Anda di halaman 1dari 25

” PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI PANDANGAN HIDUP BANGSA INDONESIA “

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di jaman yang penuh dengan persaingan ini makna Pancasila seolah-olah terlupakan oleh
sebagian besar masyarakat Indonesia. Padahal sejarah perumusannya melalui proses yang sangat
panjang oleh para pendiri negara ini. Pengorbanan tersebut akan sia-sia apabila kita tidak
menjalankan amanat para pendiri negara yaitu pancasila yang termaktub dalam pembukaan UUD
1945 alenia ke-4.

Pancasila merupakan rangkaian kesatuan dan kebulatan yang tidak terpisahkan karena setiap sila
dalam pancasila mengandung empat sila lainnya dan kedudukan dari masing-masing sila tersebut
tidak dapat ditukar tempatnya atau dipindah-pindahkan. Hal ini sesuai dengan susunan sila yang
bersifat sistematis-hierarkis, yang berarti bahwa kelima sila pancasila itu menunjukkan suatu
rangkaian urutan-urutan yang bertingkat-tingkat, dimana tiap-tiap sila mempunyai tempatnya
sendiri di dalam rangkaian susunan kesatuan itu sehingga tidak dapat dipindahkan.

Bagi bangsa Indonesia hakikat yang sesungguhnya dari pancasila adalah sebagai pandangan
hidup bangsa dan sebagai dasar negara. Kedua pengertian tersebut sudah selayaknya kita fahami
akan hakikatnya. Selain dari pengertian tersebut, pancasila memiliki beberapa sebutan berbeda,
seperti :

1. Pancasila sebagai jiwa bangsa,


2. Pancasila sebagai kepribadian bangsa.
3. Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum dll.

Walaupun begitu, banyaknya sebutan untuk Pancasila bukanlah merupakan suatu kesalahan atau
pelanggaran melainkan dapat dijadikan sebagai suatu kekayaan akan makna dari Pancasila bagi
bangsa Indonesia. Karena hal yang terpenting adalah perbedaan penyebutan itu tidak
mengaburkan hakikat pancasila yang sesungguhnya yaitu sebagai dasar negara. Tetapi
pengertian pancasila tidak dapat ditafsirkan oleh sembarang orang karena akan dapat
mengaturkan maknanya dan pada akhirnya merongrong dasar negara, seperti yang pernah terjadi
di masa lalu.

Untuk itu kita sebagai generasi penerus, sudah merupakan kewajiban bersama untuk senantiasa
menjaga kelestarian nilai – nilai pancasila sehingga apa yang pernah terjadi di masa lalu tidak
akan teredam di masa yang akan datang.

B. PERMASALAHAN

1. Hakikat Pancasila Sebagai Dasar Negara


2. Hakikat Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia
3. Upaya Menjaga Nilai-Nilai Luhur Pancasila
C. TUJUAN

Kelompok kami menyusun makalah ini agar para pembaca bisa mengetahui tentang Pancasila
merupakan dasar negara dan pancasila sebagai ideologi bangsa indonesia yang
sesungguhnya,dan dengan adanya makalah ini juga di harapkan dapat menjadi pengetahuan bagi
kita semua.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Hakikat Pancasila Sebagai Dasar Negara

Setiap negara di dunia ini mempunyai dasar negara yang dijadikan landasan dalam
menyelenggarakan pemerintah negara. Seperti Indonesia, Pancasila dijadikan sebagai dasar
negara atau ideologi negara untuk mengatur penyelenggaraan negara. Hal tersebut sesuai dengan
bunyi pembukaan UUat PanD 1945 alenia ke-4 yang berbunyi :

“Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu UUD negara Indonesia
yang berbentuk dalam suatu susunan negara”

Dengan demikian kedudukan pancasila sebagai dasar negara termaktub secara yuridis
konstitusional dalam pembukaan UUD 1945, yang merupakan cita – cita hukum dan norma
hukum yang menguasai hukum dasar negara RI dan dituangkan dalam pasal – pasal UUD 1945
dan diatur dalam peraturan perundangan.

Selain bersifat yuridis konstitusional, pancasila juga bersifat yuridis ketata negaraan yang artinya
pancasila sebagai dasar negara, pada hakikatnya adalah sebagai sumber dari segala sumber
hukum. Artinya segala peraturan perundangan secara material harus berdasar dan bersumber
pada pancasila. Apabila ada peraturan (termasuk di dalamnya UUD 1945) yang bertentangan
dengan nilai – nilai luhur pancasila, maka sudah sepatutnya peraturan tersebut dicabut.

Berdasarkan uaraian tersebut pancasila sebagai dasar negara mempunyai sifat imperatif atau
memaksa, artinya mengikat dan memaksa setiap warga negara untuk tunduk kepada pancasila
dan bagi siapa saja yang melakukan pelanggaran harus ditindak sesuai hukum yang berlaku di
Indonesia serta bagi pelanggar dikenakan sanksi – sanksi hukuM.

Nilai – nilai luhur yang terkandung dalam pancasila memiliki sifat obyektif – subyektif. Sifat
subyektif maksudnya pancasila merupakan hasil perenungan dan pemikiran bangsa Indonesia,
sedangkan bersifat obyektif artinya nilai pancasila sesuai dengan kenyataan dan bersifat
universal yang diterima oleh bangsa – bangsa beradab. Oleh karena memiliki nilai obyektif –
universal dan diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia maka pancasila selalu
dipertahankan sebagai dasar negara.
Jadi berdasarkan uraian tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa pancasila sebagai dasar
negara memiliki peranan yang sangat penting dalam mengatur kehidupan berbangsa dan
bernegara sehingga cita – cita para pendiri bangsa Indonesi dapat terwujud.

B. Hakikat Pancasila Sebagai pandangan hidup bangsa indonesia

Setiap bangsa di dunia yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas ke arah mana
tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan pandangan hidup. Dengan pandangan hidup
inilah suatu bangsa akan memandang persoalan yang dihadapinya sehingga dapat
memecahkannya secara tepat. Tanpa memiliki pandangan hidup, suatu bangsa akan merasa
terombang – ambing dalam menghadapi persoalan yang timbul, baik persoalan masyarakatnya
sendiri maupun persoalan dunia.

Menurut Padmo Wahjono : “Pandangan hidup adalah sebagai suatu prinsip atau asas yang
mendasari segala jawaban terhadap pertanyaan dasar, untuk apa seseorang itu hidup”.

Jadi berdasarkan pengertian tersebut, dalam pandangan hidup bangsa terkandung konsepsi dasar
mengenai kehidupan yang dicita – citakan, terkandung pula dasar pikiran terdalam dan gagasan
mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik.

Pancasila sebagai pandangan hidup sering juga disebut way of life, pegangan hidup, pedoman
hidup, pandangan dunia atau petunjuk hidup. Walaupun ada banyak istilah mengenai pengertian
pandangan hidup tetapi pada dasarnya memiliki makna yang sama. Lebih lanjut Pancasila
sebagai pandangan hidup bangsa dipergunakan sebagai petunjuk dalam kehidupan sehari – hari
masyarakat Indonesia baik dari segi sikap maupun prilaku haruslah selalu dijiwai oleh nilai –
nilai luhur pancasila.

Hal ini sangat penting karena dengan menerapkan nilai – nilai luhur pancasila dalam kehidupan
sehari – hari maka tata kehidupan yang harmonis diantara masyarakat Indonesia dapat terwujud.
Untuk dapat mewujudkan semua itu maka masyarakat Indonesia tidak bisa hidup sendiri, mereka
harus tetap mengadakan hubungan dengan masyarakat lain. Dengan begitu masing – masing
pandangan hidup dapat beradaftasi artinya pandangan hidup perorangan / individu dapat
beradaptasi dengan pandangan hidup kelompok karena pada dasarnya pancasila mengakui
adanya kehidupan individu maupun kehidupan kelompok.

Selain sebagai dasar Negara, Pancasila juga merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia.
Sebagai pendangan hidup bangsa Indonesia, Pancasila berarti konsepsi dasar tentang kehidupan
yang dicita-citakan oleh bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan dalam
menjalani hidup. Dalam konsepsi dasar itu terkandung gagasan dan pikiran tentang kehidupan
yang dianggap baik dan benar bagi bangsa Indonesia yang bersifat majemuk.

