Anda di halaman 1dari 8

Sistem informasi kesehatan

Syahrina nurul hikmah (6411418112)


Srigita Prabawati (6511418115)
Violita Mellania (6411418124)
Zinedine Avien Ryanar P. (6411418127)
Ima Ika Safitri (6411418142)

“ANALISIS 6 KOMPONEN SYSTEM INFORMASI KESEHATAN PROVINSI JAWA


TENGAH”
No Komponen Ada Tidak Keterangan
. Ada
1 Service Delivery   Akses online informasi publik rumah sakit di Jawa
Tengah
 Informasi Rumah Sakit
 Tempat Tidur Rumah Sakit
 Jadwal Dokter
 Pendaftaran Pasien
 Kunjungan Rumah Sakit
 Jenis Layanan
 Layanan perizinan
 Persyaratan Rekomendasi Sertifikat Produksi Alkes &
PKRT
 Persyaratan Rekomendasi Izin Produksi Kosmetika-Gol.
B
 Persyaratan Rekomendasi Izin Produksi Kosmetika-Gol.
A
 Persyaratan Rekomendasi Izin IOT (Industri Obat
Tradisional)
 Persyaratan Rekomendasi Izin Industri Farmasi
 Persyaratan Izin Cabang Penyalur Alat Kesehatan
 Persyaratan Izin Usaha Kecil Obat Tradisional
 Alur Perijinan Dokter Spesialis
 Layanan
 Perijinan penyalur alat kesehatan
 Layanan perijinan dokter
 Pemeriksaan sarana distribusi alat kesehatan
 Ijin cabang penyalur alat kesehatan
 Pelayanan transfuse darah
 Pengoperasian puskesmas
 Informasi public secara online (berkala, serta merta,
setiap saat, dan dikecualikan)
 Pelayanan publik Aplikasi Pengadaan Barang dan Jasa.
Melalui web SIRUP milik Lembaga Kebijakan
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
 Pelayanan publik Aplikasi Pengaduan Masyarakat.
Melalui aplikasi LaporGub..!.
 Pelayanan publik Aplikasi Perencanaan Pembangunan.
Melalui web eproject milik pemerintah Provinsi Jawa
Tengah.
 Pelayanan publik Aplikasi Keuangan/Anggaran. Melalui
web ebudgeting milik pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
 Layanan Ambulance Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah. Ambulan puskesmas provinsi Jawa Tengah
sejumlah 473 unit

2 Medical Product,   Produk obat-obatan, vaksin dan teknologi yang


Vaccines, dimaksud agar tersedia dalam konteks kesehatan dan
Technology berfungsi setiap saat, dalam jumlah yang cukup, dalam
dosis yang tepat, dengan kualitas terjamin, serta harga
yang dapat dijangkau oleh masyarakat.
 Ruang inap di Rumah Sakit Jawa Tengah: 41603 ruang
 Dinkes jateng bekerjasama dengan sejumlah industri
farmasi, obat tradisional, kosmetik, dan perbekalan
kesehatan rumah tangga guna memenuhi kebutuhan
kesehatan

3 Health  1. Tenaga medis


Workforce 2. Dokter spesialis 6026
3. Umum 6004
4. Gigi spesialis 212
5. Gigi umum 1283
6. Perawat 41244
7. Keterapian fisik 1212
8. Bidan 22343
9. Keteknisian medis 3552
10. Teknik kefarmasian 2956
11. Teknik biomedik 5399
12. Apoteker 4286
13. Kesehatan masyarakat 1509
14. Gizi 1862
15. -Tenaga non medis
16. CS
17. Satpam
18. IT

