Anda di halaman 1dari 12

Pengertian flora secara sederhana flora adalah tanaman.

Sementara
pengertian flora secara umum adalah segala jenis tumbuhan serta tanaman yang
ada di muka bumi.

Flora adalah segala jenis tumbuhan serta tanaman yang ada di muka bumi ini. Di negara kita ini, Indonesia
memiliki berbagai jenis-jenis flora, baik dari bagian barat, tengah sampai bagian timur.

flora adalah tanaman sementara pengertian flora secara umum adalah segala jenis
tumbuhan serta tanaman yang ada di muka bumi. Flora endemik merupakan sekelompok
jenis tumbuhan yang hidup pada suatu daerah tertentu. Ada flora jawa, flora daerah
sumatera, flora endemik kalimantan dan lain-lain. Flora endemik pada suatu daerah
biasanya memiliki jenis tertentu yang terkadang tidak bisa ditemukan di daerah lain atau
mungkin jarang ditemukan. Hal ini dikarenakan pada tiap daerah memiliki tingkat
kesuburan perbedaan iklim dan cuara serta jenis tanah yang berbeda satu dengan yang
lain. Flora endemik di Jawa contohnya adalah bunga melati, flora endemik Papua adalah
tanaman buah merah, flora endemik daerah Sumatera adalah rafllesia arnoldi atau
bunga bangkai dan lain sebagainya.

Flora di daerah kabupaten dan kota di sekitar tempat tinggal 


No – Nama Tanaman – Pemanfaatan Kondisi
1. Pohon Jati, pohon ini banyak digunakan untuk bahan furinitur, mebel, ukiran dan untuk bahan
bangunan untuk membangun rumah, tanaman ini saat ini termasuk langka dan harganya mahal.
2. Tebu, tanaman ini merupakan bahan dasar pembuatan gula pasir dan daunya bisa dijadikan
bahan bakar untuk memasak, populasi tanaman ini sangat banyak dan tidak langka.
3. Pohon Kelapa, Sangat banyak manfaat pohon ini, Misalnya : batang pohon bisa dimanfaatkan
untuk bahan bangunan, buah kelapa untuk bahan makanan dan minuman, daunnya bisa dijadikan
atap rumah dan bahan dasar ketupat. Pohon ini sangat banyak di daerah pantai dan tidak langka.
4. Pohon Asam, tanaman ini mempunyai manfaat pada buahnya bisa dipakai untuk bumbu masakan,
sedangkan daunnya bisa digunakan untuk pembuatan jamu, batangnya yang keras bisa digunakan
sebagai bahan ukiran dan bahan bangunan. Pohon ini biasanya banyak tumbuh di pinggir jalan dan
tidak langka.
5. Padi, sebagai bahan makanan pokok di Indonesia, banyak ditanam oleh petani di sawah dan tidak
langka.
6.  Mangga, buahnya biasanya digunakan untuk makanan dan minuman, secara umum banyak
ditemukan di halaman rumah & tidak langka.

Flora lokal yang khas


1. Ciplukan, biasanya langsung dimakan karena rasanya manis, selain itu juga bisa dijadikan obat.
Tanaman ini banyak ditemukan ditemukan di pematang sawah.
2. Sawo kecik, Buahnya bisa dimakan dan batangnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan ukiran dan
bahan bangunan.
3. Rukem, Bisa langsung dimakan buahnya dan bisa juga sebagai obat diare.
4. Buah Kecapi, Buahnya rasanya manis dan asam banyak disukai orang dan daunnya bisa dijadikan
obat demam.
5. Duku, buahnya bisa dijadikan minuman segar dan bisa dimakan langsung dengan rasa manis yang
sedikit asam
6. Sukun, bisa dijadikan makanan pokok penganti nasi karena mempunyai karbohidrat yang tinggi.
7. Talas, tanaman umbi-umbihan yang bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan yang lezat.
8. Jeruk Bali, jeruk dengan ukuran yang besar denga rasa manis yang sangat segar jika dimakan.

Persebaran Flora dan Fauna


Di Indonesia penyebaran flora dan fauna asli Indonesia dipengaruhi oleh beragam hal
seperti halnya aspek geografi. Di Indonesia daerah persebaran flora dibedakan menjadi 3
kawasan yaitu Indonesia bagian barat, timur dan tengah. Sementara itu, persebaran flora
di Indonesia dipisahkan oleh garis Wallace dan garis Webeer.
Flora
Adapun persebaran flora di Indonesia bagian barat, timur dan tengah yaitu:

1. Flora bagian barat – Flora bagian barat memiliki jenis tumbuhan yang sangat
beragam dan memiliki kawasan mangrove yang banyak di sekitar pantai. Hutan pada
kawasan bagian barat ini selalu hijau dengan jenis kayu yang memiliki banyak manfaat
bagi manusia.
2. Flora bagian timur – Ciri flora yang terdapat di bagian timur adalah memiliki
kemiripan dengan flora yang terdapat di benua Australia. Selain itu persebaran flora
yang berada di timur lebih banyak tumbuh semak dan belukarnya. Flora yang khas dari
wilayah ini adalah pohon matoa serta tanaman ficus famili beringin.
3. Flora bagian tengah – Flora bagian tengah memiliki jenis hutan yang seragam
karena hanya didominasi oleh satu jenis tumbuhan saja. Jenis tumbuhan yang paling
banyak ditemukan di kawasan ini adalah cemara, pinus serta palma.

