2,50%
4 2,18%

1,88% 2,00%
1,78%
3

1,50%

2
1,00%

1
0,50%

0 0,00%
2,67 3,26 3,64 4,01 4,32 4,68 5,22
2012 2013 2014 2015 2016 2017 Dec-18
Sumber: Statistik Perbakan Indonesia, Des 2018
Kualitas Kredit Bank Umum
(Rp. 1 juta)
Uraian 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 Dec-18
Kredit Kepada
Pihak Tidak
Terkait 2.170.291 2.674.701 3.263.361 3.639.181 4.012.012 4.320.302 4.675.421 5.215.150
a. Lancar 2.038.259 2.511.618 3.076.570 3.407.570 3.715.373 3.996.019 4.328.956 4.853.549
b. DPK 84.542 112.712 128.616 152.304 195.983 196.928 223.793 236.528
c. Kurang
Lancar 7.400 9.257 10.232 14.273 19.320 26.997 22.372 20.363
d. Diragukan 6.882 6.895 8.633 15.282 13.423 15.842 18.279 16.686
e. Macet 33.207 34.218 39.310 49.751 67.912 84.516 82.021 88.024
NPL 47.489 50.371 58.175 79.306 100.655 127.355 122.672 125.073
NPL (%) 2,19% 1,88% 1,78% 2,18% 2,51% 2,95% 2,62% 2,40%
NPL Coll 5 33.207 34.218 39.310 49.751 67.912 84.516 82.021 88.024
NPL Coll 5 (%) 1,53% 1,28% 1,20% 1,37% 1,69% 1,96% 1,75% 1,69%
Sumber: Statistik Perbakan Indonesia Des 2018
Pertumbuhan NPL Perbankan 2011 - 2018 (Rp. Triliun)
100.000 4,00%
80.000
3,00%
60.000
2,00%
40.000
1,00%
20.000
- 0,00%
2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018

Kurang Lancar Diragukan Macet NPL (%) 4


Kredit Pemilikan Properti
Kredit Pemilikan Properti Bank Umum
600,00

26,49%
Rp. 491 triliun
500,00
22,44%

400,00

300,00
11,89%

200,00
7,67% 7,15%
6,96%
4,88%
100,00
1,70%
0,00%
-
2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 Jun-18 Dec-18

Total Properti Growth

Sumber: Statistik Perbakan Indonesia, Des 2018

5
Kredit Pemilikan Properti

NPL Kredit Per Jenis Pemilikan Properti Bank Umum


Rumah Tinggal Apartemen Ruko/Rukan Total Properti
6,00% 3,50%

2,94% 2,86% 3,00%


5,00% 2,81%
2,63%
2,54%
2,50%
2,34% 2,42%
4,00% 2,14%
2,01% 2,09%
2,00%

3,00%

1,50%

2,00%
1,00%

1,00%
0,50%

0,00% 0,00%
2012 2013 2014 2015 2016 Jun-17 Dec-17 Jan-18 Jun-18 Dec-18
Sumber: Statistik Perbakan Indonesia, Des 2018

6
Proyek Strategis Nasional (PSN)

Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian, November 2018


KEPI dan SPI Edisi VII Tahun 2018

8
IVS & SPI

• Pada 1 Juli 2017, International Valuation Standards Council (IVSC) telah memberlakukan
International Valuation Standards 2017(IVS 2017) yang merupakan standar pengganti IVS 2013
dengan memuat beberapa perubahan untuk menjawab kebutuhan pengguna. Guna mengikuti
perkembangan tersebut, Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) sebagai anggota IVSC
melalui Komite Penyusun Standar Penilaian Indonesia (KPSPI) telah menyusun Kode Etik Penilai
Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI dan SPI) Edisi VII tahun 2018.
• KEPI dan SPI edisi VII disusun dengan merujuk kepada International Valuation Standards (IVS)
2017 dari sisi sistematika, cara penomoran dan isi. Sebagaimana diketahui, penyusunan SPI sejak
tahun 2000 selalu dibuat dengan merujuk kepada IVS yang dikeluarkan oleh International
Valuation Standards Council dengan pertimbangan bahwa Penilai Indonesia perlu dibekali dengan
standar penilaian yang bertaraf internasional sehingga mampu mensejajarkan dirinya dengan
Penilai lainnya di dunia karena pelaksanaan penilaian sudah mengikuti pedoman yang berlaku
secara internasional. Namun demikian, SPI juga memuat kandungan lokal untuk memberikan
pedoman mengenai berbagai hal yang bersifat lokal sesuai dengan ketentuan perundang-undangan
atau regulasi yang berlaku.
Maksud dan Tujuan SPI