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa sebenarnya merupakan perwujudan dari nilai-nilai
budaya milik bangsa Indonesia sendiri yang diyakini kebaikan dan kebenarannya. Pancasila
digali dari budaya bangsa sendiri yang sudah ada, tumbuh, dan berkembang berabad-abad
lamanya. Oleh karna itu, Pancasila adalah khas milik bangsa Indonesia sejak keberadaannya
sebagai sebuah bangsa. Pancasila merangkum nilai-nilai yang sama yang terkandung dalam adat-
istiadat, kebudayaan, dan agama-agama yang ada di Indonesia. Dengan demikian, Pancasila
sebagai pandangan hidup mencerminkan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia.

Sebagai pandangan hidup bangsa, Pancasila juga berperan sebagai pedoman dan penuntun dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan demikian, ia menjadi sebuah
ukuran/kriteria umum yang diterima dan berlaku untuk semua pihak Secara sederhana, ideologi
dipahami sebagai gagasan-gagasan dan nilai-nilai yang tersusun secara sistematis yang diyakini
kebenarannya oleh suatu masyarakat dan diwujudkan di dalam kehidupan nyata. Nilai-nilai yang
tercermin di dalam pandangan hidup ditempatkan secara sistematis kedalam seluruh aspek
kehidupan yang mencakup aspek politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan
didalam upaya mewujudkan cita-citanya. Jadi, dengan kata lain ideologi berisi pandangan hidup
suatu bangsa yang menyentuh segala segi kehidupan bangsa. Setiap bangsa yang ingin berdiri
kokoh dan mengetahui dengan jelas kearah mana tujuan yang ingin dicapainya sangat
membutuhkan pandangan hidup. Dengan pandangan hidup yang jelas, suatu bangsa akan
memiliki pegangan dan pedoman bagaimana mereka memecahkan masalah-masalah politik,
ekonomi, sosial dan budaya yang timbul dalam gerak masyarakat yang makin maju. Dengan
berpedoman pada pandangan hidup sebagai ideologi, sebuah bangsa akan membangun diri dan
negerinya.

Pandangan hidup yang dijadikan ideologi bangsa mengandung konsep dasar mengenai
kehidupan yang dicita-citakan oleh sebuah bangsa dan pikiran-pikiran terdalam serta gagasan-
gagasan sebuah bangsa mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik. Pandangan hidup
sebuah bangsa adalah perwujudan nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsa itu yang diyakini
kebenarannya dan menimbulkan tekad bagi bangsa itu.

C. Upaya Menjaga Nilai – nilai Luhur Pancasila

Nilai – nilai yang terkandung dalam pancasila merupakan suatu cerminan dari kehidupan
masyarakat Indonesia (nenek moyang kita) dan secara tetap telah menjadi bagian yang tak
terpisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia. Untuk itu kita sebagai generasi penerus bangsa
harus mampu menjaga nilai – nilai tersebut. Untuk dapat hal tersebut maka perlu adanya
berbagai upaya yang didukung oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Upaya – uapaya tersebut antara lain : Ideologi secara praktis diartikan sebagai system dasar
seseorang tentang nilai-nilai dan tujuan-tujuan serta sarana-sarana pokok untuk mencapainya.
Jika diterapkan oleh Negara maka ideology diartikan sebagai kesatuan gagasan-gagasan dasar
yang disusun secara sistematis dan dianggap menyeluruh tentang manusia dan kehidupannya,
baik sebagai individu, social, maupun dalam kehidupan bernegara. Secara etimologis, ideologi
berasal dari bahasa Yunani yaitu idea dan logia. Idea berasal dari idein yang berarti melihat. Idea
juga diartikan sesuatu yang ada di dalam pikiran sebagai hasil perumusan sesuatu pemikiran atau
rencana. Kata logia mengandung makna ilmu pengetahuan atau teori, sedang kata logis berasal
dari kata logos dari kata legein yaitu berbicara. Istilah ideologi sendiri pertama kali dilontarkan
oleh Antoine Destutt de Tracy (1754 – 1836), ketika bergejolaknya Revolusi Prancis untuk
mendefinisikan sains tentang ide. Jadi dapat disimpulkan secara bahasa, ideologi adalah
pengucapan atau pengutaraan terhadap sesuatu yang terumus di dalam pikiran.

Dalam tinjauan terminologis, ideology is Manner or content of thinking characteristic of an


individual or class (cara hidup/ tingkah laku atau hasil pemikiran yang menunjukan sifat-sifat
tertentu dari seorang individu atau suatu kelas). Ideologi adalah ideas characteristic of a school
of thinkers a class of society, a plotitical party or the like (watak/ ciri-ciri hasil pemikiran dari
pemikiran suatu kelas di dalam masyarakat atau partai politik atau pun lainnya). Ideologi
ternyata memiliki beberapa sifat, yaitu dia harus merupakan pemikiran mendasar dan rasional.
Kedua, dari pemikiran mendasar ini dia harus bisa memancarkan sistem untuk mengatur
kehidupan. Ketiga, selain kedua hal tadi, dia juga harus memiliki metode praktis bagaimana
ideologi tersebut bisa diterapkan, dijaga eksistesinya dan disebarkan.

Pancasila sebagaimana kita yakini merupakan jiwa, kepribadian dan pandangan hidup bangsa
Indonesia. Disamping itu juga telah dibuktikan dengan kenyataan sejarah bahawa Pancasila
merupakan sumber kekuatan bagi perjuangan karena menjadikan bangsa Indonesia
bersatu.Pancasila dijadikan ideologi dikerenakan, Pancasila memiliki nilai-nilai falsafah
mendasar dan rasional. Pancasila telah teruji kokoh dan kuat sebagai dasar dalam mengatur
kehidupan bernegara. Selain itu, Pancasila juga merupakan wujud dari konsensus nasional
karena negara bangsa Indonesia ini adalah sebuah desain negara moderen yang disepakati oleh
para pendiri negara Republik Indonesia kemudian nilai kandungan Pancasila dilestarikan dari
generasi ke generasi. Pancasila pertama kali dikumandangkan oleh Soekarno pada saat
berlangsungnya sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Republik Indonesia
(BPUPKI).

Pada pidato tersebut, Soekarno menekankan pentingnya sebuah dasar negara. Istilah dasar negara
ini kemudian disamakan dengan fundamen, filsafat, pemikiran yang mendalam, serta jiwa dan
hasrat yang mendalam, serta perjuangan suatu bangsa senantiasa memiliki karakter sendiri yang
berasal dari kepribadian bangsa. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Pancasila secara
formal yudiris terdapat dalam alinea IV pembukaan UUD 1945. Di samping pengertian formal
menurut hukum atau formal yudiris maka Pancasila juga mempunyai bentuk dan juga
mempunyai isi dan arti (unsur-unsur yang menyusun Pancasila tersebut). Tepat 64 tahun usia
Pancasila, sepatutnya sebagai warga negara Indonesia kembali menyelami kandungan nilai-nilai
luhur tersebut.

a. Ketuhanan (Religiusitas)

Nilai religius adalah nilai yang berkaitan dengan keterkaitan individu dengan sesuatu yang
dianggapnya memiliki kekuatan sakral, suci, agung dan mulia. Memahami Ketuhanan sebagai
pandangan hidup adalah mewujudkan masyarakat yang beketuhanan, yakni membangun
masyarakat Indonesia yang memiliki jiwa maupun semangat untuk mencapai ridlo Tuhan dalam
setiap perbuatan baik yang dilakukannya. Dari sudut pandang etis keagamaan, negara berdasar
Ketuhanan Yang Maha Esa itu adalah negara yang menjamin kemerdekaan tiap-tiap
penduduknya untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaan masing-
masing. Dari dasar ini pula, bahwa suatu keharusan bagi masyarakat warga Indonesia menjadi
masyarakat yang beriman kepada Tuhan, dan masyarakat yang beragama,.

b. Kemanusiaan (Moralitas)

Kemanusiaan yang adil dan beradab, adalah pembentukan suatu kesadaran tentang keteraturan,
sebagai asas kehidupan, sebab setiap manusia mempunyai potensi untuk menjadi manusia
sempurna, yaitu manusia yang beradab. Manusia yang maju peradabannya tentu lebih mudah
menerima kebenaran dengan tulus, lebih mungkin untuk mengikuti tata cara dan pola kehidupan
masyarakat yang teratur, dan mengenal hukum universal. Kesadaran inilah yang menjadi
semangat membangun kehidupan masyarakat dan alam semesta untuk mencapai kebahagiaan
dengan usaha gigih, serta dapat diimplementasikan dalam bentuk sikap hidup yang harmoni
penuh toleransi dan damai.