4 Health System  1. APBD dan APBN Dinas Kesehatan Provinsi Jawa


Financing Tengah:
a. APBD untuk Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah
Tahun 2019 yang terccantum: Rp. 509.044.528.000,-
terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar Rp.
95.846.710.000,- dan Belanja Langsung sebesar Rp.
413.197.808.000,-
 Belanja Langsung terdiri dari kegiatan non
urusan kesehatan dan urusan kesehatan (UKM
(92,64%) dan UKP (7,36%))
b. APBN Dekonsentrasi sebahao dukungan pembiayaan
dalam Pelaksanaan Tugas Provinsi Sebagai Wakil
Pemerintah Pusat di Daerah, Diarahkan Untuk ke
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2019
sebesar Rp. 57Memastikan Bahwa Program Prioritas
Nasional Dilaksanakan dan Target Indikator Tecapai
di Daerah
 APBN Dekonsentrasi dialokasikan .
277.477.000,-
 Proporsi APBN Dekonsentrasi untuk kegiatan
UKM sebesar 85,78%
 Proporsi APBN Dekonsentrasi untuk kegiatan
Program Prioritas (HIV, TB, Malaria) sebesar
1,96%
 Proporsi APBN Dekonsentrasi untuk kegiatan
SPM sebesar 4,04%
 Proporsi APBN Dekonsentrasi untuk pendukung
kegiatan sebesar 7,24%
c. Dana Alokasi Khusus (DAK) merupakan salah satu
sumber pembiayaan bagi daerah dalam pelaksanaan
desentralisasi.
 DAK Bidang Keseatan Tahun Anggaran 2019
diberikan kepada daerah untuk membantu
mendanai kegiatan khusus yang merupakan
urusan daerah dan sesuai dengan prioritas
pembangunan kesehatan nasional thaun 2019 dan
telah ditetapkan melalui Rencana Kerja
Pemerintah (RKP) 2019
 Pengelola DAK Bidang Kesehatan Tahun 2019 di
Provinsi Jawa Tengah adalah Dinas Kesehatan
Provinsi Jawa Tengah dan 7Rumah sakit Provinsi
Jawa Tengah, dengan total anggaran Rp.
92.750.536.000,- terdiri dari anggaran DAK Fisik
Rp. 88.599.186.000,- (95,5%) dan anggaran
DAK Nofisik Rp. 4.151.250.000,- (4,5%)
 Pemanfaatan anggaran tahu 2019 untuk DAK
Fisik meliputi rehabilitasi Gedung Blabkes dan
PAK; Pengadaan PMT Bumil KEK; rehabilitasi
Gedung Bapelkes Provinsi Jawa Tengah;
penyediaan alat kesehatan, ambulans dan alat
kalibrasi di Rumah Sakit Provinsi Jawa Tengah.
 DAK Nonfisik Bidang Kesehatan tahun 2019
dimanfaatkan untuk koordinasi Penyelenggara
UKM Tersier (BOK Provinsi)

5 Leadership and  1. Tugas Dan Fungsi Dinkes Jateng: Peraturan Gubernur


Governance Jawa Tengah Nomor 58 Tahun 2016 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Jawa Tengah.
2. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah memiliki
Kelompok Jabatan Fungsional Kesehatan dan 8
(delapan) Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD), yaitu:
a. Balai Laboratorium dan Pengujian Alat
Kesehatan Kelas A,
b. Balai Kesehatan Indera Masyarakat (BKIM)
Kelas A,
c. Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Kelas A,
d. Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Kelas
A Wilayah Semarang,
e. Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Kelas
A Wilayah Pati,
f. Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Kelas
A Wilayah Klaten,
g. Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Kelas
A Wilayah Magelang,
h. Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Kelas
A Wilayah Ambarawa.
3. Tugas masing-masing struktur
a. Skretaris: Melaksanakan penyiapan koordinasi
pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian
dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi
di lingkungan Dinas.
b. Bidang Pelayanan Kesehatan: Melaksanakan
penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi dan
pelaksanaan kebijakan, evaluasi dan pelaporan
bidang pelayanan kesehatan primer dan kesehatan
tradisional, pelayanan kesehatan rujukan,
standarisasi pelayanan dan jaminan kesehatan.
c. Bidang Kesehatan Masyarakat: Melaksanakan
penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi dan
pelaksanaan kebijakan, evaluasi serta pelaporan di
bidang kesehatan keluarga dan gizi, promosi
kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dan
kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan olah raga.
d. Bidang Sumber Daya Kesehatan: melaksanakan
penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi dan
pelaksanaan kebijakan, evaluasi dan pelaporan
bidang kefarmasian, makanan minuman dan
perbekalan kesehatan, sumber daya manusia
kesehatan dan manajemen informasi kesehatan
e. Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit:
Melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan,
koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, evaluasi dan
pelaporan di bidang surveilens dan imunisasi,
pencegahan dan pengendalian penyakit menular
serta pencegahan dan pengendalian penyakit tidak
menular dan kesehatan jiwa.
4. Arah kebijakan
a. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang
bermutu dan berkeadilan
b. Mewujudkan sumber daya manusia kesehatan
yang berdaya saing strategi
c. Mewujudkan peran serta masyarakat dan
pemangku kepentingan dalam pembangunan
kesehatan
d. Melaksanakan pelayanan public bermutu sinergi

