Anda di halaman 1dari 19

Makalah Keperawatan Komunitas

Peran Perawat Komunitas

Dosen Pembimbing :
Rina Nur Hidayati,M.Kep.Sp.Kep.Kom
Nama Kelompok :
1. Aprillia Arum Pambudi ( 201701031 )
2. Revina Putri ( 201701033 )
3. Dwi Anggreini ( 201701040 )
4. Yuninda Anggun Safitri ( 201701043 )

STIKES BINA SEHAT PPNI KAB. MOJOKERTO


S1 ILMU KEPERAWATAN
TAHUN AJARAN 2020 / 2021
2
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kita haturkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat
dan penyertaan-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “Peran Perawat Komunitas”

Kami menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, kami
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun, dari semua pihak demi
kesempurnaan penyusunan makalah ini di masa yang akan datang. Akhirnya semoga makalah
ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita semua mengenai perilaku manusia.

Penulis

i
DAFTAR ISI

BAB 1..............................................................................................................................................1
PENDAHULUAN............................................................................................................................1
1.1 Latar Belakang................................................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah...........................................................................................................1

1.3 Tujuan..............................................................................................................................1

BAB II.............................................................................................................................................2
PEMBAHASAN..............................................................................................................................2
2.1 PERAN PERAWAT KESEHATAN KOMUNITAS.............................................................2

2.2 PERAN UTAMA PERAWAT KESEHATAN KOMUNITAS.............................................6

BAB III..........................................................................................................................................12
PENUTUP.....................................................................................................................................12
3.1 Kesimpulan..........................................................................................................................12

3.2 Saran....................................................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................................13

ii
iii
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


keperawatan komunitas merupakan suatu sistem dari praktek keperawatan dan praktik
kesehatan masyarakat yang diterapkan untuk meningkatkan serta memelihara kesehatan
penduduk.
Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan
menuntut perawat saat ini memiliki pengetahuan dan keterampilan di berbagai bidang.
Saat ini dunia keperawatan semakin berkembang, dimana perawat memiliki peran yang
lebih luas dengan penekanan pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, juga
memandang klien secara komprehensif. Perawat dianggap sebagai salah satu profesi
kesehatan yang harus dilibatkan dalam pencapaian tujuan pembangunan kesehatan baik di
dunia maupun di Indonesia.
Dalam menjalankan visi misinya tentu perawat komunitas memiliki peran dan fungsi.
Diataranya Peran yang dapat dilaksanakan adalah sebagai pelaksana pelayanan
keperawatan, pendidik, koordinator pelayananan kesehatan, pembaharu(innovator),
pengorganisasian pelayanan kesehatan (organizer), panutan (role model), sebagai
fasilitator (tempat bertanya), dan sebagai pengelola (manager). Selain peran perawat juga
memiliki fungsi, diantaranya adalah fungsi independen, fungsi dependen dan fungsi
interdependen. Dengan tanggung jawab fungsi dan peran tersebut kehadiran perawat
diharapkan mampu meningkatkan status kesehatan masyarakat indonesia.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari peran perawat komunitas ?
2. Bagaimana peran perawat komunitas ?
3. Apa sajakah fungsi peran perawat komunitas ?
4. Apa saja contoh peran perawat komunitas ?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian peran perawat komunitas.
2. Untuk mengetahui bagaimana peran perawat komunitas.
3. Untuk mengetahui fungsi peran perawat komunitas.
4. Untuk mengetahui contoh peran perawat komunitas.

1
2
BAB II

PEMBAHASAN

Dalam keperawatan komunitas yang menjai fokusnya dalah masyarakat aau


komunitas itu sendiri di samping juga individu, keluarga dan kelompok. Menurut CDC
(2009) Komunitas yang sehat didefinisikan sebagai salah satu yang “Terus-menerus
menciptakan dan meningkatkan lingkungan fisik dan sosial, membantu orang-orang untuk
mendukung satu sama lain dalam aspek kehidupan sehari-hari dan untuk mengembangkan
kompetensi mereka sepenuhnya”.

