Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN TUGAS MINI RISET

MATA KULIAH :
PERKEMBANGAN BELAJAR PESERTA DIDIK
“ Perkembangan Kognitif ‘’
Kelompok 2

Disusun Oleh :
1. Aprizal (4192411003)
2. Arsyad Tri Sunur (4191111011)
3. Desi Ramadhani (4191111008)
4. Fitrah Wahyuni Surbakti (4191111003)
5. Tri Ambarwati Nurul Putri (4191111005)

Kelas : Pendidikan Matematika Dik-A 2019


Jurusan : Matematika
Komting : Aprizal
Dosen Pengampu : Erwita Ika Violina, S.Pd., M.Pd.

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN


ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas Rahmat dan Karunia-Nya
yang sangat besar sehingga Laporan Mini Riset Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik ini
dapat terselesaikan walaupun masih jauh dari kekurangan.
Laporan ini dibuat dengan berdasarkan sumber-sumber buku yang tersedia dan
melalui proses wawancara secara langsung dengan Narasumber sehingga dapat membantu
dalam proses penyelesaian Laporan ini. Dalam penulisan Laporan Project ini, kami
menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bu Erwita Ika Violina S.Pd, M.Pd.. Selaku dosen
Mata Kuliah Kepemimpinan
Kami menyadari bahwa dalam penulisan masih banyak terdapat kekurangan. Oleh
sebab itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk dapat kami
gunakan sebagai masukan pada karya kami berikutnya, dan semoga Laporan project ini dapat
bermanfaat bagi pembaca.

Medan, 20 November 2019


Penulis

Mahasiswa
BAB I
Pendahuluan

A. Latar Belakang
Dalam Dictionary of Psychology, perkembangan adalah tahapantahapan
perubahan yang progresif yang terjadi dalam rentang kehidupan manusia dan
organisme lainnya, tanpa membedakan aspek-aspek yang terdapat dalam diri
organisme-organisme tersebut. Sedangkan menurut Santrok dan Yussen (dalam
Mulyani Sumantri), perkembangan adalah pola gerakan atau perubahan yang dimulai
pada saat terjadi pembuahan dan berlagsung terus selama siklus kehidupan. Salah satu
aspek yang mengalami perkembangan manusia adalah kognitif. Istilah kognitif
(cognitive) berasal dari kata cognition yang padanannya knowing, berarti mengetahui,
dalam arti yang luas, cognition ialah perolehan, penataan dan penggunaan
pengetahuan. Dalam Kamus Lengkap Psikologi, cognition adalah pengenalan,
kesadaran, pengertian. Selanjutnya istilah kognitif menjadi popular sebagai salah satu
domain atau ranah psikologis manusia yang meliputi setiap perilaku mental yang
berhubungan dengan pemahaman, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan
masalah, kesengajaan dan keyakinan.
Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa perkembangan
kogintif adalah tahapan-tahapan perubahan yang terjadi dalam rentang kehidupan
manusia untuk memahami, mengolah informasi, memecahkan masalah dan
mengetahui sesuatu.
Sebagian besar psikolog terutama kognitivis berkeyainan bahwa proses
perkembangan kognitif manusia berlangsung sejak ia baru lahir. Pendayagunaan
kapasitas ranah kognitif manusia sudah mulai berjalan sejak mendayagunakan sensor
dan motoriknya.

B. Tujuan :
 Mengetahui proses perkembangan kognitif peserta didik.
 Mengetahui karakteristik perkembangan kognitif peserta didik dan tahap-
tahapnya.
 Mengetahui masalah seputar karakteristik perkembangan kognitif peserta
didik dan solusinya.

