Anda di halaman 1dari 16

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Hipertensi Pada Lansia


Hari/ Tanggal : 18 Maret 2020
Waktu : 08.00 – Selesai
Tempat : Posyandu Aster RW 20 Antapani Tengah

I. LATAR BELAKANG
Hipertensi adalah tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya
di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik di atas 90 mmHg. Pada populasi
manula, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan
tekanan diastolik 90 mmHg (Kapita Selekta Kedokteran, 2001). Menurut
WHO (1978), tekanan darah sama dengan atau diatas 160 / 95 mmHg
dinyatakan sebagai hipertensi. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah
suatu gangguan pada sistem peredaran darah yang sering terdapat pada
usia pertengahan atau lebih, yang ditandai dengan tekanan darah lebih dari
normal. Hipertensi menyebabkan perubahan pada pembuluh darah yang
mengakibatkan makin meningkatnya tekanan darah. Hipertensi dapat
disebabkan oleh faktor keturunan dan gaya hidup yang tidak sehat.

II. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)


Setelah mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan dan diskusi
diharapkan pendengar bisa memahami dan mengerti apa itu Hipertensi.

III. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)


Setelah diberikan penyuluhan diharapkan peserta mampu :
1. Menjelaskan pengertian hipertensi
2. Menjelaskan klasifikasi hipertensi
3. Menjelaskan penyebab hipertensi
4. Menjelaskan tanda dan gejala hipertensi
5. Menjelaskan pencegahan hipertensi
6. Menjalaskan pengobatan hipertensi
IV. MATERI
Hipertensi pada lansia

V. SASARAN
Untuk Memberi Informasi Pada masyarakat terutama pada golongan lansia
mengenai penyakit hipertensi

VI. METODE
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab

VII. MEDIA
1. LCD
2. Leaflet

VIII. EVALUASI
a. Evaluasi Struktur
1. Penyuluhan dilaksanakan pada jam 08.00 WIB - selesai
2. Penyuluhan dihadiri Masyarakat dan Kader yang bertugas di
Posyandu Aster
b. Evaluasi Proses
1. Seluruh Mahasiswa antusias terhadap penyuluhan
2. Masyarakat dan kadr tidak yang meninggalkan tempat saat
penyuluhan
c. Evaluasi Hasil
1. Masyarakat dapat menjelaskan pengertian hipertensi.
2. Masyarakat dapat menjelskan klasifikasi hipertensi.
3. Masyarakat dapat menjelaskan penyebab hipertensi
4. Masyarakat dapat menjelaskan tanda dan gejala hipertensi
5. Masyarakat dapat menjelaskan pencegahan hipertensi
6. Masyarakat dapat menjelaskan pengobatan hipertensi

IX. KEGIATAN PENYULUHAN


Tahap Waktu Kegiatan Pengajar Kegiatan Peserta Metode Media
Pendahuluan 5 menit 1. Mengucapkan 1. Menjawab Ceramah
salam. salam.
2. Perkenalan diri. 2. Mendengarkan Ceramah
3. Menjelaskan dan
tujuan kegiatan memperhatikan
penyuluhan. dengan
4. Menjelaskan seksama.
kontrak waktu. 3. Mendengarkan Ceramah
dan
memperhatikan
dengan
seksama.
4. Menyetujui Ceramah
kontrak waktu
yang disepakati.
Penyajian 20 1. Menjelaskan Mendengarkan dan Ceramah PPT dan
menit materi: memperhatikan leaflet
a. Menjelaskan dengan seksama
pengertian penjelasan tiap
hipertensi subtopik materi.
b. Menjelaskan
klasifikasi
hipertensi.
c. Menjelaskan
penyebab
hipertensi
d. Menjelaskan
tanda dan
gejala
hipertensi
e. Menjelaskan
pencegahan
hipertensi
f. Menjelaskan
pengobatan
hipertensi
Penutup 5 menit 1. Memberikan 1. Peserta didik Tanya
kesempatan bertanya. jawab
bertanya kepada
peserta.
2. Menyimpulkan 2. Memperhatikan Ceramah
materi. dengan seksama.
3. Memberikan 3. Menjawab soal
soal post test post test
4. Mengucapkan 4. Menjawab salam
salam dan
penutup.
X. PENGORGANISASIAN
Pembawa acara dan moderator : Kiki Anwar
Penyaji : Sri Watiningsih
Aam Maria
Observer : Nunung Nurhasanah
Operator : Laksmi Nurul Suci
Notulen : Citra Novia
XI. SETTING TEMPAT

Keterangan :

: Moderator : Operator

: Penyaji : Audiance
MATERI PENYULUHAN HIPERTENSI

A. Pengertian
Hipertensi adalah tekanan darah persistem dimana tekanan
sistoliknya di atas 140 mmHg dan teknan diastolic di atas 90 mmHg
(smelz&bare, 2002).
Hipertensi adalah sebagai peningkatan tekanan darah sistolik
sedikitnya 140 mmHg atau tekanan diastolik sedikitnya 90 mmHg.
Hipertensi tidak hanya beresiko tinggi menderita penyakit jantung,
tetapi juga menderta penyait lain seperti penyakit saraf, ginjal, dan
pembuluh darah dan makin tinggi tekanan darah, makin besar
resikonya. (Sylvia A.price).

