Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH MIKROBIOLOGI INDUSTRI DAN

PENERAPANNYA

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah

Mikrobiologi

Kelompok 10 :

Cindy Fadhilah Muryanto (P21345119017)

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2019

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme mikroskopik yang sebagian besar
berupa satu sel yang terlalu kecil untuk dapat dilihat menggunakan mata telanjang. Mikroba
berukuran sekitar seperseribu milimeter (1 mikrometer) atau bahkan kurang, walaupun ada
juga yang lebih besar dari 5 mikrometer. Karenanya, mikroba hanya bisa dilihat dengan
menggunakan alat bantu berupa mikroskop.
Dalam sehari-hari bakteri sangat berperan. Baik peran positif maupun negatif, baik di
bidang kesehatan, makanan, lingkungan maupun di bidang industri misalnya industri Tekstil,
industri kimia dan industri obat-obatan.
Mikrobiologi industri merupakan suatu usaha memanfaatkan mikroba sebagai
komponen untuk industri atau mengikut sertakan mikroba dalam proses, yang bertujuan
untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi dan bermanfaat. Mikrobiologi industri awalnya
dimulai dengan proses fermentasi alkohol, seperti pada pembuatan “beer” dan “wine”
(minuman dibuat dari buah anggur). Proses mikrobial dikembangkan untuk produksi bahan
farmasi seperti antibiotika, produksi makanan tambahan seperti asam amino, serta produksi
enzim, dan produksi industri kimia seperti butanol dan asam sitrat.
Protein sel tunggal merupakan produk pengembangan bahan makanan berkadar
protein tinggi yang berasal dari mikroba melalui mekanisme biteknologi. Istilah protein sel
tunggal (PST) digunakan untuk membedakan bahwa protein sel tunggal berasal dari mikro
organisme bersel tunggal atau banyak, contohnya seperti bakteri atau alga. Pemanfaatan
mikroorganisme tersebut dilakukan untuk menghasilkan kualitas produk makanan berprotein
tinggi
Bioteknologi merupakan suatu kajian yang berhubungan dengan penggunaan
organisme hidup atau produknya dalam proses industri berskala besar. Bioteknologi
mikroorganisme adalah aspek bioteknologi industri yang berhubungan dengan proses yang
melibatkan mikroorganisme. Bioteknologi mikroorganisme kadang-kadang disebut
mikrobiologi industri, suatu bidang yang lama dan sudah diperbaharui pada beberapa tahun
terakhir ini karena penambahan teknik rekayasa genetika.
Oleh sebab itu, kita juga mempunyai kewajiban untuk mempelajari berbagai macam
mikroba yang berperan dalam perindustrian. Dengan mempelajari jenis mikroba yang
terkandung dalam suatu produksi kita bisa mengetahui jenis mikroba apa saja yang
bermanfaat dan dapat kita lestarikan.

2. Tujuan
1. Untuk mengetahui mikroorganisme apa saja yang berperan dalam industri
2. Untuk mengetahui kelebihan mikroorganisme sebagai sumber industri
3. Untuk mengetahui syarat-syarat mikroorganisme sebagai bahan industri
4. Untuk mengetahui produk-produk apa saja yang berasal dari pemanfaatan
mikroba
5. Menyajikan studi kasus mengenai peran mikroorganisme
6. Untuk mengetahui penerapan mikrobiologi industri dalam media pembelajaran

BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Mikrobiologi Industri

     Adalah suatu proses produksi mikroorganisme dalam jumlah besar dalam kondisi
terkendali dengan tujuan untuk menghasilkan produk yang mempunyai nilai ekonomi tinggi
dan bermanfaat. Dilihat dari sudut industri, mikroorganisme merupakan “pabrik zat kimia”
yang mampu melakukan perubahan yang dikehendaki. Mikroorganisme merombak bahan
mentah (substrat) menjadi suatu produk baru Substrat                   +       
Mikroorganisme                           Produk baru
Substrat                       : karbohidrat, pati, molasses, limbah hasil pertanian, tebu, ubi dsb.
Mikroorganisme          : bakteri, jamur, yis dll.
produk baru : enzim, alcohol, antibiotic, vitamin, hormone steroid, asam amino,
asam organic, protein sel tunggal.

