Anda di halaman 1dari 2

Nama : Syava Elena Nuraini Silaban

NPM : 188220184
Kelas : Agribisnis A4

Elemen–Elemen Penting dalam Penelitian Usahatani


1.      Prinsip keunggulan komparatif, Keunggulan komparatif menjelaskan tentang lokasi
produksi pertanian, berbagai jenis tanaman dan ternak dengan syarat berbeda harus diusahakan
di daerah-daerah pada keadaan fisik dan sumberdaya lainnya secara ekonomis sangat sesuai.
Misalnya : Di daerah tandus (Gunung Kidul), maka tanaman yang cocok adalah seperti kayu jati
dan kapas.
2.      The law of deminishing return, Prinsip ini menjelaskan tingkat produksi yang terbaik
dengan sumberdaya yang terbatas. Prinsip ini menuntun petani kepada tingkatan produksi yang
harus diperoleh yaitu dengan penggunaan sumberdaya yang sesuai penggunaannya-tidak
berlebihan dan tidak kurang sehingga tidak mengurangi kenaikan hasil baik secara fisik maupun
dari nilai komoditi. Misalnya : Beberapa pestisida harus dipakai secara tepat sasaran terhadap
hama dan penyakitnya, bukan organisme yang dapat membantu petani (misal cacing, dll)
3.      Substitution effect, Prinsip ini menjelaskan metode berproduksi yang dapat memberikan
manfaat besar dan biaya kecil, karena banyak cara yang dapat digunakan untuk berproduksi,
maka petani harus memilih yang sangat ekonomis diukur dari segi apapun (kerja, waktu dan
uang). Misalnya : Petani dapat menentukan yang dapat memberikan manfaat besar dengan biaya
kecil, misalnya dalam penggunaan atau perubahan dari teknik lama menjadi teknik yang baru.
4.      Prinsip analisis biaya/Farm expenditure (Pengeluaran Biaya Pertanian), Prinsip ini
menjelaskan mengenai pengaturan harga dari suatu komoditi yang dijualnya setelah menganalisis
biaya produksi, karena petani dapat menguasai pengaturan biaya produksi dalam usahataninya
tetapi tidak mampu mengatur harga komoditi yang dijualnya atau memberikan nilai kepada
komoditi tersebut. Harga-harga ini ditentukan oleh berbagai faktor yang ada di luar usahataninya
termasuk faktor-faktor di luar negeri. Apabila keadaan lainnya tidak berubah, petani harus
mengurangi biaya per satuan komoditi yang dihasilkan bila mereka ingin meningkatkan
pendapatan usahataninya. Misalnya : penggunaan pestisida yang sesuai harus dipelajari sehingga
mengurangi biaya produksi
5.      Opportunity cost (Biaya yang diluangkan), Prinsip ini menjelaskan pemilihan di antara
banyak alternatif pada usahatani. Biaya yang diluangkan merupakan biaya yang berkaitan
dengan tiap pilihan dalam menggunakan beberapa macam sumberdaya di dalam suatu kegiatan,
dinyatakan oleh nilai penggunaan alternatif terbaik yang diluangkan. Misalnya : Petani menanam
jagung keuntungan yang diperoleh adalah Rp 70.000 sedangkan bila petani menanam padi maka
keuntungan yang diperoleh adalah Rp 90.000. Biaya yang diluangkan untuk menanami lahannya
dengan jagung sebesar Rp 90.000. Karena Rp 90.000 lebih besar daripada keuntungan potensial
Rp 70.000, maka harus menanam padi. Bila tetap memilih jagung, maka ia juga harus menyadari
bahwa keuntungan yang diperoleh Rp 20.000 lebih kecil daripada seharusnya dapat diperoleh.
6.      Pemilihan cabang usaha, Prinsip ini menjelaskan bahwa pemilihan cabang usahatani
dipertimbangkan berdasarkan sumbangan yang diharapkan (pendapatan bersih) harus lebih besar
dari biaya yang diluangkan. Sesuatu cabang usaha dipertimbangkan dalam perencanaan
usahatani selama sumbangan yang diharapkan terhadap pendapatan bersih usahatani melebihi
biaya yang diluangkan sumberdaya yang mereka gunakan. Hal ini bertujuan unutk menggunakan
seefisien mungkin sumberdaya yang dimiliki.
7.      Baku timbang tujuan (Goal Trade-off), Prinsip ini menjelaskan bahwa setiap manusia
mempunyai beberapa tujuan yang saling bersaing. Trade-off : Pertentangan antara beberapa
pilihan alternatif yang saling meniadakan, tidak dapat terjadi secara bersama-sama. Tujuan
petani bermacam-macam, misal pendapatannya ingin digunakan untuk mebiayai usahatani dan
menyekolahkan anak. Kalau pendapatan diperoleh cukup, maka petani harus menambah
penghasilan dari usaha lain agar kedua tujuan tersebut tercapai tanpa mengurangi kadar/kualitas
dari tujuan.