Anda di halaman 1dari 24

Pengertian BUMS

BUMS (Badan Usaha Milik Swasta) merupakan suatu badan usaha yang semua
permodalannya berasal dari pihak swasta, badan usaha milik swasta ini bisa dipunyai oleh
seorang atau beberapa orang dalam bentuk kerja sama penanaman modal. Badan usaha
swasta dibedakan atas badan usaha swasta dalam negeri dan badan usaha swasta asing. Badan
usaha swasta dalam negeri yaitu suatu badan usaha yang modalnya dipunyai oleh masyarakat
dalam negeri. Sedangkan pada badan usaha swasta asing yaitu suatu badan usaha yang
modalnya dipunyai oleh masyarakat luar negeri.

Fungsi Dan Peranan BUMS

Fungsi BUMS

 Untuk rekan kerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat


 Untuk rekan dalam pengelolaan sumber daya
 Merupakan dinamisator dalam sebuah perekonomian masyarakat
 Untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat

Peranan (BUMS)

 Untuk Mitra BUMN
 Untuk Penambah produksi nasional
 Untuk membuka kesempatan kerja
 Untuk penambah kas negara dan pemacu pada pendapatan nasional
 Untuk membantu pemerintah dalam pengelolaan dan mengusahakan suatu kegiatan
ekonomi yang tidak ditangani oleh pemerintah.
 Untuk membantu pemerintah dalam usaha dalam pemerataan pendapatan.

Ciri Ciri BUMS

Badan Usaha Milik Swasta mempunyai ciri-ciri atau karekteristik. Ciri-Ciri Badan Usaha
Milik Swasta (BUMS) Secara Umum yaitu sebagai berikut :

1. Badan usaha yang modalnya sepenuhnya berasal dari pihak swasta


2. Pengawasan yang dijalankan secara hirarki dan fungsional oleh sih pemegang
perusahaan
3. Untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya
4. Dalam pembagian laba berdasarkan pada pemilik saham atau modal terbanyak
5. Sebuah Badan usaha yang mempunyai badan hukum
6. Dijalankan dan dimodali oleh perorangan, banyak orang atau berkelompok.
7. Para anggota mempunyai hak suara sesuai dengan jumlah modal/saham
8. Bisa menjual saham melalui bursa efek
9. Modalnya bisa diperoleh dari lembaga keuangan, baik itu bank maupun non bank.

Ciri – ciri Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) berdasarkan Kepemilikan, yaitu:
Usaha Badan Swasta Perseorangan

 Pemilik dari badan usaha adalah perseorangan


 Pemilik merupakan pemegang tertinggi kekuasaan yang mengatur segala usahanya
 Jalannya badan usaha bergantung dari kebijakan perseorangan
 Seluruh tanggung jawab kewajiban dan resiko adalah pemilik secara perseorangan

Usaha Badan Swasta Persekutuan

 Pemilik badan usaha persekutuan dua atau lebih


 Kewenangan badan usaha ditetapkan pada perjanjian persekutuan
 Kemajuan dan Kemunduran badan usaha bergantung pada pengurusan sekutu
 Segala kegiatan badan usaha dijalankan dan diarahkan untuk mencapai keuntungan
bersama

Ciri – ciri Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) berdasarkan Fungsinya, yaitu:

1. Badan usaha yang memiliki tujuan dalam memperoleh keuntungan dan membagikan
keuntungan tersebut
2. Sebagai lembaga ekonomi yang berperan dalam pemenuhan barang dan jasa yang
merupakan pelayanan kepada masyarakat
3. Sebagai dinamisator dalam kehidupan perekonomian indonesia
4. Sebagai pengelola dan sumber daya alam dan manusia
5. Rekan kerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Ciri – ciri Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) berdasarkan Permodalannya, yaitu:

1. Keseluruhan modal dimiliki oleh pihak swasta atau pengusaha


2. Pinjaman diperoleh dari lembaga keuangan baik bank maupun non bank
3. Penerbitan dan penjualan saham melalui bursa efek
4. Sebagian laba dibagi kepada pemegang saham, dan sisanya ditahan
5. Memiliki cadangan dalam pengembangan usaha
6. Dapat menerbitkan obligasi dalam jangka waktu yang panjang

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUMS

Kebaikan dan Kelemahan BUMS (Badan Usaha Milik Swasta)

1. Kebaikan/Kelebihan BUMS (Badan Usaha Milik Swasta)


2. Cepat dalam pengambilan keputusan karena pemilik modal juga kadang kala menjadi
pengelola
3. Sebagai penyumbang pajak pada kas pemerintah
4. Memberi kontribusi dalam menaikkan Produk Domestik Bruto (PDB)
5. Sebagai penyedia barang dan jasa
6. Cepat dalam mendapatkan modal karena dalam pengelola umumnya juga pemilik
7. Banyak menampung tenaga kerja
8. Terlalu mementingkan laba sehingga sering kali tidak memperhatikan lingkungan
9. Sering mengalami kesulitan dalam mendapat pinjaman
10. Sering terjadinya silang pendapat antara manajemen perusahaan dengan para serikat
buruh
11. Menimbulkan persaingan tidak sehat
12. Mengalirnya devisa ke luar negeri

CONTOH BUMS DI INDONESIA

Di Indonesia sendiri ada banyak badan usaha yang dimiliki oleh swasta yang menjalankan
fungsi dan peranannya di indonesia baik itu badan usaha dalam negeri maupun badan usaha
luar asing. Contoh Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) yang ada di Indonesia adalah sebagai
berikut, yaitu:

1. PT Pupuk Kaltim
2. PT Union Metal
3. PT Djarum
4. PT Holcim
5. PT Karakatau Steel
6. PT XL Axiata Tbk
7. PT Aneka Elektrindo Nusantara
8. PT Fasfood Indonesia
9. PT Astra Internasional
10. PT Ghobel Dharma Nusantara
11. PT Freeport Indonesia
12. PT Exxon Company

Jenis Jenis BUMS

Jenis perusahaan swasta ada 3 (tiga), yaitu:

1. Perusahaan Swasta Nasional

Sebuah perusahaan yang modal usahanya berasal dari pihak masyarakat lokal dari dalam
negeri misalnya swasta nasional contoh perusahaan swasta nasional adalah PT. Djarum, PT.
Indofoot Sukses Makmur, PT. Agung Podomoro Group.

