Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN KEGIATAN

KESIAPSIAGAAN BELA NEGARA

DISUSUN OLEH
NOVA MALASARI,SKM
NIP.19961123 201903 2 006
PENATA MUDA/IIIa
ANGKATAN 36 (XXXVI)

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III


GELOMBANG XI
BADAN PENGEMBANGAN DAN SUMBER
DAYA MANUSIA (BPSDM)
KABUPATEN TAPANULI TENGAH
TAHUN 2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat
dan hidayahnya Penulis mampu menyelesaikan tugas laporan. Semoga dengan
pembuatan laporan ini penulis dapat mengaplikasikan nilai-nilai kesiapsiagaan
bela negara ini di tempat bertugas dan di lingkungan masyarakat.

Rasa terimah kasih penulis hanturkan kepada pelatih TNI-AD Korem 023
Kawal Samudera kota Sibolga yang telah memberikan ilmu –ilmu kesiapsiagaan
bela negara juga kepada para Satgas Penyelenggara yang telah memberikan
banyak arahan demi kelancaran proses penyusunan laporan kesiapsiagaan bela
negara ini.

Dalam penyusunan laporan kini, beberapa hambatan dihadapi Penulis.


Laporan ini masih banyak kekurangan, sehingga masukan, saran dan kritik sangat
penulis harapan demi perbaikan kedepan. Harapan penulis, semoga laporan ini
membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca.