Upaya Melestarikan Flora dan Fauna


Flora yang ada di dunia semakin hari semakin terdesak oleh beragam aktivitas manusia. Hal
ini menyebabkan para tumbuhan semakin kehilangan habitatnya dan akhirnya terancam
punah. Banyak manusia tamak yang hanya mementingkan kepentingan pribadinya tanpa
harus ambil pusing dengan flora yang semakin berkurang populasinya. Selain bukan hanya
itu namun keadaan lingkungan seperti halnya cuaca yang buruk dapat menyebabkan
punahnya flora dan fauna. Melakukan reboisasi besar- besaran mampu membantu alam
kembali tumbuh dengan baik. 

Seiring dengan berjalannya waktu, ada banyak sekali flora yang mulai jarang bisa kita temui.
Hal ini dikarenakan populasi mereka yang semakin sedikit dan akhirnya hilang sama sekali.
Bukan hanya akibat faktor alam, namun juga akibat perburuan yang dilakukan oleh manusia.
Manusia banyak memburu flora yang ada untuk beragam jenis kepentingan seperti untuk
makanan, untuk pengobatan atau bahkan untuk perhiasan. Bukan hanya itu, namun banyak
juga melakukan pengerusakan habitat tempat tinggal flora sehingga dibutuhkan cara
melestarikan flora.

Dalam melakukan upaya pencegahan supaya flora dan fauna tidak mengalami kepunahan,
maka diperlukan upaya-upaya berikut ini:

1. Bangun tempat-tempat yang berguna untuk menjaga kelestarian alam supaya


perkembangbiakan flora tidak terganggu. Dalam hal ini pemerintah bisa menyediakan cagar
alam di Indonesia bagi flora. Bukan hanya pemerintah namun masayarakat juga harus secara
aktif berperan melindungi suaka margasatwa yang ada.

2. Melakukan pembangunan yang peduli dengan alam. Dalam hal ini pembangunan yang
dilakukan harus memperhatikan keseimbangan antara manusia serta lingkungan. Jangan
sampai pembangunan yang kita lakukan merusak lingkungan dan berdampak buruk bagi
keberlangsungan flora yang ada.

3. Pemerintah bisa menetapkan beragam jenis flora dan fauna yang dilindungi 

4. Melakukan usaha dan cara menjaga kelestarian hutan seperti:

 Melakukan sistem tebang pilih


 Mencegah pencurian kayu serta serta mencegah terjadinya penebangan hutan
secara liar.
 Memperbaiki kondisi lingkungan hutan
 Melakukan reboisasi supaya hutan bisa kembali hijau

5. Melakukan usaha untuk melestarikan keberadaan biota perairan seperti:

 Mencegah perusakan di wilayah perairan


 Melarang penangkapan yang bisa mematikan ikan serta jenis biota yang lain seperti
halnya penggunaan bahan peledak
 Melindungi anak ikan atau benih-benih hewan yang lain dari gangguan serta
penangkapan liar

Kepulauan nusantara merupakan wilayah yang memiliki kekayaan flora dan


fauna. Setiap flora yang tumbuh memiliki keunikan dan keindahan yang menawan.
Dari 2 juta jenis tumbuhan yang hidup di bumi, 15.5%-nya tumbuh di Indonesia.
Setiap tahun selalu ditemukan jenis-jenis flora baru, meski ada juga tumbuhan yang
punah. Jenis algae saja ada 1500 spesies, tumbuhan berspora 80.000 spesies jamur,
795 spesis lumut, 2.197 tumbuhan paku, dan 30.000-40.000 tumbuhan berbiji.
Sayangnya kita sebagai masarakat yang ada di bumi Indonesia kurang
bersyukur pada Tuhan. Kadang  kita tidak merawat dan melindungi kekayaan-
kekayaan alam.
Tidak hanya itu, limbah-limbah pabrik banyak yang mengalir ke sungai-sungai
yang dipenuhi eksosistem sungai. Alhasil limbah-limbah itu merusak, membuat kali
hitam, bau menyengat, dan tentunya membuat ekosistem sungai mati.
Setiap tanggal 5 November selalu di peringati Hari Cinta Puspa
dan Satwa Nasional. Sebagai media untuk memeringati rasa cinta kita pada  puspa
dan satwa yang ada di Indonesia. Mencintai sesuatu harus diaktualisasikan. ketika
kita bilang cinta berarti, kita wajib melindungi dan merawat flora dan fauna yang ada
di bumi nusantara, bukan malah sebaliknya

