Anda di halaman 1dari 47

“Kami ridho Allah SWT sebagai Tuhanku, Islam

sebagai agamaku, dan Nabi Muhammad


sebagai Nabi dan Rasul, Ya Allah,
tambahkanlah kepadaku ilmu dan berikanlah
aku kefahaman”
1. Hukum Islam dan teori-teori pengambilan
keputusan dalam mengahadapi dilema
etik/moral pelayanan kebidanan.
2. Issue etik dalam pelayanan kebidanan

Oleh NURUL SOIMAH


2017
TUJUAN
• Menjelaskan hukum Islam dan teori-teori
yang mendasari pengambilan keputusan
dalam menghadapi dilema etik/moral
pelayanan kebidanan
• Memberikan argumentasi terhadap issue
etik dan moral dalam praktek
HUKUM KESEHATAN
• KESEHATAN MASYARAKAT (PUBLIC HEALTH) – PEMELIHARAAN
KESEHATAN
• KESEHATAN INDIVIDU (MEDICAL - KEDOKTERAN) – PELAYANAN
KESEHATAN
• UPAYA KESEHATAN BERUPA UPAYA YANG PREVENTIF, KURATIF,
PROMOTIF DAN REHABILITATIF
• SELURUH PERATURAN YANG MENGATUR TENTANG KESEHATAN
• HUKUM KESEHATAN MASYARAKAT
• HUKUM KESEHATAN INDIVIDU (HUKUM KEDOKTERAN –MEDICAL
LAW)
• HUKUM YANG UMUM DAN HUKUM YANG KHUSUS
• HUKUM UMUM: KUHPERD, KUHPID, HUKUM ADMINSTRASI
• HUKUM KHUSUS: UU NO. 23/92, UU NO. 29/04
• HUKUM KHUSUS MENHAPUSKAN HUKUM UMUM (LEX SPECIALI
DEROGAT LEX GENERALI )
HUKUM KEDOKTERAN
• HUKUM YANG MENGATUR HUBUNGAN
HUKUM ANTARA:
1. TENAGA KESEHATAN
2. SARANA KESEHATAN
3. PASIEN
4. DI BIDANG PERDATA, PIDANA DAN
ADMINSTRASI
HUBUNGAN HUKUM
BIDAN DAN PASIEN
• HUBUNGAN HUKUM PERIKATAN
(VERBINTENIS)
• DASARNYA PERJANJIAN ATAU
UNDANG-UNDANG
• HAK BIDAN MENJADI KEWAJIBAN
PASIEN DAN SEBALIKNYA
• DIATUR DI DALAM HUKUM UMUM DAN
HUKUM KHUSUS(Moh. Hatta, 2013)
ISSUE ETIK
• Isu adalah masalah pokok yang
berkembang di masyarakat atau suatu
lingkungan yang belum tentu benar serta
membutuhkan pembuktian
•Isu adalah topik yang menarik untuk
didiskusikan dan sesuatu yang
memungkinkan setiap orang mempunyai
pendapat
•Isu muncul karena adanya perbedaan nilai
dan kepercayaan
ISSUE MORAL
• Isumoral topik yang penting berhubungan
dengan benar dan salah dalam kehidupan
sehari-hari, contoh nilai-nilai yang
berhubungan dengan kehidupan orang
sehari-hari menyangkut kasus abortus,
euthanasia, keputusan untuk terminasi.
• Dilema moral menurut Campbell keadaan
dimana dihadapkan pada dua alternatif
pilihan, yang kelihatannya hampir sama
dan membutuhkan pemecahan masalah
KONFLIK MORAL
• Konflik moral menurut Johnson konflik
atau dilema pada dasarnya sama,
kenyataannya konflik berada diantara
prinsip moral atau tugas yang mana sering
menyebabkan dilema
• •“Sebaik-baik hamba Allah disiNya
adalah hamba yang paling baik budi
pekertinya”
Hukum Islam dan teori-teori
pengambilan keputusan dalam
mengahadapi dilema
etik/moral pelayanan
kebidanan
HUKUM ABORSI
• Bahwa abortus provocatus kriminalis sejak
terjadinya pembuahan hukumnya haram
• Bahwa abortus provokatus medicinalis
dapat dibenarkan lantaran dlarurat, yaitu
adanya kekhawatiran atas keselamatan
atau kesehatan ibu waktu mengandung
dan melahirkan berdasarkan hasil
konsultasi dengan para ahli yang
bersangkutan (KEP MUKTAMAR TARJIH
XXII DI MALANG, 12-16 Februari 1989)
AL-MAIDAH (5) : 32
• Menghidupkan satu nyawa, membunuh satu nyawa
ْ ِ ‫سادْْفِيْاْلَر‬
َْ ‫ضْ َف َكأ َ َّن َماْ َق َت ْل‬ َ ‫ساْ ِب َغي ِْرْ َنفسْْأَوْْ َف‬ ً ‫ىْ َبنِيْإِس َرائِي ْل َْأَ َّنهْْ َمنْ َق َت ْل َْ َنف‬ َْ ِ‫• مِنْْأَج ِْلْ َٰ َذل‬
َْٰ َ‫ك ْ َك َتب َنا ْ َعل‬
ْ‫ِيرا‬ً ‫ت ْث َّْم ْإِنَّْ ْ َكث‬ ِْ ‫اءتهمْ ْرسل َنا ْ ِبال َب ِّي َنا‬ َ ‫اس ْ َجمِي ًعا ْۚ ْ َو َل َقدْ ْ َج‬ َْ ‫اس ْ َجمِي ًعا ْ َو َمنْ ْأَح َياهَا ْ َف َكأ َ َّن َما ْأَح َيا ْال َّن‬ َْ ‫ال َّن‬
]٥:٣٢[ َْ‫ضْلَمس ِرفون‬ ْ ِ ‫كْفِيْاْلَر‬ َْ ِ‫ِّمنهمْ َبعدَْْ َٰ َذل‬
• Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil,
bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan
karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena
membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah
membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang
memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia
telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan
sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami
dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian
banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui
batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.
Nash al-Quran terkait dengan
aborsi
• Surah al-mu’minun (23) 12-14
• Surah az-Zumar (39) 6
• Surah Nuh 71:14
• Surah al-Isra 17:70
• Surah Al-an’am 6:151
KAIDAH USUL FIQH

