Anda di halaman 1dari 5

NAMA: INDRA SAPUTRA

NIM : 18313199
SUMBER DAYA MANUSIA DAN PERTUMBUHAN : KONSEP
DASAR DAN TEORI PEMBANGUNAN PADA MODAL FISIK DAN
MODAL MANUSIA
Teori modal manusia menjelaskan proses dimana pendidikan memiliki pengaruh positif pada
pertumbuhan ekonomi. Manusia yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi, akan
memiliki pekerjaan dan upah yang lebih baik dibanding yang pendidikannya lebih
rendah. Apabila upah mencerminkan produktivitas, maka semakin banyak orang yang
memiliki pendidikan tinggi, semakin tinggi produktivitas dan hasilnya ekonomi nasional akan
bertumbuh lebih tinggi
Modal fisik, dalam ekonomi, merupakan faktor produksi. Ini adalah salah satu dari tiga blok
bangunan utama (bersama dengan tanah dan tenaga kerja) yang, dalam kombinasi, dapat
digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. modal tidak memiliki definisi konseptual
yang tetap, dan berbagai aliran pemikiran ekonomi telah mendefinisikannya secara berbeda.
Modal fisik adalah bagian dari modal, dan himpunan bagian lainnya termasuk modal
keuangan (uang), modal manusia, modal sosial, dan modal pengetahuan.

Indeks Pembangunan Manusia : Konsep, Pengukuran, Perhitungan,


Data

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengukur capaian pembangunan manusia berbasis


sejumlah komponen dasar kualitas hidup. Sebagai ukuran kualitas hidup, IPM dibangun
melalui pendekatan tiga dimensi dasar. Dimensi tersebut mencakup umur panjang dan sehat;
pengetahuan, dan kehidupan yang layak. Ketiga dimensi tersebut memiliki pengertian sangat
luas karena terkait banyak faktor. Untuk mengukur dimensi kesehatan, digunakan angka
harapan hidup waktu lahir. Selanjutnya untuk mengukur dimensi pengetahuan digunakan
gabungan indikator angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah. Adapun untuk mengukur
dimensi hidup layak digunakan indikator kemampuan daya beli masyarakat terhadap
sejumlah kebutuhan pokok yang dilihat dari rata-rata besarnya pengeluaran per kapita sebagai
pendekatan pendapatan yang mewakili capaian pembangunan untuk hidup layak.

Perhitungan indeks pembangunan manusia yang mengukur capaian pembangunan manusia


berbasis pada komponen dasar kualitas hidup manusia. Komponen dasar kualitas hidup
manusia dilihat melalui pendekatan tiga dimensi dasar yang diukur dari empat indikator. Tiga
dimensi dasar dan empat indikator tersebut adalah

1. Kesehatan
berupa umur panjang dan hidup sehat (a long life and healthy life). Indikator yang
diukur adalah (a) Angka Harapan Hidup (AHH).
2. Pendidikan berupa pengetahuan (knowledge). Indikator yang diukur adalah (b) Rata-
rata Lama Sekolah (RLS) dan (c) Harapan Lama Sekolah (HLS).
3. Pengeluaran
berupa standar hidup layak (decent standard aliving). Indikator yang diukur
adalah (d) Pengeluaran per Kapita Disesuaikan.

1. Angka Harapan Hidup (AHH)

Angka harapan hidup (life expectancy) adalah rata-rata estimasi lamanya tahun yang
dapat dilalui oleh seseorang selama hidup. Angka harapan hidup dihitung melalui
pendekatan tidak langsung (indirect estimation), yaitu dengan menggunakan
pendekatan data Angka Lahir Hidup (ALH) dan Angka Masih Hidup (AMH).

2. Rata-rata Lama Sekolah (RLS)

Rata-rata lama sekolah (mean years of schooling) adalah jumlah tahun yang digunakan oleh
penduduk dalam menjalani pendidikan formal. Penghitungan dilakukan pada penduduk yang
berusia 25 tahun ke atas dimana diasumsikan seseorang yang telah berumur 25 tahun, maka
proses pendidikannya telah berakhir.

Pada kondisi normal rata-rata lama sekolah di suatu wilayah diasumsikan tidak akan turun.
Batas nilainya adalah minimum 0 dan maksimum 15 tahun.

