Anda di halaman 1dari 13

A.

LATAR BELAKANG
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul
Ulama’ (IPPNU) adalah Organisasi sosial keagamaan berbasis keterpelajaran,
yang memiliki visi terbentuknya pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah
SWT, berilmu, berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan serta
bertanggungjawab atas tegak dan terlaksananya syari’at Islam menurut faham
ahlussunnah wal jama’ah yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar
1945. Dan memiliki visi pertama, Menghimpun dan membina pelajar Nahdlatul
Ulama dalam satu wadah organisasi. kedua, Mempersiapkan kader-kader
intelektual sebagai penerus perjuangan bangsa. Ketiga, Mengusahakan
tercapainya tujuan organisasi dengan menyusun landasan program perjuangan
sesuai dengan perkembangan masyarakat (maslahah al-ammah), guna
terwujudnya khaira ummah. Keempat, Mengusahakan jalinan komunikasi dan
kerjasama program dengan pihak lain selama tidak merugikan organisasi.
Sebagai salah satu badan otonom NU yang bergerak pada orientasi
pengkaderan yang dinanti-nanti oleh Nahdlatul Ulama khususnya dan oleh
bangsa pada umumnya, secara aturan mempunyai Peraturan Organisasi dan
Peraturan Administrasi yang mengatur di dalamnya. IPNU-IPPNU sebagai
elemen bangsa ini, dalam mengawal moral dan etika bangsa. Penataan
kelembagaan, konsolidasi intelektual dan konsolidasi organisasi, hal ini terus
dilakukan dengan upaya mengsinergiskan dan meningkatkan kualitas organisasi.
Disamping itu Melalui kaderisasi, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU)
Ikatan pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) berusaha menciptakan kader yang
bukan hanya hebat dalam mengerjakan suatu program, Kaderisasi IPNU IPPNU
harus mampu menciptakan kader yang memiliki jiwa kepemimpinan, kreatif dan
menjadi seorang tauladan bagi anggotanya. Maka dari pada itu,Pimpinan Anak
Cabang Ikatana Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri
1

Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Babat menyelenggarakan pengkaderan In


Page

formal yang hanya ada di PAC IPNU IPPNU Babat


Landasan Berfikir IPNU IPPNU Sebagaimana ditetapkan dalam khittah 1926,
Aswaja (Ahlussunnah wal jamaah) adalah cara berfikir, bersikap, dan bertindak
bagi warga Nahdliyin. Sikap dasar itu yang menjadi watak IPNU-IPPNU, dengan
watak keislamannya yang mendalam dan dengan citra keindonesiaannya yang
matang. Sedangkan cara Berfikir menurut IPNU-IPPNU sebagai manifestasi
ahlussunah wal jama’ah adalah cara berfikir teratur dan runtut dengan
memadukan antara dalil naqli (yang berdasar al-Qur’an dan Hadits) dengan dalil
aqli (yang berbasis pada akal budi) dan dalil waqi’i (yang berbasis pengalaman).
Karena itu dari berbagai sumber IPNU IPPNU menolak cara berpikir yang
berlandaskan pada akal budi semata, sebagaimana yang dikembangkan kelompok
pemikir bebas (liberal thinkers) dan kebenaran mutlak ilmu pengetahuan dan
pengalaman sebagaimana yang dikembangkan kelompok pemikir materialistis
(paham kebendaan). Demikian juga IPNU-IPPNU menolak pemahaman dzahir
(lahir) dan kelompok tekstual (literal), karena tidak memungkinkan memahami
agama dan kenyataan sosial secara mendalam.
Landasan bersikap yg dijelaskan dalam peraturan dasar bahwa Semua kader
IPNU-IPPNU dalam menjalankan kegiatan pribadi dan berorganisasi harus tetap
memegang teguh nilai-nilai yang diusung dari norma dasar keagamaan Islam ala
ahlussunnah wal jama’ah dan norma yang bersumber dari masyarakat. Landasan
nilai ini diharapkan dapat membentuk watak diri seorang kader IPNU-IPPNU.
Nilai-nilai tersebut adalah Diniyyah/Keagamaan, Tauhid (al-tauhid) merupakan
keyakinan yang kokoh terhadap Allah SWT. sebagai sumber inspirasi berpikir
dan bertindak, Persaudaraan dan persatuan (al-ukhuwwah wa al-ittihad,
Keluhuran moral (al-akhlaq al-karimah) dengan menjunjung tinggi kebenaran
dan kejujuran (al-shidqu), Keilmuan, Prestasi, dan Kepeloporan. Menjunjung
tinggi ilmu pengetahuan dan teknologi dengan semangat peningkatan kualitas
SDM IPNU-IPPNU dan menghargai para ahli dan sumber pengetahuan secara
2

