Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Stroke sudah merupakan kata yang sangat akrab dengan kehidupan kita
sehari-hari. Kata yang diartikan sebagai algojo yang sangat ditakuti tanpa
diketahui makna sebenarnya. Kita sering mendengar ada kenalan, teman,
bahkan keluarga yang terkena stroke. Intensitasnya pun beragam. Ada yang
berakibat fatal, ada yang membelenggu korbannya hingga bertahun-tahun
sebagai orang cacat. Namun ada pula kasus-kasus yang lebih mujur. Bila dahulu
stroke lebih memilih mereka yang berusia lanjut, sekarang ini yang berusia
muda pun tidak luput dari serangannya.

Setiap tahun, sekitar 12 dari 100.000 orang di Amerika Serikat


mengalami stroke, sehingga penyakit ini tercatat sebagai pembunuh nomor tiga
setelah penyakit jantung dan kanker. Di Amerika, tercatat ada sekitar 770.000
pasien stroke, baik yang terkena untuk pertama kalinya maupun yang terkena
serangan susulan. Dari segi usia, 72 persen pasien stroke berumur di atas 65
tahun. Hal ini dikarenakan peluang seseorang terkena serangan stroke setelah
berusia 55 tahun berlipat ganda pada setiap dasawarsa pertambahan umurnya.

Tingkat penyembuhan stroke masih rendah, sebanyak 15-30 persen


pasien akan menderita kelumpuhan atau cacat yang permanen, kehilangan suara
atau daya ingat, dan berbagai akibat lainnya. Sekitar 25 persen dari pasien
stroke meninggal dalam tahun pertama setelah terserang stroke, dan 14-15
persen mengalami stroke kedua dalam tahun yang sama setelah mengalami
stroke pertama.

Salah satu permasalahan yang sering muncul pada penderita stroke


adalah masalah keseimbangan tubuh. Keseimbangan merupakan interaksi dan
integrasi yang kompleks sistem sensorik dan musculoskeletal yang diatur di

1
dalam otak sebagai respon terhadap perubahan kondisi internal dan eksternal.
Keseimbangan sangat berpengaruh dan merupakan salah satu komponen penting
dalam merespon aktivitas sehari-hari.

Pendekatan yang harus dilakukan untuk mengatasi hal tersebut salah


satunya adalah dengan metode terapi stroke. Gerakan- gerakan yang dilakukan
secara bersama-sama oleh para penderita stroke dengan bimbingan fisioterapis
yang dilakukan secara teratur, benar dan berkesinambungan sangat bermanfaat
bagi penderita stroke.

Setelah mempertimbangakan hal-hal tersebut di atas, maka penulis


berinisiatif untuk membuat karya tulis ilmiah ini yang berjudul “Penderita
Stroke dengan Terapi Yang Dijalani”.

B. Rumusan Masalah

Pada penelitian ini yang menjadi permasalahannya adalah :

1. Apakah pengertian dari stroke?

2. Apakah penyebab-penyebab timbulnya stroke?

3. Bagaimanakah gejala-gejala dari orang yang terkena stroke?

4. Bagaimanakah teknik-teknik terapi stroke?

5. Apakah manfaat yang diperoleh dari terapi stroke bagi penderita


stroke?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan yang diharapkan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui


teknik-teknik terapi stroke serta manfaat yang diperoleh bagi penderita stroke.

2
D. Manfaat Penelitian

Pada penelitian ini manfaat yang diharapkan antara lain :

1. Bagi penderita

Sebagai bahan pengetahuan tentang manfaat terapi stroke yang


dilakukan secara teratur dan benar bagi penderita stroke.

2. Bagi penulis

Sebagai bahan bagi fisioterapis yang menjadi instruktur terapi


stroke mengenai teknik-teknik gerakan yang sesuai bagi penderita stroke.

3. Bagi masyarakat

Memberikan motivasi bagi para penderita stroke dan keluarganya


akan manfaat terapi stroke menuju ke arah kemandirian para pasien
dalam aktivitas hidupnya.

