Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH ISRA MIR’AJ

“MOTIVASI IMAN PADA ANAK MUDA”

Nama : Istiqomah Firdza Aulia Putri


Kelas : XI MIPA 1
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, puji syukur
saya panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan Rahmat, Hidayah, dan
Inayah-Nya sehingga saya dapat merampungkan penyusunan makalah isra mir’aj dengan
judul “Motivasi Iman Pada Anak Muda”.

Penyusunan makalah semaksimal mungkin saya upayakan dan didukung bantuan


berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar dalam penyusunannya. Untuk itu tidak lupa
saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam
merampungkan makalah ini

Namun tidak lepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat
kekurangan baik dari segi penyusunan bahasa dan aspek lainnya. Oleh karena itu, dengan
lapang dada kami membuka selebar-lebarnya pintu bagi para pembaca yang ingin
memberi saran maupun kritik demi memperbaiki makalah ini. 

Akhirnya penyusun sangat mengharapkan semoga dari makalah sederhana ini dapat
diambil manfaatnya dan besar keinginan kami dapat menginspirasi para pembaca untuk
mengangkat permasalahan lain yang relevan pada makalah-makalah selanjutnya. 
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra’ ayat 1 :

ِ ‫ْج ِد ْال َح َر ِام إِلَى ْال َمس‬


‫ْج ِد‬ ِ ‫ان الَّ ِذي أَ ْس َرى بِ َع ْب ِد ِه لَيْال ِم َن ْال َمس‬ َ ‫ُس ْب َح‬
‫صي ُر‬ ِ َ‫صى الَّ ِذي بَا َر ْكنَا َح ْولَهُ لِنُ ِريَهُ ِم ْن آيَاتِنَا إِنَّه هُ َو ال َّس ِمي ُع ْالب‬ َ ‫األ ْق‬
                Artinya :” Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu
malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya
agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami.
Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Q.S Al isra’: 1)

            Allah s.w.t. telah mengisra'kan (memperjalankan diwaktu malam hari) Nabi
Muhammad s.a.w. dari masjidil Haram (di Makkah) ke masjidil Aqsha artinya masjid
yang jauh (di Palestina). Dahulunya orang biasa berjalan kaki dari satu tempat ketempat,
ataupun menaiki kuda, keledai, unta dan sebagainya.

            Perjalanan dari Makkah ke Palestina mengambil masa lebih kurang 40 hari. Ini
adalah suatu perjalanan yang jauh, tetapi dengan kuasa Allah telah dilakukan dalam
masa yang singkat, hanya dalam beberapa jam sahaja. Bagi orang  dahulu, perrjalanan
yang demikian jauh jika dapat dilakukan dalam masa beberapa jam sahaja adalah suatu
hal yang luar biasa dan  tidak dapat diterima oleh akal mereka. Oleh karena itu mereka
yang tidak beriman seperti Abu Jahal dan pengikut-pengikutnya menggunakan peristiwa
ini untuk menjatuhkan nama baik Nabi Muhammad s.a.w. dengan menuduh Nabi s.a.w.
seorang pendusta dan berbagai tuduhan keji lainnya.

            Mereka yang beriman dapat menerimanya karena ia merupakan salah satu tanda
dari kekuasaan Allah s.w.t. yang telah pernah diberikan kepada Rasul-rasulnya

            Dalam peristiwa ini, di samping Nabi melihat tentang kebesaran-kebesaran Allah,
juga diperlihatkannya surga beserta panoramanya dan peristiwa-peristiwa yang lain yang
menakjubkan.Semua amatlah penting untuk dijadikan sebagai referensi renungan di
tengah gelombang kehidupan yang semakin runyam dan begitu dahsyat.Dan hal yang
paling utama ialah diturunkanlah sholat  lima waktu yang  InsyaAllah masih kita jalankan
sampai sekarang ini.
1.2 Pengertian Isra Miraj
       Isra’ Mi’raj (Arab : ‫اإلسراء والمعراج‬, al-’Isrā’ wal-Mi‘rāj) adalah dua bagian dari
perjalanan yang dilakukan oleh  Nabi Muhammad  dalam waktu satu malam saja.
Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam , karena pada
peristiwa ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapat perintah untuk
menunaikan shalat  lima waktu  dalam sehari semalam.

-Isra’secara etimologi atau menurut bahasa artinya berjalan di waktu malam.