2. Perusahaan Swasta Asing

Sebuah perusahaan yang modal usahanya yang modal usahanya berasal dari pihak
masyarakat luar negeri misalnya dari Jepang menanamkan modal serta implementasi
perusahaannya di Indonesia contoh perusahaan swasta asing adalah PT. CHEVRON, PT.
MITSUBHISI, PT. ASTRA, dll.

3. Perusahaan Swasta Campuran


Sebuah bentuk koorporasi perusahaan yang modal usahanya didapatkan dari kerjasama antar
pengusaha nasional ( dalam negeri ) dan pengusaha dari luar negeri. Contoh perusahaan
campuran multinasional adalah PT. AL AXIATA Group.

Bentuk Bentuk BUMS

1. Perusahaan Perseorangan

Dalam arti perusahaan perseoranganyaitu suatu badan usaha yang modal dan tanggung
jawabnya dipegang oleh satu orang secara pribadi yang merupakan sih pemilik perusahaan.

Kelebihan atau Kebaikan Perusahaan Perseorangan

 gampang dirikan
 Organisasi yang sederhana dan mudah karena kegiatan relatif terbatas dan perusahaan
relatif kecil
 Pemilik mempunyai kebebasan yang seluas-luasnya
 Keuntungan berada pada satu orang yakni si pemilik perusahaan
 Mempunyai Pajak yang rendah
 Kerahasiaan pada perusahaan lebih terjamin
 Dalam Pengambilan keputusan yang cepat, tanpa menunggu persetujuan orang lain

Kelemahan atau Kekurangan Perusahaan Perseorangan

 Mempunyai modal yang terbatas


 Segala tanggung jawab dan resiko badan usaha perseorangan ditanggung sendiri oleh
sih pemilik perusahaan
 Kerugian ditanggung sendiri oleh sih pemilik perusahaan
 Kualitas dalam manajerial dan pekerja terbatas

2. Firma (fa)

Firma merupakan suatu persekutuan dua orang atau lebih dalam mendirikan dan menjalankan
perusahaan dengan satu nama dan membagi suatu keuntungan dari hasil yang didapatkannya.
Setiap sekutu atau anggota mempunyai tanggung jawab yang sama pada perusahaan.

Kelebihan atau Kebaikan Usaha Persekutuan Firma (Fa)

 Mempunyai modal dengan jumlah yang besar


 Kemampuan dalam Manajemen nya lebih besar
 Dalam pendirian relatif mudah
 Status badan usaha yang jelas karena dalam kepemilikan akta dari notaris dan
terdaftar di pengadilan negeri
 Dalam Tanggung Jawab dilakukan secara bersama-sama
 Pengambilan sebuah kredit lebih besar dan mudah karena dipercaya oleh suatu
lembaga keuangan (bank)
 Pengelolaan perusahaan bisa dibagi-bagi sesuai dengan kehalian masing-masing dari
sekutu atau anggota.

Kelemahan atau Kekurangan Badan Usaha Persekutuan Firma (fa)

 Dalam pengambilan keputusan atau suatu kebijakan kurang cepat karena menunggu
musyawarah
 Perusahaan dikatakan bubar bila terdapat anggota yang mengundurkan diri atau
meninggal dunia
 Bila salah satu anggota membuat kerugian, maka anggota lain ikut menanggungnya.

3. Persekutuan Komanditer (CV)

Persekutuan Komanditer merupakan suatu persekutuan dua atau lebih orang yang beberapa
sekutu atau anggota hanya menyerahkan modal dan sekutu yang lain menjalankan
perusahaan. Dalam persekutuan komanditer ini dikenal dengan dua sekutu yakni : sekutu
aktif/ sekutu komplementer dan sekutu pasig/sekutu komanditer. Sekutu aktif yaitu sekutuh
yang mempunyai hak dalam menjalankan dan memimpin perusahaan, sedangkan pada sekutu
pasif yaitu sekutu yang hanya menyerahkan modal

Kelebihan atau Kebaikan Persekutuan Komanditer (CV)

 Mudah dalam proses pendirian


 Kebutuhan dalam modal lebih terjamin dan terpenuhi
 Cenderung lebih gampang mendapatkan kredit
 Sebagai tempat untuk menanamkan suatu modal karena sekutu diam mudah
menginvestasikan dan mencairkan kembali modalnya
 Kemampuan dalam manajemen lebih besar
 Pimpinan perusahaan bisa terdiri dari satu orang atau lebih
 Kekayaan pribadi terpisah dengan kekayaan perusahaan
 Dalam pembagian keuntungan dan kerugian berdasarkan pada besarnya modal yang
ditanam

Kelemahan atau Kekurangan Persekutuan Komanditer (CV)

 Kelangsungan dalam hidup tidak menentu, karena banyak bergantung kepada sekutu
aktif yang bertindak sebagai pemimpin persekutuan dan perusahaan
 Bisa terjadi selisih paham antar pemilik

4. Perseroan Terbatas (PT)

Perseroan terbatas merupakan suatu badan usaha yang didirikan oleh beberapa orang,
berbadan hukum, dan modalnya terdiri atas saham-saham. PT mempunyai kemampuan
mendapatkan modal dalam jumlah besar melalui penerbitan saham.

Kelebihan atau Kebaikan Perseroan Terbatas (PT)

 Mudahnya dalam pengalihan kepemilikan


 Kebutuhan terhadap sebuah pengembangan modal terjamin dan terpenuhi
 Kelangsungan sebuah perusahaan lebih terjamin
 Mudah dalam memindahkan hak milik dengan menjual saham kepada orang lain

Kelemahan atau Kekurangan Perseroan Terbatas (PT)

 Biaya pembentukan yang relatif tinggi


 Dalam pembayaran pajak besar
 Sulit menjaga sebuah rahasia perusahaan
 Dalam proses pendirian perusahaan yang panjang.