Untuk meningkat kepercayaan pribadi Penilai dan kepercayaan dari pengguna jasa dengan
membangun praktek penilaian yang transparan dan konsisten, meliputi:
1. Pengembangan prinsip dasar dan definisi yang diterima secara global;
2. Penyebarluasan dan penyeragaman dalam melakukan penugasan dan pelaporan penilaian;
3. Mengidentifikasi hal-hal yang bersifat spesifik yang memerlukan pertimbangan dan metode yang
lazim digunakan dalam penilaian atas berbagai jenis aset dan liabilitas.
Maksud dan Tujuan SPI

Untuk mencapai hal tersebut, maka SPI mengatur:


1. bagaimana memahami kebutuhan dan persyaratan dari Pemberi Tugas
2. penggunaan dasar penilaian yang sesuai
3. pengajuan asumsi secara konsisten dalam penilaian
4. mensyaratkan peningkatan dan pemeliharaan kompetensi professional sesuai yang diatur KEPI
5. memastikan pelaporan penilaian yang dihasilkan bersifat komprehensif
6. referensi dalam laporan penilaian mengandung informasi yang jelas, akurat dan memadai
sehingga tidak menyesatkan
Dasar Pengembangan Kompetensi
vPMK Nomor 101/2014, tentang Jasa Penilai :
§ Penilai adalah seseorang yang memiliki kompetensi dalam melakukan kegiatan Penilaian,
yang sekurang-kurangnya telah lulus pendidikan awal Penilaian;
§ Penilaian adalah proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas nilai ekonomi
suatu objek penilaian sesuai dengan SPI;
§ Pendidikan awal Penilaian adalah pendidikan Penilaian yang meliputi:
ü pendidikan non formal Penilaian dasar dan/atau lanjutan yang diselenggarakan oleh
Asosiasi Profesi Penilai;
ü pendidikan formal Penilaian yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi; atau;
ü pendidikan formal dan non formal Penilaian yang diselenggarakan oleh lembaga
pemerintah.
v Pendidikan awal Penilaian sebagaimana dimaksud merupakan pendidikan Penilaian yang
telah diakui atau disetarakan oleh Asosiasi Profesi Penilai

12
Status dan Kedudukan KEPI dan SPI

Tipe Dokumen Definisi Status


Kode Etik Penilai Kumpulan etik yang melandasi Mandatori dan mengikat (pada kalimat
Indonesia (KEPI) pelaksanaan SPI agar seluruh hasil tertentu) yang berlaku bagi anggota
pekerjaan penilaian dapat memenuhi MAPPI dan semua praktek penilaian di
persyaratan yang ditetapkan melalui Indonesia sesuai ketentuan dan peraturan
cara yang jujur, obyektif dan kompeten perundang-undangn yang berlaku
Konsep Prinsip Standar Profesi Penilai untuk Mandatori yang berlaku bagi anggota
Umum Penilaian melakukan kegiatan penilaian di MAPPI dan semua praktek penilaian di
(KPUP) Indonesia. Penilai wajib mematuhi SPI Indonesia sesuai ketentuan dan peraturan
yang merupakan acuan praktek perundang-undangn yang berlaku
penilaian di Indonesia
Standar Penilaian Standar Profesi Penilai untuk Mandatori dan mengikat (pada kalimat
Indonesia (SPI) melakukan kegiatan penilaian di tertentu) yang berlaku bagi anggota
meliputi seri 100, Indonesia. Penilai wajib mematuhi SPI MAPPI dan semua praktek penilaian di
200 dan 300 yang merupakan acuan praktek Indonesia sesuai ketentuan dan peraturan
penilaian di Indonesia perundang-undangn yang berlaku
Status dan Kedudukan KEPI dan SPI
Tipe Dokumen Definisi Status
Daftar Istilah Penjelasan atas definisi terminologi yang Rujukan sesuai bagian dari SPI dan PPI
(Glossary) digunakan di dalam seluruh bagian SPI.
Seluruh definisi yang spesifik dan hanya
berlaku di dalam standar tertentu, dimuat
pula di dalam bagian SPI yang bersangkutan.
Interpretasi Dalam bagian ini disampaikan penjelasan Menjadi mandatori sesuai bagian dari
dan/atau keterangan atas pernyataan yang SPI yang diatur
ada pada bagian KEPI dan SPI.
Pedoman Penilaian Sebagai pedoman dalam pengimplementasian Direkomendasikan untuk digunakan.
Indonesia (PPI) SPI yang dapat diterima dan menjadi rujukan Untuk beberapa pedoman tertentu
bagi Penilai dalam berpraktek bersifat mandatori bila dinyatakan
sebagai bagian yang terikat kepada SPI
terkait