C. Manfaat :
 Bagi penulis Laporan Miniriset ini memberikan manfaat yang sangat besar,
karena dengan adanya penyusunan Laporan Miniriset mengenai
perkembangan kognitif peserta didik, dapat menambah wawasan dan
pengetahuan mengenai perkembangan kognitif.
 Bagi pembaca khususnya para peserta didik, Angket yang diberikan dapat
memberikan wawasan mengenai perkembangan kognitif. Dengan adanya
Angket yang diberikan peserta didik dapat berpartisipasi dalam meningkatkan
kemampuan kognitif yang dimilikinya.
BAB II
KAJIAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN
A. Kajian Teori

Serupa dengan aspek-aspek perkembangan yang lainnya, kemampuan kognitif anak


juga mengalami perkembangan tahap demi tahap. Secara sederhana, pada buku karangan
(Desmita, 2009) dijelaskan kemampuan kognitif dapat dipahami sebagai kemampuan anak
untuk berpikir lebih kompleks serta kemampuan melakukan penalaran dan pemecahan
masalah. Dengan berkembangnya kemampuan kognitif ini akan memudahkan peserta didik
menguasai pengetahuan umum yang lebih luas, sehingga anak mampu melanjutkan fungsinya
dengan wajar dalam interaksinya dengan masyarakat dan lingkungan.

Sehingga dapat dipahami bahwa perkembangan kognitif adalah salah satu aspek
perkembangan peserta didik yang berkaitan dengan pengetahuan, yaitu semua proses
psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individu mempelajari dan memikirkan
lingkungannya, sesuai buku karangan (Desmita, 2009).

Teori perkembangan kognitif, menurut Pieget Perkembangan kognitif seorang anak


terjadi secara bertahap, lingkungan tidak tidak dapat mempengaruhi perkembangan
pengetahuan anak. Seorang anak tidak dapat menerima pengetahuan secara langsung dan
tidak bisa langsung menggunakan pengetahuan tersebut, tetapi pengetahuan akan didapat
secara bertahap dengan cara belajar secara aktif dilingkungan sekolah.

Kemudian, pandangan perkembangan kognitif menurut Vygotsky berbeda dengan


piaget. Vygotsky lebih menekankan pada konsep sosiokultural, yaitu konteks sosial dan
interaksi dengan orang lain dalam proses belajar anak. Vygotsky juga yakin suatu
pembelajaran tidak hanya terjadi saat disekolah atau dari guru saja, tetapi suatu pembelajaran
dapat terjadi saat siswa bekerja menangani tugas-tugas yang belum pernah dipelajari
disekolah namun tugas-tugas itu bisa dikerjakannya dengan baik, misalnya di masyarakat.

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan dan dapat dipahami bahwa kognitif
atau pemikiran adalah istilah yang digunakan oleh ahli psikologi untuk menjelaskan semua
aktivitas mental yang berhubungan dengan persepsi, pikiran, ingatan dan pengolahan
informasi yang memungkinkan seseorang memperoleh pengetahuan, memecahkan masalah,
dan merencanakan masa depan, atau semua proses psikologis yang berkaitan bagaimana
individu mempelajari, memperhatikan, mengamati, membayangkan, memperkirakan, menilai
dan memikirkan lingkungannya. (Desmita, 2009).

B. Uraian Permasalahan

Dalam perkembangan kognitif di sekolah, guru sebagai tenaga kependidikan yang


bertanggung jawab dalam melaksanakan interaksi edukatif dan pengembangan kognitif
peserta didik, perlu memiliki pemahaman yang sangat mendalam tentang perkembangan
kognitif pada anak didiknya. Begitu juga dengan wali kelas, PKS III dan kepala sekolah
yang bertanggung jawab dalam melaksanakan interaksi edukatif dan pengembangan kognitif
peserta didik.

Orang tua juga tidak kalah penting dalam kognitif anak karena perkembangan dan
pertumbuhan anak dimulai di lingkungan keluarga. Namun, sebagian pendidik dan orang tua
belum terlalu memahami tentang perkembangan kognitif anak, karakteristik perkembangan
kognitif, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah perkembangan kognitif anak.

Oleh karena itu, mengingat pentingnya perkembangan kognitif bagi peserta didik,
diperlukan penelitian untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh guru bidang studi,
walikelas, PKS III, kepala sekolah dan orang tua apakah sudah berjalan dengan semestinya.

C. Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah pihak-pihak yang dijadikan sebagai sampel dalam sebuah
penelitian. Subjek penelitian juga membahas karakteristik subjek yang digunakan dalam
penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP dan SMA yang terdiri dari siswa-
siswi kelas XII MAN 3 MEDAN, kelas VII SMP NEGERI 27 MEDAN, kelas VII SMP
NEGERI 35 MEDAN, kelas XI SMAN 18 MEDAN, kelas IX MAN UINSU, kelas XI
SMAN 13, kelas IX SMP NEGERI 12 MEDAN, kelas IX SMA NURUL ISLAM, kelas X
MAN 1 MEDAN, kelas VII SMP 27 MEDAN, kelas XII MAN 3 MEDAN.

D. Assesment Data
Penaksiran data yang peneliti lihat bahwasanya memang benar ada pengaruh
pembinaan atau upaya dari Guru, Wali Kelas, PKS III, Kepala Sekolah, dan Orang Tua
terhadap perkembangan kognitif peserta didik.
BAB III
METODOLOGI
1. Lokasi dan waktu

Pemaparan Lokasi dan waktu kelompok 2 dalam penyebaran angket mini riset kami , dengan
pemaparan sebagai berikut :
Lokasi
Mini Riset mata kuliah perkembangan peserta didik dari kami kelompok 2 dengan materi
perkembangan kognitif dilaksanakan dengan membagi angket keanggota kelompok kami yang
berjumlah 5 orang , setiap anggota menyebar angket berjumlah 4 orang dengan lokasi yang tidak
ditentukan. Dengan rincian sebagai berikut :
 Fitrah menyebar angket ke siswa SMAN 13 Medan
 Aprizal menyebar angket ke MAN 3 MEDAN
 Desi menyebar ke sekitar rumah; alamat rumah yaitu Jl william Iskandar gg pertama No.
43
 Arsyad dan Ambar menyebar ke SMPN 35 Medan

Waktu
Penyebaran angket mini riset kami memiliki waktu yang berbeda – beda sesuai dengan perbedaan
lokasi penyebaran angket yang kami lakukan, sebagai berikut :
 Fitrah menyebar angket pada 2 November 2019 pukul 13.50 wib
 Desi menyebar angket pada 2 November 2019 pukul 19.30 wib
 Aprizal menyebar angket pada 4 November 2019 pukul 11.00 wib
 Arsyad dan Ambar menyebar angket pada 4 November 2019 pukul 13.00 wib

Lokasi dan waktu Penyebaran angket mini riset dengan materi perkembangan kognitif , untuk
memenuhi tugas matakuliah PPD telah dilaksanakan kelompok 2 sesuai dengan yang dipaparkan
diatas.
2. Populasi dan sampel

Populasi dan sampel penyebaran angket mini riset PPD kami ialah sebagai berikut :
 Populasi telah ditentukan dari awal sebanyak 20 orang per kelompok.
 Sampel yang kami muat dipembahasan laporan mini riset kami adalah 20 orang.

3. Teknik pengumpulan data

Teknik Pengumpulan data Mini Riset kami adalah dengan penyebaran angket kepada orang –
orang terpilih yang kami berikan angket, Angket mini riset kami mengenai perkembangan
kognitif peserta didik. Dimana sampel akan mengisi angket yang menanyakan upaya dari Guru
bidang studi, Wali kelas, PKS III, Kepala sekolah, Orang tua mengenai perkembangan kognitif
mereka.
4. Teknik analisa Data