proporsional. Menjunjung tinggi kepeloporan dalam usaha mendorong, memacu,


Page

dan mempercepat perkembangan masyarakat.


Sebagai Organisasi Sosial Kemasyarakatan dan pengkaderan di tubuh
Nahdlatul Ulama’ yang Menjunjung tinggi kebersamaan di tengah kehidupan
berbangsa dan bernegara dengan semangat mendahulukan kepentingan publik
daripada kepentingan pribadi dalam sikapnya IPNU IPPNU Selalu siap
mempelopori setiap perubahan yang membawa manfaat bagi kemaslahatan
manusia dengan persaudaraan (Ukhuwwah), Ukhuwwah Nahdliyyah, Ukhuwwah
Islamiyyah, Ukhuwwah Wathaniyyah. IPNU-IPPNU yang lahir dari akar budaya
bangsa ini, tidak pernah mengalami ketegangan dengan konsep kebangsaan yang
ada. Sebab keislaman IPNU-IPPNU adalah bentuk dari Islam Indonesia (Islam
yang berkembang dan melebur dengan tradisi dan budaya Indonesia). Karena
itulah IPNU-IPPNU berkewajiban turut mengembangkan kaderisasi ukhuwah
wathaniyah untuk menjaga kerukunan nasional.
Selayaknya Organisasi pada umumya memiliki program kegiatan sesuai pada
prinsipnya, IPNU IPPNU sebagaimana latar belakang diatas adalah Organisasi
dalam tubuh NU yang berfokus pada pengkaderan sejak dini, adapun secara
teknis pelaksanaan pengkaderan yang dilihat dari pedoman kaderisasi Nasional
terdapat jenjang yang teratur, tetapi masih membutuhkan solusi dari berbagai
tantangan. khususnya di PAC IPNU IPPNU Kecamatan Babat kabupaten
Lamongan Jawa Timur. Pada pedomanya di tingkat kecamatan IPNU IPPNU
sebatas diperbolehkan melakukan kegiatan pengkaderan tingkat awal yakni Masa
Kesetiaan Anggota (Makesta), tetapi dalam hal ini terdapat ratusan kader yang
dirasa perlu adanya penanganan Khusus sebelum kader IPNU IPPNU beranjak
ke jenjang lebih tinggi, yakni di Pimpinan Cabang (PC), Pimpinan Wilayah
(PW), bahkan sampai di Pimpinan Pusat (PP). dari hasil kajian yang dilakukan
kaderisasi awal dirasa masih perlu adanya tambahan untuk beranjak ke lini atas
agar kader lebih siap.
Maka dengan pembahasan yang melatar belakangi kaderisasi IPNU IPPNU
3

khususnya di kecamatan Babat Lamongan Jawa Timur, dirasa perlu adanya


Page

penanganan/pelatihan khusus (non formal) dalam aturan dasar Organisasi.


Dengan landasan berfikir ini juga melatar belakangi pentingnya kegiatan
kaderisasi tambahan. Kesemuanya itu menjadikan alasan dan gagasan di
lahirkanya Pelatihan Kader Unggulan (PELAKU). Untuk menanggulangi ratusan
kader dari hasil pelatihan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di jenjang
kaderisasi awal. Harapanya dengan diadakanya kegiatan ini dapat menjadi solusi
kesiapan kader IPNU IPPNU di kecamatan Babat Lamongan Jawa Timur agar
lebih siap dan berkualitas.