Klasifikasi Hipertensi ( JNC-VI,1997)


Kategori Tekanan sistolik (mmHg) Tekanan Diastolik (mmHg)
Normal < 130 < 85
Normal tinggi 130 – 139 85 – 89
Hipertensi :
Stage 1 ( ringan ) 140 – 159 90 – 99
Stage 2 ( sedang ) 160 – 179 100 – 109
Stage 3 ( berat ) 180 – 209 >100

Klasifikasi Hipertensi (WHO)


No. Kategori Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg)
1. Optimal >120 <80
2. Normal 120-129 80-84
3. High Normal 130-139 (<140) 85-89
4. Hipertensi
Grade 1 (ringan) 140-159 90-99
Grade 2 (sedang) 160-179 100-109
Grade 3 (berat) 180-209 100-119
Grade 4 (sangat berat) >220 >120

B. Etiologi
Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi 2 golongan :
1. Hipertensi Primer (esensial)
Disbut juga hipertensi idiopatik kerena tidak diketehui
penyebabnya. Faktor yang mempengaruhinya yaitu: genetik,
lingkungan, hiperaktifitas saraf simpatis sistem renin. Angiotensin
dan pengikatan Na+Ca intraseluler. Faktor-faktor yang
meningkatkan resiko: obesitas, merokok, alkohol dan polisitemia.
2. Hipertensi Sekunder
Penyebab yaitu: penggunaan estrogen, penyakit ginjal,
sindrom cushing dan hipertensi yang berhubungan dengan
kehamilan.

C. Manifestasi klinis
a. Mengeluh sakit kepala, pusing
b. Lemas, kelelahan
c. Sesak nafas
d. Gelisah
e. Mual
f. Muntah
g. Kesadaran menurun
h. Marah
i. Telinga berdengung
j. Rasa berat di tekuk
k. Sukar tidu
l. Mata berkunang-kunang
D. Penatalaksanaan
Penatalaksanaan Medis
a. Step 1
Obat pilihan pertama : diuretika, beta blocker, Ca
antagonis, ACE inhibitor
b. Step 2
Alternatif yang bisa diberikan :
1) Dosis obat pertama dinaikkan
2) Diganti jenis lain dari obat pilihan pertama
3) Ditambah obat ke –2 jenis lain, dapat berupa diuretika , beta
blocker, Ca antagonis, Alpa blocker, clonidin, reserphin,
vasodilator
c. Step 3 : Alternatif yang bisa ditempuh
1)        Obat ke-2 diganti
2)        Ditambah obat ke-3 jenis lain
d. Step 4 : Alternatif pemberian obatnya
1)        Ditambah obat ke-3 dan ke-4
2)        Re-evaluasi dan konsultasi
3)        Follow Up untuk mempertahankan terapi
Diuretik : HCT, Higroton, lasik
Betabloker : Propanolol (inderal)
Alfabloker : Phentolamin, prozazine (minipres)
Siphatolik : Catapres, reseptin
Fasodilator : hidralazine, dizoxide, nitruprusdide,
catopril
Ca antagonis : nefidipine (adalat)

Penatalaksanaan Non Medis


Pencegahan Primer
- Tidur yang cukup, antara 6-8 jam per hari.
- Kurangi makanan berkolesterol tinggi dan perbanyak aktifitas
fisik untuk mengurangi berat badan.
- Kurangi konsumsi alkohol.
- Konsumsi minyak ikan.
- Suplai kalsium, meskipun hanya menurunkan sedikit tekanan
darah tapi kalsium juga cukup membantu.

Pencegahan Sekunder
- Pola makanam yamg sehat.
- Mengurangi garam dan  natrium di diet anda.
- Fisik aktif.
- Mengurangi Akohol intake.
- Berhenti merokok.