2. FLORA INDONESIA
Tumbuh-tumbuhan yang hidup di suatu tempat ada yang tumbuh secara alami dan ada juga yang
dibudidayakan oleh manusia. Flora atau dunia tumbuhan di berbagai tempat di dunia pasti
berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain sebagai berikut :
o Iklim
o Jenis tanah
o Relief atau tinggi rendah permukaan bumi
o Biotik (pengaruh makhluk hidup).
Adanya faktor-faktor tesebut, Indonesia memeliki keanekara- gaman jenis tumbuh-tumbuhan.
Iklim memiliki pengaruh yang sangat besar terutama suhu udara dan curah hujan. Daerah yang
curah hujannya tinggi memiliki hutan yang lebat dan jenis tanaman lebih bervariasi, misalnya: di
Pulau Sumatera dan Kalimantan
Sedangkan daerah yang curah hujannya relatif kurang tidak memiliki hutan yang lebat seperti di
Nusa Tenggara. Daerah ini banyak di tum- buhi semak belukar dengan padang rumput yang luas.
Suhu udara juga mempengaruhi tanaman yang dapat hidup di suatu tempat. Junghuhn telah
membuat zonasi (pembatasan wilayah) tumbuh- tumbuhan di Indonesia sebagai berikut :
o Daerah panas (0 – 650 meter), tumbuhan yang cocok di daerah ini adalah kelapa, padi,
jagung, tebu, karet.
o Daerah sedang ( 650 – 1500 meter), tumbuhan yang cocok di daerah ini adalah kopi,
tembakau, teh, sayuran.
o Daerah sejuk ( 1500 – 2500 meter), tumbuhan yang cocok di daerah ini adalah teh,
sayuran, kina, pinus.
o Daerah dingin (di atas 2500 meter) tidak ada tanaman budidaya
Beberapa jenis flora di Indonesia yang dipengaruhi oleh iklim antara lain sebagai berikut :
o Hutan Musim, terdapat di daerah Indonesia yang memiliki suhu udara tinggi dan
memiliki perbedaan kondisi tumbuhan di musim hujan dan musim kemarau. Pada musim
kemarau pohonnya akan meranggas dan pada musim hujan akan tumbuh hijau kembali. Contoh
hutan mu- sim ialah hutan jati dan kapuk randu. Hutan musim banyak terdapat di Jawa Tengah
dan Jawa Timur. 
o Hutan Hujan Tropis, terdapat di daerah yang curah hujannya tinggi. Indonesia beriklim
tropis dan dilalui garis khatulistiwa sehing- ga Indonesia banyak memperoleh sinar matahari
sepanjang tahun, curah hujan tinggi dan temperatur udara tinggi. Di Indonesia hutan hujan
tropis terdapat di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. 
o Sabana, terdapat di daerah yang curah hujannya sedikit. Sabana beru- pa padang rumput
yang diselingi pepohonan yang bergerombol. Sabana terdapat di Nusa Tenggara Barat dan Nusa
Tenggara Timur. 
o Steppa, adalah padang rumput yang sangat luas. Stepa terdapat di daerah yang curah
hujannya sangat sedikit atau rendah. Stepa terda- dapat di Nusa Tenggara Timur, baik untuk
peternakan. 
o Hutan Bakau atau Mangrove, adalah hutan yang tumbuh di pantai yang berlumpur.
Hutan bakau banyak terdapat di pantai Papua, Sumatera bagian timur, Kalimantan Barat dan
Kalimantan Selatan.
o Jenis-jenis hutan yang dipengaruhi iklim antara lain 
o (a). Hutan Hujan Tropis, (b). Sabana, (c). Steppa, (d). Hutan Mangrove
o 2.1 MELATI

o
o
o Bunga melati (Jasminum sambac) atau disebut juga melati putih merupakan salah satu
spesies melati yang berasal dari Asia Selatan. Tanaman ini tersebar mulai dari daerah
Hindustan, Indochina, Malaysia, hingga ke Indonesia. Bunga melati putih ditetapkan
sebagai puspa bangsa, satu diantara tiga bunga nasional Indonesia.
o Melati (Jasminum sambac) merupakan tanaman perdu, berbatang tegak merayap, hidup
menahun. Melati tumbuh baik di iklim panas tropik, kondisi tanah ringan, porus,
berpasir sampai agak liat. Bunga melati berukuran kecil, umumnya berwarna putih,
petala (mahkota bunga) selapis atau bertumpuk. Daun bentuk membulat.
o Ada sekitar 200 jenis melati yang sudah teridentifikasi, tetapi hanya 8-9 jenis yang
umum dibudidayakan.
o Melati mempunyai bentuk mahkota yang sederhana. Melati memiliki bunga berwarna
putih suci. Melati memiliki aroma yang lembut menenangkan. Melati tidak
membutuhkan pemeliharaan yang rumit. Harga melati yang merakyat (relatif murah).
Dari semua kelebihan melati itu, tidak berlebihan jika kemudian melati ditetapkan
sebagai bunga bangsa, salah satu dari 3 bunga nasional Indonesia.