Kelebihan mikroorganisme sebagai sumber industri :

1. Mikroba tumbuh dengan cepat (dimana dalam waktu 20 – 30 menit mikroba sudah
dapat berkembang biak),
2. Tidak memerlukan lahan yang luas,
3. Tidak dipengaruhi iklim, mudah dikendalikan,
4. Secara genetic mikroba mudah dimodifikasi sesuai dengan kehendak,
5. Mikroorganisme dapat tumbuh pada berbagai limbah yang memiliki nilai ekonomi
rendah untuk diubah menjadi bahan dengan nilai ekonomi tinggi.
6. Dalam suatu reaksi, memang mesti harus menggunakan mikroba (tidak dapat
digantikan oleh zat kimia).

Syarat mikroba sebagai bahan industri :

1. Mempunyai produktifitas yang tinggi.


2. Berupa biakan murni yang telah diketahui sifat-sifatnya. Untuk menjaga agar biakan
tetap murni dalam proses, maka kondisi lingkungan harus dijaga steril.
3. Unggul. Pada kondisi fermentasi yang diberikan, mikroba harus mampu
menghasilkan perubahan-perubahan yang dikehendaki  secara cepat dengan produksi
yang tinggi.
4. Stabil. Tidak mudah mengalami perubahan atau mutasi akibat perubahan lingkungan.
5. Tidak pathogen, bagi manusia maupun binatang. Jika digunakan, mikroba pathogen
harus dijaga agar tidak menimbulkan akibat samping pada lingkungan.

Beberapa Contoh Mikrobiologi Industri (Bioteknologi)

1. Industri Pangan

a) Fermentasi Tempe
Rasa dan aroma kedele berubah setelah proses fermentasi di samping itu
semakin meningkat nilai gizinya. Kualitas tempe sangat dipengaruhi oleh kualitas starter
yang digunakan untuk inokulasi.

b) Kombucha

Dikenal dengan jamur teh atau jamur dipo adalah fermentasi teh menggunakan
campu ran kultur bakteri dan khamir/yis sehingga diperoleh cita rasa asam dan
terbentuk lapi san nata. Kombucha dapat digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan
seperti darah tinggi atau darah rendah, rematik, kegemukan, arthritis, migraine, diabetis dll.
Kandungan asam glukonat pada kombucha, mampu meningkatkan kekebalan tubuh dan
mengeluarkan atau mengikat racun. Kandungan antimikroba kombucha dapat
menghambat pertumbuhan bakteri Shigella sonnei, E. coli, dan Salmonella typhimurium.
c) Nata de Coco

Nata adalah suatu zat yang menyerupai gel, tidak larut dalam air dan terbentuk pada
permuka an media fermentasi air kelapa dan beberapa sari buah masam. Nata de coco adalah
jenis nata dengan medium fermentasi air kelapa. Mikroba yang digunakan untuk
proses fermenta si Acetobacter xylinum. Nata de coco mengandung serat kasar 2,75%,
protein 1,5 –2,8%, lemak 0,35% dan sisanya adalah air. Nata de coco merupakan
sumber makanan rendah energy.

d) Yoghurt

Yoghurt adalah produk susu fermentasi berbentuk semi padat, yang dihasilkan
melalui fermentasi menggunakan bakteri asam laktat. Selama fermentasi akan terjadi
perubahan tekstur, flavor, dan rasa yang khas. Yoghurt mengandung nilai gizi yang
lebih baik berbanding susu segar. Secara tradisional yoghurt dapat dibuat dengan
menambahkan kultur starter campuran Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus
thermophilus.

