Anda di halaman 1dari 11

BUSINESS EXPERIENCE

UJIAN TENGAH SEMESTER

LAPORAN PELAKSANAAN OSOT (​ONE STUDENT ONE TICKET)

OLEH :
Dzulfikar Dhiya Khairullah Putra (185020907111006)

PROGRAM STUDI KEWIRAUSAHAAN


JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG 2020
LATAR BELAKANG

Saya melakukan perjalanan ke kota Yogyakarta dengan tujuan mengunjungi Jalan


Cenderawasih, Sleman, dimana di sepanjang jalan tersebut terdapat banyaknya lokasi toko
distro clothing yang bersangkutan dengan bisnis yang sedang saya bangun di sektor yang
sama. Tujuan saya mengunjungi toko toko tersebut adalah untuk melakukan sebuah studi
banding meliputi harga, kualitas bahan kain dan sablon, varian warna dan desain, juga jenis
artikel yang banyak terjual dibandingkan dengan lokasi jalan serupa di kota Bandung yaitu
Jalan Trunojoyo.

Saya tidak memilih satu perusahaan khusus dikarenakan tujuan utama saya untuk
melihat keragaman diantara brand satu dengan yang lain, dan juga keterbatasan networking
dan skill komunikasi saya. Perusahaan yang saya kunjungi di Yogyakarta adalah NIMCO
Royal Store, STC. Collective, dan 308 Absolute Unscared Distro

UANG YANG BERHASIL DIKUMPULKAN

Dalam kurun waktu 3 minggu saya tidak berhasil mengumpulkan uang melalui bisnis
dikarenakan keterbatasan saya dalam waktu yang digunakkan untuk beribadah umrah. Tetapi,
saya dapat mengeluarkan uang dari tabungan sebesar Rp500.000,00. (​lima ratus ribu rupiah)​
dari target yang ingin dicapai sekitar Rp500.000,00. (​lima ratus ribu rupiah​). Uang tersebut
berhasil saya dapatkan dari uang saku tidak terpakai yang diberi untuk keperluan ibadah
umrah.

Pada saat saya berada di kota DIY Yogyakarta, Ibu saya memberikan tambahan dana
untuk tiket pulang sebesar Rp180.000,00(​seratus delapan puluh ribu rupiah​). Yang saya
gunakan sebesar Rp177.500,00(​seratus tujuh puluh ribu lima ratus rupiah)​ untuk membeli
tiket kereta ekonomi “Malioboro Express” melalui aplikasi Tokopedia.
RANKAIAN PERJALANAN OSOT

Perjalanan OSOT dilakukan selama kurang lebih 3(tiga) malam 3(dua) hari

1.Jum’at (06/03/2020)

Perjalanan OSOT dimulai pada Jum’at Malam sekitar pukul 18.00 WIB dimana saya
berangkat menuju kontrakan teman saya bernama Abdurrahman Fatih yang melaksanakan
OSOT mata kuliah yang sama namun berbeda kelas untuk berangkat bersama ke Kota
Yogyakarta menggunakan travel Wijaya Baru yang kami pesan menggunakan aplikasi
redBus. Kami di jemput oleh travel di lokasi tersebut pada sekitar pukul 20.15 WIB
menggunakan mobil Isuzu Elf. Mobil tersebut lanjut berangkat menjemput dua pelanggan
lainnya.

2. Sabtu (07/03/2020)

Pada sekitar pukul 00.40 WIB mobil kami berhenti di suatu tempat pemberhentian di
Caruban, Jawa Timur untuk beristirahat makan dan keperluan sanitasi lainnya. Setelah sekitar
satu jam berhenti, mobil kami kembali melakukan perjalanan menuju kota Yogyakarta.