Pencegahan Tersier
- Pengontrolan darah secara rutin.
- Olahraga dengan teratur dan di sesuaikan dengan kondisi tubuh.
1. Berhenti merokok
2. Pertahankan gaya hidup sehat
3. Belajar untuk rilek dan mengendalikan stress
4. Batasi konsumsi alkohol
5. Penjelasan mengenai hipertensi
6. Jika sudah menggunakan obat hipertensi teruskan
penggunaannya secara rutin
7. Diet garam serta pengendalian berat badan
8. Periksa tekanan darah secara teratur

Perawatan Hipertensi
a. Usahakan untuk dapat mempertahankan berat badan yang ideal (cegah
kegemukan).
b. Batasi pemakaian garam.
c. Mulai kurangi pemakaian garam sejak dini apabila diketahui ada
faktor keturunan hipertensi dalam keluarga.
d. Tidak merokok.
e. Perhatikan keseimbangan gizi, perbanyak buah dan sayuran.
f. Hindari minum kopi yang berlebihan.
g. Mempertahankan gizi (diet yang sehat seimbang).
h. Periksa tekanan darah secara teratur, terutama jika usia sudah
mencapai 40 tahun.

Bagi yang sudah sakit


a. Berobat secara teratur.
b. Jangan menghentikan, mengubah, dan menambah dosis dan jenis obat
tanpa petunjuk dokter.
c. Konsultasikan dengan petugas kesehatan jika menggunakan obat
untuk penyakit lain karena ada obat yang dapat meningkatkan
memperburuk hipertensi.

Diit Hipertensi
a. Perbedaan Diit Dengan Makanan Biasa
1)        konsumsi lemak dibatasi
2)        konsumsi Cholesterol dibatasi
3)        konsumsi kalori dibatasi untuk yang terlalu gemuk atau obese
4)        Makanan yang boleh dikonsumsi

b. Makanan Yang Boleh Dikonsumsi


1) Sumber kalori
Beras,tales,kentang,macaroni,mie,bihun,tepung-tepungan, gula.
2) Sumber protein hewani
Daging,ayam,ikan,semua terbatas kurang lebih 50 gram perhari,
telur ayam,telur bebek paling banyak satu butir sehari, susu tanpa
lemak.
3) Sumber protein nabati
Kacang-kacangan kering seperti tahu,tempe,oncom.
4) Sumber lemak
Santan kelapa encer dalam jumlah terbatas.

5) Sayuran
Sayuran yang tidak menimbulkan gas seperti bayam, kangkung,
buncis, kacang panjang, taoge, labu siam, oyong, wortel.
6) Buah-buahan
Semua buah kecuali nangka, durian, hanya boleh dalam jumlah
terbatas.
7) Bumbu
Pala, kayu manis,asam,gula, bawang merah, bawang putih, garam
tidak lebih 15 gram perhari.
8) Minuman
Thea  encer, coklat encer, juice buah.