2.1 PERAN PERAWAT KESEHATAN KOMUNITAS


Menurut CPHA, yang melibatkan beberapa peran perawat kesehatan yang terkait
dengan promosi kesehatan, pencegahan penyakit dan luka, perlindungan kesehatan,
perlindungan kesehatan, pengawasan kesehatan, pengkajian kesehatan populasi,
kesiapsiagaan dan tanggap darurat.
a. Promosi Kesehatan
Terkait dengan promosi kesehatan, berikut adalah peran dari perawat kesehatan
komunitas :
1) Mendorong adopsi kepercayaan, sikap, dan perilaku kesehatan yang berkontribusi
terhadap kesehatan keseluruhan populasi. Mendorong adopsi terhadap kesehatan,
sikap, dan perilaku yang berkontribusi terhadap kesehatan partisipasi keseluruhan.
Hal ini dapat dilakukan melalui kebijakan kesehatan, aksi yang berbasis komunitas,
partisipasi masyarakat, advokasi, atau aksi tentang lingkungan dan determinan
kesehatan yang terkait dengan sosial ekonomi serta keadilan dalam bidang kesehatan.
2) Mendukung perubahan kebijakan publik untuk memodifikasi lingkungan fisik dan
sosial yang berkontribusi terhadap risiko.
3) Assists communities, families and individuals to take responsibility. Membantu
masyarakat, keluarga, dan individu untuk ikut bertanggung jawab dalam
membangun, memelihara, dan/atau meningkatkan kesehatan mereka dengan
meningkatkan pengetahuan dan kemampuan untuk memengaruhi determinan
kesehatan.
4) Works with others and leads processes to enhance community, group or individual
plans that will help society to plan for, cope with and manage change. Bekerja

3
dengan orang lain dan memengaruhi proses untuk meningkatkan perencanaan
komunitas, kelompok, atau individu yang akan membantu masyarakat untuk
merencanakan, mengatasi, dan mengelola perubahan.
5) Encourages skill building by communities, families, and individuals so they can learn
to batance choices with social responsibility and, in turn, create a healthier future for
all. Mendorong pengembangan kecakapan komunitas, keluarga, dan individu
sehingga mereka dapat belajar untuk menyeimbangkan pilihan dengan tanggung
jawab sosial dan, pada gilirannya, membuat masa depan yang sehat untuk semua.
6) Initiates and participates in health promotion activities in partnership with others such
as the community and colleagues in other sectors. Menginisiasi dan berpartisipasi
dalam aktivitas promosi kesehatan dalam kemitraan dengan pihak lain seperti
komunitas dan dengan rekan di sektor lain.
b. Pencegahan Penyakit dan Luka
1) Reduces the risk of infectious disease outbreaks; this includes early identification,
investigation, contact tracing, preventive measures, and activities to promote safe
behaviours. Menurunkan risiko wabah penyakit menular, termasuk identifikasi awal,
investigasi, pelacakan kontak, langkah-langkah pencegahan, dan aktivitas untuk
mempromosikan perilaku yang aman.
2) Applies epidemiological principles and knowledge of the disease process so as to
manage and control communicable diseases using prevention techniques, infection
control, behaviour change counseling, outbreak management, surveillance,
immunization, episodic care, health education and case management.
Mengaplikasikan prinsip-prinsip epidemiologi dan pengetahuan akan proses penyakit
untuk mengelola dan mengontrol penyakit-penyakit menular menggunakan teknik
pencegahan, pengendalian penyakit menular, konseling perubahan perilaku,
manajemen wabah, pengawasan, imunisasi, pelayanan yang episodik, dan manajemen
kasus.
3) Uses appropriate technology for reporting and follow-up. Menggunakan teknologi
yang tepat untuk pelaporan dan tindak lanjut.
4) Uses effective strategies to reduce risk factors that may contribute to chronic disease
and disability; this may include changes to social and economic environments and
inequities that increase the risk of disease. Menggunakan strategi yang efektif untuk
menurunkan faktor risiko yang dapat berkontribusi terhadap penyakit kronis dan

