Anda di halaman 1dari 14

Sistem respirasi pada manusia terdiri dari jaringan dan organ tubuh yang merupakan

parameter kesehatan manusia. Jika salah satu system respirasi terganggu. Hal ini dapat
menimbulkan terganggunya proses homeostasis tubuh dan dalam jangka panjang dapat
menimbulkan berbagai macam penyakit. Proses pernapasan terdiri dari beberapa proses
penting yaitu pada system pernapasan, sistem saraf pusat, serta system kardiovaskular.
System respirasi berperan untuk menukar udara kepermukaan dalam paru-paru. Udara masuk
dan menetap dalam system pernfasan dan masuk dalam pernfasan. System saraf pusat
memberikan dorongan ritmik dari dalam untuk bernafas dan masuk dalam pernafasan.
Merangsang toraks dan otot-otot diafragma, yang akan memberikan tenaga pendorong
gerakan udara. System kardiovaskuler menyediakan pompa, jaringan pembuluh darah yang
diperlukan untuk mengangukat gas-gas antara paru-paru dan sel tubuh. Orang tergantung
pada oksigen untuk hidupnya, kalau tidak mendapatkannya selama lebih dari empat menit
akan mengakibatkan kerusakan pada otak yang tak dapat diperbaiki dan biasanya pasien
meninggal. Bila oksigen di dalam darah tidak mencukupi, warna merahnya hilang dan
menjadi kebiru-biruan dan ia disebut menderita sianosis.