2.2 ANGREK
o Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan tanaman anggreknya, Indonesia
mempunyai lebih dari 6.000 jenis anggrek dan menjadikan Indonesia sebagai negara
dengan spesies anggrek terbanyak dan terlengkap di dunia. Jenis anggrek di Indonesia
juga merupakan jenis anggrek terindah dan terlangka didunia.
Berikut adalah beberapa jenis anggrek yang ada di Indonesia 
o – Anggrek macan

o Grammatophyllum speciosum atau seringpula disebut-sebut dengan nama G.


papuanum yang diyakini sebagai salah satu variannya. Tanaman ini tersebar luas dari
Sumatera, Kalimantan, Jawa, hingga Papua. Dalam satu rumpun dewasa, tanaman ini
dapat mencapai berat lebih dari 1 ton dan panjang malai bunga hingga 3 meter dengan
diameter malai sekitar 1,5-2 cm. Itulah sebabnya malai bunganya mampu menyangga
puluhan kuntum bunga berdiameter 7-10 cm. 
o Dari corak bunganya penduduk lokal sering menjulukinya dengan sebutan anggrek
macan akan tetapi sebutan ini sering rancu dengan kerabatnya, Grammatophyllum
scriptum yang memiliki corak serupa. Oleh sebab itu, anggrek ini populer juga dengan
sebutan sebagai anggrek tebu, karena sosok batang tanamannya yang menyerupai batang
pohon tebu. Meskipun persebarannya cukup luas,anggrek ini justru menghadapi
ancaman serius dari perburuan tak terkendali serta kerusakan habitat. Sosok pohonnya
yang sangat besar mudah terlihat oleh para pemburu, terlebih lagi saat memunculkan
bunganya yang mencolok. Belum lagi perkembangbiakan alami di habitat dengan biji
sangatlah sulit diandalkan Mungkin hal inilah yang mendasari kenapa anggrek ini
menjadi salah satu species anggrek yang dilindungi.

o – Anggrek hitam 

o Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) adalah spesies anggrek yang hanya tumbuh di
pulau Kalimantan. Anggrek hitam adalah maskot flora provinsi Kalimantan Timur.
Habitat asli anggrek hitam mengalami penurunan jumlah yang cukup besar karena
semakin menyusutnya luas hutan di Kalimantan namun masih bisa ditemukan di cagar
alam Kersik Luway dalam jumlah yang sedikit.
o Dinamakan anggrek hitam karena anggrek ini memiliki lidah (labellum) berwarna hitam
dengan sedikit garis-garis berwarna hijau dan berbulu. Sepal dan petal berwarna hijau
muda. Bunganya cukup harum semerbak dan biasa mekar pada bulan Maret hingga Juni.
o Anggrek hitam termasuk dalam anggrek golongan simpodial dengan bentuk bulb
membengkak pada bagian bawah dan daun terjulur di atasnya. Setiap bulb hanya
memiliki dua lembar daun saja. Daunnya sendiri sekilas mirip seperti daun pada tunas
kelapa.
o – Anggrek bulan

o Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) merupakan salah satu bunga nasional


Indonesia, Anggrek bulan ditetapkan sebagai Puspa Pesona Indonesia mendampingi
bunga melati (Jasminum sambac) yang ditetapkan sebagai puspa bangsa Indonesia
dan padma raksasa (Rafflesia arnoldii )  sebagai puspa langka Indonesia.
o Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) merupakan salah satu anggota
genus Phalaenopsis, genus yang pertama kali ditemukan oleh seorang ahli botani
Belanda, Dr. C.L. Blume. Phalaenopsis sendiri sedikitnya terdiri atas 60 jenis (spesies)
dengan sekitar 140 varietas yang 60 varietas diantaranya terdapat di Indonesia.
o Anggrek bulan memiliki beberapa nama daerah seperti anggrek wulan (Jawa dan Bali),
padma raksasa (puspa langka) dll. berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia
Nomor 4 Tahun 1993.
o Pesona Anggrek Bulan. Anggrek bulan mempunyai ciri khas kelopak bunga yang lebar
dan berwarna putih. Meskipun saat ini sudah banyak anggrek bulan hasil persilangan
(anggrek bulan hibrida) yang memiliki corak dan warna beragam jenis. Daunnya
berwarna hijau dengan bentuk memanjang. Akar anggrek bulan berwarna putih
berbentuk bulat memanjang dan terasa berdaging. Bunga anggrek bulan memiliki sedikit
keharuman dan waktu mekar yang lama serta dapat tumbuh hingga diameter 10 cm
lebih.
o Anggrek bulan tumbuh liar dan tersebar luas mulai dari Malaysia, Indonesia, Filipina,
Papua, hingga ke Australia. Anggrek bulan hidup secara epifit dengan menempel pada
batang atau cabang pohon di hutan-hutan. Secara liar anggrek bulan mampu tumbuh
subur hingga ketinggian 600 meter dpl.
o anggrek bulan ditetapkan sebagai puspa pesona, satu diantara 3 bunga nasional
Indonesia. Anggrek bulan ditetapkan sebagai puspa pesona mendampingi melati (puspa
bangsa) dan padma raksasa (puspa langka).