Pengertian Waralaba

Waralaba atau disebut juga Franchise adalah suatu hak khusus yang dimiliki oleh individu
(perseorangan) atau badan usaha terhadap sistem bisnis, dalam usaha memasarkan barang
atau jasa yang telah berhasil dan terbukti serta dapat dimanfaatkan atau digunakan oleh pihak
lain melalui perjanjian waralaba.

Beberapa ahli menjelaskan pengertian Waralaba (Franchise), yaitu sebagai berikut:

Menurut David J. Queen

Franchise adalah suatu metode perluasan pemasaran dan bisnis. Pemegang franchise yang
membeli suatu bisnis menarik manfaat dari kesadaran pelanggan akan nama dagang, sistem
yang telah teruji dan pelayanan lain yang disediakan oleh pemilik franchise.

Menurut Charles L.Vauhn

Franshise merupakan bentuk kegiatan pemasaran dan distribusi yang didalamnya terdapat
sebuah perusahaan yang memberikan hak/privillage untuk menjelaskan bisnis secara tertentu
dalam waktu dan tempat tertentu kepada individu atau perusahaan yang relatif lebih kecil.

Menurut Winarto

Franchise yaitu hubungan kemitraan yang usahanya kuat dan sukses dengan usahawan yang
relatif baru dalam usaha yang tergolong baru dalam usaha tersebut, yang bertujuan untuk
saling menguntungkan di dalam bidang penyediaan jasa dan produk kepada konsumen.
Keuntungan dan Kekurangan

Sebuah usaha atau bisnis tentu memiliki beberapa keuntungan maupun  kekurangan, beikut
beberapa keuntungan dan kekurangan dari waralaba (Franchise):

Baca Juga :  Pengertian Preferensi Konsumen

Keuntungan:

1. Manajemen Bisnis Telah Terbangun

Waralaba memberikan keuntungan untuk berbisnis dibawah bendera bisnis lain yang sudah
memiliki reputasi yang bagus.

Penamaan dan manajemen bisnis waralaba telah dilakukan uji coba sehingga siap untuk di
implementasikan pada lokasi yang baru.

2. Sudah Dikenal Masyarakat

Karena bisnis waralaba yang sebelumnya sudah dikenal masyarakat maka pemasaran bisnis
waralaba ini cenderung lebih mudah.

Artinya untuk membangun reputasi bisnis lebih sedikit memakan biaya dan tenaga dibanding
membangun bisnis baru.
3. Kerjasama Bisnis Telah Terbangun

Bagi pembeli bisnis waralaba akan mendapat keuntungan berupa kerjasama yang telah
terbangun sebelumnya oleh pemilik waralaba. Misalnya, kerjasama dengan pemasok bahan
baku, pihak pemasaran maupun periklanan.

4. Manajemen Finansial yang Lebih Mudah

Sistem finansial telah ditetapkan oleh pemilik utama waralaba, sehingga pembeli bisnis
waralaba tidak perlu repot-repot untuk memikirkan manajemen finansial.

5. Dukungan dan Keamanan Lebih Kuat

Pemilik waralaba akan memberikan pelatihan seperti manajemen finansial, pemasaran,


periklanan dan lain-lain. Hal tersebut sudah termasuk di dalam paket pembelian waralaba.

Keurangan :

1. Terikat dengan Supplier

Mencari supplier yang murah tentunya berguna untuk mengurangi modal yang dikeluarnkan.
Tetapi dengan sistem waralaba ini kita tidak bisa memilih supplier secara bebas karena sudah
ditentukan oleh pemilik waralaba.

2. Kurang Kendali

Karena semua sistem telah ditentukan oleh pemilik waralaba, maka pembeli waralaba tidak
memiliki cukup kendali atas bisnisnya. Sehingga tidak bisa berkreatifitas atas ide-ide untuk
pengembangan bisnisnya.

3. Pemotongan Keuntungan

Pembeli waralaba harus membayar royalti dari sejumlah keuntungan yang didapat. Apabila
keuntungan yang didapatkan sedikit, maka keuntungan tersebut akan dipotong untuk
menutupi biaya ini.

4. Biaya Waralaba

Pemilik waralaba biasanya akan megajukan biaya awal untuk membeli perjanjian waralaba.
Kemudian biaya lanjutan untuk pelatihan dan dukungan bagi para pembeli waralaba.

Baca Juga :  Piramida Kebutuhan Manusia (Piramida Maslow)

5. Ketergantungan pada Reputasi Waralaba Lain

Ini merupakan salah satu kekurangan terbesar dari bisnis waralaba yaitu tergantungnya
reputasi waralaba terhadap waralaba yang lain.
Artinya, apabila waralaba yang lain melakukan kesalahan yang berakibat pada rusaknya
reputasi, maka akan berdampak pula terhadap waralaba yang kita kelola.

Contoh-contoh Waralaba (Franchise)

Di indonesia sendiri terdapat beberapa usaha Waralaba yang terbukti sudah mengembangkan
usahanya hinga memiliki beberapa cabang yang tersebar. Berikut ini beberapa contoh
waralaba (Franchise) yang asli dari Indonesia:

1. Jco Donuts
2. Californoa Fried Chicken (CFC)
3. Alfamart
4. Indomart
5. Kebab Baba Rafi
6. Bumbu Desa
7. Ayam Bakar Mas Mono
8. Ayam Bakar Wong Solo
9. Es Batok 212
10. Es Teler 77

Koperasi menurut UU Nomor 17 Tahun 2012 ialah suatu badan hukum yang didirikan oleh orang
perseorangan atau badan hukum, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal
untuk menjalankan usaha, memenuhi aspirasi da kebutuhan bersama dibidang ekonomi, sosial, dan
budaya sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi.