4
kecacatan; hal ini termasuk perubahan sosial dan lingkungan ekonomi dan
ketidakadilan yang dapat meningkatkan risiko.
5) Helps individuals and families to adopt health behaviours that reduce the likelihood of
disease, injury, and/or disability. Membantu individu dan keluarga untuk mengadopsi
perilaku kesehatan yang menurunkan kemungkinan terkena penyakit, luka, dan/atau
kecacatan.
6) Encourages behaviour changes to improve health outcomes, Mendorong perubahan
perilaku untuk meningkatkan hasil di bidang kesehatan.
c. Perlindungan Kesehatan
1) Acts in partnership with public health colleagues, government, and other agencies to
ensure safe water, air, and food; control infectious diseases; and provide protection
from environmental threats. Bertindak dalam kemitraan dengan rekan-rekan
kesehatan masyarakat, pemerintah, dan lembaga lainnya dalam memastikan keamanan
air, udara, dan makanan; mengontrol penyakit-penyakit menular, dan memberikan
perlindungan dari ancaman lingkungan.
2) Takes the lead in identifying issues that may need attention and offers public health
advice to groups such as municipal governments or regional districts about the public
health impact of policies and regulations. Mengajak pemimpin mengidentifikasi isu-
isu yang membutuhkan perhatian dan menawarkan saran dalam kesehatan masyarakat
kepada kelompok seperti pemerintah kota atau kabupaten tentang dampak kesehatan
masyarakat atas kebijakan dan regulasi.
3) Works with individuals, families, and communities to create or maintain a safe
environment where people may live, work and play. Bekerja dengan individu,
keluarga, dan komunitas untuk membuat atau mempertahankan lingkungan yang
aman di mana orang-orang dapat hidup, bekerja, dan bermain.
d. Health survelliance
1) Aware to health surveillance data and trends. Menyadari adanya data pengawasan
kesehatan dan menggunakan hal tersebut untuk pekerjaan sehari- hari.
2) Integrates eco-social surveillance. Mengintegrasikan eko-sosial surveillance dengan
fokus yang lebih luas, kondisi multilevel yang berkontribusi terhadap ketidakadilan
dalam kesehatan.
3) Mobilizes formal and/or informal networks to systematically and routinely collect and
report health data for tracking and forecasting health events or health determinants.
Memobilisasi jaringan formal dan informal untuk mengumpulkan data secara

5
sistematik dan rutin, serta laporan data kesehatan untuk menelusuri dan meramalkan
kejadian kesehatan atau determinan kesehatan.
4) Collects and stores data within confidential data systems; integrates, analyzes, and
interprets this data. Mengumpulkan dan menyimpan data dalam sistem yang besifat
rahasia; mengintegrasikan, menganalisis, dan menginterpretasi data tersebut.
5) Provides expertise to those who develop and/or contribute to surveillance systems,
including risk surveillance. Menyediakan keahlian untuk orang-orang yang
mengembangkan atau berkontribusi untuk sistem surveillance, termasuk risk
survaillance.
e. pengkajian kesehatan populasi
1) Pengkajian health surveillance data to launch new services or revise those that exist.
Menggunakan data pengawasan kesehatan untuk meluncurkan pelayanan baru atau
merevisi yang telah ada.
2) Contributes to population health assesments and includes community viewpoints.
Berkontribusi terhadap pengkajian komunitas dan termasuk sudut pandang
masyarakat.
3) Play a key role in producing and using knowledge about the health of communities
and the factors that support good health or potential risks, to produce better policies
and services. Memainkan peran penting dalam memproduksi dan menggunakan
pengetahuan tentang kesehatan komunitas dan faktor yang mendukung kesehatan atau
resiko potensial untuk menghasilkan kebijakan dan pelayanan yang lebih baik.
f. kesiapsiagaan dan tanggap darurat
1) Contributes to and is aware of public healt’s role in responding to a public health
emergency. Berkontribusi dan menyadari peran kesehatan masyarakat dalam
merespons keadaan darurat kesehatan masyarakat.
2) Plans for and evaluates the response to both natural disasters( such as floods,
earthquakes, fires, or infectious disease outbreaks) and man-made disasters (such as
those involving explosives, chemicals, radioactive subtances or biological threats) to
minimize serious illnes, death and social disruption. Merencanakan dan mengevaluasi
respon bencana alam (banjir, gempa bumi, kebakaran, ataupun wabah penyakit
menular) dan bencana alam buatan manusia (ledakan, kimia, radioaktif, ataupun
ancaman biologis) untuk meminimalkan penyakit yang serius, kematian, dan
gangguan sosial.

6
3) Communicates details of risk to population subgroups at higher risk and intervenes on
their behalf during public health emergencies using a variety of communication
channels and engagement techniques. Mengomunikasikan secara detail tentang resiko
subkelompok populasi yang lebih beresiko tinggi dan mengintervensi atas nama
mereka, selama kondsisi darurat kesehatan masyarakat menggunakan saluran
komunikasi yang beragam dan teknik keterlibatan.