2.3 BUNGA BANGKAI

o Bunga bangkai atau suweg raksasa, merupakan tumbuhan dari suku talas-talasan
(Araceae) endemik dari Sumatera, Indonesia, yang dikenal sebagai tumbuhan dengan
bunga (majemuk) terbesar di dunia. Namanya berasal dari bunganya yang mengeluarkan
bau seperti bangkai yang membusuk, yang dimaksudkan sebenarnya untuk mengundang
kumbang dan lalat penyerbuk bagi bunganya. Bunga bangkai juga sering digunakan
sebagai julukan bagi fatma raksasa Rafflesia arnoldii. Di alam tumbuhan ini hidup di
daerah hutan hujan basah. Bunga bangkai adalah bunga resmi bagi Provinsi Bengkulu.
o Tumbuhan ini memiliki dua fase dalam kehidupannya yang muncul secara bergantian,
fase vegetatif dan fase generatif. Pada fase vegetatif muncul daun dan batang semunya.
Tingginya dapat mencapai 6 meter . Setelah beberapa waktu (tahun), organ vegetatif ini
layu dan umbinya dorman. Apabila cadangan makanan di umbi mencukupi dan
lingkungan mendukung, bunga majemuknya akan muncul. Apabila cadangan makanan
kurang tumbuh kembali daunnya.
o Bunganya sangat besar dan tinggi, berbentuk seperti lingga yang dikelilingi oleh seludang
bunga yang juga berukuran besar. Hingga tahun 2005, rekor bunga tertinggi di
penangkaran dipegang oleh Kebun Raya Bonn, Jerman yang menghasilkan bunga
setinggi 2,74m pada tahun 2003. Namun demikian, Kebun Raya Cibodas, Indonesia
mengklaim bahwa bunga yang mekar di sana mencapai ketinggian 3,17m pada dini hari
tanggal 11 Maret 2004 . Apabila pembuahan terjadi, akan terbentuk buah-buah berwarna
merah dengan biji di pada bagian bekas pangkal bunga. biji-biji ini dapat ditanam.
Karena keunikan bunga ini, bunga ini sering diperjual belikan oleh manusia, itulah faktor
utama bunga ini langka.

2.4 BUNGA RAFFLESIA ARNOLDI

o Rafflesia Arnoldi merupakan salah jenis tanaman langka yang hanya tumbuh di kawasan
Sumatra bagian selatan, terutama di Provinsi Bengkulu. Tanaman ini pertama kali
ditemukan di Bengkulu pada tahun 1818, oleh seorang letnan dari Inggris, yang pada saat
itu tengah menjabat sebagai Gubernur Bengkulu, Thomas Stamford Raffles dan Dr.
Arnoldy, seorang ahli botani. 
o Oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu, bunga ini ditetapkan sebagai lambang provinsi.
Karena Refflesia Arnoldi merupakan tanaman langka, maka sejak tahun 2000
Pemerintah Provinsi Bengkulu menetapkannya sebagai tanaman yang dilindungi dan
harus dilestarikan.
o Raflesia Arnoldi adalah bunga khas yang tumbuh di kawasan hutan bukit barisan
Provinsi Bengkulu. Keunikan bunga ini adalah selain dari bentuknya yang jauh lebih
besar dari ukuran bunga. Menurut berbagai ahli botani, bunga ini diidentifikasi sebagai
bunga terbesar di dunia.
o Bunga ini kerap tumbuh di hutan Bukit Barisan di Desa Taba Penanjung, Kabupaten
Bengkulu Tengah dan juga di sekitar Desa Tebat Monok, Kabupaten Kepahiang. Bagian
terbesar dari bunga ini adalah lima kelopak bunga yang mengelilingi bagian dalam, yang
tampak seperti mulut gentong. Terpisahnya benang sari dan putik ini, membuat
pembuahan bunga yang berbau busuk ini agak sulit. Dibutuhkan bantuan dari serangga,
angin, ataupun air agar Rafflesia Arnoldi dapat berbunga.
o Salah satu kebanggaan masyarakat Bengkulu yang merupakan puspa langka Indonesia,
bunga Raflesia Arnoldi yang hanya tumbuh di sekitar kawasan Hutan Lindung Bukit
Daun Bengkulu saat ini terancam punah. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bagian Tata
Usaha Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Supartono. Kepunahan ini
disebabkan oleh warga di sekitar kawasan Hutan Lindung Bukit Daun, secara sengaja
memindahkan bongkol puspa langka tersebut ke daerah yang mudah dijangkau
pengunjung atau diletakkan di sekitar rumah atau pinggir jalan untuk dimanfaatkan
menjadi sumber pendapatan.
o Hal ini hendaknya menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan pihak terkait,
jangan sampai salah satu kebanggaan masyarakat Bengkulu dan koleksi puspa langka
Indonesia menjadi punah dan tinggal cerita.
Kata flora berasal dari bahasa latin yaitu nama dewi pelindung bunga serta taman dan dewi
kesuburan dalam mitologi Romawi.
Hutan-hutan di Indonesia termasuk ke bioma hutan hujan tropis yang dicirikan oleh kanopi yang
rapat dan banyak terdapat tumbuhan ilana (memanjat), seperti rotan. 10 % dari jumlah hutan tropis yang
ada di dunia terdapat di Indonesia. Hutan hujan primer di daratan rendah kalimantan memiliki kekayaan
hayati paling tinggi. Di daerah ini terdapat sekitar 10.000 tumbuhan biji, yang 34 % diantaranya
merupakan tumbuhan endemik.
Indonesia sebagai sebuah negara kesatuan, memiliki persebaran flora yang berbeda di tiap daerahnya.
Keberagaman hayati dimulai sejak zaman es. Saat itu di bumi hanya terdapat satu benua besar. Kemudian
akibat fenomena alam yang berlangsung selama jutaan tahun, benua itu terpecah menjadi beberapa bagian.
Termasuk Indonesia, yang kemudian terpecah menjadi beberapa pulau. Hal ini menyebabkan perbedaan
ekosistem di antara semua wilayah di Indonesia.