Petunjuk Teknis Sebagai pedoman teknis yang dapat menjadi Sebagai informasi dan/atau
rukujukan bagi Penilai dalam berpraktek menjelaskan hal-hal yang bersifatm
teknis
Bagan Struktur KEPI dan SPI Edisi VII Tahun 2018
KODE ETIK KODE ETIK PENILAI INDONESIA (KEPI)

PENDAHULUAN PENDAHULUAN, REGULASI, SISTEMATIKA DAN FORMAT STANDAR

KERANGKA KONSEP & PRINSIP UMUM PENILAIAN (KPUP)


KONSEPTUAL PERUSAHAAN/ HAK KEPEMILIKAN
REAL PROPERTI PERSONAL PROPERTI BADAN USAHA FINANSIAL
SPI 101 SPI 102 SPI 103 SPI 104 SPI 105 SPI 106 SPI 107
STANDAR UMUM NILAI PASAR DASAR NILAI PENDEKATAN
SELAIN LINGKUP PELAPORAN KAJI ULANG
SEBAGAI DASAR IMPLEMENTASI PENILAIAN DAN METODE PENILAIAN
NILAI NILAI PASAR PENUGASAN PENILAIAN

STANDAR SPI 201 SPI 202 SPI 203


PENERAPAN
PENILAIAN UNTUK PELAPORAN PENILAIAN UNTUK TUJUAN PENILAIAN ASET SEKTOR PUBLIK
KEUANGAN PENJAMINAN UTANG

SPI 204 SPI 205 SPI 206


PENILAIAN TERHADAP
PENGADAAN TANAH BAGI PENILAIAN UNTUK TUJUAN PENILAIAN UNTUK KEPENTINGAN
PEMBANGUNAN UNTUK LELANG PASAR MODAL (RENCANA)
KEPENTINGAN UMUM

SPI 300 PENILAIAN REAL SPI 310 PENILAIAN MESIN &


STANDAR TEKNIS PROPERTI SPI 360 JASA KONSULTANSI
PERALATAN
SPI 301 PENILAIAN SPI 320 PENILAIAN ASET
PROPERTI AGRI TAKBERWUJUD
SPI 302 PROPERTI DALAM SPI 330 PENILAIAN BISNIS
PENGEMBANGAN
(RENCANA) SPI 340 PENILAIAN INSTRUMEN
KEUANGAN

ADENDUM PENJELASAN ISTILAH (GLOSSARY) INTERPRETASI

PEDOMAN
PENILAIAN PEDOMAN PENILAIAN INDONESIA (PPI)
Bagan Struktur KEPI dan SPI Edisi VII Tahun 2018

SPI 101 SPI 102 SPI 103 SPI 104 SPI 105 SPI 106 SPI 107
STANDAR
UMUM NILAI PASAR DASAR NILAI PENDEKATAN
SEBAGAI DASAR SELAIN LINGKUP PELAPORAN DAN METODE KAJI ULANG
PENUGASAN IMPLEMENTASI PENILAIAN PENILAIAN
NILAI NILAI PASAR PENILAIAN
Seri 100
STANDAR SPI 201 SPI 202 SPI 203
PENERAPAN
PENILAIAN UNTUK PELAPORAN PENILAIAN UNTUK TUJUAN PENILAIAN ASET SEKTOR PUBLIK
Seri 200 KEUANGAN PENJAMINAN UTANG

SPI 204 SPI 205 SPI 206


PENILAIAN TERHADAP
PENGADAAN TANAH BAGI PENILAIAN UNTUK TUJUAN LELANG PENILAIAN UNTUK KEPENTINGAN
PEMBANGUNAN UNTUK PASAR MODAL (RENCANA)
KEPENTINGAN UMUM

STANDAR TEKNIS SPI 300 PENILAIAN REAL SPI 310 PENILAIAN MESIN &
PROPERTI SPI 360 JASA KONSULTANSI
PERALATAN
Seri 300 SPI 301 PENILAIAN SPI 320 PENILAIAN ASET
PROPERTI AGRI TAKBERWUJUD
SPI 302 PROPERTI DALAM SPI 330 PENILAIAN BISNIS
PENGEMBANGAN
(RENCANA) SPI 340 PENILAIAN INSTRUMEN
KEUANGAN
Susunan KEPI dan SPI