A. Anatomi Fisiologi Sistem Pernafasan (rongga,hidung nasal, faring, laring, trakea,


bronkus dan paru-paru)
Pernafasann juga merupakan peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung O2
dan mengeluarkan Co2 sebagai system dari oksidasi dari tubuh. Penghisapan udara ke
dalam tubuh disebut proses inspirasi dan menghembuskan udara keluar tubuh disebut
proses ekspirasi, manusia membutuhkan suplay oksigen secara terus-menerus untuk proses
tersebut. Pertukaran gas antara oksigen dengan karbon dioksida dilakukan agar proses
respirasi sel terus berlangsung. Oksigen yang dibutuhkan untuk proses respirasi sel ini
berasal dari atmosfer, yang menyediakan kandungan gas oksigen sebanyak 21% dari
seluruh gas yang ada. Oksigen masuk kedalam tubuh melalui perantaraan alat pernafasan
dan pada manusia disebut alveolus yang terdapat di paru-paru berfungsi sebagai
permukaan untuk tempat pertukaran gas.
Saluran pernafasan
Saluran pernafasan terdiri atas kebawah dapat dirinci sebagai berikut, rongga hidung,
faring, laring, trakea, bronkus, paru-paru (bronklolus, dan alveolus). Saluran nafas bagian
atas adalah rongga hidung, faring, laring dan saluran nafas bagian bawah adalah trachea,
bronchi, bronkiolus terminalis. Area fungsional atau respirasi adalah mulai bronchiole
respiratory sampai alveoli, proses pertukaran udara dengan darah.
1. Hidung
hidung adalah organ indra penciuman. Ujung saraf yang mendeteksi penciuman berada
di atap (langit-langit) hidung di area lempeng kribriformis tulang etmoid dan konka
superior. Ujung saraf ini distimulasi oleh bau di udara. Impuls saraf dihantarkan oleh
saraf olffaktorius ke otak dimana sensasi bau dipersepsikan. Ketika masuk dihidung,
udara disaring, dihangatkan, dan dilembabkan. Hal ini dilakukna oleh sel epitel yang
memilki lapisan mucus sekres sel goblet dan kelenjar mukosa. Lalu gerakan silia
mendorong lapisan mucus faring. Nares anterior adalah saluran-saluran didalam lubang
hidung. Saluran-saluran ini bermuara kedalam bagian yang dikenal sebagai vestibulum
hidung. Rongga hidung dilapisi selaput lender yang kaya akan pembuluh darah, dan
bersambung dengan lapisan faring dan selaput.
Pada proses pernafasan secara khusus rongga hidung berfungsi anatara lain:
a. Bekerja sebagai saluran udara pernafasan.
b. Sebagai penyaring udara pernafasan yang dilakukan oleh bulu-bulu hidung.
c. Dapat menghangatkan udara pernafasan oleh mukosa.
d. Membunuh kuman-kumqan yang asuk, bersama-sama udara pernafasan oleh
leukosit yang terdapat dalam selaput lender atau hidung.
Pada bagian belakang rongga hidung terdapat ruangan yang disebut nasoparing dengan
rongga hidung berhubungan dengan:
a. Sinus paranasalis, yaitu rongga-rongga pada tulang kranial, yang berhubungan
dengan
rongga hidung melalui ostium (lubang). Dan terdapat beberapa sinus paranasalis,
sinus makilaris dan sinus ethmoidalis yang dekat dengan permukaan dan sinus
sphenoidalis dan sinus ethmoidalis yang terletak lebih dalam.
b. Duktus nasolacrimalis, yang menyalurkan air ke dalam hidung.
c. Tuba eustachius, yang berhubungan dengan ruang telinga bagian tengah.
2. Faring
Faring adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya
dengan oesophagus pada ketinggian tulang rawan krikoid. Bila terjadi radang disebut
pharyngitis. Saluran faring memilki panjang 12-14 cm dan memanjang dari dasar
tengkorak hingga vertebra servikalis ke-6. Faring berada di belakang hidung, mulut,
dan laring serta lebih besar di bagian atasnya. Dari sini partikel halus akan ditelan atau
dibatukkan keluar. Udara yang telah sampai ke faring telah diatur kelembapannya
sehingga hamper bebas debu, bersuhu mendekati suhu tubuh. Lalu mengalir ke kontak
suara (laring).
Beberapa fungsi faring:
a. Saluran nafas dan makanan, faring adalah organ yang terlibat dalam system pencernaan
dan pernapasan, udara masuk melalui bagian nasal dan oral, sedangkan makanan
melalui bagian oral dan laring.
b. Pengahangat dan pelembab, dengan cara yang sama seperti hidung, udara dihangatkan
dan dilembapkan saat masuk ke faring
c. Fungsi bahasa, fungsi dalam bahasa adalah dengan bekerja sebagai bilik resonasi untuk
suara yang naik dari laring, faring (bersama sinus) membantu memberikan suara yang
khas pada tiap individu.
d. Fungsi pengecap, terdapat ujung saraf olfaktorius dari indra pengecap di epitelium oral
dan bagian faringeal.
e. Fungsi pendengaran, salurah auditori (pendengaran), memanjang dari nasofaring pada
tiap telinga tengah, memungkinan udara masuk ke telinga tengah. Pendengaran yang
jelas, bergantung pada adanya udara di tekanan atmosfer pada tiap sisi membrane
timpani.
f. Fungsi perlingungan, jaringan limfatik faring dan tonsil laring menghasilkan antibody
dalam berespon terhadap antigen, missal mikroba. Tonsil berukuran lebih besar pada
anak dan cenderung mengalami atrofi pada orang dewasa.
Faring berbagi menjadi 3 bagian yaitu nasofaring, orofaring dan laringofaring:
a. Nasofaring : bagian nasal faring terletak di belakang hidung dan di atas palatum
molle. Pada dinding lateral, terdapat dua saluran auditori, tiap
saluran
mengarah ke masing-masing bagian tengah telinga. Pada dinding
posterior, terdapat tonsil faringeal (adenoid), yang terdiri atas
jaringan limfoid. Tonsil paling menonjol pada masa anak-anak
hingga usia 7 tahun. Selanjutnya tonsil mengalami atrofi.
b. Orofaring : bagian oral faring terletak di belakang mulut, memanjang dari
bagian bawah palatum molle hingga bagian vertebra servikalis ke-3. Dinding
lateral bersatu dengan paltum molle untuk membentuk lipatan di tiap sisi. Antara
tiap pasang lipatan, terdapat kumpulan jaringan limfoid yang disebut tonsil
palatin. Saat menelan, bagian nasal dan oral dipisahkan oleh palaturan molle dan
uvula. Uvula (anggur kecil) adalah proses kerucut (conical) kecil yang menjulur
kebawah dari bagian tengah tepi bawah palatum lunak. Amandel palatinum
terletak pada kedua sisi orofaring posterior.
c. Laringfaring : bagian laryngeal faring memanjang dari atas orofaring dan berlanjut
ke bawah esofagus, yakni dari vertebra servikalis ke-3 hingga 6 mengelilingi
mulut esophagus dan laring, yang merupakan gerbang untuk system respiratorik.
3. Faring
Terdiri dari rangkaian cincin tulang rawan yang dihubungkan oleh otot-otot yang
mengandung pita suara, selain fonasi laring juga berfungsi sebagai perlindung.
Laring berperan untuk pembentukan suara dan untuk mejalani nafas terhadap
masuknya makanan dan cairan. Laring dapat tersumbat, antara lain oleh benda
asing (gumpalan makanan), infeksi (missal difteri) dan tumor, pada waktu
menelan, gerakang laring keatas penutupan glottis (pemisah saluran pernapasan
bagian atas dan bagian bawah) seperti pintu epiglotis yang berbentuk pintu masuk.
Jika benda asing masuk melampaui glotik yang dimiliki laring akan menghalau
benda dan secret keluar dari pernapasan bagian bawah.

