Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH TAMBANG BAWAH TANAH

METODE STOPE AND PILLAR

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK V

FILDA NANDA. O. ERONG (11.2017.1.00681)


MELINDA MAKMARA (11.2017.1.00677)
ELTON PE LEBA (11.2017.1.00683)
ZULKIPLI MARASABESSY (11.2017.1.00680)
DANDI GUSTI ODE (11.2017.1.00677)
MELKIANUS. A. TAMANAK (11.2017.1.00689)
THEO BERHITU (11.2017.1.00690)

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL DAN KELAUTAN
INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA
2019
1. PENGERTIAN

SISTEM PENAMBANGAN Tambang bawah tanah mengacu pada metode


pengambilan bahan mineral yang dilakukan dengan membuat terowongan menuju
lokasi mineral tersebut.Berbagai macam logam bisa diambil melalui metode ini
seperti emas, tembaga, seng, nikel, dan timbal.Karena letak cadangan yang
umumnya berada jauh dibawah tanah, jalan masuk perlu dibuat untuk mencapai
lokasi cadangan. Jalan masuk dapat dibedakan menjadi

beberapa:

1. Ramp, jalan masuk ini berbentuk spiral atau melingkar mulai dari permukaan
tanah menuju kedalaman yang dimaksud. Ramp biasanya digunakan untuk jalan
kendaraan atau alat-alat berat menuju dan dari bawah tanah.

2. Shaft, yang berupa lubang tegak (vertikal) yang digali dari permukaan menuju
cadangan mineral. Shaft ini kemudian dipasangi semacam lift yang dapat
difungsikan mengangkut orang, alat, atau bijih.

3. Adit, yaitu terowongan mendatar (horisontal) yang umumnya dibuat disisi bukit
atau pegunungan menuju ke lokasi bijih.

Ada dua tahap utama dalam metode tambang bawah tanah: development
(pengembangan) dan production (produksi). Pada tahap development, semua yang
digali adalah batuan tak berharga. Tahap development termasuk pembuatan jalan
masuk dan penggalian fasilitas-fasilitas bawah tanah lain.Sedang tahap production
adalah pekerjaan menggali sumber bijih itu sendiri. Tempat bijih digali disebut
stope (lombong). Disini uang mulai bisa dihasilkan.

Metode open stope merupakan metode penambangan untuk endapan-endapan


bijih yang mana batuan sekelilingnya kuat, ukuran-ukuran endapan tidak begitu
besar.
Stope dan Pillar atau dengan istilah lain yaitu open stoping

Open stoping merupakan metode penambangan untuk endapan-endapan bijih


yang mana batuan sekelilingnya kuat, ukuran-ukuran endapan tidak begitu besar
breast stoping, pillar stoping, dan bord and pillar mining. Metode ini secara garis
besar sama dengan room and pillar tetapi ada perbedaan yang unik. Stope and
pillar paling banyak dipakai untuk semua jenis batuan keras (bijih tembaga, besi,
timbal, batugamping dan marmer, uranium, seng, dsb). Lubang bukaan dibuat
mendatar tanpa penyangga buatan di dalam endapan mineral dengan pola yang
teratur atau sembarang dan membentuk pillar sebagai penyangga.

Open stope dengan breast stoping (stope and pillar ) Pada metoda ini,
pembongkaran bijih dilakukan secara maju (advancing ) terhadap bijih yang
terletak horizontal dengan tinggi kurang dari 3 m, dimana kondisi ini tidak
memungkinkan dilakuakn dari atas kebawah. Penyanggaan atap (roof) pada breast
stoping biasanya secara permanent atau semi permanent pillar yang terdiri dari
bijih itu sendiri. Untuk cebakan yang lebih tebal, maka bijih ditambang secara
berjenjang metode ini digunakan untuk cebakan sampai ketebalan 13 m. pillar
yang dibuat kadang-kadang diperkuat dengan sement sekelilingnya.