2.2 PERAN UTAMA PERAWAT KESEHATAN KOMUNITAS


Perawat kesehatan komunitas memiliki peran yang penting dalam memberikan asuhan
keperawatan kesehatan komunitas kepada masyarakat. Beberapa peran penting tersebut
mencangkup: clinician, advocate, collaborator, consultant, counselor, educator, researcher,
dan case manager (Hitchcok et al, 2003 dan Allender et al., 2014 ).
A. Clinician
Perawat kesehatan komunitas berperan membantu individu dalam memelihara atau
menjaga kesehatannya, pemulihan dari sakit, ataupun adaptasi terhadap long term
disabilities, ANA dan ACHNE memberikan rekomendasi bahwa perawat kesehatan
komunitas dibagi dalam dua level, yaitu perawat kesehatan komunitas general
(community health nurse generalist), yang memiliki background baccalaureate level,
dan perawat kesehatan komunitas spesialis (community health nurse specialist), yang
memiliki background master ataupun doktoral level. Baccalaurate level berfokus pada
clinical practice pada individe dan keluarga dalam konteks komunitas. Master level
berfokus kepada pemenuhan kebutuhan kesehatan komunitas, dan doktoral level
berfokus pada health policy and research.
B. Advocate
Perawat kesehatan komunitas dapat berperan dalam hal mengadvokasikan
klien sebagai individu, keluarga, kelompok, atau komunitas. Advocacy is the act of
speaking or acting for an individual or group of individuals who may be unable to
speak for themselves. Hal ini berarti bahwa advokasi adalah tindakan berbicara atau
aksi untuk individu, keluarga, kelompok, maupun komunitas karena mereka tidak
mampu berbicara untuk mereka sendiri. Banyak orang di masyarakat punya hak yang
sama tentang kondisi sosial maupun kondisi kesehatan, namun mereka tidak mampu
menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi kepada pihak terkait karena
beberapa alasan, termasuk kurang pengetahuan (lack of knowledge), kesulitan, atau
ketidakmampuan dalam mengartikulasikan kebutuhan atau ide-ide (difficulty or

7
inabilly to to articulate needs or idea), menganggap tidak berdaya (preceived lack of
power), ketakutan (fear), dan fisik (physical) atau ketidakmampuan secara mental
(mental disability) pada kondisi seperti it, perawat kesehatan komunitas dapat
berperan dalam mengadvokasikan orang-orang seperti itu kepada pihak terkait,
termasuk pemerintah. Selain itu, memberikan kesempatan bagi klien untuk
mengambil keputusan sendiiri, sementara itu perawat hanya menyediakan informasi
terkait, sebelum keputusan diambil adalah salah satu bentuk advokasi juga. Peran
advokasi ini sangat penting terutama terkait dengan hubungan perawat dan klien (the
nurse-client relationship) hal ini disampaikan oleh Bandman & Bandman (1995),
Kleinberg, Holzemer, Leonard & Arnold(1998).
C. Collaborator
Selain peran di atas, collaborator juga menjadi salah satu peran yang penting.
To collaborate means to work with other toward a common goal. Hal ini berarti
bahwa berkolaborasi tersebut bekerja dengan orang lain, untuk mencapai tujuan
bersama. Perawat kesehatan komunitas diharapkan mampu menjadi kolaborator yang
baik. Perawat komunitas membutuhkan kemampuan atau skills berkomunikasi secara
efektif (abillity to communicate skill effectively) dengan klien, keluarga, kelompok,
maupun tim dan kemampuan untuk memecah masalah kesehatan (abillity to solve
health problem)
D. Consultant
Setiap perawat kesehatan komunitas adalah seorang consultant, setiap saat
perawat memberikan informasi kepada klien dalam mem ilih di antara tindakan-
tindakan alternatif (alternative actions), sehingga perawat harus mampu menggunakan
kecakapan atau skill-nya dalam hal konsultasi (using consulting skills).
E. Counselor
konseling di definisikan sebagai “the process of helping clients choose
appropriate solutions to their problems”. Hal ini dapat diartikan bahwa konseling
merupakan sebuah proses membantu klien dalam memilih solusi yang tepat terhadap
masalah yang mereka hadapi. Konseling bukan memberi tahu apa yang harus
dilakukan, tetapi proses membantu mereka untuk menggunakan proses pemevahan
masalah (problem solving processes) untuk mengambil keputusan terhadapm tindakan
yang paling tepat untuk mereka. Menurut Thompson (1989) dan Igoe & Speer (1996)
dan Clark (1996), seorang konselor berperan untuk mendengarkan secara objektif,

8
klarifikasi, memberikan umpan balik (feedback) dan informasi, serta menuntun klien
melalui sebuah proses pemecah masalah ( a problem solving process).

