Anda di halaman 1dari 7

ILMU DASAR KEPERAWATAN II

BENTUK SEDIAAN OBAT

Disusun Oleh :
KELOMPOK 2
1. Algi Fahri ( 0432950319020 )
2. Aribahtunnisa Fadhilah ( 0432950319023 )
3. Fira Alsyafirani ( 0432950319044 )
4. Inkka Okvyanda ( 0432950319028 )
5. Lala Tiara ( 0432950319024 )
6. Muslima ( 0432950319033 )
7. Prayuda Nugiansyach S ( 0432950319021 )
8. Siti Assyifa Hijriani ( 0432950319027 )
9. Siti Rofika Mailani ( 0432950319040 )
10.Tazhiatul Munawaroh ( 0432950319030 )

Dosen Pengampu : Dewi Yuliana Idris, S.Si, Apt., M.Kes

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BANI SALEH
BEKASI
2020
Sediaan Obat Semi Padat
A. Pengertian

Sediaan obat semi padat adalah sediaan setengah padat yang bersifat topical dan
penggunaannya untuk kulit bagian luar.

Bentuk sediaan semi padat memiliki konsistensi dan wujud antara solid dan liquid,
dapat mengandung zat aktif yang larut atau terdispersi dalam pembawa (basis). Bentuk
sediaan semi padat biasanya digunakan secara topical, yaitu diaplikasikan pada permukaan
kulit atau sleput mukosa. Namun demikian sediaan topical tidak harus semi padat. Bentuk
sediaan semi padat jika dibandingkan dengan bentuk sediaan solid dan liquid, dalam
pemakaian topical, memiliki keunggulan dalam hal adhesivitas sediaan sehingga memberikan
waktu tinggal yang relative lebih lama.Selain itu fungsi perlindungan terhadap kulit lebih
nampak pada penggunaan sediaan semi padat. Namun, sediaan semi padat tidak umum
diaplikasikan dalam area permukaan kulit yang luas, sebagaimana halnya sediaan solid
maupun liquid. Kemudahan pengeluaran dari kemasan primer juga menjadi pertimbangan
yang harus diantisipasi dalam desain sediaan semi padat, terutama semi padat steril (contoh:
salep mata), terkait dengan viskositas yang dimiliki oleh sediaan tersebut.

B. Macam-macam Sediaan Semi Padat


Sediaan semi solid meliputi satu kelompok produk yang diaplikasikan pada kulit atau pada
membran mukosa. Termasuk sediaan semisolid yaitu :
1. Salep (ungueta)

Adalah sediaan semi solid yang ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau
selaput lendir (menurut Farmakope Indonesia edisi IV). Tujuan Pembuatan Salep Pengobatan
lokal pada kulit, melindungi kulit (pada luka agar tidak terinfeksi), melembabkan kulit.
a. Keuntungan Salep
 Mudah digunakan
 Langsung berefek pada bagian tubuh yang sakit
 Dapat digunakan pada semua usia
b. Kerugian Salep
 Terkadang menimbulkan rasa lengket atau tidak nyaman
 Tidak bisa digunakan pada bagian tubuh yang luka
c. Pengemasan
 Dapat disimpan dalam botol (gelas, plastik atau porselen) atau tube (kaleng atau
plastik), tube untuk salep mata dikemas dalam tube kaleng atau plastik kecil dan dapat
dilipat dan dapat menampung sekitar 3.5 g salep. Tube salep untuk topikal digunakan
ukuran 5-30 gram.
d. Penyimpanan
 Pada suhu dibawah 30°C untuk mencegah salep menjadi lembek (terutama untuk
basis salep yang mudah mencair)