c. Persatuan (Kebangsaan) Indonesia

Persatuan adalah gabungan yang terdiri atas beberapa bagian, kehadiran Indonesia dan
bangsanya di muka bumi ini bukan untuk bersengketa. Bangsa Indonesia hadir untuk
mewujudkan kasih sayang kepada segenap suku bangsa dari Sabang sampai Marauke. Persatuan
Indonesia, bukan sebuah sikap maupun pandangan dogmatik dan sempit, namun harus menjadi
upaya untuk melihat diri sendiri secara lebih objektif dari dunia luar. Negara Kesatuan Republik
Indonesia terbentuk dalam proses sejarah perjuangan panjang dan terdiri dari bermacam-macam
kelompok suku bangsa, namun perbedaan tersebut tidak untuk dipertentangkan tetapi justru
dijadikan persatuan Indonesia.

d. permusyawaratan dan Perwakilan

Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan hidup berdampingan dengan orang lain, dalam
interaksi itu biasanya terjadi kesepakatan, dan saling menghargai satu sama lain atas dasar tujuan
dan kepentingan bersama. Prinsip-prinsip kerakyatan yang menjadi cita-cita utama untuk
membangkitkan bangsa Indonesia, mengerahkan potensi mereka dalam dunia modern, yakni
kerakyatan yang mampu mengendalikan diri, tabah menguasai diri, walau berada dalam kancah
pergolakan hebat untuk menciptakan perubahan dan pembaharuan. Hikmah kebijaksanaan adalah
kondisi sosial yang menampilkan rakyat berpikir dalam tahap yang lebih tinggi sebagai bangsa,
dan membebaskan diri dari belenggu pemikiran berazaskan kelompok dan aliran tertentu yang
sempit.

e. keadilan Sosial

Nilai keadilan adalah nilai yang menjunjung norma berdasarkan ketidak berpihakkan,
keseimbangan, serta pemerataan terhadap suatu hal. Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia merupakan cita-cita bernegara dan berbangsa. Itu semua bermakna
mewujudkan keadaan masyarakat yang bersatu secara organik, dimana setiap anggotanya
mempunyai kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang serta belajar hidup pada
kemampuan aslinya. Segala usaha diarahkan kepada potensi rakyat, memupuk perwatakan dan
peningkatan kualitas rakyat, sehingga kesejahteraan tercapai secara merata. (Dari berbagai
sumber)

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari makalah yang telah dibuat tadi dapat di simpulkan bahwa pancasila mempunyai arti sangat
penting bagi kehidupan masyarakat bangsa indonesia, pancasila mempunyai nilai-nilai positif
bagi kehidupan kita.

Disamping itu banyak langkah – langkah yang harus kita ambil untuk menjalankan atau
menerapkan pancasila dalam kehidupan kita.

B. SARAN

Adapun saran penulis kepada pembaca agar pembaca dapat mengetahui bahwa pancasila sangat
penting bagi kehidupan kita dan agar pembaca dapat melaksanakan atau bisa menerapkan
pancasila di masyarakat

Selain dari pada itu,penulis memohon maaf apabila terdapat kesalahan karena kami masih dalam
proses pembelajaran.Dan yang kami harapkan dengan adanya makalah ini,dapat menjadi wacana
yang membuka pola pikir pembaca dan memberi saran yang sifatnya tersirat maupun tersurat.

DAFTAR PUSAKA

Ahmad Kosasih Djahiri,Pancasila sebagai ideologi bangsa,Jakarta: Prenada Media,2008

Lembaga Pancasila Indonesia,Pancasila Sebagai Dasar Negara,Jakarta:2000

http://Media Surabaya.com/2008/04/15/pancasila sebagai ideologi bangsa.

http://www.google.co.id+pancasila sebagai pedoman hidup bangsa indonesia. Dikutip pada


tanggal 10 Nopember 2010. 
engertian Ideologi – Ideologi berasal dari kata yunani yaitu iden yang berarti melihat, atau idea
yang berarti raut muka, perawakan, gagasan buah pikiran dan kata logi yang berarti ajaran.
Dengan demikian ideologi adalah ajaran atau ilmu tentang gagasan dan buah pikiran atau science
des ideas (AL-Marsudi, 2001:57).
Puspowardoyo (1992 menyebutkan bahwa ideologi dapat dirumuskan sebagai komplek
pengetahuan dan nilai secara keseluruhan menjadi landasan seseorang atau masyarakat untuk
memahami jagat raya dan bumi seisinya serta menentukan sikap dasar untuk mengolahnya.
Berdasarkan pemahaman yang dihayatinya seseorang dapat menangkap apa yang dilihat benar
dan tidak benar, serta apa yang dinilai baik dan tidak baik.
Menurut pendapat Harol H. Titus. Definisi dari ideologi adalah: Aterm used for any group of
ideas concerning various political and aconomic issues and social philosophies often applied to a
systematic scheme of ideas held by groups or classes, artinya suatu istilah yang digunakan untuk
sekelompok cita-cita mengenai bebagai macam masalah politik ekonomi filsafat sosial yang
sering dilaksanakan bagi suatu rencana yang sistematis tentang suatu cita-cita yang dijalankan
oleh kelompok atau lapisan masyarakat.
Bila kita terapkan rumusan ini pada Pancasila dengan definisi-definisi filsafat dapat kita
simpulkan, maka Pancasila itu ialah usaha pemikiran manusia Indonesia untuk mencari
kebenaran, kemudian sampai mendekati atau menanggap sebagai suatu kesanggupan yang
digenggamnya seirama dengan ruang dan waktu.
Hasil pemikiran manusia yang sungguh-sungguh secara sistematis radikal itu kemuduian
dituangkan dalam suatu rumusan rangkaian kalimat yang mengandung suatu pemikiran yang
bermakna bulat dan utuh untuk dijadikan dasar, asas, pedoman atau norma hidup dan kehidupan
bersama dalam rangka perumusan satu negara Indonesia merdeka, yang diberi nama Pancasila.
Kemudian isi rumusan filsafat yang dinami Pancasila itu kemudian diberi status atau kedudukan
yang tegas dan jelas serta sistematis dan memenuhi persyaratan sebagai suatu sistem filsafat.
Termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke empat maka filsafat
Pancasila itu berfungsi sebagai Dasar Negara Republik Indonesia yang diterima dan didukung
oleh seluruh bangsa atau warga Negara Indonesia.
Demikian isi rumusan sila-sila dari Pancasila sebagai satu rangkaian kesatuan yang bulat dan
utuh merupakan dasar hukum, dasar moral, kaidah fundamental bagi peri kehidupan bernegara
dan masyarakat Indonesia dari pusat sampai ke daerah-daerah
Pancasila sebagai dasar Negara, maka mengamalkan dan mengamankan Pancasila sebagai
dasar Negara mempunyai sifat imperatif dan memaksa, artinya setiap warga Negara Indonesia
harus tunduk dan taat kepadanya. Siapa saja yang melangggar Pancasila sebagai dasar Negara,
harus ditindak menurut hukum yakni hukum yang berlaku di Indonesia. Dengan kata lain
pengamalan Pancasila sebagai dasar Negara disertai sanksi-sanksi hukum. Sedangkan
pengamalan Pancasila sebagai weltanschuung, yaitu pelaksanaan Pancasila dalam hidup sehari-
hari tidak disertai sanksi-sanksi hukum tetapi mempunyai sifat mengikat, artinya setiap manusia
Indonesia terikat dengan cita-cita yang terkandung di dalamnya untuk mewujudkan dalam hidup
dan kehidupanya, sepanjang tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang barlaku di
Indonesia.
Jadi, jelaslah bagi kita bahwa mengamalkan dan mengamankan Pancasila sebagai dasar Negara
Republik Indonesia mempunyai sifat imperatif memaksa. Sedangkan pengamalan atau
pelaksanaan Pancasila sebagai pandangan hidup dalam hidup sehari-hari tidak disertai sanksi-
sanksi hukum tetapi mempunyai sifat mengikat.
Pancasila sebagai filsafat bangsa dan Negara dihubungkan fungsinya sebagai dasar Negara, yang
merupakan landasan idiil bangsa Indonesia dan Negara Republik Indonesia dapatlah disebut pula
sebagai ideologi nasional atau ideologi Negara.

BAB I

PENDAHULUAN

Bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang besar dan heterogen. Disebut bangsa yang besar
karena jumlah penduduknya menempati urutan keempat terbanyak setelah RRC, Amerika
Serikat dan India. Indonesia juga bangsa yang heterogen karena terdiri atas banyak suku bangsa
dengan berbagai macam agama, budaya, bahasa dan adat istiadat.