F. Educator
perawat kesehatan komunitas memiliki tanggung jawab dalam mendidik individu,
keluarga dan komunitas. Pendidikan kesehatan menjadi salah satu fungsi utama perawat
komunitas. Pemahaman terhadap proses belajar mengajar ( teaching learning process)
merupakan hal yang sangat penting bagi perawat kesehatan komunitas. Perawat diharapkan
mampu mendidik individu, keluarga dan komunitas dalam berbagai macam topi, setting, dan
di bawah keadaan yang berbeda. Pengajaran (touching) didefinisikan sebagai “the procces of
providing A person or group of persons with the knowledge and skills necessary to make
appropriate choices and decisions.” Proses pemberian pengetahuan dan keterampilan kepada
seseorang atau kelompok orang untuk membuat pilihan dan keputusan – keputusan yang
tepat. Hal tersebut disampaikan oleh Clark (1996) dan Murray & Zenther (1997), sedangkan
menurut Keyon (1990), teaching termasuk kemampuan mengidentifikasi kebutuhan populasi
yang berisiko untuk merecantakan serta mengimplementasikan strategi pengajaran (teaching
strategies). Belajar (learning) dikatakan sebagai “the gaining of knowledge, understanting, or
skills”. (Murray & Zenther, 1997). Hal tersebut berarti learning merupakan proses untuk
meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan atau kecakapan.
Untuk memahami lebih jauh teaching and learning, berikut ini disampaikan tentang
konsep kritis dalam memaksimalkan efektivas pengajaran (critical concepts in maximizing
teaching effectiveness) :
1) Mendiagnosis kebutuhan belajar dan masalah (dianose learning needs and
problems).
2) Mengkaji karakteristik peserta didik dan kesiapan untuk belajar (assess learner
characteristick and readiness to learn).
3) Mempertimbangkan teori belajar (consider learning theory).
4) Menyadari bahwa partisipasi peserta dididk dapat meningkatkan prestasi (realize
that learner participation promotes achievement).
5) Menganalisis isi dan tugas (analyze content and tasks).
6) Menggunakan strategi mengajar bedasarkan karakteristik peserta didik, lingkungan
belajar dan hasil yang diharapkan (employ teaching strategies based on

9
characteristics of the learners, the learning environment, and the expeted
outcomes).
7) Mengidentifikasi, memilih, dan mendisain kegiatan mengajar (identfty, select and
desihg teaching actions).
8) Meningkatkan hubungan pendidik dan peserta didik (faster teacher learnes
relationship).
9) Perhatikan kebutuhan kelompok umum, namun tetap peka terhadap kebutuhan
individu (be antentive to common groups needs while reaining sensitive to
individual needs).
10) Mengakui bahwa perilaku, sikap dan keselamatan pendidik mempengaruhi prestasi
peserta didik (recognoze that the behavior, attitudes, and safety of the teacher
affectt achievement of the learner).
11) Menciptakan lingkungan belajar yang optimal (create an optimal learning
environment).
12) Memvalidasi, mengimplementasikan, dan menevaluasi proses mengajar dan hasil
belajar (validate, implement, and evaluate teaching process and learning
outcomes).
G. Researcher
Perawat kesehatan komunitas berperan dalam proses penelitian dalam
berbagai level. Mereka dapat berperan dalam hal menemukan masalah yang layak
untuk diteliti, mengumpulkan dan menganalisis data,interpretasi data,
mengaplikasikan temuan, evaluasi, mendisain dan melaksanakan riset. Peneliti dalam
hal ini menemukan, menginvestigasi, memahami, menjelaskan, dan memprediksi
fenomena. Berikut adalah langkah – langkah proses penelitian yang mencangkup :
1. Mengidentifikasi pertanyaan – pertanyaan terkait dengan permasalahan riset
(identfy the question).
2. Meninjau literatur yang terkait dengan masalah ataupun pertanyaan penelitian
yang telah ditentukan sehingga dapat dipahami secara teoritis (reviuw related
literature).
3. Memilih kerangka konsep ataupun model (select a conceptual framework or
model).
4. Memilih desain penelitian dan metodologinya (select a research design and
methodology).
5. Mengumpulkan data dan analisis data penelitian (interpret and discuss results).

