Anda di halaman 1dari 4

14. bagaimana klasifikasi tb ?

Lokasi atau organ tubuh yang sakit: -> paru atau ekstra paru; -> Bakteriologi (hasil pemeriksaan dahak
secara mikroskopis): -> BTA positif atau BTA negatif; ->Tingkat keparahan penyakit: -> ringan atau
berat. -> Riwayat pengobatan TB sebelumnya: -> baru atau sudah pernah diobati

 TB Paru -> menyerang jaringan (parenkim) paru -> tidak termasuk pleura (selaput paru) dan kelenjar
pada hilus

 TB Ekstra Paru -> menyerang organ tubuh lain selain paru, misalnya pleura, selaput otak, selaput
jantung (pericardium), kelenjar lymfe, tulang, saluran kencing, alat kelamin.

TB Paru BTA Positif : ->Sekurang-kurangnya 2 dari 3 spesimen dahak SPS hasilnya BTA positif   1
spesimen dahak SPS hasilnya BTA positif dan foto toraks dada menunjukkan gambaran tuberkulosis.   1
spesimen dahak SPS hasilnya BTA positif dan biakan kuman TB positif -> 1 atau lebih spesimen dahak
hasilnya positif setelah 3 spesimen dahak SPS pada pemeriksaan sebelumnya hasilnya BTA negdan tidak
ada perbaikan setelah pemberian antibiotika non OAT (non fluoroquinolon)
TB Paru BTA Negatif Foto Toraks Positif dibagi berdasarkan tingkat keparahan penyakitnya, yaitu bentuk
berat dan ringan ->Bentuk berat bila gambaran foto toraks memperlihatkan gambaran kerusakan paru
yang luas (misalnya proses “far advanced”), dan atau keadaan umum pasien buruk

TB ekstra-paru dibagi berdasarkan pada tingkat keparahan penyakitnya, yaitu: ->TB ekstra paru ringan,
misalnya: TB kelenjar limfe, pleuritis eksudativa unilateral, tulang (kecuali tulang belakang), sendi, dan
kelenjar adrenal. -> TB ekstra-paru berat, misalnya: meningitis, milier, perikarditis, peritonitis, pleuritis
eksudativa bilateral, TB tulang belakang, TB usus, TB saluran kemih, dan alat kelamin.

15. alur penegakan diagnosis

16. Apa saja pemeriksaan penunjang dari khasus ?

MENURUT SOEMANTRI (2008) :

 Sputum culture
 Ziehl neelsen : positif untuk BTA
 Skin test(PPD, mantoux, tine, vollmer, patch)
 Kultur jaringan : positif untuk tbc
 Needle biopsy of lung tissue : positif untuk granuloma TB, adanya sel-sel besar yang
mengindikasi nekrosis
 Elektrolit
 bronkografi

17. bagaimana cara penularan dan pencegahan dari kasus

 Pada waktu batuk atau bersin, pasien menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan
dahak (droplet nuclei). Sekali batuk dapat menghasilkan sekitar 3000 percikan dahak.
   Umumnya penularan terjadi dalam ruangan dimana percikan dahak berada dalam waktu yang
lama.
 Ventilasi dapat mengurangi jumlah percikan, sementara sinar matahari langsung dapat
membunuh kuman.
 Percikan dapat bertahan selama beberapa jam dalam keadaan yang gelap dan lembab.
 Daya penularan seorang pasien ditentukan oleh banyaknya kuman yang dikeluarkan dari
parunya.
 Makin tinggi derajat kepositifan hasil pemeriksaan dahak, makin menular pasien tersebut.
  Faktor yang memungkinkan seseorang terpajan kuman TB ditentukan oleh konsentrasi percikan
dalam udara dan lamanya menghirup udara tersebut. (KEMENKES, RI 2011)
Pencegahan TuberculosisParu
Cara yang dapat dilakukan untuk mencegah tertularnya penyakit TB paru
yaitu dengan menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi basil tuberculosis,
mengkonsumsi susu yang telah dilakukan pasteurisasi, mempertahankan status
kesehatan dengan asupan nutrisi yang adekuat, isolasi jika pada analisa sputum
terdapat bakteri hingga dilakukan pengobatan, melakukan imunisasi BCG untuk
meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi oleh basil Tuberculosis virulen
(Smeltzer & Bare, 2001).

18. bagaimana komplikasi pada tb

Menurut Sudoyo (2007) dalam Basiroh (2014) penanganan pada penderita

tuberculosis yang tidak benar akan menimbulkan komplikasi sebagai berikut :

a. Komplikasi dini yaitu empisema, efusi pleura, laringitis, usus, pleuritis, dan Poncet’s

arthropathy.

b. Komplikasi lanjut yaitu Sindrom Obstruksi Pasca Tuberculosis (SPOT), obstruksi

jalan nafas, kerusakan parenkim berat, kor pulmonal, karsinoma paru, fibrosis paru, amiloidosis,
sindrom gagal nafas dewasa (ARDS), sering terjadi pada TB milier dan

kavitas TB.
19. bagaimana cara melatih etika batuk yang efektif

 Menganjurkan ps minum air hangat terlebih dahulu 30 menit sebelum tindakan


 Menganjurkan ps posisi tegak atau semifowler
 Meminta ps meletakan satu tangan di dada dan satu tangan di abdomen
 Melatih ps tarik nafas dalam lalu menahannya hingga 3 detik, selanjutnya mengembuskan nafas
secara perlahan melalui mulut
 Meminta ps untuk mengulangi tindakan sebanyak 3x
 Meminta ps melakukan inspirasi dalam sebanyak 2x, lalu pada inspirasi yang ke 3 ps menahan
nafas kemudian membatukan dengan kuat
 Keluarkan sputum dan buang pada tempat yang tersedia