2. Industri Bahan Kimia

a) Industry Asam Asetat

Asam asetat disebut juga dengan asam cuka, merupakan cairan yang berwarna putih
dengan bau asam yang sangat tajam. Pembuatan asam asetat secara fermentasi
dilakukan dalam dua tahap yaitu fermentasi alcohol dan fermentasi asam asetat oleh
bakteri asam asetat pada larutan yang mengandung alcohol.

b) Industri Asam Laktat

Asam laktak merupakan bahan kimia serba guna yang dapat digunakan sebagai :

 Asidulan (bahan pengasam), aroma dan pengawet dalam industry makanan dan

obat-obatan, kulit dan tekstil.

 Untuk produksi bahan kimia dasar.


 Untuk polimerisasi bahan yang mudah dirombak poly lactic acid (PLA).
Produksi asam laktat dunia mencapai 80.000 ton dan sekitar 90% diantaranya
dihasil kan oleh bakteri asam laktat melalui fermentasi dan sisanya dihasilkan secara
sintetis dengan menghidrolisis laktonitril.

c) Industri Alkohol

Secara garis besar proses pembuatan alkohol (ethanol) merupakan proses


pengubahan karbohidrat dari berbagai tanaman dengan bantuan mikroba yis Saccharomyces
cereviceae menjadi alkohol. Karbohidrat sebagai substrat dapat digunakan dari berbagai
sumber seperti pati ubi, nira kelapa, nira nipah, sagu maupun limbah sagu, air
kalapa,jagung, gandum, limbah bahan organik dsb.

Berikut adalah diagram alir untuk produksi bioetanol dari pati ubi kayu :

3. Industri Enzim

Enzim hanya terbentuk di dalam sel makhluk hidup. Enzim berfungsi sebagai
katalisa tor beberapa reaksi kimia yang tidak dapat digantikan oleh bahan kimia
sintetik. Tek nologi enzim tidak diragukan lagi dapat menyumbangkan kepada penyelesaian
terhadap sebagian masalah. Perkiraan produksi enzim dunia per tahun sbb. :
Di samping itu banyak enzim lain yang juga sudah dimersialkan seperti Enzim Lipase,

Enzim Amilase, Enzim Laktase, α-amilase, β-amilase dll.

4. Industri Protein Sel Tunggal (SCP= single cell protein)

FAO telah memprediksi terjadinya gap antara negara maju dengan negara
berkembang dalam penyediaan pangan termasuk protein. Ketersediaan pangan yang
mencukupi dan berkualitas bagi penduduk dunia telah mendapat perhatian negara
seluruh dunia. CSP merupakan pangan harapan di masa depan, dimana protein akan
dihasilkan dalam jumlah yang besar dari proses produksi sel mikroba. Disebut SCP karena
kebanyakan mikro organisme yang digunakan sebagai penghasil merupakan mikroorganisme
sel tunggal, bukan nya organisme multi sel seperti hewan dan tumbuhan.Secara teori, dalam
kondisi yang opti mal mikroorganisme dapat menghasilkan 25 ton per hari protein. Hal ini
jauh lebih efisien bila dibanding dengan protein yang dihasilkan oleh hewan dalam
waktu yang sama.
Terdapat perhatian yang lebih terhadap penggunaan alga sebagai sumber SCP
walau pun pertumbuhannya agak lambat berbanding bakteri dan yis. Kelebihan alga sebagai
mikro organisme sebagai sumber SCP adalah dapat hidup subur pada kondisi terbuka
dan hanya memerlukan CO2 sebagai sumber karbon untuk proses fotosintesis. Alga
seperti Chlorella dan Sensdemus telah lama dijadikan makanan di Jepang, sedangkan
Spirulinadigunakan secara meluas di Mexico dan Afrika.

