Anda di halaman 1dari 4

TUGAS INDIVIDU

MATA KULIAH BIMBINGAN KONSELING

Nama: Diki Hadiana


NIM: 1192060026
Kelas: Pend. Biologi (Semester 2)

(Pertanyaan Sejarah Perkembangan Bimbingan Konseling)


1. Apa tujuan dan manfaat Boston Vocational Bureau yang di kembangkan oleh Frank
Parsons?
Jawaban:
Pada awalnya tujuan Boston Vocational Bureau yang dikembangkan oleh Frank
Parsons, yang sering dikenal sebagai“the father of guidance” pada tahun 1908 yaitu
untuk membantu pemuda dalam memilih karir atau pekerjaan sesuai dengan keahlian
mereka dan juga melatih para guru untuk memberikan layanan bimbingan di sekolah.
Frank menekankan bahwa penting bagi setiap individu untuk diberikan pertolongan
dari orang lain untuk lebih memahami kekurangan dan kelemahan diri sehingga dapat
digunakan untuk proses pengembangan diri lebih baik dan menentukan pekerjaan
yang cocok bagi dirinya.
Sedangkan manfaat Boston Vocational Bureau adalah mengetahui potensi diri atau
keahlian, anak muda merasa terbantu dalam menentukan karir yang dijalaninya,
memahami kelebihan dan kekurangan yang dimiliki serta mampu berproses
mengembangkan diri kearah yang lebih baik.

2. Jelaskan Teori Psikoanalisis Sigmund Freud yang menjadi dasar treatment pasien
gangguan mental!
Jawaban:
Secara garis besar, teori ini menyatakan bahwa “ketidaksadaran” pada individu
memiliki peran yang utama dalam diri seseorang. Dengan landasan teori ini, Freud
melakukan pengobatan mereka yang menderita gangguan psikis. Teori Psikoanalisis
Freud telah menjadi teori yang paling banyak digunakan dan dikembangkan hingga
saat ini. Konsep teori ini digunakan untuk meneliti kepribadian seseorang terhadap
proses psikis yang tidak terjangkau oleh hal yang bersifat ilmiah. Dengan metode
psikoanalisis, Freud bermaksud mengembalikan struktur kepribadian pasien dengan
cara memunculkan kesadaran yang tidak ia sadari sebelumnya. Adapun proses terapi
ini berfokus pada pendalaman pengalaman yang dialami pasien saat masih kanak-
kanak.

3. Mengapa pada awal Perang Dunia ke II, dibutuhkan konselor dan psikolog untuk
menyeleksi dan melatih individu dalam bidang mliter dan industri?
Jawaban:
Karena konselor memiliki peran yang penting dan berpusat di sekitar empat bidang
utama, yaitu menguji kemampuan individu, psikologi sosial terapan, pengajaran dan
pelatihan, dan psikologi klinis. Selama Perang Dunia II, Tes Klasifikasi Umum
terhadap militer digunakan sebagai pengganti uji Alpha Angkatan Darat dan Beta
Angkatan Darat. Ini dilakukan oleh konselor dan psikiatri dengan tujuan recruitment,
menyeleksi dan melatih individu dibidang militer. Pada saat itu, banyak pihak mulai
mengakui manfaat gerakan bimbingan, Asosiasi Guru-guru Negara Bagian New York
menerbitkan laporan tahun 1935 yang mendefinisikan konsep bimbingan dari gerakan
ini sebagai “proses” membantu individu-individu membuat penyesuaian hidup yang
dibutuhkan. Proses ini jelas esensial dan vital, sangat diperlukan entah di rumah,
sekolah, komunitas dan di semua fase lain lingkungan hidup individu tersebut,
termasuk dalam bidang industri.