Kita patut bersyukur bahwa bangsa yang besar dan heterogen ini dapat bersatu dalam naungan
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Banyak bangsa – bangsa yang besar dalam sejarahnya
hancur karena tidak mampu mempertahankan semangat persatuan dan kesatuan. Contohnya
adalah Uni Soviet dan Yugoslavia.

Mengapa bangsa Indonesia mampu mempertahankan persatuan dan kesatuan ? salah satu
jawabannya adalah karena kita telah sepakat Pancasil sebagai dasar negara dan ideologi nasional
Indonesia. Nilai-nilai luhur Pancasila merupakan kesepakatan bersama dan menjadi titik temu
antarkelompok dan golongan masyarakat Indonesia. Sebagai ideologi negara, nilai-nilai yang
terkandung di dalamnya diterima dan dijadikan acuan bersama dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara. Oleh karena itu, kita perlu memelihara dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar
negara dan ideologi bangsa Indonesia.

———————————————————————————————————————
——-

BAB II

IDEOLOGI NEGARA

2.1 Pengertian Ideologi

Istilah ideologi terbentuk dari kata idea dan logos. Idea berasal dari bahasa Yunani, ideos yang
artinya bentuk atau idein yang berarti melihat. Kata idea berarti gagasan, ide, cita-cita atau
konsep. Sedangkan logos berarti ilmu. Jadi, secara harfiah ideologi berarti ilmu pengetahuan
tentang ide-ide (the science if ideas).

Berikut ini beberapa pengetahuan tentang ideologi dari para ahli :

a. Soerjanto Poespowaedojo
Ideologi dapat dirumuskan sebagai kompleks pengetahuan dan nilai yang secara keseluruhan
menjadi landasan bagi seseorang atau masyarakat untuk memahami jagat raya, bumi, dan
seisinya serta menentukan sikap dasar untuk mengolahnya.

b. M. Sastrapratedja

Ideologi adalah seperangkat gagasan atau pemikiran yang berorientasi pada tindakan yang
diorganisir dalam suatu sistem yang teratur.

c. A.T. Soegito

Ideology adalah serangkaian pemikiran yang berkaitan dengan tertib sosial dan politik yang
ada,serta berupaya untuk mengubah serta mempertahankan tertib sosial politik yang
bersangkutan.

d. Ramlan Surbakti

Ideologi dilukiskan sebagai seperangkat gagasan tentang kebaikan bersama yang dirumuskan
dalam bentuk tujuan yang hendak dicapai dan cara – cara yang digunakan untuk mencapai tujuan
itu.

e. Fransn Magnis Suseno

Ideologi dapat dibedakan dalam dua pengertian, yaitu :

1) Ideologi dalam pengertian luas

Ideologi berarti segala kelompok cita-cita luhur, nilai – nilai dasar, dan keyakinan – keyakinan
yang mau dijunjung tinggi sebagai pedoman normative. Ideologi dalam arti luas ini selanjutnya
dikatakan sebagai ideology terbuka.

2) Ideologi dalam pengertian sempit

Ideologi adalah gagasan atau teori yang menyeluruh tentang makna hidup dan nilai-nilai yang
akan menentukan dengan mutlak bagaimana manusia harus hidup dan bertindak. Ideologi dalam
arti sempit selanjutnya disebut sebagai ideologi tertutup.

2.2 Unsur Ideologi

Menurut M. Sastraprated, ideologi sebagai seperangkat gagasan mengandung tiga unsure, yaitu:

a. Berisi penafsiran atau pemahaman terhadap suatu kenyataan, artinya orang atau masyarakat
dapat membuat penafsiran tentang keadaan berdasar ideologi.

b. Berisi nilai-nilai yang dianggap baik dan diterima oleh masyarakat sebagai pedoman
bertindak, artinya masyarakat dapat berbuat berdasarkan nilai yang dianggap baik.
c. Memuat suatu orientasi tindakan, artinya ideologi merupakan suatu pedoman kegiatan untuk
melaksanakan nilai – nilai yang terkandung di dalamnya.

2.3 Manfaat Ideologi bagi Suatu Bangsa

Dalam kehidupan suatu bangsa, adanya ideologi sangat dperlukan. Dengan ideologi, suatu
bangsa akan :

1. Mampu memandang persoalan – persoalan yang dihadapinya dan menentukan arah serta cara
bagaimana bangsa itu memecahkan persoalan – persoalan yang dihadapi sehingga tidak
terombang ambing dalam menghadapi persoalan – persoalan besar, baik yang berasal dari dalam
masyarakat sendiri maupun dari luar ;

2. Memilki pegangan dan pedoman bagaimana ia memecahkan masalah – masalah politik,


ekonomi, sosial dan budaya;

3. Mempunyai pedoman bagaimana bangsa itu membangun dirinya.

Berdasarkan pada kemanfaatan tersebut maka ideologi dalam suatu masyarakat memiliki fungsi
sebagai berikut :

1. Sebagai tujuan atau cita-cita yang hendak dicapai bersama oleh suatu masyarakat.

2. Sebagai sarana pemersatu masyarakat.

2.4 Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia

Indonesia sebagai sebuah bangsa tentu juga membutuhkan ideologi nasional. Di dalam ideologi
nasional itu tercantum seperangkat nilai yang dianggap baik dan cocok bagi masyarakat
Indonesia. Nilai – nilai itu diterima dan diakui serta menjadi tujuan mulia dari bangsa Indonesia.
Bangsa Indonesia sudah sepakat bahwa nilai – nilai itu adalah nilai – nilai yang terkandung
dalam Pancasila. Pancasila adalah ideologi nasional dari bangsa Indonesia.

1. Pengertian Pancasila

Pancasila adalah nama dari dasar Negara Republik Indonesia. Berasal dari bahasa Sansekerta,
yaitu “panca” berarti lima dan “syila” yang artinya alas, dasar. Sedangkan kata “syila” artinya
peraturan tentang tingkah laku yang baik. Panca Syila artinya dasar yang memiliki lima unsur.
Kata Panca Syila berarti peraturan tingkah laku baik yang jumlahnya lima. Istilah Panca Syila
atau Panca Syilla telah dikenal sejak zaman Majapahit pada abad ke-14, yang terdapat dalam
buku “Negarakertagama” karangan Empu Prapanca dan dalam buku “Sutasoma”karangan Empu
Tantular.

Menurut sejarahnya, istilah Pancasila dicetuskan pertama kali oleh Soekarno pada tanggal 1 Juni
1945 di depan sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI). Pada waktu
itu ketua BPUPKI, dr.Radjiman Widiodiningrat, menanyakan kepada para peserta sidang “Apa
dasar negara Indonesia merdeka di kelak kemudian hari?” di antara peserta sidang, Soekarno
menjawab dengan mengajukan lima prinsip dasar negara yang dinamakan Pancasila.

Rumusan Pancasila yang diusulkan Soekarno adalah sebagai berikut ;

1. Nasionalisme atau kebangsaan Indonesia

2. Internasionalisme atau kemanusiaan

3. Mufakat atau demokrasi

4. Kesejahteraan sosial

5. Ketuhanan Yang Maha Esa

Selanjutnya pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)
bersidang menghasilkan putusan sebagai berikut ;

a. Mengangkat Soekarno sebagai presiden dan Moh Hatta sebagai wakil presiden;

b. Menetapkan UUD dan Pembukaan UUD sebagai konstitusi negara;

c. Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).

Salah satu hasil sidang PPKI tersebut adalah menetapkan UUD Negara Republik Indonesia yang
di kemudian di kenal dengan nama UUD 1945. Pancasila sebagai dasar negara terdapat dalam
pembukaan UUD 1945 alinea IV.

2. Landasan Hukum Pancasila sebagai Ideologi Nasional Indonesia

Kedudukan Pancasila sebagai ideology bangsa tercantum dalam ketetapan MPR


No.XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR RI No. II/MPR/1978 tentang
Pedoman Penghayatan dan Pengamatan Pancasila (Eka Prasetya Pancakarsa) dan penetapan
tentang penegasan Pancasila sebagai dasar negara.

Berdasarkan pada ketetapan MPR tersebut, secara jelas menyatakan bahwa kedudukan Pancasila
dalam kehidupan bernegara Indonesia adalah sebagai:

a. Dasar Negara

Adapun makna Pancasila sebagai dasar negara sebagai berikut:

1) Sebagai dasar menegara atau pedoman untuk menata negara merdeka Indonesia. Arti
menegara adalah menunjukkan sifat aktif daripada sekedar bernegara;
2) Sebagai dasar untuk aktivitas negara. Diartikan bahwa aktivitas dan pembangunan yang
dilaksanakan negara berdasarkan peraturan perundangan yang merupakan penjabaran dari
prinsip – prinsip yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945;

3) Sebagai dasar perhubungan anatar warga negara yang satu dengan warga negara yang lainnya.
Diartikan bahwa penerimaan Pancasila oleh masyarakat yang berbeda – beda latar belakangnya
menjalin interaksi dan bekerja sama dengan baik.

b. Ideologi Nasional

Ideologi nasional mengandung makna ideologi yang memuat cita-cita tujuan dari Negara
Kesatuan Republik Indonesia.