Pengertian BUMN

Istilah BUMN atau kependekan dari Badan Usaha Milik Negara memiliki pengertian sebagai
suatu badan usaha, dimana modalnya dimiliki oleh pemerintah yang berasal dari kekayaan
Negara. Hal ini sesuai dengan UU no. 19 tahun 2003.

Dalam sistem perekonomian, peranan BUMN sebagai pelaku ekonomi berlaku secara
nasional. Tujuan didirikanya BUMN adalah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,
serta memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai sector yang ada. Beberapa sector seperti
pertanian, perikanan, transportasi, telekomunikasi, perdagangan, listrik, keuangan hingga
konstruksi.

2. Pengaturan Pengaturan BUMN di Indonesia terdapat dalam UU No. 9 Tahun 1969 tentang Bentuk-
bentuk Usaha Negara. Pengaturan lebih lanjut terdapat dalam Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 12 Tahun 1998. Di dalam undang-undang tersebut ditentukan tiga bentuk usaha
negara yaitu : a. Perusahaan Jawatan (Perjan); b. Perusahaan Umum (Perum); dan c. Perusahaan
Perseroan (Perseroan). Di luar undang-undang tersebut masih terdapat bentuk-bentuk usaha negara
lainnya yang sifatnya khusus, seperti Pertamina yang diatur dalam undang-undang tersendiri. Dan
terdapat juga Perusahaan Daerah (PD) yang diatur dalam UU No. 5 Tahun 1962.
3. Pendirian Pendirian sebuah BUMN berbeda dengan pendirian usaha swasta. Di sini peranan
pemerintah cukup besar dalam penetapan anggaran dasar perusahaan, tujuan, status
keuangan, metode operasi, manajemen dan sebagainya yang disertai dengan tindakan
legislatif ataupun eksekutif untuk menyediakan dana sebagai modal perusahaan. Kecuali
untuk perjan, BUMN juga harus didaftarkan sesuai dengan ketentuan wajib daftar
perusahaan dan menaati ketentuan perizinanv

a. Perusahaan Perseroan (Persero)


Perusahaan Perseroan adalah perusahaan yang modalnya berbentuk
saham dan sebagian dari modal tersebut milik negara. Perusahaan ini
didirikan dengan tujuan mencari laba (profit motive). Status perusahaan
merupakan badan hukum dan diberikan kebebasan bergerak untuk
bekerja sama dengan pihak swasta. Hampir semua perusahaan milik
negara saat ini berbentuk perseroan. Contoh perusahaan negara yang
berbentuk perseroan antara lain PT. Pos Indonesia, PT. PLN, PT.
Telkom, GIA (Garuda Indonesia Airways), PT. Bank Negara Indonesia,
PT. Pelni, PT. Aneka Tambang, PT. KAI, dan lain sebagainya.

b. Perusahaan Umum (Perum)


Perusahaan umum adalah perusahaan negara yang bertugas melayani
kepentingan masyarakat luas dalam bidang produksi, distribusi, dan
konsumsi. Contoh perusahaan umum antara lain: Perum Pegadaian,
Perum Perumahan Umum Nasional (Perumnas), dan Perum Dinas
Angkutan Motor Republik Indonesia (Damri).

by Ekonomi March 2, 2017 0 comment

Sesuai dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 17 tahun 1967, perusahaan negara
digolongkan dalam tiga bentuk usaha negara, yaitu sebagai berikut.

a.   Perusahaan Jawatan (Perjan) atau Departemen Agency

Perjan adalah perusahaan negara yang modalnya setiap tahun ditetapkan dalam APBN, bagi
departemen yang bersangkutan.

Ciri-ciri Perjan antara lain:

 pengabdian/pelayanan kepada  masyarakat (public service),


 sebagai bagian dari departemen/dirjen/direktorat/pemerintah daerah,
 dipimpin oleh seorang kepala,
 memperoleh fasilitas negara,
 pegawainya pegawai negeri,
 pengawasan dilakukan baik secara hirarki maupun secara fungsional seperti bagian-bagian
dari suatu departemen/ pemerintah daerah.

b . Perusahaan Umum (Perum) atau Public Corporation


Perum adalah perusahaan negara yang modal seluruhnya milik negara (berasal dari kekayaan negara
yang dipisahkan). Contoh: Perum Husada Bakti, Perum Pegadaian, Perum Pelayaran, dan sebagainya.

Ciri-ciri Perum antara lain:

 melayani kepentingan umum,


 umumnya bergerak dibidang jasa vital (public utility),
 dibenarkan memupuk keuntungan,
 berstatus badan hukum,
 mempunyai nama dan kekayaan sendiri serta kebebasan bergerak seperti perusahaan
swasta,
 hubungan hukumnya diatur secara hubungan hukum perdata,
 modal seluruhnya dimiliki oleh negara dan kekayaan negara yang dipisahkan,
 dipimpin oleh seorang direksi,
 pegawainya adalah pegawai perusahaan negara,
 aporan tahunan perusahaan, disampaikan kepada pemerintah.

c.   Perusahaan Perseroan (Persero) atau Public State Company

Persero adalah perusahaan negara yang modalnya terdiri dari saham-saham yang dimiliki oleh
pemerintah (seluruh atau sebagian besar), yang bergerak di bidang produksi dengan tujuan mencari
laba. Contoh: PT Telkom, PT Pos Indonesia, PT Semen Gresik, PT BRI, dan PT Bank Mandiri.