Pada cebakan yang datar dengan keteblan kurang dari 4-5 m, metoda ini
dilakukan dengan menggali bijih sehingga terbentuk " Wide diifts " dan secara
sistematis dengan interval teratur ditinggalkan bijih sebagai pillar. Yang
membedakan metode ini dengan metode room and pillar, selain jenis bahan galian
yang ditambang, adalah lokasi pilar dan benching systems. Pada metode ini,
bentuk dan ukuran pilar tidak beraturan. Selain itu, pilar ditempatkan pada daerah
yang berkadar rendah, bahkan tidak jarang batuan samping berfungsi sebagai
pilar. Pada lapisan bijih yang tebal (>6 m), maka benching system akan digunakan

2. SYARAT PENERAPAN ATAU CIRI-CIRI

1. Cebakan tidak bernilai tinggi, sejumlah bijih ditinggal sebagai pillar.


2. Ketebalan tidak lebih dari 7 meter.
3. Ketebalan diatas 7 meter akan mengakibatkan mining recovery semakin
kecil dan bahaya runtuhan atap.
4. Cebakan mendatar sampai kemiringan 200-500 (moderately steep)
5. Horizontal mining: stope and pillar untuk bijih mendatar atau hampir
mendatar.
6. Inclined mining: stope and pillar untuk kemiringan 200-300, penambangan
searah dip, tidak memungkinkan memakai mobile equipment.
7. Step mining: stope and pillar untuk kemiringan 300-500, dibentuk daerah
kerja sedemikian rupa sehingga memungkinkan penggunaan mobile
equipment.
8. Batuan atap dan lantai kompeten, untuk meminimalkan pemakaian pillar.
9. Bijih kompeten untuk mengurangi lebar pillar.

10. Kedalaman tidak terlalu besar untuk menggurangi beban yang harus
disangga pillar.

3. METODE PENAMBANGAN STOPE AND PILLAR

Penambangan metode stope and pillar menggunakan siklus dasar produksi


yang umum digunakan, yaitu: pemboran, peledakan, pemuatan, dan pengangkutan
dengan meninggalkan pillar sebagai penyangganya. Karena metode ini digunakan
untuk tambang bawah tanah noncoal yang batuan sampingnya relatif keras, maka
metode ini tidak menggunakan continuous miner. Aplikasi Tunnel Boring
Machine (TBM) dan continuous miner bisa saja digunakan untuk development
dan penambangan, dengan syarat material yang digali adalah material lemah.

1. Pembongkaran dilakukan secara maju (advancing) terhadap bijih horizontal


kurang 3 meter, dimana kondisi tersebut tidak memungkinkan penambangan
underhand maupun overhand.
2. Endapan yang lebih tebal dari 3 meter, maka dilakukan berjenjang, dengan
tebal maksimum 13 meter.
3. Penyanggaan atap dilakukan secara pemanen atau semi permanen (pillar) dari
bijih itu sendiri yang kadang-kadang diperkuat dengan semen disekelilingnya
(spray cement, pouring cement).
4. Presentase bijih sebagai pillar tergantung pada :
 Karakter atap: menentukan jarak antara pillar.
 Karakter lantai: menentukan jarak antara pillar.
 Kekuatan bijih: menentun ukuran penampang pillar
 Pada cebakan datar ketebalan 4 – 5 meter, dilakukan penggalian bijih
sehingga terbentuk “wide drifts” dan ditinggalkan pillar secara sistimatis.
Pillar dapat ditinggalkan sebagai penyangga permanen atau dilakukan
“pillar robbing”. Pada tahap pertama penggalian, hanya diperoleh mining
recovery sekitar 60%, dan meningkat menjadi 80% setelah dilakukan pillar
robbing.
5. Penambangan stope and pillar digunakan di tambang Uranium Elliot Lake.
Daerah penambangan dibagi menjadi ruang segi empat teratur yang
dipisahkan oleh pillar. Pembuatan ruangan diawali pembuatan pillot raise ke
arah kemiringan lapisan, dan dari pillot raise ini selanjutnya dibuat crosscut

Gambar 1.
Pembongkaran dan Pemuatan
Pada dasarnya aplikasi setiap metode tambang bawah tanah bersifat spesifik.
Walaupun demikian, pada prakteknya sukar sekali secara menyeluruh memenuhi
kondisi idealnya. Dilain pihak, bijih juga memungkinkan mempunyai kondisi
yang cocok untuk aplikasi beberapa metode, sehingga perlu dilakukan evaluasi
terhadap metode-metode tambang bawah tersebut.

