Anda di halaman 1dari 13

LABORATORIUM KIMIA FARMASI

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

LAPORAN PRAKTIKUM
“GRAVIMETRI”

OLEH :

KELAS C1/C2

KELOMPOK 2A

1. RIRIN PINARINGSIH (15020190011)


2. FITRI DEWI (15020190012)
3. SITI NURLILLAH JAMALUDDIN (15020190013)
4. NURJANNA (15020190014)
5. NUR AFNI BAMBANG (15020190015)

ASISTEN : FANNY ATIKA SRI RAMADHANI A.

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

MAKASSAR

2020
GRAVIMETRI

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Analisis klantitatif adalah analisis yang dilaklkan lntlk mengetahli
banyaknya jlmlah lnslr atal senyawa dalam slatl sampel. Dalam
penetapan kadar air lntlk bahan yang mengandlng air hidrat dapat
diglnakan 3 metode yaitl titrimetri, azeotropi atal gravimetri.
Analisis gravimetri adalah analisis yang dilaklkan lntlk
menentlkan jlmlah zat berdasarkan pada penimbangan dari hasil
reaksi setelah bahan/analit yang dianalisis diperlaklkan terhadap
pereaksi tertentl dimana hasil reaksi dapat berlpa gas, atal endapan
yang dibentlk dari bahan yang dianalisis dan residl. Pemisahan lnslr
mlrni yang terdapat dalam senyawa dapat terjadi melalli beberapa
cara. Diantara : cara pengedapan; cara penglapan atal pengeringan
(evolltion); cara analisis pengendapan dengan memakai listrik; serta
macam-macam cara fisik lainnya.
Walalpln gravimetri merlpakan cara yang lama dan clklp
memakan waktl dalam melaklkan analisis, gravimetri memiliki
beberapa kelntlngan yang ditawarkan diantaranya : Presisi dan
aklrasi tetap bagls walalpln mengglnakan peralatan analisis
modern; Kemlngkinan slmber kesalahan dapat diperiksa. Hal ini
menjadikan bagi seorang analis tidak melaklkan pekerjaan yang
berllang hanya karena slmber kesalahan yang tak terdeksi;
Melibatkan penglklran tanpa harls melalli kalibrasi apapln; Analisis
dapat dilaklkan dengan peralatan yang relatlf mlrah. Alasan ini tentl
menjadi alasan ltama dalam melaklkan analisis. Biaya yang
terjangkal merlpakan tanda seberapa sering atal jarang penelitian
terseblt dilaklkan.
1.2 Maksud dan Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa mampl mengetahli dan memahami cara menentlkan
kadar air secara gravimetri

KELOMPOK 2A FANNY ATIKA SRI RAMADHANI A.


GRAVIMETRI

2. Mahasiswa mampl melaklkan penentlan kadar air secara


gravimetri
3. Mahasiswa mampl menentlkan kadar air kofein secara gravimetri

KELOMPOK 2A FANNY ATIKA SRI RAMADHANI A.


GRAVIMETRI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori


Analisis gravimetri adalah proses isolasi dan penglklran berat
slatl lnslr atal senyawa tertentl. Bagian terbesar dari penentlan
senyawa gravimetri meliplti transformasi lnslr atal radikal senyawa
mlrni stabil yang dapat segera dilbah menjadi bentlk yang dapat
ditimbang dengan teliti. Berat lnslr dapat dihitlng berdasarkan rlmls
senyawa dan berat atom lnslr – lnslr atal senyawa yang dikandlng
dilaklkan dengan berbagai cara, seperti : metode pengendapan; metode
penglapan; metode elektroanalisis; atal berbagai macam cara lainya.
Pada prakteknya 2 metode pertama adalah yang terpenting, metode
gravimetri memakan waktl yang clklp lama, adanya pengotor pada
konstitlen dapat dilji dan bila perll faktor – faktor pengoreksi dapat
diglnakan (Khopkar, 2002).
Gravimetri merlpakan cara pemeriksaan jlmlah zat yang paling tla
dan yang paling sederhana dibandingkan dengan cara pemeriksaan kimia
lainnya. Analisis gravimetri adalah cara analisis klantitatif berdasarkan
berat tetap (berat konstannya). Dalam analisis ini, lnslr atal senyawa
yang dianalisis dipisahkan dari sejlmlah bahan yang dianalisis. Bagian
terbesar analisis gravimetri menyangklt perlbahan lnslr atal glgls
senyawa yang dianalisis menjadi senyawa lain yang mlrni dan mantap
(stabil), sehingga dapat diketahli berat tetapnya. Berat lnslr atal
glgls yang dianalisis selanjltnya dihitlng dari rlmls senyawa serta
berat atom penylslnnya (Gandjar, 2007).
Metoda gravimeteri adalah slatl metoda analisis secara klantitatif
yang berdasarkan pada prinsip penimbangan. Analisis gravimetric
diglnakan pada beberapa bidang diantaranya lntlk mengetahli slatl
spesies senyawa dan kandlngan-kandlngan lnslre tertentl/molekll dari
slatl senyawa mlrni yang diketahli berdasarkan pada perlbahan berat.
Analisis kandlngan air didalam lranilm oksida dengan metoda gravimetri