Ciri-ciri Persero antara lain:

 memupuk keuntungan (profitability),


 sebagai badan hukum perdata (yang berbentuk PT),
 hubungan usahanya diatur menurut hukum perdata,
 modal seluruhnya atau sebagian merupakan kekayaan negara yang dipisahkan
(dimungkinkan joint dengan swasta nasional/asing),
 tidak memiliki fasilitas-fasilitas negara,
 dipimpin oleh seorang direksi,
 status pegawainya sebagai pegawai perusahaan swasta,
 peranan pemerintah sebagai pemegang saham.
1. Legalitas Usaha

a. Pengertian Legalitas Usaha


Izin juga bisa didefinisikan sebagai bentuk persetujuan atau pemberian izin dari pihak berwenang
atas penyelenggaraan suatu kegiatan usaha oleh seseorang penngusaha atau suatu perusahaan.bagi
pemerintah pengertian usaha dagang adalah suatu alat atau sarana untuk membina, mengarahkan,
mengawasi dan menertibkan izin-izin usaha perdagangan. Agar kegiatan usaha lancar, maka
setiap pengusaha wajib untuk mengurus dan memiliki izin usaha dari instansi pemerintah yang
sesuai dengan bidangnya.1
1Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor:46/-DAG/PER/9 .Tentang penerbitan Izin Usaha( Jakarta,
b. Jenis-jenis legalitas Usaha

1) SIUP ( Surat Izin Usaha Perdagangan )

SIUP adalah surat izin yang diberikan oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk kepada penguaha
untuk melaksanakan kegiatan usaha dibidang perdagngangan dan jasa. SIUP diberikan kepada
para pengusaha baik perorangan, CV,PT, koperasi dan sebagainya. 2
Kewajiban pemilik atau pemegang SIUP antara lain :

1) Melapor kepada kepala kantor wilayahdepartemen perdagangan atau kepla kantor departemen
perdagnagan yang menertibkan SIUP apabila perusahaan tidak melakukan kegiatan perdangan
atau menutup perusahaan disertai dengan pengembalian SIUP.

2) Melapor kepada kepala kantor wilayah departemen perdagangn setempat mengenai hal
berikut :

a. Pembukaan cabang atau perwakilan perusahaan

b. Penghentian kegiatan penutupan cabangSIUP berlaku selama perusahaan masih menjalankan


kegiatan usaha perdagangan/ jasa sejak tanggal dikelurkan.

2) Surat Izin Tempat Usaha (SITU)


Surat Ijin Tempat Usaha adalah surat untuk memperoleh ijin sebuah usahadi sebuah lokasi usaha
dengan maksud agar tidak menimbulkan gangguan ataukerugian kepada pihak-pihak tertentu.
Surat ini juga mempunyai dasar hukumnyayaitu berdasarkan peraturan daerah dari domisili
perusahaan yang bersangkutan.Dasar hukum kepemilikan SITU diatur dalam peraturan daerah di
tiap pemerintahdaerah.3
3Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor:46/-DAG/PER/9 .Tentang penerbitan Izin Usaha( Jakarta, 2009)
3) Barcode

Barcode adalah susunan garis cetak vertikal hitam putih dengan lebar berbeda untuk menyimpan
data-data spesifik seperti kode produksi, nomor identitas. Sehingga sistem komputer dapat 24
mengidentifikasi dengan mudah, informasi yang dikodekan dalam barkode. Barcode ini sering
digunakan ditoko-toko, swalayan ataupun supermarketuntuk membantu dalam melacak barang
yang dibeli serta memunculkan harga dan data sebelumnya yang sudah di program melaui entri
data (database).
Kegunaan dan Keuntungan Barcode.
- Berdasarkan kegunaanya terdapat 5 kategori kegunaan barcode:

a) Barcode untuk keperluan retail, salah satu contohnya UPC (Universal Price Codes), biasanya
digunakan untuk keperluan prodk yang dijual disupermarket.

b) Barcode untuk packaging biasanya digunakan untuk pengiriman barang.

c) Barcode untuk keperluan penertiban, sering digunkan pada penertiban suatu produk, misalkan
barcode yang menunjukan International Standard Serial Number ( ISSN ) 4 suatu buku.Barcode
untuk keperluan farmasi, digunkan untuk identifikasi suatu produk obat-obatan.

- Keuntungan penggunaan barcode

a) Proses input data lebih cepat, karena berdasarkan scanner dapat membaca / merekam data lebih
cepat dibandingkan dengan melakukan proses input data secara manual.

4Daftar singkatan,kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ) Lampiran IV 25


b) Proses input data lebih tepat, karena teknologi barcodode mempunyai ketepatan yang
tinggi dalam pencarian data.

c) Mengurangi biaya, karena dapat menghindari kerugian dari kesalahan pencatatan data
dan mengurangi pekerjaan yang dilakukan secara manual dan berulang-ulang.

d) Memiliki nilai tawar yang tinggi / prestise serta kemampuan bersaing dengan saingan/
kompetitor akan lebih terjaga.

4) Merek

Menurut Pasal 1 UU No. 15 Merek adalah tanda berupa gambar , susunan warna, nama, kata
huruf-huruf, angka-angaka, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya
pembeda, dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. 5Contoh merek dagang
adala mie sedap,kecap, minyak goreng yang diproduksi oleh PT. Wingsfood Indonesia.
5Undang-undang Republik Indonesia, Nomor-Nomor 26 Tahun 2001 tentang Merk
1. Syarat dan Tata cara Permohonan

a. Permohonan diajukan tertulis dalam bahasa indonesia untuk merk bahasa asing atau
didalamnya terdapat huruf selain huruf latin waji disertai terjemahanya dalam bahasa indonesia

b. Permohonan ditandatangani mohon atau kuasanya dengan dilampiri bukti pembayaran biaya.
26
c. Permohonan untuk dua kelas, barang atau lebih dan jasa dapat diajukan dalam satu
permohonan yang diatur dengan peraturan pemerintah.

