Anda di halaman 1dari 4

Nama : Yoel Putra Valda Gultom

Nim : 1183151026
Kelas : BK Reguler C 2018
Mata Kuliah : Assesmen BK Teknik Tes

Tugas Rutin
1) Intelegensi adalah salah satu kemampuan yang dimiliki manusia. Kemampuan untuk
bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, memecahkan masalah, serta beradaptasi
dan belajar dari pengalaman. Intelegensi juga terdapat berbagai macam tes yang telah
dilakukan oleh para ahli untuk mengetahui tingkat intgensi seseorang. Oleh karena itu
banyak hal atau faktor yang harus kita perhatikan supaya intelegensi yang kita miliki bisa
meningkat.

2) Alferd binet lahir di Nice, Prancis pada 8 Juli 1857. Alfred Binet dikenal sebagai seorang
psikolog dan juga pengacara (ahli hukum) dan dianggap telah mengembangkan
pengukuran intelegensi yang pertama kali. Hasil karya terbesar dari Alfred Binet di bidang
psikologi adalah apa yang sekarang ini dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ.
Intelegensi menurut Alfred Binet merupakan lebih dari sekedar jumlah fungsi yang
mandiri, oleh karena itu tingkah laku yang dianggap intelegen hendaknya dimiliki
berdasarkan pada aktivitas-aktivitas yang menggabungkan berbagai macam ite. Binet
berpendapat bahwa tingkat intelegensi dapat dibuktikan dari tanggapan orang-orang pada
semua umur terhadap situasi yang ada dilingkungan sekitarnya. Dalam perkembangannya,
Binet dengan rekan sejabatnya Theophile Simon mengembangkan suatu metode yang
membedakan intelegensi anak normal dengan anak lemah pikir yang dikenal dengan tes
Binet-Simon. Kemudian Tes Binet direvisi pada tahun 1916 di standford university
menjadi tes Stanford Binet, ini bertujuan untuk dapat digunakan di Amerika Serikat.
Alfred Binet bersama dengan Theophile Simon mendefinisikan inteligensi sebagai, terdiri
atas 3 komponen:
a) Kemampuan untuk mengarahkan fikiran atau mengarahkan tindakan.
b) Kemampuan untuk mengubah arah tindakan bila tindakan tersebut telah dilaksanakan.
c) Kemampuan untuk mengeritik diri sendiri atau melakukan autocriticism.
Tes Pengukuran Stanford Binet

IQ=MA/CAX100

IQ = Intelligence Quotient

MA= Mental age atau umur mental

CA= Chronological age atau usia kronologi

Klasifikasi IQ :

140 Keatas Very Superior

120-139 Superior

110-119 Rata-rata Atas (High average)

90-109 Normal atau Rata-rata

80-89 Rata-rata Bawah (Low average)

70-79 Boderline Deffective

69-Kebawah Cacat Mental ( mentally devective)

Menentukan tingkat umur “basal” dan “celling” :


Basal :
Umur basal jika seseorang testee dapat menjawab seluruh item pada suatu subtes.
Celling :
Umur “celling” jika seseorang tidak dapat menjawab seluruh item pada suatu subtes.
TUGAS TESTER :
Mengevaluasi yang dilakukan subjek tertentu pada kondisi yang telah ditentukan. Penyekoran
tes binet harus diskror selama penyajian, sedangkan konsultasi dengan kunci penyekoran
setelah skor penyekoran.
Mempertahankan validitas dalam penyajian tes, dimana ada 3 hal penting yaitu :
a. Prosedur baku harus diikuti.
b. Tercipta dan terpeliharanya hubungan baik agar testee mendapatkan rasa nyaman dan
tenang dalam tes.
c. Pebyekoran dengan respon yang tepat.

3) Secara umum, tes intelegensi dapat digunakan sebagai bahan diagnosa. Hasil tes belum
tentu perlu disampaikan dalam proses konseling, tetapi konselor maupun konseli
memerlukan gambaran yang menyeluruh dari diri seorang konseli. Dengan menggunakan
hasil tes intelegensi, konselor dapat melakukan diagnosa terkait perkembangan konseli
selama dan setelah proses konseling berlangsung. Selain itu, hasil tes intelegensi dapat
digunakan sebagai data penunjang. Jika tes yang digunakan tidak hanya tes atau tes
intelegensi, maka hasil tes intelegensi dapat digunakan untuk menunjang data yang telah
diperoleh dan diperlukan dalam kegiatan konseling.