Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

PENGARUH NARKOBA BAGI PELAJAR

sebagai tugas mata kuliah Sosiologi Hukum

Disusun oleh:
Mercio Pranata Axel Siallagan
(190200228)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


FAKUTAS HUKUM
2019/2020

1
Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat serta karunia-Nya sehingga pembuatan makalah ini yang puji
Tuhan tepat pada waktunya yang berjudul “PENGARUH NARKOBA BAGI PELAJAR ”
Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian Pengaruh Narkoba Bagi
Pelajar, faktor-faktor yang mempengaruhi citra guru, serta identifikasi dan contoh citra
guru.
Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang
Pengaruh Narkoba Bagi Pelajar. penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun
selalu saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah
SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Medan, 17 Desember 2019

                          
Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................2
DAFTAR ISI...................................................................................................3
BAB I Pendahuluan.......................................................................................4
1.1      Latar Belakang Masalah.....................................................................4
1.2      Rumusan Masalah..............................................................................4
1.3     Tujuan Penulisan.................................................................................5
BAB II Bahaya Narkoba Bagi Pelajar..............................................................6
2.1     Uraian Umum Tentang Narkoba...........................................................6
2.2     Jenis-Jenis Narkoba..............................................................................6
2.2.1    Opium.......................................................................................6
2.2.2    Morphine...................................................................................7
2.2.3    Heroin.......................................................................................7
2.2.4    Codeine.....................................................................................8
2.2.5    Kokain.......................................................................................8
2.2.6    Amfitamine.................................................................................9
2.2.7    Ganja.........................................................................................9
2.3 Beberapa Penelitian Tentang Narkoba..................................................9
2.4 Dampak Negatif Memakai Narkoba.......................................................10
2.5 Upaya Pencegahan Narkoba Bagi Pelajar.............................................11
BAB III PENUTUP............................................................................................12
3.1 Kesimpulan.............................................................................................12
3.2 Saran......................................................................................................12
Daftar Pustaka..................................................................................................13

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah

Bahaya narkoba atau narkotika telah di ketahui semua orang saat ini. Namun
masih  saja banyak yang masih menikmati barang haram itu. Kali ini saya menguraikan
apa saja  yang termasuk dalam golongan narkoba dan bahayanya, agar kita semua
menghindarinya.
Teman-teman, tak dapat dipungkiri bahwa narkoba merupakan wabah paling
berbahaya yang menjangkiti manusia di seluruh pelosok bumi. Tidak diragukan lagi,
bahwa kelemahan iman dan jauhnya diri kepada Allah  merupakan faktor terpenting
yang membawa kita masuk ke dalam lingkungan narkoba, manusia yang taat beragama
pasti akan jauh dari neraka narkoba,  tidak mungkin dia akan mengulurkan tangannya
pada narkoba, baik membeli, mengedarkan, maupun menyelundupkannya. Sebab,
jalan narkoba adalah jalan setan dan jalan Allah tidak mungkin bertemu dengan jalan
setan.
Di Indonesia, pencandu narkoba ini perkembangannya semakin pesat, para
pencandu narkoba pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun,  artinya usia
tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar, pada awalnya  pelajar yang
mengonsumsi narkoba biasanya mereka yang sudah mengenal rokok, karena
kebiasaan merokok  sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat
ini.

1.2    Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, masalah – masalah yang muncul adalah


sebagai berikut :
1.    Zat-zat berbahaya yang terdapat di dalam narkoba.
2.    Apakah dampak narkoba bagi pelajar.

4
3.    Bagaimana cara mengatasi kecanduan narkoba.

1.3      Tujuan Penulisan

Penulisan Karya Ilmiah  ini bertujuan:


1.  Untuk mengetahui zat-zat yang beracun yang ada di dalam narkoba.
2.  Untuk menjelaskan dampak narkoba bagi pelajar.
3.  Untuk menjelaskan cara-cara mengatasi kecanduan narkoba.