Teknik Analisa Data kami adalah dengan menjumlahkan berapa sampel memilih (Ya) atau
(Tidak) lalu dipersenkan lalu diberi kesimpulan akhir dari semua poin yang ada diangket kami,
dimana angket tersebut berisi pendapat sampel mengenai terdapatnya upaya dari Guru bidang
studi, Wali kelas, PKS III, kepala sekolah, Orang tua sampel.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Upaya yang Dilakukan Guru Bidang studi Membantu Perkembangan Kognitif
Anda
No. Pernyataan Persentasesisw Persentasesiswa
a yang memilih yang memilih
“ya” “tidak”
1. Memberikan contoh kasus untuk dianalisis 90,90% 9,1%
2. Guru menerapkan strategi belajar yang 77,27% 22,73%
bervariasi
3. Guru mendesaain tugas yang membutuhkan 59,09% 44,91%
jawaban dari berbagai sumber
4. Guru menstimulus siswa untuk 59,09% 44,91%
mengeksplorasi pengetahuan baru yang
diperoleh secara mandiri
5. Guru memberi dukungan kepada siswa 81,81% 18,19%
untuk mengikuti olimpiade
6. Guru menggunakan media pembelajaran 72,72% 27,28%
yang memudahkan siswa dalam belajar
7. Guru memberikan tugas disetiap akhir 81,81% 18,19%
pembelajaran untuk melatih pemahaman
siswa
8. Guru melakukan apersepsi sebelum 86,36% 13,64%
pembelajaran dimulai
9. Guru menciptakan suasana menyenangkan 63,63% 36.37%
sebelum pembelajaran dimulai
10. Guru memberdayakan siswa untuk 63,63% 36.37%
memanfaatkan multimedia dalam
memahami materi pembelajaran.
11. Guru menganjurkan agar siswa menambah 59,09% 40,91%
wawasan dengan cara mengikuti les
tambahan.
12. Guru menyarankan siswa untuk mengatur 81,81% 18,19%
waktu untuk belajar
13. Memberikan tips cara berkonsentrasi 54,54% 45,46%

Upaya yang Dilakukan Wali Kelas Membantu Perkembangan Kognitif Anda


No. Pernyataan Persentasesisw Persentasesiswa
a yang memilih yang memilih
“ya” “tidak”
1. Mengadakan Perpustakaan mini didalam kelas 68,18% 31,82%
2. Membuat pohon ilmu dikelas bersama siswa 31,81% 68,19%
3. Memajang aksesoris di ruang kelas yang 77,27% 22.73%
bernuansaa ilmu pengetahuan
4. Memberikan materi pelajaran yang 69,33% 30,67%
berhubungan dengan pengetahuan
5. Atas dasar kesepakatan kepala sekolah, guru, 77,27% 22.73%
komite sekolah, wali kelas mengusulkan les
bagi siswa.
6. Memberikan dukungan bagi siswa yang ingin 77,27% 22.73%
mengikuti perlombaan di bidang ilmu
pengetaahuan.
7. Wali kelas bekerjasama dengan orangtua 81,81% 18,19%
dalam memantau aktivitas belajar siswa.

Upaya yang Dilakukan PKS III Membantu Perkembangan Kognitif Anda


No PERNYATAAN Persentasesiswa Persentasesiswa
yang memilih “ya” yang memilih
“tidak”

1. Mengusulkan program lomba cerdas cermat 81,81% 18,19%


2. Mengusulkan program studi banding 72,72% 27,28%
3. Mengusulkan program pengadaan buku edisi/judul melalui 50% 50%
alumni
4. Mengundang alumni untuk sharing mengenai pengalaman 72,72% 27,28%
menjadi orang sukses
5. Mengkoordinir program literasi 90,90% 9,1%
6. Mengkoordinir program kegiatan olimpiade 77,27% 22,73%
7. Mengembangkan cerdas cermat satu tahun sekali 68,18% 31,82%
8. Mengadakan tes intelejensi untuk semua siswa 72.72% 27,28%
9. Mengkoordinir lomba menghias kelas dengan tema ilmu 68,18% 31,82%
pengetahuan dalam rangka memperingati hari pendidikan
10. Merealisasikan studi lapangan ke sekolah plus 45,45% 54,55%

11. Membuat program pertukaran pelajar dengan sekolah lain. 45,45% 54,55%
12. Mengusulkan diadakannya seminar 72,72% 27,28%
13. Mengusulkan diputarnya music klasik sebelum masuk kelas 27,28% 72,72%