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Stroke

Stroke atau cidera serebrovaskuler (CVA), adalah kehilangan fungsi


otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak. (Brunner
dan Suddarth, 2002; 2131)

Menurut pendapat lain stroke merupakan suatu gangguan neurologik lokal yang
dapat timbul sekunder dari suatu proses patologis pada pembuluh darah
serebral. (Sylvia A. Price, 1995; 964).

Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa penyakit stroke adalah suatu
gangguan neurologis yang bersifat lokal atau umum yang timbul secara
mendadak atau sekunder dari suatu proses patologis pada pembuluh darah
serebral yang menyebabkan berhentinya suplai darah ke jaringan otak sehingga
fungsi otak menjadi rusak atau hilang.

B. Penyebab Stroke

Secara sederhana, stroke terjadi jika aliran darah ke otak terputus. Stoke
terjadi melalui dua sebab utama yaitu karena penyumbatan pada pembuluh
darah dan oleh karena pembuluh darah ke otak pecah.

1. Penyumbatan pembuluh darah otak (stroke iskemik)

Penyumbatan dapat terjadi karena penumpukan timbunan lemak


yang mengandung kolesterol (disebut plak) dalam pembuluh darah besar
(arteri karotis), pembulubh darah sedang (arteri serebri) atau pembuluh
darah kecil.

4
2. Pendarahan otak (stroke hemoragik)

Pembuluh darah ke otak bisa pecah karena diakibatkan penyumbatan


pada dinding pembuluh darah yang rapuh (aneurisme), mudah
menggelembung sehimgga menyebabkan rawan pecah. Hal ini umumnya
terjadi pada orang lanjut usia atau karena faktor keturunan (genetis).

Penyebab lain stroke tipe ini adalah akibat kekusutan pembuluh-


pembuluh darah atau adanya pembuluh kapiler yang tidak berfungsi dan
tidak lentur lagi sehingga menyebabkan mudah pecah.

3. Obesitas

Salah satu penyebab stroke yaitu karena di sebabkan oleh berat


badan. Berat badan berlebih bisa menyebabkan penderitanya akan

5
mengalami masalah pada aliran darahnya. Banyaknya lemak di dalam tubuh
bisa dialami pada penderita obesitas, dan obesitas di sebabkan akibat dari
makan makanan yang mengandung tinggi lemak, sehingga lemak yang
menumpuk di dalam tubuh juga akan menjadi penghambat jalan bagi darah,
maka dari itu obesitas bisa terjadi pada seseorang yang tidak bisa menjaga
asupan makanannya dengan baik, dan juga jarang melakukan olahraga
sehingga berat badan akan meningkat begitu cepat.

4. Rokok

Penyebab stroke bisa terjadi akibat dari rokok, merokok merupakan


kegiatan yang sia sia dan membuang buang uang saja. Karena rokok hanya
akan menyebabkan penyakit karena merusak organ tubuh secara perlahan
lahan apabila di gunakan terus menerus. Rokok bisa menjadi penyebab
stroke karena kandungan yang dimiliki rokok bisa membuat otak tidak
mendapatkan cukup aliran darah. maka dari itu risiko perokok aktif sangat
tinggi untuk menderita sakit stroke.

5. Alkohol

Tidak hanya rokok yang bisa menjadi penyebab stroke, tetapi


alkohol juga bisa menjadi penyebab stroke. Minum minuman yang
mengandung alkohol bisa meningkatkan tekanan darah dan akan membuat
aliran darah pada otak terhenti sehingga syaraf otak terganggu sehingga
sakit stroke akan dialami dalam seketika saja. Maka dari itu minuman
alkohol tidak baik bagi kesehatan tubuh.

6. Kadar 

Kolesterol tinggi, penyebab stroke bisa terjadi juga dengan di


sebabkan oleh adanya peningkatan kadar kolesterol. Kadar kolesterol yang
tinggi dan tidak kunjung sembuh akan menghambat aliran darah, karena
kolesterol yang begitu banyak di dalam tubuh akan mengecilkan pembuluh
darah, sehingga memiliki kadar kolesterol yang tinggi bisa menyebabkan
sakit stroke.