B. NAMA KEGIATAN
Kegiatan ini dinamakan Pelatihan Kader Unggulan atau yang bisa juga
disebut dengan PELAKU. Sebagaimana latar belakang diatas terlahirnya
kegiatan ini adalah untuk menganggulangi penumpukan kader, harapanya dalam
pelatihan ini kader IPNU IPPNU di kecamatan Babat Lamongan Jawa Timur
lebih siap menanggapi berbagai tantangan dan jengjang yang lebih tinggi.

C. BENTUK DAN TEORI YANG DI GUNAKAN DALAM PELATIHAN


1. Definisi dari Konsep Dasar Positive Youth Development (PYD)
Secara Umum definisi PYD adalah penjelasan kerangka kerja yang
menguraikan Persepsi yang diperlukan Pemuda untuk berperan dan
berprilaku Positif. Melalui Program-program yang mendorong pemuda untuk
bertindak lebih aktif. Teori ini menganut model perkembangan dan
memberikan peluang yang dialogis dan disengaja bagi pemuda untuk
berperan aktif dalam kegiatan yang bermanfaat. Berbagai kesempatan dan
upaya yang memiliki penerapan sesuai dengan realita, terbuka bagi para
pemuda untuk merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi juga
mendorong jenis layanan yang mereka terima untuk memenuhi kebutuhan
pemuda secara Umum.
4

Positive Youth Development (PYD) adalah merupakan persepsi terupdate,


Page

yang memahami peran para pemuda sebagai aset utama pada perkembangan
manusia di dunia. Hal ini menjadi isu menarik dalam isu bonus demografi
yang berkembang dan menarik perhatian banyak kalangan, bahwa
diperkarakan pada tahun 2025 dunia banyak di isi 70% dari kalangan
pemuda. konsep PYD mendorong dan memandang pemuda memiliki potensi
untuk sukses, berkembang dengan mandiri, dan memiliki kapasitas untuk
berkembang dengan positif.
PYD didasari banyak pendapat dari berbagai kalangan yang menyatakakan
pemuda akan berusaha memenuhi kebutuhan dasar fisik dan berbagai
kemampuan, pribadi dan sosial, dan untuk membangun daya aktif dan peran
pemuda untuk berkompetensi yang terlihat penting untuk kehidupann, di
masa sekarang dan di masa depan. Pada isu demografi dunia banyak di isi
oleh kalangan pemuda maka dengan ini PYD menjadi sebuah pandangan
yang baru dan kuat untuk menentang pandangan tradisional dan internasional
mengenai masa depan pemuda. Perspektif PYD akan relevan dengan aktifitas
dan program yang akan di realisasikan pemuda di masa depan. berdasarkan
ide-ide pengembangan yang positif, semua pemuda dapat dikembangkan, dan
pengembangan berfungsi untuk mengurangi motifasi atau dorongan untuk
melakukan tindakan perilaku berisiko. Dalam pengurangan perilaku berisiko
tinggi adalah inti dari kerangka PYD, yang mengakui perilaku negatif risiko
rendah adalah bagian dari perkembangan pemuda yang sehat.
2. Implementasi konsep dasar PYD pada Pelatihan
Bentuk dari Kegiatan ini adalah pengkaderan in formal di tubuh
kepengurusan Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU di kecamatan Babat
Lamongan Jawa Timur. Dalam pelaksanaan kegiatan ini menggunakan
metode Active Learning, Group Discution dan Panel Discution. Dalam
pelaksanaan dan penerapanya, untuk mencpai hasil yang di inginkan,
diantaranya untuk menjawab tantangan kedepan dalam pelatihan ini
5

menerapkan Teori Positive Youth Development (PYD). Untuk membentuk


Page
karakter pelajar yang positif berakhlak baik, tepat dalam bergaul juga aktif
berkembang secara positif dan bermanfaat bagi sesama manusia.