Upaya yang Dilakukan Kepala Sekolah Membantu Perkembangan Kognitif Anda


No PERNYATAAN Persentasesiswa Persentasesiswa
yang memilih yang memilih
“ya” “tidak”
1. Menyetujui program lomba cerdast cermat yang 90,90% 9,1%
diusulkan PKS III
2. Menyetujui kegiatan siswa dalam ikut lomba antar 100% 0%
sekolah
3. Menyetujui program studi banding yang diajukan 72,72% 27,28%
PKS III
4. Menyetujui program karya wisata 68,18% 31,82%
5. Mengadakan program pemilihan dan pembedayaan 63,63% 36.37%
duta sekolah
6. Mendanai kegiatan sekolah yang mengikuti 68,18% 31,82%
seminar, pelatihan, lokakarya, symposium
7. Menyetujui program literasi setiap 3 kali dalam 54,54% 45,46%
seminggu sebelum masuk kedalam kelas

Upaya yang Dilakukan Orangtua Membantu Kognitif Siswa Usia Sekolah


Menengah
No. PERNYATAAN Persentasesiswa Persentasesiswa
yang memilih yang memilih
“ya” “tidak”
1. Memberi kesempatan les tambahan kepada anak 81,81% 18,19%
diluar sekolah
2. Mendiskusikan pengalaman orangtua cara 81,81% 18,19%
memahami materi yang sulit dipahami
3. Memberikan asupan gizi yang baik 81,81% 18,19%
4. Mengatur pola istirahat 81,81% 18,19%
5. Menyediaakan fasilitas belajar dirumah 100% 0%
6. Mengajak anak ketempat yang bernuansa 68,36% 13,64%
pengetahuan
7. Orangtua mengenal gaya belajar anak 81,81% 18,19%
8. Bekerjasama dengan wali kelas memantau 77,27% 22,73%
perkembangan kognitif anak
9. Menjaga rumah tangga 86,36% 13,64%
10. Memenuhi finansial sesuai kebutuhan anak 90,90% 9,1%
11. Menghormati potensi bawaan anak 77,27% 22,73%
12. Membantu kesulitan belajar yang dialami anak 72,72% 27,28%
13. Memberikan motivasi kepada anak agar 77,27% 22,73%
semangat dalam belajar
14. Menjaga kesehatan anak 90,90% 9,1%
15. Menanyakan hambatan yang dialami anak. 77,27% 22,73%

