Anda di halaman 1dari 4

BAB 1

PENGGABUNGAN BADAN USAHA DENGAN MENGGUNAKAN METODE


PURCHASE DAN POOLING OF INTEREST

Pendahuluan

Pada bab ini kita akan membahas segala pembentukan penggabungan


badan usaha, dimana dunia usaha pada dekade sekarang harus selalu
menghadapi persaingan yang begitu ketat dan kadang kotor sehingga
perlu adanya suatu strategi business yang dipertimbangkan dengan
semasak masaknya untuk bisa survive, menguntungkab dan berkembang.
Berpikir bahwa mempengaruhi konsumen untuk membeli produk
perusahaan sebanyak banyak nya denhan berbagai cara, kadang malah
mematikan perusahaan. Iklan misalnya, pada awal pengenalan iklan iklan
besar-besaran dan tentu saja biaya tidak sedikit, konsumen mungkin akan
terpengaruh. Tetapi ketika konsumen belum memberi kesempatan
menutup biaya iklan bisa terjadi dia sudah meninggalkan barang tersebut
yang disebabkan oleh ketidakcocokan iklan tersebut dengan kualitas
barangnya (dan kadangkala konsumen hanya tergiur hadiah yang
dijanjikan).

Salah satu cara mempertahankan kehidupan perusahaan dan


mengembangkan untuk jangka panjang, adalah dengan bergabung
dengan satu atau lebih perusahaan lain sejenis maupun tidak sejenis,
agar bisa mengurangi pesaing atau secara bersama sama menjalankan
usaha yang lebih kuat secara finansial atau kebijaksanaan.

Pada bab ini akan dibahas permasalahan penggabungan badan usaha,


dengan segala ruang lingkupnya, seperti bentuk bentuk penggabungan
badan usaha, pencatatan pertama dalam penggabungan dan
permasalahan akuntansi atas penggabungan pertama atas badan usaha,
dengan memperlajari bab ini pembaca diharapkan bisa memahami seluk
beluk penggabungan badan usaha serta permasalahan akuntansi pada
awal penggabungan badan usaha tersebut dan bisa menyelesaikan
berbagai macam soal-soal latihan, kasus-kasus dan praktik akuntansi dari
penggabungan usaha.
KONSEP AKUNTANSI PENGGABUNGAN BADAN USAHA

Sebelum membicarakan konsep yang mendasari penggabungan


badan usaha, perlulah dikemukakan artian penggabugan badan usaha
menurut AI:

“bersatu berbagai macam perusahaan menjadi satu kesatuan


yang lebih besar , dengan tujuan untuk melanjutkan usaha
terdahulu”

Bentuk penggabungan badan usaha itu sendiri bisa berupa

1. Satu atau lebih perusahaan menjadi anak perusahaan yang lain


2. Satu perusahaan menstransfer harta bersihnya ke perusahaan lain
3. Masing masing badan usaha menjadikan satu kekayaannya
sehingga menjadi perusahaan yang lebih besar.

1. Sebab perusahaan akan menjadi anak perusahaan (subsidiary


company) apabila perusahaan yang lain memiliki sebagian
perusahaan anak tersebut (diatas 50% saham yang beredar)
dengan demikian pula maka hak suara dalam rapat pemegang
saham menjadi dominan. Pembahasan lebih lanjut terhadap
akuntansi induk dan anak dibicarakan pada bab berikutnya.
2. Penggabungan badan usaha dengan pemindahan harta bersih
perusahaan satu ke perusahaan yang lain dapat dilakukan dengan
berbagai cara. Sebagai contih perusahaan x membeli aktiva bersih
perusahaan y dan dibayar secara tunai maka perusahaan semacam
ini secara hukum dan fisik harus menjadi satu kesatuan usaha.
3. Penggabungan badan usaha yang dilakukan dengan
menggabungkan berbagai macam badan usaha menjadi satu
kesatuan yang lebih besar bisa juga sebagai alternatif dari
penggabungan badan usaha.
Untuk melakukan pencatatan terhadap penggabungan badan usaha ada
dua metode akuntansi yang bisa diterapkan sesuai dengan kondisi yang
tampak atas bergabungnya badan-badan usaha tersebut yaitu :

1. Pooling of interest
Dengan metode ini diasumsikan bahwa pemilik perusahaan yang
bergabung tidak mengalami perubahan dengan demikian hanya
harta, utang perusahaan yang digabungkan menjadi satu tetapi
pemiliknya tetap pada para pemilik lama.
2. Purchase method
(metode pembelian) dengan metode ini penggunaanya di dasarkan
atas asumsi bahwa satu perusahaan mentransferkan harta
kekayaan perusahaan lain, sehingga pemilikannya berpindah
tangan.

AKUNTANSI POOLING OF INTEREST

Metode pooling interest didasarkan atas asumsi tidak timbunya


pemindahan pemiliknya badan usahsa. Asumsi ini mempengaruhi
pencatatan pertama kali terhadap penggabungan badan usaha
dibawah kondisi pooling interest. Contoh berikut digunakan untuk
menggambarkan akuntansi terhadap penggabungan badan usaha
dengan metode pooling interest :
PT ARGA dan PT DANA, dua buah perusahaan sesaat sebelum
bergabung mempunyai posisi keuangan sebagai berikut (dalam
rupiah):

REKENING PT ARGA PT DANA TOTAL


TOTAL AKTIVA 1.000.000 500.000 1.500.000

UTANG 200.000 200.000

MODAL
SAHAM (nom 500.000 250.000 750.000
50)
(10.000 Lb)

AGIO SAHAM 50.000 100.000 150.000


LABAYANG 250.000 150.000 400.000
DITAHAN

JUMLAH 1.000.000 500.000 1.500.000


UTANG DAN
MODAL

Catatan :
a. Jumlah modal bersih PT ARGA adalah Rp800.000
b. Jumlah modal bersih PT DANA adalah Rp500.000
c. Jumlah modal bersih antara PT ARGA dan PT DANA adalah
Rp1.300.000
Apabila kedua perusahaan bergabung dengan asumsi
menggunakan metode POOLING OF INTEREST maka sesudah
penggabungan badan usaha tidak akan mempengaruhi jumlah
total modal bersih, atau harta bersih.