Fungsi laring:
a. Produksi suara, suara memiliki nada, volume, dan resonansi, nada suara
bergantung pada panjang dan kerapatan pita suara. Pada saat pubertas, pita
suara pria mulai bertembah panjang, sehingga nada suara pria semakin rendah,
volume suara tergantung pada besarnya tekanan pada pita suara yang
digetarkan. Semakin besar tekanan udara ekspirasi, semakin besar getaran pita
suara dan semakin keras suara yang dihasilkan. Resonansi bergantung pada
bentuk mulut, posisi lidah dan bibir, otot wajah, dan udara di paranasal.
b. Berbicara, terjadi saat ekspirasi ketika suara yang dihasilkan oleh pita suara
dimanipulasi oleh lidah, pipi, dan bibir.
c. Pelindung saluran napas bawah, saat menelan, laring bergerak ke atas,
menyumbat saluran faring sehingga engsel epiglotis menutup faring. Hal ini
menyebabkan makanan tidak melalui esofagus dan saluran napas bawah.
d. Pelembab, penyaring, dan penghangat, dimana proses ini berlanjut saat udara
yang diinspirasi berjalan melalui laring.
Dibagian larinhg terdapat beberapa organ yaitu:
a. Epiglottis, merupakan katup tulang rawan untuk menutup laring sewaktu
orang menelan. Bila waktu makan kita berbicara (epiglottis terbuka),
makanan bias masuk ke laring (keslek) dan terbatuk-batuk. Pada saat
bernafas epiglotis terbuka tapi pada saat menelan epiglotis menutup laring.
Jika masuk ke laring maka akan batuk dan dibantu bulu-bulu getar silia
untuk menyaring debu, kotoran-kotoran.
b. Jika bernafas melalui mulut udara yang masuk ke paru-paru tak dapat
disaring, dilembabkan atau dihangatkan yang menimbulkan gangguan
tubuh dan sel-sel bersilia akan rusak adanya gas beracun dan dehidrasi.
c. Pita suara, terdapat dua pita suara yang dapat ditegangkan dan
dikendurkan, sehinga lebar sela-sela antara pita-pita tersebut berubah-ubah
sewaktu bernafas dan berbicara, selama pernafasan pita suara sedikit
terpisah sehingga udara dapat keluar masuk.