5. Industri Produk-produk Kesehatan

Vaksin adalah sediaan mikroorganisme mati atau yang dilemahkan yang dapat
diberi kan kepada manusia atau hewan guna merangsang kekebalan tubuh. Dalam penyakit
yang di sebabkan oleh virus, vaksin telah berkembang oleh teknologi DNA rekombinan
untuk melawan virus polio, hepatitis, herpes, influenza dll.Antibiotic adalah senyawa anti
mikrob yang dihasilkan oleh mikroorganisme hidup. Antibiotic telah digunakan secara
meluas se jak perang dunia kedua dengan penemuan penicillin. Selanjutnya dalam
perkembangan nya, anti biotic digunakan secara meluas bagi obat-obatan manusia dan
hewan ternak. Beberapa antibiotic telah digunakan untuk meningkatkan berat ternak.
Antibiotic dalam dosis terbatas dapat digunakan untuk mengatasi penyakit taaman yang
disebabkan oleh mikroba.

Insulin, Sebelum ini, kebutuhan insulin bagi penderita diabetes disediakan dari
ekstrak insulin babi atau lembu. Penyelidikan DNA rekombinan telah berhasil
memproduksi insulin yang didapat dari proses fermentasi bakteri.

Produk darah, Produksi darah melalui teknik DNA rekombinan telah berhasil
memenuhi kebutuhan darah, di mana konsumsi terbesar produk darah adalah jepang
dan Amerika Utara sebesar 25% dari kebutuhan dunia.
6.         Industry Pertanian
            EM4, Biofertilizer, transgenic dll.

STUDI KASUS

Pencemaran di wilayah pesisir perairan Pantai Utara Jawa di sebabkan oleh limbah
industri dan peningkatan penggunaan bahan petisida dalam bidang pertanian. Sebagian besar
komposisi limbah industri berupa garam-garam dari berbagai senyawa halogen seperti fluor,
chlor, brom, iod dan astatin. Selain itu senyawa herbisida juga menjadi bahan pencemar
perairan Pantai Utara Jawa, yang mana senyawa herbisida yang sering digunakan adalah 4-
klor-2- metilfenoksi asetat (MCPA).

Studi mengenai biodegradasi komponen terhalogenasi dimulai pada awal abad ke-20
terkait dengan banyaknya limbah dari senyawa terhalogenasi. Senyawa terhalogenasi bersifat
toksik (Slater; J.H; Bull, A.T.; & D.J. Hardman; 1995 dalam Nurhayati, 2008). Senyawa
terhalogenasi berpotensi menyebabkan keracunan, teratogenik serta karsinogenik. Metabolit
yang dihasilkan dari hasil biodegradasi senyawa organoklorin sering bersifat toksik karena
menghambat reaksi-reaksi kunci di metabolisme sel. Salah satu senyawa intermediate yang
toksik adalah floroasetat yang potensial sebagai inhibitor pada siklus asam trikarboksilat,
karena senyawa ini dapat menghambat akonitase yang berperan di siklus asam sitrat (TCA)
(Peters, 1952 dalam Nurhayati,2008).

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti diketahui bahwa sejumlah
mikrobia berhasil diisolasi dan diseleksi berdasarkan kemampuan tumbuh pada komponen
terhalogenasi misalnya genus Pseudomonas, Alcaligenes, Rhodococcus, Hyphomicrobium
(Slater, 1994 dalam Nurhayati, 2008). Beberapa mikrobia yang memiliki kemampuan tumbuh
dan melakukan biodegradasi senyawa terhalogenasi karena memiliki enzim dehalogenase.
Enzim yang mengkatalisis reaksi dehalogenasi disebut dehalogenase (Jensen, 1960 dan
Slater, et al 1995 dalam Nurhayati, 2008). Mekanisme pemutusan halogen dari komponen
aromatik meliputi berlangsung secara oksidatif, hidrolitik dan reduktif.
Mekanisme biodegradasi pestisida oleh mikrobia secara oksidatif yaitu proses terlepasnya
halogen dari senyawa aromatik terhalogenasi dengan melibatkan enzim dan oksigen.
Dehalogenasi hidrolitik yaitu mekanisme biodegradasi senyawa terhalogenasi dengan
melibatkan enzim dan hidrogen sedangkan proses dehalogenasi reduktif adalah proses
terlepasnya halogen yang merupakan gugus penentu toksisitas dari senyawa terhalogenasi
dengan melibatkan enzim dan proses reaksi reduksi (Nurhayati, 2008).