c. Makanan Yang Tidak Boleh Dikonsumsi


1. Makanan yang banyak mengandung garam
a) Biskuit, krakers, cake dan kue lain yang dimasak dengan garam
dapur atau soda.
b) Dendeng, abon, cornet beef, daging asap, ham, ikan asin, ikan
pindang, sarden ikan teri, telur asin.
c) Keju, margarine dan mentega.
2. Makanan yang banyak mengandung kolesterol
Makanan dari hewan seperti otak,ginjal,hati,limfadan jantung.
3. Makanan yang banyak mengandung lemak jenuh
a) Lemak hewan: sapi,kambing,susu jenuh,cream, keju, mentega.
b) Kelapa, minyak kelapa,margarine,avokad.
4. Makanan yang banyak menimbulkan gas
a) Kool, sawi, lobak, dll.
d. Pencegahan dan Penanganan
Pengobatan dengan obat-obatan penurun darah tinggi dan obat – obatan
tradisional.
Merubah pola hidup :
1) Berhenti merokok
2) Mengurangi berat badan bagi penderita yang gemuk
3) Menghindari konsumsi garam berlebih (mengurangi makanan yang
mengandung lemak dan garam) misalnya : daging, santan, gorengan.
4) Menghindari makanan/ minuman yang mengandung alkohol (mis :
coca cola, minuman alkohol).
5) Istirahat yang cukup : siang ± 2 jam dan malam ± 7 jam.
6) Mengurangi stress :
a) Latihan meditasi : meditasi juga pilihan olah fisik yang tepat
untuk mengontrol atau mencegah hipertensi. Jenis olahraga ini
membantu melawan stres, menstabilkan emosi dan
menenangkan pikiran. Stres, emosi tidak stabil dan mudah
marah adalah efek yang rentan dialami penderita hipertensi.
Dengan melakukan latihan yoga atau meditasi secara rutin, bisa
meminimalisir dampak negatif tersebut.
b) Olahraga pernapasan : Sebuah penelitian yang dimuat dalam
American Journal of Hypertension juga mendapati penemuan
yang sama. Seseorang bisa mengatur tekanan darahnya dengan
teknik bernapas yang benar. Latihan pernapasan efekif
menurunkan tekanan darah tinggi dan menjaganya tetap normal.
Bernapaslah yang dalam agar paru-paru mendapat udara baru.
Ketika Anda bernafas dalam-dalam, oksigen mengirimkan
sinyal ke otak untuk tenang dan rileks. Otak kemudian
mengirimkan sinyal ini ke seluruh tubuh.
c) Olahraga teratur :
 Senam lansia : Bentuk latihan ini memberi pengaruh besar
pada tingkat tekanan darah. Senam merupakan jenis latihan
yang melibatkan otot tubuh secara berulang dan dengan ritme
yang teratur. Latihan ini meningkatkan kesehatan jantung,
paru-paru, fungsi otot dan memberi pengaruh besar pada
tingkat tekanan darah. Jenis latihan ini juga bermanfaat untuk
mengontrol berat badan, mood, tidur dan kesehatan lainnya
secara umum.
 Jalan kaki : Berjalan juga membantu mengurangi risiko
terjadinya serangan jantung, meningkatkan fungsi sistem
pernapasan, membantu mengatasi hipertensi dan sebagai
terapi rehabilitasi bagi yang telah mengalami serangan
jantung. Berjalan kaki juga efektif dalam mencegah penyakit
pernapasan.
 Bersepeda : bersepeda akan melatih nafas kita lebih panjang.
Jika dilakukan secara teratur, maka akan dapat memelihara
serta meningkatkan ketahanan jantung dan paru.
Obat Tradisional Pencegah Hipertensi
1) Belimbing wuluh
2) Caranya : Buah belimbing di cuci dengan air hangat kemudian di
parut/ diblender. Hasil parutan di peras dan disaring. Air belimbing
diminum 2 X 1 gelas sehari
3) Mentimun
4) Caranya : Buah mentimun di cuci dengan air hangat kemudian di
parut/ diblender. Hasil parutan di peras dan disaring tanpa ditambah
bahan- bahan lain sampai menjadi 1 gelas (200 cc) untuk sekali
minum .Air diminum 2 X 1 gelas sehari . Selain itu mentimun yang
sudah dicuci bisa dimakan sebagai lalapan.
5) Daun seledri
6) Caranya : Daun seledri di cuci bersih dengan air hangat. Daun
seledri di tumbuk/ diblender sampai halus dan ditambah dengan
setengah gelas air hangat. Saring air seledri yang sudah dihaluskan.
Air di minum 2 X setengah gelas sehari.
7) Daun alpukat
8) Caranya : 3-5 helai daun alpukat cuci bersih. Seduh dengan 1 gelas
air panas. Minum 1 kali sehari sekaligus kalau sudah dingin
9) Mengkudu
10) Caranya : Buah pace yang sudah matang di cuci dengan air hangat .
Buah pace di hancurkan dengan sendok, buang bijinya, peras dan
saring airnya. Campurkan air sari pace dengan air matang yang
hangat sampai menjadi 1 gelas air pace . Tambahkan madu. Air di
minum 2 X 1 gelas sehari psgi dan sore
11) Bawang putih
12) Caranya : bawang putih ditumbuk halus dan diperas dengan
air secukupnya, Ialu disaring. Kemudian diminum secara teratur
setiap hari
13) Daun sirsak
14) Caranya : cuci bersih daun sirsak sebelum dimasak kemudian rebus
daun sirsak secukupnya rebus hingga mendidih, tambahkan 4 gelas
air, sedikit garam (seujung sendok teh/sendok kecil) dan 5 lembar
daun sirih, jika menggunakan 7-10 lembar daun sirsak, sisakan
hingga tersisa 3 gelas.
DAFTAR PUSTAKA

Brunner & Suddarth. Buku Ajar : Keperawatan Medikal Bedah Vol 2, Jakarta,
EGC, 2002
Doengoes, Marilynn E. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman untuk
Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan pasien, Jakarta, Penerbit Buku
Kedokteran, EGC,
Gunawan, Lany. Hipertensi : Tekanan Darah Tinggi , Yogyakarta, Penerbit
Smith Tom. Tekanan darah Tinggi : Mengapa terjadi, Bagaimana
mengatasinya?, Jakarta, Penerbit Arcan, 1995
Sobel, B. J. M. D. and George L. Bakris, M .D .FACP.1999 .Pedoman KLinis
diagnose dan Terapi Hipertensi. Penerbit Hipokrates.