• Keadaan darurat menjadikan sebab


kebolehan hal-hal yang dilarang
ِ ‫ضرًرا بِ ْارتِ َك‬
‫اب أَ َخ ِّف ِه َما‬ َ ِ ِ ِ
َ َ َ ُ ُ ْ َ ُْ َ َ َ ْ َ َ َ َ َ َ ‫• ا‬
‫ا‬ ‫م‬‫ه‬‫م‬‫ظ‬
َ ‫ع‬‫أ‬ ‫ي‬ ‫ع‬ ‫و‬‫ر‬ ‫ان‬‫ت‬‫د‬ ‫س‬ ‫ف‬ ‫م‬ ‫ض‬‫ار‬‫ع‬ ‫ت‬ ‫ا‬‫ذ‬
• Apabila ada dua hal yang termasuk saling bertentangan, maka
harus dijaga yang paling besar bahayanya, dengan melakukan yang
paling ringan resikonya
Aborsi Karena Perkosaan
SK MUI nomor 4 tahun 2005 tentang aborsi,
MUI membenarkan aborsi akibat
perkosaan.
Alasan yang dipergunakan MUI adalah
adanya
– Kondisi hajat yang ada pada perempuan
hamil akibat perkosaan tersebut.
– Keharusan yang menetapkan adanya
perkosaan itu adalah tim yang berwenang
yang di dalamnya terdapat antara lain
keluarga korban, dokter dan ulama
Aborsi dalam Undang-undang RI no.
36 th. 2009 tentang kesehatan pasal 75
(1) setiap orang dilarang melakukan aborsi;
(2) larangan sebagaimana dimaksud pada ayat(1) dapat
dikecualikan berdasarkan:
a. indikasi kedaruratan medis yang dideteksi sejak usia
dini kehamilan, baik yang mengancam nyawa ibu dan
atau janin, yang menderita penyakit genetik berat dan
atau cacat bawaan, maupun yang tidak dapat diperbaiki
sehingga menyulitkan bayi tersebut hidup di luar
kandunggan;
b. kehamilan akibat perkosaan yang menyebabkan
trauma psikologis bagi korban perkosaan
Perspektif KB dalam hukum
Islam
• Keputusan Majlis Tarjih Muhammadiyah
1 Mencegah kehamilan adalah berlawanan
dengan ajaran islam.
2. Dalam keadaan darurat dibolehkan
sekedar perlu dengan syarat persetujuan
suami istri dan tidak mendatangkan
mudlarat jasmani rokhani.
Dasar pertimbangan
1. Keseimbangan antara maksud
perkawinan adalah memeperbanyak
keturunan
2. Hadist Nabi “ Nikahilah wanita yang
berbakat beranak banyak.
3. Pencegahan kehamilan bertentangan
dengan tujuan pernikahan
4. Penjarakan kehamilan diperbolehkan
sebagai kondisi darurat atas dasar
kesehatan dan pendidikan anak
6. Kriteria darurat
a. Menghawatirkan keselamatan ibu
b. Menghawatirkan keselamatan agama
- Alloh Menghendaki kemudahan (Al
baqarah ayat 185)
- Alloh tidak menghendaki kesusuhan
hambanya( QS Al Maidah ayat 6)
- Kefakiran dekat dengan kekafiran
c. Menghawatirkan pendidikan dan
Hukum suntikan pada mayat
• Belum diputuskan sidang tarjih
Hukum Bayi Tabung
• Bayi tabung diperbolehkan jika berasal
dari pasangan suami istri yang syah
• Berlaku hanya pada kondisi darurat jika
upaya telah ditempuh
• Tujuan perkawinan adalah memperbanyak
keturunan
• Ovum memiliki hak hidup
• Pemusnahan ovum beku sama dengan
membunuh(melanggar HAM)
Diagnosa mati
• Seorang dinyatakan meninggal jika ruh
telah dicabut dari jasad seseorang
• Tolak ukur mati seseorang adalah sudah
tidak lagi terdeteksi adanya nafas dan
detak jantung seseorang.
Tranplantasi organ Manusia
• Organ seseorang adalah hak tubuh atas
dirinya sendiri
• Pembentukan Organ tubuh adalah mutlak
kuasa Allah SWT
• Setiap penyakit ada obatnya
• Setiap mahluk yang bernyawa kelak
dimintai pertanggung jawaban
• Hukum perundangan masih menjadi
dilema etik yang belum dapat diterima
semua kalangan elemen bangsa
• Orangyang mempunyai etika akan dicintai
Allah dan manusia, ia akan hidup bahagia
• Didunia dan diakhirat, akan diingat kisah
hidupnya, senantiasa harum sepanjang
masa, pendapat-pendapatnya banyak
disukai sesama
• Sebaliknya orang yang tidak mempunyai
etika akan dimaki disisi Allah dan manusia
menderita hidup didunia dan akhirat. Bila
namanya disebut yang mendengan
ISTILAH HUKUM
• Legislasi : ketetapan hukum yang
mengatur hak dan kewajiban seseorang
yang berhubungan erat dengan tindakan
• Lisensi : pemberian ijin praktek sebelum
diperkenankan melakukan pekerjaan yang
telah ditetapkan untuk membatasi
pemberian wewenang dan untuk
meyakinkan pasien
• Deontology/tugas :
keputusan yang diambil berdasarkan
keserikatan/berhubungan dengan tugas.
Dalam mengambil keputusan perhatian
utama pada tugas
• Hak :
keputusan berdasarkan hak seseorang
yang tidak dapat diganggu. Hak berbeda
dengan keinginan, kebutuhan dan
kepuasan
• Instusionst:
keputusan diambil berdasarkan
pengkajian dari dilema etik dari kasus per
kasus. Dalam teori ini ada beberapa
kewajiban dan peraturan yang sama
pentingnya
• Benefience: keputusan yang diambil harus
selalu menguntungkan pasien
• Mal-eficience: keputusan yang diambil
merugikan pasien
Mal praktek/lalai