4.2 Pembahasan
Perkembangan kognitif peserta didik dilingkungan sekolah juga bergantung pada
upaya guru bidang studi, walikelas, PKS III (kesiswaan), kepala sekolah, serta orang tua.
Dalam sistem pendidikan yang berjalan dilokasi penyebaran angket mini riset yang kami
kelompok 2 lakukan upaya apa saja yang telah dilakukan guru, walikelas, PKS III, kepala
sekolah serta orang tua.
Dari penelitian yang kami kelompok 2 lakukan dapat diketahui seberapa besarupaya
yang telah dilakukakan pihak- pihak yang harus memiliki andil untuk berupaya
mengembangkan kognitif peserta didik, sebagai berikut:
1. Guru bidang studi dalam menjalankan tugasnya dan mengajarkan materi dikelas, kami
memiliki beberapa point yang harus terpenuhi untuk upaya pendorongan untuk
kemaksimalan perkembangan kognitif peserta didik, yaitu :
a. Guru bidang studi memberikan contoh kasus untuk dianalasis. Nah dari
responden kami yang merupakan peserta didik di beberapa sekolah 90,90 %
guru bidang studi sering memberikan contoh kasus untuk dianalisis. Dan 9,1
% guru bidang studi belum melaksanakannya. Padahal dengan pemberian
contoh kasus untuk dianalisis, saraf dan otak peserta didik akan lebih cepat
menangkap pembelajaran serta mampu meningkatkan kemampuan abstrak
serta verbal peserta didik, demi mennunjangperkembangan kognitifnya.
b. Guru bidang studi menerapkan strategi belajar yang bervariasi. Dengan
persentase 77,27 % guru bidang studi telah menerapkannya dan 22,73 %
belum menerapakan. Penggunaan strategi belajar yang bervariasi dapat
meningkatkan kemauan dan semangat belajar peserta didik serta mengurangi
tingkat kejenuhan peserta didik terhadap gaya belajar yang monoton. Dengan
strategi belajar yang bervariasi akan membuat waktu mengajar dan waktu
produktif peserta didik menangkap pembelajaran lebih banyak.
c. Guru bidang studi mendesain tugas yang membutuhkan jawaban dari berbagai
sumber. Nah persentase guru bidang studi yang telah menerapkannya adalah
59,09 % dan yang belum menerapkan 44,91 %. Pengaplikasian tugas seperti
ini akan melatih pemikiran dan kemampuan peserta didik menangkap serta
menjawab soal dengan tingkkkat HOTS, seperti yang kita tau saat ini
indonesia menerapkan soal – soal berbasis HOTS. Agar peserta didik terbiasa
menghadapinya dan meningkatkan budaya membaca peserta didik serta rasa
ingin tahu peserta didik.
d. Guru bidang studi menstimulus siswa untuk menegksplorasi pengetahuan baru
yang diperoleh secara mandiri. Persentase yang kami dapatkan ialah 59,09%
telah melakukan dan 44,91 % belum melakukan. Keterbatasan waktu dalam
mengajar didalam kelas serta ekspetasi waktu pembelajaran yang telah
diperkirakan guru yang tidak sinkron dengan kenyataan dilapangan sering
membuat guru hanya tefokus memberi materi serta soal agar pembelajaran
bisa mencapai akhir sesuai silabus, ini mendorong kurangnya guru memberi
stimulus bagi peserta didik. Walaupun dengan pemberian stimulus ini mampu
mengekplor peserta didik dan meningkatkan kemandirian peserta didik.
e. Guru bidang studi memberikan dukungan kepada siswa untuk mengikuti
olimpiade. Olimpiade merupakan ajang bergengsi untuk peserta didik
berlomba serta mengetahui dimana tingkat kemampuannya. Tapi tak jarang
peserta didik kurang dorongan serta informasi kapan dilaksanakannya
olmpiade. Persentase yang kami peroleh ialah 81,81 % guru bidang studi telah
mendorong siswa untuk mengikuti olimpiade dan 18,19 % belum
melakukannya.
f. Guru bidang studi menggunakan media pembelajaran yang memudahkan
siswa dalam belajar. Dari responden yang kami dapatkan diperoleh persentase
sebesar 72,72% telah menggunakan media pembelajaran. Dan yang tidak
menggunakan dengan persentase 27,28%. Pengunaan media pembelajaran
yang bervariasi mampu meningkatkan perkembangan kognitif peserta didik
dalam hal upaya guru bidang studi meningkatkan serta menstimulasi kognitif
peserta didik.
g. Guru bidang studi memberikan tugas disetiap akhir pembelajaran untuk
melatih pemahaman siswa. Persentase pemberian tugas diakhir oleh guru
bidang studi sebesar 81,81%. Dan yang tidak memberikan sebesar 18,19%.
Pemberian tugas diakhir pembelajaran adalah stimulus terbesar untuk
meningkatkan serta memandirikan siswa.
h. Guru melakukan apersepsi sebelum pembelajaran dimulai. Dari responden
yang kami dapatkan diperoleh persentase sebesar 86,36% telah melakukan
apersepsi sebelum pembelajaran dimulai. Dan yang tidak melakukan apersepsi
sebelum pembelajaran dimulai dengan persentase sebesar 13,64%.
i. Guru menciptakan suasana menyenangkan sebelum pembelajaran dimulai.
Dari responden yang kami dapatkan diperoleh persentase sebesar 63,63% yang
menciptakan suasana menyenangkan sebelum pembelajaran dimulai. Dan
yang tidak menciptakan suasana menyenangkan sebelum pembelajaran
dimulai dengan persentase sebesar 36,37%.
j. Guru memberdayakan siswa untuk memanfaatkan multimedia dalam
memahami materi pembelajaran. Dari responden yang kami dapatkan
diperoleh persentase sebesar 63,63% guru memberdayakan siswa untuk
memanfaatkan multimedia dalam memahami materi pembelajaran. Dan yang
tidak memberdayakan siswa untuk memanfaatkan multimedia dalam
memahami materi pembelajaran dengan persentase sebesar 36,37%.
k. Guru menganjurkan agar siswa menambah wawasan dengan cara mengikuti
les tambahan. Dari responden yang kami dapatkan diperoleh persentase
sebesar 59,09% guru yang menganjurkan agar siswa menambah wawasan
dengan cara mengikuti les tambahan. Dan yang tidak menganjurkan agar
siswa menambah wawasan dengan cara mengikuti les tambahan.
l. Guru menyarankan siswa untuk mengatur waktu untuk belajar. Dari responden
yang kami dapatkan sebesar 81, 81 % guru bidang studi telah melakukannya.
Lalu sebesar 18, 19 % guru bidang studi tidak melakukannya. Peserta didik
perlu berbagai dorongan serta motivasi untuk berkembang dan melakukan
beberapa hal. Dengan adanya dorongan langsung dari guru mampu
meningkatkan kemauan siswa untuk mengatur waktu belajar agar mampu
menangkap dan memproduktifkan waktu belajarnya.
m. Guru Memberikan tips cara berkonsentrasi. Persentase guru yang telah
melakukannya 54,54 % dan 45,46 % belum melakukannya. Ketika dikelas
bukan hanya bagaimana komunikasi penyampaian materi pembelajaran dua
arah yang terjadi antara guru dan peserta didik. Tapi gurupun harus mampu
menambah wawasan dan mendukung perkembangan kognitif peserta didiknya.