Pancasila merupakan ideologi yang terbuka, bukan ideologi tertutup. Pancasila memenuhi syarat
sebagai ideologi terbuka karena:

(1) Nilai-nilai Pancasila bersumber dari bangsa Indonesia sendiri.

(2) Nilai-nilai dari Pancasila tidak bersifat operasional dan langsung dapat diterapkan dalam
kehidupan.

Menurut Dr. Alfian, seorang ahli politik Indonesia, Pancasila memenuhi syarat sebagai ideologi
terbuka yang sifatnya luwes dan tahan terhadap perubahan zaman karena di dalamnya memnuhi
tiga dimensi ideologi, yaitu :

1) Dimensi Realitas

Nilai – nilai ideologi itu bersumber dari nilai-nilai yang riil hidup di dalam masyarakat
Indonesia. Kelima nilai dasar Pancasila itu kita temukan dalam suasana atau pengalaman
kehidupan masyarakat bangsa kita yang bersifat kekluargaan, kegotong-royongan atau
kebersamaan.

2) Dimensi Idealitas

Suatu ideologi perlu mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan.
Nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila merupakan nilai-nilai yang di cita-citakan
dan ingin diwujudkan.

3) Dimensi Fleksibilitas

Nilai dasar Pancasila adalah fleksibel karena dapat dikembangkan dan disesuaikan dengan
tuntutan perubahan.

3. Nilai – nilai yang Terkandung dalam Pancasila

a. Pengertian Nilai
Nilai atau value berarti harga, guna. Nilai pada hakikatnya merupakan sesuatu yang berharga,
berguna. Nilai dalam bidang filsafat menunjuk pada kata benda asbtrak yang artinya
keberhargaan dan kebaikan. Sesuatu itu bernilai, berarti sesuatu itu berguna, berharga,
bermanfaat atau penting bagi kehidupan manusia.

Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak bias lepas dari nilai. Nilai akan selalu berada di
sekitar manusia dan melingkupi kehidupan manusia dalam segala bidang. Nilai amat banyak dan
selalu berkembang. Adapun tingkatan nilai ada tiga, yaitu :

1) Nilai Dasar, yaitu asas-asas yang kita terima sebagai dalil yang bersifat sedikit banyak mutlak.
Kita menerima nilai dasar itu sebagai sesuatu yang benar dan tidak perlu dipertanyakan lagi.
Semangat kekeluargaan kita sebut nilai dasar, sifatnya mutlak dan tidak berubah lagi.

2) Nilai Instrumental, yaitu pelaksanaan umum dari nilai dasar. Umumnya berbentuk norma
sosial dan norma hukum yang selanjutnya akan terkristalisasi dalam peraturan dan mekanisme
lembaga-lembaga negara.

3) Nilai Praktis, yaitu nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan. Nilai praktis
sesungguhnya menjadi batu ujian apakah nilai dasar dan nilai instrumental itu benar-benar hidup
dalam masyarakat.

b. Nilai – nilai Dasar yang Terkandung dalam Ideologi Pancasila

Adapun makna dari masing – masing nilai Pancasila adalah sebagai berikut:

1. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, ,mengandung arti adanya pengkuan dan keyakinan bangsa
terhadap adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta. Nilai ini menyatakan bangsa Indonesia
adalah bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis.

2. Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengandung arti kesadaran sikap dan perilaku
yang sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan
memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mastinya.

3. Nilai Persatuan Indonesia, mengandung makna usaha keras bersatu dalam kebulatan rakyat
untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persatuan
Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang
dimiliki Indonesia.

4. Nilai Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan


Perwakilan, mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat
dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan. Berdasarkan nilai ini
maka diakui paham demokrasi yang lebih mengutamakan pengambilan keputusan melalui
musyawarah mufakat.

5. Nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengandung makna sebagai dasar
sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur secara lahiriah
maupun batiniah. Berdasarkan pada nilai ini maka keadilan adalah nilai yang amat mendasar
yang diharapkan oleh seluruh bangsa.

———————————————————————————————————————
——

BAB III

UPAYA MEMPERTAHANKAN IDEOLOGI PANCASILA

Pada era reformasi ini, rakyat Indonesia banyak mendapatkan kemerdekaan dan kebebasan untuk
ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan negara. Rakyat tidak hanya menjadi objek yang selalu
harus menuruti keinginan penguasa. Sekarang rakyat Indonesia berdaulat di negara Indonesia. Ini
sesuai dengan prinsip negara yang berkedaulat rakyat atau demokrasi.

Sebagai ideologi bangsa, Pancasila telah diterima sebagai kesepakatan seluruh masyarakat
sehingga Pancasila dapat mempersatukan bangsa. Nilai-nilai Pancasila diakui berisikan cita-cita
luhur bangsa. Oleh karena itu, kita sebagai warga bangsa dan warga negara berkewajiban
mempertahankan Pancasila sebagai ideology nasional.

Tindakan yang harus kita kembangkan dalam mempertahankan Pancasila sebagai ideologi
negara kita, antara lain:

a. Mempelajari Pancasila secara benar sehingga menerima kebenarannya;

b. Mewujudkan nilai-nilai Pancasil dalam kehidupan sehari-hari dengan cara mentaati  norma-
norma yang berlaku;

c. Menjaga kemurniaan Pancasila dengan tetap terbuka terhadap nilai-nilai baru;

d. Melawan berbagai ancaman, baik yang dating dari dalam maupun dari luar yang berusaha
merongrong ideologi bangsa;

e. Mengakui dan menghargai keanekaragaman bangsa;

f.  Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara;

g. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa;

h. Mengawasi penyelenggara negara agar tidak berkuasa secara mutlak dan absolute;

i.  Taat dan tunduk pada peraturan perundang-undangan yang telah disepakati.

———————————————————————————————————————
—–
BAB IV

PENUTUP

4.1 Rangkuman

a. Ideologi adalah seperangkat gagasan, ide, cita dari sebuah masyarakat tentang kebaikan
bersama yang dirumuskan dalam bentuk tujuann yang harus dicapai dan cara-cara yang
digunakan untuk mencapai tujuan itu.

b. Ideologi nasional Indonesia adalah Pancasila. Pancasila yang dimaksud adalah Pancasila
sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV.

c. Selain sebagai ideologi nasional, Pancasila berkedudukan sebagai dasar negara, jiwa dan
kepribadiaan bangsa, pandangan hidup bangsa, perjanjian luhur bangsa, dan cita-cita bangsa.

d. Pancasila sebagai ideology nasional bersifat terbuka karena memenuhi dimensi realitas,
idea,dan fleksibel.

e. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah nilai dasar yang perlu dijabarkan lebih
lanjut ke dalam nilai-nilai instrumental. Nilai-nilai dasar Pancasila merupakan cita-cita luhur
bangsa dan diterima sebagai nilai bersama.

f. Kita perlu memelihara bangsa dan sebagai acuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pancasila merupakan pilihan ideologi yang tepat untuk bangsa Indonesia yang heterogen.

Flu H1N1 atau yang lebih dikenal dengan nama flu babi, adalah infeksi pernapasan yang
disebabkan oleh virus influenza yang ditemukan pada musim semi 2009. Dalam virus ini
terdapat materi genetik dari virus flu manusia, babi dan burung.

Secara teknik, istilah flu babi berarti influenza pada babi. Adakalanya hewan babi menularkan
virus pada manusia, umumnya pekerja pada rumah potong hewan babi atau peternak babi. Yang
paling sering adalah seseorang yang terinfeksi akan menularkannya kepada yang lain. Anda tidak
dapat terkena flu babi ini karena makan daging babi.

Flu H1N1 dapat menyebar secara cepat dan mudah. Pada Juni 2009, ketika infeksi menyebar
hampir di seluruh belahan dunia, organisasi World Health Organization mendeklarasikan flu
H1N1 sebagai pandemi global.
GEJALA
Gejala flu babi pada manusia sama dengan gejala infeksi flu lainnya:
• Demam
• Batuk
• Radang tenggorokan
• Tidak enak badan
• Menggigil
• Lelah
• Diare
• Muntah

Gejala flu babi terjadi dalam tiga sampai lima hari setelah anda terinfeksi virus dan berlanjut
hingga delapan hari, dimulai satu hari sebelum anda sakit dan berlanjut sampai anda sembuh.