Secara umum, keanekaragaman flora di Indonesia dipengaruhi oleh tiga hal berikut :
Indonesia berada di kawasan tropik yang memiliki iklim stabil
Indonesia terletak di antara dua benua (Asia dan Australia). Yang berarti kepulauan Indonesia dilintasi
oleh dua pusat persebaran biota dari Asia dan Australia.
Kondisi geografis Indonesia yang sangat luas, sehingga memungkinkan adanya beragam species tumbuhan
hisup di dalamnya.

Berdasarkan pendekatan biogeografi, keanekaragaman flora di Indonesia juga dibagi menjadi tiga
kelompok, yaitu wilayah barat, tengah & timur. Ketiga kelompok ini dipisahkan oleh garis Walles dan
Lydekker. 
Berikut ini perbedaan karakteristik flora di Indonesia bagian barat, tengah dan Indonesia bagian Timur :

Keanekaragaman flora di Indonesia Bagian Barat


Flora Indonesia bagian barat atau yang disebut juga kelompok indo-malayan mencakup wilayah Indonesia
yang ada dibagian barat. Kelompok ini meliputi pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Bali. Jenis flora
yang ada di ketiga pulau ini sama. Misalnya tumbuhan Raflesia Arnoldi yang ditemukan di Sumatra, juga
ditemukan di pulau Jawa dan Kalimantan. Sebutan di tiap daerah saja yang berbeda-beda. Jika di Sumatra
disebut bunga bangkai. Maka orang Jawa menyebutnya bunga sluweg.
Flora di wilayah Indonesia bagian Barat didominasi oleh vegetasi hutan hujan tropis yang selalu basah.
Hal ini dikarenakan pada kawasan ini mempunyai curah hujan dan kelembapan yang cukup tinggi. Jenis-
jenis flora di kawasan ini memiliki kesamaan ciri dengan flora di Benua Asia pada umumnya.

Adapun flora tipe Asia (Asiatis) memiliki ciri-ciri, sebagai berikut:... Selain itu, di wilayah Indonesia bagian
Barat juga Wilayah Indonesia bagian Barat juga banyak dijumpai kawasan hutan mangrove (hutan bakau),
antara lain di pantai Timur Sumatra, pantai Barat dan Selatan Kalimantan, serta pantai Barat dan Utara
Jawa.
Ciri-ciri Flora di Indonesia bagian barat :
Banyak terdapat jenis meranti-merantian
Memiliki berbagai jenis nangka
Memiliki jenis tumbuhan sagu yang sedikit
Tidak memiliki gutan kayu putih
Terdapat berbagai jenis rotan
Memiliki jenis tumbuhan matoa (pometia pinnata) yang sedikit.
Tidak ada hutan kayu putih atau eucalyptus
Memiliki jenis pohon sagu yang sedikit
Sangat banyak tumbuhan jenis bamboo
Memiliki berbagai jenis tumbuhan kayu yang berharga, misalnya jati, meranti, kruing, mahoni, dan
sejenisnya
Selalu hijau sepanjang tahun
Bersifat heterogen, terdapat tumbuhan endemik (hanya ada di daerah tersebut), yaitu Raflesia arnoldi
di Sumatra.

Karakteristik secara umum sebagai berikut :


1. Memiliki kawasan mangrove atau hutan bakau yang luas di bibir pantai.
2. Jenis tumbuhannya sangat beragam atau heterogen.
3. Hutan-hutan yang ada di wilayah ini selalu hijau setiap tahunnya.
4. Tumbuhan yang ada di hutan wilayah barat indonesia rata-rata memiliki ketinggian sekitar 60
meter.
5. Tumbuhan-tumbuhan yang ada di hutannya sangat kaya manfaat. Umumnya terdiri atas jenis
tumbuhan yang memiliki kayu yang teksturnya sangat keras dan cocok untuk bangunan.
Misalnya kayu jati, mahoni, meranti dan lainnya.
6. Terdapat banyak jenis tumbuhan dari keluarga nangka. Seperti Nangka, sukun dan
cempedak.
7. Tidak memiliki hutan putih.
8. Hanya terdapat sedikit tumbuhan matoa dan sagu.