Dari semua poin yang kami berikan sebagai hasil uji seberapa besar guru telah
berperan dalam menunjang kemaksimalan perkembangan kognitif peserta didik.
2. Wali kelas adalah orang tua ganti para peserta didik didalam kelas tersebut saat
berada disekolah. Saat peserta didik mengalami pelencengan dan mendapat pujian
maka pihak – pihak disekolah akan menyampaikan ke wali kelas. Beberapa point
yang harus dilakukan wali kelas untuk melatih perkembangan kognitif peserta
didiknya ,yaitu ;
a. Mengadakan Perpustakaan mini didalam kelas. Dengan persentase 68, 18 %
telah menerapkannya dan 31, 82 % belum melakukannya. Ini artinya wali
kelas sadar betul bahwa perkembangan kognitif peserta didik, dapat ditumpu
melalui adanya perpustakaan ditiap kelas. Perpustakaan merupakan gudang
ilmu.
b. Membuat pohon ilmu dikelas bersama siswa. Persentase yang telah
melakukannya 31, 81 % dan 68,19% belum melakukannya. Pembuatan pohon
ilmu ada berbagai manfaatnya. Tapi kadang saat pohon ilmu ini dibuat, peserta
didik kurang memaksimalkan fungsinya dan terkesan hanya pajangan.
c. Memajang aksesoris di ruang kelas yang bernuansaa ilmu pengetahuan.
Persentase wali kelas yang telah melakukannya 77, 27 % dan yang tidak 22,
73%. Saat belejar kejenuhan merupakan hal yang biasa terjadi pada peserta
didik, aksesoris penghias kelas merupakan sarana pelepas kejenuhan.
d. Memberikan materi pelajaran yang berhubungan dengan pengetahuan.
Persentase yang telah melakukannya ialah 69,33 % dan 30, 67% yang belum
melakukan pemberian pengetahuan disela pembelajaran.
e. Atas dasar kesepakatan kepala sekolah, guru, komite sekolah, wali kelas
mengusulkan les bagi siswa. Persentase yang belum melakukannya 22, 73%
dan yang telah melakukan 77,27 %. Penambahan les bagi siswa salah satu
upaya bentuk meningkatkan jam belajar siswa dan memproduktifkan
pengembangan kognitif.
f. Memberikan dukungan bagi siswa yang ingin mengikuti perlombaan di bidang
ilmu pengetahuan. Persentase sebesar 77,27 % telah melakukan dan 22, 73 %
belum melakukannya. Setelah belajar perlombaan adalah ajang mengukur
ilmu pengetahuan yang telah didapatkan peserta didik.
g. Wali kelas bekerjasama dengan orangtua dalam memantau aktivitas belajar
siswa.
Persentase sebesar 81,81 % telah melakukannya dan 18, 19 % belum
melakukannya.pemantauan aktifitas belajar akan mengekang serta
memberikan efek baik untuk peserta didik.