Penyebab & Faktor Risiko


Penyebab

Virus influenza menginfeksi lapisan sel pada hidung, tenggorokan dan paru-paru. Virus masuk
ke dalam tubuh ketika anda menghirup udara yang terkontaminasi atau terkena virus hidup dari
permukaan yang terkontaminasi ke mata, hidung atau mulut.

Faktor risiko

Karena H1N1 ini adalah virus baru, semua orang memiliki risiko. Pekerja layanan kesehatan
yang terlibat langsung menangani pasien memiliki risiko khusus terkena flu H1N1. Mahasiswa
dan pelajar di sekolah atau tempat penitipan anak juga memiliki risiko tinggi. Anak-anak mudah
terkena virus ketika di sekolah atau saat berkumpul bersama teman-temannya.

Pencegahan

Vaksin telah dikembangkan untuk mencegah flu babi. Vaksin ini direkomendasikan untuk:
• Wanita hamil
• Pengasuh anak-anak berusia kurang dari 6 bulan
• Penyedia layanan kesehatan
• Bayi, anak-anak dan remaja dari 6 bulan sampai 18 tahun
• Orang dewasa dari usia 19 tahun sampai 24 tahun karena banyak menghabiskan waktu untuk
bekerja dan berpergian.
• Mereka yang berusia 25 tahun ke atas karena rentan terhadap komplikasi medis.

Tindakan yang dapat membantu mencegah flu dan membatasi penyebarannya adalah:
• Tetap dirumah jika anda sedang sakit untuk menghindari penularan terhadap orang lain.
• Cuci tangan anda secara benar dan sering
• Hindari kontak dari kerumunan orang jika memungkinkan
• Kurangi kontak dengan mereka yang sedang sakit
INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA)

SATUAN ACARA PENYULUHAN


DI PUSKESMAS TANJUNG MORAWA B

Topik : Infeksi saluran nafas atas (ISPA)


Waktu Pertemuan : 1 X 25 Menit
Sasaran : Ibu yang mempunyai anak balita
Tempat : Puskesmas Tanjung Morawa B
Tanggal : 23 April 2009

TIU : Setelah mengikuti program penyuluhan diharapkan masyarakat dapat memahami apa yang
dimaksud dengan ispa.

TIK : Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan ibu mampu:


- Menjelaskan Pengertian ISPA
- Menjelaskan Klasifikasi Penyakit Ispa
- Menjelaskan Penyebab Ispa pada Balita
- Menjelaskan Tanda dan gejala Ispa
- Menjelaskan Gejala Ispa Ringan
- Menjelaskan gejala Ispa Sedang
- Menjelaskan Gejala Ispa Berat
- Menjelaskan cara pengobatan Ispa
- Menjelaskan cara pencegahan
- Menjelaskan Cara Pemberantasan Ispa

Penyuluh : Mahasiswa STIKes DELI HUSADA Delitua


Media : Leaflet
Metode : PENYULUHAN
Evaluasi : Tanya Jawab
Sumber :

SATUAN ACARA PENYULUHAN

No
Uraian Kegiatan Waktu
Perawat Masyarakat
Mengucapkan salam1. Pembukaan
Memperkenalkan diri
Memperkenalkan pokok bahasan
Mengadakan review
Menjawab salam
Mendengarkan
Mendengarkan

Merespon
5 Menit
Menjelaskan2. Isi defenisi ispa
Menjelaskan klasifikasi penyakit ispa
Menjelaskan Penyebab ispa pada balita
Menjelaskan Tanda dan gejala ispa
Menjelaskan Cara pengobatan
Menjelaskan cara pencegahan ispa
Menjelaskan cara pembrantasan ispa
Mendengarkan dan memahami
Mendengarkan dan memahami
Mendengarkan dan memahami
Mendengarkan dan memahami
Mendengarkan dan memahami
Mendengarkan dan memahami

15 Menit
Membuat kesimpulan dengan Mahasiswa3. Penutup
Mengucapkan kata penutup
Masyarakat Merespon dan menjawab. Mengucapkan salam 
Mendengar
Menjawab salam
5 Menit

INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA)