4. Trakea
Trakea, merupaka lanjutan dari laring yang dibentuk oleh 16-20 cincin kartilago
yang terdiri dari tulang-tulang rawan yang berbentuk seperti C. trakea dilapisi oleh
selaput lender yang terdiri atas epitilium bersilia dan sel cangkir. Trakea hanya
merupakan suatu pipa penghubung ke bronkus. Dimana bentuknya seperti sebuah
pohon oleh karena itu disebut pohon trakeaobronkial, tempat trakea bercabang
menjadi bronkus disebut karina di karina menjadi bronkus primer kiri dan kanan,
dimana tiap bronkus menuju ke tiap paru (kiri dan kanan), karina memiliki banyak
saraf dan dapat menyebabkan bronkospasme dan bentuk berat jika dirangsang.

Fungsi Trakea:
1. Fungsi utamanya sebagai jalur udara untuk masuk dan keluar dari paru-paru.
2. Menyediakan Akses Saluran Pernapasan.
3. Menjaga Suhu Udara yang Masuk ke Paru-Paru.
4. Mencegah Benda Asing Masuk ke Paru-Paru.
5. Bronkus
Merupakan percabangan trakea. Setiap bronkus primer bercabang 9-12 kali untuk
membentuk bronkus sekunder dan tersier dengan diameter yang semakin kecil.
Struktur mendasar dari paru-paru adalah percabangan bronchial yang selanjutnya
secara berurutan adalah bronki, bronkiolus, bronkiolus terminalis, bronkiolus
respiratorik, duktus alveolar, dan alveoli. Dibagian bronkus masih disebut pernafasan
extrapulmonar dan memasuki paru-paru disebut intrapulmonar.
a. Bronchus/Bronkus (Pembuluh Nafas)
Bronkus merupakan cabang dari trakea yang bercabang dua ke paru-paru kanan
dan tiga ke paru-paru kiri.Bronkus kanan lebih pendek dan lebih besar
diameternya.Bronkus kiri lebih horizontal, lebih panjang dan lebih sempit.
- Struktur Bronkus:
1. Terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri Disebut bronkus lobaris kanan (3
lobus) dan bronkus lobaris kiri (2 bronkus).
2. Bronkus lobaris kanan terbagi menjadi 10 bronkus segmental dan bronkus
lobaris kiri terbagi menjadi 9 bronkus segmental.
3. Bronkus segmentalis ini kemudian terbagi lagi menjadi subsegmental yang
dikelilingi oleh jaringan ikat yang memiliki : arteri, limfatik dan saraf.
- Fungsi Bronkus:
1. Bronkus menghasilkan dahak atau mukosa pencegah peradangan pada
bronkus.
2. Silia pada bronkus membantu mengeluarkan debu dan partikel asing dari
paru-paru.
3. Bronkus membantu paru-paru bernapas lebih cepat ketika kita lelah
4. Alveolus adalah bagian bronkus yang berfungsi sebagai tempat difusi
oksigen.
5. ulang rawan bronkus berfungi memberi kekuatan pada saat bronkus
menarik dan menghembuskan napas.
6. Bronkus bertanggungjawab dan memastikan udara mencapai paru-paru.

b. Bronchiolus/Bronkiolus (Cabang Pembuluh nafas)


Bronkiolus merupakan cabang dari bronkus. Bronkiolus bercabang-cabang menjadi
saluran yang semakin halus, kecil, dan dindingnya semakin tipis. Bronkiolus tidak
mempunyai tulang rawan tetapi rongganya bersilia. Setiap bronkiolus bermuara ke
alveolus.