a.Gagal melakukan tugas/kewajiban kepada


klien
b.Tidak melaksanakan tugas sesuai dengan
standar
c.Melakukan tindakan yang mencenderai
klien
d.Klien cedera karena kegagalan
melaksanakan tugas
• Mal praktek terjadi karena
a.Ceroboh
b.Lupa
c.Gagal mengkomunikasi
Masalah etik yang
berhubungan dengan
tehnologi
• Perawatan intensif pada bayi
• Screening bayi
• Transplantasi organ
• Bedah plastik
• Teknik reproduksi dan kebidanan
Etik berhubungan dengan
profesi
• Pengambilan keputusan dan penggunaan
etik
• Otonomi bidan dan kode etik profesi
• Etik dalam penelitian kebidanan
• Penelitian tentang masalah kebidanan
yang sensitif
Permasalahan etik dalam
kehidupan
• Persetujuan dalam proses persalinan
• Mengambil keputusan dalam persalinan
• Kegagalan dalam proses persalinan
• Pelaksanaan USG dalam kehamilan
• Konsep normal pelayanan kebidanan
• Bidan dan pendidikan sex
HAK GUGAT DALAM
LAYANAN KESEHATAN
• Setiap pasien mempunyai hak menggugat
dan/atau menuntut Rumah Sakit apabila
Rumah Sakit diduga memberikan
pelayanan yang tidak sesuai dengan
standar baik secara perdata ataupun
pidana (Ps. 32 q UURS No. 44/2009)
• Setiap Rumah Sakit berhak menggugat
pihak yang mengakibatkan kerugian (Ps.
30 ayat (1) e UURS)
Isu etik dalam pelayanan kebidanan yang
berhubungan dengan etik issue dan dilema
• Agama atau kepercayaan
• Hubungan dengan pasien
• Hubungan dokter dengan bidan
• Kebenaran
• Pegambilan keputusan
• Pengambilan data
• Kematian
• Kerahasiaan
• Aborsi
Tanggung jawab professional
Pemecahan masalah
• Tindakan selalu ditujukan untuk
peningkatan kenyamanan dan
kesejahteraan klien
• Menjamin bahwa tidak ada tindakan yang
menghilangkan sesuatu bagian, disertai
rasa tanggung jawab memperhatikan
kondisi dan kenyamanan klien
• Kapan Menggunakan teori-teori
etika dan teori pengambilan
keputusan dalam pelayanan
kebidanan ???
MENGHADAPI DILEMA ETIK
Kerangka pengambilan
keputusan
• Responsibility dan acountability
• Menghargai wanita sebagai individu dan
melayani dengan rasa hormat
• Pusat perhatian pelayanan safety dan
wellbeing mother
• Menyokong pemahaman ibu tentang
kesejahteraan dan menyatakan pilihannya
pada pengalaman situasi aman
• Memiliki pengetahuan, kemampuan
berfikir kritis,membuat keptusan klinis