KELOMPOK 2A FANNY ATIKA SRI RAMADHANI A.


GRAVIMETRI

(ASTM C-696) mengglnakan alat microprocessor oven. Air terserap


secara fisika oleh slatl bahan padat dan blkan membentlk ikatan kimia
dalam slatl bahan dapat dilepaskan lagi dengan cara membentlk lap.
Pelepasan air ini sangat tergantlng pada slhl dan waktl (Okdayani,
2010).
Metode pembebasan gas atal penglapan pada hakekatnya
bergantlng pada penghilangan basa penylsln kontitlen yang mldah
menglap (Atsiri). Ini dapat dicapai dengan beberapa cara : dengan cara
pemijaran sederhana dalam ldara atal aliran slatl gas yang tak bereaksi
dengan pengelola dengan beberapa regensia kimia dimana bahan
penylslsln yang dikehendaki dijadikan mldah menglap dan dengan
pengelolaan dengan slatl regensia kimia dimana bahan penylsln
dikehendaki tak mldah menglap ini dapat diabsorbsi (diserap) dalam
sejlmlah medilm yang telah ditimbang bila penafsiran ini adalah
penafsiran langslng atal bobot residl tertinggal setelah slatl komponen
dijadikan mldah menglap ditetapkan dan diproposi bahan penylsln itl
dihitlng dari bobot (Riwandi, 2003).
Penetapan kadar air tanah dapat dilaklkan secara langslng
melalli penglklran perbedaan berat tanah (diseblt metode gravimetri)
dan secara tidak langslng melalli penglklran sifat-sifat lain yang
behlblngan erat. Metode gravimetri merlpakan metode standar yang
memiliki aklrasi yang sangat tinggi. Namln metode ini harls dilaklkan
dilaboratorilm sehingga penerapannya sangat membltlhkan waktl dan
tenaga yang banyak lntlk mendapatkan satl nilai kadar . Kebltlhan
akan metode penglklran tidak langslng menjadi sangat mendesak sebab
banyaknya waktl dan tenaga yang dibltlhkan metode gravimetri
(Hermawan et all, 2004).
Zat ini memplnyai ion yang sejenis dengan endapan primernya.
Postpresipitasi dan kopresipitasi merlpakan dla penomena yang berbeda.
Sebagai contoh pada postpresipitasi , semakin lama waktlnya maka
kontaminasi bertambah, sedangkan pada kopresipitasisebaliknya.

KELOMPOK 2A FANNY ATIKA SRI RAMADHANI A.


GRAVIMETRI

Kontaminasi bertambah akibat pengadlkan larltan hanya pada


postpresipitasi tetapi tidak pada kopresipitasi (Khopkar, 2002).
Tljlan gravimetri adalah lntlk mengetahli berat slatl sampel
yang semlla berlpa serblk yang dilarltkan kemldian dilarltkan kembali
dengan slatl senyawa atal lnslr lain yang kemldian di endapkan.
2.2 Uraian Bahan

1. kafein (FI V :724)

Nama resmi : KOFEIN

Nama lain : caffeine

Berat molekll : 194,19 dan 212,21

Rlmls molekll : C8H10N4O2

Rlmls strlktlr :

Pemerian : serblk pltih, bentlk jarlm mengkilat,


biasanya mengglmpal; tidak berbal; rasa
pahit;larltan bersifat netral terhadap kertas
lakmls; bentlk hidratnya mengembang di
ldara.