3. Harapan Lama Sekolah (HLS)

Harapan lama sekolah (expected years of schooling) adalah lamanya sekolah yang diharapkan
akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang. Penghitungan dilakukan
pada penduduk yang berusia 7 tahun ke atas karena adanya kebijakan program wajib belajar
untuk usia tersebut. Batas nilai harapan lama sekolah adalah minimum 0 dan maksimum 18
tahun.

4. Pengeluaran Perkapita

Pengeluaran perkapita dihitung menggunakan rata-rata pengeluaran perkapita konstan/rill


yang disesuaikan dengan paritas daya beli (purchasing power parity) berbasis forumula Rao.
Proses penghitungannya adalah sebagai berikut.

Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Sebelum penghitungan IPM, semua indeks dari dimensi penyusun IPM harus dihitung
terlebih dahulu.H Rumus yang digunakan untuk menghitung indeks dari dimensinya tersebut
adalah sebagai berikut.

1. Kesehatan

I AHH− AHH min


kesehatan =
AHH maks− AHH min
2. Pendidikan
terdiri dari dua komponen rata-rata lama sekolah (RLS) dan harapan lama sekolah (H
LS)

I RLS−RLS mi n
RLS =
RLS maks−RLS min

I HLS−HLS mi n
HLS=
HLS maks−HLS min

3. Pengeluaran

ln( PPP)−ln ( PPP min)


I Pengeluaran
ln ( PPP maks )−ln ( PPP min)

Selanjutnya IPM dihitung menggunakan rumus 

IPM =√3 I kesehatan−I pendidikan−I pengeluaran

karena rata-rata ukur (geometrik) lebih responsif dengan adanya ketimpangan capaian
pembangunan, dimana jika terdapat satu indikator yang rendah, maka indikator
tersebut tidak akan tertutupi oleh indikator yang lain yang memiliki nilai yang tinggi

DATA IPM INDONESIA 2010-2018

Model Ketergantungan : Konsep, Teori, dan Jenis Model


Ketergantungan
Teori ketergantungan adalah salah satu teori pembangunan yang dikembangkan pada akhir
tahun 1950an dibawah bimbingan Direktur Komisi Ekonomi PBB untuk Amerika Latin, Raul
Presbisch yang menekankan pada konsep ekonomi yang mengidentifikasi ketergantungan
finasial antara negara maju dan negara Dunia Ketiga. Teori ini muncul sebagai reaksi
terhadap teori pembangunan sebelumnya yaitu teori modernisasi yang sangat mendominasi
sejak akhir tahun 1940an. Selain itu, dunia dihadapkan pada adanya kenyataan bahwa
pertumbuhan ekonomi di Negara-negara industri maju ternyata tidak serta merta mengarah
pada pertumbuhan di Negara-negara miskin.
teori ketergantungan, pembangunan di Negara-negara berkembang dan Negara sedang
berkembang Dunia Ketiga sebagai sesuatu yang sama. Dasar kesejahteraan Negara-negara
yang berada di pusat kehidupan internasional ialah akibat dari eksploitasi terhadap Negara-
negara lain yang ada di periferinya. Kaum elit setempat dan perusahaan multinasional
mempertahankan pengaturan sosial dan struktural yang menimbulkan ketergantungan itu.
Teori ketergantungan pada intinya berusaha untuk menjelaskan keadaan terbelakang banyak
Negara di dunia dengan memeriksa pola interaksi antar bangsa dan dengan alasan bahwa
ketidaksetaraan antar bangsa merupakan bagian intrinsik dari interaksi tersebut.

3 jenis Model ketergantungan


Neokolonialisme : NSB tergantung secara eksternal dimana penjajahan kapitalis negara maju
mengeksplorasi NSB (externally induced phenomenon
Elemen superior (negara maju) mendorong elemen inferior (NSB) untuk berbuat bagi
kepentingan elemen superior
Paradigma yang keliru : Model ini menyatakan bahwa kebijakan yang disarankan oleh negara
maju mempunyai arahan yg salah karena perbedaan karakteristik sosial, budaya, dan
kelembagaan antara negara maju dan NSB
DAFTRA PUSTAKA
https://pakarkomunikasi.com/teori-ketergantungan

https://www.bps.go.id/subject/26/indeks-pembangunan-manusia.html#subjekViewTab1

https://www.researchgate.net/publication/332755020_Pengukuran_Modal_Manusia_Suatu_Studi_
Literatur