D. TUJUAN KEGIATAN
Dari pembahasan pada latar belakang diatas dapat di simplifikasikan konsep
dan teroi kegiatan yang bertujuan untuk:
1. Mempertegas jati diri dan eksistensi pelajar di organisasi IPNU IPPNU agar
lebih siap dalam berperan aktif untuk mempengaruhi aksi yang positif di
kalanagan pemuda di kecamatan Babat Lamongan Jawa Timur
2. Untuk mengatasi kesenjangan pengkaderan di IPNU IPPNU Tingkat
Pimpinan Anak Cabang (PAC), khususnya di kecamatan Babat Lamongan
Jawa Timur, dari MAKESTA ke jenjang pengkaderan yang lebih tinggi.
3. Membangun karakter pemuda yang berprilaku positif dan aktif dalam
komunikasi dan koordinasi antar pelajar sebagai benteng dari pengaruh
negative di era millennial.

E. PELAKSANAN KEGIATAN
Kegiatan ini dilaksanakan pada periode awal IPNU IPPNU di kecamatan
Babat Lamongan Jawa Timur. dari hasil kajian dan masukan beberpa aktifis
pendahulu juga beberapa mahasiswa dan politisi yang berperan aktif di bidang
kepemudaan. Adapun waktu pelaksanaan yang direncanakan adalah:
Hari : Jum’at – Sabtu
Tanggal : 08 s.d 09 November 2019 M.
Tempat : Aula MI Ma’arif NU Kebalandono kecamatan Babat

F. PESERTA PELATIHAN
Peserta dari kegiatan ini melibatkan pemuda dari unsur pelajar, santri juga
6

mahasiswa di kecamatan Babat Lamongan Jawa Timur yang sudah termasuk


Page

kader-kader pilihan yang di seleksi secara terbatas diantaranya adalah, Pengurus


PImpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Kecamatan Babat dan Delegasi dari
Pimpinan Ranting, Pimpinan Komisariat (sekolah) dan Pimpinan Komisariat
Pondok Pesantren secara menyeluruh di kecamatan Babat Lamongan Jawa
Timur.
G. SOP (BATASAN DAN ATURAN DALAM PELATIHAN)
1. SOP Penyelenggara
Penyelenggara utama PELAKU adalah Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU
Babat, dibantu oleh berbagai narasumber yang kompeten di bidangnya dari
unsur Mahasiswa, tenaga Pendidikan (Dosen), Politisi, Unsur Pemerintahan
dan aktifis di lingkup Nahdlatul Ulama’
2. SOP Peserta
a. Peserta PELAKU adalah siswa, santri, mahasiswa dan remaja secara umum
dari hasil sceening yang di lakukan oleh penyelenggara Utama
b. Peserta yang berumur minimal 17 Tahun (Kelas XI SMA/MA/santri
Pesantren Salaf)
c. Peserta pernah mengikuti kegiatan ini dibuktikan dengan sertifikat
MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota)
d. Peserta sebanyak-banyaknya berjumlah 40 orang dalam satu kelas/forum
melalui hasil screening dan tes yang akan di laksanakan oleh panitia pada
tanggal 04 November 2019.
e. Peserta yang dinyatakan lulus oleh Penyelenggara akan di umumkan pasca
tes.
3. SOP Materi Materi dan Kajian
Terdapat tujuh Materi yang di sajikan dalam PELAKU yang dilaksampaikan
Oleh pemateri pilihan dari berbagai unsur selama 120 menit setiap tema.
Dalam penyampaian materi, peserta di didampingi fasilitator yang dibentuk
oleh panitia. Adapun beberapa materi yang di sajikan adalah:
7

a. Strategy IPNU IPPNU Positive Youth Development basic


Page

b. Ke-Bangsaan dan deradikalisasi Pelajar


c. Lobbying and networking
d. Management Organisasi
e. Advokasi
f. Ideologi Aswaja (Ahlussunnah Wal Jama’ah)
g. Ke-NU-an;