Sekitar jam 05.40 WIB kami diturunkan di perempatan Jl. Kaliurang, Yogyakarta
dimana kami menunggu sekitar 30 menit untuk temannya Abdurrahman Fatih menjemputnya.
Setelah teman saya dijemput, saya pun melakukan perjalanan sendirian. Saya mengunjungi
sebuah tempat pengisian bahan bakar untuk melakukan kegiatan sanitasi dan melanjutkan
perjalanan untuk mencari sebuah mesjid untuk melaksanakan shalat shubuh. Sampai di suatu
mesjid di Gang Durmo di jalan Kaliurang saya melakukan ibadah shalat shubuh dan ikut
mengisi daya ​Smartphone saya di stop kontak yang ada di mesjid tersebut. Setelah 40 menit
melakukan pengisian daya, saya pun merasa tidak enak dan memutuskan untuk pindah dan
mencari mesjid yang lebih umum untuk beristirahat. Saya memutuskan untuk melakukan
perjalanan ke Mesjid UGM yang satu arah dengan hotel yang menjadi akomodasi saya.
Setelah jalan kaki sekitar kurang lebih 3Km, saya sampai di Masjid UGM, dimana saya
melakukan ibadah shalat Dhuha, dan lanjut beristirahat sembari mengisi daya smartphone
saya.
Setelah daya smartphone saya terpenuhi, saya memutuskan untuk pergi jalan kaki
melihat lihat kota Yogyakarta sembari memainkan permainan Pokemon Go di smartphone
saya. Saya berjalan kaki melihat lihat sekitar, dan mengecek jalan Cenderawasih untuk
mengetahui situasi. Setelah berjalan kaki sekitar 7Km saya memutuskan untuk berjalan
kearah Hotel yang akan saya tinggali yang bernama The Sleepingroom Hostel. Pada sekitar
pukul 11.30 WIB saya tiba di The Sleepingroom Hostel, namun karena tidak bisa melakukan
check-in saya menunggu di area depan hostel tersebut sampai jam 13.00 WIB. Setelah saya
check-in, saya melanjutkan hari itu dengan beristirahat di hotel kapsul tersebut.

Setelah beristirahat selama kurang lebih tiga setengah jam, saya mencari makanan
dengan review bagus di area sekitar. Lalu saya bergerak untuk menghampiri tempat makan
nasi goreng di pinggir jalan yang memiliki review bagus di google maps tersebut. Nasi
goreng ati ampela nya memiliki rasa yang standar namun harga yang dipasang cukup mahal,
yaitu sekitar Rp19.000,00. Namun karena hari itu saya belum memakan apapun saya cukup
merasa puas dengan makanannya. Dari tempat makan tersebut saya melakukan perjalanan
menuju Masjid UGM yang berjarak hanya sekitar 1.1Km untuk menunggu melaksanakan
shalat Maghrib dan Isya. Setelah Isya, saya memesan grab bike menuju Alun Alun Kidul
untuk berkumpul dengan Fatih, Zebath, Agung, Dimas, Nadia, Dhara, Qiqy, dan Gea. Kami
berkumpul dan bermain sepeda gowes yang berbentuk mobil sampai kurang lebih pukul
11.00 WIB dan meneruskan perjalanan kami menggunakan Go-car menuju Malioboro. Kami
pun berjalan jalan di Malioboro dan makan malam di angkringan terdekat. Setelah itu, semua
membubarkan diri dan saya pun pulang menggunakn Grab bike menuju hotel saya.

3. Minggu (08/03/2020)

Saya sampai di The Sleepingroom Hostel pada sekitar pukul 01.20 WIB dan
gerbangnya ditutup, saya harus menelfon resepsionis untuk membuka gerbangnya. Setelah itu
sayapun menonton Youtube sampai saya tertidur.