Contoh:
 kayu jati(Jawa): furniture
 anggrek (Sumatra, Jawa dan Kalimantan): keindahan
 kayu manis (Sumatra): rempah-rempah no.2
 rotan (Sumatra, Jawa dan Kalimantan): bahan kerajinan tangan
 kayu mahoni (Jawa): furniture
 rafflesia arnoldi (Sumatra): keindahan
 bunga bangkai (Sumatra dan Jawa): keindahan
 kayu kapur (Sumatra dan Kalimantan): bahan bangunan
 kayu gaharu (Kalimantan): bahan parfum no.1
 kayu kamper (Kalimantan): bahan bangunan
 kayu ulin (Kalimantan): bahan bangunan no.1
 kayu kruing (Sumatra, Jawa dan Kalimantan): bahan bangunan
 kayu meranti (Sumatra dan Kalimantan): bahan bangunan
 kayu sungkai (Sumatra, Jawa dan Kalimantan): bahan bangunan

3. Kantong Semar
Tanaman kantong semar merupakan tanaman yang sangat unik, karena beberapa spesies tanaman ini
adalah tanaman pemakan daging atau karnivora. Karena itu tidak banyak orang yang memelihara
tanaman tersebut. Keunikan lainnya adalah tanaman ini memiliki corak yang indah pada kantongnya. 
Namun, justru tanaman ini sudah akan terancam punah di habitannya. Tanaman ini juga sudah dicap
sebagai tanaman yang paling susah dicari atau langka di wilayah Indonesia.

4. Anggrek
Untuk Anggrek sendiri, sangat banyak di belahan daerah Indonesia manapun. bahkan ada anggrek Hitam
dari papua.

Keanekaragaman Flora di Indonesia Bagian Tengah

Flora Indonesia bagian tengah meliputi Sulawesi dan kepulauan Nusa Tenggara. Tidak seperti persebaran
flora di Indonesia bagian barat, wilayah tengah memiliki jenis flora yang homogen. Yang berarti hutan di
wilayah ini didominasi satu jenis tumbuhan saja. Seperti yang kita ketahui, wilayah Indonesia bagian
tengah banyak ditumbuhi oleh sabana dan stepa. Wilayah Indonesia bagian tengah juga memiliki curah
hujan yang sedikit. Sehingga pada musim kemarau sebagian daerah di Nusa Tenggara ataupun Sulawesi
mengalami kekeringan. Selain itu, di wilayah ini juga masih banyak terdapat pegunungan kapur.
Daerah peralihan meliputi wilayah Pulau Sulawesi dan kepulauan di sekitarnya serta Kepulauan
Nusa Tenggara. Di kawasan ini tidak kita jumpai adanya hutan yang lebat. Jenis hutan yang ada
hanyalah hutan semusim atau hutan homogen yang tidak begitu lebat, bahkan di kawasan Nusa
Tenggara kita hanya akan menjumpai adanya sabana dan stepa. Sabana adalah padang rumput
yang luas dengan tumbuhan kayu di sana-sini, sedangkan stepa adalah tanah kering yang
hanya ditumbuhi semak belukar. Kondisi ini terjadi karena di wilayah Nusa Tenggara memiliki
curah hujan yang relatif lebih sedikit bila dibandingkan pulau-pulau lain di Indonesia. Jenis
tumbuhan yang mendominasi di wilayah Indonesia bagian tengah, antara lain, jenis palma,
cemara, dan pinus.

Jenis flora yang ada di wilayah Indonesia bagian tengah didominasi oleh tumbuhan pinus, cemara dan
palma. Meskipun cenderung homogen.

Contoh flora khas Indonesia Tengah (Peralihan) dan kegunaannya


1. kayu cendana (Nusa Tenggara): parfum
2. kayu putih (Nusa Tenggara): obat herbal
3. semak belukar (Nusa Tenggara): peternakan
4. kayu hitam/eboni (Sulawesi): furniture no.1
5. lotan/siwalan (Sulawesi dan Nusa Tenggara): bahan kerajinan tangan

Keanekaragaman Flora di Indonesia Bagian Timur

Flora di wilayah Indonesia bagian Timur didominasi oleh hutan hujan tropis. Akan tetapi,
jenis tumbuhannya berbeda dengan jenis tumbuhan di wilayah Indonesia bagian Barat. Jenis
flora di wilayah hutan hujan tropis bagian Timur memiliki kesamaan dengan flora di kawasan
Benua Australia, sehingga jenis floranya bersifat Australis. Salah satu flora ciri khas di
kawasan Indonesia Timur adalah anggrek.

