Anda di halaman 1dari 6

TUGAS

PENGANTAR KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN


Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kewirausahaan

DISUSUN OLEH :

Nurfadilah (130317469)

Dosen Pengampu :

Ns Angga SR, M.Kep.Sp.Kep.Kom .

Ns Suhanda Saputra, s.kep, M.Kep

PROGRAM STUDI NERS AKADEMIK


INSTITUT MEDIKA Drg. SUHERMAN
Jalan Raya Pasir Gombong, Jababeka Cikarang – Bekasi
Telp. (021) 8904160 (Hunting) Fax. (021) 8904159
E-mail: info@imds.ac.id Website: www.imd.ac.id
Tahun 2020
A. Pengertian Wirausaha
Wirausaha adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan
menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya-sumber daya
yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat  dan  mengambil keuntungan
dalam rangka meraih sukses.
Berikut adalah pengertian Wirausaha menurut beberapa ahli :
1. Menurut Arif F. Hadipranata, wirausaha adalah sosok pengambil risiko yang
diperlukan untuk mengatur dan mengelola bisnis serta menerima keuntungan
financial ataupun non uang.
2. Kathleen mengemukakan bahwa wirausaha adalah orang yang mengatur,
menjalankan, dan menanggung risiko bagi pekerjaan-pekerjaan yang
dilakukannya dalam dunia usaha.

B. Pengertian Kewirausahaan
Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kemampuan kreatif dan inovatif
yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses.
Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemauan seseorang
dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya cara kerja,
teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi/daya guna, dalam
rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan keuntungan yang lebih besar
(Menurut Inpres No. 4 Tahun1995 tentang GNMMK).
Berikut Pengertian dan definisi kewirausahaan menurut Beberapa Para Ahli :
1. Peter F Drucker
Kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan
berbeda (ability to create the new and different) .
2. Thomas W Zimmerer
Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan
permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap
hari.
3. Andrew J Dubrin
Seseorang yang mendirikan dan menjalankan sebuah usaha yang inovatif
(Entrepreneurship is a person who founds and operates an innovative business).
Adapun pengertian kewirausahaan secara umum adalah proses menciptakan
sesuatu yang berbeda mengabadikan seluruh waktu dan tenaganya disertai dengan
menanggung resiko keuangan, kejiwaan, sosial dan menerima balas jasa dalam bentuk
uang dan kepuasan pribadinya.

C. BATASAN-BATASAN KEWIRAUSAHAN
1. Kewirausahaan yaitu kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan
(peluang) bisnis serta kemampuan mengoptimalkan sumber daya dan mengambil
tindakan serta bermotivasi tinggi dalam mengambil resiko dalam rangka
mengsukseskan bisnisnya.
2. Kewirausahaan adalah suatu kempuan dalam menciptakan nilai tambahan dipasar
melalui proses pengelolaan sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda
melalui:
a. Pengembangan teknologi baru
b. Perumusan pengetahuan ilmiah baru
c. Perbaikan produk barang dan jasa yang ada
d. Penemuan dan cara cara baru untuk menghasilkan barang lebih banyak dengan
sumber daya yang lebih efisien.

D. FAKTOR PELUANG DALAM KEWIRAUSAHAAN


1. Peluang untuk menentukan nasib anda sendiri
Tidak dapat dipungkiri ketika seseorang berwirausaha maka ia cenderung
berusaha lebih keras. Hal ini karena apa yang akan ia nikmati tergantung dari apa
yang dihasilkan oleh usahanya. Sehingga wajar jika dikatakan wirausaha adalah
peluang untuk menentukan nasib kita sendiri.
2. Peluang untuk Melakukan Perubahan
Kelebihan wirausaha lainnya adalah kita bisa menciptakan peluang sebesar-
besarnya untuk merubah nasib kita. Hal ini disebabkan hasil dari kegiatan usaha
yang kita lakukan adalah mutlak untuk kita sehingga besaran hasil yang didapat
juga bisa digunakan untuk memperbesar usaha.
3. Peluang untuk Mencapai Potensi Sepenuhnya
Saat berusaha sendiri maka kita juga berkesempatan bereksplorasi habis-habisan.
Namun yang perlu diingat dalam bereksplorasi adalah tetap memperhatikan
keterukurannya. Hal itu perlu menjadi perhatian agar dalam prakteknya kita tidak
sibuk mencoba sistem sehingga mengabaikan efektivitas dari setiap sistem yang
digunakan. Karena sistem yang kita terapkan tentunya butuh waktu untuk bisa
berperforma maksimal.
4. Peluang untuk Meraih Keuntungan Menakjubkan
Bagaimana tidak, ketika peluang 1, 2 dan 3 itu bisa kita maksimalkan maka
keuntungan yang menakjubkan bukanlah sesuatu yang mustahil.
5. Peluang untuk Berperan Dalam Masyarakat dan Mendapatkan Pengakuan atas
Usaha Anda
Berwirausaha adalah jalan halal tercepat yang tersedia untuk bisa berbuat lebih
untuk orang-orang, masyarakat dan lingkungan yang kita cintai. Kesuksesan
berwirausaha akan mengantarkan kita pada kemampuan berperan dalam
masyarakat. Dan peran kita dalam kehidupan bermasyarakat itulah yang nantinya
akan melahirkan pengakuan atas apa yang kita lakukan.

E. FAKTOR HAMBATAN DALAM KEWIRAUSAHAAN


1. Tidak kompeten dalam hal manajerial
Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan untuk
mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan
kurang berhasil.
2. Kurang berpengalaman
Baik dalam kemampuan teknik, memvisualisasikan usaha, mengkoordinasikan,
mengelola sumber daya manusia meupun mengintegrasikan operasi perusahaan.
3. Kurang dapat mengendalikan keuangan
Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik, faktor yang paling utama dalam
keuangan adalah memelihara aliran kas, mengatur pengeluaran dan pemasukan
secara cermat. Kekeliruan dalam pemeliharaan aliran kas akan menghambat
operasional perusahaan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.
4. Gagal dalam perencanaan
Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam
perencanaan, maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
5. Lokasi yang kurang memadai
Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan
usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar
beroperasi karena kurang efisien.
6. Kurangnya pengawasan peralatan
Pengawaan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas. Kurangnya
pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan peralatan (fasilitas) perusahaan
secara tidak efisien dan tidak efektif.
7. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha
Sikap yang setangah-setangah dalam usaha akan mengakibatkan usaha yang
dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setangah hati, keungkinan
terjadinya gagal mennjadi lebih besar.
8. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan
Wirausahawan yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan tidak
akan menjadi wirausahawan yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha
hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat
peralihan setiap waktu.
Reperensi
http://www.academia.edu/download/49866915/305263585-Proses-Kewirausahaan_1.docx
http://www.academia.edu/download/36234256/BAB_I.docx
http://repository.ut.ac.id/3864/1/ADBI4440-M1.pdf
Sumber Pustaka: Suryana. 2013. KEWIRAUSAHAAN Kiat dan Proses Menuju Sukses.
Jakarta: Penerbit Salemba Empa