5) BPOM

Badan pengawas obat dan makan ( BPOM) adalah sebuah lembaga di Indonesia yang bertugas
mengawasi peredaran obat-obatan dan makan di Indonesia. Sistem pengawasan obat dan
makanan ( Sis POM ) yang efektif dan efesien yang mampu mendeteksi, mencegah dan
mengawasi produk-produk dnegan tujuan untuk melindungi keamanan, keselamatan dan
kesehatan konsumenya baik didalam maupun diluar negeri. Untuk itu telah dibentuk badan POM
yang memiliki jaringan nasional dan internasional serta kewenagan penegakan hukum dan
memiliki kredibilitas profesional yang tinggi. Menurut peraturan kepala badan pengawas obat dan
makanan RI nomor HK.00.05.1.23.3516 tentang edar produk obat, obat tradisional, kosmetik,
suplemen dan makanan.

a. Pengertian Wajib Daftar Perusahaan


Daftar Perusahaan adalah daftar catatan resmi yang diadakan menurut aturan atau
berdasarkan ketentuan undang-undang ini dan atau peraturan pelaksanaannya, dan memuat
hal-hal yang wajib didaftarkan oleh setiap perusahaan serta disahkan oleh pejabat yang
berwenang dari kantor pendaftaran perusahaan. Daftar catatan resmi ini terdiri dari formulir-
formulir yang memuat catatan lengkap mengenai hal-hal yang wajib didaftarkan oleh setiap
perusahaan.

b. Pengaturan Wajib Daftar Perusahaan


Menurut H M N. Purwosutjipto, SH, dalam bukunya ”Pengertian Pokok Hukum Dagang
Indonesia”, selama ini Indonesia belum pernah memiliki suatu undang-undang yang
mengatur tentang ”Daftar Perusahaan ”sebagai suatu sumber informasi resmi mengenai
identitas , status, solvabilitas, bonafiditas, dan lain-lain faktor penting suatu perusahaan
tertentu. Informasi semacam ini adalah sangat penting bagi setiap perusahaan yang
mengadakan suatu transaksi dengan perusahaan lain, agar tidak terperosok dalam perangkap
perusahaan yang kurang bonafide dan termasuk dalam jurang kerugian yang tidak mudah
diperbaiki. Akhirnya timbullah undang-undang yang sangat diharap-harapkan itu, yaitu
”Undang-Undang No. 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan” (LN 1982-7,
TLN No. 3214). Undang-undang ini diikuti dengan peraturan pelaksanaannya, yaitu:

 Instruksi Menteri Perdagangan dan Koperasi No. 05/INS/M/82, tentang ”Persiapan


Pelaksanaan Undang-Undang Wajib Daftar Perusahaan”,
 Keputusan Menteri Perdagangan No. 285/Kp/II/85 tentang ”Pejabat Penyelenggara
Wajib Daftar Perusahaan”,
 Keputusan Menteri Perdagangan No. 286/Kp/II/85 tentang ”Penetapan Tarif Biaya
Administrasi Wajib Daftar Perusahaan”,
 Keputusan Menteri Perdagangan No. 288/Kp/II/85 tentang ”Hal-hal Yang Wajib
Didaftarkan Khusus Bagi Perseroan Terbatas Yang menjual Sahamnya Dengan
Perantaraan Pasar Modal”

Tujuan Wajib Daftar Perusahaan


Maksud diadakannya usaha pendaftaran perusahaan ialah tidak hanya untuk mencegah agar
supaya khalayak ramai terhadap suatu nama perusahaan mendapatkan suatu gambaran yang
keliru mengenai perusahaan yang bersangkutan, tetapi terutama untuk mencegah timbulnya
gambaran sedemikian rupa sehingga pada umumnya gambaran itu mempengaruhi terjadinya
perbuatan-perbuatan ekonomis pihak-pihaik yang berminat mengadakan perjanjian.

Sifat Wajib Daftar Perusahaan


Wajib Daftar Perusahaan bersifat terbuka. Maksudnya ialah bahwa Daftar Perusahaan itu
dapat dipergunakan oleh pihak ketiga sebagai sumber informasi. Setiap orang yang
berkepentingan dapat memperoleh salinan atau petikan resmi dari keterangan yang tercantum
dalam Daftar Perusahaan tertentu, setelah membayar biaya administrasi yang ditetapkan oleh
Menteri Perdagangan.

Manfaat Wajib Daftar Perusahaan

Manfaat pendaftaran perusahaan bagi dunia usaha adalah sebagai berikut:

 Merupakan ajang promosi sehingga memudahkan pemasaran produknya.


 Untuk memperoleh kepastian usaha sehingga memudahkan perluasan usaha dengan
adanya penanaman modal dari pihak lain yang berminat.
 Membuat manajemen perusahaan lebih sehat karena masyarakat diajak berperan serta
secara tidak langsung untuk mengawasi perusahaan.
 Mendapatkan pembinaan dan dukungan pemerintah mengenai permodalan dengan
kredit prioritas, pameran produk, serta manajemen usaha.
 Memberikan kemudahan dalam kemitraan dan kerja sama usaha merger dan akuisisi,
serta penyertaan modal.
 Terlindungi dari praktik usaha yang tidakjujur.

Manfaat pendaftaran perusahaan bagi pemerintah adalah sebagai berikut.

 Memudahkan pemerintah untuk mengikuti perkembangan dunia usaha secara


menyeluruh.
 Memudahkan penetapan kebijaksanaan dan pengembangan usaha dalam rangka:

1. Bimbingan, pembinaan dan pengawasan kegiatan perusahaan.


2. Penciptaan iklim usaha yang sehat dan tertib.
3. Pengembangan usaha dalam rangka perkembangan ekonomi nasional.
4. Sebagai bahan untuk menyusun kebijakan dibidang investasi, pasar modal,
perbankan/perkreditan dan hutang luar negeri pihak swasta di masa mendatang.