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Nurhayati (2008) diketahui bahwa herbisida
2,4-diklorofenoksiasetat (2,4-D) dapat segera terdegradasi di tanah, sementara 2,4,5-
Trikloroasam asetat (2,4,5-T) dan 4-klor-2- metilfenoksi asetat (MCPA) lebih perisiten atau
tahan. Degradasi MCPA oleh bakteri di dalam tanah telah diteliti oleh berbagai peneliti
dengan mengamati kemampuan melepas klorida dari subtitusi klorida pada subtrat utama
senyawa organoklorin baik dari pestisida, fungisida dan herbisida (Loos, M.A.; 1975 dalam
Nurhayati, 2008). Pseudomonas sp. merupakan salah satu bakteri yang dapat menggunakan
MCPA sebagai sumber karbon satu-satunya ( Evans, et. al.; 1971 dalam Nurhayati, 2008),
mikrobia lain yang dapat menggunakan herbisida MCPA sebagai sumber karbon untuk
pertumbuhannya adalah Alcaligenes, Azotobacter, Pseudomonas, Acinetobacter,
Xanthobacter dan Flavobacterium ( Balajee & Mahadevan, 1990 dalam Nurhayati, 2008).

Biodegradasi MCPA oleh mikrobia diawali dengan pemutusan secara oksidatif ikatan
eter menghasilkan fenol. Reaksi berikutnya adalah terjadinya hidrolisasi katekol diikuti
dengan pemutusan cincin secara ortho pada isolat Alcaligenes eutrophus JMP 134. Beberapa
strain mikrobia memiliki plasmid yang memiliki gen mengkode berbagai macam enzim yang
dapat mendegradasi MCPA, yang merupakan mikrobia dengan plasmid “broad range” dan
dapat ditransfer secara bebas antar mikroorganisme di dalam tanah ( Don, & Pemberton,
1981 dalam Nurhayati, 2008). Dari berbagai penelitian diketahui bahwa mikrobia memiliki
serangkaian enzim kunci dari yang memiliki organisasi dan regulasi gen yang dapat
mendegradasi haloaromatik. Adanya limbah terhalogenasi yang berbahaya dan melimpahnya
mikrobia yang memiliki kemampuan untuk mengkatalisis proses biodegradasi senyawa
terhalogenasi maka diharapkan didapatkan mikrobia yang dapat digunakan sebagai agen
pembersih tanah dan air yang terkontaminasi komponen aromatik terhalogenasi (Nurhayati,
2008).

MEDIA PEMBELAJARAN

Untuk mencapai KD ini kami, akan melakukan percobaan dengan praktikum bioteknologi
pada bidang industri pangan seperti halnya :

1. Pembuatan tempe,
2. Pembuatan yakult,
3. Pembuatan yogurt
4. Pembuatan tapai

Dengan melakukan percobaan, dan membuat laporan, siswa dapat mencapai


Kompetensi Dasar yang ada pada kurikulum.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan
Mikrobiologi industri merupakan suatu usaha memanfaatkan mikroba sebagai
komponen untuk industri atau mengikut sertakan mikroba dalam proses, yang bertujuan
untuk menghasil kan produk bernilai ekonomi dan bermanfaat. Adapun kelebihan
mikroorganisme sebagai bahan industri:

1. Mikroba tumbuh dengan cepat (dimana dalam waktu 20 – 30 menit mikroba sudah dapat
berkembang biak),
2. Tidak memerlukan lahan yang luas,
3. Tidak dipengaruhi iklim, mudah dikendalikan,
4. Secara genetic mikroba mudah dimodifikasi sesuai dengan kehendak,
5. Mikroorganisme dapat tumbuh pada berbagai limbah yang memiliki nilai ekonomi
rendah untuk diubah menjadi bahan dengan nilai ekonomi tinggi.
6. Dalam suatu reaksi, memang mesti harus menggunakan mikroba (tidak dapat digantikan
oleh zat kimia).