Sekitar jam 10.30 saya terbangun dan saya lanjut untuk melihat sosial media selama
kurang lebih setengah jam. The Sleepingroom Hostel ini menyediakan makan pagi namun
pada saat jam 11.00 WIB, makanan pagi tersebut sudah tidak tersedia. Saya pun
membersihkan diri dan pergi ke Gor Klebengan untuk mencari makan pagi. Lalu saya lanjut
ke Jalan Cenderawasih untuk melakukan interview kepada distro distro yang ada disana.
Distro yang pertama saya datangi adalah STC.Collective, disitu saya pertama tama
keliling untuk melihat artikelnya dan memegang bahannya. Artikel yang dijual oleh
STC.Collective diantara lain ada T-Shirt, Hoodie, Topi Mangkok, Topi Biasa, dan Tas
Pinggang. Desain yang diadopsi oleh STC.Collective lebih menunjukkan kesan Streetwear
dan Psychedelic. Bahan yang saya rasakan untuk T-Shirt nya rata rata menggunakan Cotton
Combed 30s atau 24s, dan untuk hoodie yang saya rasakan kebanyakan menggunakan bahan
Fleece. Bahan sablon yang digunkan rata rata menggunakan bahan Plestisol dan beberapa ada
yang sepertinya menggunakan bahan Polyflex. Harga yang untuk produk T-Shirt cukup
beragam, ada yang dibanderol ​Rp130.000,00​, ​Rp140.000,00,​ ​Rp145.000,00​, dan
Rp150.000,00 ​sebelum ada diskon. Untuk Hoodie sendiri dimulai dari Rp240.000,00 sampai
Rp395.000,00 sebelum diskon.

Setelah melihat lihat di distro ini saya memperkenalkan diri dan melakukan
wawancara kepada pegawai yang standby di store tersebut. Namun sayangnya dikarenakan
kegugupan saya dalam melakukan hal seperti ini sendirian, saya tidak melakukan proses
dokumentasi apapun. Saya tidak merekam audio ataupun mengambil foto.

Saya mewawancara pegawai yang bernama mas Arif. Pertama tama saya menanyakan
untuk memperkenalkan STC.Collective tersebut. ​“STC. Collective ini adalah sebuah distro..
Toko distro yang menjual dan mendistribusi baju sama aksesoris lainnya dari beberapa
brand di Jawa Tengah” ​sautnya. Saya beranggapan bahwa Distro ini adalah suatu brand dan
clothing line namun ternyata STC.Collective adalah kumpulan dari beberapa brand yang
dijual di satu tempat. Lalu saya menanggapinya dengan bertanya mengenai brand apa saja
yang dijual di distro tersebut, dia pun menjawab ​“Oh, ada beberapa mas. Cuman yang paling
banyak disini sih barangnya Rown Division, Born and Blessed, sama Dev.ltd”​. “​Berarti
untuk proses desain yang gitu gitunya di handle brandnya masing masing ya mas?​”.​ ​“Iya
mas, kalau disini mereka cuma naruh barang terus dijual lewat store ini mas..”.​ Lalu saya
pun melanjutkan dengan menanyakan jumlah artikel yang terjual sehari harinya, mas Arif
pun mengatakan bahwa penjualan sehari hari sih tidak tentu, apalagi dengan mudahnya
berbelanja online di zaman ini, jadi sudah tidak sebanyak dulu yang membeli di toko. Tapi
mugkin seminggu bisa menjual ​“sekitar 30-50 artikel mungkin mas”.​ Saya pun
berterimakasih dan berpindah menuju store lainnya.

Lalu saya mengunjungi distro selanjutnya yaitu NIMCO Royal Store, di NIMCO saya
perhatikan untuk bahan kain dan harga yang saya amati kurang lebih sama dengan di
STC.Collective, namun artikel yang dijual lebih beragam. Tidak hanya T-Shirt, Hoodie, Topi
- Topi , dan Tas Pinggang, NIMCO juga menjual Tas Ransel, Kaus Kaki, Ikat Pinggang, dan
Kemeja dengan desain yang simple, sedikit elegan, dan kebanyakan sangat maskulin.

Setelah memperkenalkan diri, saya pun lanjut untuk melakukan wawancara dengan
kurang lebih pertanyaan yang sama kepada seorang pegawai perempuan yang kebetulan saya
lupa namanya. Dia bilang bahwa NIMCO ini adalah brand distro asal Yogyakarta yang sudah
berdiri dari tahun 2006 silam, dengan fokus marketnya terhadap anak muda yang ingin
terlihat berbeda. Meskipun menurut saya desain yang dimiliki NIMCO cukup tipikal mirip
dengan distro lain. Lalu saya pun menanyakan mengenai proses desain dari artikel yang
dijual NIMCO, pegawai tersebut memberitahu saya bahwa NIMCO memiliki tim desainer
dimana ​“Kalau nggak salah sih ownernya juga ikut mendesain mas”​. Dengan owner yang
ikut andil dalam proses desain menurut saya itu cukup keren untuk dilakukan dalam suatu
distro yang sudah cukup besar di Indonesia. Saat saya menanyakan mengenai penjualan,
mbak “-” mengatakan bahwa sepertinya dia tidak bisa memberitahu mengenai hal tersebut.
Sehabis itu saya ucapkan terimakasih dan melanjutkan perjalanan ke toko sebelah.