Bronkiolus merupakan cabang yang lebih kecil dari bronkus prinsipalis. Pada ujung
bronkiolus terdapat gelembung paru atau alveoli.(Syaifuddin,2009) yaitu :
1. Bronkus lobaris superior dekstra
2. Bronkus lobaris media dekstra
3. Bronkus lobaris inferior dekstra
4. Bronkus lobaris superior sinistra
5. Bronkus lobaris inferior sinistra
Fungsi Bronkiolus
1. Menyalurkan udara dari bronkus ke alveoli
2. Mengontrol jumlah udara yang didistribusikan melalui paru-paru.

6. Paru-paru
Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Rongga dada dan perut dibatasi oleh siuatu sekat
disebut diafragma. Paru-paru ada dua buah yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-
paru kanan terdiri atas tiga gelambir (lobus) yaitu gelambir atas, gelambir tengah dan
gelambir bawah. Sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir yaitu gelambir atas
dan gelambir bawah. Paru-paru diselimuti oleh suatu selaput paru-paru (pleura).
Kapasitas maksimal paru-paru berkisar sekitar 3,5 liter.
Paru-paru memanjang mulai dari dari akar leher menuju diagfragma dan secara kasar
berbentuk kerucut dengan puncak di sebelah atas dan alas di sebelah bawah. Diantara
paru-paru mediastinum, yang dengan sempurna memisahkan satu sisi rongga torasik
sternum di sebelah depan. Di dalam mediastinum terdapat jantung, dan pembuluh darah
besar, trakea dan esofagus, dustuk orasik dan kelenjar timus. Paru-paru dibagi menjadi
lobus-lobus. Paru-paru sebelah kiri mempunyai dua lobus, yang dipisahkan oleh belahan
yang miring. Lobus superior terletak di atas dan di depan lobus inferior yang berbentuk
kerucut. Paru-paru sebelah kanan mempunyai tiga lobus. Lobus bagian bawah dipisahkan
oleh fisura oblik dengan posisi yang sama terhadap lobus inferior kiri. Sisa paru lainnya
dipisahkan oleh suatu fisura horizontal menjadi lobus atas dan lobus tengah. Setiap lobus
selanjutnya dibagi menjadi segmensegmen yang disebut bronko-pulmoner, mereka
dipisahkan satu sama lain oleh sebuah dinding jaringan koneknif , masing-masing satu
arteri dan satu vena. Masing-masing segmen juga dibagi menjadi unit-unit yang disebut
lobulus (Snell, R. 2006).
Fungsi utama paru adalah sebagai alat pernapasan yaitu melakukan pertukaran udara
(ventilasi), yang bertujuan menghirup masuknya udara dari atmosfer kedalam paru-paru
(inspirasi) dan mengeluarkan udara dari alveolar ke luar tubuh (ekspirasi).