4. Jelaskan perkembangan konseling dunia pada tahun 1960!


Jawaban:
Pasca munculnya berbagai organisasi konseling yaitu the American Personnel and
Guidance Association (APGA) yang disahkannya the National Defense Education
Act (NDEA). Pada tahun 1960 menjadi monument bagi kesuksesan gerakan
bimbingan karena piagam mengakui vitalnya kaitan antara kesejahteraan siswa,
kebutuhan akan personil yang terlatih dan masimalisasi proses pendidikan piagam ini
secara keseluruhan menyediakan sumberdaya “tidak terbatas”, yaitu:
a. Mengintruksikan dan memberikan dukungan bagi setiap negara bagian untuk
membangun, mengembangkan dan mempertahankan setiap program bimbingan di
komunitas-komunitas lokal
b. Mengintruksikan dan memberi dukungan bagi lembaga pendidikan tinggi untuk
melatih secara khusus personil pembimbing di setiap program lokal tersebut.

5. Bagaimana perkembangan bimbingan dan konseling di Indonesia pada masa sebelum


kemerdekaan?
Jawaban:
Pada masa sebelum kemerdekaan, Indonesia masih dijajah oleh Jepang dan Belanda.
Pada masa ini siswa dididik untuk mengabdi demi kepentingan penjajah. Dalam
kondisi seperti ini, timbul kesadaran dan keinginan bangsa Indonesia untuk merdeka.
Maka, rakyat Indonesia bersama-sama berjuang dan mengerahkan para siswanya
untuk mengabdi pada negaranya sendiri melalui jalur pendidikan.
Salah satu wadah untuk mengembangkan potensi siswa adalah " Taman Siswa" yang
dipelopori oleh Ki Hadjar Dewantara. K. H. Dewantara berusaha keras untuk
menanamkan jiwa patriotisme dan nasionalisme di kalangan para siswanya. Sehingga
memacu spirit siswanya untuk terus berusaha meraih kemerdekaan bangsa Indonesia.

6. Jelaskan perkembangan bimbingan dan konseling di Indonesia pada tahun 1960


sampai dengan 1978!
Jawaban:
Perkembangan Bimbingan dan Konseling pada tahun 1960 yaitu diawali dari
dimasukkannya Bimbingan dan Konseling (dulunya Bimbingan dan Penyuluhan)
pada setting sekolah. Hal ini merupakan salah satu hasil Konferensi Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan (disingkat FKIP yang kemudian menjadi IKIP) di
Malang tanggal 20 – 24 Agustus 1960.
Perkembangan berikutnya tahun 1964 IKIP Bandung dan IKIP Malang mendirikan
jurusan Bimbingan dan Penyuluhan. Tahun 1971 beridiri Proyek Perintis Sekolah
Pembangunan (PPSP) pada delapan IKIP yaitu IKIP Padang, IKIP Jakarta, IKIP
Bandung, IKIP Yogyakarta, IKIP Semarang, IKIP Surabaya, IKIP Malang, dan IKIP
Menado. Melalui proyek ini Bimbingan dan Penyuluhan dikembangkan, juga berhasil
disusun “Pola Dasar Rencana dan Pengembangan Bimbingan dan Penyuluhan“ pada
PPSP. Lahirnya Kurikulum 1975 untuk Sekolah Menengah Atas didalamnya
memuat Pedoman Bimbingan dan Penyuluhan.
Tahun 1978 diselenggarakan program PGSLP dan PGSLA Bimbingan dan
Penyuluhan di IKIP (setingkat D2 atau D3) untuk mengisi jabatan Guru Bimbingan
dan Penyuluhan di sekolah yang sampai saat itu belum ada jatah pengangkatan guru
BP dari tamatan S1 Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan. Pengangkatan Guru
Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah mulai diadakan sejak adanya PGSLP dan
PGSLA Bimbingan dan Penyuluhan.