H. SILABUS MATERI PELATIHAN


1. Deskripsi Pelaku
Pelaku adalah Kaderisasi In-Formal (Lokal) yang diselenggarakan oleh
Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan
Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Babat yang dimaksudkan
untuk melatih kader PR, PK, PKPP se Anak Cabang Babat untuk menuju
jenang kaderisasi selanjutnya. Selain itu, Pelaku diorientasikan untuk
pengembangan kemampuan dan peran aktif dalam berorganisasi sesuai
dengan prinsip teori Positive Youth Development (PYD). Diharapkan dengak
kacamata PYD ini pelajar lebih bisa berperan positif dalam menyikapi
tantangan millennial.
2. Indikator Pencapaian Pelatihan
Karena diorientasikan untuk mencetak kader IPNU IPPNU yang aktif sesuai
dengan Prinsip Positive Youth Development (PYD), maka Pelaku didesain
agar para kader lebih berperan aktif dan mempunyai pengalaman,
penghayatan dan pemahaman mengenai ideologi tingkat lanjut mengenai
dasar ahlu sunnah wal jamaah, kemudian diperan aktifkan dengan dasar-dasar
dan prinsip PYD. Peserta juga diharapkan memiliki pemahaman historis
mengenai ke-NU-an dan ke-IPNU-an, beserta kebijakan-kebijakan strategis
sekaligus struktur dan sistem yang terdapat di dalam organisasi. Selain itu,
melalui Pelaku para peserta juga diarahkan agar memiliki kompetensi
8

operasional teknik yang mendukung kemampuannya sebagai kader IPNU


Page

IPPNU, antara lain memiliki kompetensi dibidang komunikasi dan


kerjasama, mendesain program kegiatan, mampu memahami dan menerapkan
dengan baik teknik diskusi dan persidangan, serta memiliki kapasitas dalam
mengelola konflik serta merumuskan solusi-solusi alternatif dalam
memecahkan masalah dalam lingkup kepemudaan.

I. Kisi-kisi Materi Pelatihan

Pengalaman Media
Materi Pokok Pembahasan Metode Pelatihan
Waktu Penilaian
Pembelajaran
 Memebuat
 Sejarah
Peta konsep
Perkembangan
tentang Active
Aswaja
sejarah learning,
Kertas
perkembanga Ceramah,
 Pokok-pokok Plano,
Ideologi n aswaja Tanya 120
ajaran LCD, 40-100
Aswaja Jawab, Menit
Ahlussunah Wal Selotip,
 Membuat diskusi,
Jama’ah Spidol
peta konsep Penugasan
(Aqidah,
tentang pokok individu
Tasawuf, Fiqih)
ajaran aswaja
annahdliyyah
 Menghafal
dan
memprakteka
n poin-poin
Mabadi’
 Mabadi’
Khoiro Group
Khoiroh
Ummah Discution
Ummah Kertas
 Mendiskusika ,jigsaw.
 Islam Nusantara Plano,
n tentang Ceramah, 90
Ke-NU-an  Nahdlatul LCD, 40-100
Konsep Islam Tanya Menit
Ulama Selotip,
Nusantara Jawab,
menjawab Spidol
 Memetakan Penugasan
permasalahan .
persoalan-
Masyarakat
persoalan
yang sering
menjadi
tantangan
9

warga NU
Page
Active
 Kebijakan
 Memahami Learning,
strategis IPNU
konsep teori Panel
IPPNU kedepan
kepemudaan Discution,
dengan
Positive
berdasarkan
Youth Tugas
pandangan
Devlopment tersruktur
positif dalam
Strategy  Backto & (output).
perkembangan
IPNU Backup Membuat
remaja dan Kertas
IPPNU pergerakan & gerakan
pelajar. Plano,
Positive Aksi positif sosial 120
 Gerakan LCD, 40-100
Youth IPNU IPPNU kepemuda Menit
keterpelajaran Selotip,
Devlopment dan santri an
dalam keaktifan Spidol
(PYD)  Pelajar Dibuktika
merespon
Basic mampu n dengan
gerakan
memahami laporan di
millennial
gejala sosial media
berlandaskan
dan mampu sosial dan
prinsip PYD
menyikapi tersusun
kolaborasi visi
perkembanga dalam
& misi IPNU
n zaman. laporan
IPPNU ilmiah
Ke-  Hubungan  Peserta Ceramah, Kertas 120 40-100
Bangsaan antara Agama diminta untuk Tanya Plano, Menit
dan dan Negara memahami Jawab, LCD,
deradikalisa  penanganan dan dan Diskusi, Selotip,
si pelajar pencegahan memprakteka Penugasan Spidol
radikalisme bagi n keputusan .
pelajar keputusan
Nahdlatul
Ulama
tentang
hubungan
antara Agama
dan Negara
 Peserta
diminta untuk
memahami
cara dalam
pencegahan
10