Pengambilan keputusan yang
etis
• Ciri keputusan yang etis
1.Mempunyai pertimbangan yang benar dan
salah
2.Sering menyangkut pilihan yang sukar
3.Tidak mungkin dielakkan
4.Dipengaruhi oleh norma, situasi, iman dan
lingkungan sosial
Moral
• Moral adalah keyakinan individu bahwa
sesuatu adalah mutlak baik atau buruk
walaupun situasi berbeda
Dimensi kode etik meliputi
1.Antara anggota profesi dan klien
2.Antara anggota profesi dan sistem
kesehatan
3.Anggota profesi dan profesi kesehatan
4.Sesama anggota profesi
Prinsip Kode Etik
• Menghargai otonomi
• Melakukan tindakan yang benar
• Mencegah tindakan yang dapat merugikan
• Memperlakukan manusia secara adil
• Menjelaskan dengan benar
• Menepati janji yang telah disepakati
• Menjaga kerahasiaan
• Setiap orang berhak menuntut ganti rugi
terhadap seseorang, tenaga kesehatan,
dan/atau penyelenggara kesehatan yang
menimbulkan kerugian akibat kesalahan
atau kelalaian dalam pelayanan kesehatan
yang diterimanya (Ps. 58 (1) UUKES No.
36/2009).
Hak Gugat pasien dalam Ps. 32 q UURS No.
44/2009 diperkuat oleh tanggungjawab RS :
• Rumah Sakit bertanggung jawab secara
KEWAJIBAN & TANGGUNG
JAWAB RS
Hak Gugat pasien dalam Ps. 32 q UURS No.
44/2009 diperkuat oleh tanggungjawab RS :
• Rumah Sakit bertanggung jawab secara
hukum terhadap semua kerugian yang
ditimbulkan atas kelalaian yang dilakukan
oleh tenaga kesehatan di Rumah Sakit (PS
46 UURS No. 44/2009).
REFERENSI/ SUMBER
BACAAN
1.Fred Ameln, Hukum Kedokteran,Kapita
selekta, Jakarta.
2. Ahmad Ali, 2008, Menguak Tabir Hukum,
Ghalia Indonesia, Jakarta.
3. Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 2009,
Himpunan Putusan Tarjih, suara
Muhammadiyah, Yogyakarta.
4. Bahder Johan Nasution, 2005, Hukum
Kesehatan pertanggung jawaban Dokter,
Asdi Mahasatya, Jakarta.
DOA SESUDAH BELAJAR

‫يم‬
ِ ‫ح‬ِ ‫ن ال َّر‬
ِ ‫م‬
َ ‫ح‬ ِ َّ‫م الل‬
ْ ‫ه ال َّر‬ ِ ‫س‬
ْ ِ‫ب‬

ًّ ‫طال‬
ِ ‫ل بَا‬ ِ ‫قا َوا ْر ُز ْق َنا اتِـبَاعَ ه ُ َوأَ ِرنَا ا ْلبَا‬
َ ‫ط‬ ًّ ‫ح‬
َ ‫ق‬ َ ‫م أَ ِرنَا ا ْل‬
َّ ‫ح‬ َّ ‫اَللَّ ُه‬
‫ه‬ ْ ‫َوا ْر ُز ْق َنا‬
ُ َ‫اجتِ َناب‬

Ya Alloh Tunjukkanlah kepada kami kebenaran


sehinggga kami dapat mengikutinya Dan
tunjukkanlah kepada kami kejelekan sehingga kami
dapat menjauhinya