5
BAB II

2.1    Uraian Umum Tentang Narkoba

Narkoba sudah menjadi istilah populer di masyarakat, namun masih sedikit yang
memahami arti narkoba, narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika dan
bahan adiktif lainnya, dalam arti luas adalah obat, bahan atau zat.
Jika masuk ke dalam tubuh baik secara oral atau di hirup maupun di suntikkan di
intravena,dapat berpengaruh pada kerja otak atau susunan syaraf pusat.
Psitropika tidak di jualbelikan , dimiliki, di simpan dan di gunakan  secara tidak
sah berarti melanggar hukum. Narkoba menyebabkan ketergantungan dan di nyatakan
sebagai bahan yang berbahaya untuk di konsumsi.
Beberapa hal yang perlu di ketahui  tentang narkotika, psikotropika,  dan bahan adiktif,
ketiganya  berasal dari bahan yang berbeda  dan memiliki dampak  yang berbeda,
ketiganya juga kerap menjadi perdagangan  terselubung yang korbanya yang tidak lain
anak-anak yang belum memiliki pengetahuan tanyang narkoba.

2.2    Jenis-Jenis Narkoba
2.2. 1. Opium

Opium adalah jenis narkotika yang paling berbahaya, dikonsumsi dengan cara
ditelan langsung atau diminum bersama teh, kopi atau dihisap bersama rokok. Opium
diperoleh dari buah pohon opium yang belum matang dengan cara menyayatnya
hingga mengeluarkan getah putih yang lengket.
Pada mulanya, pengonsumsi opium akan merasa segar bugar dan mampu berimajinasi
dan berbicara, namun hal ini tidak bertahan lama, tak lama kemudian kondisi
kejiwaannya akan mengalami gangguan dan berakhir dengan tidur pulas bahkan koma.
Jika seseorang ketagihan, maka opium akan menjadi bagian dari hidupnya. Tubuhnya
tidak akan mampu lagi menjalankan fungsi-fungsinya tanpa mengonsumsi opium dalam

6
dosis yang biasanya, dia akan merasakan sakit yang luar biasa jika tidak bisa
memperolehnya, kesehatannya akan menurun drastis.
Otot-otot si pecandu akan layu, ingatannya melemah dan nafsu makannya menurun.
Kedua matanya mengalami sianosis dan berat badannya terus menyusut.

2.2. 2. Morphine

Orang yang mengonsumsi morphine akan merasakan keringanan  dan


kebugaran yang berkembang menjadi hasrat kuat untuk terus mengonsumsinya. Dari
sinilah dosis pemakaian pun terus ditambah untuk memperoleh kenikmatan yang sama.
Kecanduan bahan narkotika ini akan menyebabkan pendarahan hidung (mimisan) dan
muntah berulang-ulang, pecandu juga akan mengalami kelemahan seluruh tubuh,
gangguan memahami sesuatu dan kekeringan mulut. Penambahan dosis akan
menimbulkan frustasi pada pusat pernafasan dan menurunnya tekanan darah, kondisi
ini bisa menyebabkan koma yang berujung pada kematian.

2.2. 3. Heroin

Bahan narkotika ini berbentuk bubuk kristal berwarna putih yang dihasilkan dari
penyulingan morphine. Menjadi bahan narkotika yang paling mahal harganya, paling
kuat dalam menciptakan ketagihan (ketergantungan) dan paling berbahaya bagi
kesehatan secara umum.
Penikmatnya mula-mula akan merasa segar, ringan dan ceria. Dia akan
mengalami ketagihan seiring dengan konsumsi secara berulang-ulang. Jika demikian,
maka dia akan selalu membutuhkan dosis yang lebih besar untuk menciptakan ekstase
yang sama. Karena itu, dia pun harus megap-megap untukmendapatkannya, hingga
tidak ada lagi keriangan maupun keceriaan. Keinginannya hanya satu, memperoleh
dosis yang lebih banyak untuk melepaskan diri dari rasa sakit yang tak tertahankan dan
pengerasan otot akibat penghentian pemakaian.
Pecandu heroin lambat laun akan mengalami kelemahan fisik yang cukup parah,
kehilangan nafsu makan, insomnia (tidak bisa tidur) dan terus dihantui mimpi buruk.