dan
penanganan
Page
radikalisme
yang ada
dikalangan
pelajar
 Memetakan
Stakeholder
dalam
 Pengertian
lingkup IPNU
Lobbying and Ceramah,
IPPNU dan Kertas
Networking Tanya
Lobbying NU Plano,
 Perawatan dan Jawab, 120
and  Memetakan LCD, 40-100
pemanfaatan Diskusi, Menit
Networking potensi dan Selotip,
Networkinng Penugasan
pemanfaatan Spidol
 Tata cara dan .
jaringan
Etika Lobbying
 Memprakteka
n teknik
Lobbying
 Peserta dapat
 Pengertian
memahami
Management
konsep
Organisasi
managemen
 Tata cara
 Peserta
pengelolaan
mampu
Organisasi
mengorganisi
 Tekhnik Ceramah,
r pelajar basic Kertas
pengorganisasia Tanya
PYD Plano,
Managemen n Jawab, 120
Organisasi   Peserta dapat Diskusi,
LCD,
Menit
40-100
Managemen Selotip,
memahami Penugasan
organisasi Spidol
dan .
berbasis literasi
mempraktekk
dan digitalisasi
an
serta
perkembanga
perkembangan
n organisasi
organisasi
melalui
melalui
system digital
ekonomi kreatif
dan literasi
Advokasi  Pengertian  Peserta Ceramah, Kertas 120
Advokasi memeahami Tanya Plano, Menit
 Fungsi dan Pengertian Jawab, LCD,
Manfaat Advokasi Diskusi, Selotip,
11

Advokasi bagi  Peserta dapat Penugasan Spidol


lingkup IPNU memahami .
Page
manfaat
IPPNU 40-100
Advokasi

J. JADWAL PELATIHAN

Hari Jam Kegiatan Penanggung Jawab


07.00- 07.30 Pendaftaran Peserta PELAKU Panitia
07.00- 09.00 Pembukaan Acara Panitia
09.00- 09.30 Kontrak Forum & Pembagian Kelompok Fasilitator
JUM’AT, 08 NOPEMBER 2019

Strategy IPNU IPPNU Positive Youth


09.30- 11.00 Development basic Asrori Ahmad

11.00- 12.30 ISHOMA


A Nur Ghufron, S.Pd
12.30- 14.30 Kebangsaan & Deradikalisasi Pelajaar (Ketua PAC GP. Ansor
Babat)
14.30- 16.30 Lobbying & Networking A Nur Abidin
16.30- 19.30 ISHOMA & Tradisi NU Fasilitator
Imam Fadli, S.Ip,
M.Si
19.30- 21.30 Advokasi
(Anggota DPRD Kab.
Lamongan 2019-2024)
21.30- 22.30 Diskusi Fasilitator
22.30- 04.00 Berlayar Ke Pulau Kapuk All

04.00- 04.30 Sholat Subuh All


04.30- 05.30 Senam All
05.30- 07.00 Sarapan & Bersih diri All
07.00- 09.00 Management Organisasi M. Iqbal
12

Hamdani,
S.Pd.
Page
09.00- 09.30 Ice Breaking All
Agus Khotib Affandi
09.30- 11.30 Ideologi Aswaja
(Pengasuh PP Nurus Siroj)
11.30- 12.00 Ice Breaking Fasilitator
KH. Miftahul Falah
12.00- 14.00 Ke NU an
(Ketua PC RMI Babat)
SABTU, 09 NOPEMBER 2019

14.00- 15.00 Penutupan All

K. PENUTUP
Dari latar belakang yang mempengaruhi konsep pelatihan diharapkan dengan
diadakanya pelatihan ini dapat bermanfaat bagi pelajar di kecamatan Babat
Kabupaten Lamongan. Khususnya di lingkup Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’
(IPNU) dan ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (IPPNU), sehingga para kader
mampu berperan aktif sesuai dengan prinsip dasar PYD (Positive Youth
Development).

13 Page