Persis di sebelah NIMCO ada toko bertulisan Absolute 308 Unscared dan saya masuk
kesana. Toko ini lebih mempunyai artikel dengan desain yang Indie, dengan banyak
mengadopsi dari estetika anak Skater dan anak Rock. Bahan yang digunakan kurang lebih
sama dengan toko lain dengan harga yang serupa juga, namun dengan lebih banyaknya
pilihan topi dibanding store sebelumnya. Saya berniat untuk mewawancara namun karena
mungkin pada saat itu saya agak kecapean dan merasa malas saya tidak jadi mewawancara
pegawainya.

Saya pun pulang ke hotel dan beristirahat sampai malam. Saat malam sayapun jalan
kaki memutar mutar jogja dengan arah yang beda dari hari sebelumnya, sembari memainkan
Pokemon Go. Setelah dua jam jalan kaki saya pun pulang dan membeli Yamie untuk
dimakan di hostel. Setelah itu saya melanjutkan istirahat sampai besok paginya.
4. Senin (09/03/2020)

Saya bangun pagi dengan memasang alarm jam 4.30 untuk siap siap pergi menuju
stasiun. Saya membersihkan diri dan membereskan barang yang saya bawa dan melakukan
check-out pada jam 06.00 WIB tanpa mengambil makan pagi yang disediakan hotel,
dikarenakan makan paginya belum siap. Setelah check out, saya pun berjalan kaki menuju
Stasiun Tugu Yogyakarta untuk berpulang ke kota Malang. Namun saya salah memasukan
alamat di google map dan mengarahkan diri saya ke stasiun Lempuyangan. Karena salah
alamat, perjalanan saya yang harusnya memakan waktu 30 menit jadi memakan waktu
hampir satu jam. Saya pun akhirnya sampai di stasiun tugu Yogyakarta sambil berlari pada
jam 07.25 WIB dan langsung menaiki kereta Malioboro Express yang berangkat pada jam
07.40 WIB.

RENCANA ANGGARAN BIAYA

No. Keterangan Jumlah Harga


1. Tiket bis @Rp130.000,00. 2 Rp260.000,00.
2. Makan @Rp12.000,00. 9 Rp108.000,00.
3. Akomodasi @65.000,00. 2 Rp130.000,00.
4. Dan lain lain - Rp2.000,00.
5. TOTAL RP500.000,00.

REALISASI LAPORAN BIAYA

No. Keterangan Jumlah Harga


1. Tiket bis @Rp130.000,00. 1 Rp112.500,00.(Diskon)
2. Tiket Kereta @177.500 1 Rp177.500,00
3. Makan + Jajan (Perkiraan) @Rp20.000,00. 8 Rp160.000,00.
4. Akomodasi @65.000,00. 2 Rp126.500,00.(Diskon)
5. Transportasi @15.000,00 3 Rp28.000,00.
(Grab Bike x2) @9.000,00
(Go Car) @4.000,00(sharing)
6. TOTAL Rp604.000,00.
7. TAMBAHAN DANA DARI ORANG 1 (Rp180.000,00)
TUA
8. SISA RP75.500,00.
LAMPIRAN BUKTI BIAYA

*tiket bus dan bukti pembayaran (bukti harga diskon)

<-(bukti harga diskon)


Bukti Pesan Hotel (kwitansi dalam pegipegi tidak ada)
Bukti Tiket Kereta

Bukti Fisik Tiket


Kereta
Bukti fisik ada di Yogyakarta

*Kedua dari kiri