 
Pinangsori, 04 Oktober 2019 

Nova Malasari,SKM
NIP. 19961123 201903 2 006
BAB I
PENDAHULUAN
Pembangunan karakter bangsa diselenggarakan salah satunya melalui
pembinaan kesadaran bela negara bagi setiap warga negara Indonesia dalam
rangka penguatan jati diri bangsa yang berdasarkan kepribadian dan
berkebudayaan berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI 1945. Komitmen dan
kepatuhan seluruh warga negara dalam membangun kekuatan bangsa dengan
segenap pranata, prinsip dan kondisi yang diyakini kebenarannya serta digunakan
sebagai instrumen pengatur kehidupan moral, identitas, karakter serta jati diri
bangsa yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI 1945 merupakan modal
dasar yang mampu mendinamisasikan pembangunan nasional di segala bidang.
Kesiapsiagaan bela negara merupakan aktualisasi nilai-nilai bela negara dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai peran dan profesi
warga negara, demi menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan
keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman yang pada hakikatnya
mendasari proses nation and character building. Proses nation and character
building tersebut didasari oleh sejarah perjuangan bangsa, sadar akan ancaman
bahaya nasional yang tinggi serta memiliki semangat cinta tanah air, kesadaran
berbangsa dan bernegara, yakin Pancasila sebagai idiologi negara, kerelaan
berkorban demi bangsa dan Negara.
Perjuangan bangsa Indonesia telah memberikan pengalaman berharga dengan
nilai-nilai luhur yang masih terus dipertahankan. Hal ini terwujud melalui
perjuangan bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia
yang senantiasa melibatkan warga negara. Pemantapan kesiapsiagaan bela negara
bagi warga negara, merupakan implementasi pencapaian sasaran strategis
terhadap nilai-nilai bela Negara dalam rangka menjaga eksistensi Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebagai calon aparatur pemerintahan
sudah seharusnya mengambil bagian di lini terdepan dalam setiap upaya bela
negara, sesuai bidang tugas dan tanggungjawab masing-masing. Kesiapsiagaan
bela negara bagi CPNS adalah kesiapan untuk mengabdikan diri secara total
kepada negara dan bangsa dan kesiagaan untuk menghadapi berbagi ancaman
multidimensional yang bisa saja terjadi di masa yang akan dating, Kesiapsiagaan
bela negara bagi CPNS menjadi titik awal langkah penjang pengabdian yang
didasari oleh nilai-nilai dasar negara. Ketangguhan mental yang didasarkan pada
nilai-nilai cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, yakin Pancasila
sebagai idiologi negara, kerelaan berkorban demi bangsa dan negara akan menjadi
sumber energi yang luar biasa dalam pengabian sebagai abdi negara dan abdi
rakyat.
Cinta Tanah Air Kesadaran Berbangsa dan bernegara, misalnya yakin
terhadap Pancasila sebagai ideologi negara dan rela berkorban untuk bangsa dan
negara, ini adalah contoh awal kesediaan bela negara. Banyak contoh lain
misalnya melestarikan budaya, mentaati aturan,
Kesiapsiagaan bela negara bagi CPNS bukanlah kesiapsiagaan untuk
melaksanaan perjuangan fisik seperti para pejuang terdahulu, tetapi bagaimana
melanjutkan perjuangan mereka dengan pranata nilai yang sama demi kejayaan
bangsa dan negara Indonesia.
BAB II
LAPORAN KEGIATAN
1. Hari pertama Selasa, 02 Oktober 2019
Seluruh peserta dikumpulkan di lapangan kantor BPSDM pada pukul 05.45
WIB untuk melaksanakan Senam Kebugaran Jasmani (SKJ), kemudian seluruh
peserta melasanakan apel pagi serta diberikan arahan. Pada pukul 13.45-16.00
WIB seluruh peserta memasuki ruangan aula BPSDM dengan materi mengenai
wawasan kebangsaan yang dibawakan oleh kapten Muhammad Yunus Manullang,
S.sos yang berasal dari Korem 023 Kawal Samudra kota Sibolga.
Materi yang diberikan oleh Kapten Muhammad Yunus Manullang, S.sos
adalah tentang pentingnya wawasan kebangsaan dan bela negara sehingga peserta
mengetahui tentang landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, meningkatkan
kecintaan terhadap NKRI juga menambah wawasan mengenai potensi dan
kemungkinan ancaman yang dapat menimpa NKRI.
Selepas Isoma pukul 16.15 WIB seluruh peserta berkumpul di lapangan
BPSDM untuk melaksanakan kegiatan outbond yang terdiri dari permainan
hulahoop yang setiap angkatan terdiri dari 10 orang kemudian memainkan
hulahoop dimana peserta membentuk banjar dengan tangan saling terhubung
kemudian diminta untuk memindahkan hulahoop tanpa melepas tangan. Kegiatan
ini untuk melatih kerjasama dan kekompakan kelompok.
Pelatih juga memberikan permainan melatih konsentrasi kepada seluruh
peserta yang juga bertujuan untuk meningkatkan kerjasama kelompok. Apabila
ada kelompok yang tidak konsentrasi diberikan sanksi seperti pushup bersama-
sama. Setelah melakukan outbond di lapangan seluruh peserta melaksanakan apel
sore pukul 18.00 WIB.
2. Hari Kedua Rabu,03 Oktober 2019
Diawali dengan Senam Kebugaran Jasmani (SKJ) bersama-sama. Kegiatan
utama pada hari kedua adalah pelatihan PBB di lapangan BPSDM yang dimulai
langsung setelah sarapan dan apel pagi. Latihan PBB ini dilakukan per angkatan
yang didampingi oleh pelatih yang berbeda-beda. Tujuan latihan PBB adalah
untuk mengajarkan kedisiplinan, konsentrasi dan semangat dalam melakukan
aktivitas.
Pada siang hari pukul 13.45-16.00 WIB seluruh peserta diberikan materi
tentang proxy war. Proxy war adalah strategi perang yang terjadi dimana lawan
menggunakan kekuatan pihak ketiga, misalnya koorporasi atau organisasi yang
sebenarnya tidak terkait langsung dengan peperangan yang terjadi.
Pada sore hari pelatih memberikan kegiatan melatih konsentrasi dengan
memberikan permainan menyanyikan lagu potong bebek angsa diganti dengan
kata wakwakwekwekwokwokwikwik serta menyanyikan yelyel peserta latsar.
Peserta latsar melaksanakan apel sore pada pukul 18.00 WIB.
3. Hari ketiga Kamis, 04 Oktober 2019
Pada hari ketiga seluruh peserta melaksanakan Senam Kebugaran Jasmani
(SKJ) pada pagi hari kemudian melaksanakan apel pagi tepat pukul 07.00 WIB.
Kegiatan utama yang dilaksanakan yaitu seleksi pasukan untuk menjadi petugas
dalam upacara pembukaan pelatihan dasar CPNS gelombang XI Angkatan 36,37
dan 38 tahun 2019.
Pukul 10.00 WIB dilaksanakan latihan upacara bendera agar seluruh peserta
mampu meguasai tertib kegiatan dalam upacara untuk diimplementasikan di unit
kerja masing-masing.
Pukul 16.00 WIB seluruh peserta berkumpul untuk dilakukan pemilihan
pasukan acara malam renungan suci yang merupakan penutupan kegiatan
kesiapsiagaan bela negara. Kemudian seluruh peserta melaksanakan gladi resik
untuk acara malam renungan suci di lapangan BPSDM.
Tepat pukul 19.00 WIB seluruh peserta berkumpul di lapangan BPSDM
dalam acara renungan suci. Adapun rangkaian acara dimulai dengan pembukaan
oleh protokol, pembakaran api unggun sekaligus pembacaan pancasila,
Penghormatan dan penciuman sang saka bendera merah putih oleh seluruh peserta
latsar, dan acara foto bersama pelatih dengan seluruh peserta latsar.
BAB III
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dalam kegiatan kesiapsiagaan bela negara yang
dilaksanakan selama tiga hari yaitu mengajarkan unsur-unsur penting bagi peserta
latsar yang dapat disimpulkan sebagai cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan
bernegara, yakin akan pancasila sebagai ideologi negara dan memiliki
kemampuan awal bela negara. Apabila kegiatan kesiapsiagaan bela negara di
implementasikan di lingkungan kerja maupun masyarakat maka dapat diambil
manfaatnya antara lain :
1. Membentuk jiwa kebersamaan dan solidaritas antar sesama rekan kerja
2. Menanamkan rasa kecintaan pada bangsa dan patriotisme sesuai dengan
kemampuan diri.
3. Membentuk sikap disiplin waktu, aktivitas dan pengaturan kegiatan lain
4. Melatih jiwa leadership dalam memipin diri sendiri maupun kelompok.
5. Melatih kecepatan, ketangkasan dan ketepatan dalam melaksanakan
pekerjaan peserta latsar.
6. Menghilangkan sikap negatif seperti malas,apatis,boros,egois dan tidak
disiplin.
7. Membentuk perilaku jujur,tegas,adil,tepat dan kepedulian antar sesama.

Pinangsori, 04 Oktober 2019 

Nova Malasari,SKM
NIP. 19961123 201903 2 006