6
7. Genetik

Yang bisa menjadi penyebab stroke juga karena memiliki faktor


genetik, keluarga yang menderita sakit stroke juga bisa membuat anggota
keluarga lainnya juga akan memiliki menderita sakit stroke juga terlebih
apabila tidak menjaga kesehatan tubuhnya dengan baik.

8.Gula

Darah, bukan hanya karena memiliki kadar kolesterol tinggi saja


yang bisa menjadi penyebab stroke. Tetapi penyebab stroke juga bisa
disebabkan oleh memiliki gula darah tinggi. tidak mengontrol kadar gula
darah di dalam tubuh juga akan menyebabkan penyakit stroke lama
kelamaan. Maka dari itu menjaga kadar gula darah tetap stabil juga sangat
penting.

C. Gejala Stroke

Beberapa gejala-gejala stroke antara lain :

 Mati rasa yang mendadak di wajah, lengan, atau kaki dan terutama disalah
satu sisi saja, kiri atau kanan.
 Mendadak bingung, atau sulit bicara, atau sulit mengerti.
 Kesulitan penglihatan yang mendadak disalah satu atau kedua mata.
 Mendadak kehilangan keseimbangan atau koordinasi, atau kesulitan
berjalan yang biasa dibarengi rasa pusing.
 Sakit kepala yang mendadak tanpa penyebab yang jelas.

 Mati atau merasakan otak bebal secara tiba tiba pada wajah, tangan kaki,
atau organ tubuh yang lain

 Ketika stroke penderita nya juga akan mengalami kesulitan berbicara atau
akan merasakan binggung secara tiba tiba

7
 Kehilangan penglihatan, seperti penglihatan kabur saat melihat sesuatu
pada sebagian mata atau kedua nya

 Kehilangan keseimbangan ketika berjalan atau bahkan akan kesulitan untuk


berjalan

 Pusing kepala juga akan di rasakan untuk gejala stroke terjadi

 Rasa mual dan muntah sering terjadi

 Kehilangan kesadaran secara tiba tiba

 Merasakan kebinggungan

 Kesulitan dalam mengucap sesuatu, atau berbicara menjadi tidak jelas

D. Terapi Pengobatan Stroke

1. Terapi pijat

Merupakan salah satu cara penyembuhan yang paling kuno, pijat sudah
digunakan sejak 5000 tahun yang lalu.

Secara umum, pijat digunakan untuk menghasilkan relaksasi, sehingga


segala ketegangan bisa dikendurkan dan dieleminasi. Hal tersebut sangat
penting dan bermanfaat bagi penderita stroke.

2. Terapi Musik

Musik adalah bahasa universal yang memiliki banyak manfaat. Selain


didengarkan ketika bersantai, musik ternyata dapat digunakan untuk
perawatan kesehatan seperti mengurangi stres dan kecemasan.

Ahli terapi menggunakan musik atau suara dalam membantu pasien


dalam mencapai tujuan terapi, termasuk didalamnya mental, fisik, emosi,
sosial, dan spiritual. Penderita stroke yang rajin mendengarkan musik setiap
hari, menurut hasil riset, ternyata mengalami peningkatan pada ingatan

8
verbalnya dan memiliki mood yang lebih baik dibandingkan penderita yang
tidak menikmati musik.

Temuan lainnya adalah mendengarkan musik pada tahap awal


pascastroke dapat meningkatkan pemulihan daya kognitif dan mencegah
munculnya perasaan negatif.

Terapi musik yang dilakukan oleh ahli terapi musik dapat membantu
meningkatkan gerakan-gerakan tubuh pasien stroke. Terapi musik dilakukan
melalui teknik-teknik yang dapat menstimulasi fungsi otak dan bertujuan
untuk meningkatkan hasil bagi pasien. Satu teknik yang umum dilakukan
adalah stimulasi pendengaran ritmik. yang mengandalkan hubungan antara
ritme dan gerakan. Musik dengan tempo yang khusus digunakan untuk
menstimulasi gerakan tubuh pasien.

