Anda di halaman 1dari 4

MAKALAH

TEKNIK BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN PASCA PANEN


TANAMAN KETAN (Oryza sativa  var. glutinosa)

Disusun Oleh :
Yoga Dwi Ramadhan
17.54211.000543

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MERDEKA PASURUAN
2019/2020
A. Tanaman Padi Ketan

Padi ketan (Oryza sativa L. Var. Glutinosa) termasuk salah satu jenis dari ribuan jenis
padi. Tanaman padi ketan dapat dibedakan dengan jenis tanaman padi lainnya dari perbedaan
kandungan pati nya, dimana tanaman padi ketan memiliki pati dengan kandungan amilosa
yang rendah dan amilopektin yang tinggi sementara jenis padi pada umumnya memiliki
kandungan amilosa yang tinggi dan amilopektin yang rendah. Menurut Larasati (2016),
kandungan karbohidrat beras ketan sangat tinggi dibanding protein, lemak dan vitamin.
Karbohidrat mempunyai peranan penting dalam menentukan karakteristik bahan makanan
seperti rasa, warna, tekstur dan lain-lain. Pati yang terdapat dalam beras ketan mengandung
amilopektin sangat tinggi yaitu 97 % dengan kandungan amilosa yang rendah. Keunggulan
tanaman padi ketan dibandingkan jenis tanaman padi pada umumnya terletak pada karakter
morfologi dari tanaman padi ketan, dimana tanaman padi ketan memiliki permukaan daun
yang kasar sehingga tidak disukai serangga hama pemakan daun.

Manfaat padi ketan adalah sebagai sumber bahan olahan pangan. Padi ketan biasanya
diolah terlebih dahulu menjadi beras ketan, yang kemudian bisa langsung diolah menjadi
berbagai ragam kuliner atau bisa diolah terlebih dahulu menjadi tepung ketan, lalu diolah
kembali menjadi berbagai ragam kuliner. Tanaman padi ketan juga bermanfaat dibidang
kesehatan karena mengandung serat dan antioksidan. Menurut Nailufar (2012), beras ketan
hitam merupakan salah satu jenis tanaman padi berpigmen yang telah lama dikonsumsi oleh
masyarakat Indonesia sebagai bahan makanan. Beras ketan hitam sangat potensial sebagai
sumber karbohidrat, antioksidan, senyawa bioaktif dan sumber serat bagi kesehatan.
B. Klasifikasi Ketan

Divisio : Spermatophyta

Sub divisio : Angiospermae

Classis : Monocotyledoneae

Ordo : Poales

Familia : Gramineae/Poaceae

Genus : Oryza

Spesies : Oryza sativa L. var glutinosa

C. Syarat Tumbuh

Ketinggian daerah yang cocok untuk tanaman padi adalah daerah antara 0-650 meter
dengan suhu antara 26,5 0 C – 22,5 0 C, daerah antara 650-1500 meter dengan suhu antara
22,5- 18,7 0 C masih cocok untuk tanaman padi.

Tanaman padi membutuhkan curah hujan yang baik, rata-rata 200 mm/bulan atau
lebih, dengan distribusi selama 4 bulan

Padi sawah ditanam di tanah berlempung yang berat atau tanah yang memiliki lapisan
keras 30 cm dibawah permukaan tanah. Menghendaki tanah Lumpur yang subur dengan
ketebalan 18 – 22 cm. Keasaman tanah antara pH 4,0 – 7,0.

D. Budidaya Ketan

 Lahan Tanam
Padi ketan membutuhkan lingkungan lahan yang subur dan mempunyai
kandungan air yang cukup banyak, karena tanaman ini mudah mati kalau kekurangan
air atau curah hujan.
 Pembibitan
Pembibitan pada tanaman ini kerap dilakukan dengan teknik semai, yakni
menebar bibit pada lahan yang tersedia. Kemudian setelah berumur kurang lebih satu
bulan, bibit dipindahkan ke media penanaman seperti sawah atau ladang.
 Penanaman
Teknik penanamannya pun mirip dengan tanaman padi, yakni dengan cara
menancapkan bibit yang telah tumbuh ke dalam lahan dengan garis sejajar rata.
 Pemupukan
Agar tanaman selalu sehat dan menghasilkan kualitas yang baik, pemupukan
dengan pupuk urea sesuai takaran, yakni 250 kg Urea/ ha.

 Panen
Panen bisa dilakukan ketika berumur 120 hari dan gabah mulai pada terisi
serta batang mulai menunduk.

D. Pengolahan Pasca Panen

Beberapa macam makanan produk hasil pengolahan dari ketan antara lain :

 Lemper
 Getas
 Wajik Ketan
 Lupis Ketan
 Rengginang
 Bubur Ketan
 Klepon
 Ketan Susu

E. Manfaat Ketan

 Menurunkan resiko penyakit jantung.


Kandungan serat dalam secangkir nasi ketan adalah 1,7 gr. Serat dalam ketan juga
menawarkan manfaat kesehatan, yaitu untuk berkontribusi diet tinggi serat, dan dapat
menurunkan risiko penyakit jantung.

 Mencegah Penuaan Dini.


Kandungan asam amino dan anti oksidan hadir dalam beras ketan dapat membantu
kesehatan kulit merwat, dan dapat mencegah penuaan dini.

 Mampu mencegah Diabetes.


Karena memiliki sifat anti-inflamasi dan kaya akan antioksidan sehingga untuk
konsumsi jangka panjang akan berguna untuk mencegah Alzheimer dan diabetes.

 Mencegah kanker dan Tumor


Kanker atau tumor adalah penyakit yang sangat mematikan dan hingga kini belum ada
obat yang dapat menyembuhkan kanker 100% Untuk sekarang mari kita mulai
mencoba untuk mencegahnya. Dalam beras hitam adalah zat yang mampu menjaga
tubuh kita terhadap kanker. Oleh karena itu perbanyaklah beras hitam dikonsumsi
sejak dini.

 Mencegah Anemia
Dalam beras hitam yang tinggi zat besi untuk 15,52 ppm. Dengan begitu Anda tidak
bisa dengan mudah lesu dan tetap bugar karena menghindari anemia setelah
pemenuhan zat besi.