6 Health  1. Si Ganteng. Si Ganteng ini memiliki beberapa


Information sub system yaitu:
System a. Peta Nakes
b. Kebutuhan SDMK
c. Pendidikan Berkelanjutan
d. Registrasi dan Lisensi Nakes
e. Surat Tugas Dokter Spesialis
f. Berisi tentang tujuan, definisi,tata
laksana, persyaratan dan juga
prosedur.
g. Dokter Internship
h. Pendayagunaan Dokter
i. Program nusantara sehat
j. MAP SDMK
2. Dashboard Informasi Publik Rumah Sakit
Jateng, berisi tentang:
a. Informasi Rumah Sakit
b. Tempat Tidur Rumah Sakit
c. Jadwal Dokter: berisi nama rumah sakit
yang ada di Jawa Tengah serta informasi
yang lengkap mengenai:
a. Nama rumah sakit
b. Poli
c. Nama dokter
d. Spesialisasi
e. Waktu / hari
f. Jam
g. Update
d. Pendaftaran Pasien. Di dashboard layanan
ini terdapat informasi mengenai:
a. Klinik
b. Dokter
c. Jadwal praktek
e. Kunjungan Rumah Sakit
f. Jenis Layanan: kita bisa mengakses jenis
layanan apa yang kita butuhkan dari
rumah sakit–rumah sakit yang ada di Jawa
Tengah
3. LIKES JATENG. Layanan informasi tersebut
adalah:
a. COMBATING DBD
b. EKIB Jateng
c. SPGDT
d. Jamban STBM
e. Rumah Sakit se- Jateng
f. PUSKESMAS se-Jateng
g. Waspada SKDR
h. PROKESGA
i. SIJARI EMAS
j. NGINCENG WONG METENG
k. DAKES
l. Public Safety Center
Program Unggulan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah:
1. 5NG: 5Ng (JateNG GayeNG NginceNG woNG meteNG). Untuk mengurangi AKI dan AKB
pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengadakan Program Jateng Gayeng Nginceng Wong
Meteng (5NG). Program 5NG memiliki 4 fase yaitu fase pra-hamil, fase kehamilan, fase
persalinan dan fase nifas. Pada fase pertama atau fase sebelum hamil ini terdapat 2
terminologi yaitu stop dan tunda. Stop hamil jika ibu dengan usia >35 tahun dan sudah
memiliki anak dan tunda jika usia kurang dari 20 tahun karena kondisi kesehatan belum
optimal. Pada fase kedua atau fase hamil ini dapat dideteksi, didata, dilaporkan secara sistem
melalui teknologi informasi. Fase ketiga atau fase persalinan, ibu hamil yang akan
melahirkan dikawal dan didampingi. Ibu dengan persalinan normal bersalin di fasilitas
kesehatan standar, sedangkan ibu hamil dengan risiko tinggi dirujuk ke rumah sakit dan
dipantau “diinceng” oleh PKK/Dasa Wisma dan Masyarakat. Pada fase keempat atau fase
nifas, diberikan asuhan keperawatan pasca persalinan baik oleh dokter/bidan/perawat dan
dipantau oleh PKK/Dasa Wisma dan Masyarakat. Sistem fase keempat ini mencatat dan
memonitor ibu nifas dan bayi sampai 1000 hari pertama kelahiran
2. Stunting: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kesehatan fokus mencegah
stunting dengan pemberian tablet penambah darah, fortifikasi zat besi pada makanan,
pencegahan kecacingan, terus mendorong pemberian ASI ekslusif, serta konsumsi garam
beryodium secara benar. Dinas kesehatan melakukan pendampingan keluarga dengan
kegiatan pemantauan ukur, kelas ibu hamil, kunjungan rumah.
3. Bansos stimulasi jamban sehat: Melalui Dinas Kesehatan dan OPD terkait melakukan
berbagai upaya-upaya dalam bidang kesehatan, khususnya pemenuhan kebutuhan sanitasi
dasar dengan membangun sarana sanitasi komunal yang meliputi sarana MCK komunal,
saluran pembawa air limbah dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL)
4. Pemberian kartu JKN/KIS dalam program penanggulangan kemiskinan:
5. Rumah sakit tanpa dinding: Dengan mendorong peran rumah sakit lebih proaktif
memberikan pelayanan kepada masyarakat, maka pelayanan kesehatan lebih maksimal.
Sebab, rumah sakit tidak hanya sekadar mengobati orang sakit, tapi juga bisa mencegah
penyebaran penyakit. Baik penyakit menular atau penyakit tidak menular.
6. Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat: dengan beberapa program
adalah Pendidikan kesehatan “yang muda, yang anti bullying”, seminar women in health
“menguatkan cinta menuju keluarga bahagia”, seminar pentingnya upaya preventif dan
perawatan gigi anak, promosi kesehata melalui radio
7. Pemeriksaan kesehatan jiwa desa binaan
8. Sosialisasi pendampingan orang dengan gangguan jiwa pada keluarga
9. Kampanye kesehatan melalui jalan sehat
10. Pelatihan kader kesehatan
Daftar pustaka
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah – Sehat Sejahtera (https://ppid.dinkesjatengprov.go.id/ppid/
diakses pada 16 Maret 2020)

PPID DINKES JATENG (https://ppid.dinkesjatengprov.go.id/ppid/ diakses pada 16 Maret 2020)