Perusahaan yang Wajib Didaftarkan dan Tidak Wajib Didaftarkan


Adapun yang didaftar ialah segala macam perusahaan yang ada di Negara Republik
Indonesia, baik yang nasional maupun perusahaan asing.
a. Perusahaan yang berkewajiban mendaftarkan diri ini dapat berbentuk:

 Koperasi
 Badan Hukum
 Persekutuan
 Perusahaan Perseorangan
 Perusahaan selain tersebut di atas.

b. Perusahaan yang tidak wajib didaftarkan


Tidak semua perusahaan harus mendaftarkan pada kantor pendaftaran perusahaan. Adapun
perusahaan yang tidak wajib mendaftarkan ialah :
a. Perusahaan jawatan (Perjan) seperti yang diatur dalam UU No. 9 Tahun 1969 (LN
Tahun 1969-40) bsd. Indische Bedrijivenwet (S. 1927-419). Perusahaan bentuk ini
dibebaskan dari kewajiban pendaftaran karena tidak bertujuan untuk memperoleh keuntungan
atau laba (Penjeladan paal 6 ayat (1).
b. Perusahan kecil perseorangan yaitu perusahaan yang melakukan kegiatan yang
memperoleh keuntungan dan laba yang benar-benar hanya sekedar untuk memenuhi
kebutuhan nafkah sehari-hari. Perusahaan kecil perseorangan ini  dijalankan oleh
pengusahanya sendiri atau dengan bantuan anggota keluarganya sendiri yang terdekat, tidak
memerlukan izin usaha dan tidak berbentuk badan hukum atau persekutuan.

CARA ,TEMPAT DAN WAKTU PENDAFTARAN PERUSAHAAN


Menurut Pasal 9 :
A. Pendaftaran dilakukan dengan cara mengisi formulir pendaftaran yang ditetapkan oleh
Menteri pada kantor tempat pendaftaran perusahaan.
B. Penyerahan formulir pendaftaran dilakukan pada kantor pendaftaran perusahaan, yaitu :

1. di tempat kedudukan kantor perusahaan;


2. di tempat kedudukan setiap kantor cabang, kantor pembantu perusahaan atau kantor
anak perusahaan;
3. di tempat kedudukan setiap kantor agen dan perwakilan perusahaan yang mempunyai
wewenang untuk mengadakan perjanjian.

C. Dalam hal suatu perusahaan tidak dapat didaftarkan sebagaimana dimaksud dalam ayat b
pasal ini, pendaftaran dilakukan pada kantor pendaftaran perusahaan di Ibukota Propinsi
tempat kedudukannya. Pendaftaran wajib dilakukan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan
setelah perusahaan mulai menjalankan usahanya. Sesuatu perusahaan dianggap mulai
menjalankan usahanya pada saat menerima izin usaha dari instansi teknis yang berwenang
( Pasal 10 ).
Pendaftaran Perusahaan dilakukan oleh Pemilik atau Pengurus/Penanggung Jawab atau
Kuasa Perusahaan yang sah pada KPP Tingkat II ditempat kedudukan perusahaan. Tetapi
kuasa tersebut tidak termasuk kuasa untuk menandatangani Formulir Pendaftaran Perusahaan.

Hal-hal yang Wajib Didaftarkan


Hal-hal yang wajib didaftarkan itu tergantung pada bentuk perusahaan, seperti ; perseroan
terbatas, koperasi, persekutuan atau perseorangan. Perbedaan itu terbawa oleh perbedaan
bentuk perusahaan.
Bapak H.M.N. Purwosutjipto, S.H memberi contoh apa saja yang yang wajib didaftarkan
bagi suatu perusahaan berbentuk perseroan terbatas sebagai berikut :
A. Umum

1. nama perseroan
2. merek perusahaan
3. tanggal pendirian perusahaan
4. jangka waktu berdirinya perusahaan
5. kegiatan pokok dan kegiatan lain dari kegiatan usaha perseroan
6. izin-izin usaha yang dimiliki
7. alamat perusahaan pada waktu didirikan dan perubahan selanjutnya
8. alamat setiap kantor cabang, kantor pembantu, agen serta perwakilan perseroan.

B. Mengenai Pengurus dan Komisaris

1. nama lengkap dengan alias-aliasnya


2. setiap namanya dahulu apabila berlainan dengan nama sekarang
3. nomor dan tanggal tanda bukti diri
4. alamat tempat tinggal yang tetap
5. alamat dan tempat tinggal yang tetap, apabila tidak bertempat tinggal Indonesia
6. Tempat dan tanggal lahir
7. negara tempat tanggal lahir, bila dilahirkan di luar wilayah negara RI
8. kewarganegaran pada saat pendaftaran
9. setiap kewarganegaraan dahulu apabila berlainan dengan yang sekarang
10. tanda tangan
11. tanggal mulai menduduki jabatan

C. Kegiatan Usaha Lain-lain Oleh Setiap Pengurus dan Komisaris

1. modal dasar
2. banyaknya dan nilai nominal masing-masing saham
3. besarnya modal yang ditempatkan
4. besarnya modal yang disetor
5. tanggal dimulainya kegiatan usaha
6. tanggal dan nomor pengesahan badan hukum
7. tanggal pengajuan permintaan pendaftaran
D. Mengenai Setiap Pemegang Saham

1. nama lengkap dan alias-aliasnya


2. setiap namanya dulu bila berlainan dengan yang sekarang
3. nomor dan tanggal tanda bukti diri
4. alamat tempat tinggal yang tetap
5. alamat dan negara tempat tinggal yang tetap bila tidak bertempat tinggal di Indonesia
6. tempat dan tanggal lahir
7. negara tempat lahir, jika dilahirkan di luar wilayah negara R.I
8. Kewarganegaraan
9. jumlah saham yang dimiliki
10. jumlah uang yang disetorkan atas tiap saham.