3. PKS III (Kesiswaan) , yaitu:


a. Mengusulkan program lomba cerdas cermat. persentase PKS III yang telah
menerapkan sebesar 81,81% dan 18,19% belum menerapkan. Program lomba
cerdas cermat merupakan ajang bagi peserta didik untuk berlomba
membuktikan kemampuannya.
b. Mengusulkan program studi banding. Persentase 72,72% telah mengusulkan
program studi banding sebagai ajang pariwisata dan pemacu perkembangan
kognitif, dan 27, 28 % belum melakukannya.
c. Mengusulkan program pengadaan buku edisi/judul melalui alumni. Persentase
50 % telah mengadakan program pengadaan buku edisi/ judul dan 50 % belum
melakukannya. Alumni telah menapaki jalan terlebih dahulu sehingga
pengalamannya bisa dijadikan salah satu bantuan untuk generasi berikutnya.
d. Mengundang alumni untuk sharing mengenai pengalaman menjadi orang
sukses.Persentase 72, 72 % dan 27, 28 %
e. Mengkoordinir program literasi. Persentase 90, 90 % dan belum
melakukannya 9,1 %
f. Mengkoordinir program kegiatan olimpiade. Persentase 77, 27 % dan 22,73 %
yang belum melakukannya.
g. Mengembangkan cerdas cermat satu tahun sekali. Persentase 68, 18% dan
31,82%
h. Mengadakan tes intelejensi untuk semua siswa. Persentase 72,27 % dan 27,28
%
i. Mengkoordinir lomba menghias kelas dengan tema ilmu pengetahuan dalam
rangka memperingati hari pendidikan. Persentase 68,18% dan 31,82%
j. Merealisasikan studi lapangan ke sekolah plus. Persentase 45,45 % dan
54,55%
k. Membuat program pertukaran pelajar dengan sekolah lain.persentase 45,45 %
dan 54,55%
l. Mengusulkan diadakannya seminar. Persentase 72,72% dan 27,28%
m. Mengusulkan diputarnya music klasik sebelum masuk kelas. Persentase
27,28% dan 72,72 %

4. Kepala sekolah ,yaitu:


a. Menyetujui program lomba cerdast cermat yang diusulkan PKS III.
Persentase 90,90% dan 9,1%
b. Menyetujui kegiatan siswa dalam ikut lomba antar sekolah.Persentase 100%
dan 0%
c. Menyetujui program studi banding yang diajukan PKS III.Persentase 72,72 %
dan 27,28%
d. Menyetujui program karya wisata
e. Mengadakan program pemilihan dan pembedayaan duta sekolah
f. Mendanai kegiatan sekolah yang mengikuti seminar, pelatihan, lokakarya,
symposium
g. Menyetujui program literasi setiap 3 kali dalam seminggu sebelum masuk
kedalam kelas
5. Orang tua ,yaitu:
a. Memberi kesempatan les tambahan kepada anak diluar sekolah
b. Mendiskusikan pengalaman orangtua cara memahami materi yang sulit
dipahami
c. Memberikan asupan gizi yang baik
d. Mengatur pola istirahat
e. Menyediaakan fasilitas belajar dirumah
f. Mengajak anak ketempat yang bernuansa pengetahuan
g. Orangtua mengenal gaya belajar anak
h. Bekerjasama dengan wali kelas memantau perkembangan kognitif anak
i. Menjaga rumah tangga
j. Memenuhi finansial sesuai kebutuhan anak
k. Menghormati potensi bawaan anak\
l. Membantu kesulitan belajar yang dialami anak
m. Memberikan motivasi kepada anak agar semangat dalam belajar
n. Menjaga kesehatan anak
o. Menanyakan hambatan yang dialami anak.