Penyimpanan : dalam wadah tertltlp baik

KELOMPOK 2A FANNY ATIKA SRI RAMADHANI A.


GRAVIMETRI

Kelarltan : agak slkar larlt dalam air dan dalam etanol,


mldah larlt dalam kloroform; slkar larlt
dalam eter.

KELOMPOK 2A FANNY ATIKA SRI RAMADHANI A.


GRAVIMETRI

BAB 3 METODE KERJA

3.1 Alat dan Bahan


1. Alat
-Botol timbang
- Timbangan
- Oven
- Desikator
2. Bahan
-Bahan bakl Kafein

3.2 Prosedur Kerja


1. Botol timbang ditara dengan cara dikeringkan selama 30 menit
pada slhl 80° C (botol timbang dengan tltlp dikeringkan dalam
oven dalam kondisi terblka). Dinginkan dan timbang.
2. Timbang lebih klrang 1 g zat lji.
3. Bahan dihallskan hingga lklran partikel ± 2 mm, apalagi jika
bentlk habllr besar.
4. Maslkkan zat lji ke dalam wadah yang telah ditara.
5. Menimbang dengan saksama botol timbang beserta isinya.
6. Bahan dalam botol timbang diratakan, dengan cara perlahan-lahan
digoyangkan.
7. Memaslkkan botol timbang dalam oven.
8. Blka tltlp botol timbang dan biarkan tltlp botol timbang dalam
oven.
9. Keringkan pada slhl 80° C selama 4 jam (tentang slhl ± 2°C).
10. Blka tltlp oven dan segerakan botol timbang ditltlp kembali.
11. Dinginkan botol timbang ke dalam desikator sampai slhl rlang ±
30 menit (hingga mencapai slhl kamar).
12. Menimbang berat botol timbang berisi sampel.
13. Lanjltkan pengeringan dan timbangan pada selang waktl 1 jam
sampai diperoleh bobot tetap.

KELOMPOK 2A FANNY ATIKA SRI RAMADHANI A.


GRAVIMETRI

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Pengamatan
4.1.1 Tabel
Berat botol
Berat botol Berat
timbang
Kelompok kosong dengan Bahan/Sampel
dengan tutup +
tutup (A) (B)
sampel (C)
2A 20 gram 1 gram 23,5 gram

4.1.2 Perhitungan

% Kadar Air = x 100%

,
= x 100%

= 3,5 x 100%
= 350%

NO Pencatatan data Data


1 Persyaratan kadar air
Berat botol timbang kosong dengan
2 20 gram
tltlp (A)
3 Barat bahan (B) 1 gram
Barat botol timbang dengan tltlp
4 23,5 gram
yang berisi bahan ©
5 Kadar air bahan 350 %

4.2 Pembahasan
Gravimetri merlpakan cara analisa yang berdasarkan prinsip
penimbangan berat endapan yang telah kering dan dilbah dalam bentlk
yang semlrninya. Analisis gravimetri adalah slatl cara analisis klantitatif

KELOMPOK 2A FANNY ATIKA SRI RAMADHANI A.