Menurut UU Nomor 28 Tahun 2007 Pasal 28, pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang
dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta,
kewajiban, modal, penghasilan, dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang
atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca, dan laporan laba rugi
untuk periode tahun pajak tersebut.
Akuntansi

Manfaat Pembukuan Bagi Perusahaan


By Desra 13 August 2019 4 Mins Read

Share

Pembukuan dalam perusahaan adalah dasar dari sistem akuntansi yang dijalankan di
dalamnya. Menurut UU Nomor 28 Tahun 2007 Pasal 28, pembukuan adalah suatu proses
pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan
yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan, dan biaya, serta jumlah harga perolehan
dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa
neraca, dan laporan laba rugi untuk periode tahun pajak tersebut. Seperti poin yang dicatat,
manfaat pembukuan bagi perusahaan juga cukup banyak. Manfaat pembukuan bagi
perusahaan tersebut bukan hanya dirasakan untuk operasional saat ini, tetapi juga untuk
pengembangan di masa depan. Ini karena pembukuan dapat memberikan gambaran yang jelas
terhadap bagaimana kelangsungan hidup perusahaan Anda. Tanpa adanya pembukuan yang
benar, maka akan menyulitkan Anda mengambil keputusan agar dapat melakukan kinerja
yang efisien dalam perusahaan. Berikut ini adalah beberapa manfaat pembukuan bagi
perusahaan Anda.
Pemisah Aset Bisnis dan Aset Pribadi
Menjalankan sebuah bisnis berarti Anda berkomitmen untuk profesional dalam setiap lini
termasuk dalam hal keuangan. Jangan sekali-kali Anda menerapkan manajemen rumah
tangga dalam perusahaan. Manajemen seperti ini yakni pengelolaan aset bisnis dan aset
pribadi menjadi satu. Pemilik bisnis jenis ini akan sulit untuk membedakan mana yang
merupakan aset pribadi dan perusahaan. Anda bisa saja menggunakan keuangan pribadi
untuk perusahaan dan begitupun sebaliknya. Jika hal ini diteruskan maka akan menjadi bom
waktu dan merugikan diri Anda sendiri juga bisnis yang dijalankan. Oleh karena itu Anda
harus mengerti pentingnya pembukuan untuk perusahaan. Pembukuan yang dilakukan dengan
teratur akan membantu Anda untuk lebih mudah memisahkan antara aset bisnis dan aset
pribadi sehingga tidak bercampur. Dengan demikian, bisa diketahui hasil yang diperoleh dan
mengalokasikannya untuk rencana usaha kedepannya.
Menunjukkan Jumlah Keuntungan yang Didapat
Mendirikan sebuah bisnis tidak terlepas dari permasalahan untung dan rugi. Ada fase dimana
perusahaan yang Anda jalankan mendapatkan keuntungan dan ada kalanya harus mengalami
kerugian. Dibutuhkan pembukuan untuk memantau kinerja perusahaan Anda. Buku besar
memuat modal, beban pengeluaran serta pendapatan yang diterima dalam suatu periode
akuntansi. Dari informasi inilah Anda dapat melihat dan menganalisa berapa jumlah
keuntungan yang diperoleh.

Acuan dalam Pembuatan Keputusan


Pembukuan yang lengkap dan terperinci akan menjadi alat analisis bagi kinerja bisnis. Hasil
analisis ini nantinya digunakan sebagai acuan membuat keputusan dan mengembangkan
strategi bisnis selanjutnya. Pembukuan yang lengkap akan menghasilkan analisis tepat yang
nantinya berpengaruh pada keputusan yang akan diambil oleh perusahaan. Karena keputusan
yang baik harus berdasarkan informasi keuangan secara lengkap. Dan proses pembukuan
yang akan menyediakannya dan memberikan gambaran secara jelas.

Acuan dalam Perhitungan dan Pelaporan Pajak


Sebuah perusahaan tentunya memiliki tanggung jawab untuk melaporkan pajak. Untuk
pelaporan pajak ini dibutuhkan catatan keuangan selama satu tahun terakhir. Ada banyak
transaksi yang harus dimasukkan serta dihitung untuk mendapatkan jumlah pajak yang harus
dilaporkan. Proses ini akan sangat merepotkan jika perusahaan Anda tidak
mengumpulkannya sedikit demi sedikit setiap harinya. Dengan adanya pembukuan, Anda
dapat langsung menyuguhkan informasi keuangan yang lengkap pada waktu yang
dibutuhkan. Jadi, tidak akan ada drama mencari dan kehilangan tanda terima, faktur dan lain
sebagainya.

Laporan kepada Pihak Eksternal


Banyak pihak eksternal yang berhubungan dengan perusahaan Anda, baik itu investor,
kreditur, perusahaan lain yang ingin bekerja sama serta masyarakat sebagai konsumen. Pihak-
pihak ini pastinya tidak akan memberikan bantuan atau menjalin kerja sama dengan
perusahaan yang tidak memiliki prospek. Mereka kerap kali meminta laporan keuangan untuk
menilai kinerja perusahaan. Pihak-pihak ini akan condong ke perusahaan Anda ketika Anda
telah mengatur informasi keuangan secara teratur. Selain itu, semakin besar perusahaan Anda
maka semakin besar pula kewajiban untuk mengunggah laporan keuangan sebagai
transparansi kepada masyarakat yang mengonsumsi produk dan jasa Anda. Di sinilah
pembukuan sangat diperlukan untuk memenuhi laporan-laporan kepada pihak eksternal ini.
Itu tadi beberapa manfaat yang bisa didapatkan jika perusahaan Anda melakukan pembukuan
secara teratur dan detail. Dengan banyaknya hal lain yang harus diperhatikan, pembukuan
secara teratur akan membantu Anda terbebas dari kesulitan dalam melakukan pengaturan
keuangan perusahaan. Dan di era teknologi ini, pembukuan bisa dilakukan dengan mudah
melalui bantuan software akuntansi, salah satunya Jurnal. Jurnal merupakan software
akuntansi terbaik yang akan membuat hidup lebih mudah dengan laporan instan. Efisienkan
waktu Anda dengan merekam semua transaksi (pemasukan dan pengeluaran) secara langsung
di Jurnal. Tunggu apalagi? Daftarkan perusahaan Anda sekarang juga untuk mendapatkan
percobaan gratisnya selama 14 hari.

Pustaka
https://www.jurnal.id/id/blog/manfaat-pembukuan-bagi-perusahaan/