7. Jelaskan landasan yuridis yang di gunakan dalam Bimbingan Konseling di sekolah


pada tahun 2013!
Jawaban:
Pemberian layanan bimbingan dan konseling di sekolah harus ada landasan yuridis
ataupun dasar hukumnya sebagai pedoman sekaligus payung hukum dalam
pelaksanaannya. Sejak Indonesia merdeka hingga saat ini setidaknya ada 10 payung
hukum yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber.
Landasan yuridis tentang Bimbingan dan Konseling
Pada tahun 2013 diantaranya tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81 A Tahun 2013 Tentang Implementasi
Kurikulum Pedoman Untuk Pembelajaran Dalam Bab Komponen Layanan
Bimbingan Dan Konseling. Pedoman bimbingan dan konseling tersebut mencakup
komponen-komponen berikut ini.
1. Jenis Layanan meliputi:
Layanan Orientasi, Layanan Informasi, Layanan Penempatan, Layanan
Penguasaan konten dan Layanan Konseling Perseorangan, Layanan Bimbingan
Kelompok, Layanan Konseling Kelompok, Layanan Konsultasi , Layanan
Mediasi dan Layanan Advokasi.
2. Kegiatan Pendukung Layanan meliputi:
Aplikasi Instrumentasi, Himpunan Data, Konferensi Kasus, Kunjungan Rumah,
tampilan Kepustakaan, Alih Tangan Kasus.
3. Format Layanan meliputi:
Individual, Kelompok, Klasikal, Lapangan, Pendekatan Khusus/Kolaboratif, Jarak
Jauh.
4. Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling
a. Program Layanan
Dari segi unit waktu sepanjang tahun ajaran pada satuan pendidikan, ada lima
jenis program layanan yang disusun dan diselenggarakan dalam pelayanan
bimbingan dan konseling, yaitu sebagai berikut:
1) Program Tahunan
2) Program Semesteran
3) Program Bulanan
4) Program Mingguan dan
5) Program Harian
b. Penyelenggaraan Layanan
Sebagai pelaksana pelayanan bimbingan dan konseling, Guru Bimbingan dan
Konseling atau Konselor bertugas dan berkewajiban menyelenggarakan
layanan yang mengarah pada (1) pelayanan dasar, (2) pelayanan
pengembangan, (3) pelayanan 44 peminatan studi, (4) pelayanan teraputik, dan
(5) pelayanan diperluas.
c. Waktu dan Posisi Pelaksanaan Layanan
Semua kegiatan mingguan (kegitan layanan dan/ atau pendukung bimbingan
dan konseling) diselenggarakan di dalam kelas (sewaktu jam pembelajaran
berlangsung) dan/atau di luar kelas (di luar jam pembelajaran)
1) Di dalam jam pembelajaran
2) Di luar jam pembelajaran
5. Pihak Yang Terlibat meliputi:
Pelaksana utama pelayanan bimbingan dan konseling adalah Guru Bimbingan dan
Konseling atau Konselor. Penyelenggara pelayanan bimbingan dan konseling di
SD/MI/SDLB adalah Guru Kelas. Penyelenggara pelayanan bimbingan dan
konseling di SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK adalah Guru Bimbingan dan
Konseling.
a. Pelaksana Pelayanan bimbingan dan konseling pada
SD/MI/SDLB
1) Guru Kelas sebagai pelaksana pelayanan bimbingan dan
konseling di SD/MI/SDLB
2) Pada satu SD/MI/SDLB atau sejumlah SD/MI/SDLB dapat
diangkat seorang Guru Bimbingan dan Konseling.
b. Pelaksana Pelayanan Bimbingan dan Konseling pada
SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK.
1) Pada satu SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB/
SMK/MAK diangkat sejumlah Guru Bimbingan dan
Konseling atau Konselor dengan rasio 1 : 150 (satu Guru
bimbingan dan konseling atau Konselor melayani 150
orang siswa) pada setiap tahun ajaran.
2) Jika diperlukan Guru Bimbingan dan Konseling atau
Konselor yang bertugas di SMP/MTs dan/atau
SMA/MA/SMK tersebut dapat diminta bantuan untuk
menangani permasalahan peserta didik SD/MI dalam
rangka pelayanan alih tangan kasus.

Anda mungkin juga menyukai