Adapun syarat-sarat mikroorganisme sebagai bahan industri:

1. Mempunyai produktifitas yang tinggi.


2. Berupa biakan murni yang telah diketahui sifat-sifatnya. Untuk menjaga agar biakan
tetap murni dalam proses, maka kondisi lingkungan harus dijaga steril.
3. Unggul. Pada kondisi fermentasi yang diberikan, mikroba harus mampu menghasilkan
perubahan-perubahan yang dikehendaki  secara cepat dengan produksi yang tinggi.
4. Stabil. Tidak mudah mengalami perubahan atau mutasi akibat perubahan lingkungan.
5. Tidak pathogen, bagi manusia maupun binatang. Jika digunakan, mikroba pathogen
harus dijaga agar tidak menimbulkan akibat samping pada lingkungan.

Contoh peran mikrobiologi industri, dalam industri pangan ada fermentasi tempe, kombucha,
nata de coco, dan yogurt. Dalam industri kimia ada industri asam asetat, industri asam laktat,
industri alkohol. Industri enzim, industri protein sel tunggal. Industri produk kesehatan
seperti, antibiotik, vaksin, insulin dan produk darah.

Adapun studi kasus mengenai biodegradasi komponen terhalogenasi dimulai pada awal
abad ke-20 terkait dengan banyaknya limbah dari senyawa terhalogenasi. Senyawa
terhalogenasi bersifat toksik, contohnya pencemaran di wilayah pesisir perairan Pantai Utara
Jawa di sebabkan oleh limbah industri dan peningkatan penggunaan bahan petisida dalam
bidang pertanian.

Dan dalam media pembelajaran terkait KD 3.1 menganalisis prinsip-prinsip bioteknologi dan
penerapannya sebagai upaya peningkatan kesejahteraan manusia. Misal melakukan
percobaan dan membuat laporan dalam mikrobiologi industri bidang pangan seperti,
pembuatan tempe, yakult, yogurt, dan tapai.

Daftar Pustaka
Pelczar,M.J dan Chan,E.C.S.2012.Dasar-dasar Mikrobiologi 2.Universitas
Indonesia:Jakarta
Puspitaningrom, Alvie. 2008. Pemanfaatan Limbah Activated Alumina dan Sand Blasting
PT. PERTAMINA UP IV Cilacap Sebagai Bahan Pembuatan Souvenir Dengan Teknik
Solidifikasi.
http://lemlit.unila.ac.id/file/Prosiding/ProsidingI2006.pdf
Diakses tanggal 27 Februari 2010

Volk, Wesley A., dan Wheeler, Margaret F. 1993. Mikrobiologi Dasar Jilid 1. Jakarta :
Penerbit Erlangga.

Misran, Erni. 2002. Aplikasi Teknologi Berbasiskan Membran Dalam Bidang Bioteknologi
Kelautan: Pengendalian Pencemaran.
http://www.pdfqueen.com/html/aHR0cDovL2xpYnJhcnkudXN1LmFjLmlkL2Rvd25sb2FkL
2Z0L2tpbWlhLWVybmkucGRm
Diakses tanggal 28 Februari 2010

Ali, Iqbal. 2008. Peran Mikroorganisme dalam Kehidupan.


http://iqbalali.com/2008/02/18/peran-mikroorganisme-dlm-kehidupan/
Diakses tanggal 28 Februari 2010

Nurhayati. 2008. Uji Ketahanan Bakteri Dehalogenasi pada Subtrat Herbisida KMCPA
Formula.
http://eprints.undip.ac.id/1985/1/Bioma_Nurhayati_Juni_08.pdf
Diakses tanggal 28 Februari 2010

Hidayat,N,.Padaga,M.C dan Suhartini.2006.Mikrobiologi


Industri.ANDI:Yogyakarta

iman Sadiqul.2010. analisis peran mikroorganisme, studi kasus bakteri karang pendegradasi
senyawa hernisida MCPA di perairan pantai utara jawa:Banjarbaru Universitas Lambung
Mangkurat