Setiap metode mempunyai aplikasi yang spesifik, tetapi karakteristik bijih dan
country rock tidak senantiasa ideal. Karakteristik bijih dan country rock kadang
memungkinkan aplikasi dua atau lebih metode. Eksploitasi mineral dimana
seluruh ekstraksinya dilakukan di bawah permukaan bumi dinamakan
“Underground Mining” (tambang bawah tanah), atau “Deep Mining” (tambang
dalam). Metode tambang bawah tanah diterapkan apabila Kedalaman cebakan.
Nisbah pengupasan overburden terhadap bijih, atau keduanya menjadi tidak
memungkinkan dilakukan eksploitasi dari permukaan. Pemilihan metode yang
cocok, mencakup aspek: Menentukan perlu tidaknya penyangga, dan penyangga
yang mestinya dipakai. Merancang konfigurasi bukaan dan urutan ekstraksi
dikaitkan penyebaran bijihnya.

4. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN STOPE AND PILLAR

1. Kelebihan
 Produktivitas: moderat sampai tinggi (untuk nonbatubara 30-50 ton/man-
shift, maksimum 50-70 ton/man shift).
 Biaya penambangan: moderat (relative cost: 30 %).
 Tingkat produksi: moderat sampai tinggi.
 Fleksibilitas tinggi: metode mudah dimodifikasi
 Cocok untuk mekanisasi dengan peralatan besar
 Tempat penggalian dapat lebih dari satu
 Recovery tanpa ekstraksi pilar: sedang sampai baik (60-80%), dilusi
rendah (10-20%).
 Memungkinkan sortasi dalam stope, dan waste ditinggal pada ruang
kosong yang ada.
 Memungkinkan mekanisasi dari drilling.
2. Kekurangan
 Diperlukan ground control yang kontinyu di belakang penggalian jika
batuan dan bijih tidak kompeten karena tegangan di lubang bukaan makin
dalam makin besar.
 Untuk mekanisasinya, diperlukan investasi yang mahal.
 Beberapa endapan bijih tertinggal sebagai pillar.
 Ventilasi kurang baik karena kecepatan aliran udara rendah.
 Daerah yang harus diatur ventilasinya sangat luas.
 Losses sebagai pillar mencapai 40%, dengan pillar robbing yang efektip
menjadi 20%.
 Bahaya runtuhan dari hangging wall, khususnya bila mempunyai joint dan
cracks yang sejajar.

Metode dapat dimasukkan dalam stope and pillar (bukan room and pillar) apabila
memenuhi 2 (dua) dari 3 (tiga) hal sebagai berikut :
 Pillar tidak teratur dan terletak acak.
 Kadar rendah atau waste sebagai pillar.
 Bukan untuk memperoleh bentuk atau perencanaan tambang yang
sistimatis, tetapi sekedar menyangga atap.
 Penyusun pillar adalah batuan, maka relatif kuat dan berdimensi kecil
 Ketebalan cebakan lebih besar 6 meter.
 Tebal tetapi aman secara teknik, maka dilakukan tidak berjenjang.
 Tebal dan tidak aman secara teknik, maka dilakukan berjenjang
 Komoditas yang ditambang adalah mineral, bukan batubara.
 Batubara dapat ditambang secara room and pillar.
 Tidak ada cebakan batubara ditambang secara stope and pillar.
Gambar 2.
Benching system pada metode stope and pillar.