10
6. Meninterpretasikan dan mendiskusikan hasil penelitian (interpert and discuss
result).
7. Mengidentifikasi implikasi hasil penelitian untuk praktik (identfy implications for
practice).
8. Mengomunikasikan temuan hasil penelitian kepada orang lain (communicate
findings to others).
H. Case Manager
Menurut redford (1992), “case management is the application of strategies
for coordinating and allocating servise for individuals who can not manage their
own care or who can not negotiate the health care system”. Hal ini berarti
manajemen kasus merupakan aplikasi strategi untuk menkoordinasikan dan
mengalokasikan pelayanan untuk individu yang tidak dapat mengelola perawatan
mereka sendiri atau yang tidak dapat menegosiasi sistem pelayanan kesehatan.
Sementara itu Rogers, Riordan and Swindle (1991) mendefisikan “case
manager is a sigle health care profesionall wether social worker, physician, or
nurse who oversees, manages, and accounts for the total health care of a client or
given caseload over time “. Manager kasus adalah pelayanan kesehatan profesional
tunggal, seperti pekerja sosial, dokter, atau perawat yang mengawasi, mengelola
dan memberikan perawatan kesehatan secara menyuluruh kepada klien atau yang
diberikan beban kasus dari waktu ke waktu.
Menurut Kane (1990), manajemen kasus (case management) memiliki enam
fungsi utama yang mencakup penemuan kasus (case finding), pengkajian
(asessment), perencanaan perawatan (care planning), implementasi
(implemention), monotoring, pengkajian kembali (rasessment), dan evaluasi
(evaluation).
Tabel 2. Peran perawat kesehatan komunitas

No Peran Contoh
1. Clinician  Memberikan informasi kepada kelompok remaja
tentang pendidikan seksual atau seks yang aman
(safety sex).
 Merencanakan, menimplementasikan, dan
menevaluasi sebuah program dalam rangka
menurunkan penggunaan obat terlarang.
2. Advocate Menkomunikasikan kebutuhan untuk orang – orang
yang tidak memiliki tempat tinggal.
3. Collaborator Bekerja dengan orang tua, guru, dokter, dan pekerja
sosial untuk mengembangkan rencana, memfalitasi

11
seorang anak yang memiliki kecacatan untuk dapat
diterima belajar di sekolah umum.
4. Consultant Memberikan bantuan kepada koordinator program
untuk mengembangkan kosioner kepuasan klien.
5. Counselor Membantu anak – anak yang lebih dewasa untuk
menekplorasikan perasaan mereka tentang nursing
home.
6. Educator Mengajar pada prenatal class tentang nutrisi dan
perilaku yang sehat
8. Case manager Berkoordinasi untuk pelayanan kesehatan pendukung
bagi lansia wanita dan suaminya yang memiliki
penyakit alzheimer.

12
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Keperawatan komunitas adalah suatu bidang perawatan khusus yang merupakan
gabungan keterampilan ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan merupakan
bantuan sosial, sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat secara keseluruhan dalam
meningkatkan dedrajat kesehatan, penyempumaan kondisi sosial, perbaikan lingkungan fisik,
rehabilitasi, pencegahan penyakit dan bahaya yang lebih besar, dan ditujukan kepada
individu, keluarga, yang mempunyai masalah dimana hal itu mempengaruhi masyarakat
secara keseluruhan dengan berbagai peran-peran penting keperawatan Komunitas.

3.2 Saran
Diharapkan pembaca dapat memahami dan mengerti tentang peran-peran keperawatan
komunitas, apabila ada kekurangan diharapkan makalah ini dapat dikembangkan.

13
DAFTAR PUSTAKA

Makhfudli, F. E. (2009). KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS. Jakarta: Salemba Medika.

Swarjana, I. K. (2016). KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS. Yogyakarta: Andi Offset.

14