Wilayah Indonesia bagian timur atau yang disebut juga kelompok indo-australian meliputi pulau Maluku
dan Papua. Keanekaragaman flora di Indonesia bagian timur mempunyai karakteristik sebagai berikut :

 Memiliki kemiripan dengan jenis flora di benua Australia


 Ketinggian pohon yang ada di hutannya lebih rendah dari yang ada di Indonesia bagian barat
 Terdapat banyak semak belukar
 Pepohonannya masih jarang
 Hanya terdapat sedikit jenis meranti-merantian
 Terdapat hutan putih
 Banyak terdapat pohon sagu
 Tidak terdapat jenis nangka

Di wilayah Indonesia bagian timur juga terdapat flora endemik, yaitu tumbuhan matoa (Pometia
Pinnata) yang terdapat di Papua. Matoa adalah sejenis rambutan khas Papua yang memiliki rasa
manis dan tidak ada rambut di kulit buahnya.
Contoh flora khas Indonesia Timur dan kegunaannya

1. sagu (Papua): bahan makanan


2. matoa (Papua): buah-buahan
3. buah merah (Papua): obat herbal
4. kayu besi (Maluku dan Papua): bahan bangunan

Flora didunia biasanya dipengaruhi 2 faktor, yaitu faktor fisik dan faktor biotik, berikut
penjelasanya :
1. Faktor fisik

Ada faktor fisik yang mempengaruhi flora yang hidup di bumi, beberapa faktor fisik yang
memerlukan adaptasi dengan lingkungan dimana flora tersebut hidup dan berkembang biak.

Berikut adalah penjelasan dari faktor fisik yang mempengaruhi flora :

Iklim – Faktor iklim sangat erat kaitannya dengan suhu udara dan jumlah curah hujan yang ada di
daerah tersebut. Daerah yang memiliki curah hujan tinggi biasanya akan memiliki hutan yang
lebat dengan pohon menjulang tinggi dan berdaun hijau. Karena lebatnya daun ini, sinar matahari
sukar menembus tanah mengakibatakan kelembapan tanah yang baik untuk pertumbuhan
tumbuhan kecil seperti jamur dan bunga-bunga. Untuk daerah yang memiliki tingkat curah hujan
rendah tidak memiliki hutan yang lebat melainkan tanahnya akan kering sehingga tumbuhan yang
dapat hidup hanya sedikit saja. contohnya di daerah nusa tenggara yang curah hujan rendah tidak
terdapat hutan lebat. (baca : manfaat curah hujan yang tinggi).
Suhu udara – Suhu udara sangat berpengaruh pada tumbuh kembang tumbuh-tumbuhan itu
sendiri. Semakin tinggi suatu tempat maka akan semakin rendah suhu udaranya begitu pula
sebaliknya. jadi, tanaman akan tumbuh saat suhu udaranya sesuai dengan perkembangannya.
Misalnya pohon teh akan tumbuh subur pada suhu udara dingin sedangkan semangka akan
tumbuh subur pada tempat yang suhu udaranya tinggi.
Tanah dan relief – Jenis jenis tanah dan relief ini sangat berpengaruh pada pertumbuhan flora itu
sendiri. Misalnya tekstur tanah yang kasar dan merupakan tanah kapur hanya bisa ditumbuhi
tumbuhan tertentu yang kuat sepert pohon jati, pinus dan lainnya.
Air – Air merupakan faktor yang sangat penting untuk pertumbuhan flora karena merupakan jenis
jenis sumber daya alam utama makanan flora selain sinar matahari. Berdasarkan kebutuhan air
yang dibutuhkan oleh tanaman akan dibedakan menjadi 3 golongan yaitu:
Xerofita – Merupakan tumbuh-tumbuhan yang bisa tumbuh di daerah yang panas dan kering atau
kandungan air di dalam tanahnya sedikit. Contoh, kaktus yang hidup di gurun.
Hidrofita – Merupakan tumbuhan yang dapat hidup di daerah yang banyak air atau basah bahkan
hidup diatas air. Contohnya saja teratai dan enceng gondok.
Mesofita – Adalah tumbuhan yang dapat hidup di daerah yang sedang tidak terlalu banyak airnya
namun juga tidak sedikit seperti di hutan tropis.
Geologi – Faktor yang satu ini berkaitan dengan pembentukan bumi karena adanya pergeseran
lempeng atau paparan. Seperti misalnya paparan sahul dan pulau Australia masih memiliki jenis
flora yang hampir sama dan flora bagian sumatera dengan Kalimantan memiliki kemiripan 50%.
(baca : manfaat letak geologis)
2. Faktor biotik

Persebaran flora dan fauna di Indonesia maupun di dunia juga sangat dipengaruhi oleh faktor
biotik. Faktor biotik di sini adalah hewan dan manusia, hewan mampu berperan dalam persebaran
flora karena membawa biji flora dan membawanya ke tempat lain sehingga biji tumbuhan tersebut
bisa tumbuh di tempat lain. Sedangkan untuk manusia perannya sangat besar karena manusia
mampu memindahkan tumbuhan dengan cepat dan dengan jumlah yang besar. Misalnya saja di
daerah perkotaan tidak ada tumbuhan tertentu kemudian manusia membawa bibitnya dan
kemudian menanamnya di kota sehingga tumbuhan tersebut dapat tumbuh. Manusia juga bisa
mengubah ruang publik untuk kehidupan lingkungan dengan mengubahnya menjadi lebih Baik
atau justru merusaknya.