No. KEPI & SPI 2015 2018 Keterangan


1 Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) ✔ ✔

2 Konsep dan Prinsip Umum Penilaian (KPUP) ✔ ✔

3 Jenis Properti
4 SPI 101 Nilai Pasar Sebagai Dasar Penilaian ✔ ✔

5 SPI 102 Dasar Penilaian Selain Nilai Pasar ✔ ✔

6 SPI 103 Lingkup Penugasan ✔ ✔

7 SPI 104 Implementasi ✔ ✔

8 SPI 105 Pelaporan Penilaian ✔ ✔

9 SPI 106 Pendekatan dan Metode Penilaian ✔ baru


sebelumnya dari
10 SPI 107 Kaji Ulang Penilaian ✔
SPI 363
Susunan KEPI dan SPI

No. KEPI & SPI 2015 2018 Keterangan


11 SPI 201 Penilaian untuk Pelaporan Keuangan ✔ ✔

12 SPI 202 Penilaian untuk Tujuan Penjaminan Utang ✔ ✔

13 SPI 203 Penilaian Aset Sektor Publik ✔ ✔

Penilaian Terhadap Pengadaan Tanah bagi sebelumnya


14 SPI 204 ✔
Pembangunan untuk Kepentingan Umum dari SPI 306
sebelumnya
15 SPI 205 Penilaian Untuk Tujuan Lelang ✔
dari SPI 366
16 SPI 206 Penilaian Untuk Tujuan Pasar Modal ✔ Baru (Rencana)
Susunan KEPI dan SPI

No. KEPI & SPI 2015 2018 Keterangan


17 SPI 300 Penilaian Real Properti ✔ ✔

18 SPI 301 Penilaian Properti Agri ✔ ✔

19 SPI 302 Penilaian Properti Dalam Pengembangan ✔ Rencana


20 SPI 310 Penilaian Mesin dan Peralatan ✔ ✔

21 SPI 320 Penilaian Aset Takberwujud ✔ ✔

22 SPI 330 Penilaian Bisnis ✔ ✔

23 SPI 340 Penilaian Instrumen Keuangan ✔ ✔

24 SPI 350 Jasa Konsultansi ✔ ✔


Susunan Pedoman Penilaian Indonesia (PPI)

• PPI - 01 Penilaian untuk Pelaporan Keuangan


• PPI - 02 Penilaian Hak sewa
• PPI - 03 Penilaian Properti dengan Bisnis Khusus
• PPI - 04 Penilaian Terhadap Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum
• PPI - 05 Penilaian Untuk Tujuan Lelang
• PPI - 06 Penilaian Properti Industri Pertambangan
• PPI - 07 Penilaian Personal Properti
• PPI - 08 Pendekatan Biaya untuk Aset Berwujud
• PPI - 09 Analisis Discounted Cash Flow (DCF)
• PPI - 10 Analisis Penggunaan Tertinggi dan Terbaik (Highest and Best Use Analysis)\
• PPI - 11 Opini Kewajaran
• PPI - 12 Inspeksi dan Hal yang Dipertimbangkan
• PPI - 13 Penilaian Massal
Arah Peningkatan Kualitas Profesi

1. Integritas mewajibkan Penilai untuk jujur dan dapat


dipercaya dalam semua hubungan profesional dan bisnis.
2. Objektivitas mewajibkan Penilai bekerja secara
profesional, tidak memihak, tidak memiliki kepentingan
terhadap obyek penugasan atau tidak dipengaruhi orang
lain.
3. Kompetensi di bidang penilaian adalah kemampuan,
kecakapan dan keahlian khusus dalam bidang penilaian
dan bertanggung jawab terhadap Pemberi Tugas,
masyarakat, profesi dan Asosiasi Profesi Penilai.

21
Kompetensi

Prinsip kompetensi mensyaratkan


Penilai untuk:

a. Mempertahankan pengetahuan
dan keterampilan profesional
pada tingkat yang diperlukan
untuk memastikan bahwa
Pemberi Tugas menerima layanan
profesional yang kompeten; dan
b. Bertindak sesuai dengan
standar teknis dan profesional
yang berlaku saat memberikan
layanan profesional.

22
Bentuk Pengembangan Keprofesian

Kompetensi profesional dapat diperoleh dari dua bagian yang terpisah:


1. Pencapaian kompetensi profesional; dan
2. Pemeliharaan kompetensi profesional.

Pendidikan formal
atau non formal
profesi Penilai
Pendidikan profesional
berkelanjutan (CPD)

23
Ilustrasi Pengunaan SPI
Prinsip Dasar Nilai
Nilai Pasar (Dasar Nilai)

SPI 101

SPI 102

Tanah & Bangunan


SPI 300 (Objek penilaian)
Tujuan Penilaian

SPI 310
SPI 103
SPI 201
Penjaminan Utang Implementasi SPI 320
SPI 202 SPI 104 SPI 330
Pelaporan Penilaian
SPI 340
SPI 203 SPI 105
Pendekatan Penilaian

SPI 106
Prinsip Dasar
Pelaksanaan SPI 107 Kaji Ulang Penilaian
24
Thanks
HY/2019