Anda di halaman 1dari 1

Keadaan hukum perdata di indonesia

 hukum perdata : segala hukum yang mengatur kepentingan-kepentingan


perseorangan
 BW dan Wvk berlaku untuk :
o Berlaku hukum adat bagi golongan bangsa Indonesia asli
o Berlaku BW dan WvK untuk golongan bukan bangsa asli yang berasal dari
tionghoa dan eropa
o Berlaku sebagian BW yaitu harta kekayaan

Sistematika hukum perdata


 Pembagian hukum perdata :
o Diri seseorang : manusia sebagai subjek hk, kecakapan memiliki hak dan
bertindak sendiri, dan hal-hal yang mempengaruhi kecakapan.
o Kekeluargaan : hubungan hukum yang timbul dari hubungan keluarga. Ex.
Perkawinan, hubungan suami-istri, hubungan orangtua-anak, perwalian,
curatele.
o Kekayaan : hubungan hukum yang dapat dinilai dengan uang
 Hak mutlak : hak yang berlaku terhadap tiap orang
 Hak perseorangan : hak yang berlaku terhadap orang tertentu saja
 Hak kebendaan : hak mutlak yang memberikan kekuasaan atas benda.
 Hak mutlak saja : hak mutlak yang tidak memberikan kekuasaan pada
benda yang dapat terlihat. Ex. Hak pedagang memakai merk.
o Warisan/hk waris : hal ihwal tentang benda atau kekayaan seseorang jika
meninggal, mengatur akibat-akibat hubungan keluarga terhadap harta
peninggalan.
 Sistematika kuhper :
o Buku I : perihal orang : tentang diri seseorang dan hukum keluarga
o Buku II : perihal benda : tentang hukum perbendaan dan hukum waris
o Buku III : perihal perikatan : tentang hukum kekayaan mengenai hak-hak dan
kewajiban yang berlaku terhadap orang tertentu saja
o Buku IV : perihal pembuktian dan daluwarsa : tentang alat-alat pembuktian
dan akibat-akibat lewat waktu terhadap hubungan hukum
 Alasan :
o Hukum keluarga dimasukkan ke buku I karena hubungan keluarga
berpengaruh besar terhadap kecakapan seseorang untuk memiliki hak dan
mempergunakan hak
o Hukum waris dimasukkan ke buku II karena hk waris mengatur cara-cara
memperoleh ha katas benda-benda. Ex. Benda yang ditinggalkan seseorang