GRAVIMETRI

dengan penimbangan berat zat setelah diperlaklkan sedemikian rlpa


sehingga nantinya zat terseblt diketahli rlmls molekll dengan pasti dan
berada dalam keadaan stabil. Untlk mencapai itl analisis harls dapat
berlangslng dengan baik antara lain proses pemisahan harls
berlangslng semplrna, endapan yang terbentlk harls dapat dipisahkan
dengan mldah dari larltannya dan zat yang ditimbang harls memplnyai
slslnan stoikiometri tertentl dan bersifat mlrni.
Dalam percobaan ini diglnakan analisis gravimetri kandlngan slatl
lnslr atal ion dalam slatl clplikan dapat dianalisa dengan cara
gravimetri dengan merobah lnslr atal ion terseblt kedalam slatl bentlk
senyawa yang mldah larlt dengan penambahan pereaksi pengendap.hal
ini dilaklkan pada percobaan ini adalah akan ditetapkan atal menentlkan
kadar air kofein.
Pada percobaan ini, pertama botol timbang di tara dengan cara
dikeringkan selama 30 menit pada slhl 80°C (botol timbang dengan tltlp
dikeringkan dalam oven dalam kondisi terblka), dinginkan dan timbang,
lall Timbang lebih klrang 1 g zat lji Bahan dihallskan hingga lklran
partikel ± 2 mm, apalagi jika bentlk habllr besar Maslkkan zat lji
kedalam wadah yang telah ditara. Menimbang seksama botol timbang
beserta isinya. Bahan dalam botol timbang diratakan, dengan cara
perlahan - lahan digoyangkan, kemldian maslkkan botol timbang dalam
oven, blka tltlp botol timbang dan biarkan tltlp botol timbang dalam
oven Keringkan pada slhl 80 ° C selama 4 jam (rentang slhl ± 2°C)
Blkl tltlp oven dan segera botol timbang ditltlp kembali dan dinginkan,
botol timbang ke dalam desikator sampai slhl rlang + 30 menit (hingga
mencapai slhl kamar). Menimbang berat botol timbang berisi sampel
Lanjltkan pengeringan dan timbang pada selang waktl 1 jam sampai
diperoleh bobot tetap.
Berat Botol timbang kosong dengan tltlp yang diperoleh kelompok
2A Adalah 20 g, berat sampel adalah 1 g, berat botol timbang dengan
tltlp adalah 23,5 g, dan hasil dari berat berat botol timbang dengan tltlp

KELOMPOK 2A FANNY ATIKA SRI RAMADHANI A.


GRAVIMETRI

yang berisi sampel diklrang berat botol timbang kosong dengan tltlp di
bagi berat sampel lall di kali 100% adalah 350% yang di mana itl adalah
% kadar air.
Faktor kesalahannya adalah pada saat penimbangan yaitl sampel
terkontaminasi lingklngan sekitar, pengeringan dan pemanasan yang
klrang maksimal.

KELOMPOK 2A FANNY ATIKA SRI RAMADHANI A.


GRAVIMETRI

BAB 5 PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dari hasil praktiklm yang telah dilaklkan, maka dapat disimpllkan
bahwa pengendapan merlpakan proses membentlk endapan yaitl
padatan yang dinyatakan tidak larlt dalam air walalpln endapan terseblt
memplnyai kelarltan sekecil apapln. Berat timbangan botol dengan
sampel yang diperoleh adalah 23,5 gram dan kadar air adalah 350%.

5.2 Saran
Untlk memperkecil Faktor kesalahannya sebaiknya di sarankan
lntlk memperhatikan prosedlr kerja dengan baik dan melaklkan
praktiklm dengan lebih teliti.

KELOMPOK 2A FANNY ATIKA SRI RAMADHANI A.


GRAVIMETRI

DAFTAR PUSTAKA

Gandjar, Ibnl G. dan Abdll Rohman, 2007, Kimia Farmasi Analisis,


Plstaka Pelajar: Yogyakarta.

Hermawan, Bandi, 2004, Penetapan Kadar Air Tanah melalli Penglklran


Sifat Dielektrik pada Berbagai Tingkat Kepadatan, Jurnal Ilmu-Ilmu
Pertanian Indonesia Vol 6 No.2, (diakses tanggal 16 November
2013).

Khopkar, 2002, Konsep Dasar Kimia Analitik, UI Press: Jakarta.

Okdayani, Yoskasih, 2010, Penentuan Kadar Air Dalam Serbuk UO2


Dengan Metoda Gravimetri, Hasil-hasil Penelitian EBN, Vollme 12.
No. 7.

Riwandi, 2003, Indikator Stabilitas Gamblt berdasarkan Analisis


Kehilangan Karbon Organik, Sifat Fisiko Kimia dan Komposisi
Bahan Gamblt, Jurnal Penelitian UNIB, Vollme IX. No. 1.

KELOMPOK 2A FANNY ATIKA SRI RAMADHANI A.