3. Hipnoterapi

Bagi mereka yang mengalami kecacatan baik kelumpuhan karena


serangan stroke maupun kecelakaan lalulintas, latihan dengan menggunakan
metode hidroterapi di kolam renang sangat mutlak diperlukan untuk
membangkitkan kepercayaan diri serta melatih otot-otot yang kaku.

Umumnya mereka yang menggunakan fasilitas hidroterapi selain pasien


rawat inap, yang kasusnya mengalami kelumpuhan seperti akibat serangan
stroke juga pasien rawat jalan yang tengah menjalani latihan fisioterapi di
darat seperti terapi kejutan elektronik dan sebagainya.

4. Terapi AIUEO

Sesuai dengan namanya, terapi AIUEO adalah terapi yang fokus pada
perbaikan cara berbicara. Karena banyak pasien stroke kehilangan
kemampuan berbicara karena saraf yang terganggu.

Terapi ini sudah banyak diperkenalkan di rumah sakit atau di pusat


rehabilitasi stroke di kotakota besar di Indonesia. Diharapkan dengan terapi

9
AIUEO tersebut pasien bisa mendapatkan kembali kemampuan
berkomunikasi.

5. Senam Khusus

Stroke adalah penyakit yang mengakibatkan kerusakan saraf yang perlu


ditangani dengan serius. Untuk mengembalikan fungsi otot dan saraf yang
tidak berfungsi, salah satu cara adalah dengan melakukan senam khusus
penderita stroke. Senam ini berfungsi untuk melatih otot yang kaku dengan
gerakan-gerakan yang ringan dan tidak menyakitkan bagi penderitanya.
Senam khusus untuk pascastroke banyak dijumpai di rumah sakit di kota-kota
besar di Indonesia.

6. Akupuntur

Akupuntur berguna untuk menyeimbangkan atau membuka sumbatan


aliran chi (energi vital) dalam tubuh. Selain itu, terapi stroke dengan
akupuntur juga dapat mengaktifkan syaraf dan merangsang otot.

10
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Stroke adalah suatu keadaan yang timbul karena terjadi gangguan


peredaran darah di otak yang menyebabkan terjadinya kematian jaringan otak
sehingga mengakibatkan seseorang menderita kelumpuhan atau kematian.
Secara garis besar, stroke dibagi menjadi dua yaitu Stroke karena pendarahan
(Haemorragic) dan Stroke bukan karena pendarahan (Non
Haemorragic/Iskemik). Penyebab utama dari stroke adalah aterosklerosis
(trombosis), embolisme, hipertensi yang menimbulkan perdarahan intraserebral
dan ruptur aneurisme sakular.

B. Saran  

Saran dari pembaca agar dapat memberi kritik dan saran untuk
kesempurnaan dari Karya Tulis ”Penderita Stroke dengan Terapi Yang
Dijalani”. Saya selaku Mahasiswa Universitas Hasanuddin jurusan Fisioterapi
juga menyarankan kepada para pembaca hendaknya tidak hanya mengambil
satu referensi dari Karya Tulis ini saja dikarenakan saya selaku penulis
menyadari bahwa Karya Tulis ini hanya mengambil referensi dari beberapa
sumber saja.

11
12
DAFTAR PUSTAKA

Adib, Muhammad. Cara Mudah Memahami dan Menghindari Hipertensi Jantung


dan Stroke (Yogyakarta, Dian Loka 2009)

Anonim. Gejala Stroke. 26 November 2016.


http://www.alodokter.com/stroke/gejala

Anonim. Penyebab Stroke. 1 Desember 2016. http://penyebabstroke.com/

Anonim. Kapitaselekta Kedokteran. 1982. Jakarta: Media Aeskulapius FKUI 

Anonim. Askep Pada Klien dengan Gangguan Sistem Persyarafan. 1996. Jakarta:
Depkes

Carpenito. 1995. Rencana Asuhan dan Dokumentasi Keperawatan. Jakarta:EGC

13