2. Krim (cream)

Adalah sediaan semi solid yang mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau
terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. Istilah ini secara tradisional telah digunakan untuk
sediaan setengah padat yang mempunyai konsistensi relatif cair diformulasikan sebagai
emulsi air dalam minyak atau minyak dalam air. Krim dapat digunakan untuk pemberian
obat, melalui vaginal. (Farmakope Indonesia edisi IV). Krim berupa emulsi kental
mengandung tidak kurang dari 60% air, yang dimaksudkan untuk pemakaian luar. Tipe krim
ada 2 yaitu: krim tipe air/minyak (w/o) dan krim minyak/air (o/w) umumnya disebut
vanishing cream, mengandung air dalam persentase yang besar dan asam stearat. Rata-rata
jenis krim o/w lebih mudah dibersihkan daripada kebanyakan salep.
a. Keuntungan krim
 Mudah dicuci dengan air dan tidak lengket
 Memberikan rasa dingin
 Bisa digunakan untuk mencegah lecet pada lipatan kulit terutama pada bayi
 Bisa meningkatkan rasa lembut dan lentur pada kulit tetapi tidak menyebabkan kulit
berminyak
b. Kerugian krim
 Mudah kering dan mudah rusak
 Cream bisa pecah apabila formulanya tidak sesuai

3. Gel atau jelly

Merupakan sistem semipadat terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik
yang kecil atau molekul organik yang besar, terpenetrasi oleh suatu cairan (Farmakope
Indonesia edisi IV). Gel dapat digolongkan baik dalam sistem 2 fase atau dalam sistem satu
fase. Sistem 2 fase sering disebut juga magma atau susu. Massa gel dapat terdiri dari
gumpalan partikel-partikel kecil dan bukan molekul-molekul besar seperti ditemukan pada
gel aluminium hidroksida, magma bentonit dan magma magnesium.
a. Keuntungan Gel
 Untuk hidrogel : efek pendinginan pada kulit saat digunakan
 penampilan sediaan yang jernih dan elegan
 pada pemakaian di kulit setelah kering meninggalkan film tembus pandang, elastis,
daya lekat tinggi yang tidak menyumbat pori sehingga pernapasan pori tidak
terganggu
 mudah dicuci dengan air; pelepasan obatnya baik
 kemampuan penyebarannya pada kulit baik.
b. Kerugian Gel
 Untuk hidrogel : harus menggunakan zat aktif yang larut di dalam air sehingga
diperlukan penggunaan peningkat kelarutan seperti surfaktan agar gel tetap jernih
pada berbagai perubahan temperatur, tetapi gel tersebut sangat mudah dicuci atau
hilang ketika berkeringat
 Kandungan surfaktan yang tinggi dapat menyebabkan iritasi dan harganya mahal

4. Pasta
Adalah sediaan semi padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang
ditujukan untuk pemakaian topikal. Konsistensi pasta seperti suspensi yang padat karena
mengandung konsentrasi bahan padat yang tinggi sekitar 30-70%. Pasta umumnya dibuat
dengan mencampurkan zat padat langsung ke dalam sistem yang dikentalkan dengan
menggerus sebagai basis untuk membentuk massa seperti pasta. Pasta sebagai sediaan
memiliki perubahan bentuk plastis dengan suatu batas mengalir. Pasta mengandung lebih
banyak bahan padat dan oleh karena itu lebih kental dan kurang meresap daripada salep.
Pasta biasanya digunakan karena kerjanya yang melindungi dan kemampuannya menyerap
kotoran serum dari luka-luka di kulit.
a. Kelebihan pasta
 Bahan obat dalam pasta lebih melekat pada kulit sehingga meningkatkan kerja lokal
 Konsentrasi lebih kental dari salep
 Daya absorbsi sediaan pasta lebih besar dan kurang berlemak dibandingkan dengan
sediaan salep
b. Kekurangan Salep
 Tidak sesuai untuk pemakaian pada tubuh berbulu
 Dapat mengeringkan kulit dan merusak lapisan kulit epidermis dan menyebabkan
iritasi kulit

C. Keseragaman Bobot Sediaan Semi Padat


Contoh Keseragaman bobot Salep
R/ STANDAR SALEP HYDROKORTISON:
Tiap 10 g mengandung :
Hydrocortinosum 100 mg
Adeps lanae 1g
Vaselinum album ad 10 g

Formula
Tiap 15 g mengandung :

Nama Bahan Konsentrasi Standar


Hydrocortinosum 150 mg 100 mg/10 g
Adeps lanae 1,5 g 1 g/10 g
Propylenglikol 10 % < 15%
Vaselinum album 15 g