1. Pengertian ISPA
ISPA merupakan singkatan dari infeksi saluran pernafasan akut, istilah ini diadaptasi dari istilah
dalam bahasa Inggris Acute Respiratory Infections (ARI). Istilah ISPA meliputi tiga unsur yakni
infeksi, saluran pernafasan dan akut, dengan pengertian sebagai berikut (Indah, 2005):
a. Infeksi adalah masuknya kuman atau mikroorganisma ke dalam tubuh manusia dan
berkembang biak sehingga menimbulkan gejala penyakit.
b. Saluran pernafasan adalah organ mulai dari hidung hingga alveoli beserta organ adneksanya
seperti sinus-sinus, rongga telinga tengah dan pleura. ISPA secara anatomis mencakup saluran
pernafasan bagian atas, saluran pernafasan bagian bawah (termasuk jaringan paru-paru) dan
organ adneksa saluran pernafasan. Dengan batasan ini, jaringan paru termasuk dalam saluran
pernafasan (respiratory tract)
c. Infeksi akut adalah infeksi yang berlangsung sampai dengan 14 hari. Batas 14 hari diambil
untuk menunjukkan proses akut meskipun untuk beberapa penyakit yang dapat digolongkan
dalam ISPA proses ini dapat berlangsung lebih dari 14 hari.
Infeksi saluran pernafasan akut merupakan kelompok penyakit yang komplek dan heterogen,
yang disebabkan oleh berbagai etiologi. Etiologi ISPA terdiri dari 300 lebih jenis virus, bakteri
dan riketsia serta jamur. Virus penyebab ISPA antara lain golongan miksovirus (termasuk di
dalamnya virus influensa, virus para-influensa dan virus campak), dan adenovirus. Bakteri
penyebab ISPA misalnya: Streptokokus Hemolitikus, Stafilokokus, Pneumokokus, Hemofilus
Influenza, Bordetella Pertusis, dan Korinebakterium Diffteria (Achmadi, dkk, 2004).
2. Penyakit ISPA pada Balita
a. Klasifikasi Penyakit ISPA
Pada tahun 1998 World Health Organization cit. Suyudi (2002) telah mempublikasikan pola baru
tatalaksana penderita ISPA. Dalam pola baru ini di samping digunakan cara diagnosis yang
praktis dan sederhana dengan teknologi tepat guna juga dipisahkan antara tatalaksana penyakit
Pneumonia dan tatalaksana penderita penyakit infeksi akut telinga dan tenggorokan. Kriteria
untuk menggunakan pola tatalaksana penderita ISPA adalah: balita, dengan gejala batuk dan atau
kesukaran bernapas. Pola tatalaksana penderita ini terdiri dari 4 (empat) bagian yaitu :
1). Pemeriksaan
2). Penentuan ada tidaknya tanda bahaya
3). Penentuan klasifikasi penyakit
4). Pengobatan dan tindakan
Penentuan klasifikasi dibedakan atas dua kelompok, yaitu kelompok untuk umur 2 bulan hingga
< 5 tahun dan kelompok untuk umur < 2 bulan.
b. Etiologi ISPA
Infeksi saluran pernafasan akut merupakan kelompok penyakit yang komplek dan heterogen,
yang disebabkan oleh berbagai etiologi. Kebanyakan infeksi saluran pernafasan akut disebabkan
oleh virus dan mikroplasma. Etiologi ISPA terdiri dari 300 lebih jenis bakteri, virus,dan jamur.
Bakteri penyebab ISPA misalnya: Streptokokus Hemolitikus, Stafilokokus, Pneumokokus,
Hemofilus Influenza, Bordetella Pertusis, dan Korinebakterium Diffteria (Achmadi dkk., 2004).
Bakteri tersebut di udara bebas akan masuk dan menempel pada saluran pernafasan bagian atas
yaitu tenggorokan dan hidung. Biasanya bakteri tersebut menyerang anak-anak yang kekebalan
tubuhnya lemah misalnya saat perubahan musim panas ke musim hujan (PD PERSI, 2002).
Untuk golongan virus penyebab ISPA antara lain golongan miksovirus (termasuk di dalamnya
virus para-influensa, virus influensa, dan virus campak), dan adenovirus. Virus para-influensa
merupakan penyebab terbesar dari sindroma batuk rejan, bronkiolitis dan penyakit demam
saluran nafas bagian atas. Untuk virus influensa bukan penyebab terbesar terjadinya terjadinya
sindroma saluran pernafasan kecuali hanya epidemi-epidemi saja. Pada bayi dan anak-anak,
virus-virus influenza merupakan penyebab terjadinya lebih banyak penyakit saluran nafas bagian
atas daripada saluran nafas bagian bawah (Siregar dan Maulany, 95).
c. Faktor Risiko
Faktor-faktor yang meningkatkan risiko kematian akibat ISPA adalah umur di bawah dua bulan,
kurang gizi, berat badan lahir rendah, tingkat pendidikan ibu rendah, rendahnya tingkat
pelayanan (jangkauan) pelayanan kesehatan, lingkungan rumah imunisasi yang tidak memadai
dan menderita penyakit kronis (Indah, 2005)
d. Tanda dan Gejala
Sebagian besar anak dengan infeksi saluran nafas bagian atas memberikan gejala yang sangat
penting yaitu batuk. Infeksi saluran nafas bagian bawah memberikan beberapa tanda lainnya
seperti nafas yang cepat dan retraksi dada. Semua ibu dapat mengenali batuk tetapi mungkin
tidak mengenal tanda-tanda lainnya dengan mudah (Harsono dkk., 1994). Selain batuk gejala
ISPA pada anak juga dapat dikenali yaitu flu, demam dan suhu tubuh anak meningkat lebih dari
38,5 0 Celcius dan disertai sesak nafas (PD PERSI, 2002).
Menurut derajat keparahannya, ISPA dapat dibagi menjadi tiga golongan yaitu (Suyudi, 2002):
1). ISPA ringan bukan pneumonia
2). ISPA sedang, pneumonia
3). ISPA berat, pneumonia berat
Khusus untuk bayi di bawah dua bulan, hanya dikenal ISPA berat dan ISPA ringan (tidak ada
ISPA sedang). Batasan ISPA berat untuk bayi kurang dari dua bulan adalah bila frekuensi
nafasnya cepat (60 kali per menit atau lebih) atau adanya tarikan dinding dada yang kuat. Pada
dasarnya ISPA ringan dapat berkembang menjadi ISPA sedang atau ISPA berat jika keadaan
memungkinkan misalnya pasien kurang mendapatkan perawatan atau daya tahan tubuh pasien
sangat kurang. Gejala ISPA ringan dapat dengan mudah diketahui orang awam sedangkan ISPA
sedang dan berat memerlukan beberapa pengamatan sederhana.
1). Gejala ISPA ringan
Seorang anak dinyatakan menderita ISPA ringan jika ditemukan gejala sebagai berikut :
a). Batuk.
b). Serak, yaitu anak bersuara parau pada waktu mengeluarkan suara (misalnya pada waktu
berbicara atau menangis).
c). Pilek yaitu mengeluarkan lendir atau ingus dari hidung.
d). Panas atau demam, suhu badan lebih dari 370C atau jika dahi anak diraba dengan punggung
tangan terasa panas.
Jika anak menderita ISPA ringan maka perawatan cukup dilakukan di rumah tidak perlu dibawa
ke dokter atau Puskesmas. Di rumah dapat diberi obat penurun panas yang dijual bebas di toko-
toko atau Apotik tetapi jika dalam dua hari gejala belum hilang, anak harus segera di bawa ke
dokter atau Puskesmas terdekat.
2). Gejala ISPA sedang
Seorang anak dinyatakan menderita ISPA sedang jika di jumpai gejala ISPA ringan dengan
disertai gejala sebagai berikut :
a). Pernapasan lebih dari 50 kali /menit pada anak umur kurang dari satu tahun atau lebih dari 40
kali/menit pada anak satu tahun atau lebih.
b). Suhu lebih dari 390C.
c). Tenggorokan berwarna merah.
d). Timbul bercak-bercak pada kulit menyerupai bercak campak
e). Telinga sakit atau mengeluarkan nanah dari lubang telinga.
f). Pernafasan berbunyi seperti mendengkur.
g). Pernafasan berbunyi seperti mencuit-cuit.
Dari gejala ISPA sedang ini, orangtua perlu hati-hati karena jika anak menderita ISPA ringan,
sedangkan anak badan panas lebih dari 390C, gizinya kurang, umurnya empat bulan atau kurang
maka anak tersebut menderita ISPA sedang dan harus mendapat pertolongan petugas kesehatan.
3). Gejala ISPA berat
Seorang anak dinyatakan menderita ISPA berat jika ada gejala ISPA ringan atau sedang disertai
satu atau lebih gejala sebagai berikut:
a). Bibir atau kulit membiru
b). Lubang hidung kembang kempis (dengan cukup lebar) pada waktu bernapas
c). Anak tidak sadar atau kesadarannya menurun
d). Pernafasan berbunyi mengorok dan anak tampak gelisah
e). Pernafasan menciut dan anak tampak gelisah
f). Sela iga tertarik ke dalam pada waktu bernapas
g). Nadi cepat lebih dari 60 x/menit atau tidak teraba
h). Tenggorokan berwarna merah
Pasien ISPA berat harus dirawat di rumah sakit atau puskesmas karena perlu mendapat
perawatan dengan peralatan khusus seperti oksigen dan infus.
e. Pencegahan ISPA
Keadaan gizi dan keadaan lingkungan merupakan hal yang penting bagi pencegahan ISPA.
Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencegah ISPA adalah:
1). Mengusahakan agar anak mempunyai gizi yang baik
a). Bayi harus disusui sampai usia dua tahun karena ASI adalah makanan yang paling baik untuk
bayi.
b). Beri bayi makanan padat sesuai dengan umurnya.
c). Pada bayi dan anak, makanan harus mengandung gizi cukup yaitu mengandung cukup protein
(zat putih telur), karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral.
d). Makanan yang bergizi tidak berarti makanan yang mahal. Protein misalnya dapat di peroleh
dari tempe dan tahu, karbohidrat dari nasi atau jagung, lemak dari kelapa atau minyak sedangkan
vitamin dan mineral dari sayuran,dan buah-buahan.
e). Bayi dan balita hendaknya secara teratur ditimbang untuk mengetahui apakah beratnya sesuai
dengan umurnya dan perlu diperiksa apakah ada penyakit yang menghambat pertumbuhan.
Dinkes DKI (2005)
2). Mengusahakan kekebalan anak dengan imunisasi
Agar anak memperoleh kekebalan dalam tubuhnya anak perlu mendapatkan imunisasi yaitu DPT
(Depkes RI, 2002). Imunisasi DPT salah satunya dimaksudkan untuk mencegah penyakit
Pertusis yang salah satu gejalanya adalah infeksi saluran nafas (Gloria Cyber Ministries, 2001).
3). Menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan
Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan modal utama bagi pencegahan penyakit ISPA,
sebaliknya perilaku yang tidak mencerminkan hidup sehat akan menimbulkan berbagai penyakit.
Perilaku ini dapat dilakukan melalui upaya memperhatikan rumah sehat, desa sehat dan
lingkungan sehat (Suyudi, 2002).
4). Pengobatan segera
Apabila anak sudah positif terserang ISPA, sebaiknya orang tua tidak memberikan makanan
yang dapat merangsang rasa sakit pada tenggorokan, misalnya minuman dingin, makanan yang
mengandung vetsin atau rasa gurih, bahan pewarna, pengawet dan makanan yang terlalu manis.
Anak yang terserang ISPA, harus segera dibawa ke dokter (PD PERSI, 2002)