7
Selain itu, para pecandu heroin juga menghadapi sejumlah masalah seksual, seperti
impotensi dan lemah syahwat. Sebuah data statistik menyebutkan, angka penderita
impotensi di kalangan pecandu heroin mencapai 40%.

2.2. 4. Codeine

Codeine mengandung opium dalam kadar yang sedikit. Senyawa ini digunakan
dalam pembuatan obat batuk dan pereda sakit (nyeri). Perusahaan-perusahaan farmasi
telah bertekad mengurangi penggunaan codeine pada obat batuk dan obat-obat pereda
nyeri. Karena dalam beberapa kasus, meski jarang, codeine bisa menimbulkan
kecanduan.

2.2.5. Kokain

Kokain disuling dari tumbuhan koka yang tumbuh dan berkembang di


pegunungan Indis di Amerika Selatan (Latin) sejak 100 tahun silam. Kokain dikonsumsi
dengan cara dihirup, sehingga terserap ke dalam selaput-selaput lendir hidung
kemudian langsung menuju darah. Karena itu, penciuman kokain berkali-kali bisa
menyebabkan pemborokan pada selaput lendir hidung, bahkan terkadang bisa
menyebabkan tembusnya dinding antara kedua cuping hidung.
Problem kecanduan kokain terjadi di Amerika Serikat, karena faktor kedekatan
geografis dengan sumber produksinya. Dengan proses sederhana, yakni
menambahkan alkaline pada krak, maka pengaruh kokain bisa berubah menjadi sangat
aktif. Jika heroin merupakan zat adiktif yang paling banyak menyebabkan ketagihan
fisik, maka kokain merupakan zat adiktif yang paling bayak menyebabkan ketagihan
psikis.
Pemakaian kokain dalam jangka pendek mendatangkan perasaan riang-gembira dan
segar-bugar. Namun beberapa waktu kemudian muncul perasaan gelisah dan takut,
hingga halusinasi.

8
2.2.6. Amfitamine

Obat ini ditemukan pada tahun 1880. Namun, fakta medis membuktikan bahwa
penggunaannya dalam jangka waktu lama bisa mengakibatkan risiko ketagihan.
Pengguna obat adiktif ini merasakan suatu ekstase dan kegairahan, tidak mengantuk,
dan memperoleh energi besar selama beberapa jam. Namun setelah itu, ia tampak lesu
disertai stres dan ketidakmampuan berkonsentrasi, atau perasaan kecewa sehingga
mendorongnya untuk melakukan tindak kekerasan dan kebrutalan.
Kecanduan obat adiktif ini juga menyebabkan degup jantung mengencang dan
ketidakmampuan berelaksasi, ditambah lemah seksual. Bahkan dalam beberapa kasus
menimbulkan perilaku seks menyimpang. Termasuk derivasi (turunan) obat ini adalah
obat yang disebut “captagon”. Obat ini banyak dikonsumsi oleh para siswa selama
musim ujian, padahal prosedur penggunaannya sebenarnya sangat ketat dan hati-hati.

2.2.7. Ganja

Ganja memiliki sebutan yang jumlahnya mencapai lebih dari 350 nama, sesuai
dengan kawasan penanaman dan konsumsinya, antara lain; mariyuana, hashish, dan
hemp.Adapun zat terpenting yang terkandung dalam ganja adalah zat trihidrocaniponal
(THC).