-Isra’ secara terminologi atau menurut istilah artinya perjalanan Nabi Muhammad s.a.w.
diwaktu malam hari dari masjidil Haram (di Makkah) ke masjidil Aqsha artinya masjid
yang jauh (di Palestina).
- Mi’raj secara etimologi atau menurut bahasa artinya tangga, atau alat untu naik dari
bawah ke atas.
-Mi’raj secara terminologi atau menurut istilah adalah perjalanan nabi saw dari alam
bawah (bumi) ke alam atas (langit) sampai langit yang ke tujuh sampai ke sidratul
muntaha, yakni dari Masjidil Aqsha di Palestina naik ke alam atas melalui beberapa langit
dan ke sidratul muntaha dan terakhir sampai ke Arasyi dan Kursy dimana beliau
menerima wahyu dari Allah yang mengandung perintah shalat lima waktu.

1.3 Tujuan Isra Mir’aj

Tujuan yang sebenarnya dari Isra' dan Mi'raj adalah memuliakan Rasulullah dan
memperlihatkan kepadanya beberapa keajaiban ciptaan Allah sesuai dengan firman Allah
dalam surat al Isra' ayat 1 ( ‫)لنريهمنآياتنا‬

Maknanya: "Agar kami memperlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda


kebesaran kami".serta mengagungkan beliau sebagai Nabi akhir zaman dan sebaik-baik
nabi di antara para nabi, sekaligus sebagai penguat hati beliau dalam menghadapi
tantangan dan cobaan yang dilontarkan oleh orang kafir Quraisy terlebih setelah ditinggal
mati oleh paman beliau Abu Thalib dan isteri beliau Khadijah. Dari sini kita dapat
mengambil kesimpulan bahwa tujuan dari Isra' dan Mi'raj bukanlah bahwa Allah ada di
arah atas, lalu Nabi naik ke atas untuk bertemu dengan-Nya. Karena Allah ada tanpa
tempat dan arah, dan tempat adalah makhluk sedangkan Allah tidak membutuhkan
kepada makhluk-Nya. Allah ta'ala berfirman :

 ( 97 : ‫فإن هللا غني عن العالمين (سورة آل عمران‬


Maknanya : "Maka sesungguhnya Allah maha kaya (tidak membutuhkan) dari alam
semesta". (Q.S. Ali-Imran : 97)
Allah tidak disifati dengan salah satu sifat makhluk-Nya seperti berada di tempat,
arah atas, di bawahdan lain-lain. Juga perkataan

Imam ath-Thahawi :
"Allah tidak diliputi oleh salah satu arah penjuru maupun enam arah penjuru (atas, bawah,
kanan,kiri, depan, belakang), tidak seperti makhluk-Nya yang diliputi oleh enam arah
penjuru tersebut" (lihat al 'Aqidah ath-Thahawiyyah karya al Imam Abu Ja'far ath-
Thahawi)

Hal ini merupakan ijma' ulama Islam seluruhnya, maka barang siapa yang berkeyakinan
bahwa Allah bertempat dan berarah di atas atau semua arah maka ia telah jatuh pada
kekufuran.

1.4 Makna Pentingnya Isra Mir’aj.


Salat lima kali sehari semalam yang didistribusikan di sela-sela kesibukan aktivitas
kehidupan, mestinya mampu membersihkan diri dan jiwa setiap Muslim. Allah
mengingatkan:

َّ }‫ب} َ}و} أَ} قِ} ِ}م} ا}ل‬


َّ }ِ‫ص} اَل ةَ} ۖ} إ‬
}‫ن‬ ِ }‫ك} ِم} َ}ن} ا} ْل} ِك} تَ} ا‬ َ }‫ْت} ُل} َم} ا} أُ}و} ِ}ح} َي} إِ} لَ} ْي‬
}ۗ }‫ص} اَل ةَ} تَ} ْن} هَ} ٰ}ى} َع} ِ}ن} ا} ْل} فَ} ْ}ح} َش} ا} ِء} َ}و} ا} ْل} ُم} ْن} َك} ِر} ۗ} َو} لَ} ِذ} ْك} ُر} هَّللا ِ} أَ} ْك} بَ} ُر‬
َّ }‫ا}ل‬
}‫ص} نَ} ُع} و} َ}ن‬ }ْ }َ‫َو} هَّللا ُ} يَ} ْع} لَ} ُم} َم} ا} ت‬
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dandirikanlah "

shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.

Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari

.ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan

)QS. Al-Ankabut:45(