Secara anatomi, fungsi pernapasan ini dimulai dari hidung sampai ke parenkim paru.
Secara fungsional saluran pernapasan dibagi atas bagian yang berfungsi sebagai konduksi
(pengantar gas) dan bagian yang berfungsi sebagai respirasi (pertukaran gas). Pernapasan
dapat berarti pengangkutan oksigen (O2) ke sel dan pengangkutan CO2 dari sel kembali
ke atmosfer.
Proses ini terdiri dari 4 tahap yaitu (Guyton ,2007);
a) Pertukaran udara paru, yang berarti masuk dan keluarnya udara ke dan dari alveoli.
Alveoli yang sudah mengembang tidak dapat mengempis penuh, karena masih adanya
udara yang tersisa didalam alveoli yang tidak dapat dikeluarkan walaupun dengan
ekspirasi kuat. Volume udara yang tersisa ini disebut volume residu. Volume ini penting
karena menyediakan O2 dalam alveoli untuk mengaerasikan darah.
b) Difusi O2 dan CO2 antara alveoli dan darah.
c) Pengangkutan O2 dan CO2 dalam darah dan cairan tubuh menuju ke dan dari sel-sel.
d) Regulasi pertukaran udara dan aspek-aspek lain pernapasan. Dari aspek fisiologis, ada
dua macam pernapasan yaitu (Rahajoe dkk, 1994); Pernapasan luar (eksternal
respiration) yaitu penyerapan O2 dan pengeluaran CO2 dalam paru-paru, Pernapasan
dalam (internal respiration) yang aktifitas utamanya adalah pertukaran gas pada
metabolisme energi yang terjadi dalam sel.
B. Pengrrtian Respirasi atau Pernafasan
Pengertian pernafasan atau respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan
oksigen, pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh. Manusia
dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbon dioksida
ke lingkungan.
Respirasi dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu :
a. Respirasi Luar merupakan pertukaran antara O2 dan CO2 antara darah dan
udara.
b. Respirasi Dalam merupakan pertukaran O2 dan CO2 dari aliran darah ke selsel tubuh.
Dalam mengambil nafas ke dalam tubuh dan membuang napas ke udara dilakukan dengan
dua cara pernapasan, yaitu :
1. Respirasi / Pernapasan Dada
a. Otot antar tulang rusuk luar berkontraksi atau mengerut
b. Tulang rusuk terangkat ke atas
c. Rongga dada membesar yang mengakibatkan tekanan udara dalam dada kecil
d. sehingga udara masuk ke dalam badan.
2. Respirasi / Pernapasan Perut
a. Otot difragma pada perut mengalami kontraksi
a. Diafragma datar
b. Volume rongga dada menjadi besar yang mengakibatkan tekanan udara pada dada
b. mengecil sehingga udara pasuk ke paru-paru.
Normalnya manusia butuh kurang lebih 300 liter oksigen perhari. Dalam keadaan tubuh
bekerja berat maka oksigen atau O2 yang diperlukan pun menjadi berlipat-lipat kali dan
bisa sampai 10 hingga 15 kalilipat. Ketika oksigen tembus selaput alveolus, hemoglobin
akan mengikat oksigen yang banyaknya akan disesuaikan dengan besar kecil tekanan
udara.
Pada pembuluh darah arteri, tekanan oksigen dapat mencapat 100 mmHg dengan 19 cc
oksigen. Sedangkan pada pembuluh darah vena tekanannya hanya 40 milimeter air raksa
dengan 12 cc oksigen. Oksigen yang kita hasilkan dalam tubuh kurang lebih sebanyak
200 cc di mana setiap liter darah mampu melarutkan 4,3 cc karbondioksida / CO2. CO2
yang dihasilkan akan keluar dari jaringan menuju paruparu dengan bantuan darah.
Proses Kimiawi Respirasi Pada Tubuh Manusia :
a. Pembuangan CO2 dari paru-paru : H + HCO3 ---> H2CO3 ---> H2 + CO2
b. Pengikatan oksigen oleh hemoglobin : Hb + O2 ---> HbO2
c. Pemisahan oksigen dari hemoglobin ke cairan sel : HbO2 ---> Hb + O2
d. Pengangkutan karbondioksida di dalam tubuh : CO2 + H2O ---> H2 + CO2
Alat-alat pernapasan berfungsi memasukkan udara yang mengandung oksigen dan
mengeluarkan udara yang mengandung karbon dioksida dan uap air.
Tujuan proses pernapasan yaitu untuk memperoleh energi. Pada peristiwa bernapas
terjadi pelepasan energy.
Sistem Pernapasan pada Manusia terdiri atas:
1. Hidung : Udara dari luar akan masuk lewat rongga hidung (cavum nasalis).
Rongga hidung berlapis selaput lendir, di dalamnya terdapat kelenjar
minyak (kelenjar sebaser) dan kelenjar keringat (kelenjar sudorifera)
2. Faring : Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring merupakan
percabangan 2 saluran, yaitu saluran pernapasan (nasofarings) pada
bagian depan dan saluran pencernaan (orofarings)Pada bagian
belakang faring (posterior) terdapat laring (tekak) tempat terletaknya
pita suara (pita vocalis). Masuknya udara melalui faring akan
menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara.
3. Trakea : Tenggorokan berupa pipa yang panjangnya ± 10 cm, terletak sebagian
di
leher dan sebagian di rongga dada (torak). Dinding tenggorokan tipis
dan kaku, dikelilingi oleh 4 cincin tulang rawan, dan pada bagian
dalam rongga bersilia. Silia-silia ini berfungsimenyaring benda-benda
asing yang masuk ke saluran pernapasan. Batang tenggorok (trakea)
terletak di sebelah depan kerongkongan. Di dalam rongga dada, batang