2.3 Beberapa Penelitian Tentang Narkoba

Penelitian yang dilakukan Yayasan Anak Cinta Bangsa (YCAB) menguak


banyaknya anak di rentang usia10-13 tahun menjadi pencandu zat yang sangat
bebahaya itu.
Berawal dari menghisap rokok, anak dan remaja yang mempunyai rasa ingin tahu yang
besar dan mencoba sesuatu yang baru maka ia akan beralih pada zat lain yang akan
memberikan sensasi dan kenikmatan yang lebih, yaitu narkoba.

9
Tingginya penularan HIV/AIDS, di antaranya di tularkan melalui jarum suntik secara
bergiliran, beberapa penelitian juga menyatakan kecendrungan pencandu narkoba
melakukan hubungan seks sebelum atau sesudah menggunakan narkoba, sehingga
makin memperparah penyebaran  HIV/AIDS di Indonesia.
Sebuah  penelitian juga menunjukan ikatan yang kuat antara anak dan orang tua punya
faktor besar dalam mencegah anak terjerat narkoba yang ada di lingkungan kita.

2.4 Dampak Negatif Memakai Narkoba

Penyalahgunaan narkotika  dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi


muda kian meningkat, maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut dapat
membahayakan hidup bangsa ini di kemudian hari , karena pemuda sebagai generasi
yang di harapkan menjadi penerus bangsa , semakin hari semakin rapuh karena di
gerogoti narkoba zat-zat adiktif yang menghancurkan syaraf sehingga pemuda tersebut
tidak dapat berfikir jernih, akibatnya  generasi harapan bangsa yang tangguh dan
cerdas hanya akan tinggal kenangan
Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar)
adalah sebagai berikut:

 Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian


 Sering membolos , menurunya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran.
 Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah.
 Sering menguap , mengantuk, dan malas.
 Tidak memperdulikan kesehatan dirinya.
 Suka mencuri untuk membeli narkoba.

10
2.5 Upaya Pencegahan Narkoba Bagi Pelajar

Upaya pencegahan penyebaran narkoba di kalangan pelajar sudah seharusnya


menjadi tanggung jawab kita bersama, dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua ,
guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba
terhadap anak-anak kita.
Adapun upaya-upaya  yang dapat kita lakukan adalah melakukan kerja sama dengan
pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau
mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin.
Pihak sekolah juga harus melakukan pengawasan yang ketat  terhadap gerak-gerik
anak didiknya ,  karena biasanya penyebaran  transaksi narkoba sering terjadi di sekitar
lingkungan sekolah
Kemudian faktor yang terpenting itu adalah orang tua siswa itu sendiri dengan
memberikan perhatian dan kasih sayang, dan memberikannya pendidikan moral dan
keagamaan .
Dengan berbagai upaya tersebut di atas mari kita bersama-sama menjaga generasi
muda dari bahaya narkoba , sehingga harapan kita melahirkan generasi yang cerdas
dan tangguh di masa yang akan datang dapat terwujud dengan baik.

11
BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan

Dari makalah di atas dapat di ambil kesimpilan bahwa


a)    Narkoba adalah barang yang sangat berbahaya dan bisa merusak susunan ayaraf
dan bisa merubah kepribadian seseorang menjadi semakin buruk.
b)    Narkoba adalah sumber dari tindakan kriminalitas yang bisa merusak norma dan
ketentraman umum.
c)    Menimbulkan dampak negative yang mempengaruhi pada tubuh baik secara fisik 
maupun psikologis.

3.2 Kritik dan Saran

Makalah ini masih jauh dari sempurna oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini, semoga makalah
ini bermanfaat bagi kita semua.

12
DAFTAR PUSTAKA

Sukardi. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. Jakarta:


Bina Aksara, 2000.
Kartini Kartono. Psikologi Remaja. Bandung: Mandar Manju, 2003.
Drs Hasan Basri. Remaja Berkualitas,Problematika Remaja dan
Solusinya.Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2006.
Dyah Padmini. Narkotika dan Psikotropika. Bandung: Angkasa,
2000.
Abu Al-Ghifari. Generasi Narkoba. Bandung: Mujahid, 2002.

13