Pengobatan pada ISPA


• Pneumonia berat : dirawat di rumah sakit, diberikan antibiotik melalui jalur infus , di beri
oksigen dan sebagainya.
• Pneumonia: diberi obat antibiotik melaui mulut. Pilihan obatnya Kotrimoksasol, jika terjadi
alergi / tidak cocok dapat diberikan Amoksilin, Penisilin, Ampisilin.
• Bukan pneumonia: tanpa pemberian obat antibiotik. Diberikan perawatan di rumah, untuk
batuk dapat digunakan obat batuk tradisional atau obat batuk lain yang tidak mengandung zat
yang merugikan.
Bila demam diberikan obat penurun panas yaitu parasetamol. Penderita dengan gejala batuk
pilek bila pada pemeriksaan tenggorokan didapat adanya bercak nanah disertai pembesaran
kelenjar getah bening dileher, dianggap sebagai radang tenggorokan oleh kuman streptococcuss
dan harus diberi antibiotik selama 10 hari.
Pencegahan ISPA dapat dilakukan dengan :
• Menjaga keadaan gizi agar tetap baik.
• Immunisasi.
• Menjaga kebersihan prorangan dan lingkungan.
• Mencegah anak berhubungan dengan penderita ISPA.
Pemberantasan ISPA yang dilakukan adalah :
• Penyuluhan kesehatan yang terutama di tujukan pada para ibu.
• Pengelolaan kasus yang disempurnakan.
• Immunisasi
Sedangkan kegiatan yang dapat dilakukan oleh kader kesehatan adalah diharapkan dapat
membedakan kasus pneumonia (pneumonia berat dan pneumonia tidak berat) dari kasus-kasus
bukan pneumonia sehingga dapat :
1. Memberikan penjelasan dan komunikasi perihal penyakit batuk pilek biasa (bukan pneumonia)
serta penyakit pneumonia kepada ibu-ibu serta perihal tindakan yang perlu dilakukan oleh ibu
yang anaknya menderita penyakit.
2. Memberikan pengobatan sederhana untuk kasus-kasus batuk pilek (bukan pneumonia) dengan
tablet parasetamol dan obat batuk tradisional obat batuk putih.
3. Merujuk kasus pneumonia berat ke Puskesmas/Rumah Sakit terdekat.
4. Atas pertimbangan dokter Puskesmas maka bagi kader-kader di daerah-daerah yang terpencil
(atau bila cakupan layanan Puskesmas tidak menjangkau daerah tersebut) dapat diberi wewenang
mengobati kasus-kasus pneumonia (tidak berat) dengan antibiotik kontrimoksasol.
5. Mencatat kasus yang ditolong dan dirujuk
Demam Berdarah Dengue
1. Pengertian DBD
Penyakit Demam Berdarah (DBD) atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) ialah penyakit yang
disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes
albopictus. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di
tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut.
Penyakit DBD sering salah didiagnosis dengan penyakit lain seperti flu atau tipus. Hal ini
disebabkan karena infeksi virus dengue yang menyebabkan DBD bisa bersifat asimptomatik atau
tidak jelas gejalanya. Data di bagian anak RSCM menunjukkan pasien DBD sering menunjukkan
gejala batuk, pilek, muntah, mual, maupun diare. Masalah bisa bertambah karena virus tersebut
dapat masuk bersamaan dengan infeksi penyakit lain seperti flu atau tipus. Oleh karena itu
diperlukan kejelian pemahaman tentang perjalanan penyakit infeksi virus dengue, patofisiologi,
dan ketajaman pengamatan klinis. Dengan pemeriksaan klinis yang baik dan lengkap, diagnosis
DBD serta pemeriksaan penunjang (laboratorium) dapat membantu terutama bila gejala klinis
kurang memadai.
Penyakit DBD pertama kali di Indonesia ditemukan di Surabaya pada tahun 1968, akan tetapi
konfirmasi virologis baru didapat pada tahun 1972. Sejak itu penyakit tersebut menyebar ke
berbagai daerah, sehingga sampai tahun 1980 seluruh propinsi di Indonesia kecuali Timor-Timur
telah terjangkit penyakit. Sejak pertama kali ditemukan, jumlah kasus menunjukkan
kecenderungan meningkat baik dalam jumlah maupun luas wilayah yang terjangkit dan secara
sporadis selalu terjadi KLB setiap tahun.
KLB DBD terbesar terjadi pada tahun 1998, dengan Incidence Rate (IR) = 35,19 per 100.000
penduduk dan CFR = 2%. Pada tahun 1999 IR menurun tajam sebesar 10,17%, namun tahun-
tahun berikutnya IR cenderung meningkat yaitu 15,99 (tahun 2000); 21,66 (tahun 2001); 19,24
(tahun 2002); dan 23,87 (tahun 2003).
Meningkatnya jumlah kasus serta bertambahnya wilayah yang terjangkit, disebabkan karena
semakin baiknya sarana transportasi penduduk, adanya pemukiman baru, kurangnya perilaku
masyarakat terhadap pembersihan sarang nyamuk, terdapatnya vektor nyamuk hampir di seluruh
pelosok tanah air serta adanya empat sel tipe virus yang bersirkulasi sepanjang tahun.
2.Penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
Penyakit DBD disebabkan oleh Virus Dengue dengan tipe DEN 1, DEN 2, DEN 3 dan DEN 4.
Virus tersebut termasuk dalam group B Arthropod borne viruses (arboviruses). Keempat type
virus tersebut telah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia antara lain Jakarta dan
Yogyakarta. Virus yang banyak berkembang di masyarakat adalah virus dengue dengan tipe satu
dan tiga.

3. Gejala Demam Berdarah Dengue


Gejala pada penyakit demam berdarah diawali dengan :
• Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 °C- 40 °C)
• Manifestasi pendarahan, dengan bentuk : uji tourniquet positif puspura pendarahan,
konjungtiva, epitaksis, melena, dsb.
• Hepatomegali (pembesaran hati).
• Syok, tekanan nadi menurun menjadi 20 mmHg atau kurang, tekanan sistolik sampai 80 mmHg
atau lebih rendah.
• Trombositopeni, pada hari ke 3 - 7 ditemukan penurunan trombosit sampai 100.000 /mm³.
• Hemokonsentrasi, meningkatnya nilai Hematokrit.
• Gejala-gejala klinik lainnya yang dapat menyertai: anoreksia, lemah, mual, muntah, sakit perut,
diare kejang dan sakit kepala.
• Pendarahan pada hidung dan gusi.
• Rasa sakit pada otot dan persendian, timbul bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya
pembuluh darah.
Masa Inkubasi Demam Berdarah Dengue
Masa inkubasi terjadi selama 4-6 hari.
Penularan Demam Berdarah Dengue
Penularan DBD terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti / Aedes albopictus betina yang
sebelumnya telah membawa virus dalam tubuhnya dari penderita demam berdarah lain. Nyamuk
Aedes aegypti berasal dari Brazil dan Ethiopia dan sering menggigit manusia pada waktu pagi
dan siang.
Orang yang beresiko terkena demam berdarah adalah anak-anak yang berusia di bawah 15 tahun,
dan sebagian besar tinggal di lingkungan lembab, serta daerah pinggiran kumuh. Penyakit DBD
sering terjadi di daerah tropis, dan muncul pada musim penghujan. Virus ini kemungkinan
muncul akibat pengaruh musim/alam serta perilaku manusia.
4. Pencegahan DBD
Pencegahan penyakit DBD sangat tergantung pada pengendalian vektornya, yaitu nyamuk Aedes
aegypti. Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode
yang tepat, yaitu :
1. Lingkungan
Metode lingkungan untuk mengendalikan nyamuk tersebut antara lain dengan Pemberantasan
Sarang Nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat perkembangbiakan
nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah. Sebagai contoh:
• Menguras bak mandi/penampungan air sekurang-kurangnya sekali seminggu.
• Mengganti/menguras vas bunga dan tempat minum burung seminggu sekali.
• Menutup dengan rapat tempat penampungan air.
• Mengubur kaleng-kaleng bekas, aki bekas dan ban bekas di sekitar rumah dan lain sebagainya.
2. Biologis
Pengendalian biologis antara lain dengan menggunakan ikan pemakan jentik (ikan adu/ikan
cupang), dan bakteri (Bt.H-14).
3. Kimiawi
Cara pengendalian ini antara lain dengan:
• Pengasapan/fogging (dengan menggunakan malathion dan fenthion), berguna untuk
mengurangi kemungkinan penularan sampai batas waktu tertentu.
• Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air seperti, gentong
air, vas bunga, kolam, dan lain-lain.
• Cara yang paling efektif dalam mencegah penyakit DBD adalah dengan mengkombinasikan
cara-cara di atas, yang disebut dengan “3M Plus”, yaitu menutup, menguras, menimbun. Selain
itu juga melakukan beberapa plus seperti memelihara ikan pemakan jentik, menabur larvasida,
menggunakan kelambu pada waktu tidur, memasang kasa, menyemprot dengan insektisida,
menggunakan repellent, memasang obat nyamuk, memeriksa jentik berkala, dll sesuai dengan
kondisi setempat.
5. Pengobatan DBD
Pengobatan penderita Demam Berdarah adalah dengan cara:
• Penggantian cairan tubuh.
• Penderita diberi minum sebanyak 1,5 liter –2 liter dalam 24 jam (air teh dan gula sirup atau
susu).
• Gastroenteritis oral solution/kristal diare yaitu garam elektrolit (oralit), kalau perlu 1 sendok
makan setiap 3-5 menit.