tenggorok bercabang menjadi dua cabang tenggorok (bronkus).


4. Bronkus : Tenggorokan (trakea) bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus
kanan dan bronkus kiri. Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan
trakea, hanya tulang rawan bronkus bentuknya tidak teratur dan pada
bagian bronkus yang lebih besar cincin tulang rawannya melingkari
lumen dengan sempurna. Bronkus bercabangcabang lagi menjadi
bronkiolus.
5. Bronkiouls : Cabang ke 12 – 15 bronkus. Tidak mengandung lempeng tulang rawan,
tidak mengandung kelenjar submukosa. Otot polos bercampur dengan
jaringan ikat longgar. 8 Epitel kuboid bersilia dan sel bronkiolar tanpa
silia (sel Clara). Lamina propria tidak mengandung sel goblet.
6. paru-paru : Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas, di bagian samping
dibatasi oleh otot dan rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh
diafragma
yang berotot kuat. Paruparu ada dua bagian yaitu paru-paru kanan
(pulmo
dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri (pulmo sinister)
yang
terdiri atas 2 lobus. Paru-paru dibungkus oleh dua selaput yang tipis,
disebut pleura. Selaput bagian dalam yang langsung menyelaputi paru-
paru disebut pleura dalam (pleura visceralis) dan selaput yang
menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk
disebut
pleura luar (pleura parietalis). Paru-paru tersusun oleh bronkiolus,
alveolus, jaringan elastik, dan pembuluh darah.
C. Pengendalian Pernafasan
Mekanisme pernafasan diatur dan dikendalikan oleh 2faktor utama yaitu kimiawi dan
pengendalian oleh saraf:
1. Kendali Kimiawi adalah factor utama dalam pengenndalian dan pengaturan frekwensi,
kecepatan dan dalamnya gerakan pernafasan. Pusat pernafasan di sumsum sangat peka
terhadap reaksi kimia. Karbondioksida adalah produk asam dari metabolisme, yang
merangsang pusat pernafasan untuk mengirim keluar impuls saraf yang bekerja atas
otot pernafasan.
2. Kendali syaraf adalah pernafasn dikendalikan oleh sel-sel saraf dalam susunan retikularis
dibatang, terutama pada medulla. Sel-sel ini mengirim implus menuruni mendulla spinals,
kemudian melalui saraf frenkus ke diafragam, dan melalui saraf-saraf interkostalis ke otot-
otot interkostalis. Jadi pusat pernafasan yakni suatu pusat otomatik di dalam mendula
oblongata yang mengeluarkan implus eferen ke otot pernafasn implus aferen yang
dirangsang oleh pemekaran gelembung udara, yang antara oleh saraf vagus kepusat
pernafasan didalam medula.
D. Masalah/Gangguan Pernafasan
Daftar Pustaka
https://www.academia.edu/28046185/MAKALAH_ANATOMI_FISIOLOGI_SISTEM_PERNAFAS
AN
https://www.slideshare.net/RNingtyasHardjodisastro/anatomi-fisiologi-sistem-pernafasan-
tm1
https://www.academia.edu/29682041/Anatomi_dan_Fisiologi_Sistem_Pernapasan_By_Seti
adi